0% found this document useful (0 votes)
36 views15 pages

Ad Art Dyk

DYK

Uploaded by

semuapakeai
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
36 views15 pages

Ad Art Dyk

DYK

Uploaded by

semuapakeai
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

ANGGARAN DASAR DHARMAYUKTI KARINI

PEMBUKAAN
 Bahwa selama ini di Mahkamah Agung Republik Indonesia dan 4 (empat)
lingkungan Peradilan seluruh Indonesia terdapat berbagai Organisasi dan
Perkumpulan Wanita yang masing-masing mempunyai program dan
menjalankan Organisasi serta programnya secara sendiri-sendiri.
 Bahwa di Mahkamah Agung Republik Indonesia pada tanggal 18 Februari 2002
dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor
KMA/07/SK/II/2002 telah terbentuk Organisasi Wanita dengan nama
Dharmayukti Karini MARI, yaitu Organisasi Wanita yang mempunyai kegiatan
sosial di luar kedinasan bagi segenap unsur kewanitaan di Mahkamah Agung
Republik Indonesia.
 Bahwa 4 (empat) lingkungan Peradilan di seluruh Indonesia sampai saat ini
belum ada organisasi wanita yang terintegrasi dan terpadu. Organisasi wanita
yang ada, mempunyai program dan kegiatan sendiri-sendiri baik di Peradilan
Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer.
 Bahwa dalam rangka lebih mengefektifkan dan mendayagunakan berbagai
macam Organisasi dan Perkumpulan tersebut serta dalam rangka menyongsong
terselenggaranya pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman oleh 4 (empat) lingkungan
Peradilan di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia (satu atap) dan untuk
menunjang tugas kedinasan maka kami ibu-ibu dari Mahkamah Agung Republik
Indonesia dan 4 (empat) lingkungan Peradilan se Indonesia merasa terpanggil
dan memandang perlu untuk membentuk 1 (satu) Organisasi bersama agar
terjalin keterpaduan dalam langkah dan gerak kegiatan serta untuk menumbuh
kembangkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
 Bahwa atas dasar pemikiran tersebut diperlukan adanya 1 (satu) wadah
organisasi yang dapat mempererat rasa kekeluargaan tersebut dan dengan ini
disusunlah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut :

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 1|P a g e


BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU
Pasal 1
(1) Organisasi ini bernama : ”DHARMAYUKTI KARINI” yang berkedudukan di Ibu
Kota Negara Republik Indonesia.
(2) Organisasi ini didirikan pada tanggal 25 September 2002 di Surabaya untuk
jangka waktu yang tidak ditentukan.

BAB II
VISI DAN MISI
Pasal 2
(1) Visi : Terwujudnya satu Organisasi yang dapat mempersatukan ibu-ibu di
Mahkamah Agung dan seluruh Badan Peradilan di Indonesia.
(2) Misi :
a) Menjalin keterpaduan dalam langkah dan gerak kegiatan.
b) Menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan mempererat rasa
persatuan dan kesatuan.
c) Meningkatkan kesadaran berorganisasi bagi seluruh anggota.

BAB III
AZAS DAN TUJUAN
Pasal 3
(1) DHARMAYUKTI KARINI berazaskan Pancasila
(2) Dharmayukti Karini bertujuan :
a) Memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan Keluarga Besar Badan-badan
Peradilan.
b) Meningkatkan kualitas sumber daya anggota beserta keluarga.
c) Meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarga.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 2|P a g e


