Management Studies and Entrepreneurship Journal
Vol 4(6) 2023 : 8031-8039
Thei Effecti Ofi Capitali Adequacyi iRatio, iLiquidity, iCredit Risk, And Cost Efficiencyi
Oni Financial Performance Ini Bankingi Companiesi Listedi OniThe
IndonesiaiStockiExchangei2019-2021
Pengaruhi Rasioi KecukupaniModal, iLikuiditas, iRisikoi Kredit, DaniEfisiensi
BiayaiTerhadap KinerjaiKeuangan PadaiPerusahaan PerbankaniYangiTerdaftar
DiiBursaiEfekiIndonesiai2019-2021
Shavania Febriekasari1*, Sri Sudarsi2
Universitas Stikubank Semarang1,2
[email protected],
[email protected]*Coresponding Author
ABSTRACTu
Thisi studyi uses thei variables CapitaliAdequacyiRatio (CAR), iLiquidity (LDR), CreditiRisk (NPL), andiCost
Efficiencyi(BOPO) as independent variables. Theidependentivariable usediis FinancialiPerformance (ROA). Thisi study
aimed toi analyzei the effect ofiindependentivariables ofi the Financiali Performance (ROA). The population are alli
bankingi companiesi listedi oni the Indonesiai Stocki Exchange (IDX) 2019 - 2021. Theidata sourcei fromi the Annuali
Financial Reportsi of banking companiesi listed onithe IDX. The samplei used ini this studyi were 46 bankingi
companiesi listedi oni thei Indonesiai Stocki Exchange (IDX) withi a purposive sampling techniques. Testingi hypothesis
ini thisi studyi usingi multiple regression analysis (Multiple Regression) and thei software usedv is IBM SPSS Statistics
version 25. Thei resultsi iof thei studyi iafter partiali hypothesisi testi showed that ithe Capital Adequacy Ratio had
significant positive effect on Financial Performance, Liquidity and Credit Risk had no significant effect on Financial
Performance and Cost Efficiency had negativei andisignificant effection Financial Performance.
Keywords: CapitaliAdequacy Ratio, Liquidity, CreditiRisk, and CostiEfficiency, Financial Performance
Abstraki
Penelitiani inii menggunakani variabeli RasioiKecukupaniModal, iLiquiditas, iRisiko Kredit,idan Efisiensii Biayai
sebagaiivariabel iindependen. Variabelidependeniyang digunakaniiadalah KinerjaiiiKeuangan (ROA). Penelitian ini
bertujuani untuki menganalisisi ipengaruh variabeli independeni terhadap Kinerja Keuangan (ROA). Populasi dalam
penelitiani iniiadalah iseluruh perusahaan iperbankan yangi iterdaftar dii Bursai Efeki Indonesiai (BEI) tahun 2019 –
2021. Sumberidata berasalidari laporanikeuanganitahunan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI). Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini
menggunakan analisis regresi berganda dan perangkat lunak yang digunakan adalah IBM SPSS statistic versi 25. Hasil
penelitian setelah uji hipotesis parsialimenunjukkan bahwaiCAR iberpengaruh ipositif dan isignifikan terhadapi iROA,
LDR dan iNPL tidak iberpengaruh terhadapi iROA, dani BOPOi berpengaruhi negative isignifikan terhadapiROA.
Kata Kunci: Rasio Kecukupan Modal, Likuiditas, Risiko Kredit, Efisiensi Biaya, Kinerja Keuangan
1. Pendahuluan
Bank memiliki peranan strategis sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan dalam
perekonomian Negara. Bank juga berperan dalam menjaga stabilitas perekonomian dan
memperkuat sistem keuangan. Fungsi bank sebagai agent of trust membuat bank
membutuhkan kepercayaan dari masyarakat untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Salah
satu cara bank menjaga kepercayaan masyarakat adalah dengan menjaga kinerja keuangannya.
Jika bank memiliki kinerja yang baik maka dapat menarik masyarakat serta investor unutk
berinvestasi sehingga bank bisa bersing dengan antar lembaga lainnya. Menurut Sawir (2001),
kinerja bank dipengaruhi oleh enam indikator keuangan sebagai proksi yaitu, profitabilitas,
efisiensi operasional, risiko likuiditas, pertumbuhan, kualitas asset, risiko kredit, serta modal.
