Jurnal Mutiara Ners, 90-97
EFEKTIVITAS METODE DISKUSI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
LEAFLET DAN MODUL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN
DAN SIKAP TOKOH MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN
MALARIA DI KECAMATAN KUTAMBARU
KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2015
1)
Emmy Yustina, 2)Rahayu Lubis, 3)Alam Bakti Keloko
1
Alumni Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat USU-Medan
2
Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat USU-Medan
ABSTRACT
Malaria is an ancient disease, which is that still survive to this day, which is transmitted
by the bite of Anopheles mosquito containing plasmodium, and poses a health problem
that causes anemia, lowered work productivity and even death. Cases of clinical malaria
in Langkat in the last three years has increased, which in 2010 from 47.18 per 1000
population increased to 63.79 per 1000 population in 2012. This type of research used in
this study is quasi-experimental (quasi experimental) with a pretest-posttest design,
which aim to analyze the effectiveness of the method of discussion by using the media
module and leaflets to increase the knowledge and attitudes of community leaders on the
prevention of malaria in Kutambaru Subdistrict, Langkat district. The population in this
study are all Community Leaders in Kutambaru Subdistrict, Langkat district totaling 36
people. The sample is the entire population, numbering 36 people were divided into 2
groups: 18 people for the group threat with leaflet and 18 people for the group threat
with modules. Analysis of the data using a statistical test Wilcoxon. The results of this
study showed that the average improvement of knowledge and attitude was more
effectively obtained through leaflet media compared to using modules media. It was found
out that based on the knowledge of respondents, the difference in the mean value of
leaflet media was 4.2 1and SD 1.49 and the mean values of modules media was 2,13 and
SD 1.38. In terms of the average value of the difference based on the attitude of
respondents for leaflet media was 6.34 , SD 1.49 , while for modules media was 3.32 and
SD 1.42. Thew result of statistical test showed that the value p ( 0.000 ) < α ( 0,050 ). It is
recommended that the health extension workers Puskesmas Maryke more active in
providing health education to the community leaders on the prevention of malaria by
using media modules and leaflets.
Keywords: Leaflet, Module, Community Leaders, Malaria
1. PENDAHULUAN yang masih bertahan sampai saat ini.
Malaria masih menjadi masalah Penyakit malaria ditularkan oleh gigitan
kesehatan masyarakat yang nyamuk anopheles yang mengandung
menyebabkan kematian terutama pada plasmodium, dan dapat menyebabkan
kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anak kematian (Aris Santjaka, 2013).
balita, ibu hamil. Secara langsung Angka kesakitan malaria secara
malaria dapat menyebabkan anemia dan Nasional selama tahun 2005–2013
menurunkan produktivitas kerja. cenderung menurun dengan angka
Penyakit malaria yang dikenal sebagai kesakitan 4,1 per 1.000 penduduk
ancient disease yaitu penyakit kuno berisiko pada tahun 2005 menjadi 1,38
90
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2
Jurnal Mutiara Ners, 90-97
per 1.000 penduduk berisiko pada tahun 13 wilayah kerja Puskesmas. Pada
2013. Namun secara Nasional belum tahun 2005, kejadian malaria terbanyak
mencapai target Rencana Strategi terjadi di wilayah pesisir Langkat yang
Kementerian Kesehatan. Target sering disebut Langkat Hilir. Namun
Rencana Strategi Kementerian mulai tahun 2009, dari data diperoleh
Kesehatan untuk angka kesakitan bahwa insiden malaria ditemukan di
malaria API tahun 2013 adalah 1,25 daerah pegunungan dan dataran tinggi
per 1.000 penduduk berisiko. Dengan yang termasuk dalam wilayah Langkat
demikian cakupan API 2013 tidak Hulu. Salah satunya wilayah endemis
mencapai target Renstra 2013 (Depkes malaria tersebut berada di Kecamatan
RI, 2014). Kutambaru yang berada di wilayah
Kasus malaria klinis atau AMI kerja Puskesmas Maryke. Angka
(Annual Malaria Incidence) 4 tahun Kejadian Malaria di Kabupaten Langkat
terakhir di Propinsi Sumatera Utara khususnya Kecamatan Kutambaru
cenderung mengalami peningkatan. setiap tahunnya meningkat, dikarenakan
Pada tahun 2010 AMI sebesar 27,77 per situasi dan kondisi lingkungan yang
1000 penduduk meningkat menjadi berada di dataran tinggi dan
36,09 per 1000 penduduk pada tahun pegunungan serta curah hujan yang
2012. Untuk angka SPR (Slide Positive cukup tinggi menjadikan wilayah
Rate) dari 36,09% pada tahun 2010 kecamatan kutambaru menjadi salah
meningkat menjadi 38,51% pada tahun satu daerah endemis malaria. Kasus
2012. Sementara itu API (Annual malaria klinis di Kabupaten Langkat
Paracite Incident) per 1000 penduduk pada tiga tahun terakhir mengalami
untuk Sumatera Utara mencapai angka peningkatan, dimana kasus malaria
0,84 pada tahun 2012 dan meningkat klinis pada tahun 2010 dari 47,18 per
menjadi 1,3 pada tahun 2013 (Depkes 1000 penduduk meningkat menjadi
RI, 2014). 63,79 per 1000 penduduk ditahun 2012.
