0% found this document useful (0 votes)
416 views192 pages

Seni Rupa BG KLS V

buku seni rupa

Uploaded by

Shere Jc
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
416 views192 pages

Seni Rupa BG KLS V

buku seni rupa

Uploaded by

Shere Jc
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF or read online on Scribd
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN PUSAT PERBUKUAN Buku Panduan Guru Seni Rupa Taufik Hidayatdlloh Afia Fauziah, Hak Cipta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik indonesia Dilindungi Undang-Undang. Disclaimer: Buku ini disiapkan oleh Pemerintah dalam rangka pemenuhan kebutuhan buku pendidikan yang bermutu, murah, dan merata sesuai dengan amanat dalam UU No. 3 Tahun 2017. Buku ini digunakan secara terbatas pada Sekolah Penggerak. Buku ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Buku ini merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman, Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat sure! [email protected] diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V Penulis Taufik Hidayatulloh ‘fia Fauziah Penelaah Bandi Sobandi ‘Adam Wahida Penyelia/Penyelaras Supriyanto E. Qos M. Anwas Yanuar Adi Sutrasno. Emira Novitriani Yusuf Penyunting Harry Sulastianto Mustrator Taufik Hidayatulloh Penata Letak (Desainer) liham Yahya Jalaludin Penerbit Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Komplek Kemdikbudristek Jalan RS. Fatmawati, Cipete, jakarta Selatan httpsi/buku.kemdikbud.go.id Cetakan pertama, 2021 ISBN 978-602-244-346.9 (no,jillengkap) ISBN 978-602-244-616-3 (il. 5) Isi buku ini menggunakan huruf Open Sans 10/13 pt. by Monotype vili, 184 him. 21 x 29,7 em, Kata Pengantar Pusat Perbukuan; Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sesuai tugas dan fungsinya mengembangkan kurikulum yang mengusung semangat merdeka belajar mulai dari satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik, Untuk rmendukung pelaksanaan kurikulurn tersebut, sesuai Undang-Undang Nomor 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, pemerintah dalam hal ini Pusat Perbukuan memiliki tugas untuk menyiapkan Buku Teks Utama. Buku teks ini merupakan salah satu sumber belajar utara untuk digunakan pada satuan pendidikan. Adapun acuan penyusunan buku adalah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Sajian buku dirancang dalam bentuk berbagai aktivitas pembelajaran untuk mencapai kompetensi dalam Capaian Pembelajaran tersebut. Penggunaan buku teks ini dilakukan secara bertahap pada Sekolah Penggerak sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 162/M/2021. tentang Program Sekolah Penggerak. Sebagai dokumen hidup, buku ini tentunya dapat diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan. Oleh karena itu, saran-saran dan masukan dari para guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyernpurnaan buku teks ini, Pada kesempatan ini, Pusat Perbukuan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan buku ini mulai dari penulis, penelaah, penyunting, ilustrator, desainer, dan pihak terkait lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Semoga buku ini dapat bermanfaat khususnya bagi peserta didik dan guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Jakarta, Oktober 2021 Pit. Kepala Pusat, Supriyatno NIP 19680405 198812 1.001 Prakata “Seni memiliki kekuatan untuk mengubah, menerangi, mendidik, menginspirasi dan memotivasi". (Harvey Fierstein) Buku panduan guru Seni rupa ini dirancang berdasarkan Capaian Pembelajaran Seni Rupa yang