0 ratings 0% found this document useful (0 votes) 54 views 11 pages PKWTT - Rully Himawan N
The document is an employment agreement for an indefinite period (PKWTTT) between PT. NANA YAMANO TECHNIK and Rully Himawan N, detailing the terms of employment including job placement, responsibilities, remuneration, work schedule, and conditions for termination. It outlines the rights and obligations of both parties, including provisions for probation, leave, adherence to company regulations, confidentiality, and intellectual property rights. The agreement is effective from November 20, 2023, with specific terms regarding salary, benefits, and work conditions.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content,
claim it here .
Available Formats
Download as PDF or read online on Scribd
Go to previous items Go to next items
Save PKWTT - Rully Himawan N For Later
(B Dprcl rom CanerPERJANJIAN KERJA WAKTU TIDAK TERTENTU (PKWTTT)
No. 009/01/NYT/HRD-PKWTT/X1/2023
Pada hari ini Kamis, Tanggal Dua Puluh Bulan Sebelas Tahun Dua Ribu Oua Puluh Tiga (20-11-2023),
Kami yang bertandatangan dibawah ini
Nama Muhammad Assegaf
Jabatan Direktur
Alamat ‘The Wolter Eleven Building, 3rd Floor JI. Wolter Monginsidi No. 11 Jakarta
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. NANA YAMANO TECHNIK (selanjutnya disebut dengan
“PIHAK PERTAMA”).
Nama Rully Himawan N
No. KTP 3603180207780002
Alamat Kp. Tanah Koja RT.004 RW.O0S Kel. Jatinegara Kaum, Kec. Pulogadung, Kota Jakarta
Timur, Provinsi DKI Jakarta
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama dirisendiri (selanjutnya disebut dengan "PIHAK KEDUA")
BAHWA, PIHAK PERTAMA secara bersama-sama disebut dengan “Para Pihak”, dan secara sendiri-sendiri
disebut dengan “Pihak",
Dengan ini Para Pihak sepakat untuk membuat dan menandatangani Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak
Tertentu (selanjutnya disebut dengan “PKWTTT") dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
PASAL 1
PENEMPATAN, TUGAS & TANGGUNG JAWAB
(1) PIHAK PERTAMA dengan ini sepakat untuk menempatkan PIHAK KEDUA dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. Tempat Penerimaan Jakarta
b. Tanggal Penerimaan 20 November 2023,
. Jabatan/Kalisifikasi Electrical Instrument/SPV
4d. Lokasi Kerja Proyek/Lokasi PIHAK PERTAMA
e. Tanggal Mulai Bekerja 30 hari sejak penandatanganan PKWTT ini
(2) _ PIHAK KEDUA akan diberikan tugas & tanggung jawab pekerjaan sesuai dengan arahan dari atasan
PIHAK KEDUA yang merupakan wekil dari PIHAK PERTAMA,
(3) Dengan memperhatikan kemampuan dan keterampilan PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA,
dapat menempatkan PIHAK KEDUA untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang dianggap
‘cocok dan sesuai dengan keahlian yang dimiliki PIVAK KEDUA, dengan ketentuan masih di dalam
lingkungan PIHAK PERTAMA/PERUSAHAAN.
PASAL2
REMUNERASI, TUNJANGAN & FASILITAS
(1) PIHAK PERTAMA akan memberikan Remunerasi berupa Gaji dan Tunjangan kepada PIHAK
KEDUA setiap bulannya sebagaimana diuraikan dalam Lampiran | Perjanjian ini.(2) _ Remunerasi akan dibayarkan setiap akhir bulan setiap bulannya,
(3) Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan apabila PIHAK KEDUA telah melewati masa kerja 1 (satu)
tahun kerja, maka PIHAK KEDUA berhak atas THR sebesar 1X (satu kali] Upah Tetap. Dalam hal
masa kerja PIHAK KEDUA kurang dari 1 (satu) tahun atau telah lewat dari 1 (satu) bulan masa
kerja, maka PIHAK KEDUA berhak atas THR yang akan dihitung secara proporsional,
(4) Fasiltas Kesehatan berupa BPJS Kesehatan, PIHAK KEDUA akan menanggung kewajiban atas
iuran BPIS yang menjadi tanggungan PIHAK KEDUA yaitu sebesar 1 % dari Upah yang dilapor.
(5) Fasilitas BPIS Tenaga Kerja, PERUSAHAAN akan menanggung yang menjadi kewajiban
PERUSAHAAN dan PIHAK KEDUA akan menanggung kewajiban yang menjadi tanggungan PIHAK
KEDUA yaitu 2% untuk JHT dan 1% untuk Jaminan.
(6) Dan fasilitas lain yang diperjanjikan sebagaimana diuraikan lebih lanjut dalam Lampiran |
Perjajian ini (apabila ada).
PASAL3
JADWAL KERJA, JAM KERJA DAN WAKTU ISTIRAHAT
(2) Waktu Kerja (Schedule) PIHAK KEDUA adalah 3:2
ketentuan waktu kerja ini dapat berubah sesuai dengan kepentingan dan kebijakan Perusahaan
atas persetujuan PIHAK KEDUA.
