Jurnal Sylva Scienteae Vol. 02 No.
3 Juni 2019 ISSN 2622-8963 (media online)
STUDI DAYA DAN KUALITAS HIDUP KALIANDRA MERAH
(Calliandra calothyrsus) PADA TIGA JENIS TANAH DI AREAL
REKLAMASI BEKAS PENAMBANGAN SEMEN
Survival Rate and Quality of Life Study of Red Kaliandra (Calliandra
calothyrsus) at Three Types of Soil on Reclamation of Post-Cement Mining
Areas
Akhmad Maulidani, Gusti Muhammad Hatta, dan Yudi Firmanul Arifin
Jurusan Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat
ABSTRACT.The higher population growth in Indonesia makes the need for cement increase,
materials obtained by drilling and blasting. These activities resulted in the opening of areas to
mine the material of cement, especially limestone, clay and laterite. This study aims to
determine the percentage of survival rate, quality of life and growth of Calliandra calothyrsus
plants in several soil media. The method used by calculating the percentage of survival rate,
quality of life and growth of C. calothyrsus plant. The highest percentage of survival of C.
calothyrsus is in lateritic soil area with a percentage of 100% and then in the area of limestone
land with a percentage of 94%. The lowest was in the clay soil area with percentage of 79%.
The healthiest quality of living of C. calothyrsus is in limestone soil area with 56% percentage
and then the most unhealthy is in laterite soil area with 51% percentage. The most miserable
and dead are in the clay land area with a percentage of 6% and 21% respectively.
Keywords: Calliandra calothyrsus; limestone; clay; laterite
ABSTRAK. Semakin tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia membuat kebutuhan akan
semen meningkat, bahan didapatkan dengan cara pengeboran dan peledakan. Kegiata
tersebut mengakibatkan terjadinya pembukaan areal untuk tambang material sement
khususnya limestone, clay dan laterit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase
daya hidup, kualitas hidup dan pertumbuhan tanaman Kaliandra Merah pada beberapa media
tanah. Metode yang digunakan dengan menghitung persentase daya hidup, kualtias hidup dan
pertumbuhan tanaman Kaliandra Merah. Persentase daya hidup tanaman Kaliandra Merah
yang tertinggi berada di areal tanah laterit dengan persentase 100 % dan selanjutnya di areal
tanah limestone dengan persentase 94 %. Adapun yang terendah berada di areal tanah clay
dengan persentase 79%. Kualitas hidup tanaman Kaliandra Merah yang paling sehat berada di
areal tanah limestone dengan persentase 56 % dan selanjutnya yang paling kurang sehat
berada di areal tanah laterit dengan persentase 51 %. Adapun yang paling merana dan mati
berada di areal tanah clay dengan nilai persentase berturut-turut 6 % dan 21%.
Kata kunci : Kaliandra Merah; limestone; clay; laterit
Penulis untuk korespondensi: surel: [email protected]
PENDAHULUAN batu kapur, tanah liat dan pasir silika di
tambang dengan cara pengeboran dan
peledakan, sehingga mengakibatkan
Semakin tingginya pertumbuhan pembukaan atau kerusakaan pada areal
penduduk di Indonesia membuat semakin hutan yang ditambang tersebut. Banyaknya
tingginya kebutuhan akan semen sebagai areal yang rusak akibat dari penambangan
bahan bangunan untuk membangun sarana tersebut mengakibatkan terjadinya
dan prasarana antara lain jalan dan perubahan sifat fisik dan kimia tanah
bangunan perumahan. Hal tersebut khususnya limestone, clay dan laterit, yang
membuat semakin tinggi kebutuhan akan mana ketiga jenis tanah ini menjadi material
bahan produksi pada industri pembuatan dalam pembuatan semen.
