0% found this document useful (0 votes)
993 views21 pages

Piezometer (Sample)

This document provides an outline for guidelines on the planning and implementation of dam instrumentation. It discusses general introductions, objectives, scope, terms and definitions for instrumentation planning. It also describes minimum instrumentation requirements, design philosophies and considerations. The document then lists and provides sample details on various types of dam instrumentation such as piezometers for measuring water pressure, extensometers for measuring internal deformation, tiltmeters for measuring rotation or inclination, and more. It concludes with a section on monitoring schedules and examples of instrument applications.

Uploaded by

echa
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
993 views21 pages

Piezometer (Sample)

This document provides an outline for guidelines on the planning and implementation of dam instrumentation. It discusses general introductions, objectives, scope, terms and definitions for instrumentation planning. It also describes minimum instrumentation requirements, design philosophies and considerations. The document then lists and provides sample details on various types of dam instrumentation such as piezometers for measuring water pressure, extensometers for measuring internal deformation, tiltmeters for measuring rotation or inclination, and more. It concludes with a section on monitoring schedules and examples of instrument applications.

Uploaded by

echa
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd
  • General Outline Pedoman: Summarizes the contents of the guideline document, providing an overview of each section's focus.
  • Sample Detail Outline Instrumen: Provides a structured outline for detailed instrument descriptions and methodologies.
  • Piezometer: Explains the use of piezometers for measuring water pressure and details types and functions.
  • Piezometer Pipa Tegak: Details the components and installation process for upright pipe piezometers.
  • Piezometer Kawat Getar: Introduces the vibrating wire piezometer, its components, and steps for installation during construction stages.

WORKSHOP

Pekerjaan :
Penyusunan Rancangan Pedoman
Perencanaan dan Pelaksanaan Instrumentasi
Bendungan

Nomor Kontrak :
07/KTR/PPK.Ag.Satker/IV/2017
Tanggal Kontrak : 10 April 2017

SEPTEMBER 2017
GENERAL OUTLINE PEDOMAN
1 PENDAHULUAN
1.1 UMUM
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
1.3 RUANG LINGKUP
1.4 ISTILAH DAN DEFINISI
2 PERENCANAAN INSTRUMENTASI BENDUNGAN
3.1 UMUM
3.2 MAKSUD DAN FUNGSI INSTRUMENTASI
3.3 KRITERIA PEMILIHAN DESAIN INSTRUMEN
3.4 INSTRUMENTASI MINIMUM
3.5 FILOSOFI DAN KONSEP DASAR
3.6 PERTIMBANGAN DESAIN
3 JENIS INSTRUMENTASI BENDUNGAN
2.1 ALAT UKUR TEKANAN AIR
2.2 ALAT UKUR TEKANAN TANAH
2.3 ALAT UKUR TINGGI MUKA AIR
2.4 ALAT UKUR REMBESAN
2.5 ALAT UKUR DEFORMASI INTERNAL
2.6 ALAT UKUR DEFORMASI EKSTERNAL
2.7 ALAT UKUR TEMPERATUR
2.8 ALAT UKUR GERAKAN ROTASI ATAU KEMIRINGAN
2.9 ALAT UKUR REGANGAN
2.10ALAT UKUR REMBESAN
2.11 ALAT UKUR KEGEMPAAN
4 JADWAL PEMANTAUAN
LAMPIRAN A CONTOH APLIKASI
SAMPEL DETAIL OUTLINE INSTRUMEN
1 PENDAHULUAN