Malaria merupakan salah satu (Profil Langkat, 2013).
penyakit menular yang upaya Untuk angka SPR (Slide Positive
penurunan kasusnya terkait komitmen Rate) terjadi juga peningkatan yang
internasional dalam MDGs. Kabupaten berarti dari 39,0% pada tahun 2010
yang merupakan daerah endemis meningkat menjadi 58,30% pada tahun
penyakit malaria di Provinsi Sumatera 2012. Kasus malaria klinis di wilayah
Utara adalah Asahan, Labuhan Batu, kerja Puskesmas Maryke pada 3 tahun
Langkat, Karo, Tapanuli Selatan, terakhir terjadi peningkatan, dimana
Mandailing Natal, Nias, dan Nias AMI 22,81 per 1000 penduduk tahun
Selatan. Adapun 10 Penyakit terbesar di 2010 meningkat menjadi 22,91 per
Kabupaten Langkat adalah ISPA, diare, 1000 penduduk tahun 2011, dan
hypertensi, malaria klinis, batuk rejan, meningkat lagi menjadi 27,01 tahun
DBD, Diare berdarah, TB BTA+, Tifus 2012. Selama kurun waktu 3 tahun
Perut dan Malaria Falciparum. Empat berturut-turut AMI di wilayah
jenis penyakit terbesar yakni ISPA, Puskesmas Maryke berada pada urutan
Diare, hypertensi dan malaria klinis ke 6 dari 10 Puskesmas yang ada di
trendnya relatif mengalami peningkatan Kabupaten Langkat. Dilihat AMI di 3
dari tahun 2009 ke 2011. (Dinkes Kab desa yang ada tidak menunjukkan
Langkat 2012). penurunan yang berarti, bahkan ada
Pada tahun 2011, dari 23 satu desa yang AMI masih diatas 90 per
kecamatan yang ada di Kabupaten 1000 penduduk (Kemenkes RI, 2013).
Langkat, 11 kecamatan diantaranya Di Kecamatan Kutambaru, kejadian
merupakan daerah endemis malaria. malaria semakin meningkat terutama
Dari 11 kecamatan tersebut mencakup bila musim hujan tiba, sekitar bulan Juli
91
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2
Jurnal Mutiara Ners, 90-97
sampai Desember setiap tahunnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah
Pasien yang berobat ke Puskesmas untuk menganalisis efektivitas metode
Maryke yang telah ditest positif diskusi dengan menggunakan media
malaria setiap tahunnya semakin leaflet dan modul terhadap peningkatan
meningkat. Selama tahun 2014, melalui pengetahuan dan sikap tokoh
catatan pasien rawat jalan dan rawat masyarakat tentang pencegahan malaria
inap yang ada di Puskesmas Maryke, di Kecamatan Kutambaru Kabupaten
diperoleh data pasien malaria berjumlah Langkat.
263 orang. Berdasarkan latar belakang diatas,
Pencegahan malaria, tidak hanya maka permasalahan dalam penelitian ini
menjadi tugas dan tanggung jawab adalah belum diketahuinya efektivitas
petugas kesehatan, namun menjadi metode diskusi dengan menggunakan
tugas dan tanggung jawab seluruh media leaflet dibandingkan dengan
lapisan masyarakat. Tingkat media modul dalam meningkatkan
pengetahuan menjadi salah satu faktor pengetahuan dan sikap tokoh
yang mempengaruhi masyarakat dalam masyarakat dalam pencegahan malaria
keikutsertaannya dalam upaya di Kecamatan Kutambaru Kabupaten
pencegahan malaria. Dalam penelitian Langkat.