semen seperti batu kapur, pasir silika, tanah Limestone atau batu kapur
liat, pasir besi dan gipsum. Untuk merupakan bagian dari batuan sedimen,
mendapatkan bahan baku semen seperti yaitu batuan non-klastik yang terbentuk dari
540
Maulidani, A. et al. 2019. Studi Daya Dan … (03): 540-547
proses kimia atau proses biologi. tanda pada tanaman, phiban untuk
Kandungan utama limestone batu kapur mengukur tinggi, cat untuk penanda, laptop
adalah mineral kalsium karbonat (CaCO3) untuk mengolah data dan alat tulis. Bahan
yang terjadi akibat proses kimia yang yang digunakan tanaman Kaliandra Merah
terbentuk secara alami (Apriliani et al., (C. calothyrsus) berumur ± 1 tahun dan air
2012). Clay atau liat adalah tanah yang untuk media penyiraman terhadap tanaman
dicirikan dengan porositasnya yang rendah, Kaliandra Merah (C. calothyrsus).
sehingga tanah liat adalah tanah yang
kurang produktif (Hanafiah, 2005). Laterit Pelaksanaan Penelitian
adalah tanah yang terbentuk dari batuan
heterogen yang terdiri dari kerangka tulang Pelaksanaan dalam penelitian ini
yang mengandung besi keras yang diresapi terdapat beberapa tahapan, yaitu:
dengan bahan tanah liat lunak (Muthusamy
et al., 2005). 1. Persiapan penanaman
Pembukaan lahan yang mengakibat Kegiatan penanaman diawali dengan
kerusakan pada tanah sehingga pH menjadi persiapan lahan dan pembersihan dari
asam dan mengakibatkan vegetasi yang gulma, untuk mempermudah proses
dapat tumbuh di areal tersebut sangat pengamatan dan pemeliharaan.
terbatas. Untuk menutupi lahan yang rusak Kemudian proses pembuatan lubang
akibat penambangan, maka diperlukan tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm,
suatu jenis tanaman yang tahan terhadap serta pemberian pupuk kandang
lahan kritis. Salah satu jenis tanaman yang sebanyak 5 kg untuk setiap lubang
dikenal dapat tumbuh cepat dan dapat sebagai pupuk dasar dan jarak tanam
memperbaiki kondisi sifat kimia dan fisika dengan ukuran 3 x 3 m. Proses
tanah melalui kemampuannya menyediakan penanaman dilakukan pada saat lahan
pupuk hijau yaitu tanaman Kaliandra Merah sudah siap dan tanaman Kaliandra
(C. calothyrsus) (Chamberlain, 2001). Merah yang masih dalam polybag harus
Berdasarkan uraian diatas maka dilepas terlebih dahulu. Kemudian
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanaman ditanam pada lubang yang
bagaimana adaptasi Kaliandra Merah pada sudah disiapkan dan diberi label serta
areal limestone, clay dan laterit, ditinjau dari ajir, agar memudahkan pengamatan.
daya hidupnya. parameter tersebut dapat
menjadi acuan untuk menjawab bagaimana 2. Perlakuan
tanaman Kaliandra Merah beradaptasi pada Perlakuan dalam penelitian ini hanya
ketiga jenis tanah tersebut. membandingkan daya hidup, kualitas
hidup dan pertumbuhan tanaman pada
tiga jenis tanah, yaitu limestone, clay dan
METODE PENELITIAN laterit. Setiap tanah yang menjadi media
tumbuh ditanam sebanyak 100 tanaman,
sehingga dalam penelitian ini terdapat
Tempat dan Waktu Penelitan 100 ulangan.
Penelitian ini akan dilaksanakan di PT 3. Pemeliharaan
Indocement Tunggal Prakasa Tbk Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan
Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan meliputi penyiraman dan pembersihan.
Selatan. Waktu yang diperlukan untuk Penyiraman dilakukan sebanyak 2 kali
penelitian ini ± 4 bulan yang meliputi sehari yaitu, pada pagi dan sore hari.
kegiatan persiapan, pengumpulan data dan Sedangkan pembersihan dilakukan
penyusunan laporan. terhadap gulma pengganggu disekitar
tanaman.