BAB IV
KEANGGOTAAN
Pasal 4
(1) Anggota Dharmayukti Karini terdiri dari Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan
Anggota Kehormatan.
(2) Anggota Biasa adalah :
a) Isteri para Hakim Agung, Hakim Tinggi dan Hakim Tingkat Pertama.
b) Isteri para Pejabat Struktural.
c) Isteri para Hakim Yustisial.
d) Isteri para Pejabat Fungsional.
e) Isteri para Karyawan.
f) Karyawan.
(3) Anggota Luar Biasa adalah :
a) Para Hakim Agung, Hakim Tinggi dan Hakim Tingkat Pertama Wanita.
b) Para Pejabat Struktural Wanita.
c) Para Hakim Yustisial Wanita.
d) Para Pejabat Fungsional Wanita.
e) Anggota Biasa yang suaminya sudah memasuki masa purnabakti dengan
persyaratan harus mendaftarkan diri secara resmi melalui Pengurus Cabang
Dharmayukti Karini setempat.
f) Anggota Luar Biasa pada point a, b, c dan d yang memasuki masa
purnabakti dengan persyaratan harus mendaftarkan diri secara resmi
melalui Pengurus Dharmayukti Karini setempat.
(4) Anggota Kehormatan adalah orang-orang yang berada di luar ketentuan ayat
(2) dan ayat (3) yang diangkat berdasarkan Keputusan Musyawarah Nasional
Dharmayukti Karini atas jasa-jasanya yang luar biasa terhadap Dharmayukti
Karini.

Pasal 5
Hak dan kewajiban anggota Dharmayukti Karini diatur lebih lanjut dalam Anggaran
Rumah Tangga Dharmayukti Karini.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 3|P a g e


BAB V
KEGIATAN
Pasal 6
(1) Organisasi Dharmayukti Karini mempunyai dan melaksanakan kegiatan di
bidang :
a) Organisasi.
b) Pendidikan.
c) Ekonomi.
d) Sosial Budaya.
(2) Setiap bidang kegiatan dapat dibentuk unit tersendiri sesuai dengan kebutuhan
bidang masing-masing.

BAB VI
POKOK-POKOK ORGANISASI
Pasal 7
Pusat, Daerah, Cabang
(1) Wilayah Kekuasaan Pusat meliputi seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia
yang dipimpin oleh Pengurus Pusat yang berkedudukan di Ibu Kota Negara
Republik Indonesia.
(2) Wilayah Kekuasaan Daerah meliputi Wilayah Provinsi yang dipimpin oleh
Pengurus Daerah yang berkedudukan di Ibu Kota Provinsi.
(3) Pada Mahkamah Agung status kepengurusan setingkat dengan Pengurus
Daerah.
(4) Wilayah Kekuasaan Cabang meliputi Wilayah Kabupaten/Kota yang dipimpin
oleh Pengurus Cabang dan berkedudukan di Ibu Kota Kabupaten/Kota.
(5) Pada Pengadilan Tingkat Banding status kepengurusannya setingkat dengan
Pengurus Cabang.
(6) Untuk memudahkan komunikasi antar Pengurus Daerah, dibentuk Koordinator
Wilayah.
(7) Untuk memudahkan komunikasi antar pengurus Cabang, dibentuk Koordinator
Cabang.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 4|P a g e


BAB VII
KEPENGURUSAN
Pasal 8
(1) Pengurus Pusat terdiri dari :
a) Seorang Ketua Umum.
b) 4 (empat) Orang Ketua.
c) Seorang Sekretaris Umum.
d) 4 (empat) Orang Sekretaris.
e) Seorang Bendahara Umum.
f) 1 (satu) Orang Bendahara.
g) Beberapa Biro.
h) Beberapa Koordinator Wilayah.
(2) Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung adalah Pelindung Dharmayukti
Karini.
(3) Isteri Ketua Mahkamah Agung adalah Ketua Umum Dharmayukti Karini.
(4) Pengurus Pusat bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional atas jalannya
Organisasi dan berkewajiban untuk mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran
Rumah Tangga serta Keputusan Musyawarah Nasional.

