0% found this document useful (0 votes)
65 views12 pages

Cesarean Indications & Induction Failure

This document discusses indications for cesarean section in relation to failed labor induction. It reviews literature on the topic from 2019-2023. Several studies found that labor induction before 41 weeks is associated with lower cesarean section rates compared to expectant management, while some studies found induction after 37 weeks is associated with higher cesarean rates. Failed labor induction increases the risk of emergency cesarean delivery, which carries greater maternal and fetal morbidity than elective cesarean. Reported failed induction rates range from 23%. Common factors associated with failed induction include maternal age, parity, Bishop score, and indications for induction such as fetal distress and premature rupture of membranes.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
65 views12 pages

Cesarean Indications & Induction Failure

This document discusses indications for cesarean section in relation to failed labor induction. It reviews literature on the topic from 2019-2023. Several studies found that labor induction before 41 weeks is associated with lower cesarean section rates compared to expectant management, while some studies found induction after 37 weeks is associated with higher cesarean rates. Failed labor induction increases the risk of emergency cesarean delivery, which carries greater maternal and fetal morbidity than elective cesarean. Reported failed induction rates range from 23%. Common factors associated with failed induction include maternal age, parity, Bishop score, and indications for induction such as fetal distress and premature rupture of membranes.
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

INDIKASI OPERASI CAESAR DENGAN KEJADIAN KEGAGALAN

INDUKSI PERSALINAN

Thursina Vera Hayati1, Ira Kusumawaty2


1
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, Indonesia
Politeknik Kesehatan Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
[email protected]

ABSTRACT
Background:Induction of labor is a method that stimulates labor and vaginal delivery. Studies have
found that induction of labor at less than 41 weeks is associated with lower cesarean section (CS)
rates compared to expectant management. Literature review, namely Knowing the Indications for
Caesarean Section in the Incidence of Failure to Induce Labor and factors related to labor induction.
Methods: The study used in writing this summary uses databases such as PubMed, Science Direct,
BMC, GoogleScholar and Frontiers. From 2019-2023. The protocol and registration for writing this
literature review as a whole will use a diagram based on the Preferred Reporting Items for
Systematic Reviews (PRISMA) checklist to be used to select studies that have been found and adapted
to the objectives of this literature review. Results and Discussion: Of the 30 articles that met the
inclusion criteria based on the topic of this literature review, there were 17 studies that discussed
the indications for caesarean section in general or as a whole, accompanied by a link to failure of
induction of labor and other discussions. Most of the research designs used in this study were cross-
sectional. However, there are also several other research designs such as descriptive, qualitative,
cohort and so on. Conclusion: Based on the results of several previous studies that have carried out
the analysis, it can be concluded that Caesarean Section (CS) can improve the outcome of the baby
and/or mother only when used properly. Therefore, hospitals providing obstetric care must be able
to respond to obstetric emergencies within the recommended times. Risk factors increase the chance
of an emergency C-section increasing. Thus if induction fails, emergency cesarean delivery must be
performed, and maternal and fetal morbidity is greater in emergency CS than in elective CS. The
magnitude of labor induction failure is 23%. Labor induction failure was also reported by other
studies from different countries. Factors associated with failure of induction of labor in this study
were maternal age, parity, Bishop score, indications for induction of labor such as: fetal distress.
PROM is significantly associated with failure of labor induction.
Keywords: Cesarean section, labor induction, induction failure.

ABSTRAK
Latar Belakang: Induksi persalinan adalah metode yang merangsang persalinan dan persalinan
pervaginam. Penelitian menemukan bahwa induksi persalinan pada kurang dari 41 minggu dikaitkan
dengan tingkat operasi Caesar (CS) yang lebih rendah dibandingkan dengan manajemen hamil,
sebaliknya beberapa penelitian menemukan bahwa induksi setelah usia khamilan 37 minggu
dikaitkan dengan peningkatan angka CS dibandingkan dengan manejemen hamil. Tujuan dari
penulisan literature review ini yaitu Mengetahui Indikasi Operasi Caesar pada kejadian Kegagalan
Induksi Persalinan serta faktor-faktor terkait induksi persalinan. Metode: Studi yang digunakan pada
penulisan rangkuman ini menggunakan database seperti PubMed, Science Direct, BMC,
GoogleScholar dan Frontiers. Dari tahun 2019-2023. Protokol dan registrasi dari penulisan
literature review ini secara keseluruhan akan menggunakan diagram berbasis Preferred Reporting
Items for Systematic Reviews (PRISMA) checklist untuk digunakan menyeleksi studi yang telah
ditemukan dan disesuaikan dengan tujuan dari literature riview ini. Hasil dan Pembahasan: Dari
30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan topik literature review ini terdapat 17 studi
yang membahas mengenai indikasi operasi Caesar secara umum atau keseluruhan yang disertai
dengan adanya kaitan dengan kegagalan induksi persalinan dan juga terdapat pembahasan yang
lainnya. Sebagian besar dari desain penelitian yang digunakan pada studi ini yaitu cross-sectional.

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 48


Namun, juga terdapat beberapa desain penelitian yang lainnya seperti deskriptif, kualitatif, Cohort
dan sebagainya. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian sebelumnya yang telah
dilakukan analisis dapat disimpulkan bahwa Operasi Caesar (CS) dapat meningkatkan hasil bayi dan
atau ibu hanya bila digunakan dengan tepat. Oleh karena itu, rumah sakit yang menyediakan
perawatan kebidanan harus mampu menanggapi kedaruratan kebidanan dalam waktu yang
direkomendasikan. Faktor resiko meningkatkan kemungkinan operasi Caesar darurat meningkat. Jadi
jika induksi gagal, persalinan Caesar darurat harus dilakukan, dan morbiditas ibu dan janin lebih
besar pada CS darurat dari pada CS elektif. Besarnya kegagalan induski persalinan adalah 23%.
Kegagalan induksi persalinan juga dilaporkan oleh penelitian lain dari negara yang berbeda. Faktor-
faktor yang berhubungan dengan kegagalan induksi persalinan pada penelitian ini adalah usia ibu,
paritas, Bishop score, indikasi induksi persalinan seperti: gawat janin. KPD secara signifikan terkait
dengan kegagalan induksi persalinan.