2 PERENCANAAN INSTRUMENTASI
BENDUNGAN

3 JENIS INSTRUMENTASI BENDUNGAN


3.2 Pressure Sell (Alat Ukur Tekanan Tanah)
3.1 PIEZOMETER (Alat Ukur Tekanan Air) 3.3 Ekstensometer (Alat Ukur Deformasi Internal)
3.1.1 Fungsi 3.4 Inklinometer (Alat Ukur Deformasi Internal)
3.1.2 Type PIEZOMETER 3.5 Patok Geser (Alat Ukur Deformasi Eksternal)
3.1.3 PIEZOMETER Pipa Tegak (Open 3.6 Joint meter (Alat ukur sambungan beton)
Stand Pipe Piezometer) 3.7 Crack Meter (Alat ukur retakan beton)
3.1.3.1 Komponen 3.8 Tiltmeter (Alat Ukur Gerakan Rotasi Atau
3.1.3.2 Pemasangan Kemiringan)
3.1.3.3 Petunjuk Pembacaan 3.9 Alat Ukur Simpangan (Defleksi)
3.1.4 PIEZOMETER Kawat Getar 3.10 Stain meter (Alat Ukur Regangan)
(Vibrating Wire Piezometer) 3.11 Stess Meter (Alat Ukur Tegangan)
3.1.3.1 Komponen 3.12 V-notch (Alat Ukur Rembesan)
3.1.3.2 Pemasangan 3.13 Alat Ukur Tinggi Muka Air
3.1.3.3 Petunjuk Pembacaan 3.14 Themometer (Alat Ukur Temperatur)
3.1.3.4 Metode Kalibrasi 3.15 Aselerograf (Alat ukur kegempaan)

4 JADWAL PEMANTAUAN

LAMPIRAN A CONTOH APLIKASI


3. JENIS-JENIS INSTRUMEN
3.1 PIEZOMETER
3.1.1 FUNGSI
PIEZOMETER digunakan untuk mengukur tekanan pori air tanah baik menengah atau
rendah.
Penggunaan PIEZOMETER dibagi atas dua kelompok umum, yaitu :
• Memantau pola aliran air
Terdiri dari penentuan kondisi tekanan PIEZOMETER sebelum pelaksanaan, pemantauan
rembesan, dan efektivitas drainase, sumur observasi, dan dinding-halang.
• Memberikan indeks kekuatan geser tanah.
Pemantauan tekanan air pori menghasilkan perkiraan tegangan efektif, dan perkiraan
kekuatan geser. Misalnya pemantauan disipasi tekanan air pori selama terjadi konsolidasi
pada material fondasi, dan urugan, dan efek dari surut cepat.

3.1.2 TYPE PIEZOMETER


• PIEZOMETER Pipa tegak
• PIEZOMETER Hidraulik
• PIEZOMETER Pneumatik
• PIEZOMETER Kawat Getar
3.1 PIEZOMETER
3.1.3 PIEZOMETER PIPA TEGAK (OPEN STAND PIPE PIEZOMETER)
3.1.3.1 KOMPONEN
Peralatan dan material yang digunakan pada
pekerjaan pemasangan PIEZOMETER PIPA
TEGAK (Open Stand Pipe Piezometer) adalah
sebagai berikut:
• Alat :
1) Piezometer tip
2) Protective cap
3) Alat potong pipa PVC
4) Safety line
5) Palu silinder dan talinya untuk pemadatan Gambar Dip Meter (Water Level Meter)
bentonite pellet
6) Mesin bor
7) Dip Meter (Water Level Meter)
• Bahan :
1) Pipa PVC
2) Bentonite
3) Lem pipa PVC
4) Casing Pipa PVC
5) Material grouting (Cement, bentonite
powder, air, dan pasir)
6) Form Check List Peralatan dan material
7) Form Pemasangan dan Monitoring
Gambar Piezometer tip
3.1.3.2 PEMASANGAN PIEZOMETER PIPA TEGAK (OPEN STAND PIPE PIEZOMETER)
a. Metode pelaksanaan :
• Membuat lubang pemboran pada tanah pondasi saat konstruksi (During Construction)
• Membuat lubang pemboran menggunakan pemboran tangan (hand auger) pada tanah selama
pekerjaan timbunan saat konstruksi (During Construction)
• Membuat lubang pemboran dengan menggunakan bor kering pada bendungan pasca konstruksi.
b.Tahapan pelaksanaan / pemasangan PIEZOMETER Pipa tegak pada pondasi saat
konstruksi (During Construction)
1) Siapkan alat dan bahan
2) Buat lubang bor untuk penempatan alat
3) Siapkan pasir yang telah disaring dan telah dicuci bersih, bentonit pelet/bola dan grouting;
4) Bersihkan lubang bor dan cek kedalaman lubang bor serta ukur dengan meteran lalu catat
kedalamannya untuk menentukan kedalaman tip piezometer yang akan dipasang;
5) Angkat casing setinggi 0.5m lalu masukkan pasir saring bersih sampai kedalaman yang ditentukan
(elevasi piezometer tip); Usahakan tinggi dari casing di atas permukaan pasir;
6) Masukkan piezometer tip yang telah disambung dengan pipa PVC ¾ inchi secara bertahap sampai
elevasi yang dimaksud, catat posisi elevasi piezometer tip terpasang;
7) Angkat casing setinggi 0,5m lalu masukkan lagi pasir bersih setinggi 0,75m dan diukur serta catat
ketinggiannya;
8) Angkat casing 1,00m, lalu masukkan bentonite pellet/ball secara bertahap sampai setebal 1,00m
sambil padatkan dengan bandul pemberat agar bentonite pellet/ball menjadi padat, Grouting lubang
bor dengan campuran bentonite-cement-air didalam lubang bor sampai pada ketinggian yang
dimaksud, dengan komposisi seperti Tabel 4. Cabut casing dengan hati-hati sampai grouting
mengembang dan pastikan pipa PVC selalu aman dan terjaga dari kerusakan;
10) Catat semua kegiatan instalasi standpipe piezometer
dalam form. Data posisi alat pada saat pemasangan Tabel Komposisi campuran grouting
harus terdata dengan baik dan djadikan acuan
pembacaan pasca construksi.
11) Pada ujung pipa atas dilindungi dengan pipa pelindung
dan kunci pengaman.
12) Piezometer sudah siap untuk diamati atau diukur.
c.Tahapan pelaksanaan / pemasangan PIEZOMETER Pipa tegak pada tubuh
bendungan saat konstruksi (During Construction)