Pasal 9
(1) Pengurus Daerah terdiri dari :
a) 1 (satu) Orang Ketua.
b) 2 (dua) Orang Wakil Ketua atau 4 (empat) Orang Wakil Ketua.
c) 1 (satu) Orang Sekretaris.
d) 2 (dua) Orang Wakil Sekretaris.
e) 1 (satu) Orang Bendahara.
f) 1 (satu) Orang Wakil Bendahara.
g) Beberapa Bidang.
h) Beberapa Koordinator Cabang.
(2) Ketua dan para Wakil Ketua Mahkamah Agung adalah Pelindung Dharmayukti
Karini Mahkamah Agung Republik Indonesia.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 5|P a g e


(3) Ketua Pengadilan Tingkat Banding adalah Pelindung Dharmayukti Karini
Provinsi.
(4) Pengurus Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah atas jalannya
Organisasi.
Pasal 10
(1) Pengurus Cabang terdiri dari :
a) 1 (satu) Orang Ketua.
b) 2 (dua) Orang Wakil Ketua atau 4 (empat) Orang Wakil Ketua.
c) 1 (satu) Orang Sekretaris.
d) 2 (dua) Orang Wakil Sekretaris.
e) 1 (satu) Orang Bendahara.
f) 1 (satu) Orang Wakil Bendahara.
g) Beberapa Seksi.
(2) Ketua Pengadilan Tingkat pertama adalah Pelindung Dharmayukti Karini
Kota/Kabupaten.
(3) Ketua Pengadilan Tingkat Banding adalah Pelindung Dharmayukti Karini
Tingkat Cabang pada Pengadilan Tingkat Banding yang bersangkutan.
(4) Pengurus Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang atas jalannya
Organisasi.

Pasal 11
(1) Kedudukan Koordinator Wilayah, ditetapkan oleh Pengurus Pusat.
a) Korwil I : berkedudukan di Dharmayukti Karini Provinsi Sumatera Utara.
b) Korwil II : berkedudukan di Dharmayukti Karini Mahkamah Agung RI.
c) Korwil III : berkedudukan di Dharmayukti Karini Provinsi DKI Jakarta.
d) Korwil IV : berkedudukan di Dharmayukti Karini Provinsi Jawa Timur.
e) Korwil V : berkedudukan di Dharmayukti Karini Provinsi Kalimantan
Selatan
f) Korwil VI : berkedudukan di Dharmayukti Karini Provinsi Sulawesi
Selatan
g) Korwil VII : berkedudukan di Dharmayukti Karini Provinsi Papua.
(2) Kedudukan Koordinator Cabang, ditentukan oleh Pengurus Daerah.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 6|P a g e


BAB VIII
ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI
Pasal 12
Alat kelengkapan Organisasi terdiri dari :
(1) Musyawarah Nasional.
(2) Musyawarah Daerah.
(3) Musyawarah Cabang.

Pasal 13
(1) Musyawarah Nasional adalah Kekuasaan Tertinggi dalam Organisasi
Dharmayukti Karini.
(2) Musyawarah Nasional diselenggarakan 3 (tiga) tahun sekali oleh Pengurus
Pusat.
(3) Dalam keadaan yang mendesak atas permintaan dan persetujuan lebih dari
separuh jumlah Pengurus Daerah, Pengurus Pusat dapat mengadakan
Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB).
(4) Musyawarah Nasional adalah sah jika dihadiri oleh utusan-utusan Daerah yang
mewakili sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah daerah.

Pasal 14
(1) Musyawarah Daerah diselenggarakan tiap 3 (tiga) tahun sekali.
(2) Musyawarah Daerah diikuti oleh seluruh Pengurus Daerah dan utusan-utusan
dari setiap Cabang.
(3) Musyawarah Daerah sah apabila diikuti sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga)
dari jumlah Cabang.

Pasal 15
(1) Musyawarah Cabang diadakan setiap 3 (tiga) tahun sekali.
(2) Musyawarah Cabang diikuti oleh seluruh Anggota Cabang.
(3) Musyawarah Cabang sah apabila diikuti sekurang-kurangnya setengah tambah
satu dari jumlah seluruh Anggota Cabang.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 7|P a g e


BAB IX
KEKAYAAN
Pasal 16
Kekayaan Dharmayukti Karini diperoleh dari :
(1) Uang Iuran.
(2) Sumbangan/Donatur.
(3) Usaha lain yang sah dan tidak mengikat.