Kata Kunci: Operasi Caesar, Induksi Persalinan, Kegagalan Induksi.

PENDAHULUAN
Kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan
kesehatan generasi selanjutnya, namun terdapat banyak tantangan dan risiko in terkait dengan
kehamilan dan persalinan. Upaya telah dilakukan untuk memastikan penurunan yang signifikan
dalam angka kematian ibu secara global, namun, hampir 100 800 ibu hamil meninggal setiap hari
akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan pembangunan
Millenium MDGs nomor lima yang dianjurkan oleh perserikatan bangsa bangsa untuk pengurangan
AKI secara global belum terpenuhi karena tentang tujuan pembangunan berkelanjutan SDGS duntuk
2015 sampai dengan 2030 berusaha untuk mengi mengimplementasikan MDGs yang belum
tertangani. Proyeksi, termasuk penurunan MMR global. Ada kesepakatan global bawa persalinan
pervaginam atau (VD) adalah cara persalinan yang aman disisi lain, operasi Caesar (CD) yang
melibatkan sayatan bedah, juga telah digunakan secara sebagai cara persalinan terutama pada wanita
hamil dengan indikasi medis atau kebidanan. CD dapat digunakan baik sebagai sarana darurat atau
elektif menyelamatkan nyawa ibu dan anak Ketika VD dianggap berisiko.
Peningkatan teknologi dan peningkatan pengetahuan tentang ini ginekologi reproduksi telah
berkontribusi besar terhadap peningkatan CD yang relative dan tidak perlu, yang menjadi perhatian
para profesional medis. CD biasanya dihindari karena terkait komplikasi dan hanya di indikasikan
bila ada yang tidak dapat dihindari. Bebrapa faktor muncul selama persalinan yang dapat
menghambat atau mencegah persalinan pervaginam. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO),
Induksi persalinan (IOL) di definisikan sebagai proses merangsang rahim secara artivisial untuk
memulai persalinan. Ini adalah intervensi kebidanan yang berguna dan biasanya dilakukan dengan
memberikan Oksitosin Prostaglandin kepada wanita hamil atau dengan memecahkan bagian ketuban
secara manual. Alasan dan itu di induksi harus di diskusikan antara penyedia layanan dan wanita
untuk mendapatkan persetujuan yang jelas.(Abraha et al., 2020).
Induksi persalinan adalah suatu metode yang dilakukan untuk merangsang persalinan
pervaginam. Induksi persalinan dapat dilakukan dengan dengan 2 cara baik dengan cara farmasi
ataupun dengan cara non formasi. Begum et al (2022). Induksi persalinan dimaksudkan untuk
merangsang kontraksi uterus sebelum persalinan pervaginam (spontan) dengan atau tanpa ketuban
pecah. Induksi persalinan lazim dilakukan dimana kondisi ibu, Janin, dan Plasenta ketika manfaat
bagi ibu atau Janin lebih besar dari pada melanjutkan kehamilan. (Manjappa et al., 2022). Induksi
persalinan telah menjadi intervensi kelahiran yang semakin umum. Penggunaannya telah meningkat
lebih dari dua kali lipat dalam dua dekade terakhir, dan saat ini sekitar satu dari empat wanita hamil
sedang dalam tahap awal persalinan. Dokter yang merawat wanita yang menjalani induksi persalinan
menghadapi pertanyaan apakah manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Melanjutkan persalinan
jika wanita tersebut dalam periode laten untuk waktu yang lama. (Grobman et al., 2018)
Wanita hamil di seluruh dunia dan di negara maju telah menjalani IOL untuk melahirkan
bayinya. Di beberapa negara, hingga 25% dari semua pengiriman tepat waktu sekarang terkait
dengan IOL dan bahkan di negara berkembang harganya lebih rendah, tetapi di beberapa tempat
harganya bisa setinggi di negara maju (Desta & Duguma, 2021).Waktu optimal untuk menawarkan

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 49


Induksi persalinan kepada Wanita pada atau setelah cukup bulan masih belum ditentukan. Beberapa
penelitian menemukan bahwa induksi persalinan pada kurang dari 41 minggu dikaitkan dengan
tingkat operasi Caesar (CS) yang lebih rendah dibandingkan dengan manajemen hamil. Sebaliknya
beberapa penelitian mencatat bahwa induksi setelah usia khamilan 37 minggu dikaitkan dengan
peningkatan angka CS dibandingkan dengan Menejemen hamil.
Indikasi umum Induksi persalinan termasuk ketuban pecah tanpa persalinan, hipertensi
gestasional, oligo Hydraminion, status Janin yang tidak meyakinkan, ke hamilan lewat waktu, dan
berbagai kondisi medis ibu seperti hipertensi kronis dan Diabetes. Kegagalan induksi sangat terkait
dengan komplikasi ibu dan perinatal, dan peningkatan angka persalinan instrumental dan operasi
Caesar. Di Ethiopia, Induksi persalinan atau IOL telah menjadi intervensi kebidanan yang semakin
banyak dilakukan. Oksitosin adalah agen yang paling umum digunakan untuk Induksi persalinan.
Kegagalan menjadi perhatian semua tenaga kesehatan dan Akurasi kegagalan msh merupakan tugas
yang sulit bagi petugas kesehatan.
Rouse et al. merumuskan satu pendekatan untuk mendefinisikan induksi yang gagal . mereka
mendefinisikan fase laten dimulai Ketika kedua oksitosin telah dimulai dan dipecahnya ketuban telah
terjadi, dan berakhir Ketika pelebaran 4 cm dan penipisan 90 atau pelebaran 5 cm terlepas dari
penipisan tercapai. Hasil kebidanan kemudian dipelajari sebagai fungsi dari lamanya fase laten pada
persalinan yang di induksi. Mereka menyimpulkan bahwa fase laten dapt dibiarkan hingga
setidaknya 12 jam tanpa morbiditas obstetric yang berlebihan. Induksi persalinan yang gagal
menghadirkan tantangan dalam semua perawatan kebidanan di seluruh dunia dan meningkatkan
insiden dan frekuensi operasi caesar, terutama dalam konteks induksi persalinan yang gagal.
Sebagian besar induksi yang gagal berakhir dengan operasi caesar. Operasi caesar membawa risiko
konsekuensi negatif bagi ibu setelah operasi caesar. Morbiditas dan mortalitas keseluruhan yang
parah, kematian ibu, emboli cairan ketuban, kelainan plasenta, inkontinensia urin, depresi
pascapersalinan, dan hasil neonatal yang merugikan. Penyakit pernapasan meningkat lebih cepat
daripada persalinan pervaginam. Kegagalan menginduksi persalinan merupakan tantangan di semua
perawatan kebidanan di seluruh dunia, termasuk di negara maju. (Desta & Duguma, 2021).

