Soal PMM 1-3
Soal PMM 1-3
1
MENERAPKAN PRINSIP UNDERSTANDING by DESIGN PADA PEMBELAJARAN
1. Fase-fase yang perlu dilakukan untuk merancang perencanaan pembelajaran berbasis prinsip (UbD)
adalah….
a. Merancang asesmen, kegiatan, dan tujuan pembelajaran
b. Merancang asesmen, tujuan, dan kegiatan pembelajaran
c. Merancang kegiatan, tujuan dan asesmen pembelajaran
d. Merencanakan tujuan, kegiatan, dan asesmen pembelajaran
e. Merumuskan tujuan, asesmen, dan kegiatan pembelajaran
2. Apa yang seharusnya dilakukan, diketahui, dan dipahami oleh peserta didik di akhir pengajaran?".
Pertanyaan tersebut perlu dirumuskan oleh guru apabila akan melakukan tahap ….
a. Perencanaan strategi pembelajaran
b. Merumuskan tujuan pembelajaran
c. Merancang asesmen
d. Perencanaan kegiatan pembelajaran
e. Perencanaan model pembelajaran
3. "Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa pembelajaran telah mencapai hasil belajar yang diinginkan?"
Pertanyaan tersebut perlu dirumuskan oleh guru ketika akan melakukan tahap...
a. Merencanakan model pembelajaran
b. Merumuskan tujuan pembelajaran
c. Merancang asesmen
d. Merancang kegiatan pembelajaran
e. Merencanakan pendekatan pembelajaran
4. Bagaimana saya mendesain kegiatan pembelajaran agar peserta didik yang beragam dapat mencapai
tujuan pembelajaran?" merupakan pertanyaan penting yang perlu dipertimbangkan pada tahap...
a. Merencanakan model pembelajaran
b. Merumuskan tujuan pembelajaran
c. Merancang asesmen
d. Merancang kegiatan pembelajaran
e. Merencanakan pendekatan pembelajaran
5. Setelah memahami substansi CP, guru diharapkan mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus
dipelajari oleh peserta didik dalam suatu fase untuk dirumuskan menjadi beberapa Tujuan Pembelajaran
(TP) yang lebih operasional dan konkret. Dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), guru dapat
memilih beberapa alternatif teknik berikut, kecuali....
a. Merumuskan TP secara langsung berdasarkan CP.
b. Merumuskan TP dengan cara menganalisis 'kompetensi' dan 'lingkup materi' pada CP.
c. Merumuskan TP secara lintas elemen.
d. Merumuskan TP dengan memperhatikan karakteristik peserta didik
e. Merumuskan TP berdasarkan intuisi pribadi tanpa mempertimbangkan kebutuhan peserta didik
6. Capaian Pembelajaran (CP) dapat dirumuskan merujuk pada teori belajar konstruktivisme dan
kurikulum dengan pendekatan Understanding by Design (UbD) yang dikembangkan oleh Wiggins &
Tighe (2005). Dalam kerangka teori ini, "memahami" merupakan kemampuan yang dibangun melalui
proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat
menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan
berempati atas suatu fenomena. Terkait hal tersebut, pernyataan yang benar dalam kurikulum Merdeka
adalah…
a. Hierarki pengetahuan tidak digunakan dalam merumuskan CP dan tujuan pembelajaran turunan
dari CP
b. Taksonomi pengetahuan tidak menggunakan kata kerja operasional yang spesifik
c. Memberi kebebasan kepada guru mengikuti taksonomi pengetahuan menurut teori yang disukai
d. Pemahaman dimaknai sebagai suatu proses kognitif yang kompleks tidak sederhana sebagai
proses berpikir tingkat rendah
e. Menganggap bahwa “memahami” dapat dicapai tanpa melibatkan proses dan pengalaman belajar
yang mendalam serta tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan, menginterpretasi, dan
mengaplikasikan informasi dengan berbagai perspektif.
7. Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang sebaiknya tidak dipisahkan. Terkait hal
tersebut, guru dan peserta didik perlu memahami kompetensi yang hendak dicapai agar keseluruhan
proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi yang dimaksud. Kaitan antara
pembelajaran dan asesmen, digambarkan dan diilustrasikan melalui ilustrasi berikut, kecuali….
a. Guru harus memastikan bahwa tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan
peserta didik berdasarkan hasil asesmen awal.
b. Guru dapat mengukur capaian hasil belajar peserta didik pada akhir pembelajaran jika
diperlukan.
c. Sepanjang proses pembelajaran, guru dapat mengadakan asesmen formatif untuk mengetahui
sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta didik.
d. Guru perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat
pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran.
e. Proses pembelajaran sebaiknya dilakukan tanpa memperhatikan hasil asesmen, karena hal itu
dapat menghambat kreativitas peserta didik.
8. Pada setiap mata pelajaran, terdapat sejumlah Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase. Rumusan CP tersebut memberikan
gambaran tentang tujuan umum dan ketersediaan waktu untuk mencapai tujuan tersebut dalam enam
etape yang disebut fase. Pemanfaatan fase-fase CP dalam perencanaan pembelajaran dapat dikemukakan
sebagai berikut, kecuali....
a. Memungkinkan kolaborasi guru pada fase yang sama untuk merancang pembelajaran yang
efektif bagi peserta didik
b. Mendorong guru fokus pada ketercapaian CP di akhir fase tanpa perlu memperhatikan
perkembangan peserta didik dan kesinambungan proses pembelajaran antar kelas.
c. Memberi kesempatan pada guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kesiapan
peserta didik
d. Memungkinkan guru merancang dan melaksanakan pembelajaran secara fleksibel.
e. Memastikan peserta didik mencapai kompetensi pembelajaran.
9. Pernyataan terkait kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) berikut ini yang benar adalah….
a. Hasil KKTP dapat digunakan untuk merefleksi proses pembelajaran dan menganalisis tingkat
penguasaan kompetensi peserta didik
b. KKTP merupakan standar yang ditetapkan untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran
(TP)
c. KKTP dapat disusun melalui pendekatan rubrik
d. KKTP dapat disusun melalui dekripsi kriteria dan interval nilai
e. Semua benar
10. Pernyataan terkait asesmen awal berikut ini yang kurang tepat adalah….
a. Asesmen awal berfungsi untuk mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan
dengan kriteria capaian pembelajaran yang ditetapkan
b. Hasil asesmen awal dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut perbaikan
berupa intervensi yang tepat.
c. Hasil asesmen awal berfungsi untuk mengetahui tingkat kompetensi, kekuatan dan kelemahan
peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran
d. Asesmen awal dapat diterapkan untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta didik yang beragam
e. Hasil asesmen awal digunakan untuk memetakan minat, kemampuan dan kesiapan belajar
peserta didik.
REFLEKSI
Bapak/Ibu Guru, sebelum melanjutkan pembelajaran ke topik II, refleksikan apa yang sudah Bapak/Ibu
Guru pelajari pada topik I. Ceritakan bagaimana prinsip UbD dapat membantu Bapak/Ibu Guru dalam
merancang pembelajaran yang efektif dan apa tantangan yang dihadapi?
Dengan menggunakan prinsip UbD pembelajaran lebih efektif, karena dimulai dari menentukan tujuan,
asesmen dan merancang kegiatan. Tantangan yang dihadapi yaitu guru harus merancang asesmen terlebih
dahulu.