Alat dan Bahan
4. Parameter Pengamatan
Peralatan yang digunakan dalam Parameter yang diamati terdiri dari
penelitian ini adalah tallysheet untuk persentase daya hidup dan kualitas
rekapitulasi data tanaman, kamera untuk hidup tanaman Kaliandra Merah.
dokumentasi, label untuk memberi tanda Pengamatan untuk kualitas hidup dibagi
pada tanaman, excavator untuk membuat menjadi beberapa kriteria yaitu, kualitas
lubang tanam, pestisida untuk memberantas tanaman sehat, kurang sehat, merana
hama dan penyakit, ajir untuk memberi dan mati.
541
Jurnal Sylva Scienteae Volume. 02 No. 3 Edisi Juni 2019
Metode Analisis d) Tanaman mati
Tanaman mati adalah tanaman yang
1. Daya hidup (%) tidak dapat tumbuh lagi dan ditandai
Pada akhir pengamatan untuk dengan batang, daun dan ranting
keseluruhan tanaman dihitung daya mengering hingga akhirnya mati.
hidupnya dengan cara:
Tanaman mati =
Daya hidup (%) =
Jumlah tanaman yang matix100 %
Jumlah tanaman yang hidupx100 % Jumlah semua tanaman
Jumlah semua tanaman
2. Kualitas hidup
Pengamatan kualitas hidup tanaman HASIL DAN PEMBAHASAN
yang diamati dari pertumbuhannya, yaitu
sehat, kurang sehat, merana dan mati.
Adapun menurut (Permenhut, 2009) Persentase Daya Hidup Tanaman
pertumbuhan tanaman digolongkan Kaliandra Merah
dalam 3 katagori, yaitu tanaman sehat,
kurang sehat dan merana. Penelitian ini menggunakan pupuk
a) Tanaman sehat kandang untuk meningkatkan kegemburan
Tanaman sehat adalah tanaman yang tanah, selain itu juga agar tanaman dapat
tumbuh segar dan batang relatif lurus, mengambil unsur hara yang ada didalam
bertajuk lebat dengan tinggi minimal pupuk kandang sebagai makanannya.
sesuai standar dan bebas dari hama Nurhayati(2016) menyebutkan bahwa
dan penyakit/gulma. Biasanya tanaman pemberian pupuk organic pada tanaman
akan tumbuh sehat apabila dilakukan akan meningkatkan kegemburan tanah,
perawatan dan pemeliharaan seperti sehingga perakaran tanaman akan mudah
penyiangan, pendangiran, pemupukan menembu sstruktur tanah. Pemberian pupuk
dan pemberantasan hama dan penyakit ke dalam tanah bertujuan untuk menambah
serta gulma. atau mempertahankan kesuburan tanah.
Kesuburan tanah dinilai berdasarkan
Tanaman sehat = ketersediaan unsur hara di dalam tanah,
baik hara makro maupun hara mikro secara
Jumlah tanaman yang sehatx100 % berkecukupan dan berimbang (Bustami et
=
Jumlah semua tanaman al., 2012). Hubungan antara jumlah hara
yang tersedia dalam jaringan tanaman
b) Tanaman kurang sehat dengan respon pertumbuhan tanaman
Tanaman kurang sehatadalah tanaman secara grafikal, dapat digunakan untuk
yang tumbuh tidak normal atau mengetahui suatu unsur hara berada dalam
terserang hama penyakit, daun keadaan kekurangan, optimal atau
berwarna kuning atau berwarna tidak kelebihan (Soepartini, 1990).
normal dan batang bengkok. Persentase hidup merupakan
indikator yang sangat penting untuk
Tanaman kurang sehat = menunjukkan keberhasilan dalam kegiatan
penanaman. Parameter ini dihitung
Jumlah tanaman yang kurang sehat x100% berdasarkan perbandingan antara jumlah
Jumlah semua tanaman tanaman Kaliandra Merah yang hidup pada
akhir pengamatan dengan jumlah seluruh
c) Tanaman merana tanaman Kaliandra Merah yang ditanam.
Tanaman merana adalah tanaman Keberhasilan tanaman yang tumbuh di
yang tumbuhnya tidak normal atau lapangan dilihat melalui ketahanan tanaman
terserang hama dan penyakit sehingga hingga akhir pengamatan selama 3 bulan.
kalau dipelihara kecil kemungkinan
akan tumbuh dengan baik.