telah ditetapkan Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi Republik Indonesia. Seni rupa merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan untuk siswa dalam seluruh jenjang mulai dari pendidikan dasar ‘sampai menegah di Indonesia, Penyusunan Buku Panduan Guru ini bertujuan untuk membantu guru agar mendapat gambaran secara jelas, rinci dan sistematis pada mata pelajaran seni rupa. Hal ini dilakukan karena masih banyak guru yang mengajar di jenjang sekolah dasar bukan dari latar belakang pendidikan seni rupa. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam buku ini dapat dilakukan dengan variasi metode atau model pembelajaran sesuai dengan tujuan, karakteristik materi, pengalaman guru, karakteristik dan profil siswa, serta sumber daya yang terdapat pada sekolah masing-masing, selain itu, guru memiliki keleluasaan untuk berkreativitas dalam penyesuainan kegiatan pembelajaran dengan konteks lingkungan dan karakteristik kemampuan siswa. sehingga kegiatan pembelajaran seni rupa ini dapat terlaksana dengan baik dan terjalin interaksi guru dan siswa yang membangkitkan kemandirian, keaktifan, dan kernampuan berpikir siswa di sekolah. Melalui pelajaran seni rupa kita diajarkan mengenai sebuah keindahan, belajar dari setiap langkah kehidupan kita memiliki nilai keindahan yang dapat kita nikmati dan syukuri, Melalui seni kita dapat belajar hal yang bukan hanya dinilai angka, tatapi belajar menilai susuatu dari kesungguhan, rasa dan cinta kasih. Selamat menjelajahi dunia seni. Hormat Kami, Taufik Hidayatulloh dan Afia Fauziah Daftar Isi Kata Pengantar, Prakata..... Daftar Isi.... Petunjuk Penggunaan Buku Panduan Umum A. Profil Pelajar Pancasila B. Capaian Pembelajaran Seni Rupa C. Strategi Umum Pembelajaran. Panduan Khusus Fase C A. Capaian Pembelajaran Fase C (Umumnya Kelas 5-6) B, Capaian Pembelajaran (Cp) Fase C Berdasarkan Elemen Dan Sub Elemen C. Target Konten Pertahun Fase C (Kelas 5). D. Karakteristik Siswa Kelas 5 (Umumnya Berusia 10-11 Tahun). E, Unit-Unit Kegiatan Pembelajaran Kelas 5. Unit 1. Mengenal Unsur dan Prinsip Seni Rupa Pada Objek Di Sekitar Kita ‘A. Elemen dan Sub Elemen Capaian B. Profil Pelajar Pancasila C. Tujuan Pembelajaran.. D. Deskripsi E, F. G . Prosedur Kegiatan Pembelajaran, Refleksi Guru . Asesmen/Penilaian. Unit 2. Menggambar Ritme Dalam Seni Rupa A, Elernen dan Sub Elemen Capaian. B. Profil Pelajar Pancasila... C. Tujuan Pembelajaran.. D. Deskripsi. E F. G. Prosedur Kegiatan Pembelajaran. . Refleksi Guru... ;. Asesmen/Penilaian.. Unit 3. Mengenal dan Mengeksplorasi Ikatan dan Simpul.. Elemen dan Sub Elernen Capaian.... Profil Pelajar Pancasila... Tujuan Pembelajaran. Deskripsi Prosedur Kegiatan Pembelajaran. Refleksi Guru Asesmen/Penilaian.. ar mone> Unit 4, Membuat Karya Seni Makrame Sederhana ‘A. Elemen dan Sub Elemen Capaian. B. Profil Pelajar Pancasila . Tujuan Pembelajaran... D. Deskrip: E. F. G . Prosedur Kegiatan Pembelajaran Refleksi Guru . Asesmen/Penilaiat Unit 5. Mengenal dan Mengeksplorasi Aneka Anyaman. ‘A. Elemen dan Sub Elemen Capaian B. Profil Pelajar Pancasila C. Tujuan Pembelajaran.. D. Deskripsi. E. F. G Prosedur Kegiatan Pembelajaran. Refleksi Guru. Asesmen/Penilaian sen Unit 6. Membuat Souvenir Dari Anyaman. A. Elernen dan Sub Elemen Capaian B. Profil Pelajar Pancasila C. Tujuan Pembelajara D. Deskripsi.... E. F. G . Prosedur Kegiatan Pembelajaran. Refleksi Guru. . Asesmen/Penilaiar Unit 7. Menggambar Eskpresif Dengan Prinsip Keseimbangan.. A. Elemen dan Sub Elemen Capaian B. Profil