MODUL 1.2
MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
1. Salah satu prinsip pembelajaran pada Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran dirancang dan
dilaksanakan untuk membangun karakter peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Berdasarkan prinsip tersebut, beberapa pernyataan berikut merupakan kegiatan yang dapat dilakukan
guru, kecuali...
a. Guru memastikan setiap aktivitas pembelajaran selalu diiringi dengan pemberian tugas untuk
mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari
b. Guru mendorong peserta didik melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan potensi
yang perlu dikembangkan
c. Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik
untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan
d. Guru memberikan proyek yang ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiri dan
untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan
e. Guru memvariasikan kompleksitas atau tingkat kesulitan tugas untuk mengakomodasi peserta
didik dengan berbagai tingkat kesiapan belajar
2. Berdasarkan data tersebut, Pak Hafiz merencanakan pembelajaran berdiferensiasi pada elemen proses
sebagai berikut, kecuali….
a. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sumber belajar dalam
bentuk modul digital interaktif
b. Peserta didik diberi kebebasan untuk mengkreasikan pembuatan laporan hasil observasi, seperti
laporan tertulis, power point, video, poster, maupun bentuk lain sesuai dengan bakat dan minat
c. Peserta didik diminta mengamati dan mendiskusikan isi video untuk memperoleh pengetahuan
baru
d. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan praktik bermain peran agar
mereka lebih memahami penjelasan guru
e. Guru membuat beberapa sudut belajar atau display yang ditempel di tempat-tempat berbeda
untuk memberikan kesempatan peserta didik bergerak saat mengakses informasi
3. Implementasi Kurikulum Merdeka mengedepankan paradigma baru dalam pembelajaran, bukan dalam
arti menghadirkan konsep dan prinsip pembelajaran yang sepenuhnya baru, namun lebih pada upaya
untuk memastikan terciptanya praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Penerapan paradigma baru dalam pembelajaran dimaksud tergambar pada beberapa kegiatan berikut,
kecuali….
a. Pada awal tahun ajaran, guru berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan
pencapaian sebelumnya.
b. Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik
untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan
c. Guru menggunakan otoritas sebagai pembimbing utama pembelajaran dalam mengatasi
permasalahan yang timbul tanpa melibatkan orang tua atau guru lain.
d. Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi untuk membantu peserta
didik mengembangkan kompetensinya.
e. Guru perlu mengevaluasi hasil penilaian formatif, memperhatikan perilaku peserta didik, dan
mendengarkan keluhan mereka untuk mengetahui kebutuhan belajarnya
4. Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip pembelajaran
berdiferensiasi adalah….
a. Guru adalah sumber belajar utama dan peserta didik mengikuti apa yang telah ditetapkan.
b. Guru bukan sebagai sumber belajar utama, peserta didik dapat belajar dari berbagai sumber.
c. Guru menjadi mediator antar peserta didik agar terjadi transfer pengetahuan dalam proses
belajar.
d. Guru menjadi motivator yang mengamati peserta didik dari jauh selama proses belajar.
e. Guru menjadi motor penggerak utama proses pembelajaran
5. Bu Farida menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.
Dengan demikian, ia membagi peserta didik dalam beberapa kelompok belajar. Ternyata Bu Farida
masih mengalami kesulitan karena semua peserta didik masih bertanya kepadanya. Sehingga proses
belajar masih berpusat pada guru. Hal yang dapat Ibu Farida lakukan adalah….
a. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta
didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri tanpa adanya pengawasan dari guru. Porsi
tanggung jawab guru lebih besar dari peserta didik.
b. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta
didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri dengan hasil karya yang sudah ditentukan dan
tidak boleh diubah. Peserta didik tidak perlu bekerja sama untuk dapat memahami konsep.
c. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta
didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang
dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep. Guru
mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding peserta didik.
d. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta
didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang
dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep karena mereka
mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding guru. Sehingga peserta didik
dapat mengaplikasikan sebuah ilmu secara mandiri. Guru dan peserta didik memiliki tanggung
jawab bersama selama proses pembelajaran.
e. Semua salah
6. Seorang guru mengadopsi elemen-elemen diferensiasi dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti
menggunakan bahan bacaan yang berbeda untuk peserta didik dengan kemampuan membaca yang
beragam. Namun, beberapa peserta didik masih kesulitan mencapai tujuan pembelajaran. Tindakan yang
paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah….
a. Meminta peserta didik yang kesulitan untuk belajar lebih keras
b. Mengurangi tingkat kompleksitas tuga
c. Meminta peserta didik untuk bekerja sendiri
d. Melanjutkan dengan kurikulum yang telah direncanakan
e. Merevisi pendekatan dan strategi pembelajaran
7. Diberikan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Peserta didik menentukan tujuan yang akan dicapai dan hal apa yang ingin diketahui
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap kemampuannya
3. Guru memberikan gambaran rubrik sebagai harapan kompetensi dari capaian peserta didik
4. Guru menginformasikan tujuan belajar yang akan dicapai bersama
Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru dan peserta didik untuk merumuskan tujuan belajar
adalah….
a. 1-2-3-4
b. 1-3-2-4
c. 4-3-2-1
d. 4-2-3-1
e. 3-2-1-4
8. Seorang guru melaksanakan pembelajaran pada topik tertentu. Ia mendapati bahwa peserta didik belum
pernah mempelajari topik tersebut. Hal yang perlu dilakukan guru pada kegiatan awal pembelajaran
adalah….
a. Menyampaikan bahwa materi ini susah maka perlu belajar yang konsisten
b. Menjelaskan bahwa materi ini membutuhkan praktik yang banyak, sehingga peserta didik perlu
untuk menguasai semua perangkat dalam laboratorium sebelum kelas dimulai
c. Menguraikan secara umum materi yang ingin diajarkan, memantik pengetahuan peserta didik
terkait materi tersebut, mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan
sehari-hari.
d. Langsung menjelaskan materi tersebut sehingga peserta didik terbiasa
e. Memberi soal pretest terkait materi tersebut sehingga dapat memicu motivasi peserta didik
9. Ibu Tina menemukan beberapa peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, sehingga
mereka memerlukan kegiatan remedial. Langkah yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah
tersebut adalah….
a. Merencanakan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi proses dan konten untuk peserta didik
yang memerlukan remedial
b. Memberikan PR yang banyak agar peserta didik belajar sendiri di rumah
c. Menghubungi orang tua anak dan melaporkan bahwa anaknya tidak mengikuti proses belajar
dengan baik
d. Meminta setiap peserta didik untuk mengumpulkan tugas setiap akhir pembelajaran
e. Meminta setiap peserta didik untuk membuat review materi pembelajaran
10. Beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah
sebagai berikut:
1. Kebutuhan peserta didik yang beragam
2. Kondisi kelas
3. Kebutuhan guru dan kepala sekolah
4. Lingkungan sekolah
Elemen yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika melakukan modifikasi pembelajaran adalah….
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 1 dan 3
e. 1 dan 4
REFLEKSI
Sebelum mengakhiri sesi pada topik ini, ekspresikan pengalaman yang Bapak/Ibu miliki selama menjadi
guru dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran berdiferensiasi melalui
cerita reflektif. Ceritakan bagaimana merencanakan pembelajaran berdiferensiasi yang relevan di kelas
Bapak/Ibu Guru, sehingga diyakini dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan pembelajaran?
Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengetahui gaya belajar siswa, untuk mengetahui
pemahaman siswa tentang materi pembelajaran, serta untuk mengetahui kemampuan siswa.
MODUL 1. 3
MENERAPKAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL
PADA PEMBELAJARAN
REFLEKSI
Bapak/Ibu Guru, sebelum melanjutkan pembelajaran ke topik IV, refleksikan apa yang sudah
Bapak/Ibu Guru pelajari pada topik III. Ceritakan apa inspirasi yang Bapak/Ibu Guru dapatkan setelah
mempelajari topik ini?
Salah satu pendekatan yang dapat membantu guru dalam menyusun rancangan pembelajaran yang mengacu
pada tingkat capaian peserta didiknya yaitu menggunakan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL).
MODUL 1.4
MENERAPKAN PENDEKATAN CURTURALLY RESPONSIVE TEACHING PADA
PEMBELAJARAN (CRT)
REFLEKSI
Bapak/Ibu Guru, sebelum mengakhiri pembelajaran pada modul ini, refleksikan apa yang sudah
Bapak/Ibu Guru pelajari pada topik IV. Ceritakan apa inspirasi yang Bapak/Ibu Guru dapatkan setelah
mempelajari topik ini?
Dengan menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) menjadikan salah satu cara untuk
guru dalam mengajar peserta didik yang berlatar belakang budaya berbeda-beda. Pendekatan ini, guru perlu
menggunakan keterampilan kesadaran multikultural yang kritis.