Afridah tahun 2009, diperoleh hasil
dimana dari 110 penderita malaria 2. METODE PENELITIAN
tercatat 52,7% memiliki pengetahuan Jenis penelitian yang digunakan
yang rendah tentang pencegahan dalam penelitian ini adalah eksperimen
malaria yang benar. semu (quasi experiment). Lokasi
Upaya Promosi Kesehatan rutin penelitian adalah wilayah kerja
dilakukan dalam rangka memberantas Puskesmas Maryke Kecamatan
malaria. Tokoh masyarakat memiliki Kutambaru Kabupaten Langkat.
peran yang cukup dalam membantu Alasan pemilihan lokasi ini karena
penyampaian pesan kepada masyarakat. wilayah tersebut merupakan daerah
Salah satu peran tokoh masyarakat endemis malaria, dan belum pernah
adalah sebagai motivator untuk dilakukan penelitian yang sama di
mendorong masyarakat dengan cara kecamatan tersebut.
membujuk masyarakat agar ikut serta Penelitian ini dimulai dari
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang pengumpulan data sekunder,
diprogramkan. Berbagai penelitian identifikasi masalah, penelusuran
dengan menggunakan metode-metode kepustakaan, penentuan judul,
dan media promosi kesehatan sudah penyusunan proposal, seminar proposal,
dilakukan di beberapa tempat di penelitian, pengolahan data, penyajian
Indonesia. Upaya pemberantasan data, pembahasan, kesimpulan dan
penyakit malaria di Kabupaten Langkat saran dan penyusunan hasil penelitian.
pada umumnya dan wilayah puskesmas Rencana tersebut akan dilaksanakan
Maryke Kecamatan Kutambaru pada pada bulan Februari 2015 - Februari
khususnya telah dilakukan sesuai 2016. Populasi penelitian adalah
program yang ada. Upaya pencegahan keseluruhan subjek penelitian Populasi
yang dilakukan berupa kegiatan dalam penelitian ini adalah seluruh
pengendalian vektor, pembagian tokoh masyarakat yang ada di
kelambu, pemeriksaan jentik, Kecamatan Kutambaru Kabupaten
melakukan pengobatan pada penderita Langkat yang berjumlah 36 orang.
klinis maupun penderita dengan
konfirmasi laboratorium, dan
melibatkan sektor terkait serta
peningkatan peran serta masyarakat.
92
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2
Jurnal Mutiara Ners, 90-97
3. HASIL DAN PEMBAHASAN (27,8%) dan bersikap cukup 10 orang
a. Diskusi tentang Pencegahan (55,6%).
Malaria dengan Media Leaflet Hal ini sejalan dengan penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Farida (2010),
diketahui bahwa semua item pertanyaan dimana diperoleh hasil bahwa
pengetahuan mengalami peningkatan, pembelajaran menggunakan bahan ajar
dimana sebelum diskusi, sebagian besar leaflet berpengaruh signifikan terhadap
pengetahuan responden pada kategori pengetahuan siswa pada materi pokok
kurangdengan jumlah 13 orang sistem peredaran darah [Link]
(72,2%).Dan setelah diberikan tersebut juga sejalan dengan penelitian
perlakuan, responden berpengetahuan Pardela (2015) yang membuktikan
baik berjumlah 10 orang (55,6%). bahwa dari analisa bivariat didapatkan
Setelah diskusi diketahui bahwa pada hasil ada pengaruh penyuluhan dengan
kelompok leaflet terjadi peningkatan menggunakan leaflet terhadap tingkat
pengetahuan antara 19,1% sampai pengetahuan siswa SD Budi Mulia Dua
55,6%, dapat dilihat pada tabel berikut : Yogyakarta dengan nila p<0.005.
Dari hasil penelitian, diperoleh nilai
Tabel 1. Frekuensi Tingkat Sikap rata-rata pengetahuan tokoh masyarakat
Responden pada Pretest dan Posttest sebelum perlakuan diskusi dengan
pada Kelompok Diskusi dengan media leaflet adalah 8,8, dan sesudah
Media Leaflet dan Modul perlakuan meningkat menjadi 13,1 pada
post test. Hal ini menunjukkan bahwa
Pretest Posttest terjadi peningkatan pengetahuan tentang
Sikap pencegahan malaria sesudah pemberian
n % n %
Media Leaflet perlakuan dengan media leaflet.
