Panduan Bank Syariah
Panduan Bank Syariah
list of contents
1. Pendahuluan
2. Pengertian Dan Tujuan Bank Syariah
3. Perbedaan Bank Syariah Dengan Bank
Konvensional
4. Prinsip Operasional Bank Syariah
5. Produk dan Jasa Bank Syariah
6. Laporan Keuangan Bank Syariah
7. Masa Depan Bank Syariah
An Introduction of Islamic Banking (1)
Asia Tenggara
Asia Barat • Malaysia
• Turkey • Indonesia
• Iran • Brunei
PERANAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PEREKONOMIAN
Bagi Hasil
SWBI
Bonus
Bagi Hasil
Pembiayaan
NASABAH Tabungan
SIMA
PASAR MODAL
Pengertian Dan Tujuan Bank Syariah
ISLAMIC
Transaction Profitability
BANK is considered as
on the basis of
Equity, one of the
Brotherhood important
& objectives
Partnership of Islamic Bank
14
Tujuan Bank Islam
15
DUBAI ISLAMIC BANK
( DIB )
THE UNITED ARAB EMIRATES
17
Fungsi Bank Syariah
Fungsi bank Syariah menurut Accounting and Auditing
Organization for Islamic Financial Institution (AAOIFI)
disebutkan sbb :
Sebagai manajer investasi, bank Syariah dapat mengelola
investasi dana nasabah.
Sebagai investor , bank Syariah dapat menginvestasikan dana
yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercayakan
kepadanya
Sebagai penyedia jasa keuangan & lalu lintas pembayaran,
bank Syariah dapat melakukan kegiatan jasa-jasa layanan
perbankan sebagaimana lazimnya institusi perbankan
sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
Sebagai pelaksana kegiatan sosial, sebagai suatu ciri yang
melekat pada entitas keuangan Islam, bank Syariah juga
memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola
(menghimpun, mengadministrasikan, mendistribusikan) zakat
serta dana-dana sosial lainnya.
Manajer Investasi
(mengelola investasi dana nasabah)
Saeed,Abdullah,1996, Islamic Banking and Interest: A Study of the prohibition of Riba and its Contemporary Interpretation , EJ Brill, Leiden
[1]
Antonio, Muhammad Syafii, 1999(a), Bank Syariah; Wacana Ulama dan Cendekiawan, Central Bank of Indonesia and Tazkia Institute,
[2] 21
Jakarta
LARANGAN RIBA/BUNGA
DIDALAM YAHUDI
Bagian ini sangat banyak bersumber dari tulisan Prof. Sudin Haron (1996), Prinsip dan Operasi Perbankan
Islam,
Kuala Lumpur: Berita Publishing Sdn.Bhd.
LARANGAN RIBA
DALAM AGAMA YAHUDI
Orang-orang Yahudi dilarang mempraktekkan pengambilan bunga.
Pelarangan ini banyak terdapat dalam kitab suci mereka, baik dalam
Old Testament (Perjanjian Lama) maupun Undang-Undang Talmud.
Meskipun demikian, praktik pengambilan bunga dicela oleh para ahli filsafat. Dua orang ahli
filsafat Yunani terkemuka, Plato (427 – 347 SM) dan Aristoteles (384 – 322 SM), mengecam praktik
bunga. Begitu juga dengan Cato (234 – 149 SM) dan Cicero (106 – 43 SM). Para ahli filsafat
tersebut mengutuk orang-orang Romawi yang mempraktekkan peng-ambilan bunga.
Plato mengecam sistem bunga berdasarkan dua alasan. Pertama, bunga menyebabkan
perpecahan dan perasaan tidak puas dalam masyarakat. Kedua, bunga merupakan alat golongan
kaya untuk mengeksploitasi golongan miskin.
Aristoteles, dalam menyatakan keberatannya mengemukakan bahwa fungsi uang adalah
sebagai alat tukar atau medium of exchange. Ditegaskannya, bahwa uang bukan alat untuk meng-
hasilkan tambahan melalui bunga. Ia juga menyebut bunga sebagai uang yang berasal dari uang
yang keberadaannya dari sesuatu yang belum tentu pasti terjadi . Dengan demikian, pengambilan
bunga secara tetap merupakan sesuatu yang tidak adil.
LARANGAN BUNGA
DALAM KRISTEN
Bagian ini sangat banyak bersumber dari tulisan Prof. Sudin Haron (1996), Prinsip dan Operasi Perbankan
Islam,
Kuala Lumpur: Berita Publishing Sdn.Bhd.