1. Anda adalah guru kelas dengan peserta didik yang selama ini seluruhnya berasal dari suku Jawa.
Kebetulan semester ini ada peserta didik baru yang pindah dari luar Jawa, dan tentu saja ia tidak
menguasai Bahasa Jawa. Padahal selama ini Anda terbiasa ketika di kelas menyelipkan Bahasa Jawa
ketika menjelaskan sesuatu, meskipun bahasa pengantar pembelajaran secara resmi adalah Bahasa
Indonesia. Apa kemudian tindakan Anda saat menghadapi situasi di atas?
Melibatkan peserta didik lain di kelas untuk mendiskusikan materi dalam bahasa Indonesia
2. Anda adalah guru Bahasa Indonesia yang bermaksud melakukan literasi menulis pada peserta didik di
sekolah Anda. Literasi ini akan membantu peserta didik menuangkan gagasan ke dalam tulisan dengan
susunan kata dan bahasa yang efektif dan efisien. Namun demikian, kemampuan menulis peserta didik
di sekolah Anda sangat heterogen. Beberapa di antara mereka cukup terampil dalam menulis, namun
banyak juga yang mengalami kesulitan. Apa yang Anda lakukan jika berada pada situasi ini?
Membuat panduan dan tugas yang berbeda sesuai dengan tingkat keterampilan menulis peserta
didik
3. Anda akan mengajarkan salah satu cabang olahraga atletik, yaitu lari jarak jauh. Pada kegiatan praktik,
ada beberapa peserta didik yang menyatakan tidak sanggup melakukan kegiatan tersebut dikarenakan
baru saja sembuh dari sakit. Ada pula yang menyampaikan bahwa mereka belum sempat sarapan.
Tindakan apa yang Anda lakukan sebagai guru mata pelajaran PJOK di kelas tersebut?
Memastikan kembali kondisi setiap peserta didik sebelum menentukan jarak lari yang akan
dipraktikkan
4. Pada satu materi belajar tentang poster sebagai media informasi, Anda berencana meminta setiap peserta
didik untuk berlatih membuatnya dengan tema budaya. Akan tetapi, mayoritas peserta didik meminta
Anda untuk membebaskan tema, sesuai dengan minat masing-masing. Sebagai guru mapel IT, apa yang
akan Anda lakukan ketika menemui situasi tersebut?
Membuat survei minat peserta didik untuk dijadikan alternatif pembuatan tema sebelum
pembelajaran
5. Anda mengampu mata pelajaran PJOK dan akan mengajarkan materi tentang permainan bola voli yang
menuntut penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Di sisi lain, sekolah Anda tidak memiliki sarana
dan prasarana yang memadai untuk melakukan praktik, sehingga Anda cukup kesulitan untuk
melakukan proses pembelajaran dan penilaian. Jika menemui situasi tersebut, apa yang akan Anda
lakukan?
Membuat panduan observasi yang dapat digunakan semua guru PJOK meskipun sarana praktik
di sekolah terbatas
MODUL 2.1
P S E ( MENGAPA PENTING)
5. Mengapa penting bagi sekolah untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional peserta didik?
a. Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada meningkatnya citra sekolah.
b. Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada berkurangnya kasus bunuh diri.
c. Karena keterampilan sosial emosional berdampak bagi turunnya tingkat stres dan kesejahteraan
guru.
d. Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada tingginya kepuasan peserta didik
terhadap pendidik.
e. Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada keberhasilan akademis.
6. Dari pernyataan berikut ini, manakah yang tidak merefleksikan hubungan antara keterampilan sosial dan
emosional peserta didik dan proses pembelajaran?
a. keterampilan sosial dan emosional peserta didik membantu mendukung kesejahteraan
emosional guru.
b. keterampilan sosial-emosional dapat memperkuat hubungan sosial, mengurangi konflik, dan
menciptakan lingkungan belajar yang positif.
c. Keterampilan sosial dan emosional membantu meningkatkan keterlibatan positif peserta didik
dalam proses pembelajaran
d. Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik meningkatan kinerja akademis
karena mereka dapat lebih fokus dalam belajar sehingga cenderung mencapai hasil yang lebih
baik di sekolah.
e. Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik mengelola stres, meningkatkan
daya tahan, dan merespon tekanan belajar dengan lebih efektif
7. Bagaimana kaitan antara pembelajaran sosial dan emosional dengan penguatan profil pelajar Pancasila?
a. Pembelajaran sosial emosional membantu menguatkan pengembangan karakter profil pelajar
Pancasila.
b. Pembelajaran sosial emosional membantu menguatkan keterlibatan peserta didik dalam
pembelajaran.
c. Pembelajaran sosial emosional membantu menguatkan keterampilan pendidik dalam
mengajarkan profil pelajar Pancasila.
d. Pembelajaran sosial emosional membantu mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang harus
dipelajari oleh peserta didik.
e. Pembelajaran sosial emosional membantu peserta didik untuk mempelajari apa yang dimaksud
dengan profil pelajar Pancasila.
8. Bagaimana keterampilan sosial emosional dapat membantu seseorang menjadi lebih resilien atau
berdaya lenting tinggi?
a. Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan keterampilan komunikasi peserta
didik sehingga mereka dapat mencari bantuan jika memerlukan.
b. Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik untuk
memahami kelemahan dirinya.
c. Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan taraf kesehatan peserta didik sehingga
mereka tidak mudah sakit.
d. Keterampilan sosial emosional membantu guru mengenali dengan segera jika ada peserta
didiknya yang mengalami stres.
e. Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik untuk pulih
dari kesulitan dan stres karena mereka mampu mengelola emosi mereka dengan baik.
9. Dari contoh-contoh di bawah ini, menurut Bapak/Ibu, mana yang bukan merupakan alasan tepat bagi
pentingnya meningkatkan keterampilan sosial dan emosional orang dewasa di sekolah?
a. Keterampilan sosial dan emosional membantu pendidik memodelkan karakter positif untuk
peserta didiknya sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif.
REFLEKSI
7. Suatu sekolah memutuskan untuk menerapkan strategi pengambilan keputusan yang dikenal dengan
singkatan POOCH (Problem, Options, Outcomes, Choice, How). Strategi ini diintegrasikan dalam
pembelajaran sosial emosional untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam membuat
keputusan yang bertanggung jawab. Berikut adalah pernyataan yang benar terkait pengembangan
kemampuan tersebut adalah ....
a. Penggunaan strategi POOCH tidak relevan dengan pembelajaran sosial emosional.
b. Pengambilan keputusan yang beralasan hanya melibatkan analisis fakta tanpa
mempertimbangkan dampak sosial.
c. Keterampilan berpikir kritis tidak berkontribusi pada pengambilan keputusan yang bertanggung
jawab.
d. Penggunaan strategi POOCH membantu peserta didik membuat keputusan beralasan setelah
menganalisis informasi.
e. Memahami konsekuensi tindakan tidak diperlukan dalam pengambilan keputusan yang
bertanggung jawab.
8. Di sekolah, Adam seringkali merasa stres karena tekanan tugas-tugas akademis yang menumpuk. Salah
seorang guru memberikan saran kepada Adam untuk mencoba teknik "Menghitung sampai 10" ketika
merasa tertekan. Adam mencoba teknik tersebut dan menyadari bahwa itu membantunya untuk lebih
tenang dan fokus. Berdasarkan contoh ini, manajemen diri dan motivasi apa yang sedang Adam
kembangkan?
a. merancang tujuan belajar secara konsisten
b. mempertimbangkan pandangan orang lain melalui Think-Pair-Share
c. melibatkan diri dalam permainan kelompok
d. mengidentifikasi kekuatan dan budaya diri melalui aktivitas refleksi
e. mengelola emosi diri melalui teknik menghitung sampai 10
9. Seorang guru harus mampu merancang pembelajaran dengan menggunakan kerangka 3 signature
practices yaitu pembukaan yang hangat dan inklusif, kegiatan yang menantang serta melibatkan peserta
didik, dan penutupan yang optimis, dengan alasan ….
a. pembukaan yang hangat perlu untuk membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi
dengan pembelajaran yang akan dilakukan
b. pembukaan yang hangat perlu untuk membangun keterhubungan komunitas dan terkoneksi
dengan pembelajaran yang telah dilakukan
c. kegiatan pembelajaran yang menantang dan melibatkan perlu untuk membangun keseimbangan
antara pengalaman interaktif dan reflektif, untuk memenuhi kebutuhan guru
d. penutupan yang optimistik perlu untuk menyoroti pemahaman guru dan tentang pentingnya apa
yang telah dipelajari, sehingga dapat memberikan rasa pencapaian dan mendukung pemikiran ke
depan
e. a, b, dan c benar, karena kerangka 3 signature practices merupakan strategi yang perlu diterapkan
untuk pembelajaran orang dewasa
10. Guru ingin mengakhiri sesi pembelajaran dengan Penutupan yang Optimis sesuai dengan kerangka 3
signature practices. Sebelum penutupan, guru merencanakan sebuah refleksi bersama tentang
pembelajaran hari itu.