1) Lubang bor disiapkan sesuai dengan lokasi dan kedalaman yang ada pada gambar.
Diameter lubang harus disesuaikan dengan lebar alat yang akan digunakan.
2) Pemasangan stand pipe piezometer dilakukan 2 minggu sebelum pekerjaan
penimbunan. Saat konstruksi penimbunan, standpipe tersebut harus dimonitoring dan
dilindungi.
3) Pengeboran dengan menggunakan mesin bor hydrolik, harus dapat mencapai 15 cm
dibawah kedalaman standpipe rencana.
4) Standpipe dengan tip dipasang sampai ujung kedalaman rencana.
5) Di sekeliling piezometer tip, diisi dengan pasir hingga ketinggian 30 cm di atas ujung
piezometer tip.
6) Di atas lapisan pasir tersebut, lubang bor dilapisi dengan lapisan bentonite setinggi
sekitar 30 cm.
7) Pipa PVC dipasang sebagai pelindung dari standpipe piezometer pada saat
konstruksi.
8) Tinggi dari standpipe dan pipa harus diperpanjang maksimal 30 cm di atas elevasi
akhir.
Grouting cor semen

Bentonet Seal

Posisi alat yang sudah di


bungkus Geotextil

Pasir

Gambar Skema Tahapan Pemasangan Open Stand Pipe Piezometer During


Construction
d.Tahapan pelaksanaan / pemasangan PIEZOMETER Pipa tegak pasca konstruksi
Pada prinsipnya pengeboran mesin putar mempunyai prinsip yang sama, yaitu :
1. Dalam pengeboran lokasi bendungan menggunakan bor kering
2. Pengeboran di mulai pada koordinat titik yang sudah di tentukan proses drilling di lakukan hingga
kedalaman yang sudah di tentukan.
3. Masukan Casing bor sampai kedalaman tertentu sebagai penahan dinding tanah yang di bor agar tidak
longsor
4. Masukan alat sensor sampai elevasi yang telah di tentukan bersama kabel sensor kedalam casing bor.
5. Bersamaan dengan proses pemasukan pasir tarik pipa casing bor sesuai metode SOP pemasangan alat
6. Kemudian Masukan Bentonit atau gravel sand tarik lagi casinng bor secara perlahan
7. Setelah itu Lakukan grouting terhadap lubang bor dan tarik casing ke atas.
8. Pada saat pemasangat dari tahap awal hingga akhir diikuti surveyor
Gambar Metoda Pengeboran type Mesin Jacro 200

