PROPOSAL TESIS
EFEKTIVITAS BIMBINGAN PERKAWINAN CALON
PENGANTIN UPAYA PENCEGAHAN KASUS
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KUA
KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG
DOSEN PEMBIMBING I DOSEN PEMBIMBING II
DR. H. NUR HASAN, [Link] DR. H. DAHLAN TAMRIN, [Link]
Oleh
MARSIDI
KONTEKS PENENITIAN
• Perkawinan merupakan satu jalan amat mulia untuk mengatur kehidupan rumah
tangga dan keturunan, tetapi juga dapat dipandang sebagai satu jalan menuju
pintu perkenalan antara suatu kaum dengan kaum lain, dan perkenalan itu akan
menjadi jalan untuk menyampaikan pertolongan antara satu dengan yang lainnya
• Dalam Perjalanan berumah tangga banyak kendala dan ketidak harmunisan
diantaranya kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT )
• Mengingat hal terebut, maka diperlukan adanya bimbingan khusus, yakni
bimbingan yang diberikan kepada calon pengantin sebagai bekal sebelum
memasuki kehidupan baru setelah menikah.
FOKUS PENELITIAN
•
• Bagaimana perencanaan bimbingan perkawinan bagi calon
pengantin upaya mencegah kasus kekerasan dalam rumah tangga di
KUA kecamatan wagir kabupaten malang?
• Bagaimana pelaksanaan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin
upaya mencegah kasus kekerasan dalam rumah tangga di kua
kecamatan wagir kabupaten malang?
• Bagaimana efektivitas bimbingan perkawinan bagi calon pengantin
upaya mencegah kasus kekerasan dalam rumah tangga di kua
kecamatan wagir kabupaten malang?
TUJUAN PENELITIAN
• Untuk mendeskripsikan perencanaan bimbingan perkawinan bagi calon
pengantin upaya mencegah kasus kekerasan dalam rumah tangga di KUA
kecamatan wagir kabupaten malang
• Untuk mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan perkawinan bagi calon
pengantin upaya mencegah kasus kekerasan dalam rumah tangga di KUA
kecamatan wagir kabupaten malang
• Untuk mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan bimbingan perkawinan
bagi calon pengantin upaya mencegah kasus kekerasan dalam rumah
tangga di KUA kecamatan wagir kabupaten malang
KEGUNAAN PENELITIAN
• MANFAAT TEORITIS
• Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan
pemikiran tentang pelaksanaan bimbingan perkawinan bagi calon
Pengantin dalam pencegahan kasus perceraian di KUA kecamatan khusunya
KUA wagir
• MANFAAT PRAKTIS
• Selain itu penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan
saran dan bahan pertimbangan dalam strategi pelaksanaan bimbingan
perkawinan bagi calon pengantin dalam mengurangi kasus perceraian di KUA
kecamatan khusunya KUA wagir dan khusunya kementerian agama.
PENEGASAN ISTILAH
• EFEKTIVITAS
• EFEKTIVITAS DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA BERASAL DARI KATA “EFEKTIF” YANG BERARTI ADA EFEKNYA, MANJUR ATAU MUJARAB, DAN
DAPAT MEMBAWA HASIL. EFEKTIVITAS ADALAH UKURAN YANG MENYATAKAN SEJAUH MANA SASARAN ATAU TUJUAN (KUALITAS, KUANTITAS, DAN
WAKTU) TELAH DICAPAI.