METODE PENELITIAN
Penulisan rangkuman yang secara menyeluruh dalam bentuk literature review mengenai
Tindakan Operasi caesar dengan kejadian kegagalan induksi persalinan. Protokol dan registrasi dari
literature review akan menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA)
checklist yang digunakan untuk menyeleksi studi yang telah ditemukan dan disesuaikan dengan
tujuan dari literature review. Dalam penulisan literature review ini, database yang digunakan seperti
PubMed, Science Direct, BMC, GoogleScholar, Plos One dan Frontiers dengan menggunakan kata
kunci yaitu “labor induction” AND “indications for cesarean section AND “Induction Failure”
AND Induction Failure Factors. Artikel yang diambil dari tahun 2019-2023. Kriteria inklusi yang
digunakan untuk menyeleksi studi yang akan digunakan yaitu penelitian dengan populasi ibu bersalin
desain penelitian retrospektif, cross sectional, deskriptif, dan cohort. Dengan hasil dan pembahasan
mengenai indikasi operasi Cesar pada persalinan. Analisis kualitas pada setiap artikel atau jurnal
yang sudah diseleksi menggunakan Checklist Critical Appraisal dengan beberapa pertanyaan untuk
menilai kualitas dari artikel Hasil seleksi artikel yang dilakukan dapat digambarkan dalam Diagram
Flow dapat dilihat pada

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 50


Bagan 1.
Diagram Flow Literature Review Berdasarkan PRISM

Pencarian studi berdasarkan


database :
PubMed : 30
Science Direct : 20
Frontiers : 30
BMC : 30
Total artikel atau jurnal 110

Hasil setelah pengecekan


duplikasi studi (n = 70)
Judul artikel tidak sesuai dengan
topik penulisan (n = 30)
Hasil setelah identifikasi judul
pada studi (n = 50) - Jenis artikel bukan penelitian
(n = 73)
- Hasil tidak menjelaskan
mengenai induksi Persalinan
Hasil setelah identifikasi abstrak (n = 101)
pada studi (n = 40)

- Populasi tidak focus pada


Studi yang lengkap dan dinilai Induksi Persalinan ( n = 86)
untuk kualitas dan kelayakan - Artikel berbayar dan tidak full
(n = 30) access (n = 100)

Studi yang digunakan untuk


literatur berdasarkan penilaian
kualitas dan inklusi (n = 17)

HASIL

Dari 16 studi yang membahas mengenai indikasi operasi Caesar secara umum atau
keseluruhan yang disertai dengan adanya kaitan dengan kegagalan induksi persalinan dan juga
terdapat pembahasan yang lainnya. Sebagian besar dari desain penelitian yang digunakan pada studi
ini yaitu cross-sectional. Namun, juga terdapat beberapa desain penelitian yang lainnya seperti
deskriptif, kualitatif, randomized , dan sebagainya. Jumlah responden yang diteliti pada setiap studi
sangatlah bervariasi. Secara keseluruhan, pada setiap studi yang dilakukan pada masing-masing
artikel ataupun jurnal membahas mengenai kondisi sosiodemografi dari responden, ibu bersalin.

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 51


Tabel 1. Analisis Faktor yang Indikasi Operasi Sectio Caesaria

NO PENULIS TUJUAN METODE HASIL DAN KESIMPULAN


PENELITIAN
1 Abraha. Untuk mengkaji Tinjauan catatan Besarnya kegagalan induksi
W.K dkk, besaran dan factor retrospektif berbasis persalinan ditemukan 11,8%.
2020 yang berhubungan institusi dari semua Analisis regresi logistic biner
dengan kegagalan induksi persalinan yang multivariable menunjukkan bahwa
induksi persalinan. dilakukan dari 09 April primiparitas dan skor bishop yang
2017-8 April 2018. buruk secara signifikan terkait
dengan kegagalan induksi
persalinan.