Casing di tarik bersamaan proses grouting

Casing di angkat
ke atas setelah
lubang di
grouting

Casing di angkat
pada saat
pemberian pasir
dan bentonit

Casing Bor

Lubang Bor

Gamar Skema Tahapan Pemasangan Open Stand Pipe Piezometer pasca konstruksi
3.1.3.3 PETUNJUK PEMBACAAN PIEZOMETER PIPA TEGAK

Petunjuk pembacaan PIEZOMETER adalah


sebagai berikut :
1) Siapkan peralatan dip meter dan form
monitoring yang telah disetui
2) Cek kondisi battery dan status batttery,
pastikan sudah di charge sebelum
dibawah ke lapangan.
3) Gunakan peralatan safety pada saat
menuju kelokasi proyek untuk melakukan
pengukuran.
4) Buka Penutup lubang Stand pipe
piezometer .
5) Turunkan probe dip meter secara perlahan
ke lubang stand pipe piezometer, sampai
Buzzer dan indicator dip meter di aktifkan.
6) Selanjutnya pada saat Buzzer berbunyi
catat kedalaman lubang bor pada form
monitoring open stand pipe piezometer.
7) Tarik keatas probe dan bersihkan probe
dengan kain kering yang bersih.
Gambar Skema Cara pembacaan tekanan air
8) Simpan probe di tempat yang bersih pori pada PIEZOMETER pipa tegak
3.1 PIEZOMETER
3.1.4 PIEZOMETER KAWAT GETAR (VIBRATING WIRE PIEZOMETER)
3.1.4.1 KOMPONEN
Komponen yang digunakan pada PIEZOMETER KAWAT GETAR (VIBRATING WIRE
PIEZOMETER) adalah sebagai berikut:
1) Stainless steel cylindrical body
2) Hydraulic chamber
3) Filter holder dan filter
4) Measuring sensor (membrane)
5) Thermistor (hanya untuk VW piezometer)
6) Electrical cable untuk koneksi ke readout

Gambar Komponen PIEZOMETER


Kawat Getar (Vibrating Wire
Piezometer)
3.1.4.2 PEMASANGAN PIEZOMETER KAWAT GETAR (VIBRATING WIRE PIEZOMETER)
a. Metode pelaksanaan :
• Membuat lubang pemboran pada tanah pondasi saat konstruksi (During Construction)
• Membuat lubang pemboran menggunakan pemboran tangan (hand auger) pada tanah selama
pekerjaan timbunan saat konstruksi (During Construction)
b.Tahapan Persiapan Pemasangan vibrating wire Piezometer pada saat konstruksi (During
Construction)
Tahapan Persiapan Pemasangan vibrating wire Piezometer adalah sebagai berikut :
1) Pastikan Lokasi penempatan Vibrating Wire Piezometer dan shelter sudah sesuai dengan gambar
rencana pemasangan
2) Ambil pembacaan awal (Zero Reading) sebagai referensi perhitungan
3) Lakukan pengujian Vibrating Wire Piezomete sebelum dilakukan pemasangan, dan catat hasil
pengujian di table form pengujian
4) Ambil pembacaan awal (Zero Reading) sebagai referensi perhitungan
5) Buat Skema Pemasangan VW Piezometer untuk setiap lokasi / sensor
6) Buat table identifikasi cable dan sensor VW Piezometer
7) Buat Metode Pemasangan Vibrating wire
8) Buat table pembacaan /Monitoring Piezometer
9) Siapkan safety line untuk mengamankan rol cable piezometer
10) Siapkan mesin bor, untuk memasangan piezometer di pondasi
11) Siapkan bentonite pellet dan bentonite powder
12) Siapkan pasir bersih dan halus
13) Siapkan semen untuk campuran material grouting
14) Pastikan sebelum melakukan pemasangan piezometer yang akan dipasang harus dalam kondisi baik
yang ditentukan dari hasil pengujian .
c. Tahapan pelaksanaan / pemasangan PIEZOMETER Pipa tegak pada pondasi saat
konstruksi (During Construction)