BAB X
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 17
Anggaran Dasar dapat diubah atas dasar musyawarah dan mufakat atau apabila tidak
dapat dicapai mufakat, keputusan ditentukan dengan suara terbanyak dalam suatu
Musyawarah Nasional yang dihadiri secara sah oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua
pertiga) dari jumlah Daerah.

BAB XI
PEMBUBARAN
Pasal 18
(1) Dharmayukti Karini hanya dapat dibubarkan dengan Putusan Musyawarah
Nasional yang khusus diadakan untuk itu atas dasar musyawarah dan mufakat
atau apabila tidak mencapai mufakat, keputusan ditentukan berdasarkan suara
terbanyak yang dihadiri sekurang-kurangnya ¾ (tiga perempat) dari jumlah
Daerah dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah
yang hadir setelah berkonsultasi dengan Pelindung.
(2) Musyawarah Nasional memutuskan tentang penggunaan kekayaan
Dharmayukti Karini karena pembubaran berdasarkan Ayat (1).

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 8|P a g e


BAB XII
PENUTUP
Pasal 19
(1) Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan dalam Anggaran Dasar ini, akan
diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan tidak boleh bertentangan dengan
Anggaran Dasar.
(2) Apabila suatu ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
tidak jelas atau terdapat perbedaan penafsiran, masalah ini diputus oleh
Pengurus Pusat dengan mempertanggungjawabkan pada Musyawarah Nasional
berikutnya.
(3) Anggaran Dasar Dharmayukti Karini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 9|P a g e


ANGGARAN RUMAH TANGGA DHARMAYUKTI KARINI

BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Seseorang dapat diterima menjadi Anggota Kehormatan berdasarkan Keputusan
Musyawarah nasional atas usul dari Pengurus Cabang, Pengurus Daerah atau
Pengurus Pusat.
Penerimaan sebagai Anggota Kehormatan segera diberitahukan kepada yang
bersangkutan oleh Pengurus Pusat dengan tembusan kepada Pengurus Daerah atau
Pengurus Cabang yang mengusulkannya.

Pasal 2
Setiap Anggota berhak :
(1) Memperoleh perlakuan yang sama dari organisasi.
(2) Memberikan pendapat, usul dan saran.
(3) Mengusulkan dan diusulkan, serta memilih dan dipilih sebagai Pengurus.
(4) Setiap Anggota mempunyai suara yang sama dalam Musyawarah Cabang dan
dapat dipilih untuk menduduki suatu jawaban dalam rangka Pengurus Cabang.

Pasal 3
Setiap Anggota berkewajiban :
(1) Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta seluruh
ketentuan-ketentuan Organisasi dan keputusan-keputusan Musyawarah
Nasional.
(2) Membantu Pengurus melaksanakan tugas Organisasi.
(3) Memperjuangkan kepentingan Organisasi.
(4) Mencegah setiap usaha/tindakan yang merugikan kepentingan Organisasi.
(5) Membayar Iuran.

Pasal 4

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 10 | P a g e


Anggota kehormatan dapat menjadi Narasumber dalam berbagai pembahasan dan
pemikiran tentang kemajuan organisasi (misalnya : MUNAS, RAKERNAS, Seminar,
Lokakarya) serta membina, mengarahkan dan menjaga kehormatan Organisasi.

Pasal 5
Keanggotaan Dharmayukti Karini berakhir apabila :
(1) Anggota meninggal dunia.
(2) Suami atau yang bersangkutan memasuki masa Purnabakti.
(3) Yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat atau tidak dengan hormat
dari jabatannya.