2 Mpotora.J. Untuk menetukan Studi cross-sectional Sebanyak 356 wanita primigravida


C dkk. prevalensi cara berbasis rumah sakit tunggal dengan usia rata rata 22
2020 persalinan dan hasil analitik Dilakukan di tahun berpartisipasi dalam
terkait ibu dan bayi wilayah Ringga pada 356 penelitian ini. Mayoritas peserta
baru lahir diantara primigravida tunggal berada di kelompok usia 20
primigravida antara April dan Agustus sampai 35 tahun persalinan Caesar
diwilayah Iringa, 2018. convenience & the fagi enam dilakukan masing
Tanzania. sampling dan masing pada 41,3% dan 58,7%
pengumpulan data (n=209) kasus. Tinggi dan berat
berturutturut ibu bayi baru lahir secara
menggunakan kuisioner signifikan terkait dengan
yang dikelola persalinan Caesar. Masing masing
pewawancara Tatap setelah disesuaikan untuk semua
muka telah dilakukan.. variable, Asfiksia lahir dan berat
badan lahir rendah dikaitkan
dengan persalinan Caesar.
2 Desta M Untuk menilai studi Cross-sectional, Besarnya gaya Induksi persalinan
dan besarnya Induksi Berbasis kelembagaan di sebesar 21,3%, tempat tinggal ibu
Duguma. persalinan yang rumah sakit umum di diperkotaan, multi para 0,390 kali
A. 2020 gagal dan factor zona Arsy. Menggunakan lebih kecil dari pada primipara.
factor terkait di Methode random
antara Wanita yang sampling dan
melahirkan di mengumpulkan data
rumah sakit umum menggunakan kuesioner
di zona Arsy, Terstruktur.
Ethiopia Tenggara.
3 Tarimo. Untuk menentukan Studi kohor Sebanyak 1088 persalinan di
S.C .dkk. Prevalensi dan Retrospective berbasis analisis. Prevalensi CS setelah
2020 factor resiko rumah sakit dirancang Induksi persalinan adalah 26,75%.
persalinan Caesar menggunakan data Faktor resiko independen untuk
setelah Induksi internal link dari data pengiriman CS adalah primi
persalinan di antara kelahiran Kilimanjaro paritas, berat lahir tinggi, kelahiran
Wanita yang Cristian medical center di lewat waktu dan tempat tinggal
melahirkan di antara Wanita melahirkan Perkotaan
rumah sakit tersier bayi tunggal dari itu
di Tanzania utara. tahun 2000 hingga 2015.
4 Demssie. Untuk menilai Studi cross-sectional Dari 379 Induksi persalinan yang
A.E dkk. kegagalan Induksi Berbasis fasilitas termasuk dalam penelitian
2022 persalinan dan dilakukan dari satu Proporsi induksi yang gagal
factor terkait di hingga 30 Desember ditemukan sebesar 29,6%.
Adama Hospital 2020 di Adama Hospital Ketuban pecah dini ditemukan
Medi college, Medical college, sebagai indikasi paling umum
Oromia regional Ethiopia. Sebanyak 379 untuk Induksi persalinan 46,4%
state, Ethiopia. wanita yang menjalani diikuti oleh gangguan hipertensi
Induksi persalinan di kehamilan 21,6%. Secara statistic
Adama Hospital Medical

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 52


Collge dari Desember dikaitkan dengan kegagalan
2019 hingga November Induksi persalinan
2020.
5 Tefera. B. Untuk menilai Studi Cross-sectional , Studi ini menunjukkan bahwa
.dkk. 2022 besarnya Induksi Berbasis institusi Prevalensi kegagalan induksi
yang gagal dan dilakukan di antara 293 adalah 20,5%. Peluang induksi
factor factor terkait wanita yang memenuhi gagal pada skor uskup yang tidak
di antara Wanita syarat untuk induksi menguntungkan adalah 4,05 lebih
hamil yang dirawat menggunakan sistematik tinggi daripada peluang pada
di Bangsal random sampling data uskup yang menguntungkan.
persalinan fakultas dikumpulkan dari 1 Kemungkinan gagal induksi di
kedokteran rumah Januari hingga 30 April membrane butuh adalah 2,05 lebih
sakit adama. 2020. tinggi dari membrane pecah.
Kemungkinan kegagalan induksi
pada primigravida adalah 2,33
lebih tinggi daripada Wanita multi
para..
6 Koshila. Untuk menilai Penelitian Descriptive ini Persalinan di induksi oleh
Dkk. 2022 indikasi dan tingkat dilakukan dilihat kuat Prostaglandin pada 41,7%, oleh
operasi Caesar university of medical and voli pada 23,5% 5% sedangkan
setelah Induksi Hekath science, pada 34,8% Wanita, kedua
persalinan di rumah Jamshoro di departemen prosedur tersebut digunakan untuk
sakit universitas Obstetri dan Ginekologi menambah persalinan. Setelah
Liaquat, jamshoro. ke semua Wanita hamil Induksi persalinan, operasi Caesar
berusia antara 18 hingga diperlukan pada 28,3% skor uskup
35 tahun ngan jalani adalah dari nol hingga lima ada
induksi baik pada aterm 43% dan pada 57%. Operasi
maupun setelah atrem Caesar dilakukan pada 29,5%
dimasukkan. Wanita yang di induksi persalinan.
Ada 40% Wanita yang di induksi
persalinan, alasan dilakukannya
operasi Caesar adalah gawat
Janine sementara 34% adalah
persalinan lama.
7 Manjappa. Untuk Studi retrospektif ini Di antara 292 persalinan, 35,95%
A.A. dkk. mengidentifikasi dilakukan di sebuah Wanita memerlukan Induksi
2022 factor factor yang Lembaga Pengajaran di persalinan dan 27,73% Wanita
menentukan resiko channel selama enam mengalami persalinan Spontan,
kegagalan induksi bulan. 50% Wanita yang di induksi
dan untuk persalinan berhasil melahirkan per
membandingkan pagi enam dibandingkan dengan
nasi ibu dan Janine 79% Wanita yang melahirkan
antara ibu hamil Spontan dengan komplikasi
persalinan Spontan maternal dan neonatal yang tidak
dan induksi. signifikan.
8 Mohamma Untuk menilai Studi cross-sectional Prevalensi kegagalan induksi
d. M. dkk. prevalensi dan Retrospektif dilakukan diamati sebesar 22,2%. Faktor
2022 factor yang terkait pada rekam medis ibu terkait there maksud tempat
dengan kegagalan yang melahirkan melalui tinggal pedesaan, creamy varitas
induksi di rumah induksi persalinan selama dan skor uskup yang tidak
sakit spesialis 1 September 2018 sampai menguntungkan.
komprehensif 30 Agustus 2020.
worabe, Ethiopia
Selatan.
9 Singh. N. Untuk Studi cross-sectional Sebanyak 150 wanita dengan
dkk. 2020 mengidentifikasi berbasis rumah sakit yang persalinan Caesar dilibatkan
indikasi dan dilakukan di pusat dalam penelitian ini. Presentasi
Determinan, perawatan tersier dari Wanita primigravida secara
mempengaruhi April 2019 hingga signifikan lebih tinggi pada
persalinan Caesar September 2019 operasi Caesar darurat