Namun, beberapa peserta didik terlihat masih belum sepenuhnya memahami konsep yang diajarkan.
Sebaliknya, beberapa peserta didik lainnya tampak antusias dan siap untuk belajar lebih lanjut.
Bagaimana guru dapat mengelola situasi ini dengan menciptakan penutupan yang tetap optimis sambil
memastikan bahwa setiap peserta didik merasa diakui dan didukung?
a. Memberikan apresiasi umum untuk partisipasi seluruh kelas dan mengabaikan perbedaan
pemahaman individu.
b. Mengajukan pertanyaan terbuka kepada seluruh kelas untuk memotivasi peserta didik yang
masih membutuhkan pemahaman tambahan.
c. Mengajak peserta didik yang telah memahami konsep untuk berbagi pemahaman mereka,
sementara memberikan waktu tambahan untuk peserta didik yang masih kesulitan.
d. Mengalihkan perhatian dari pemahaman individu ke rencana pembelajaran mendatang agar
suasana tetap positif.
e. Menyimpan refleksi bersama untuk sesi pembelajaran berikutnya ketika semua peserta didik
diharapkan dapat memahami konsep secara menyeluruh.
REFLEKSI
Sekarang, kami ingin Bapak/Ibu menceritakan pengalaman saat berlatih salah satu
keterampilan sosial emosional. Apa yang Bapak/Ibu rasakan saat melakukan latihan tersebut?
Pikirkan, strategi dalam mengImplementasi PSE ke dalam pembelajaran di kelas. Seperti
apakah praktek pembukaan pembelajaran yang hangat, kegiatan belajar yang menantang dan
berpusat kepada peserta didik, dan penutupan yang optimistik terlihat?
Melakukan pembukaan pembelajaran dengan memulai bertanya bagaimana perasaan siswa. Kegiatan
belajarnya seperti menggabungkan diskusi tentang emosi dan hubungan dalam pelajaran bahasa atau
sosial. Sehingga menciptakan lingkungan dan emosional yang aman dan mendukung dengan aturan
kelas yang konsisten, yang disertai sikap saling menghargai dan menghormati keberagaman di dalam
kelas.
MODUL 2.3
P S E (BAGAIMANA MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS WARGA SEKOLAH)
1. Keadaan emosi berkelanjutan yang ditandai dengan suasana hati dan sikap positif, hubungan positif
dengan peserta didik dan guru lain, ketahanan, optimalisasi diri, dan tingkat kepuasan yang tinggi
terhadap pengalaman belajar mereka di sekolah.” Definisi yang disampaikan di atas merupakan definisi
dari:
a. Kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing)
b. Pembelajaran sosial dan emosional
c. Kesadaran diri
d. Kesadaran sosial
e. Pengelolaan diri
2. Meningkatkan kesejahteraan psikologis warga sekolah dapat diwujudkan melalui komitmen kita sebagai
seorang pendidik untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional diri kita sendiri sebagai orang
dewasa. CASEL menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan sosial emosional oleh orang dewasa
di sekolah dapat dilakukan melalui 3 upaya yaitu:
a. Menjadi teladan, refleksi berkelanjutan, dan berbagi
b. Belajar, berkolaborasi, dan berbagi
c. Berkolaborasi, belajar, dan menjadi teladan
d. Menjadi teladan, belajar, dan berefleksi
e. Refleksi, berkolaborasi dan berdiskusi
3. Guru dapat melakukan upaya belajar untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional dirinya sendiri.
Salah satu upaya belajar yang dapat dilakukan oleh guru di antaranya adalah:
a. Dengan melakukan refleksi terhadap keterampilan sosial dan emosional pribadi/dirinya sendiri.
b. Dengan berupaya mengembangkan kapasitas orang lain untuk memiliki dan menerapkan
kompetensi sosial emosional.
c. Dengan berkolaborasi dengan Sesama Pendidik.
d. Dengan meneladankan Keterampilan Sosial dan Emosional di Antara Teman Sejawat
e. Dengan terkoneksi dengan Peserta Didik.
4. Guru dapat melakukan upaya berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional dirinya
sendiri. Berikut ini, mana yang bukan termasuk contoh upaya berkolaborasi tersebut?
a. Membangun komunikasi dua arah dengan keluarga
b. Mencoba mengenal peserta didik dengan lebih baik sebagai individu, berupaya tanggap terhadap
kebutuhan mereka, belajar dari mereka untuk kepentingan sekolah, dan membangun kepercayaan
relasional.
c. Memecahkan permasalahan secara kolaboratif dalam rapat pendidik.
d. Melakukan refleksi terhadap keterampilan sosial dan emosional pribadi/dirinya sendiri.
e. Memperkuat koneksi dan komunikasi dengan mempraktikkan 3 praktik baik PSE (pembukaan
yang hangat, proses yang melibatkan, penutupan yang optimistik) dalam berbagai kesempatan
interaksi antar pendidik.
5. Mengapa praktik pendidikan yang mendukung keterampilan sosial dan emosional dianggap dapat
berkontribusi pada kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis (wellbeing) peserta didik?
a. Membantu peserta didik untuk dapat memahami bahwa tujuan hidup mereka adalah mencapai
kebahagiaan yang setingginya baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat
b. Membantu peserta didik untuk dapat memahami dan mengelola emosi mereka, sehingga
mereka cenderung lebih mampu menciptakan hubungan yang positif, memiliki motivasi yang
tinggi, dan mengalami kebahagiaan dalam proses pembelajaran.
c. Peserta didik untuk dapat memahami bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis akan
dapat dicapai jika mereka mengalami kebahagiaan dalam proses pembelajaran.
d. Peserta didik untuk dapat memahami bahwa hubungan yang positif dengan orang lain
berpengaruh terhadap kebahagiaan mereka.
e. Peserta didik untuk dapat memahami bahwa keadaan sosial emosional yang tidak baik akan
menghalangi mereka mencapai kebahagiaan.
6. Salah satu contoh tindakan yang dapat dilakukan pendidik untuk menjadi teladan bagi peserta didik
dalam upaya menguatkan kompetensi sosial emosional adalah:
a. Dengan menerapkan dan kemudian mengartikulasikan strategi yang digunakan kepada peserta
didik ketika pendidik berupaya mengelola emosi saat menghadapi situasi yang sulit.
b. Dengan mengevaluasi praktik disiplin dan kebijakan sekolah terkait penerapan keterampilan
sosial dan emosional.
c. Dengan mempelajari berbagai teknik yang dapat digunakan untuk mengelola emosinya.
d. Dengan membaca sumber-sumber bacaan yang membahas tentang tahapan perkembangan
anak, sehingga pendidik dapat memahami perilaku apa yang sesuai dengan tahapan usia
tertentu.
e. Dengan bekerja sama dengan para pendidik lain untuk mengintegrasikan praktik-praktik
membangun koneksi ke dalam pertemuan rutin sepanjang tahun ajaran.