Pelajar Pancasila C. Tujuan Pembelajaran... D. Deskripsi.. E. F. G. . Prosedur Kegiatan Pembelajaran. Refleksi Guru. . Asesmen/Penilaiat Unit 8. Menggambar Objek Tumbuhan Dengan Memperhatikan Prinsip Proporsi Elemen dan Sub Elemen Capaian. Profil Pelajar Pancasila Tujuan Pembelajaran.. Deskripsi.... Prosedur Kegiatan Pembelajaran. Refleksi Guru. Asesmen/Penilaian ammonwmp 75 76 76 76 7 7 82 82 85 86 86 86 86 87 92 92 95 96 96 97 97 97 102 102 105 106 106 106 106 107 m1 m1 15 116 116 17 7 7 122 122 Unit 9. Mengenal Aneka Ragam Hias Dari Berbagai Daerah Di Indonesia. ‘A. Elemen dan Sub Elemen Capaian. B, Profil Pelajar Pancasila C. Tujuan Pembelajaran D. Deskripsi E. F. G . Prosedur Kegiatan Pembelajaran Refleksi Guru. . Asesmen/Penilaian. Unit 10.Mengkreasi Jenis dan Pola Ragam Hi ‘A. Elemen dan Sub Elemen Capaian... B. Profil Pelajar Pancasila C. Tujuan Pembelajaran... D. Deskripsi..., E F, G. . Prosedur Kegiatan Pembelajaran Refleksi Guru Asesmen/Penilaian. Unit 11.Membuat Karya Seni Dari Bahan Daur Ulang Limbah Rumah Tangga ‘A. Elemen dan Sub Elemen Capaian... B. Profil Pelajar Pancasila C. Tujuan Pembelajaran.. D. Deskripsi... E. F G. . Prosedur Kegiatan Pembelajaran. Refleksi Guru |. Asesmen/Penilaian Unit 12.Menciptakan Karya Seni Dari Kertas Beka: ‘A. Elemen dan Sub Elemen Capaian.... B. Profil Pelajar Pancasila C. Tujuan Pembelajaran... D. Deskripsi E F. G . Prosedur Kegiatan Pembelajaran Refleksi Guru... 3. Asesmen/Penilaian Glosarium Daftar Pustaka Daftar Gambar Indeks ...... Profil Penulis dan lustrator Profil Penelaah Profil Editor 127 128 128 128 129 129 133 134 137 138 138 139 139 139 144 144 149 150 150 151 151 151 157 187 161 162 162 163 163 163 169 169 173 175 177 178 179 181 183 184 vil Petunjuk Penggunaan Buku Pembelajaran dalam Buku Panduan Guru Seni Rupa ini dirancang agar guru mudah untuk memahami, menyampaikan dan mewujudkan kegiatan seni rupa dalam kehidupan sehari-hari. Buku Panduan Guru Seni Rupa ini mengacu pada capaian pembelajaran berbasis kompetensi, dengan kegiatan pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa. Diharapkan buku ini dapat menuntun guru dalam memproses kegiatan pembelajaran sehingga menjadi jelas apa yang harus dilakukan pada aktivitas pembelajaran. fea -f)) oO: =i CE Berisi: 1. Gambar yang berkaitan dengan judul bab yang akan kalian dalami 2. Tujuan Pembelajaran bab an Sub-Bab Berisi: Elemen dan Sub-Eleman Capaian Profil Pelajar Pancasila Tujuan Pembelajaran Deskripsi yeRweno Prosedur Kegiatan Pembelajaran Berisi: 1. Refleksi Guru 2. Asesmen/Penilaian KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI, 2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V Penulis: Taufik Hidayatulloh, Afia Fauziah ISBN: 978-602-244-616-3 Panduan Umum Buku Panduan Guru Seni Rupa ini dirancang untuk menyediakan beberapa saran penyampaian atau pendekatan pembelajaran dalam meraih Capaian Pembelajaran Seni Rupa. Panduan Umum : Bagian A _: Pengenalan Profil Pelajar Pancasila Pada Mata Pelajaran Seni Rupa Bagian BB: Pengenalan Capaian Pembelajaran Seni Rupa BagianC _: Strategi Umum Pembelajaran Panduan Khusus Fase C: Bagian A _: Capaian Pernbelajaran Fase C (Umumnya Kelas 5-6) BagianB —_: Capaian Pembelajaran (CP) Fase C Berdasarkan Elemen dan Sub Eleren Bagian C __: Target Konten Pertahun Fase C (Kelas 5-6) BagianD _: Karakteristik Siswa Kelas 5 (Umumnya Berusia 10-11 Tahun) BagianE —_: Unit-Unit Kegiatan Pembelajaran Kelas 5 Pengetah perimen dan Kernampuan dengan Artistik Pengetahuan Siswa Terbiasa dan Kemampuan —_Bekerja Mandiri Artistik Siswa Menggabungkan Pengetahuan dan Kemampuan Artistik AC Pengenalan Kernampuan Artistik + Siswa Bekerja Spontan Gambar 1. Gambaran perkembangan capaian siswa dalam 6 fase pembelajaran 2 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V A. PROFIL PELAJAR PANCASILA “"Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Pernyataan ini memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat (lifelong learner), kompetensi global (global competencies), dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menunjukkan adanya paduan antara penguatan identitas khas bangsa Indonesia, yaitu Pancasila untuk memenuhi dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan pembelajaran sesuai dengan konteks Abad 21. Dari pernyataan Profil Pelajar Pancasila tersebut, enam karakter/kompetensi dirumuskan sebagai dimensi kunci, Keenamnya saling berkaitan dan menguatkan, sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnya keenam dimensi tersebut secara bersamaan, tidak parsial. Keenam dimensi tersebut adalah : 1. Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia Berkebinekaan global Bergotong-royong, Mandiri Bernalar kritis Kreatif ay awn fo : Lae os (st Pancasila Gambar 2. Enam Dimensi Profil Pelajar Pancasila Enam dimensi ini menunjukkan bahwa Profil Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia, Keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila harus dipahami sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi, dimana keterkaitan antara satu dimensi dengan dimensi lainnya akan melahirkan kemampuan yang lebih spesifik dan konkret. Panduan Umum | 3 Tabel 1. Elemen, Sub Elernen dan Sikap Profil Pelajar Pancasila Pada Pelajaran Seni Rupa Pera Baoan Broo co peut 1.Beriman, | Akhlak « Saya selalu berupaya mengembangkan diri Bertakwa _| pribadi dan mengintrospeksi diri, Kepada # Saya bersyukur dan merayakannya saat saya Tuhan menyelesaikan karya saya dengan baik. Yang Maha # Saya dapat mengekspresikan empati. Esa dan Berakhlak | Akhlak Saya menghormati karya seni teman sekelas, Mulia kepada # Saya dapat mendengarkan dengan penuh manusia perhatian. © Saya dapat menghargai perbedaan dan mengutamakan persamaan dan kemanusiaan. Saya terbuka terhadap pendapat yang berbeda dari pendapatnya, menghargainya, dan menganalisanya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri. # Saya menolak prasangka buruk, diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan terhadap sesama manusia. # Saya dapat bekerja sama dan berkolaborasi bersama rekan-rekannya di kelas ataupun di luar kelas. Saya dapat terlibat aktif dan berkontribusi dalam diskusi kelompok. Akhlak * Saya memiliki rasa tanggung jawab terhadap kepada alam | lingkungan alam sekitar. © Saya ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan alam sebagai ciptaan Tuhan. Akhlak Saya dapat berkomitmen pada nilai nilai bernegara kemanusiaan melalui karya seni, 72. Berkebinekaan|Mengenal __| « Saya dapat mendeskripsikan pernbentukan Global dan identitas diri saya dan kelompok. menghargai_ |e Saya mengenali, mengidentifikasi, dan budaya mendeskripsikan berbagai macam budaya dan karya seninya di tingkat lokal, regional, nasional, dan global. Komunikasi | e Saya dapat berkomunikasi dengan dan interaksi | budaya yang berbeda dari dirinya dengan antar budaya | _memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya. Saya terbiasa dengan adanya keberagaman perspektif yang membangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama 4 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V * Saya dapat beradaptasi dan menyelaraskan dengan perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan bersama. Refleksi dan tanggung jawab terhadap ** Saya bisa menjelaskan pilinan yang saya buat dalam karya seni saya. * Saya menghormati pendapat dan saran orang lain. Berkeadilan Sosial ‘Saya selalu ingin tahu tanpa menghakimi # Saya peduli dan aktif berpartisipasi dalam mewujudkan keadilan sosial baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. 