Salah satu tantangan yang sering menjadi permasalahan adalah adanya tingkat profitabiitas
yang menurun sehingga terjadi penurunan kinerja. Bank Indonesia dan Badan Penyehatan
Perbankan Nasional (BPPN) berupaya untuk menjaga dan mengawasi kinerja masing-masing
bank dengan melakasanakan program restrukturisasi perbankan. Tingginya peran perbankan
Copyright © 2023 THE AUTHOR(S). This article is distributed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial
4.0 International license, http://journal.yrpipku.com/index.php/msej
Febriekasari & Sudarsi, (2023) MSEJ, 4(6) 2023: 8031-8039
bagi pertumbuhan ekonomi, sangat penting bagi bank untuk menjaga kinerjanya.
Penilaianiiiikinerjaiiikeuangan bank dapat menggunakaniiiiindikator profitabilitas dengan
ReturniiiOniiiAssets (ROA) sebagai rasionya. ROA digunakaniiiuntuk mengukur
kemampuaniiiperusahaan dalamiiiimenghasilkaniiiilaba diiiimasa lampau dan diproyeksikan
diiimasa yang akan datang. ROA penting bagi bank, semakiniitinggi ROAiimaka
akanisemakinibaikikinerja suatuibank.
Rasioikecukupan modal (CAR) iadalah cadangan modali yangi dimilikis olehi banki iuntuk
menunjangi risiko kerugiani financial yangi timbul dari asset yangi berisikoh. Jika bank memiliki
basis modal yang kuat, bank dapat melakukan penambahan jumlah kredit dengan profil risiko
rendah. Dengan adanya penambahan jumlah kredit tersebut maka bank dapat menghasilkan
laba. Berdasarkan peraturan Bank Indonesia No. 9/13/PBI/2007 banki di Indonesia wajib
menyediakan modali minimumi sebesar 8%. Jadi, semakin tinggi CARi yangi dimilikihbank makai
kinerjai banki akani semakini baik.
Likuiditas adalahi rasio yangi digunakan untuk mengukur likuiditas bank dilihat dari
aktiva lancar terhadap hutang lancarnya. Likuiditas diproksikan dengan rasio Loani toi iDeposit
Ratioi (LDR). Bank Indonesia menetapkan standar iLDR yang ideal isebesar 80% - 94%. Nilai LDR
yang tinggi mengindikasikan bahwa bank optimal dalam melakukan ekspansi kedit sehingga
dapat menghasilkan laba bagi bank.
Risiko kredit adalah adalah irisiko iyang timbuli akibati adanya inilai jaminan yangi tidak
memenihi ketentuan dan nasabah tidak tepat waktu dalam melunasi hutang-hutangnya
sehingga terjadi kredit macet. Risikoi Krediti diproksikani dengani irasio Non Performing Loan
(NPL). Berdasarkan peraturan Bank Indonesia No. 15/2/PBI/2013, batas maksimum NPL adalah
5%. Semakinitinggi persentase iNPL yang dimiliki bank maka akan semakin sulit bank dalam
menghasilkan laba.
Efisiensi Biaya adalah pengoptimalan dana yang dimiliki untuk aktivitas usaha dalam
rangka meminimalisir biaya untuk meningkatkan jumlah output yang dihasilkan. Efisiensi Biaya
diproksikan dengan rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Batas maksimum
BOPO adalah 90%. Semakin rendah rasio BOPO maka laba yang di dapat bank akan semakin
besar karena bank dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan pendapatannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruhi irasio
kecukupani imodal, ilikuiditas, risikoUkredit, danEefisiensiBbiayaTterhadap kinerja keuangan
bank periode tahun 2019 – 2021. iPopulasi yangi digunakani yaitu seluruhi iperusahaan
perbankani yangi terdaftari di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019 – 2021.
2. Tinjauan Pustaka
Kinerja Keuangan
Kinerjahkeuangansadalah pencapaiani hasil kerjai suatu bank dalami iperiode tertentu
dani dicatat dalami bentuki laporani keuangan. Hal yang penting untuk dapat menjalankan
bisnisnya yaitu dengan kinerja yang baik karena kinerja keuangan digunakan sebagai cerminan
dalam mengalokasi dan mengelola sumber dana yang dimiliki oleh perusahaan (Bastian dan
Suhardjono, 2006).