(2) PIHAK KEDUA tidak dibenarkan istirahat melebihi dari waktu istirahat yang telah ditetapkan,
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi
(3) Apabiia tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah dan tidak memberikan surat keterangan, maka
PIHAK KEDUA akan dikategorikan mangkir serta akan dikenakan sanksi
PASAL 4
MASA PERCOBAAN (PROBATION)
(1) PIHAK KEDUA akan menjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bulan, apabila diperlukan masa
percobaan PIHAK KEDUA dapat diperpanjang.
(2) Selama masa percobaan PIHAK PERTAMA akan memberikan penilaian terhadap kinerja PIHAK
KEDUA, dan apabila menurut penilaian PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA tidak dapat memenuhi
syarat yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK PERTAMA dapat melakukan
Pemutusan hubungan kerja sewaktu-waktu tanpa adanya tuntutan apapun dari PIHAK KEDUA.
PASALS
UIN MENINGGALKAN PEKERJAAN
(a) PIHAK KEDUA dapat meninggalkan Pekerjaan atas persetujuan PIHAK PERTAMA, dimana PIHAK
KEDUA berhak atas jin meninggalkan Pekerjaan, antara lain:
2. PIHAK KEDUA menikah, diljinkan selama 3 (tiga) hari;
PIHAK KEDUA menikahkan anaknya, dijinkan selama 2 (dua) hari;
PIHAK KEDUA mengkhitankan anaknya, diljinkan selama 2 (dua ) hari;
PIHAK KEDUA membaptiskan anaknya, dijinkan selama 2 (dua) hari
Istri PIHAK KEDUA melahirkan atau keguguran kandungan, dijinkan selama 2 (dua) hari;
Suami, istri, orang tua/mertua/anak/menantu PIHAK KEDUA meninggal dunia, diljinkan
selama 2 (dua) hari;
8. Anggota keluarga PIHAK KEDUA dalam satu rumah meninggal, diljinkan selama 1 (satu)
hari.(2) Untuk ijin-jin di atas, wajib diajukan dan mendapatkan persetujuan dari PIHAK PERTAMA
sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelumnya, kecuali untuk jin karena ayat (1) huruf e karena
iste’ keguguguran, huruf f dan huruf g.
(3) Dalam hal PIHAK KEDUA meninggalkan pekerjaan melebihi dari ketentuan sebagaimana
disebutkan dalam ayat (1) diatas, maka PIHAK KEDUA wajib mendapatkan persetujuan dari
PIHAK PERTAMA atau perwakilannya di lapangan. Apabila PIHAK KEDUA tidak memberitahukan
atau memberitahukan tetapi tidak mendapatkan persetujuan dari PIHAK PERTAMA atau
perwakilannya di lapangan, maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi
(4) Apabila Karyawan tidak masuk karena Sakit lebih dari 1 hari, maka Wajib memberikan surat
keterangan sakit dari Dokter.
(5) Setiap Ketidakhadiran tanpa Surat Keterangan yang mendukung maka akan dikenakan sanksi
berupa Surat Peringatan
(6) Apabila PIHAK KEDUA tidak masuk selama lebih dari 3 (tiga) hari atau lebih secara terus menerus
tanpa adanya keterangan secara tertulis serta dilengkapi bukti yang sah (mangkir), dan telah
dipanggil secara layak oleh PIHAK PERTAMA atau perwakilannya di lapangan, maka PIHAK
KEDUA dianggap mengundurkan diri
PASAL6
PERATURAN PERUSAHAAN DAN/ATAU TATA TERTIB KERJA
(1) PIHAK KEDUA menyatakan bersedia dan sanggup menaati dan mematuhi seluruh Peraturan
Perusahaan dan/atau Tata Ttertib Kerja yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA (untuk
selanjutnya disebut dengan “Peraturan Perusahaan dan/atau Tata Tertib Kerja’).
(2) Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran atas Peraturan Perusahaan dan/atau Tata Tertib
Kerja yang telah ditetapkan oleh PiHAK PERTAMA maka atas pelanggaran tersebut PIHAK KEDUA.
apat dijatuhi sanksi baik administratif maupun pemberhentian sebagaimana tersebut dalam
Peraturan Perusahaan dan/atau Tata Tertib Kerja.