Baik 0 0,0 11 61,1 Perbedaan pengetahuan tokoh
masyarakatdilihat dari hasil statistik
Cukup 6 33,3 5 27,8
dengan menggunakan uji Wilcoxon,
Kurang 12 66,7 2 11,1
nilai p < α (0,05) yang artinya terdapat
Media Modul
perbedaan yang bermakna antara
Baik 0 0,0 5 27,8 pengetahuan tokoh masyarakat tentang
Cukup 5 27,8 10 55,6 pencegahan malaria sebelum dan
Kurang 13 72,2 3 16,7 sesudah pemberian perlakuan dengan
media leaflet.
Berdasarkan tabel di atas diketahui Sebelum mendapat perlakuan
bahwa terjadi peningkatan sikap secara diskusi dengan media leaflet, sebagian
signifikan sebelum dan sesudah besar responden menjawab tidak
pemberian perlakuan baik dengan media [Link] diskusi dengan media
leaflet maupun dengan media modul. leaflet, pada posttestdapat terlihat
Sebelum pemberian perlakuan diketahui adanya perubahan sikap. Berdasarkan
bahwa sebagian besar responden tingkatan sikap responden diketahui
bersikap kurang dengan jumlah 12 orang bahwa sebelum pemberian perlakuan
(66,7%) pada kelompok leaflet dan 13 diketahui bahwa sebagian besar
orang (72,2%) pada kelompok modul. responden bersikap kurang dengan
Setelah diberikan perlakuan diskusi, jumlah 12 orang (66,7%). Setelah
diketahui bahwa sebagian besar diberikan perlakuan diskusi, diketahui
responden bersikap baik dengan jumlah bahwa sebagian besar responden
11 orang (61,1%) pada kelompok leaflet, bersikap baik dengan jumlah 11 orang
sedangkan pada kelompok modul (61,1%).
bersikap baik dengan jumlah 5 orang Dari hasil dapat dilihat bahwa
terdapat perbedaan nilai rata-rata sikap
93
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2
Jurnal Mutiara Ners, 90-97
tokoh masyarakat sebelum dan sesudah pencegahan malaria sesudah pemberian
perlakuan diskusi dengan menggunakan perlakuan dengan media modul.
media leaflet yaitu dari 51,86 meningkat Hal ini sejalan dengan penelitian
menjadi 58,12 pada post test. Hal ini yang dilakukan oleh Ramawati (2013)
menunjukkan terjadi peningkatan sikap Dari hasil ,didapatkan hubungan yang
tokoh masyarakat tentang pencegahan sangat bermakna antara penggunaan
malaria sesudah perlakuan dengan modul dengan pengetahuan ibu tentang
menggunakan media leaflet. manajemen laktasi pasca melahirkan (p
Dari hasil tersebut dapat = 0,000) dan efektivitas penggunaan
disimpulkan bahwa terjadi peningkatan modul dalam meningkatkan
pengetahuan dan sikap setelah diberikan pengetahuan ibu tentang manajemen
perlakuan diskusi dengan menggunakan laktasi pasca melahirkan sebesar 75%.
media leaflet. Hal ini dapat memberikan Menurutnya, modul bisa digunakan
gambaran bahwa diskusi dengan media sebagai salah satu cara untuk
leaflet cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang
meningkatkan pengetahuan dan sikap manajemen laktasi pasca melahirkan dan
tokoh masyarakat Kecamatan sangat bermanfaat untuk para ibu agar
Kutambaru tentang pencegahan malaria. dapat memberikan ASI secara eksklusif
Respon yang positif dari tokoh kepada bayi selama 6 bulan.
masyarakat dan isi leaflet yang singkat Hasil penelitian juga sejalan dengan
dan padat dapat menjadi penyebab penelitian Novita (2014), dimana dalam
terjadinya peningkatan pengetahuan dan penelitiannya diperoleh hasil bahwa
sikap setelah perlakuan. terdapat ada peningkatan yang
signifikan pada pengetahuan seksual
b. Diskusi tentang Pencegahan siswa yang mendapat perlakuan dengan
Malaria dengan Media Modul menggunakan media modul. Sehingga
Berdasarkan hasil penelitian menurut peneliti, pemanfaatan modul
diketahui bahwa semua item pertanyaan efektif dalam meningkatkan
pengetahuan mengalami peningkatan, pengetahuan seksual sehat siswa SMP.