Kinerja bank yang baik dapat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat, karena
masyarakat memilih bank dengani laporani kinerjai keuangani yangi baik dengani alasani tingkati
risikoi yangi akani dihadapii akani lebihi kecil. Penilaian kinerjai dapat menggunakan indikatori
iprofitabilitas. Profitabilitas digunakan untuk mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh
dalam suatu periode tertentu dan produktivitas penggunaan dana perusahaan yang digunakan
baik modal pinjaman maupun modal sendiri yang dapat digunakan oleh investor maupun calon
investor sebagai dasar pengambilan keputusan (Kasmir, 2019).
Semakini tinggii nilaii irasio profitabilitasi menunjukkani bahwai suatui iperusahaan
semakini efisieni dalami memanfaatkani aktiva untuk memperolehi ilaba. Salahi satui variabel
yang digunakan untuki menghitungi kinerjav yaitui dengani imenggunakan Return on Assets
8032
Febriekasari & Sudarsi, (2023) MSEJ, 4(6) 2023: 8031-8039
(ROA). ROAidapat melihat kinerja suatu bank dari sisi asset. Seberapa optimalnya suatu ibank
dalami mengelolai asseti yangi dimiliki sehingga idapat menghasilkani laba. Berdasarkan
Peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 standarhROA yangiibaik adalah diatas 1,5%.
Rasio Kecukupan Modal
Rasioi kecukupani modali merupakan jumlahi modal sendirii yangi diperlukani untuki
menutupi risiko kerugianiyangetimbul dariepenanaman aktiva-aktiva mengandung risikoi
(ATMR) sertai membiayaie seluruhi benda tetapidan inventarisi bank. CAR termasuk salahi satui
penentu profitabilitasi yangi pentingi. Basisi modali yangi kuat memberii sinyal bahwai banki
memiliki stabilitasi keuangan dani memungkinkani melakukani ekspansii krediti dengan profile
risiko rendah. Bank dengan kecukupan modal yang kuat dapat meningkatkan profitabilitas.
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 9/13/PBI/2007 bank yang ada di Indonesia
diwajibkan untuk menyediakan modal minimum sebesar 8%. Semakini besari CAR, semakin
tinggi profitabilitas banki sehingga mempengaruhi peningkatani kinerjai keuangani bank.
Likuiditas
Likuiditas diproksikan menggunakani rasioi Loani toi Depositi Ratioi (LDR). Rasio ini
menunjukkani kemampuan suatui banki dalam menyalurkani dana yangi berasali idari
masyarakati seperti tabungan, giro, deposito berjangka, sertifikat deposito berjangka dan
kewajiban lainnya dalam bentuk kredit (Taswan, 2010). Rasio LDRi mencerminkan kemampuan
banki dalami membayari penarikani danai yang dilakukani deposani dengan krediti yang
diberikani sebagaih sumberi likuiditas. Dalam hal ini jangan sampai bank kekurangan dana dan
terdapat kelebihan dana. Kelebihan dana akan mengakibatkan banyak dana yang menganggur
(idle funds) sehingga mengakibatkan laba yang diterima akan menurun. Bank Indonesia
menetapkan standar LDR yang ideal berkisar 80% - 94%. Jikai rasioi LDR beradai padai standar
yangi ditetapkani banki Indonesia, makai laba akan meningkat sehingga kinerja bank juga baik.
Risiko Kredit
Kredit bermasalah adalah keadaan nasabah sudah tidak sanggup membayar sebagian
atau seluruh kewajibannya kepada bank seperti yang telah diperjanjikannya (Kasmir, 2015).
Risiko ikredit diproksikani dengani Noni Performingi Loan (NPL). RasioiNPL menunjukkan
kemampuani manajemeni bank dalami mengelola krediti ibermasalah. Berdasarkan Peraturan
Bank Indonesia No. 15/2/PBI/2013 inilai batas maksimumi NPLi yang baik adalah 5%. Adanya
pengembalian yang macet tersebut mengakibatkan rasio NPL bank tinggi. Tingginya persentase
NPL tersebut menandakan kualitas kinerja dari bankkurang baik dan dapat menyebabkan laba
yang diperoleh menurun.