Pasal 6
Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa berkewajiban membayar iuran dengan
rincian :
(1) Golongan I dan II Rp. 500,-
(2) Golongan III Non Jabatan Rp. 1.000,-
(3) Eselon V Rp. 1.500,-
(4) Eselon IV dan III Rp. 2.500,-

(5) Hakim Tingkat Pertama Rp. 5.000,-


(6) Hakim Tingkat Banding Rp. 7.000,-
(7) Eselon II Rp. 7.000,-
(8) Eselon I Rp. 8.000,-
(9) Hakim Agung Rp. 10.000,-
(10) Pimpinan Mahkamah Agung Rp. 15.000,-

BAB II
MUSYAWARAH NASIONAL, DAERAH DAN CABANG
Pasal 7
(1) Pengurus Pusat menentukan jumlah utusan dalam Musyawarah Nasional untuk
tiap-tiap Daerah didasarkan atas pertimbangan jumlah anggotanya.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 11 | P a g e


(2) Utusan Daerah terdiri unsur Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang yang
ditetapkan oleh rapat Pengurus Daerah.
(3) Pemberitahuan untuk mengikuti Musyawarah Nasional dilakukan oleh
Pengurus Pusat, kepada Pengurus Daerah sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh)
hari sebelum Musyawarah Nasional dilaksanakan. Dalam surat pemberitahuan
disebutkan pula hal-hal yang akan dibicarakan.
(4) Tata Tertib persidangan dalam Musyawarah Nasional ditetapkan oleh Pengurus
Pusat bersama-sama dengan utusan-utusan Daerah yang mengikuti
Musyawarah Nasional.
(5) Pimpinan Musyawarah Nasional dipilih oleh Peserta Musyawarah Nasional.
Sebelum Pimpinan Musyawarah Nasional terpilih, sidang dipimpin oleh
Pengurus Pusat.
(6) Setiap Keputusan Musyawarah Nasional diambil atas dasar musyawarah dan
mufakat. Apabila tidak tercapai mufakat, maka pengambilan keputusan
dilakukan dengan suara terbanyak.

Pasal 8
(1) Dalam Musyawarah Nasional Ketua Umum membentuk Tim Formatur dengan
anggota berjumlah sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang, untuk menyusun
Personalia Pengurus Pusat.
(2) Ketua Umum sekaligus sebagai Ketua tim Formatur.

Pasal 9
(1) Musyawarah Daerah memilih Ketua yang sekaligus menjadi Ketua Tim
Formatur.
(2) Musyawarah Daerah memilih anggota Tim Formatur sebanyak-banyaknya 5
(lima) orang untuk menyusun Personalia Pengurus Daerah.
(3) Tata Tertib Musyawarah Daerah dan Tata Cara Pemilihan Pengurus Daerah
ditetapkan menurut ketentuan masing-masing Daerah.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 12 | P a g e


Pasal 10
(1) Musyawarah Cabang memilih Ketua yang sekaligus menjadi Ketua Tim
Formatur.
(2) Musyawarah Cabang memilih anggota Tim Formatur sebanyak-banyaknya 3
(tiga) orang untuk menyusun Personalia Pengurus Cabang.
(3) Tata Tertib Musyawarah Cabang dan Tata Cara Pemilihan Pengurus Cabang
ditetapkan menurut ketentuan Cabang yang bersangkutan.
Pasal 11
(1) Masa bakti Pengurus Pusat adalah 3 (tiga) tahun. Apabila dalam 3 (tiga) tahun
belum dilaksanakan Musyawarah Nasional, maka masa bakti diperpanjang
sampai dengan pemilihan Pengurus Pusat yang baru dalam Musyawarah
Nasional.
(2) Pengurus Daerah dipilih setiap 3 (tiga) tahun dalam Musyawarah Daerah,
apabila Musyawarah Daerah belum dilaksanakan, maka masa bakti
diperpanjang sampai terbentuknya Pengurus baru dalam Musyawarah Daerah.
(3) Pengurus Cabang dipilih setiap 3 (tiga) tahun dalam Musyawarah Cabang,
apabila Musyawarah Cabang belum dilaksanakan, maka masa bakti
diperpanjang sampai terbentuknya Pengurus baru dalam Musyawarah Cabang.
(4) Pengisian Pengurus Antar Waktu karena adanya lowongan/kekosongan dan
atau tidak lengkapnya pengurus dalam suatu kepengurusan baik Pengurus
Pusat, Daerah maupun Cabang akan diisi berdasarkan pemilihan secara
musyawarah dalam rapat pengurus masing-masing.