Tanaman merana =
Jumlah tanaman yang meranax100 %
Jumlah semua tanaman
542
Maulidani, A. et al. 2019. Studi Daya Dan … (03): 540-547
tegak sehingga lama kelamaan tanaman
% Persentase hidup akan layu dan akhirnya mati.
120 100
100
94 Kualitas Hidup Tanaman Kaliandra Merah
79
80 Hasil dari pengamatan tanaman
60 Kaliandra Merah selama 3 bulan diperoleh
40 hasil kualitas hidup yang beragam pada
20 setiap areal tanah. Adapun hasil tersebut
bisa dilihat pada beberapa gambar dibawah
0 ini.
Limestone Clay Laterit
1. Tanaman yang sehat
Gambar 1. Persentase Daya HidupTanaman %
Kaliandra Merah 60 56
50 46
Hasil gambar 1 menunjukkan jumlah 38
40
persentase hidup paling tinggi padatanaman
Kaliandra Merah berada di areal tanah laterit 30
dengan persentase tanaman yang hidup 20
100 %, di areal tanah laterit memiliki pH 10
5,84. Menurut Tassin et al., 1996, tanaman 0
Kaliandra Merah dapat tumbuh pada Limestone Clay Laterit
berbagai jenis tanah dan tahan terhadap
tanah asam dengan pH 4,5 dan rendah
unsur haranya, sehingga tanaman ini Gambar 2. Kualitas hidup tanaman Kaliandra
banyak digunakan sebagai pesaing bagi Merah yang sehat
gulma khususnya alang-alang.
Sedangkan tanaman yang paling Berdasarkan hasil dari gambar 2 dan
rendah persentase hidupnya berada di areal diketahui persentase tanaman Kaliandra
tanah clay dengan persentase hidup 79 %, Merah yang sehat memiliki nilai paling tinggi
rendahnya persentase hidup dikarenakan pertama berada di areal tanah limestone
pada areal tanah clay mempunyai pH 3,23. dengan nilai persentase 56 % dan
Pada pH sangat asam tersebut membuat selanjutnya pada areal tanah laterit dengan
tanaman Kaliandra Merah banyak yang nilai persentase 46 %. Adapun yang paling
mati, selain itu juga adanya genangan air rendah berada di areal tanah clay dengan
yang diakibatkan hujan membuat tanaman nilai persentse 38 %.
Kaliandra Merah menjadi kurang sehat
pertumbuhannya. Menurut (Tassin et al., 2. Tanaman kurang sehat
1996) bahwa tanaman Kaliandra Merah %
tidak dapat tumbuh dengan baik pada lahan 60 51
yang drainasenya buruk. Pada areal tanah
50
limestone memiliki persentase hidup tinggi
40 35 35
yaitu 94 %. Beberapa tanaman mati
dikarenakan kalah bersaing dengan gulma. 30
Umumnya pada areal tanah limestone 20
mempuyai pH 8,05, sehingga gulma 10
tumbuh subur dan bersaing dengan
tanaman Kaliandra Merah. 0
Dwi djoseputro (1980) mengatakan Limestone Clay Laterit
persentase hidup merupakan suatu kunci
keberhasilan dalam menilai kemampuan Gambar 3. Kualitas hidup tanaman Kaliandra
hidup pada suatu tanaman yang bertujuan Merah yang kurang sehat
untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan
sekitar. Tanaman bisa dikatakan mati Berdasarkan hasil gambar 3 diketahui
apabila menunjukan perubahan yang terjadi persentase tanaman Kaliandra Merah yang
dengan berubahnya warna daun dan batang kurang sehat paling tinggi pertama berada di
menjadi pucat, artinya batang tidak bisa areal tanah laterit dengan nilai persentase
51 %. Sedangkan untuk areal tanah
543
Jurnal Sylva Scienteae Volume. 02 No. 3 Edisi Juni 2019
limestone dan clay sama – sama memiliki yang memiliki kualitas sehat terbanyak
nilai persentase 35 %. berada di lokasi limestone dengan nilai
persentase 56 %, karena pada lokasi
3. Tanaman yang merana limestone pH tanahnya tinggi yaitu 8,05,
% sehingga tanaman Kaliandra Merah dapat
7 tumbuh dengan sehat. Tanaman Kaliandra
6 Merah yang memiliki kualitas kurang sehat
6
tertinggi berada di areal tanah laterit dengan
5 nilai persentase 51 %, karena pH pada areal
4 3 3 tanah laterit cendrung asam dengan nilai pH
3 5,46. Untuk tanaman yang paling banyak
merana dan mati berada di areal tanah clay
2
dengan nilai persentase 6 % untuk tanaman
1 yang merana dan untuk tanaman yang mati
0 dengan nilai persentase 21 %, karena pada
Limestone Clay Laterit areal tanah clay pHnya sangat asam
dengan nilai pH 3,23, sehingga
pertumbuhan tanaman Kaliandra Merah
Gambar 4. Kualitas hidup tanaman Kaliandra kurang baik.