Efisiensi Biaya
Efisiensi biaya merupakan peningkatan efisiensi yang menyangkut perhitungan bahwa
setiap rupiah yang dikeluarkan harus dengan memperhitungkan tingkat kemanfaatan bagi
pendapatan perusahaan (Sentana, 2006). Efisiensii biayai diproksikan dengan rasio Biaya
Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO). Rasio BOPO digunakani untuki mengukur
kemampuan pendapatan operasionali bank dalami menutup ibiaya operasionalo bank. Bank
Indonesia menetapkan standar ideal untuk rasio BOPO adalah dibawah 90%. BOPO dapat
mengukur kemampuani manajemeni bank dalam mengelola biaya operasionali terhadap
pendapatan operasional. Semakin rendah rasio BOPO menunjukkan kinerja manajemen bank
semakin baik karena dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
Pengaruh Rasio Kecukupan Modal Terhadap Kinerja Keuangan
Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah perbandingan antara rasio modal terhadap aktiva
tertimbang menurut risiko (Kasmir, 2016). Bank yangi memiliki basisi modali yangi ikuat
8033
Febriekasari & Sudarsi, (2023) MSEJ, 4(6) 2023: 8031-8039
memberii sinyali bahwa stabilitasSkeuangan yang dimiliki bank baik sehingga bank dapat
melakukan ekspansi kredit dengan profil risiko rendah. Semakini tinggii inilai CAR imakaikinerja
keuangani banki akani semakini baiki. Hali iini sejalan dengan penelitian Asri dan Suarjaya
(2018); Zeuspita dan Yadnya (2019); Bagus dan Taswan (2019); Chairul Adhim (2019) yang
membuktikan bahwai CARi berpengaruh positifi dan signifikani terhadapi kinerjai keuangani.
H1. : CARi berpengaruhi positifi terhadapi ROAi
Pengaruhi Rasio Likuiditas Terhadapi Kinerjai Keuangani
Loan to Deposit Ratio (LDR) menunjukkani kemampuani suatui banki dalami
menyalurkani dana dari masyarakat seperti tabungan, giro, deposito berjangka, sertifikat
deposito berjangka dan kewajiban lainnya dalam bentuk kredit (Taswan, 2010). Bank Indonesia
menetapkan standar LDR yang ideal berkisar 80% - 94%. Semakin besar rasio LDR menunjukkan
danai iyang disalurkani ke imasyarakat dalami bentuki krediti dapat meningkatkani perolehani
labai dan kinerja ibank. Dan isebaliknya, apabila banyak dana yang menganggur (idle funds)
mengakibatkan laba yang diterima akan imenurun. Jikai kemampuani bank imenyalurkan kredit
dari idana pihaki ketigai tinggi, maka laba yangi diterima akan meningkat. Hal ini berdampak
pada kenaikan LDR sehingga akan meningkatkan ROA. Penelitiani yang dilakukani Asri dan
Suarjaya (2018); Evi Dwi (2021); Pratami (2021); Adhista (2020) membuktikan bahwai LDRi
memiliki pengaruhi positifi dan signifikaniterhadapiROA.
H2 : LDR berpengaruh positif terhadap ROA
Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Kinerja Keuangan
Kredit bermasalah adalah suatu keadaan dimana nasabah sudah tidak sanggup
membayar sebagian atau seluruh kewajibannya kepada bank seperti yang telah dijanjikannya
(Kasmir, 2015). NPLi adalahi rasioi yang membandingkan krediti bermasalahi dengani itotal
krediti. Nilai batas maksimum NPL yang baik adalah 5%. Semakin rendah NPL mencerminkan
kualitas kinerja bank dari sisi kredit baik dan sebaliknya. Semakin tinggi NPL menyebabkan
penurunan kinerja bank karena kredit bermasalah dan bank akan merugi. Penelitian yang
dilakukan Zeuspita dan Yadnya (2019); Nuryanto, et al (2020); Bagus dan Taswan (2019; Pricilia
dan Nur Aini (2021) membuktikan bahwa NPL memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap
ROA.
H3: NPL berpengaruh positif terhadap ROA
Pengaruh Efisiensi Biaya Terhadap Kinerja Keuangan
Biayai iOperasional dan iPendapatan Operasionali (BOPO) untuki mengukuri
ikemampuan pendapatani operasionali banki dalami menutupi biayaioperasionalnya. BOPO
mengoperasikan efisiensi perbankan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Bank
Indonesia menetapkan angka ideal untuk BOPO adalah dibawah 90%. Jika persentase BOPO
rendah mengindikasikani banki mampui imengefisiensikan biayai operasionali dan
imengoptimalkan sumberidayaiyangidimiliki, sehinggaimempengaruhii kinerjaikeuangani bank.
iSebaliknya BOPO yangi tinggiH mencerminkani tidaki efisieni biayai yangi dikeluarkani ibank,
sehingga terjadi penurunan profitabilitas dan berpengaruh pada turunnya kinerja bank. Jikai
BOPOi imeningkat, efisiensii akan turun, menyebabkan ROA yang diperoleh bank akan menurun.