BAB III
WEWENANG DAN KEWAJIBAN PELINDUNG
Pasal 12
Pelindung bertugas untuk melindungi, membina dan memberi nasehat kepada para
Pengurus/Anggota Dharmayukti Karini untuk mencapai tujuan Organisasi
sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 13 | P a g e


BAB IV
KEKAYAAN
Pasal 13
(1) 15% (lima belas persen) dari iuran bulanan yang diterima oleh Cabang
diserahkan kepada Pengurus Pusat.
(2) 25% (dua puluh lima persen) dari iuran bulanan yang diterima oleh Cabang
diserahkan kepada Pengurus Daerah.
(3) 60% (enam puluh persen) dari iuran bulanan yang diterima oleh Cabang
dikelola oleh Pengurus Cabang.

BAB V
LAMBANG
Pasal 14
(1) Lambang Dharmayukti Karini berbentuk :
a) Oval (bulat telur), mempunyai 2 (dua) garis lingkar berwarna hijau dan
berlatar dasar kuning.
b) Bertuliskan melengkung DHARMAYUKTI pada bagian atas dan KARINI pada
bagian bawah, berwarna hijau.
c) Ditengahnya terdapat lingkaran berwarna hijau disisipi melingkar oleh 1
(satu) garis pinggir berwarna kuning, didalamnya terdapat setangkai bunga
teratai mekar dan 2 (dua) kuncup bunga teratai serta 2 (dua) daun teratai,
yang berdiri tegak di atas 4 (empat) riak air yang bergelombang.
(2) Lambang Dharmayukti Karini menggambarkan :
a) Bunga teratai :
 Merupakan symbol/lambang kesucian dimanapun berada tetap indah
dan menarik.
 Dari bunga sampai akar memiliki berbagai khasiat.
 Teratai tumbuh subur di air, terutama yang terkena cahaya matahari.
Anggota Dharmayukti Karini dimanapun dan dalam situasi apapun
harus menjadi teladan/panutan bagi masyarakat sekitarnya.
b) Lima Batang Teratai : menggambarkan Dasar Negara Republik Indonesia,
Pancasila sebagai Azas Organisasi.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 14 | P a g e


c) Empat Riak Air : melambangkan 4 (empat) lingkungan Peradilan (Umum,
Agama, Tata Usaha Negara dan Militer).
d) Bunga Mekar dan Kuncup : melambangkan harapan dan kesinambungan
generasi ke generasi, selalu ada pengkaderan di dalam Organisasi
(regenerasi).
e) Dua Daun mengarah ke atas sebagai penyangga : lambang keharmonisan
rumah tangga.
f) Warna Hijau menggambarkan Dharmayukti Karini sebagai bagian dari
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Hijau adalan Lambang Peradilan.
g) Warna Kuning : menggambarkan Keagungan.
(3) Arti Dharmayukti Karini adalah wanita yang memiliki keutamaan dalam hal
kejujuran, kebenaran dan keadilan.

BAB VI
PERATURAN PERALIHAN
Pasal 15
Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga akan ditetapkan oleh
Pengurus Pusat.

BAB VII
PENUTUP
Pasal 16
Anggaran Rumah Tangga mulai berlaku sejak ditetapkan.

AD/ART DHARMAYUKTI KARINI 15 | P a g e

You might also like