7. Mempelajari kompetensi budaya adalah salah satu hal yang dapat dilakukan guru untuk
mengembangkan kapasitas diri dalam menerapkan kompetensi sosial emosional. Selain memperluas
pengetahuannya tentang budaya orang lain, apa lagi yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik untuk
mengembangkan kompetensi budaya bagi dirinya?
a. Mempelajari aspek-aspek budaya orang lain dan mencoba mengikutinya
b. Mengajarkan orang lain tentang budaya kita.
c. Menyelenggarakan kegiatan kebudayaan untuk mempromosikan budaya negara kita
d. Mengikuti kegiatan pertukaran pendidik untuk mempelajari budaya orang lain.
e. Membangun kesadaran akan identitas budaya pribadi.
8. Mengapa kolaborasi di antara warga sekolah, seperti peserta didik, guru, dan staf, dianggap memiliki
manfaat signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis?
a. Kolaborasi menciptakan persaingan sehat dan dorongan untuk unggul, karena melalui interaksi
positif antara peserta didik, guru, dan staf, muncul semangat kompetisi yang sehat di
lingkungan belajar
b. Kepercayaan dan saling pengertian yang ditingkatkan melalui kolaborasi membentuk fondasi
yang kokoh dan berkelanjutan untuk kesejahteraan psikologis individu dan kolektif
c. Menyulitkan komunikasi di antara anggota sekolah, terkadang dapat memperkuat koneksi
emosional yang lebih mendalam dan bersifat otentik.
d. Memperkuat hierarki di antara guru dan peserta didik, dalam beberapak kasus mendorong
kestabilan hierarki yang seimbang dalam lingkungan belajar
e. Kolaborasi antar warga sekolah akan membuat warga sekolah bersikap individual dan lebih
mementingkan pekerjaan masing-masing
9. Dari pernyataan berikut ini, manakah yang menurut Bapak/Ibu merupakan dampak dari upaya yang
dilakukan guru untuk meneladankan kompetensi sosial emosional dalam kehidupan sehari-hari di
sekolah?
a. Peserta didik dan warga sekolah dapat melihat langsung bagaimana tekanan yang dihadapi guru
dalam kehidupan sehari-hari.
b. Peserta didik dan warga sekolah dapat berkontribusi dalam terciptanya budaya sekolah yang
penuh rasa hormat dan saling peduli antarwarga sekolah.
c. Peserta didik dan warga sekolah dapat membedakan mana guru yang sedang stres dan yang
tidak.
d. Peserta didik dan warga sekolah dapat mempromosikan perkembangan sosial serta psikologis
mereka.
e. Peserta didik dan warga sekolah dapat melihat langsung bagaimana keterampilan sosial dan
emosional digunakan dan membantu mengelola tantangan sosial dan emosional dalam
kehidupan sehari-hari.
10. Sekelompok guru di sebuah Sekolah Menengah Pertama melakukan pertemuan untuk mendiskusikan
data hasil survei lingkungan belajar. Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa hubungan antara guru
dan peserta didik di sebuah jenjang kelas kurang berjalan dengan baik. Pengungkapan ini mengarahkan
semua guru-guru yang mengajar di jenjang kelas tersebut untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut, baik
dengan sesama guru dan juga dengan semua peserta didik di jenjang kelas itu untuk mencari solusi
dalam upaya memperbaiki keterampilan berelasi mereka. Berdasarkan deskripsi situasi di atas, apa
sebenarnya yang dilakukan oleh guru di atas?
a. Berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosionalnya.
b. Memodelkan keterampilan sosial dan emosionalnya kepada guru-guru lain.
c. Melakukan refleksi terhadap keterampilan sosial dan emosional pribadi/dirinya sendiri.
d. Memodelkan keterampilan sosial dan emosionalnya kepada peserta didik.
1. Salah seorang peserta didik di kelas Anda sudah seminggu tidak masuk
sekolah dikarenakan sakit. Sebagai guru kelas, Anda bermaksud
mengajak teman-temannya untuk menjenguk. Hampir seluruh peserta
didik dengan antusias merespon ajakan tersebut, namun ada lima orang
yang menolak karena khawatir akan tertular. Tindakan apa yang Anda
prioritaskan bila Anda menghadapi situasi tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Mengajak semua teman menjenguk dengan memastikan
5
bahwa peserta didik itu aman dikunjungi
Meminta semua teman untuk menjenguk dengan tetap
4
menjaga protokol kesehatan
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Berusaha untuk menanamkan bahwa menjenguk itu
sebagai bentuk empati 3
Jawaban Anda
Berharap semua teman-teman di kelas mau menjenguk
2
juga
Hanya mengajak peserta didik yang mau ikut serta untuk
1
menjenguk temannya
2. Sinta adalah keponakan Anda yang bersekolah di tempat Anda mengajar.
Satu tahun terakhir ia mengalami kesulitan konsentrasi dan penurunan
nilai dikarenakan kondisi orangtuanya yang sering berkonflik di rumah.
Ketika Anda menyampaikan kepada orangtua, mereka meminta Anda
untuk membantu nilai Sinta. Anda ingin menolak permintaan tersebut
namun merasa iba dengan Sinta. Jika Anda menghadapi situasi tersebut,
apa yang Anda lakukan?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Meminta orangtua untuk bersama-sama membantu Sinta
tanpa melakukan pelanggaran etika 5
Jawaban Anda
Menyatakan penolakan secara tegas karena hal tersebut
4
tidak sesuai dengan integritas guru
Mencoba menolak dengan penyampaian yang halus dan
3
sopan
Memahami bahwa saya memiliki integritas yang harus
2
dijaga
Melakukan permintaan tersebut namun tidak di semua
1
mata pelajaran
3. Anda membeli makan siang di kantin, namun melihat antrean panjang di
kasir. Ketika kasir melihat Anda ingin membayar, ia mempersilakan Anda
untuk langsung ke depan karena Anda seorang guru. Anda sebenarnya
ingin mengantre sebagaimana yang biasanya Anda ajarkan, namun Anda
sedang terburu-buru mempersiapkan materi pelajaran berikutnya. Apa
tindakan Anda bila menghadapi kasus ini?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Mengantre untuk menjadi contoh bagi guru dan peserta
didik 5
Jawaban Anda
Tetap mengantre sambil meminta untuk mempercepat
4
pelayanan
Tidak akan mendahului antrean bila tidak dalam kondisi
3
mendesak
Merasa tidak nyaman ketika harus mendahului antrean
2
tersebut
Segera membayar dan berterima kasih kepada kasir
1
karena memberi izin
4. Di pertemuan hari ini, Anda ingin peserta didik memberikan contoh-
contoh kongkret dari setiap sila Pancasila. Ketika Anda mencoba
menanyakan satu persatu, ternyata mereka tidak dapat menyebutkan
sila-sila tersebut. Padahal Anda telah menyampaikan materi tentang sila
Pancasila beserta simbolnya masing-masing pada pertemuan
sebelumnya. Sebagai guru PPKN, bagaimana Anda menyikapinya?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Membagi kelas ke dalam lima kelompok (berdasarkan sila)
dan mendiskusikan contoh di tiap kelompoknya 5
Jawaban Anda
Meminta peserta didik mendiskusikan kelima contoh sila di
4
dalam kelompok yang telah ditentukan
Berupaya untuk membuat peserta didik melakukan
3
aktivitas selain menulis dan menghafal
Memaklumi kesulitan peserta didik dalam mencari contoh
2
konkret secara individual
Mengulangi materi sebelumnya dan meminta peserta didik
1
memberi jawaban tertulis
5. Sekolah Anda melaksanakan program untuk mengasah empati peserta
didik, dikarenakan tingginya kasus perundungan yang ada di sekolah.
Setelah dilaksanakan program selama satu semester, Anda merasa tidak
ada perubahan yang signifikan. Hal yang sama juga dirasakan oleh guru
lain. Di sisi lain, Anda tidak menjadi panitia dari program tersebut.