• BIMBINGAN
• BIMBINGAN ADALAH PROSES PEMBERIAN BANTUAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANG YANG AHLI KEPADA SESEORANG ATAU BEBERAPA ORANG
INDIVIDU, BAIK ANAK-ANAK, REMAJA MAUPUN DEWASA AGAR ORANG YANG DIBIMBING DAPAT MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DIRINYA SENDIRI
DAN MANDIRI,
DENGAN MEMANFAATKAN KEKUATAN INDIVIDU DAN SARAN YANG ADA DAN DAPAT DIKEMBANGKAN, BERDASARKAN NORMA-NORMA YANG
BERLAKU
• PERKAWINAN
• PERNIKAHAN ADALAH SUATU IKATAN ANTARA PRIA DAN WANITA SEBAGAI SUAMI ISTERI BERDASARKAN HUKUM UNDANG-UNDANG, HUKUM AGAMA
ATAU ADAT ISTIADAT YANG BERLAKU
• CALON PENGANTIN
• CALON PENGANTIN ADALAH SETIAP LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN YANG AKAN MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN YANG HARUS MENGIKUTI BIMBINGAN
PERKAWINAN YANG DISELENGGARAKAN OLEH KEMENTERIAN AGAMA
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SULIT UNTUK DIDETEKSIKARENA PADA UMUMYA TERJADI DI WILAYAH DOMESTIK YANG MENCAKUP HUBUNGAN
PERKAWINAN SEPERTI KEKERASA FISIK, POLIGAMI, KEKERASAN SEKSUAL, WALI MUJBIR, BELANJA KELUARGA (EKONOMI), TALAK, DAN LAIN
SEBAGAINYA
KAJIAN TEORITIS
• PENELITIAN TERDAHULU
• Salawati Dj, Hi Abu, Bagaimana Efektivitas Pelaksanaan Bimbingan Pra Nikah
Bagi Calon Pengantin Dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga
• Hayyinatul, Wafda, Efektivitas Bimbingan Perkawinan Bagi Pemuda Di
Kabupaten Jombang
• Muhamad, Khoiri Ridwan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Analisis
Ketentuan Uu Pkdrt, Al- Qur’an Dan Hadits Tentang Nushūz)
TEORI TENTANG EFEKTIVITAS
• PENGERTIAN EFEKTIVITAS
• Efektivitas adalah jangkauan usaha suatu program sebagai suatu sistem dengan sumber daya dan
sarana tertentu untuk memenuhi tujuan dan sasarannya tanpa melumpuhkan cara dan sumber daya
itu serta tanpa memberi tekanan yang tidak wajar terhadap pelaksanaannya.
• Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan
waktu) yang telah dicapai, yang mempunyai pengaruh efektivitas adalah suatu ukuran yang
menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) yang telah dicapai, yang
mempunyai pengaruh efektivitas berasal dari kata efektif yang mengandung pengertian dicapainya
keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
• Upaya untuk mengevaluasi program dapat dilakukan melalui konsep efektivitas ini, program efektif
berarti program yang dilaksanakan dengan benar dan memberikan hasil yang bermanfaat. Benar
yakni sesuai dengan tujuan program dan bermanfaat merupakan hasil yang didapatkan oleh sasaran
program. Sehingga semakin besar prosentase keberhasilan program berarti semakin tinggi
efektivitasnya. Membandingkan antara rencana atau target program yang ditentukan dengan hasil
yang dicapai dapat menjadi ukuran tingkat efektivitas, karenahasil tersebutlah yang dikatakan
efektif. Sebaliknya, jika hasil program tidak tercapai sesuai dengan yang direncanakan, maka
program tersebut tidak efektif
• UKURAN EFEKTIVITAS
• Pencapaian tujuan. Pencapaian adalah keseluruhan upaya pencapaian tujuan harus
proses. Oleh karena itu, agar pencapaian tujuan
dipandang sebagai suatu
akhir semakin terjamin, diperlukan pentahapan, baik dalam arti
pentahapan pencapaian bagian-bagiannya maupun pentahapan dalam
arti periodisasinya. Pencapaian tujuan terdiri dari beberapa faktor,
yaitu: kurun waktu dan sasaran yang merupakan target kongktit.
• Integrasi. Integrasi yaitu pengukuran terhadap tingkat kemampuan
suatu organisasi untuk mengadakan sosialisasi, pengembangan
konsensus dan komunikasi dengan berbagai macam organisasi lainnya.
Integrasi menyangkut proses sosialisasi.
• Adaptasi. Adaptasi adalah kemampuan organisasi untuk menyesuaikan
diri dengan lingkungannya. Untuk itu digunakan tolak ukur proses
pengadaan dan pengisian tenaga kerja.