26
KONSEP BUNGA MENURUT KRISTEN
Kitab Perjanjian Baru tidak menyebutkan permasalahan ini secara jelas. Namun,
sebagian kalangan Kristiani menganggap bahwa ayat yang terdapat dalam Lukas 6:34-5
sebagai ayat yang mengecam praktek pengambilan bunga. Ayat tersebut menyatakan :
"Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan
menerima sesuatu daripadanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun
meminjamkan kepada orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
Tetapi, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan
tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-
anak Tuhan Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu
berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat." (Perjanjian Baru-Lukas 6:34-5)
Pada masa ini, umumnya pengambilan bunga dilarang. Mereka merujuk masalah
pengambilan bunga kepada Kitab Perjanjian Lama yang juga diimani oleh orang
Kristen.
1.Larangan praktek bunga juga dikeluarkan oleh gereja dalam bentuk undang-undang:
2.Council of Elvira (Spanyol tahun 306) mengeluarkan Canon 20 yang melarang para
pekerja gereja mem-praktekkan pengambilan bunga. Barangsiapa yang melanggar,
maka pangkatnya akan diturunkan.
3.Council of Arles (tahun 314) mengeluarkan Canon 44 yang juga melarang para pekerja
gereja mempraktekkan pengambilan bunga.
4.First Council of Nicaea (tahun 325) mengeluarkan Canon 17 yang mengancam akan
memecat para pekerja gereja yang mempraktekkan bunga.
LARANGAN RIBA
DALAM ISLAM
Bagian ini sangat banyak bersumber dari tulisan Prof. Sudin Haron (1996), Prinsip dan Operasi Perbankan
Islam,
Kuala Lumpur: Berita Publishing Sdn.Bhd.
KONSEP BUNGA
DALAM ISLAM
Dalam Islam tidak dikenal kata “bunga”. Yang ada adalah “riba”
sebagaimana disebutkan dalam Quran Surah Arruum: 39, Annisaa:
160-161, Ali Imran: 130 dan Albaqarah: 278-279
Dalam Islam, riba dapat muncul karena pinjaman dan jual beli/
pertukaran.
Riba yang muncul karena pinjaman adalah karena meminjam
barang dan dikembalikan dengan tambahan yang
diperjanjikan/disyaratkan
Riba yang muncul karena jual beli adalah karena membeli
barang yang sama dengan bayaran dari jenis yang sama tapi
dengan tambahan, baik karena kualitas (fadl) atau karena waktu
(nasi’ah)
Para ulama sepakat bahwa hukum Riba adalah haram.
Persoalannya apakah bunga bank sama dengan riba?
Larangan Riba dalam Al Quran
( Tahap Pertama )
ِ َو َما ءَاَتْيتُ ْم ِم ْن ِربًا لَِي ْربُ َو يِف َْأم َو ِال الن
َّاس فَاَل َي ْربُو ِعْن َد اللَّ ِه َو َما
)39(ضعِ ُفو َن ْل ا مه ك ِئَل ُأو ف ِ
ه َّ
ْ ُ ُ ُ َ َ َ ْ َ َ ُ ُ َ ْ ءَاَتْيتُ ْم
م ل ال ه جو ن و يد ِ
ر ت ٍ
اة ك زَ ن مِ
Jabir berkata bahwa Rasulullah mengutuk orang yang menerima riba, orang
yang membayarnya, dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya,
kemudian beliau bersabda, "Mereka itu semuanya sama." (H.R. Muslim no.
2995, kitab Al Masaqqah).
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata, "Pada malam
perjalanan mi’raj, aku melihat orang-orang yang perut mereka seperti rumah,
di dalamnya dipenuhi oleh ular-ular yang kelihatan dari luar. Aku bertanya
kepada Jibril siapakah mereka itu. Jibril menjawab bahwa mereka adalah
orang-orang yang memakan riba."
Nahdhatul Ulama
Sebagian ulama mengatakan bunga sama dengan
riba, sebagian lain mengatakan tidak sama dan
sebagian lain mengatakan syubhat.
Rekomendasi: Agar PB NU mendirikan bank Islam
NU dengan sistem tanpa bunga (Bahtsul Masail,
Munas Bandar Lampung, 1992)
Muhammadiyah
Bunga yang diberikan oleh bank-bank milik nagara
kepada nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini
berlaku, termasuk perkara “mustasyabihat.”