Sebagai salah satu guru di sekolah itu, apa tindakan yang Anda lakukan?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Memfasilitasi diskusi antara guru yang menjadi panitia dan
5
nonpanitia
Berdiskusi dengan pihak panitia terkait target program
yang diinginkan 4
Jawaban Anda
Berupaya untuk menggali informasi dari peserta didik 3
Meminta panitia untuk melakukan evaluasi program 2
Merasa bukan menjadi tanggung jawab saya 1
MODUL 3.1
KERAGAMAN PESERTA DIDIK
REFLEKSI
Sekolah Anda baru pertama kali menerima peserta didik disabilitas sensorik netra dan disabilitas sensorik
rungu, Peserta didik tersebut ternyata menjadi salah satu anak didik yang Bapak/Ibu belajarkan dan ini kali
pertama Bapak/Ibu memiliki peserta didik disabilitas. Apa yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk mengenalkan
keragaman ini pada peserta didik pada umumnya dan pada orang tua peserta didik di kelas yang Anda ajar?
Memahami latar belakang peserta didik dengan komunikasi bersama orang tua. Dengan metode dan gaya
belajar yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik disabilitas. Menyediakan perangkat dan aplikasi
yang mendukung akses dan partisipasi peserta didik disabilitas. Mengajar dengan penuh kesabaran dan
ketelitian.
MODUL 3.2
PENDIDIKAN INKLUSIF
1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan inklusif?
Membatasi partisipasi peserta didik berkebutuhan khusus
Memisahkan peserta didik berkebutuhan khusus dari peserta didik lain
Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung semua peserta didik, termasuk yang
berkebutuhan khusus
Meniadakan peran guru dalam kelas inklusif
Hanya berfokus pada aspek akademis
6. Bagaimana guru dapat menyesuaikan metode pengajaran untuk mendukung peserta didik berkebutuhan
khusus dalam kelas inklusif?
Menghindari memberikan penyesuaian
Menyediakan satu metode pengajaran untuk semua peserta didik
Menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik
Memisahkan peserta didik berkebutuhan khusus dari kelas
Hanya menggunakan metode pengajaran tradisional
7. Mengapa penting bagi guru untuk memahami keragaman peserta didik di kelas inklusif?
Tidak berpengaruh pada efektivitas pengajaran
Hanya relevan untuk peserta didik berkebutuhan khusus
Meningkatkan partisipasi dan keterlibatan semua peserta didik
Mengabaikan perbedaan di antara peserta didik
Hanya fokus pada aspek akademis
8. Bagaimana sekolah dapat menciptakan lingkungan inklusif bagi semua peserta didik?
Memisahkan peserta didik berkebutuhan khusus ke dalam kelas khusus
Menolak untuk memberikan dukungan khusus
Mengintegrasikan semua peserta didik ke dalam kehidupan sekolah secara menyeluruh
Hanya menyediakan akses untuk peserta didik tertentu
Hanya fokus pada aspek akademis
9. Apa yang dapat dianggap sebagai tantangan utama dalam menerapkan pendidikan inklusif di sekolah?
Memisahkan peserta didik berkebutuhan khusus
Meminimalkan peran guru dalam kelas
Mengatasi hambatan dan persepsi negatif
Meniadakan perbedaan di antara peserta didik
Hanya fokus pada aspek sosial peserta didik
REFLEKSI
Bapak/Ibu Guru, sebelum kita mengakhiri modul ini mari kita merenung sejenak mengenai hal menarik
apa yang Bapak/Ibu Guru dapatkan dari modul ini? Apa saja praktik baik yang sudah Bapak/Ibu
lakukan di modul ini? Dan renungkanlah apa yang ingin Bapak/Ibu lakukan supaya menjadi lebih baik
lagi dalam memahami modul ini?
Dengan memahami pendidikan inklusif kita bisa mengerti bahwa di sekolah peserta didik yang normal dan
peserta didik disabilitas dalam menerima pelajaran itu sama tidak membeda-bedakan. Tetapi guru harus
menguasai cara mendidik siswa yang berkebutuhan khusus. Dengan begitu peserta didik disabilitas bisa tetap
belajar tanpa hambatan dan tetap memperoleh haknya yakni pendidikan yang berkualitas.
Soal 1 dari 5
Pada peralihan semester ini, Anda ditugaskan untuk mengelola sebuah kelas
inklusif. Terdapat empat orang peserta didik berkebutuhan khusus, dua orang
mengalami disleksia, dan dua yang lain mengalami disabilitas intelektual. Data
dari BK menunjukkan bahwa keempat peserta didik ini memiliki gaya belajar
kinestetik. Di sisi lain, Anda belum memiliki pengalaman sama sekali untuk
mengajar di kelas inklusif, sehingga Anda merasa kesulitan dalam menentukan
rencana pembelajaran di kelas tersebut. Jika menemui situasi tersebut, apa
yang akan Anda lakukan?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Merencanakan aktivitas belajar di dalam kelompok yang
melibatkan gerakan fisik dan praktik langsung 5
Jawaban Anda
Memperkenalkan materi dengan aktivitas-aktivitas yang
4
menggunakan gerakan tangan, kaki, dan tubuh mereka
Mencoba membuat kegiatan pembelajaran yang tidak
terlalu banyak duduk untuk memfasilitasi kebutuhan 3
mereka
Memikirkan rencana pembelajaran yang dapat
mengakomodir gaya belajar kinestetik peserta didik 2
berkebutuhan khusus tersebut
Menggunakan terlebih dahulu rencana pembelajaran yang
1
sama seperti kelas-kelas di semester sebelumnya
Soal 2 dari 5
Anda adalah guru baru yang mengajar bahasa asing di sebuah kelas inklusif.
Menjelang penilaian tengah semester, waktu Anda menyiapkan soal cukup
terbatas, sementara beberapa peserta didik memiliki kebutuhan khusus yang
membuat kemampuan berbahasanya tidak selalu tampak dari satu metode
evaluasi yang sama. Apa tindakan yang Anda prioritaskan untuk lakukan
ketika menemui situasi tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Membuat variasi soal atau model penilaian dengan
memperhatikan tingkat kemampuan bahasa peserta didik 5
Jawaban Anda
Mencari referensi alternatif model penilaian yang bisa
digunakan untuk peserta didik berkebutuhan khusus 4
dengan hambatan bahasa
Memikirkan kemungkinan jenis soal yang berbeda yang
lebih sesuai untuk peserta didik berkebutuhan khusus di 3
kelas
Berkonsultasi kepada guru yang lebih dulu mengelola 2
peserta didik di kelas tersebut untuk memperoleh
BOBOT
JAWABAN
NILAI
masukan
Menggunakan terlebih dahulu soal yang sama untuk
seluruh peserta didik, agar nantinya dapat dievaluasi 1
perbedaan capaiannya
Soal 3 dari 5
Anda adalah guru di sebuah kelas inklusi. Saat mengajarkan materi geografi,
Anda memerlukan media bantu untuk beberapa peserta didik berkebutuhan
khusus. Namun demikian, pengajuan kebutuhan sarana belajar yang Anda
sampaikan pada pimpinan sekolah tidak ditindaklanjuti. Jika menemui situasi
tersebut, apa yang akan Anda lakukan?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Membuat media belajar dari bahan daur ulang untuk
membantu peserta didik berkebutuhan khusus memahami
5
konsep-konsep geografi ini dengan optimal
Jawaban Anda
Mencari bahan-bahan yang tersedia untuk membuat
alternatif media bantu agar proses belajar peserta didik 4
berkebutuhan khusus tetap berjalan dengan baik
Memikirkan kemungkinan media lain sebagai pengganti
sarana belajar yang diusulkan untuk peserta didik 3
berkebutuhan khusus
Berkonsultasi kepada senior yang pernah mengajar materi
geografi pada peserta didik berkebutuhan khusus untuk
2
memperoleh masukan mengatasi keterbatasan media
bantu ini
Menggunakan media yang biasa digunakan sebelumnya,
dengan harapan peserta didik berkebutuhan khusus tetap
1
dapat mengikuti proses belajar sebagaimana peserta didik
yang lain
Soal 4 dari 5
Sudah satu minggu Anda diminta mengajar di satu kelas yang belum pernah
Anda masuki. Tidak ada informasi spesifik tentang kondisi peserta didik di
dalamnya, namun Anda melihat ada lebih dari tiga peserta didik yang selalu
kesulitan mengikuti pelajaran, serta ada satu peserta didik yang menunjukkan
pola perilaku berbeda saat berinteraksi dengan teman yang lain. Sebagai guru,
apa tindakan yang Anda prioritaskan untuk lakukan ketika menemui situasi
tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Menyesuaikan kembali rancangan pembelajaran untuk
lebih memfasilitasi keragaman kondisi peserta didik 5
Jawaban Anda
Mendiskusikannya dengan guru lain untuk mendapatkan
4
masukan tentang aktivitas belajar yang lebih sesuai
Mempertimbangkan penyesuaian kegiatan belajar untuk
3
peserta didik yang kondisinya berbeda
Mencoba mengamati dengan lebih lanjut perbedaan 2
BOBOT
JAWABAN
NILAI
kondisi peserta didik untuk mendapatkan data yang lebih
lengkap
Memahami hal tersebut sebagai bagian dari keragaman
kondisi kelas dan melaksanakan pembelajaran seperti 1
biasa
Soal 5 dari 5
Terjadi kasus perundungan di kelas Anda yang membuat seorang peserta didik
berkebutuhan khusus takut untuk kembali ke sekolah. Padahal sebelum
kejadian tersebut, ia dikenal sebagai peserta didik yang rajin dan
bersemangat. Sebagai wali kelas, Anda sudah menemuinya, namun tetap tidak
berhasil membujuk. Jika menemui situasi tersebut, apa yang akan Anda
lakukan?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Meminta bantuan konselor atau psikolog untuk melakukan
pendampingan pada peserta didik tersebut 5
Jawaban Anda
Meminta petunjuk pada konselor sekolah tentang hal-hal
4
yang harus dilakukan
Mencoba kembali menemui dan mengajak kembali
3
bersekolah di waktu yang lain
Meminta orangtua dari peserta didik tersebut untuk terus
2
membujuk agar mau ke sekolah
Memberikan waktu untuk peserta didik tersebut
1
menenangkan dirinya
Soal 1 dari 5
Kelas Anda mendapatkan satu peserta didik baru, pindahan dari sekolah yang lain.