Penelitian yang dilakukan Larasati, et al (2019); Nuryanto, et al (2020); Adhista (2020);
Anindiansyah (2020) membuktikan bahwa BOPOimemilikiipengaruh negatif dan signifikani
terhadapiROA.
H4 : BOPOiberpengaruhinegatifiterhadapiROA
8034
Febriekasari & Sudarsi, (2023) MSEJ, 4(6) 2023: 8031-8039
3. MetodejPenelitian
PopulasiIdanISampel
Populasii yang digunakan dalami penelitiani ini adalahi perusahaani perbankan yangi
iterdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 – 2021. Penelitian ini menggunakan data
sekunder yang diperoleh dari home page Bursa Efek Indonesia. Pengambilani sampeli
menggunakani iteknik purposivei samplingi yaitu tekniki pengambilani sampeli dengani kriteriai
itertentu. Kriteria tersebut : Perusahaan perbankan yang menerbitkan laporan keuangan
tahunan secara lengkap dan perusahaan perbankan yang memperoleh laba selama periode
2019 -2021.
AnalisisjData
Analisisi datai yangi digunakani dalami penelitiani ini adalahi analisisi regresii lineari
iberganda dengani menggunakan softwarei IBM SPSS versi 25.
4. Hasilidan Pembahasan
Ujii Normalitasi
Ujii Normalitasi digunakani untuk mengetahuii apakahi datai yangi digunakani
iterdistribusi normaliatauitidak. Ujii normalitas dilakukan dnegan menggunakan iskewness dan
ikurtosis. Datai normali apabilai Zskewness dan Zkurtosis berada di ±1,96.
Tabel 1
Hasil Uji Normalitas
Descriptive Statistics
N Skewness Kurtosis
Statistic Statistic Std. Error Statistic Std. Error
Unstandardized Residual 116 ,054 ,225 0,623 ,446
Valid N (listwise) 116
Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa rasio skewness sebesar 0,054 / "6/116 = 0,24 dan
rasio kurtosis sebesar 0,623 / "24/116 = 1,396. Kedua hasil tersebut masing-masing dibawah
±1,96 sehingga dapat diartikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini terdistribusi
normal.
UjiIMultikolinearitas
Multikolinearitasimerupakanigejala korelasiiantar variabeliindepedeniyang ditunjukkan
dengan korelasiisignifikaniantar variabeliindependen. Ada dan tidaknya gejalai imultikolinearitas
pada data penelitian dilihatidari nilai tolerancei dan VIF. iNilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10.
Tabel 2
Uji Multikolinearitas
Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 (Constant)
CAR ,965 1,036
LDR ,969 1,032
NPL ,877 1,140
BOPO ,847 1,180
Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai VIF 1,000 < 10 dan nilai tolerance
0,900 > 0,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antara variabel
dependen dan independen.
Uji Heterokedastisitas
Ujii heteroskedastisitas bertujuani mengujii apakahi modeli regresii iterjadi
iketidaksamaan variancei dari residuali isatu ipengamatan ke pengamatani yangi laini. Dalam
8035
Febriekasari & Sudarsi, (2023) MSEJ, 4(6) 2023: 8031-8039
penelitian ini uji heterokedastisitas menggunakan model Uji Park yaitu meregresikan nilai
residual (LN) dengan masing-masingivariabel independen.
Tabeli3
HasiliUji Heterokedastisitas
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) -2,611 2,415 -1,081 ,282
CAR ,160 ,050 ,293 3,210 ,100
LDR -,017 ,021 -,072 -,788 ,432
NPL -,015 ,179 -,008 -,084 ,933
BOPO -,019 ,018 -,102 -1,046 ,298
a. Dependent Variable: LN_RES
Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari masing-masing
variabel lebih dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.
UjiJAutokorelasi
Ujii autokorelasi bertujuani untuki imenguji dan mengetahui apakahi padai modeli
iregresi ada kolerasi antarai residual padai periode t idengan residual padaiperiodeisebelumnya.