Merah yang merana Selain itu juga beberapa faktor yang
mempengaruhi kualitas hidup tanaman
Berdasarkan hasil gambar 4 diketahui Kaliandra Merah, yaitu suhu, kelembaban
persentase tanaman Kaliandra Merah yang udara, dan curah hujan. Menurut
merana paling tinggi pertama berada di (Macqueen, 1996) tanaman Kaliandra
areal tanah clay dengan nilai persentase Merah memerlukan lingkungan
6 %. Sedangkan untuk areal tanah bertemperatur harian antara 22- 28oC.
limestone dan laterit memiliki nilai Berdasarkan data (BMKG, 2007) pada bulan
persentase yang sama sebesar 3 %. november memiliki suhu rata-rata 26,89 ℃,
kelembaban udara rata-rata 85,79 % dan
4. Tanaman yang mati curah hujan rata-rata 171 mm. Sedangkan
% pada bulan desember memiliki suhu rata-
rata 26,93 ℃, kelembaban udara rata-rata
25 21 83,66 % dan curah hujan rata-rata 86 mm.
20 Rendahnya curah hujan membuat
perumbuhan tanaman Kaliandra Merah
15
menjadi terganggu, karena proses
10 6 penyiraman pada tanaman Kaliandra Merah
hanya mengandalkan dari curah hujan
5
0 secara alami, sehingga tanaman Kaliandra
0 Merah kondisi tanamannya ada beberapa
Limestone Clay Laterit yang kurang sehat bahkan sampai mati, dan
kualitas dari daunnya juga berubah warna
Gambar 5. Kualitas hidup tanaman Kaliandra dari hijau tua menjadi hijau kekuning-
Merah yang mati kuningan akibat dari kekurangan air.
Dari hasil pengamatan pertama
Berdasarkan hasil gambar 5 diketahui kualitas hidup tanaman Kaliandra Merah
persentase kematian tanaman Kaliandra pada areal tanah laterit ada ditemukan dua
Merah yang paling tinggi pertama berada di tanaman yang ditanam dari awal tidak
areal tanah clay dengan nilai persentase mengalami pertumbuhan tinggi dan jumlah
21 % dan kedua berada di areal tanah daun hanya tersisa batangnya dan kondisi
limestone dengan nilai persentase 6 %. tanamannya merana tetapi tidak mati. Pada
Sedangkan yang ketiga dan paling rendah saat pengamatan yang keempat dua
berada di areal tanah laterit dengan nilai tanaman Kaliandra Merah tadi sudah mulai
persentse 0 % atau hidup 100%. mengalami perubahan dengan adanya
Hasil dari pengamatan kualitas muncul tunas baru, sehingga tinggi dan
tanaman Kaliandra Merah diketahui bahwa jumlah daun tanaman diukur dari tunas yang
tanaman Kaliandra Merah memiliki kualitas baru muncul. Sedangkan untuk areal tanah
hidup yang berbeda-beda pada setiap limestone dan clay tidak ditemukan tanaman
lokasi. Untuk tanaman Kaliandra Merah
544
Maulidani, A. et al. 2019. Studi Daya Dan … (03): 540-547
Kaliandra Merah seperti yang ditemukan di tumbuh Kaliandra, karena menurut
areal tanah laterit. Litbanghut (2014) tanaman Kaliandra taham
Selain itu juga munculnya bunga pada terhadap tanah masam dengan pH sekitar
beberapa tanaman Kaliandra Merah ditiga 4,5. Namun jenis tanaman ini tidak tahan
areal penanaman, menunjukkan bahwa terhadap tanah dengan drainase buruk yang
tanaman Kaliandra Merah sudah tergenang air.
beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan Cahaya menjadi faktor lingkungan
munculnya bunga pada saat bulan Februari. utama dalam pengendalian pertumbuhan
Menurut (Kartasubrata, 1996) Di Indonesia, tanaman karena dengan adanya cahaya
musim berbunga sangat bervariasi proses fotosintesis dapat berlangsung
tergantung jumlah curah hujan serta (Murphy, 2002). Kaliandra adalah tanaman
penyebarannya, dan puncaknya yang mampu hidup dengan intensitas
berlangsung antara bulan Januari-April. cahaya penuh (100%), sehingga sangat
Tandan bunga berkembang dalam posisi cocok pada lahan-lahan yang terbuka
terpusat, dan bunganya bergerombol seperti halnya lahan pasca tambang. Pada
disekitar ujung batang. Bunga mekar hanya penelitian ini umumnya Kaliandra ditanam
satu malam saja dengan benang-benang pada lahan yang terbuka tanpa naungan,
umumnya berwarna putih di pangkalnya dan akan tetapi tidak berpengaruh terhadap
merah mencolok di bagian ujungnya. Sehari daya dan kualitas hidupnya.
kemudian benang-benang ini akan layu dan Kalimantan yang sebagian
yang tidak mengalami pembuahan akan wilayahnya merupakan areal tambang
gugur. dimana areal tersebut harus dilakukan
Tanaman merupakan jenis tanaman reklamasi dan revegetasi. Areal reklamasi
eksotik yang berasal dari Meksiko Amerika umumnya tingkat keseburannya sangat
Tengah yang masuk ke Indonesia pada rendah dan keasamannya tinggi (pH
tahun 1936 (Stewarts el al., 2001). rendah) (Arifin el al., 2018) memerlukan
Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat alternatif jenis tanaman yang mampu hidup
dan baik walaupun keadaan tanah yang atau memiliki daya hidup yang tinggi pada
tidak subur (Mulyana et al., Daning dan kondisi tanah yang marginal tersebut.
Foekh, 2018). Dari hasil riset ini ternyata Kaliandra sebagai jenis tanaman alternatif
kaliandra juga mampu beradaptasi dengan untuk tujuan tersebut. Perlu juga
tiga tipe tanah ex-tambang semen, yaitu diperhatikan bahwaKaliandra Merah
limestone, lateri dan clay (liat). Kaliandra merupakan jenis agresif yang mampu hidup
mampu memiliki daya hidup dengan baik pada berbagai tipe tanah dan dari tanah
hingga mencapai 100% pada tanah laterit, vulkanik dalam, sampai alluvial sampai
94% pada limestone dan 79% pada tanah tanah lempung pasiran yang tererosi.
clay. Hal ini berarti daya hidup kaliandra Kaliandra selain mampu hidup pada
sangat tinggi pada berbagai tipe tanah. tanah-tanah yang tidak subur juga menjadi
Kaliandra juga jenis tanaman yang tidak salah satu tanaman legume yang sangan
than terhadap naungan dan cepat sekali penting untuk pakan ternak ruminansia pada
kalah bersaing dengan tumbuhan pada daerah tropis (Mulyana et al., 2006).
hutan sekunder lainnya. Di Meksiko dan Kaliandra juga himerupakan sumber protein
Amerika Tengah tanaman ini dapat tumbuh ternak sebanyak 31,35% (Novia et al.,
pada berbagai habitat terutama pada 1992). Dilaporkan juga oleh Tangendjaja et
ketinggian hingga 1860 m dari permukaan al. (1992) bahwa kandungan tannin antara
laut (Litbanghut, 2014). Jenis tanaman ini 1,5-11,3% pada kaliandra mengakibatkan
juga hidup pada curah hujan berkisar tingkat kecernaan rendah 30-60%.