Setelah satu bulan mengikuti pembelajaran di kelas, Anda merasakan adanya kondisi
spesifik dan perilaku yang berbeda dari peserta didik lain pada umumnya. Di sisi lain,
tidak ada informasi spesifik, kecuali catatan rapor dan surat pengantar kepindahan dari
sekolah terdahulu. Sebagai guru kelas, apa yang akan Anda lakukan ketika menemui
situasi tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Mengkonsultasikan dengan konselor atau psikolog sekolah
yang lebih memahami. 5
Jawaban Anda
Mencari informasi yang dapat menjelaskan kondisi dan
4
perilaku yang tampak tersebut.
Menanyakan kepada peserta didik lain tentang konsistensi
3
perilaku yang berbeda tersebut.
Mencoba mengamati dengan lebih intens di minggu-
2
minggu berikutnya.
Memahami bahwa kondisi tersebut adalah hal yang biasa
1
terjadi pada peserta didik baru.
Soal 2 dari 5
Seorang guru meminta saran Anda terkait kondisi beberapa peserta didik di kelasnya
yang kemampuan dan kecepatannya memahami materi sangat berbeda dari peserta
didik yang lain. Anda sebenarnya ingin membantu, namun posisi beliau sebagai guru
senior mungkin akan sulit melakukan penyesuaian pada kebiasaan mengajarnya yang
sudah sekian tahun dilakukan. Apa prioritas tindakan Anda dalam menghadapi situasi di
atas?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Mengajak beliau mendiskusikan lebih lanjut tentang
bagaimana mengelola kelas yang lebih inklusif 5
Jawaban Anda
Memberikan petunjuk singkat tentang berbagai
4
penyesuaian yang dapat dilakukan agar kelas lebih inklusif
Menyarankan kepada senior tersebut untuk mencoba
mencari informasi tentang proses pembelajaran kelas 3
inklusif
Menyarankan kepada senior tersebut untuk
mendiskusikannya dengan sejawat lain yang lebih
2
berpengalaman menangani kelas dengan keragaman
peserta didik
Memahami kondisi senior dan menyampaikan bahwa tidak
masalah jika beliau mengajar sebagaimana waktu-waktu 1
sebelumnya
Soal 3 dari 5
Peserta didik yang mengalami autisme selalu kesulitan memahami penjelasan di kelas
meskipun sudah Anda berikan secara sederhana. Sebenarnya Anda mengetahui bahwa
menggunakan media visual seperti pada "social story" akan membantu mereka
memahami informasi dengan lebih mudah, namun membuatnya akan membutuhkan
banyak waktu. Di sisi lain, Anda memiliki tugas-tugas administrasi yang cukup memakan
waktu Anda. Sebagai guru di kelas inklusi, apa yang akan Anda lakukan ketika menemui
situasi tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Membuat media visual yang meskipun sederhana namun
membantu dalam memberikan penjelasan 5
Jawaban Anda
Mencari contoh-contoh " social story " sebagai referensi
4
untuk bisa membuatnya di kelas
Mempertimbangkan media visual yang dapat dibuat
3
dengan cepat untuk membantu memberikan penjelasan
Mencari masukan sejawat guru yang lebih berpengalaman
2
menghadapi peserta didik dengan autisme ini
Membiasakan diri untuk lebih sabar dan telaten dalam
1
memberikan penjelasan sebagaimana sebelumnya
Soal 4 dari 5
Anda sedang menyiapkan rencana aktivitas refleksi untuk mengevaluasi pelaksanaan
kegiatan lapangan. Terkait hal itu, Anda sudah mempersiapkan lembar refleksi yang
dapat diisi secara tertulis oleh peserta didik. Ketika membagikan lembar tersebut, Anda
baru menyadari bahwa ada beberapa peserta didik dengan disabilitas yang membuat
mereka kesulitan menuliskan refleksinya pada lembar tersebut. Sebagai guru
pendamping lapangan, apa yang akan Anda lakukan bila menemui situasi tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Merancang metode atau alat bantu sederhana yang dapat
membantu peserta didik menuliskan refleksinya 5
Jawaban Anda
Menanyakan langsung secara lisan tentang hasil refleksi
4
kepada peserta didik tersebut lalu mencatatnya
Mempertimbangkan media atau cara lain untuk
mendapatkan data refleksi dari peserta didik 3
berkebutuhan khusus
Meminta masukan dari guru lain yang sudah pernah
memberikan penilaian tertulis terhadap peserta didik 2
tersebut
Tetap menggunakan lembar refleksi secara tertulis karena
1
tidak memungkinkan bentuk refleksi yang lain
Soal 5 dari 5
Minggu depan adalah jadwal Anda untuk menemani peserta didik melakukan studi
lapangan, memperdalam pemahaman terkait materi tertentu yang Anda ajar. Anda
sudah merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan, namun kemudian Anda
baru ingat bahwa terdapat empat peserta didik berkebutuhan khusus yang lebih suka
membaca buku atau melihat gambar daripada harus beraktivitas di lapangan. Sebagai
guru, apa yang menjadi prioritas Anda bila menghadapi situasi tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Mengelompokkan kegiatan di lapangan berdasarkan gaya
belajar peserta didik di kelas 5
Jawaban Anda
Mempersiapkan bahan bacaan dan gambar-gambar yang
4
dapat digunakan selama perjalanan
Mencoba memilih alternatif kegiatan di lapangan yang
dapat membuat nyaman semua peserta didik tanpa 3
kecuali
Memikirkan objek studi lapangan yang akan menarik minat
semua peserta didik yang berpartisipasi di kegiatan 2
tersebut
Melakukan rencana kegiatan yang telah disusun
sebelumnya karena waktu persiapan yang sudah
mendesak
Soal 1 dari 5
Dalam forum guru, terjadi diskusi yang membahas tantangan dalam proses
belajar mengajar di kelas. Hal ini terkait dengan semakin banyaknya jumlah
dan keragaman peserta didik berkebutuhan khusus. Di sisi lain, banyak guru
yang tidak faham tentang pengelolaan kelas inklusi. Sebagai salah satu guru
di sekolah itu, bagaimana respon Anda?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Menyampaikan kesediaan pada forum untuk berbagi lebih 5
banyak informasi tentang bagaimana mengelola proses
BOBOT
JAWABAN
NILAI
belajar di kelas inklusif
Menyampaikan garis besar informasi tentang berbagai
penyesuaian yang perlu segera dilakukan agar kelas lebih 4
inklusif
Menyarankan kepada sejawat dalam forum guru untuk
berdiskusi lebih banyak dan saling berbagi pengalaman
3
tentang proses pembelajaran kelas inklusif
Jawaban Anda
Menyatakan perlunya memperdalam pemahaman tentang
bagaimana mengelola kelas yang lebih inklusif untuk 2
semua peserta didik
Tidak terbawa oleh kebingungan rekan guru yang lain dan
tetap berprinsip melakukan tugas guru di kelas semampu 1
yang bisa dilakukan
Soal 2 dari 5
Sebagai guru baru, Anda akan masuk di kelas yang memiliki peserta didik
dengan disabilitas penglihatan (low vision). Anda sudah menyiapkan tayangan
untuk digunakan dalam menjelaskan materi, namun menurut informasi dari
guru BK, peserta didik low vision ini sangat sensitif terhadap cahaya dan
warna ketika melihat layar, meskipun kadang masih bisa membacanya.