(3) PIHAK KEDUA wajit untuk mematuhi syarat dan tata tertib kerja sebagai berikut
a. PIHAK KEDUA harus sudah berada di Wilayah Kerja (lokasi kerja) sebelum jam masuk Kerja
dimulai,
. PIHAK KEDUA wajib melakukan absensi pada setiap hari kerja pada sarana absensi yang
telah disediakan oleh PIHAK PERTAMA,
©. PIHAK KEDUA wajib memelihara kerjasama dan saling menghormati satu sama Iain demi
terciptanya kehiarmonisan kerja.
d. PIHAK KEDUA wajib mematuhi perintah/instruksi yang diberikan PIHAK PERTAMA dalam
pelaksanaan pekerjaan sehari-sehari di Wilayah Kerja,
fe. PIHAK KEDUA wajib untuk mematuhi dan melaksanakan prosedur keamanan dan
keselamatan kerja yang telah ditetapkan pada Wilayah Kerja.
f. PIHAK KEDUA wajib menggunakan peralatan keamanan dan keselamatan kerja selama
berada di wilayah kerja tertentu,
8. PIHAK KEDUA dilarang menerima pemberian imbalan atau jasa dalam bentuk apapun untuk
mmelakukan hal-hal yang merugikan atau mengurangi keuntungan atau menambah biaya
bagi PIHAK PERTAMA,
hh. PIHAK KEDUA dilarang melakukan pekerjaan sejenis dan/atau perusahaan sejenis (pesaing)
maupun perusahaan lain (double job) kecuali mendapatkan persetujuan dari Direksi
(4) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal ini akan dikenakan sanksi dari Perusahaan.PASAL7
BERAKHIRNYA HUBUNGAN KERIA
(4) Perjanjian Kerja ini berakhir dengan sendirinya apabila PIHAK KEDUA meninggal dunia, atau
memasuki usia pensiun atau PIHAK KEDUA melakukan pengunduran diri, atau karena tindakan
Pemerintah, atau tindakan apa pun yang mengakibatkan Perjanjian Kerja ini tidak mungkin lagi
untuk diwujudkan termasuk terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja.
(2) Pemutusan hubungan kerja antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA dapat dilakukan
dengan tetap mengindahkan prosedur, syarat-syarat dan konsekuensi Pengakhiran Hubungan
Kerja sesuai ketentuan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.
PASAL8
PENGUNDURAN DIRI
(2) Dalam hal PIHAK KEDUA mengajukan pengunduran diri, maka PIHAK KEDUA wajib memberikan
pemberitahuan tertulis sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari kalender sebelumnya kepada
PIHAK PERTAMA,
(2) Apabila surat pengunduran diri dimaksud ayat (1) di atas diajukan kurang dari 30 (tiga puluh)
hhari kalender atau PIHAK KEDUA mengundurkan diri tanpa pemberitahuan, maka PIHAK
KEDUA tidak berhak mendapatkan surat keterangan bekerja dan/atau surat referensi dari
Perusahaan.
(3) PIHAK KEDUA wajib untuk mengembalikan dan mempertanggungiawabkan seluruh inventaris
dan/atau fasilitas kantor yang digunakan oleh PIHAK KEDUA selama bekerja di PERUSAHAAN
ddan PIHAK KE
(4) DUA dilarang untuk membawa, menyalin memperbanyak dokumen-dokumen baik yang
tersimpan dalam arsip PIHAK KEDUA maupun dalam komputer yang digunakan oleh PIHAK
KEDUA yang merupakan hasil kerja PIHAK KEDUA selama masa kerja di PIHAK PERTAMA.
(5) _ PIHAK KEDUA wajib memberikan seluruh informasi dan status klien maupun pelanggan dengan
sejelas-jelasnya kepada PIHAK PERTAMA, termasuk seluruh pekerjaan terakhir PIHAK KEDUA
pada saat serah terima pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA
PASAL
KERAHASIAAN
(1) Informasi rahasia adalah suatu dan seluruh informasi dari segala bentuk, baik secara tertulis
maupun dalam format elektronik, secara lisan atau yang lainnya, dan balk dengan diberikan
label “Rahasia” atau tidak, termasuk namun tidak terbatas pada informasi yang berhubungan
dengan usaha, keadaan keuangan, strategi pemasaran, rencana bisnis, pengetahuan suatu bisnis
dan/atau produk, catatan, dokumen-dokumen, data dan informasi para klien, para pelanggan
(customer), harga, informasi teknis, persyaratan, mekanisme dan/atau tata cara kerja suatu
ekerjaan, termasuk seluruh informasi yang terdapat dan menjadi data base PERUSAHAAN dan
seluruh informasi yang didapat selama menjalankan pekerjaan maupun yang berkaitan dengan
suatu pekerjaan oleh PIHAK KEDUA (untuk selanjutnya disebut dengan “informasi Rahasia”).
(2) PIHAK KEDUA wajib untuk menjaga dan/atau memegang seluruh informasi rahasia yang
menyangkut pekerjaan PIHAK KEDUA atau PIHAK PERTAMA dan Afliasinya dan untuk tidak
dalam waktu kapanpun mengungkapkan atau menggunakan atau mengijinkan untuk
divangkapkan atau digunakan suatu Informasi Rahasia tersebut atau pengetahuannya akan
keberadaan_Informasi_Rahasia_apapun, menyimpan_diluar_kantor, merekam, menyalin,Tmemperbanyak, memperlihatkan kepada pihak ketiga termasuk kepada perusahaan
sejenis/pesaing atau membawa keluar Informasi Rahasia selain untuk keperluan dan tujuan dari
rencana kerja baik yang tertuang dalam Perjanjian Kerja ini maupun yang tidak dan tidak akan
10