3. Bergotong Royong Kolaborasi * Saya dapat mengapresiasi kelebihan orang lain dan memberikan masukan yang konstruktif untuk mengembangkan kelebihan itu. + Saya bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama. # Saya dapat berkoordinasi, menjadi pemimpin ataupun menjadi yang dipimpin. * Saya berpartisipasi dalam diskusi kelas. Saya tahu aturan dan ekspektasi ruang seni bersama. Kepedulian ‘ Saya menghormati ruang dan karya seni teman sekelas saya * Saya membantu teman sekelas saya. # Saya membersihkan ruang seni ketika saya selesai dengan pekerjaan saya. Saya menggunakan kata-kata yang baik saat berbicara dengan teman sekelas saya. Berbagi ‘ Saya menggunakan alat bahan bersama dengan benar dan menyimpannya kembali pada tempatnya. Saya berbagi materi dengan teman sekelas saya. Saya berbagi ide dengan orang lain. # Saya berbagi informasi tentang riset saya tentang seni dan seniman. 4. Mandiri Pemahaman diri dan situasi * Saya mencoba bereksperimen dengan bahan yang berbeda. Saya percaya diri dalam mengekspresikan ide saya melalui seni. * Saya mengenali dan menggunakan minat saya sebagai sumber inspirasi karya seni saya. * memerlukan waktu untuk menyelesaikannya. Panduan Umum | 5 ‘Saya tetap positif, meskipun kadang saya mengalami kesulitan saat berkarya. * Saya berkarya dengan antusias, fokus dan dengan bekerja keras. * Saya dapat bersabar, karena saya memahami bahwa karya seni yang berkualitas. * Saya dapat menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu yang telah disepakati. 5. Bernalar Memperoleh Kritis dan memproses Informasi dan Gagasan « Saya belajar tentang Seniman yang berbeda dan periode waktu dalam sejarah seni. # Saya mempelajari berbagai keterampilan dan teknik seni. * Saya dapat menggunakan kosakata seri. # Saya memahami bahwa kesalahan adalah agian dari proses belajar. ‘* Saya memikirkan strategi agar cara saya belajar dan berkarya bisa lebih baik. Refleksi pemikiran dan proses berpikir ‘* Saya ingat apa yang telah saya pelajari. Saya tahu bagaimana menggunakan alat untuk berkarya dengan benar. * Saya menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat bertanya untuk membantu pemahaman saya dalam seni. * Saya melakukan refleksi saat berproses untuk meningkatkan kualitas pekerjaan saya. * Saya mencoba untuk selalu lebih baik setiap kali saya membuat karya seni baru. Menghasilkan gagasan yang orisinal ‘* Saya mau mencoba dan menggunakan materi baru dan mencoba teknik baru. * Saya dapat menghasilkan gagasan atau ide yang orisinal. * Saya dapat melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda. Saya dapat mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya untuk mengatasi persoalan. Saya dapat memunculkan berbagai alternatif penyelesaian. * Saya merencanakan, membuat sketsa, dan memikirkan tentang apa yang akan saya lakukan sebelum saya mulai membuat karya seni baru. «Saya tidak takut untuk nembuat kesalahan karena saya tahu saya bisa belajar dari kesalahan tersebut. 