Tabeli4
HasiliUjiiAutokorelasi
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of Durbin-
Model R R Square Square the Estimate Watson
1 ,692a ,479 ,460 ,73802 1,853
a. Predictors: (Constant), BOPO, LDR, CAR, NPL
b. Dependent Variable: ROA
Dari hasil output SPSS yang tertera di tabel 4 diketahui bahwa nilai Durbin Watson
sebesar 1,927. Batas bawah (dL) 1,598; batas atas (dU) 1,76; dan 4-du 2,24 maka diperoleh
1,76 < 1,853 < 2,24 (du<dw<4-du). Angka Durbin Watson terletak diantara dU dan 4-dU
sehingga tidak terjadi autokorelasi.
AnalisisiRegresiiBerganda
Tabeli5
HasiliAnalisisiRegresiiBerganda
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 6,331 ,836 7,575 ,000
CAR ,033 ,017 ,134 1,922 ,047
LDR -,014 ,007 -,131 -1,885 ,062
NPL -,087 ,062 -,103 -1,405 ,163
BOPO -,051 ,006 -,597 -8,022 ,000
a. Dependent Variable: ROA
Berdasarkan tabel 4.3 diatas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai
berikut :
ROA = 6,331+0,33 CAR - 0,014LDR - 0,087NPL – 0,051 BOPO + e
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji ini mengukur besarnya pengaruhivariabeliindependen terhadapivariabel
idependen.
8036
Febriekasari & Sudarsi, (2023) MSEJ, 4(6) 2023: 8031-8039
Tabel 6
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Std. Error of the
Model R R Square Adjusted R Square Estimate
1 ,692a ,479 ,460 ,73802
a. Predictors: (Constant), BOPO, LDR, CAR, NPL
b. Dependent Variable: ROA
Berdasarkan tabel 6 didapatkan hasil nilai koefisien determinasi sebesar 0,460 atau
46%. Hasil tersebut menjelaskan bahwa pengaruh CAR, LDR, NPL, BOPO terhadap Kinerja
Keuangan (ROA) sebesar 46% dan sisanya sebesar 54% dijelaskan oleh variabel bebas lain.
Uji Kelayakan Model (Uji F)
Uji ini dapat diukur dari nilai F yang menunjukkan apakah semua variabel independen
yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel
dependen. Jika nilai sig < 0,05, layak untuk digunakan pada penelitian.
Tabel 7
Hasil Uji Kelayakan Model
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 55,627 4 13,907 25,532 ,000b
Residual 60,459 111 ,545
Total 116,087 115
a. Dependent Variable: ROA
b. Predictors: (Constant), BOPO, LDR, CAR, NPL
Berdasarkan tabel 7 diperoleh hasil uji F dengan F hitung sebesar 27,925 dan tingkat
signifikansi 0,00 < 0,05. Hasil tersebut membuktikan bahwa model regresi yang digunakan
dalam penelitian ini layak karena varibael independen memiliki pengaruh secara stimultan a
terhadap variabel dependen.
Uji Hipotesis (Uji t)
Uji t bertujuan menganalisis
pengaruhivariabelibebasiterhadapivariabeliterikatisecaraiparsial.
Tabel 8
Hasil Uji HIpotesis
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 6,331 ,836 7,575 ,000
CAR ,033 ,017 ,134 1,922 ,047
LDR -,014 ,007 -,131 -1,885 ,062
NPL -,087 ,062 -,103 -1,405 ,163
BOPO -,051 ,006 -,597 -8,022 ,000
a. Dependent Variable: ROA
Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa :
1. H1 : CAR berpengaruh positif terhadap ROA
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa CAR memiliki nilaiikoefisien betaisebesar 0,033
denganitingkat isignifikansi yang isebesar 0,047 < 0,05. Haliini dapati disimpulkan
bahwai CAR berpengaruhipositif dan signifikan terhadapi ROA, sehinggai hipotesis
pertamai (H1) yangiimenyatakaniibahwa CAR berpengaruhiipositifiiterhadap ROA
diterima.
2. H2 : LDR berpengaruh negatif terhadap ROA
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa LDR memiliki nilaiikoefisien betaisebesar -0,014
8037
Febriekasari & Sudarsi, (2023) MSEJ, 4(6) 2023: 8031-8039
dengani tingkati isignifikansi yang isebesar 0,062 > 0,05. Hali iini idapat disimpulkani
ibahwa LDR tidaki berpengaruhi terhadapi ROA, sehinggai ihipotesis keduai (H2) yangi
imenyatakani ibahwa LDR iberpengaruh ipositif terhadapi ROA ditolak.