1. Penjenuhan Piezometer (Saturation)


• Pada VW piezometer jenis Low Air Entry (LAE) proses untuk membuat jenuh adalah dengan cara
sebagai berikut :
a. Buka holder filter piezometer seperti tampak pada gambar.
b. Selanjutnya rendam holder filter dan filter kedalam bak air yang jernih selama 24 jam
c. c. Masukkan body filter ke air dengan body tegak lurus dan menghadap keatas
d. d. Pasang filter holder dan filter ke body (dengan piezometer masih terendam di bak air)
2. Setelah direndam selama 24 jam, lakukan pembacaan VW piezometer sebagai initial reading
3. Siapkan form pemasangan, untuk mendata hal sbb :
 Pembacaan awal / Data Zero Reading
 Kedamanan pemasangan vw piezometer
 Tanggal pemasangan
 Kode VW Piezometer
 Lokasi Pemasangan VW Piezometer
 Pembacaan setelah VW masuk kedalam lubang, (sebelum di bentonite)
 Pembacaan setelah VW di bentonite dan grouting
4. Siapkan kain geotextile, dan isi dengan pasir halus kemudian masukkan VW Piezometer yang telah
jenuh setelah itu rendah kedalam bak air, dan padatkan pasir, dan ikat kain geotextile.
5. Cuci lubang bor dengan air yang bersih, sampai lubang bor mengeluarkan air bersih
6. Selanjutnya pastikan panjang kabel VW Piezometer dan kedalaman lubang bor dan turunkan VW
Piezometer kedalam lubang bor secara berlahan.
7. Masukan VW piezometer kedalam lubang bor sesuai kedalaman yang direncanakan, seperti di
gambarkan dalam gambar dibawah :
Gambar Skema Tahapan Pemasangan Vibrating Wire Piezometer pada lubang bor
Gambar Skema Tahapan Pemasangan Vibrating Wire Piezometer pada lubang bor
c.Tahapan pelaksanaan / pemasangan PIEZOMETER Pipa tegak pada timbunan
bendungan saat konstruksi (During Construction)

Prosedur pemasangan VW Piezometer di timbunan adalah sebagai berikut :

1) Pastikan VW Piezometer yang akan dipasang sudah dijenuhkan dalam air selama 24 jam
2) Siapkan skema pemasangan VW Piezometer
3) Tentukan jalur parit untuk tempat kabel VW Piezometer
4) Gali jalur parit dengan kedalaman 200 mm dan sudut kemiringan sekitar 45 derajat
sepanjang dari lokasi pemasangan piezometer sampai lokasi terminal box
5) Kemudian siapkan galian dengan ukuran 300 mm x 300 mm x 300 mm untuk menempatkan
VW piezometer, cek elevasi penempatan VW piezometer apakah sudah sesuai dengan
elevasi pemasangan yang sudah direncanakan
6) Lakukan pembacaan zero reading sebelum piezometer di pasang
7) Selanjutnya pasang secara peralahan VW piezometer dalam galian yang sudah disiapkan,
seperti tampak dalam gambar dibawah ini :
8) Pastikan cable di buat loop , untuk mengantisipasi terjadi peregangan kabel apabila terjadi
penurunan tanah
9) Kemudian gelar kabel disepanjang galian yang sudah disiapkan dengan cara zig zag
10) Selanjutnya tutup galian dengan tanah yang bebas dari batu batu kecil yang bisa
menyebabkan kerusakan pada kabel
11) Lakukan pembacaan untuk memastikan piezometer masih bekerja dengan baik.
d.Tahapan pelaksanaan / pemasangan PIEZOMETER Pipa tegak pasca konstruksi
Pada prinsipnya pengeboran mesin putar mempunyai prinsip yang sama, yaitu :
1. Dalam pengeboran lokasi bendungan menggunakan bor kering
2. Pengeboran di mulai pada koordinat titik yang sudah di tentukan proses drilling di lakukan hingga
kedalaman yang sudah di tentukan.
3. Masukan Casing bor sampai kedalaman tertentu sebagai penahan dinding tanah yang di bor agar tidak
longsor
4. Masukan alat sensor sampai elevasi yang telah di tentukan bersama kabel sensor kedalam casing bor.
5. Bersamaan dengan proses pemasukan pasir tarik pipa casing bor sesuai metode SOP pemasangan alat
6. Kemudian Masukan Bentonit atau gravel sand tarik lagi casinng bor secara perlahan
7. Setelah itu Lakukan grouting terhadap lubang bor dan tarik casing ke atas.
8. Pada saat pemasangat dari tahap awal hingga akhir diikuti surveyor
Gambar Metoda Pengeboran type Mesin Jacro 200