6 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V Menghasilkan_]» Saya mencoba untuk tidak menciptakan karya dan hal yang sama dengan cara yang sama tindakan yang | sepanjang waktu. orisinal # Saya mengklarifikasi dan mempertanyakan banyak hal. * Saya dapat menghubungkan gagasan- gagasan yang ada dalarn merespon dan membuat karya seni. Saya mencar’ inspirasi untuk membantu memunculkan ide-ide saya sendir * Saya dapat mengekspresikan ide dan ‘emosi melalui karya seni saya. B. CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI RUPA 1. RASIONAL Setiap manusia memiliki kemampuan untuk melihat, merasakan dan mengalami sebuah keindahan. Bahkan berbagai kemungkinan dan potensi dalam hidup dapat diprediksi. Hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya di muka bumi ini, Kepekaan terhadap keindahan membantu manusia untuk dapat memaknai hidupnya dan menjalani hidupnya dengan optimal. Melalui pembelajaran seni rupa, kepekaan tersebut dibangun secara universal, yakni dapat ditangkap oleh mata dan menembus sekat-sekat perbedaan termasuk perbedaan bahasa. Semenjak zaman prehistorik, manusia mengandalkan bahasa rupa sebagai perwujudan sebuah gagasan. Bahkan, tanpa disadari kehidupan manusia tidak luput dari bahasa rupa sebagai citra yang memiliki daya dan dampak luar biasa dalam menyampaikan pesan, menghibur, melestarikan, menghancurkan dan menginspirasi hingga kurun waktu tak terhingga Pembelajaran seni rupa rmengajak siswa Indonesia dapat berpikir terbuka, apresiatif, empatik, serta menghargai perbedaan dan keberagaman, Selain itu, siswa Indonesia juga memperoleh pengalaman estetik sebagai hasil proses perenungan dari dalarn maupun luar diri mereka yang dituangkan dalam karya seni rupa. Karya yang mencerminkan emosi dan hasil pemikiran mereka yang berdampak pada diri, lingkungan maupun masyarakat. Pembelajaran senirupamemperlihatkan seni rupa sebagai kekuatan adidaya yang dapat membentuk sejarah, budaya dan peradaban sebuah bangsa maupun seluruh dunia, Siswa Indonesia harus menghargai dan melestarikan budaya, terutama budaya Indonesia. Karena melalui budaya siswa Indonesia akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang dapat melihat, merasakan dan mengalami sebuah keindahan sehingga dengan kesejahteraan jiwanya itu, siswa dapat memberikan kemampuan terbaik yang dimiliki dirinya pada lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, siswa Indonesia diharapkan mampu menghidupkan dan menyelaraskan ranah estetika, logika dan etika dalam sebuah kesatuan yang optimal sesuai potensi kemanusiaannya sebagaimana termaksud dalam Profil Pelajar Pancasila. Panduan Umum | 7 2. TUJUAN BELAJAR SENI RUPA Pembelajaran seni rupa bertujuan menjadi wahana yang menyenangkan bagi siswa untuk mengalami bagaimana kreativitas dapat membantu meningkatkan kualitas hidupnya. Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, relevan dan dekat secara emosional dengan kehidupan siswa sehari-hari, Pendidikan Seni Rupa bertujuan menghasilkan siswa yang antusias untuk terus belajar (life long learner), kreatif, mampu berani mengekspresikan diri, gigih berusaha, reflektif, bernalar kritis, berkontribusi aktif bagi lingkungannya dan selalu membuat keputusan dengan tanggung jawab. Siswa Indonesia yang berkualitas mampu bekerja secara mandiri maupun bekerjasama dengan orang lain, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan secara efektif dan efisien. Kesadaran atas perbedaan sebagai sebuah kewajaran dalam hidup dan memandangnya sebagai potensi kekuatan merupakan kualitas lainnya yang diharapkan