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 53


dan menentukan dibandingkan operasi Caesar
korelasi terkait efektif (P=0,0001). Mayoritas
untuk seksio sesaria Wanita buta huruf atau memiliki
darurat dan Elektif. Pendidikan dasar di oprek di
operasi Caesar darurat dari pada
Elektif (P=0,0001). Sebagian
besar Wanita tidak ada atau hanya
satu kunjungan antenatal
mengalami keadaan darurat dari
pada operasi Caesar efektif
(P=0,0001) para Wanita yang
mengalami operasi Caesar segmen
bawah sebelumnya memiliki
peluang lebih besar dari operasi
ceasar elektif, dan secara statistic
signifikan (P=0,0004).
10 Begum. F. Untuk menyelidiki Studi cross-sectional Di antara populasi penelitian
dkk. 2022 indikasi Induksi Prospektif dilakukan di (n=50), seperlima ibu (10.20.0%)
persalinan. departemen Obstetri dan berusia dibawah dua puluh tahun.
ginekologi, dari Januari Mayoritas ibu berusia (34,68.0%)
2008 hingga Juni 2008. anatar 20-30 tahun dengan rerata
Sebanyak 50 pasien usia 25,4 ± 4,32 tahun. Pada 17
terdaftar dalam penelitian pasien (17,34,0%) induksi
ini. persalinan diberikan dengan
oxytocin drip dan pada 23 pasien
(23,46,0%) dengan prostaglandin
servik yang tidak baik. Jumlah
kegagalan induksi yang
membutuhkan operasi Caesar
adalah 20 (20,40.0%).
11 Kitaw. Untuk menilai Studi cross sectional Inter fal keputusan melahirkan
M.T. dkk. keputusan inter fal berbasis institusi dibawa 30 min diamati pada
2021 persalinan dan dilakukan di di rumah 20,3% operasi Caesar darurat.
factor terkait untuk sakit umum kota Bahir Hasil menunjukkan bahwa status
operasi Caesar Dar dari febuari hingga rujukan, waktu operasi Caesar
darurat di rumah Mei 2020 darurat, status ahli bedah, jenis
sakit umum kota anastesi dan waktu transfer
Bahir Dar, Ethiopia. merupakan factor yang secara
signifikan terkait dengan
keputusan interval persalinan.
12 Brobman. Untuk menentukan Kohor kebidanan Wanita Sebanyak 10.677 wanita tersedia
A.W. dkk. frekuensi hasil ibu melahirkan di 25 rumah untuk dianalisis. Pada Sebagian
2019 dan perinatal yang sakit 2008 sampai 2011. besar (96,4%) Wanita Fasih aktif
merugikan sebagai Wanita nuripara yang telah dicapai dalam 15 jam.
fungsi dari durasi mengalami ke hamilan Selama semakin lama durasi Fasih
Fase laten diantara tunggal cukup bulan laten seorang Wanita, semakin
Wanita Nuri Para besar peluangnya untuk akhirnya
menjalani Induksi menjalani persalinan Caesar
persalinan. (P,0,001), untuk Wanita baik
sebagai variable independent
kontinyu maupun kategoris).
Walaupun lebih dari 40% Wanita
yang fase latennya berlangsung
selama 18 atau lebih masih
memiliki persalinan pervaginam.
13 Gupta. A. Untuk Kohort. Sebanyak 100 Studi menunjukkan bahwa ibu
dkk. 2019 mengidentifikasi wanita yang dirawat hamil dengan usia ibu lanjut (usia.
factor factor yang dengan janin hidup 35 tahun, nilai P=0,0008),
mempengaruhi tunggal dalam presentase IMT>35kg/m3 (nilai P=0,0001),
risiko persalinan skor Bishop praindikasi yang

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 54


Caesar darurat pada kepala dan diinduksi saat buruk (nilai P=0,0001) dan
persalinan induksi aterm. nuliparitas (nilai P=0,0001) secara
arterm. signifikan terkait dengan
kegagalan induksi.
14 Skeith. L. Untuk menentukan Berbasis data AFFIRM Terdapat 512 pasien dari 7
dkk. 2019 risiko persalinan mencakup data tingkat percobaan acak yang termasuk
Caesar setelah pasien dari 9 uji coba dalam sub-penelitian. Tidak ada
Induksi persalinan terkontrol. perbedaaan risiko persalinan
pada pasien dengan Caesar antara Wanita dengan
komplikasi induksi persalinan (14,2%) dan
kehamilan yang persalinan spontan (21,7%).
dimediasi Plasenta Diantara 274 wanita yang
sebelumnya. menggunakan profilaksis LMWH
selama kehamilan, risiko
kelahiran Caesar lebih rendah
diantara mereka yang menjalani
induksi persalinan (9,8%)
dibandingkan dengan persalinan
spontan (22,4%).

15 Wang. G.J. Untuk manganalisis Analisis retrospektif Analisis menunjukkan bahwa


dkk. 2019 secara retrospektif dilakukan pada 9240 ibu indikasi klinis berikut terkait
factor-factor yang bersalin yang memenuhi dengan konversi ke operasi Caesar
terkait dengan kondisi persalinan pada percobaan persalinan yang
percobaan gagal pervaginam dan gagal: gawat janin (44,3%), factor
persalinan dari memerlukan percobaan social (12,8%), malpresentasi
indikasi klinis untuk persalinan dari januari (9,4%) dan disproporsi kepala
konversi operasi 2016 hingga desember panggul (8,9%).
Caesar. 2018.

16 Wa.c.l. Untuk Rekam medis Wanita Kelompok induksi terlambat


dkk. 2022, membandingkan berisiko rendah, memiliki persentase induksi
operasi Caesar nullipara, kehamilan persalinan yang lebih tinggi pada
dokter kandungan tunggal, dan >37 minggu 41 minggu. Dibandingkan dengan
dengan prevarensi serta melahirkan bayinya. kelompok induksi dini (21%
Induksi persalinan P=0,007). Kelompok induksi
pada masa khamilan terlambat memiliki tingkat CS
awal dibandingkan yang lebih rendah (11,0%
usia khamilan akhir. P<0,0001).