Casing di tarik bersamaan proses grouting

Casing di angkat
ke atas setelah
lubang di
grouting

Casing di angkat
pada saat
pemberian pasir
dan bentonit

Casing Bor

Lubang Bor

Gamar Skema Tahapan Pemasangan Open Stand Pipe Piezometer pasca konstruksi
3.1.4.3 PETUNJUK PEMBACAAN PIEZOMETER KAWAT GETAR
Komponen Alat Baca Manual tipe Vibrating Wire (VW Readout Unit)

1. LCD Display
Untuk menampilkan hasil pengukuran manual (data
pengukuran, temperatur) dan beberapa tampilan
setting (sapuan frekuensi, satuan pengukuran,
tingkat kecerahan, daya tahan baterai).
2. Tombol ON
Untuk menyalakan daya baterai.
3. Tombol OFF
Untuk mematikan daya baterai.
4. Tombol MODE
Untuk memilih sapuan/sweep frekuensi, satuan
pengukuran, tingkat kecerahan atau informasi versi
alat.
5. Tombol LIGHT/ SELECT
Untuk mengatur tingkat kecerahan dan mematikan
lampu latar pada LCD dan memilih sapuan
frekuensi, satuan pengukuran, temperatur, tingkat
kecerahan atau informasi versi alat.
6. Lubang Konektor untuk Adaptor
Menghubungkan daya pengisian listrik dari adaptor ke alat ACE-800 dengan arus DC 9V/ 1000 mA.
7. Lubang Konektor untuk Kabel Jumper
Menghubungkan kabel jumper yang dilengkapi dengan penjepit buaya sebanyak 4 (empat) buah dari unit
vibrating wire sensor ke alat ACE-800.
8. Kabel Jumper
Kabel jumper yang dilengkapi dengan penjepit buaya sebanyak 4 (empat) buah yang digunakan untuk
menghubungkan ke kabel vibrating wire sensor yang terpasang di lapangan.
TAHAPAN
PEMBACAAN
1. Sambungkan kabel jumper ke lubang konektor
pada ACE-800.
2. Tekan tombol ON untuk menyalakan daya
baterai pada ACE-800 sampai muncul logo ACE
Instrument pada tampilan LCD.
3. Lakukan penyettingan lingkup sapuan/sweep
frekuensi dan satuan pengukuran pada ACE-
800.
4. Penyettingan mode dasar dilakukan dengan
tekan tombol MODE dan LIGHT/ SELECT.
5. Sambungkan kabel vibrating wire sensor pada
peralatan di lapangan ke kabel jumper dengan
dilengkapi penjepit buaya sebanyak 4 (empat)
buah sesuai warna pada kabel.
6. Lakukan setting output frekuensi yang akan
direcord pada unit pembacaan ACE-800.
7. Matikan unit pembacaan ACE-800 setelah
melepaskan semua kabel penjepit buaya yang
tersambung pada kabel vibrating wire sensor di
lapangan.
2.3.3.5 Metode Kalibrasi VW Piezometer Lapangan
• Pabrikasi dan Instalasi Pipa 12mm di pancang sedalam 15 meter dengan ujung pipa di
bawah di tutup dop.
• isi pipa dengan air sebagai media KALIBRASI VW PIEZOMETER di lapangan.
• Kegiatan ini di laksanakan guna mengetahui dan mengukur mediasi/Penyimpangan
bacaan alat di bandingkan Benhmarck Calibration Sheet dari pabrik terhadap Vw
Piezometer.
• Kalibrasi di lakukan dengan memasukan Vw Piezometer dari atas ke bawah kemudian
dari bawah keatas.
• Vw Piezometer di catat pada saat diturunkan dan saat di naikkan pada tiap-tiap meternya
dengan jarak interval pengukuran per 1 meter.
• Data pengukuran tersebut sebagai catatan kalibrasi Vw piezometer di lapangan.

You might also like