terbentuk dalam diri siswa Indonesia. Kemampuan mengapresiasi, peka terhadap keindahan yang ada di sekitar diri, ingkungan, dan masyarakat yang beragam secara global. Pembelajaran seni rupa juga dapat mempertajam kemampuan siswa Indonesia dalam melihat, mengenal, merasakan, memahami dan mengalami nilai-nilai estetik guna menyampaikan maupun merespon sebuah gagasan atau situasi, melihat dan menciptakan sebuah peluang serta mendayagunakan sumber daya yang dimiliki untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Sehingga, tujuan dari pembelajaran seni rupa memiliki peran yang sangat penting sebagai pembentuk siswa Indonesia sesuai profil pelajar Pancasila, 3. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN SENI RUPA a. Kreativitas siswa Indonesia tumbuh dan berkembang melalui ruang kebebasan siswa dalam mencari, melihat, mengamati, merasakan dari berbagai sudut pandang, kemudian membangun pemahaman kembali dan mengembangkannya dalam berbagai gagasan, proses dan bentuk melalui medium seni rupa. b. Kepekaan dan daya apresiasi siswa Indonesia terbentuk melalui pengalaman mencipta, menikmati, mengetahui, memahami, bersimpati, berempati, peduli dan toleransi terhadap beragam nilai, budaya, proses dan karya. c. Keterampilan siswa Indonesia dalam bekerja_artistik_ berkembang melalui kernampuan merancang, menggambar, membentuk, memotong, menyambungkan berbagai medium seni rupa d._ Karya seni rupa yang dihasilkan oleh siswa Indonesia memiliki kontribusi yang berdampak pada diri dan lingkungannya sebagai respon positif dari sebuah permasalahan baik secara global maupun internasional. e. Siswa Indonesia mampu berkolaborasi dan terhubung erat antar keilmuan seni maupun bidang ilmu lainnya sebagai upaya bersama dalam mencari solusi dalam permasalahan di berbagai aspek kehidupan. 8 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V 4. LIMA ELEMEN LANDASAN PEMBELAJARAN SENI RUPA. Were (experiencing) Cee dan bekerja Eins Reet) arn creating) Gambar 3. Elemen (Strands) Pembelajaran Seni Rupa Landasan Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen/domain yang mandiri dan berjalan beriringan sebagai kesatuan yang saling memengaruhi dan mendukung. Setiap elemen bukanlah sebuah urutan atau prasyarat dari elemen lainnya. Masing- masing mampu berdiri sendiri secara mandirinamun memiliki keterhubungan dalam peran antar elemen. a. Berpikir dan bekerja artistik (Thinking and Working Artistically) Kemampuan siswa untuk berpikir dan bekerja artistik ditandai dengan adanya kreativitas dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Melalui sikap antusias dan keingintahuan siswa dalam mengajukan pertanyaan yang bermakna, hingga pengembangan gagasan diharapkan siswa mampu melihat, mengamati dan merasakan dari berbagai sudut pandang dalam menciptakan sebuah peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Siswa wajib nengetahui berbagai prosedur dasar sederhana dalam berkarya. Nilai-nilai etika selalu beriringan dengan artistik dan estetika. Meskipun demikian, siswa tetap diberikan kebebasan dalam mengeksplorasi dan bereksperimen sehingga menemukan cara mereka sendiri dalam mengembangkan gagasannya. Kemandirian yang terbentuk perlu diikuti dengan kemampuan siswa untuk bekerjasama, gotong royong dan berkolaborasi baik antar keilmuan maupun dengan bidang ilmu lainnya atau antar diri, lingkungan maupun dengan masyarakat. Panduan Umum | 9 b, Mengalami (Experiencing) Landasan pembelajaran seni rupa mengarahkan siswa untuk mendapatkan pengalaman secara langsung