Tindakan apa yang Anda lakukan ketika mendapatkan masalah yang terjadi
seperti kasus di atas?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Menyesuaikan pengaturan visual tayangan agar lebih
efektif membantu belajar para peserta didik dengan
5
keterbatasan penglihatan
Jawaban Anda
Mencari informasi lebih lanjut tentang bagaimana
membuat tayangan yang tepat untuk media belajar 4
peserta didik low vision
Mempertimbangkan untuk menyesuaikan tayangan yang
sudah disiapkan agar lebih membantu memberikan 3
penjelasan
Mencari masukan sejawat guru yang lebih berpengalaman
di kelas yang memiliki peserta didik dengan kekhususan 2
serupa
Menggunakan tayangan yang sudah disiapkan dan bersiap
1
memberikan penjelasan dengan pelan-pelan
Soal 3 dari 5
Anda terbiasa melakukan evaluasi tertulis untuk mengetahui tingkat
pemahaman peserta didik dengan menggunakan metode dan materi yang
sama untuk semua peserta didik. Kali ini ada beberapa peserta didik
berkebutuhan khusus yang sangat aktif bergerak di kelas Anda, sehingga tidak
memungkinkan mengisi lembar evaluasi tertulis sebagaimana yang biasa Anda
lakukan. Sebagai guru kelas, bagaimana sikap Anda merespon hal tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Menyusun sebuah metode evaluasi yang dapat
mengetahui pemahaman peserta didik meski sambil 5
beraktivitas secara fisik
Mencari alternatif soal-soal singkat yang tidak
membutuhkan waktu penyelesaian yang lama 4
Jawaban Anda
Memikirkan kemungkinan instrumen evaluasi yang lebih
sesuai dengan karakteristik peserta didik yang sangat aktif 3
bergerak tersebut
Menanyakan kepada kepada guru lain yang lebih senior
2
mengelola kelas tersebut untuk meminta pendapat
Menggunakan instrumen evaluasi yang sama untuk semua
peserta didik, karena jumlah yang berkebutuhan khusus 1
jauh lebih sedikit
Soal 4 dari 5
Anda mendapatkan informasi bahwa di kelas Anda semester depan akan ada
beberapa peserta didik berkebutuhan khusus dengan karakteristik tertentu.
Mereka tidak suka membaca, namun akan antusias mendengarkan bila guru
bercerita. Kondisi ini cukup membingungkan mengingat Anda belum memiliki
pengalaman khusus di kelas inklusif sebelumnya. Apa yang Anda lakukan jika
menemui situasi ini?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Menyusun kegiatan pembelajaran dengan diskusi dalam
kelompok kecil agar peserta didik dapat mengekspresikan
5
ide-idenya
Jawaban Anda
Pada materi-materi tertentu, ada aktivitas membaca
4
dengan keras untuk memenuhi kebutuhan peserta didik
Mencoba mengidentifikasi materi-materi yang dapat
3
direkam untuk dapat diakses oleh peserta didik
Memikirkan kemungkinan penyesuaian rencana
pembelajaran dengan adanya karakteristik peserta didik 2
berkebutuhan khusus itu
Menggunakan rencana pembelajaran semester lalu yang
1
sudah berjalan dengan baik
Soal 5 dari 5
Seorang peserta didik berkebutuhan khusus menunjukkan perubahan perilaku
menjadi sering bersikap emosional. Padahal Anda sudah berupaya merancang
aktivitas belajar yang sesuai dengan kondisinya, dan di awal semester ia
tampak kooperatif mengikuti setiap pembelajaran. Sebagai guru pendamping,
tindakan apa yang Anda lakukan ketika mendapatkan masalah yang terjadi
seperti kasus tersebut?
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Meminta bantuan konselor atau psikolog untuk melakukan
pendampingan pada peserta didik tersebut 5
Jawaban Anda
BOBOT
JAWABAN
NILAI
Meminta petunjuk pada guru BK atau konselor sekolah
4
tentang hal-hal yang harus dilakukan
Menyampaikan persoalan ini kepada pimpinan sekolah
3
agar mendapatkan saran tindak lanjut yang lebih efektif
Memikirkan berbagai penanganan yang dapat dilakukan
2
agar perilaku peserta didik tersebut kembali kooperatif
Memberikan jeda bagi peserta didik tersebut untuk
menenangkan diri dengan tidak masuk sekolah sementara 1
waktu
Social-emotional skills enhance an individual's resilience by improving their emotional regulation and communication skills, which enable them to seek help when needed and recover effectively from stress and difficulties. These skills promote a better understanding of personal weaknesses and strengthen stress management, leading to greater overall resilience .
Educators with developed social-emotional skills model positive behaviors to their students, effectively managing conflicts and frustrations, which creates a supportive and collaborative classroom environment. These skills also enable educators to collaborate as part of a team and manage everyday stress, resulting in a more inclusive and healthy learning atmosphere .
Social-emotional learning practices enhance psychological well-being and happiness by teaching students to understand and regulate their emotions, fostering positive relationships, and motivating them to engage in learning. These improvements contribute to overall happiness and well-being in the educational process .
Educators can support students with special needs by using adaptive teaching strategies, such as creating inclusive lesson plans that accommodate diverse learning styles, collaborating with special education experts for insights, and developing tailored evaluation methods that consider students' individual needs and active learning styles .
SEL plays a role in reinforcing the Pancasila student profile by strengthening the development of students' character traits aligned with Pancasila values. It helps students engage more fully in their learning and understand the Pancasila principles they need to learn and embody .
Focusing on social and emotional skills development is crucial in schools because it leads to decreased suicide rates, reduced stress levels among teachers, and increases teachers' well-being. Moreover, it enhances academic success and student satisfaction with their educators, contributing positively to the overall educational environment .
Effective approaches to promoting social-emotional competence among educators include being role models, continuous self-reflection, and participating in collaborative learning and teaching practices. Educators can enhance their SEL skills through active engagement with their peers and practical applications in various educational scenarios .
Widespread social-emotional learning results in societal benefits such as better mental health across the community, positive and healthy interpersonal relationships, reduced violence and conflict, and the promotion of inclusivity and acceptance of diversity. This leads to healthier, more harmonious, and resilient societies .
Emotional intelligence assists individuals by enhancing intrapersonal skills such as self-awareness and self-management, which enable a person to manage their emotions better. Simultaneously, it helps lower interpersonal skills challenges by improving how one communicates and interacts with others, fostering healthier relationships and reducing conflicts .
Reflective practice enhances the development of social-emotional skills by enabling educators to evaluate their emotional responses and interactions, learn from their experiences, and adjust their teaching strategies accordingly. This continuous improvement cycle aids in personal growth and the effective management of classroom dynamics .