Menyarankan kepada PP Muhammadiyah untuk
mengusahakan terwujudnya konsepsi sistem
perekonomian khususnya lembaga perbankan yang
sesuai dengan qaidah Islam (Lajnah Tarjih Sidoarjo,
1968)
Muhammadiyah telah mengharamkan Bunga Bank
(Republika Tahun 2006)
BUNGA BANK:
PANDANGAN ULAMA INDONESIA
4 Aspek Sosial Dinyatakan secara ekxplisit dan Tidak diketahui secara tegas
tegas yang tertuang dalam Visi dan
Misi
5 Organisasi Harus memiliki Dewan Pengawas Tidak memiliki Dewan Pengawas
Syariah (DPS) Syariah (DPS)
Laporan Keuangan
Bank Konventional & Bank Syariah
Bank Konvensional Bank Syariah
1. Neraca 1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi 2. Laporan Laba Rugi
3. Laporan Arus Kas 3. Laporan Arus Kas
4. Laporan perubahan Ekuitas 4. Laporan Perubahan Ekuitas
5. Catatan atas Laporan Keuangan 5. Catatan atas Laporan Keuangan
6. Laporan Perubahan Dana Investasi
Terikat
7. Laporan Sumber dan Penggunaan
Dana ZIS
8. Laporan Sumber dan Penggunaan
Dana Qardhul Hasan
Perbedaan
Bank Syariah dengan Bank Konvensional
NASABAH
DEPOSAN BANK /DEBITUR
Membayar bunga simpanan Menerima bunga kredit
Tidak terpengaruh pendapatan yg diterima bank
Prinsip Operasional Bank Syariah
Dasar Hukum & Operasional
Bank Syariah
Bank Syariah Bank
Konvensional
RUKUN BENTUK
Berhak mendapat
Amanah Produk Mudharabah PENYEBAB AKAD
keuntungan
dalam perbankan BERAKHIR
1. Membatalkan
Akad
Manajemen
MUDHARABAH 2. Wafat
1. Equity Financing
2. Funding (Tabungan, 3. Hilang Kecakapan
Deposito)
4. Rusaknya harta
mufharabah
SKEMA AL-MUDHARABAH
PERJANJIAN BAGI HASIL
BANK NASABAH
Shahibul Maal (Mudharib)
Proyek / Usaha
Modal Tenaga /
100% Keahlian
Keuntungan
Bagi Hasil
Nisbah Nisbah
X% sesuai porsi kontribusi modal Y%
(nisbah)
Pengambilan
Modal Pokok Modal 53
SYIRKAH
RUKUN BENTUK-BENTUK
SYIRKAH
Dana Dana
Proyek Usaha
Bersama
Pokok+
Bagi Hasil Pokok+Bagi Hasil
Keuntungan
Agustianto 03
Skema
2 Murabahah1
Bank Membeli
Mobil ke Show
Room/Dealer
Bank menjual mobil tsb kepada
BANK Nasabah
Syari’ah 3
Nasabah ingin mobil
1
Negosiasi dgn bank
4
Nasabah membayar
Secara cicilan
Harga Mobil :
Agustianto 03 Harga Beli Bank+labanya
Skema al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah
BANK 1
(Penyimpan /
Mustawda’ Titip Dana NASABAH
atau (penitip /
Penerima
titipan /
muwadi’)
wadi’) 4
Beri Bonus
Bagi Hasil 3
2 Pemanfaatan Dana
A. Milik B. Milik
2
Penjual
Supplier
62
SKEMA AL-QARD
Perjanjian Qard
BANK NASABAH
Modal
100 % Tenaga / Keahlian
Kebutuhan /
Usaha
Dikembalikan
100 % 100 %
Modal
100 %
Keuntungan
STRUKTUR PENGGUNAAN & SUMBER DANA
BANK SYARIAH
STRUKTUR PENGGUNAAN DAN SUMBER DANA
BANK SYARIAH
AKTIVA PASIVA
Jual Beli
Modal
Bagi Hasil
Titipan/Wadiah
BANK SYARIAH
Pembiayaan
Investasi/Mudharabah
Pinjaman
DANA
POOL
Primary Reserve Murabaha
Sepecial
Project
Secondary Reserve Salam
Peng-
gunaan Qard Istishna’
Dana
Musyarakah Ijarah
Penghitungan pendapatan
untuk tujuan bagi hasil
menggunakan dasar kas
LAPORAN KEUANGAN BANK
SYARIAH
Pendidikan
Terima Kasih