antara 1.000-4.000 mm per tahun. Kaliandra Secara umum keberhasilan
juga dapat hidup pada areal kering dengan pembudidayaan Kaliandra tergantung dari
musing kemarau selama 2-4 bulan dengan faktor benih (unggul), lahan untuk
curah hujan kurang dari 50 mm per bulan, menanam, yang meliputi; ketinggian, curah
dapun areal riset ini dilakukan dengan curah hujan, kesuburan, dan lain-lain, teknis
hujan 86-171 mm per bulan, sehingga masih penanaman meliputi; pemeliharaan,
sesuai dengan habitat jenis tanaman ini. campuran atau monokultur dan lain-lain, dan
Umumnya tanah di Kalimantan penanamannya meliputi; waktu tanam, jarak
khususnya Kalimantan Selatan, terutama tanam, pupuk dasar dan lain-lain.
pada areal pasca tambang pH tanah sangat
rendah berkisar antara 3-5, keadaan ini
tidak menjadi permasalahan untuk tempat
545
Jurnal Sylva Scienteae Volume. 02 No. 3 Edisi Juni 2019
KESIMPULAN DAN SARAN batu kapur dengan metode arbonasi.
Jurnal Sains danSeni ITS.Vol. 1 (1),
30-34.
Kesimpulan Badan Meteorologi, Geofisika dan
Klimatologi Banjarbaru Tahun 2017.
Persentase daya hidup tanaman Bustami, Sufardi, dan Bakhtiar. 2012.
Kaliandra Merah yang tertinggi berada di Serapan Hara dan Efisiensi
areal tanah laterit dengan persentase Pemupukan Phosfat serta
tanaman yang hidup 100 % dan selanjutnya Pertumbuhan Padi Varietas Lokal.
berada di areal tanah limestone dengan
Jurnal manajemen sumberdaya lahan.
persentase tanaman yang hidup 94 %. 1 (2): 159-170.
Adapun yang terendah berada di areal
tanah clay dengan persentase tanaman Chamberlain, J.R. (Eds). (2001). Calliandra
yang hidup 79%. calothyrsus: an agroforestry tree for
Kualitas hidup tanaman Kaliandra the humid tropics(p.100)(Tropical
Merah yang paling sehat berada di areal forestry paper no. 40, p.100). Oxford
tanah limestone dengan persentase 56 % Forestry Research Institute, UK.
dan selanjutnya tanaman Kaliandra Merah Daning, D. R. A, Foekh, B. 2018. Evaluasi
yang paling kurang sehat berada di areal Produksi dan Kualitas Nutrisi pada
tanah laterit dengan persentase 51 %. Untuk Bagian Daun Kulit Kayu (Calliandra
tanaman Kaliandra Merah yang paling calothyrsus) dan Gliricidia
merana dan mati berada di areal tanah clay sepium.Jurnal Sains Peternakan, (16),
dengan nilai persentase 6 % untuk tanaman 7-11.
merana dan dengan nilai persentase 21 % Dwidjoseputro, D 1980. Pengantar Fisiologi
untuk tanaman yang mati. Tumbuhan. Jakarta : Gramedia.
Hanafiah, K.A. 2005. Dasar- dasar Ilmu
Saran
Tanah. Raja Grafindo Persada,
Jakarta.
Saran dari penelitian ini yaitu,
tanaman Kaliandra Merah akan tumbuh Kartasubrata, J. 1996. Culture and Uses of
dengan baik pada areal tanah laterit dan Calliandra calothyrsus in Indonesia. In
limestone, karena pada areal ini pH pada : D.O. Evans (ed). Proceedings of
tanah sesuai dengan pH yang dibutuhkan International Workshop in the Genus
tanaman Kaliandra Merah untuk hidup. Calliandra. Forest, Farm and
Sedangkan untuk areal tanah clay tanaman Community Tree Research Reports
Kaliandra Merah kurang baik (Special Issue). Winrock International,
pertumbuhannya, dikarenakan pH yang Morrilton Arkansas USA. p 101-107.
sangat asam membuat pertumbuhannya Litbanghut. 2014. Budidaya Kaliandra
kurang baik dibandingkan dengan areal (Calliandra calothyrsus) Untuk Bahan
laterit dan limestone. Baku Sumber Energi. IPB Press.