BIMBINGAN PERKAWINAN
• PENGERTIAN BIMBINGAN
• Bimbingan merupakan sebagai salah satu aspek dari program pendidikan yang
diarahkan terutama untuk membantu para peserta agar dapat menyesuaikan diri
dengan situasi yang dihadapinya saat ini dan dapat merencanakan masa depannya
• Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli
kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja maupun
dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya
sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu dan saran yang ada
dan dapat dikembangkan, berdasarkan normanorma yang berlaku
• Bimbingan suatu proses yang terus menerus dalam membantu perkembangan
individu untuk mencapai kemampuan secara maksimal dalam mengarahkan
manfaat yang sebenar-benarnya baik bagi dirinya maupun masyarakat.
• PERKAWINAN
• PENGERTIAN PERKAWINAN
• Perkawinan atau pernikahan dalam literatur fiqih berbahasa arab disebut dengan dua kata,
yaitu nikah نكاحdan jawaz زوجkedua kata ini yang terpakai dalam kehidupan sehari-hari orang
arab, dan banyak terdapat di dalam al-qur’an dan hadist nabi
• Pernikahan adalah suatu ikatan antara pria dan wanita sebagai suami isteri berdasarkan hukum
undang-undang, hukum agama atau adat istiadat yang berlaku
• Perkawinan adalah suatu aqad atau perikatan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara
laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan hidup berkeluarga yang
diliputi rasa ketentraman serta kasih sayang dengan cara yang diridhai allah SWT
• Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami
istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan
ketuhanan yang maha esa
• Pernikahan adalah suatu akad yang menyebabkan kebolehan bergaul antara seorang laki-laki
dengan seorang wanita dan saling menolong di antara keduanya serta menentukan batas hak
dan kewajiban di antara keduanya (sutrisno and marsidi 2020: 17-19).
• LANDASAN HUKUM DALAM AL-QUR’AN
• Firman allah Q.S an-nisa’ ayat 3
• Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim
(bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga
atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (nikahlah) seorang saja
([Link]-nisa': 3)
• Firman allah q.S. An-nur ayat 32
Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (bernikah)
dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, allah akan memampukan mereka
dengan karurnia-nya. Dan allah maha luas pemberian-nya lagi maha mengetahui ([Link]-nuur': 32)
• Firman allah Q.S. Ar-rum ayat 21
• Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dari dijadikan di antaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
kaum yang berfikir ([Link]-rum: 21).
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
• PENGERTIAN
• Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang
terutama perempuan,yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau
penderitaan secara fisik,seksual,psikologis, atau penelantaran rumah tangga
termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan atau
perampasan kemerdekaansecara melawan hukum dan lingkup rumah tangga
• PENYEBAB KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
• Laki-laki dianggap lebih unggul
• Pandangan buruk terhadap pasangan
• Interprestasi agama yang tidak sesuai dengan nilai-nilai universal agama.
• Kekerasan berlangsung justru mendapatkan legitimasi masyarakat
• Masalah keuangan
• Kecemburuan
• Masalah orang tua
• Saudara yang tinggal dalam satu atap
• Masalah sopan santun
• Masalah masa lalu pasangan
• Suami mau menang sendiri
• Pekerjaan
• BENTUK-BENTUK TINDAKAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
TERHADAP ISTRI
A. KEKERASAN FISIK
“, Memukul, menendang, mencekik dan sebagainya”. Disini kekerasan fisik
mencakup serangkaian tindakan yang menggunakan pemaksaan fisik yang dapat
menimbulkan luka atau bahkan kematian korban seperti penggunaan senjata api,
menempeleng nampak jelas bahwa kekerasan fisik merupakan suatu tindakan yang
sangat fatal yang dapat menimbulkan luka bagi korban, dan yang lebih fatalnya lagi
dapat menyebabkan kematian pada korban. Dalam hal ini kekerasan fisik mencakup
pemukulan, pencekikan, tamparan dan hal lainnya yang dapat mencelakakan
korban.
