Hernia
Disusun oleh:
Shinta Dewi Wulandari
(H2A012001)
Hernia (inguinalis, femoralis, skrotalis)
reponibilis,irreponibilis (2)
Hernia (inguinalis, femoralis, skrotalis)
strangulata, inkarserata (3B)
Hernia (diaframatika, hiatus) (2)
Hernia umbilikalis (3A)
Definisi
Protrusi suatu rongga melalui defek atau
bagian lemah dari dinding rongga
bersangkutan.
Anatomi Abdomen
Lapisan Dinding
Kulit
Fascia superficialis (fascia camper, scarpae)
Otot dinding anterior abdomen (m.oea, oia, ta)
Fascia transversalis
Lemak extraperitoneal
Peritoneum parietale
Kanalis inguinalis
Kraniolateral: anulus inguinalis internus (FT-
MTA)
Caudomedial: anulus inguinalis eksternus
(MOAE)
Atap: MOAE
Dasar: ligamentum inguinale
Isi: funiculus spermaticus/lig.rotundum
Klinis: HIL-skrotalis/HIM
Trigonum Hesselbach
Lateral: Pembuluh darah epigastrica inferior
Tepi medial: MRA
Inferior: Ligamentum inguinal
Dasar: FT, MTA
Melewati trigonum Hesselbach Direct
hernia/HIM
Lateral dari trigonum Hernia indirect/HIL
Canalis Femoralis (lacuna vasorum)
Cranioventral: ligamentum inguinale
Caudodorsal: pinggir os pubis,
lig.iliopectineale/cooper
Lateral: sarung vena femoralis
Medial: lig.lacunare gimbernati
BAGIAN BAGIAN HERNIA
1. Kantung hernia
2. Isi hernia
3. Pintu/cincin hernia
KLASIFIKASI
WAKTU LOKASI SIFAT
H. kongenital H. epigastrica H. reponibel
H. Diafragma* H. ireponibel
H. akuisita
h. Lumbalis* (akreta)
H. Inguinalis H. strangulata
H. scrotalis
H. Inkarserata
H. femoralis
H. Richter
H. Umbilikalis
H. Insipiens H. Eksterna
H. Spieghel* H.Interna
H. Obturatoria* H.
H. Littre interstisialis/interp
H. labialis arietalis
Sliding hernia
H.
sikatrik/insisional
Faktor Risiko Hernia
Faktor Predisposisi Faktor Presipitasi
1. Congenital (85%) Peningkatan tekanan
processus vaginalis persisten intraabdominal:
canalis nuck persisten 1. Batuk kronis
obliterasi tidak sempurna 2. Konstipasi
umbilicus. 3. Retensi urin kronis
2. Kelemahan Otot (15%) 4. Partus
Obesitas, kehamilan , malnutrisi, 5. Muntah
usia lanjut, dan gangguan saraf. 6. Angkat berat
2. Acquisita 7. Ascites
3. Luka operasi
PATOFISIOLOGI
Manifestasi Klinis
Jenis Reponible Nyeri Obstruksi Tampak Toksik
Sakit
Reponible + - - - -
Ireponible - - - - -
Inkarserata - + + + -
Strangulasi - ++ + ++ +
Jenis Tanda Bahaya
Hernia strangulata nyeri hebat dalam hernia yang diikuti dengan cepat oleh nyeri tekan,
obstruksi, dan tanda atau gejala sepsis.
Hernia Inkarserata Nyeri mendadak yag cepat dan intens, mual muntah, demam, tonjolan
hernia berubah warna menjadi ungu, merah atau gelap
DIAGNOSA
Inspeksi
1. Hernia reponibel benjolan dilipat paha muncul
pada waktu berdiri, batuk, bersin/ mengedan dan
menghilang setelah berbaring.
2. Hernia inguinalis
Lateralis benjolan di regio inguinalis yang
berjalan dari lateral ke medial tonjolan
berbentuk lonjong
Medialis tonjolan biasanya terjadi bilateral,
berbentuk bulat
3. Hernia Scrotalis benjolan yang terlihat sampai
skrotum yang merupakan tonjolan lanjutan dari
hernia inguinalis lateralis
4. Hernia femoralis benjolan dibawah ligamentum
inguinal
5. Hernia epigastrika benjolan di linea alba.
6. Hernia umbilikal benjolan di umbilikal.
7. Hernia perineum benjolan di perineum.
Perkusi
Bila didapatkan perkusi perut kembung maka harus
dipikirkan kemungkinan hernia strangulata.
Auskultasi
Hiperperistaltis didapatkan pada auskultasi
abdomen pada hernia yang mengalami
obstruksi usus (hernia inkarserata).
PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Pemeriksaan Finger Test Pemeriksaan Thumb Test
Pemeriksaan Ziemen Test
Menggunakan jari ke 2 atau Anulus internus ditekan
Posisi berbaring, bila ada
jari ke 5. Dimasukkan lewat dengan ibu jari dan
benjolan masukkan dulu.
skrotum melalui anulus penderita disuruh mengejan,
Hernia kanan diperiksa
eksternus ke kanal inguinal. bila keluar benjolan
dengan tangan kanan.
Penderita disuruh batuk: Bila berartiHIM. Bila tidak
Penderita disuruh batuk bila
impuls diujung jari berarti
rangsangan pada jari ke 2 keluar benjolan berarti HIL
HIL. Bila impuls disamping
merupakan HIL, jari ke 3
berarti jari HIM.
merupakanHIM, jari ke 4
merupakan hernia femoralis.
Pemeriksaan Penunjang
Hasil laboratorium
Leukocytosis dengan shift to the left yang
menandakan strangulasi. Elektrolit, BUN, kadar
kreatinin yang tinggi akibat muntah-muntah dan
menjadi dehidrasi
Pemeriksaan radiologis
Pemeriksaan ultrasonografi
CT scan
Diagnosis Banding
Penatalaksanaan
1. Konservatif
- Istirahat di tempat tidur dan menaikkan bagian kaki, hernia
ditekan perlahan menuju abdomen (reposisi), selanjutnya
gunakan alat penyokong.
- Celana penyangga, Istirahat baring
- Pemberian analgesik, antibiotik.
Penatalaksaan Hernia pada Anak
Operasi biasanya tidak perlu dilakukan jika diameter cincin
hernia < 2cm. Biasanya akan menutup dalam 3 tahun.
Indikasi operasi hernia :
- Bila diameter cincin hernia 2 cm atau lebih dan tidak
menutup spontan, dilakukan operasi usia 2 atau 3 tahun.
- Setelah 3 tahun tidak terjadi penutupan spontan.
- Hernia inkarsetara atau strangulasi
Tindakan Konservatif
Reposisi spontan pada anak : menidurkan anak dengan posisi
Trendelenburg, pemberian sedatif parenteral, kompres es di
atas hernia.
Tindakan Operatif Hernia
Tujuan operasi hernia:
- Reposisi isi hernia
- Menutup pintu hernia
- Mencegah residif dengan memperkuat dinding perut
Indikasi operasi untuk hernia adalah:
- Timing Operasi
o Elektif dilakukan pada hernia reponibilis
o 2 x 24 jam dilakukan pada hernia irreponibilis
o Speed operasi dilakukan untuk hernia incarserata dengan
penderita yang mengalami tanda-tanda ileus, tetapi belum terjadi
iskemi dan ganggren pada isi hernia.
Teknik Pembedahan:
Herniaplasty
Herniatomy
Herniorraphy
TERIMA KASIH