Hasil analisis penelitian didapatkan Indikasi utama untuk induksi persalinan adalah gangguan
hipertensi, kehamilan lewat waktu Pengangkatan anggota Prematur dan perdarahan antepartum.

PEMBAHASAN
Prevalensi Ini adalah 20,5% dengan 95% CI (15,7-25,3). Temuan ini sebanding dengan
penelitian yang dilakukan di rumah sakit khusus universitas jimma, 21,4%. Temuan ini juga sejalan
dengan penelitian yang dilakukan di fasilitas Kesehatan masyarakat Hawassa, 17,3%. Hasil
penelitian ini juga sebanding dengan penelitian yang dilakukan dirumah sakit rujukan Dessie
(19,7%). Hal ini tentu karena kesamaan definisi waktu indikasi gagal yaitu 6 Aga Khan, Karachi di
Pakistan (18%). Hal ini mungkin karena kegagalan dalam mempertahankan konsentrasi serum
oksitosin selama penggantian kantong infus dan penambahan dosis 20 menit tidak cukup untuk
mencapai persalinan pervaginam karena 40 menit diperlukan untuk mencapai tingkat serum oksitosin
yang stabil.

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 55


Fakkor-faktor sosiodemografi dan karakteristik kebidanan berikut memiliki hubungan yang
signifikan dengan kegagalan induksi persalinan.
Usia Ibu
Fertilitas Wanita tua lebih rendah, insiden komplikasi kehamilan lebih tinggi, fungsi plasenta
dari suplai darah plasenta relative buruk, dan insiden gawat janin meningkat selama persalinan.
Kekuatan fisik, daya tahan, dan elastisitas otot dan kulit ibu melahirkan lanjut usia menurun secara
sognifikan, fungsi myometrium dapat terhambat, dan kesulitan persalinan meningkat. Dalam proses
persalinan, kondisi abnormal seperti ekstensi dan fleksi janin dapat terjadi, dan kejadian mal
presentase, disporposi sefalopelvik, dan indikasi lain untuk operasi dapat meningkat. Usia ibu
dikaitkan dengan probabilitas CS yang lebih tinggi (HR ¼ 1,04). Demikian pula Bergholt et al.
melaporkan bahwa usia ibu lanjut dikaitkan dengan peningkatan risiko CS Wanita yang menjalani
induksi persalinan. McClelland et al. juga menegaskan Kembali hubungan positif antara tingkat CS
dan usia ibu. Peng dkk. Juga memiliki temuan serupa tentang usia ibu (odds ratio ¼ 1,10) sebagai
predictor CS. Spada studi lainnya tingkat kelahiran Caesar pada Wanita berusia kurang dari 35 tahun
adalah 48,8% dibandingkan dengan 66% pada kelompok usia lebih dari 35 tahun.

Paritas
Primipara mungkin memiliki pemahaman yang tidak memadai tentang persalinan dan nyeri
persalinan. Selama proses persalinan terdapat emosi negative seperti ketakutan, nyeri, kecemasan,
gugup, depresi, dan penurunan nafsu makan, yang dapat menyebabkan atonia uteri dan persalinan
abnormal. Pada saat yang sama Sebagian besar pasien dengan emosi negative mengalami
hiperventilasi dan peningkatan oksigen. Sehingga pasokan oksigen ke janlative berkurang, dan
tekanan intrauterine meningkat. Primiparitas pada usia lanjut dapat menyebabkan Wanita hamil,
keluarganya, dan dokter kandungan mereka secara tidak sadar berfikir bahwa janin sangat
“berharga”, proses persalinan sedikit tidak normal, dan persyaratan indiaksi operasi Caesar akan
santai, menigkatkan kejadian operasi Caesar yang disebabkan oleh factor social. Data menunjukkan
bahwa angka konversi operasi Caesar pada percobaan persalinan primipara adalah 13,54% hal ini
juga konsisten dengan studi Wang et al dan Vaughan Et al. sebuah studi yang dilakukan di dubin,
irlandia menunjukkan bahwa 50,4% adalah prmigravida dan 49,5% adalah multigravida dan dalam
analisis lainnya 30 pasien adalah primigravida dan 20 pasien adalah multigravida. Hasil ini juga
didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan diempat yang berbeda seperti Dessie Referral
Hospital, Etiophia, Saudi arabia jimma university hospital Etiophia, dan perancis, yang menunjukkan
proporsi kegagalan induksi yang lebih tinggi pada Wanita nullipara. Hal ini mungkin karena inisiasi
induksi langsung sebelum pematangan serviks dan melakukan ARM setelah fase aktif kala 1
persalinan pada ibu nullipara dapat meningkatkan kemungkinan kegagalan induksi.

Induksi elektif
Induksi persalinan seharusnya bersifat elektif, bila dilakukan dengan alasan kenyamanan dan
tanpa adanya kondisi ibu dan janin yang membenarkan persalinan. Operasi Caesar yang disebabkan
oleh factor social mengacu pada operasi Caesar tanpa indikasi operasi yang jelas dan operasi Caesar
dilakukan atas permintaan ibu hamil dan keluarganya. Alasan utama operasi Caesar yang disebabkan
oleh factor social tanpa percobaan persalinan adalah kesalahpahaman tentang persalinan pervaginam
pada pasien. Meraka takut akan nyeri persalinan, percaya bahwa persalinan pervaginam akan
mempengaruhi keindahan tubuh mereka. Dan khawatir relaksasi vagina dapat mempengaruhi
aktivitas seksual mereka. Mereka juga percaya bahwa dengan kondisi medis yang membaik saat ini,
operasi Caesar lebih aman bagi ibu dan bayi. Dalam penelitia ini factor social menyumbang 12,4%

Indikasi Operasi Caesar


Persalinan dengan operasi Caesar adalah operasi terpenting dalam kebidanan, dan kejadiannya
terus meningkat diseluruh dunia. Ini adalah salah satu operasi besar yang paling sering dilakukan
dalam praktek kebidanan dimaksudkan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Pada gilirannya,
mengurangi kematian ibu dan perinatal.
Salah satu factor yang berkontribusi terhadap peningkatan angka IOL adalah kekhawatiran
pasien dan penyedia layanan Kesehatan tentang kemungkinan risiko kematian janin pada jangka

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 56


waktu atau setalh tanggal dengana manajeman hamil. Namun besarnya factor penentu kegagalan
persalinan induksi tidak terdokumentasi dengan baik.