B. KEKERASAN PSIKIS
Tindakan tersebut mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya
kernampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya dan penderitaan psikis berat pada kekerasan
psikis yaitu tindakan yang bertujuan merendahkan citra seorang perempuan baik metalui
kata-kata maupun perbuatan (ucapan menyakitkan, kata-kata kotor, bentakan, penghinaan,
ancaman) yang menekan emosi perempuanseseorang.
METODE PENELITIAN
• PENDEKATAN DAN JENIS PENEITIAN
• PENDEKATAN PENELITIAN INI MENGGUNAKAN PENDEKATAN KUALITATIF SEDANGKAN PENELITIAN KUALITATIF ADALAH PENELITIAN YANG MENGHASILKAN PENEMUAN-
PENEMUAN
YANG TIDAK DAPAT DICAPAI (DIPEROLEH) DENGAN MENGGUNAKAN PROSEDUR-PROSEDUR STATISTIK ATAU DENGAN CARA-CARA LAIN DARI KUANTIFIKASI (PENGUKURAN).
PENELITIAN KUALITATIF TIDAK SELALU MENCARI SEBAB AKIBAT NAMUN, LEBIH BERUPAYA MEMAHAMI SITUASI TERTENTU, DENGAN BENTUK PENELITIAN CASE STUDY
(STUDI KASUS) YAITU SUATU PENELITIAN YANG DILAKUKAN SECARA INTENSIF, TERINCI DAN MENDALAM SUATU ORGANISASI
• KEHADIRAN PENELITI
• DALAM PENELITIAN KUALITATIF, YANG MENJADI INSTRUMEN ATAU ALAT PENELITIAN ADALAH PENELITI ITU SENDIRI. OLEH KARENA ITU PENELITI SEBAGAI INSTRUMEN JUGA
HARUS DIVALIDASI SEBERAPA JAUH PENELITI KUALITATIF SIAP MELAKUKAN PENELITIAN YANG SELANJUTNYA TERJUN KE LAPANGAN. VALIDASI TERHADAP PENELITI SEBAGAI
INSTRUMEN MELIPUTI VALIDASI TERHADAP PEMAHAMAN METODE PENELITIAN KUALITATIF, PENGUASAAN WAWASAN TERHADAP BIDANG YANG DITELITI, KESIAPAN PENELITI
UNTUK MEMASUKI OBYEK PENELITIAN, BAIK SECARA AKADEMIK MAUPUN LOGISTIKNYA
• LATAR PENELITIAN
• PENELITIAN INI DILAKSANAKAN DI KUA KECAMATAN WAGIR. PEGAMBILAN LOKASI INI KARENA PELAKSANAKAN KEGIATAN BIMBINGAN PERKAWINAN BAGI CALON PENGANTIN
DINILAI CUKUP BANYAK. KECAMATAN WAGIR TERDIRI DARI 12 DESA KECAMATAN TERSEBUT PERPENDUDUK PADAT.
• DATA DAN SUMBER DATA PENELITIAN
• YANG DIMAKSUD DENGAN SUMBER DATA ADALAH SUBJEK DARI MANA DATA DAPAT DIPEROLEH. JADI SUMBER DATA INI MENUNJUKKAN ASAL INFORMASI. DATA INI HARUS
DIPEROLEH DARI SUMBER DATA YANG TEPAT. JIKA SUMBER DATA TIDAK TEPAT MAKA MENGAKIBATKAN DATA YANG TERKUMPUL TIDAK RELEVAN DENGAN MASALAH YANG
DISELIDIKI
• PROSEDUR PENGUMPULAN DATA
A. DATA PRIMER:
1. OBSERVASI
• Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui
hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan panca indra lainnya
2. WAWANCARA MENDALAM (IN-DEPTH INTERVIEW)
• Wawancara atau kuesioner lisan adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh
pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (intervieer)
2. DATA SEKUNDER
Mempelajari atau menelaah dokumen-dokumen yang relevan dengan konteks penelitian
• TEKNIK ANALISIS DATA
• Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara
mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke unit- unit, melakukan
sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan
dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri
maupun orang lain
SEKIAN TERIMA KASIH
Mator Sekelangkong
Wassalam