Adapun gulma yang tumbuh disekitar Jakarta.
tanaman Kaliandra Merah harap selalu Macqueen,D.J. 1996. Calliandra Taxonomy
dibersihkan, karena umumnya Kaliandra and Distribution, with particular
Merah kalah bersaing dengan gulma. references to the series Racemosae.
Kaliandra juga bias hidup pada tanah In : D.O. Evans (ed). Proceedings of
dengan drainase jelek, terutama pada lahan International Workshop in the Genus
yang tergenang air, sehingga sebaiknya Calliandra. Forest, Farm and
dalam penanaman perlu diperhatikan Community Tree Research Reports
kondisi drainase tanah. (Special Issue). Winrock International,
Morrilton Arkansas USA. p 1-17.
Mulyana, A., Sumarta, T. Hidayat dan
DAFTAR PUSTAKA Karma. 2006. Produktivitas Beberapa
Varietas Kaliandra (Calliandra
calothyrsus) sebagai Hijauan Pakan
Apriliani, N. F., Baqiya, M. A., & Darminto. Ternak. Temu Teknis Nasional
(2012). Pengaruh penambahan Tenaga Fungsional Pertanian. Pusat
larutan MgCl2 pada sintesis kalsium Penelitian dan Pengembangan
karbonat presipitat berbahan dasar Peternakan.
546
Maulidani, A. et al. 2019. Studi Daya Dan … (03): 540-547
Murphy, B. 2002. Greener Pastures on Your Soepartini, M. 1990. Kimia Tanah. Materi
Side of The Fence. 4th edn. Arriba Pelatihan Teknik Analisa Tanah,
Publishing, Vermont. 39-100. Tanaman, Air dan Pupuk. Pusat
Muthusamy, K. N., Kamaruzaman, W., Penelitian Tanah dan Agroklimat,
Mohamed A. Ismail, dan A. M. A. Bogor. 12 hal.
Budiea. (2005), Durability Stewart, J., Mulawarman, J. M. Roshetko,
Performance of Concrete Containing dan M. H. Powell. 2001. Produksi dan
Laterite Aggregates, KSCE Journal of Pemanfaatan Kaliandra (Calliandra
Civil Engineering, November 2015, vol calothyrsus). Winrock International
19, issue 7, pp 2217-2224. and International Centre for Research
Novia, Q., Y, Retnani. dan I.G. Permana. in Agroforestry.
2015. Kecernaan Bahan Kering dan Tangendjaja, B. and E. Wina. 2000. Tannins
Bahan Organik Wafer Daun Kaliandra and ruminant production in Indonesia.
Pada Kambing Peranakan Etawah. In: Brooker, Tannins in Livestock and
Jurnal Pertanian Agros 17(01): 113- Human Nutrition. ACIAR Proceeding
120. 92: 40-43.
Nurhayati, 2016. Pengaruh Pemberian Tassin,J.Perret,S.,Cattet,R., and Lesuer,D.
Pupuk Organik Cair Terhadap 1996. Improving soil physical
Pertumbuhan Bibit Johar (Cassia properties with Calliandra hedgerows
seamena ) di PT. Jorong Barutama in Reunion Island. In : D.O. Evans
Greston. Skripsi Fakultas Kehutanan (ed). Proceedings of International
Universitas Lambung Mangkurat Workshop in the Genus Calliandra.
Banjarbaru. (tidak dipublikasikan). Forest, Farm and Community Tree
Peraturan Menteri Kehutanan Republik Research Reports (Special Issue).
Indonesia Nomor : P. 60/Menhut- Winrock International, Morrilton
II/2009 Tentang Pedoman Penilaian Arkansas USA. p 164-167.
Keberhasilan Reklamasi Hutan.
547