Gawat janin
adalah indikasi utama CS 32% (n=47). Menurut Khanum S, et al se se studio kebetulan
semakin meningkat secara global. Salah satu indikasi sering adalah gawat janin yang didasarkan pada
pola denyut jantung Janin yang tidak normal, rekaman CTG staw. Temukan identic dengan studi saat
ini, Mahajan, Faruqi M. Juga mengungkapkan bahwa jenis sebagai penyebab paling umum dari
operasi Caesar dan dalam studi mereka berikutnya adalah dispoporsi sefalopelvik.
Operasi Caesar di ikutan adalah 18,7%, indikasi umum termasuk Message sebelumnya, Janine,
persalinan lama dan kegagalan. Penelitian ini Gilani mengungkapkan tingkat kelahiran Caesar dan
mereka Islamabad sebesar 33,3%.

Ketuban Pecah Dini


Peluang gagal IOL adalah 2,6 kali lebih tinggi di antara ibu yang mengalami ketuban pecah
sebelum persalinan dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami KPD (AOR=2,60, 95% Ci
(1.41,5.91). temuan ininjuga didukung oleh penellitian yang dilakukan di ruamh sakit Katolik St.
Luke, 10 fasilitas Kesehatan umum Hawassa , 25 dan negeria 36. Kemungkinan pembenaran untuk
hal ini mungkin karena setiap kali Wanita hamil mengalami semburan cairan ketuban pervagina, ada
risiko dari infeskis mekanik, yang dapat menyebabkan korioamnionitis, korioamniotis adalah intra-
infeksi ketuban biasanya ditandai dengan demam ibu, takikardia janin (FHB>160 denyut/menit),
Rahim yang lunak, secret servik purulent, leukositosis, dan atau kultur bakteri positif. Permusuhan
intrauterine ini dapat memperburuk kondisi kegagalan induksi akibat gawat janin.

Sistem Skosr Bishop


Skor bishop memprediksi kemungkinan persalinan pervaginam setelah induksi dengan system
penilaian ini, angka mulai dari nol 13 diberikan untuk menilai kondisi seperti status Janin. Skor 4:
tidak menguntungkan yang tidak mungkin menghasilkan untuk induksi, dan permata macet
diperlukan untuk keberhasilan induksi OL atau menunda induksi untuk minggu depan jika
memungkinkan atau gunakan kematangan sepik dan rencanakan induksi untuk hari berikutnya. Skor
5 sampai delapan: menengah, skor 9: adalah kondisi servik yang menguntungkan. Dan berhasil dan
tidak perlu kematangan servis dan induksi dapat direncanakan untuk hari berikutnya. Menurut
penelitian ini , peluang induksi yang gagal pada skor Bishop yang tidak menguntungkan adalah 4,05
lebih tinggi dari pada peluang pada skor Bishop yang menguntungkan. Temuan ini sejalan dengan
studiyang dilakukan di fasilitas umum Hawassa dan Rumah sakit Khusus Universitas Jimma.
Demikian pula, temuan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan dirumah sakit rujukan wilayah
Amhara. Dan rumah sakir rujukan Dessie. Penjelasan ini mungkin karena repning serviks melibatkan
pembubaran enzimatik dari fibril kolagen. Peningkatan kadar air, dan perubahan kimia.
Temuan saat ini juga didukung olehh penelitian yang dilakukan di Aga Khan University
Hospital, Karchi di Pakistan. Demikian pula, penelitian yang dilakukan di Ankara Maternity and
Women’s Health Teaching Hospital, Turki tentang induksi persalinan yang tidak berhasil pada
Wanita dengan skor serviks yang tidak baik menunjukkan bahwa skor Bishop yang tidak baik dan
kegagalan induksi berhubungan secara signifikan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian sebelumnya yang telah dilakukan analisis dapat
disimpulkan bahwa Operasi Caesar (CS) dapat meningkatkan hasil bayi dan atau ibu hanya bila
digunakan dengan tepat. Oleh karena itu, rumah sakit yang menyediakan perawatan kebidanan harus
mampu menanggapi kedaruratan kebidanan dalam waktu yang direkomendasikan. Faktor resiko
meningkatkan kemungkinan operasi Caesar darurat meningkat. Jadi jika induksi gagal, persalinan
Caesar darurat harus dilakukan, dan morbiditas ibu dan janin lebih besar pada CS darurat dari pada
CS elektif. Besarnya kegagalan induski persalinan adalah 23%. Kegagalan induksi persalinan juga
dilaporkan oleh penelitian lain dari negara yang berbeda. Faktor-faktor yang berhubungan dengan
kegagalan induksi persalinan pada penelitian ini adalah usia ibu, paritas, Bishop score, indikasi

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 57


induksi persalinan seperti: gawat janin. KPD secara signifikan terkait dengan kegagalan induksi
persalinan.

UCAPAN TERIMA KASIH


Terima kasih disampaikan kepada Universitas Sriwijaya Palembang fakultas Ilmu Kesehatan
Masyarakat, dan juga penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pengampuh
atas bimbingan dan masukkannya.

KONFLIK KEPENTINGAN
Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan, hasil penelitian digunakan untuk
pengembangan keilmuan keperawatan maternitas.