dimana sebelum diskusi sebagian besar Berdasarkan hasil penelitian
pengetahuan responden pada kategori diketahui bahwa, responden yang
kurang. Setelah diskusi diketahui bahwa mendapat perlakuan diskusi dengan
terjadi peningkatan pengetahuan media modul pada pretest, sebagian
responden dimana jumlah responden besar responden menjawab tidak setuju.
yang menjawab dengan tepat masing- Setelah diskusi diketahui bahwa terjadi
masing pertanyaan bertambah. perubahan sikap tokoh masyarakat yang
Sebelum diskusi diketahui bahwa mendapat perlakuan dengan
sebagian besar tokoh masyarakat menggunakan media modul pada
berpengetahuan kurang dengan jumlah posttest.
14 orang (77,8%). Setelah diskusi, Dari hasil penelitian, diperoleh data
diketahui bahwa sebagian besar bahwa sebelum diskusi diketahui bahwa
responden berpengetahuan cukup sebagian besar responden bersikap
sebanyak 11 orang (61,1%). kurang dengan jumlah 13 orang
Dari hasil diperoleh nilai rata-rata (72,2%). Setelah diberikan perlakuan
pengetahuan tokoh masyarakat sebelum diskusi, diketahui bahwa sebagian besar
perlakuan diskusi dengan media modul responden bersikap baik berjumlah 5
adalah 9,32, dan sesudah perlakuan orang (27,8%) dan bersikap cukup 10
meningkat menjadi 11,31 pada post test. orang (55,6%).
Hal ini menunjukkan bahwa terjadi Berdasarkan tingkatan sikap
peningkatan pengetahuan tentang responden diketahui bahwa perbedaan
nilai rata-rata sikap tokoh masyarakat
94
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2
Jurnal Mutiara Ners, 90-97
sebelum dan sesudah perlakuan diskusi c. Perbedaan Efektivitas Diskusi
dengan menggunakan media modul tentang Pencegahan Malaria
yaitu dari 52,16 meningkat menjadi dengan Media Leaflet dan Modul
55,34 pada post test. Hal ini
menunjukkan terjadi peningkatan sikap Tabel 2. Perbandingan Nilai Rata-
tokoh masyarakat tentang pencegahan rata Diskusi dengan Media Leaflet
malaria sesudah perlakuan dengan dan Media Modulterhadap Sikap
menggunakan media modul. Responden
Hal tersebut sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Sutiyono Media Std.
Mea
(2013), dimanaBerdasarkan Uji Penyuluha n Deviatio P
n
Ketuntasan Belajar setelah siswa n n
memperoleh pembelajaran dengan Leaflet 36 6.34 1.49 <0,00
menggunakan modul, terlihat bahwa Modul 36 3.32 1.42 1
ketuntasan belajar kedua kelompok
berbeda secara signifikan. Dari hasil Berdasarkan tabel diatas dapat
diperoleh rata-rata prestasi belajar dilihat bahwa nilai rerata pada selisih
kelompok eksperimen sebesar 7.80 sikap responden untuk media leaflet
dimana rata-rata tersebut lebih besar dari sebesar 6,34 dan standar deviasi sebesar
batas nilai tuntas belajar yaitu 7.00 yang 1,49, sedangkan modul sebesar 3,32 dan
berarti belajar telah mencapai ketuntasan Standar deviasi sebesar 1,42 dengan
belajar. hasil uji statistik menunjukan bahwa
Hasil tersebut juga sejalan dengan nilaip(0,000) < α (0,05), artinya bahwa
penelitian yang dilakukan oleh Purwanti ada perbedaan nilai rata-rata
(2012), hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan sikap antara media leaflet
adanya peningkatan efektivitas belajar dengan modul, artinya diskusidengan
siswa. Peningkatan ini ditunjukkan menggunakan media leaflet lebih efektif
dengan meningkatnya persentase dibandingkan dengan moduldalam
pemahaman siswa dari 68% menjadi meningkatkan sikaptokoh masyarakat
95,33%, aspek penyelesaian soal dari tentang pencegahan malaria di
51,67% menjadi 86,33%. Kecamatan Kutambaru Kabupaten
Dalam Peraturan Kepala Lembaga Langkat.