3. H3 : NPL berpengaruh negatif terhadap ROA
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa NPL memiliki inilai ikoefisien ibeta sebesar -
0,087 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,163 > 0,05. Hal ini dapat disimpulkan
bahwai NPL tidaki berpengaruhi terhadapi iROA, sehingga hipotesis ketiga (H3) yang
menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap ROA ditolak.
4. H4 : BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa BOPO memiliki nilaii ikoefisien betai isebesar -
0,051 dengani tingkat isignifikansi yang isebesar 0,00 < 0,05. Hali iini idapat
disimpulkani bahwa BOPO berpengaruhinegatif dan signifikan terhadapi ROA,
sehinggai ihipotesis keempati (H4) yangi imenyatakaniibahwa BOPO iberpengaruh
negatifi iterhadap ROA diterima.
Pengaruhi Rasio Kecukupan Modal Terhadapi Kinerja Keuangan
Berdasarkanihasil pengujian ihipotesis pertama idapat dijelaskan bahwa CAR memiliki
pengaruhi positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hasil tersebut membuktikan
bahwa pertumbuhan CAR berbanding lurus dengan ROA. Bank yang memiliki kecukupan modal
yang kuat dapat melakukan ekspansi kredit dengan risiko rendah sehingga dapat meningkatkan
laba dan berdampak pada kinerja bank.
PengaruhiLikuiditasiTerhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan hasil pengujiani ihipotesis kedua dapat dijelaskan bahwa LDR tidak
berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hasil tersebut dipengaruhi karena adanya
pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil pada tahun 2019-2021 sehingga membuat bank
sangat berhati-hati dalam melakukan penyaluran kreditnya. Kondisi tersebut membuat bank
sulit untuk meningkatkan laba.
Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga dapat dijelaskan bahwa NPL tidak
berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hal ini berhubungan dengan likuiditas bank karena
adanya pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil. Hal terburuk apabila ada nasabah yang tidak
bisa bayar dan menyebabkan adanya kredit macet. Penurunan ekspansi kredit tersebut
menyebabkani kualitasi labai yangi dihasilkani jugai imenurun sehinggai berdampaki padai
kinerjai keuangani ibank.
Pengaruh Efisiensi Biaya Terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarkan hasili pengujiani hipotesisi keempati dapat dijelaskan bahwai iBOPO
berpengaruhi inegatif idan isignifikan iterhadap ikinerja ikeuangan. Hasil ini juga membuktikan
bahwa BOPO berbanding terbalik terhadap ROA. Jika bank bisa dengan baik dalam hal
imengoptimalkan isumber dayai yangi idimiliki akan berpengaruh pada kinerjai keuangani
ibank. Semakin rendah persentase BOPO isuatu ibank makaikinerja bank akan semakin baik.
5. Penutup
Hasili pengujiani hipotesisi dan analisis menunjukkani bahwai Rasio KecukupaniModal
berpengaruhi ipositif dani isignifikan terhadapi iROA, iLikuiditas idan iRisiko iKredit itidak
berpengaruhi terhadapi iROA, Efisiensi Biayaiberpengaruh negatif danisignifikan terhadapiROA.
Likuiditas dan risiko kredit yangitidak berpengaruhiterhadap ROAi karenaiadanya pertumbuhan
ekonomi yang tidak stabil pada saat tahun 2019-2020 sehingga untuk mengurangi risiko, bank
sangat berhati-hati dalam melakukan ekspansi kreditnya.
8038
Febriekasari & Sudarsi, (2023) MSEJ, 4(6) 2023: 8031-8039
Penelitiani iniihanya mengambili ijangka iwaktu 3itahun yaituitahun 2019 isampai 2021
sehinggai idata yangi idiambil ikemungkinan kurangi mencerminkani ikondisi banki idalam
jangkai ipanjang. Selain itu, variabel yang digunakan terbatas. Masih banyak faktor lainya yang
bisa mempengaruhi kinerja keuangan bank. Walau begitu, sangat diharapkan penelitian ini bisa
bermanfaat untuk berbagai pihak sebagai bahan masukan, referensi, maupun sebagai bahan
pertimbangan.