DAFTAR PUSTAKA

Abraha, T. H., Kasahun, W. W., & Kahsay Fisseha, G. (2020). Failure of labor induction in Tigray
region, Ethiopia: a retrospective record review study. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-
86681/v1
Begum, Dr. F., Sultana, Dr. N., Begum, Dr. Y. A., Akhter, Dr. H., Rehana, Dr. M., Sultana, Dr. K.,
Barua, Dr. S., & Sumi, Dr. N. Z. (2022). Indication of Induction of Labor-A Hospital Based
Study. Scholars International Journal of Obstetrics and Gynecology, 5(11), 527–532.
https://doi.org/10.36348/sijog.2022.v05i11.004
Debelo, B. T., Obsi, R. N., Dugassa, W., & Negasa, S. (2022). The magnitude of failed induction
and associated factors among women admitted to Adama hospital medical college: A cross-
sectional study. PLOS ONE, 17(1), e0262256. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0262256
Demssie, E. A., Deybasso, H. A., Tulu, T. M., Abebe, D., Kure, M. A., & Teji Roba, K. (2022).
Failed induction of labor and associated factors in Adama Hospital Medical College, Oromia
Regional State, Ethiopia. SAGE Open Medicine, 10, 205031212210810.
https://doi.org/10.1177/20503121221081009
Desta, M., & Duguma, A. (2021). The Magnitude of Failed Induction of Labor and Associated
Factors Among Women Delivered at Public Hospitals of Arsi Zone, Southeast Ethiopia,
2020: A Cross-Sectional Study. International Journal of General Medicine, Volume 14,
6021–6033. https://doi.org/10.2147/IJGM.S318441
Grobman, W. A., Bailit, J., Lai, Y., Reddy, U. M., Wapner, R. J., Varner, M. W., Thorp, J. M.,
Leveno, K. J., Caritis, S. N., Prasad, M., Tita, A. T. N., Saade, G., Sorokin, Y., Rouse, D. J.,
Blackwell, S. C., Tolosa, J. E., Mallett, G., Ramos-Brinson, M., Roy, A., … Van Dorsten, J.
P. (2018). Defining failed induction of labor. American Journal of Obstetrics and
Gynecology, 218(1), 122.e1-122.e8. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2017.11.556
Gupta, S., Vyas, G., Bhat, M. P., & Jain, M. (2019). Study of the risk factors for cesarean delivery
in induced labor at term. International Journal of Clinical Obstetrics and Gynaecology, 3(2),
05–07. https://doi.org/10.33545/gynae.2019.v3.i2a.02

Kitaw, T. M., Limenh, S. K., Chekole, F. A., Getie, S. A., Gemeda, B. N., & Engda, A. S. (2021).
Decision to delivery interval and associated factors for emergency cesarean section: a cross-
sectional study. BMC Pregnancy and Childbirth, 21(1), 224.
https://doi.org/10.1186/s12884-021-03706-8
Manjappa, A. A., Patil, A. B., & Gopinath, K. R. (2022). Study of the Risk Factors for Cesarean
Delivery among Pregnant Women Requiring Induction of Labor in a Tertiary Care Institute.

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 58


Journal of South Asian Federation of Obstetrics and Gynaecology, 14(2), 122–127.
https://doi.org/10.5005/jp-journals-10006-2021
Mohammed, M., Oumer, R., Mohammed, F., Walle, F., Mosa, H., Ahmed, R., & Eanga, S. (2022).
Prevalence and factors associated with failed induction of labor in Worabe Comprehensive
Specialized Hospital, Southern Ethiopia. PLOS ONE, 17(1), e0263371.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0263371
Mpotora, J. C., Yahaya, J. J., Ngw’eshemi, S. K., & Mwampagatwa, I. H. (2021). Rationale of
indications for caesarean delivery and associated factors among primigravidae in Tanzania.
Journal of Taibah University Medical Sciences, 16(3), 350–358.
https://doi.org/10.1016/j.jtumed.2021.01.009
Murtaza, K., Chaudhry, M., Nazeer, S., & Malik, S. (2021). Prevalence-pattern and risk factors
of Cesarean section in a multiethnic cohort. Pakistan Journal of Medical Sciences, 37(3).
https://doi.org/10.12669/pjms.37.3.3186
Singh, N., Pradeep, Y., & Jauhari, S. (2020). Indications and determinants of cesarean section: A
cross-sectional study. International Journal of Applied and Basic Medical Research, 10(4),
280. https://doi.org/10.4103/ijabmr.IJABMR_3_20
Skeith, L., Le Gal, G., de Vries, J. I. P., Middeldorp, S., Goddijn, M., Kaaja, R., Gris, J.-C., Martinelli,
I., Schleußner, E., Petroff, D., Langlois, N., & Rodger, M. A. (2019). The risk of cesarean
delivery after labor induction among women with prior pregnancy complications: a subgroup
analysis of the AFFIRM study. BMC Pregnancy and Childbirth, 19(1), 455.
https://doi.org/10.1186/s12884-019-2615-x
Tarimo, C. S., Mahande, M. J., & Obure, J. (2020). Prevalence and risk factors for caesarean delivery
following labor induction at a tertiary hospital in North Tanzania: a retrospective cohort
study (2000–2015). BMC Pregnancy and Childbirth, 20(1), 173.
https://doi.org/10.1186/s12884-020-02861-8
Wang, J.-G., Sun, J.-L., & Shen, J. (2020). Factors affecting failed trial of labor and countermeasures:
A retrospective analysis. World Journal of Clinical Cases, 8(16), 3483–3492.
https://doi.org/10.12998/wjcc.v8.i16.3483
Wu, L.-C., Peng, F.-S., Leung, C., Lu, H.-F., Lin, H.-H., & Hsiao, S.-M. (2022). Comparison of
cesarean section rates between obstetricians preferring labor induction at early versus late
gestational age. Taiwanese Journal of Obstetrics and Gynecology, 61(5), 847–853.
https://doi.org/10.1016/j.tjog.2022.05.016

Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), Volume 3 Nomor 1, Mei 2023 59

You might also like