Administrasi Negara Nomor 5 Tahun Berdasarkan hasil penelitian
2009, modul diartikan sebagai unit diketahui bahwa sebelum diskusi tidak
terkecil dari sebuah mata pelajaran, yang ada perbedaan antara pengetahuan dan
dapat berdiri sendiri dan dipergunakan sikap tokoh masyarakatpada kelompok
secara mandiri dalam proses media leaflet dan modul, dan setelah
pembelajaran yang bertujuan untuk diskusi ada perbedaan antara
meningkatkan efisiensi dan aktivitas pengetahuan dan sikap tokoh
pembelajaran. masyarakatpada kelompok diskusi
dengan media modul dan leaflet.
Sebelum diskusi dengan media
leaflet, tokoh masyarakat yang
berpengetahuan baik 2 orang (11,1%)
dan setelah diskusi meningkat menjadi
10orang (55,6%), sedangkan pada tokoh
masyarakatpada kelompok media
modul, sebelum diskusi tidak ada tokoh
masyarakat yang berpengetahuan baik
(0,0%), setelah diskusi menjadi 5 orang
(27,8%) yang berpengetahuan baik.
95
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2
Jurnal Mutiara Ners, 90-97
Perbedaan pengetahuan tokoh karakteristik pendidikan, responden
masyarakat dilihat dari hasil statistik terbanyak terdapat pada tingkat
dengan menggunakan uji Wilcoxon, pendidikan minimal D3 sebanyak 12
nilai p < α (0,05) yang artinya terdapat orang (66,7%) pada kelompok leaflet
perbedaan yang bermakna antara dan sebanyak 10 orang (55,6%) pada
pengetahuan tokoh masyarakat tentang kelompok modul. Hal tersebut berarti
pencegahan malaria sebelum dan bahwa Leaflet lebih singkat, sehingga
sesudah pemberian perlakuan dengan pesan yang ada di dalam leaflet tersebut
media leaflet. lebih mudah diserap oleh individu yang
Berdasarkan kategori sikap membacanya. Sedangkan modul lebih
diketahui bahwa sebelum penyuluhan tebal dan panjang penjabaran pesan yang
kedua kelompok bersikap kurang pada hendak disampaikan, sehingga
kelompok leaflet sebanyak12 orang membutuhkan waktu yang lebih lama
(66,7%) dan media modul sebanyak 13 bagi individu yang ingin
orang (72,2%). Setelah diskusi dengan mempelajarinya.
medialeaflet diketahui bahwa pada Pesan tentang pencegahan malaria
tokoh masyarakat bersikap baik dengan dapat dilakukan dengan mengadakan
jumlah 11 orang (61,1%), sedangkan diskusi terhadap para tokoh masyarakat.
pada media modul diketahui bahwa Tokoh masyarakat merupakan kelompok
tokoh masyarakat bersikap baik yang memiliki peranan di desa dan
sebanyak 5 orang (27,8%) dan bersikap berinteraksi langsung terhadap
cukup sebanyak 10 orang (55,6%). masyarakat. Hal ini dapat menjadi salah
Dari uraian di atas dapat diketahui satu alasan untuk dapat memberdayakan
bahwa media leaflet lebih efektif para tokoh masyarakat dalam membantu
dibanding media modul. Peningkatan program pencegahan penyakit
pengetahuan dan sikaptokoh masyarakat khususnya malaria. Pemberdayaan
yang mendapat perlakuan dengan tersebut dapat dilakukan dengan
menggunakan media leaflet lebih tinggi sosialisasi terhadap para pokoh
dibandingkan dengan tokoh masyarakat masyarakat melaluidiskusi dengan
yang mendapat perlakuan dengan menggunakan media untuk
menggunakan media modul, disebabkan meningkatkan pengetahuan dan sikap.
karena pada media leaflet isi pesan lebih Pengetahuan dan sikap tokoh
singkat dan jelas, serta mudah masyarakat tentang pencegahan malaria
dimengerti, sehingga tokoh masyarakat ini sangat perlu untuk ditingkatkan agar
lebih dapat memahami isi pesan mereka mampu menyampaikan
dibandingkan dengan modul yang lebih informasi tersebut kepada masyarakat
tebal, berisikan informasi yang lebih disekitarnya untuk membantu
panjang dan membutuhkan waktu yang menurunkan kejadian malaria di
lebih lama untuk mempelajarinya Kecamatan Kutambaru. Setelah
sehingga dapat menyebabkan tokoh diadakan penelitian ini, diperoleh
masyarakat malas untuk membaca kesimpulan bahwa media leaflet lebih
modul tersebut. efektif dibandingkan dengan modul
Dalam penelitian, diketahui bahwa dalam meningkatkan pengetahuan dan
responden dikategorikan berdasarkan sikap tokoh masyarakat, sehingga hal
karakteristik umur dan pendidikan. tersebut dapat digunakan selanjutnya
Secara keseluruhan, responden untuk menjalankan program pencegahan
terbanyak terdapat pada usia 21-30 malaria.