Daftar Pustaka
Adhim, Chairul. 2019. “Pengaruh Risiko Kredit, Risiko Likuiditas, Efisiensi Manajemen Terhadap
Profitabilitas : Studi Pada Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.” Cendekia, 13(2):
141-152. https://doi.org/10.30957/cendekia.v13i2.604.
Anindiansyah, Gladis, Sudiyatno, Bambang, Puspitasari, Elen, Susilawati, Yeye. 2020. “Pengaruh CAR, NPL,
BOPO, dan LDR Terhadap ROA Dengan NIM Sebagai Variabel Intervening Pada Bank Go Publik Di
Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018.” Prosiding SENDI_U 2020
Bagus, Satria, Taswan. 2019. “Pengaruh NPL, LDR, NIM, Dan CAR Terhadap ROA Pada Bank Umum Yang
Go Public Di BEI.” Prosiding SENDI_U 2019
Bank Indonesia. 2004. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 6/23/DPNP Perihal Sistem Penilaian Tingkat
Kesehatan Bank. www.bi.go.id
Bank Indonesia. 2007. Peraturan Bank Indonesia No. 9/13/PBI/2007 Tanggal 01 November 2007. Jakarta
Brigham and Houston. 2017. Dasar - Dasar Manajemen Keuangan. Salemba Empat. Jakarta
Dendawijaya, Lukman. 2009. Manajemen Perbankan. Ghalia Indonesia. Jakarta
Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS. Badan Penerbit UNDIP.
Semarang
Jayanti, Evi Dwi, Sartika, Farahiyah. 2021. “Pengaruh Kecukupan Modal Dan Penyaluran Kredit Terhadap
Profitabilitas Dengan Risiko Kredit Sebagai Variabel Moderasi.” Akuntabel: 18(4), 713-721.
http;//journal.feb.unmul.ac.id/indexphp/AKUNTABEL.
Kasmir. 2011. Manajemen Perbankan. Edisi Revisi 2008. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Kasmir. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Larasati, Hartina Dwi, Sri Sudarsi, Moch Irsyad, and Ika Rosyada Fitriati. 2019. “Perbankan Konvensional
Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017.” Prosiding SENDI_U 2019, 978–79.
Ni Nyoman Sri Asri, Anak Agung Gede Suarjaya. 2018. “Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Capitaladequacy
Ratio, Likuiditas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas.” E-Jurnal Manajemen Unud 7
(6): 3384–3411.
Nuryanto, Uli Wildan, Anis Fuad Salam, Ratih Purnama Sari, and Dede Suleman. 2020. “Pengaruh Rasio
Kecukupan Modal, Likuiditas, Risiko Kredit Dan Efisiensi Biaya Terhadap Profitabilitas Pada Bank
Go Public.” Moneter - Jurnal Akuntansi Dan Keuangan 7 (1): 1–9.
https://doi.org/10.31294/moneter.v7i1.6777.
Pratami, Aminah Fitrieska. 2021. “Pengaruh CAR, LDR, Dan Inflasi Terhadap ROA Pada Bank Umum Yang
Terdaftar Di BEI.” Indonesian Journal of Economics and Management 1 (2): 410–18.
https://doi.org/10.35313/ijem.v1i2.2508.
Rohmiati, Evi, Winarni Winarni, and Nina Woelan Soebroto. 2019. “Analisis Pengaruh Bopo, Npl, Nim, Dan
Ldr Terhadap Profitabilitas Pada Bank Umum Di Indonesia Periode 2012-2017.” Keunis 7 (1): 34.
https://doi.org/10.32497/keunis.v7i1.1531.
Setyarini, Adhista. 2020. "Analisis Pengaruh CAR, NPL, NIM, BOPO, LDR Terhadap ROA Pada Bank
Pembangunan Daerah Di Indonesia Periode 2015-2019." Research Fair Unsri 2019
Widyastuti, Pricilia Febryanti, Aini, Nur. 2021. "Pengaruh CAR, NPL, LDR Terhadap Profitabilitas Bank
(ROA) Tahun 2017-2018." Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi.
Taswan. 2010. Manajemen Perbankan : Konsep, Teknik, Aplikasi. UPP STIM YKPN. Yogyakarta
Zeuspita, Ayu Chintya Arie, and I Putu Yadnya. 2019. “Pengaruh Car, Npl, Der Dan Lar Terhadap Roa Pada
Bank Umum Di Bursa Efek Indonesia.” E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana 8 (12): 7411.
https://doi.org/10.24843/ejmunud.2019.v08.i12.p25.
8039