tahun sebanyak 8 orang (44,5%) pada Dengan adanya penelitian ini
kelompok leaflet dan terdapat pada usia diharapkan agar tokoh masyarakat yang
31-40 tahun sebanyak 9 orang (50%) telah mendapat informasi tentang
pada kelompok leaflet. Sedangkan pada pencegahan malaria mampu
96
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2
Jurnal Mutiara Ners, 90-97
membagikan ilmu yang didapat kepada memberikan pelatihan-
masyarakat. Selain itu tokoh masyarakat pelatihan.
dapat lebih aktif lagi dalam
penyampaian informasi terkait 6. DAFTAR PUSTAKA
pencegahan malaria kepada masyarakat
yang memiliki lingkungan yang endemis Aris Santjaka, 2013. Malaria Pendekatan
malaria. Model Kausalitas. Edisi
Ketiga. Jogjakarta; Nuha
4. KESIMPULAN Medika.
1. Terjadi peningkatanm
pengetahuan dan sikap setelah Depkes RI, 2014, Profil Kesehatan
diskusi baik dengan media Indonesia tahun 2013,
leaflet maupun modul. Sebelum Jakarta.
diskusi, sebagian besar tokoh Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat,
masyarakat berpengetahuan 2012. Profil Kesehatan
kurang, bersikap kurang Kabupaten Langkat tahun
terhadap pencegahan malaria 2011, Stabat.
dan setelah diskusi, sebagian
besar responden berpengetahuan Kementerian Kesehatan, 2011. Buku
cukup dan baik, bersikap cukup Saku menuju eliminasai
dan baik tentang malaria. Malaria. Jakarta.
2. Diskusi dengan media leaflet
lebih efektif meningkatkan Novita S.N, 2014. Skripsi : Efektivitas
pengetahuan dan sikap tokoh Pemanfaatan Modul
masyarakattentang pencegahan Bimbingan Seksual
malaria dibandingkandengan DalamMeningkatkanPengeta
modul. huan Seksual Sehat Pada
Siswa SMP. Jurusan
5. SARAN Bimbingan dan Konseling,
1. Bagi pihak Kecamatan agar Fakultas Ilmu Pendidikan,
dapat membantu memfasilitasi Universitas Negeri Malang.
para tokoh masyarakat
sehingga para tokoh Profil Langkat, 2013. Iklim dan
masyarakat mau dan mampu Wilayah, diakses 20 Februari
menyampaikan informasi yang 2015;
mereka peroleh kepada [Link]
masyarakat di desa masing- [Link]
masing.
2. Bagi tokoh masyarakat agar Purwanti, 2012. Penggunaan Media
lebih aktif dalam mencari dan Modul Pembelajaran Untuk
menyampaikan informasi Meningkatkan Efektivitas
tentang pencegahan malaria Pembelajaran Persamaan
kepada masyarakat di desa Lingkaran Bagi Siswa Kelas
masing-masing Xi/Ipa SMA Negeri 3 Bantul.
3. Bagi dinas Kesehatan agar Bantul.
lebih memperhatikan tokoh
masyarakat yang dapat Ramawati, 2013. Efektivitas Modul
diberdayakan dan untuk Manajemen Laktasi
diikutsertakan dalam program Pasca Melahirkan. Jurnal
pencegahan penyakit Kesehatan vol.8 no.1 tahun
khususnya malaria dengan 2013. Jakarta.
97
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2
Jurnal Mutiara Ners, 90-97
Sutiyono, 2013. Efektifitas Penggunaan
Modul Pembelajaran Terhadap
Ketuntasan Belajar Sistem Rem
Pada Siswa Kelas Xi Smkn 1
Purworejo. Jurnal Kesehatan
vol.1 no 1 tahun 2013. Jakarta.
98
Jurnal Mutiara Ners Juli 2018, Vol.1 No.2