dengan; mengenali, merasakan, dan memahami objek seni rupa. Selanjutnya, siswa dapat merespon aneka sumber gaya seni rupa, era dan budaya. Dalam eksplorasi dan eksperimen, siswa dapat menggunakan berbagai bahan, alat, teknologi dalam proses menciptakan sebuah karya seni rupa. Selain itu, siswa juga mengumpulkan dan merekam informasi baik melalui pengalaman visual rmaupun estetik dari kehidupan sehari-hari yang nantinya akan diekspresikan melalui karya mereka, . Menciptakan (Making/creating) Landasan pembelajaran seni rupa memotivasi siswa dalam menciptakan sebuah karya seni rupa melalui pemilihan dan penggunaan bahan, alat maupun teknik yang sesuai dengan konteks, kebutuhan, ketersediaan, kemampuan dan pengalaman siswa itu sendiri, dd, Merefleksikan (Reflecting) Landasan pembelajaran seni rupa melatih siswa dapat merefleksikan perkembangan diri dengan kernampuan efektivitas gagasan, pesan, dan medium dari karyanya. Kemampuan dalam melihat, mengamati dan membuat hubungan estetika antara karya dengan dirinya, lingkungan maupun masyarakat menjadi tolok ukur dalam kegiatan refleksi dimana siswa dapat menyampaikan pesan atau gagasannya dalam sebuah karya. Siswa mampumenjelaskan, memberi komentar dan umpanbaliksecara kritis atas karya pribadi maupun karya orang lain dengan mempresentasikannya secara runut, terperinci dan menggunakan kosa kata yang tepat. e. Berdampak (Impacting) Setiap proses dalam pembelajaran seni rupa memberikan dampak pada diri, lingkungan dan masyarakat. Siswa diharapkan dapat memilih, menganalisis dan menghasilkan karya seni rupa yang memiliki dampak luas, tidak hanya pada dirinya, tetapi pada lingkungan dan masyarakat. 5. CAPAIAN PEMBELAJARAN SETIAP FASE Capaian Pembelajaran setiap fase merujuk pada periodisasi perkernbangan seni rupa menurut Viktor Lowenfeld dan Lambert Brittain (1982), yaitu: a. Fase A (Umumnya Kelas 1-2) Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase A (Kelas 1-2 Sekolah Dasar) diharapkan siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan kembali secara visual. Fase A terdiri dari nasa Pra-Bagan (pre schematic period) untuk kelas 1 SD dan masa Bagan (schematic period) untuk kelas 2 SD. Pada masa Pra-Bagan diharapkan siswa dapat menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris untuk merespon berbagai objek dari dunia sekitarnya. Sedangkan pada masa Bagan, siswa diharapkan telah memiliki konsep bentuk yang lebih jelas. Di akhir fase A, siswa marnpu menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris sebagai ungkapan ekspresi kreatif dalam merespon berbagai objek dari dunia sekitarnya dengan konsep bentuk yang jelas. 10 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V b. Fase B (Umumnya Kelas 3-4) Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase B (Kelas 3-4 Sekolah Dasar) diharapkan siswa mampu mengenal unsur rupa dan dapat rnenggunakan keterampilan atau pengetahuan dasar tentang bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur dalam menuangkan kembali secara visual dalam bentuk karya. Fase B terdiri dari masa Bagan (schematic period) untuk kelas 3 SD dan masa Realisme Awal (early realism/ dawning realism) untuk kelas 4 SD. Pada masa Bagan, siswa memiliki kecenderungan untuk mengulang sebuah bentuk sehingga konsep bentuk menjadi jelas, Siswa juga mulai memiliki kesadaran ruang yang ditandai dengan penggunaan garis pijak (base fine), walaupun penafsiran terhadapruangmasih bersifatsubyektifsepertigambar ideoplastis(gambarterawang/ tembus pandang). Sedangkan pada masa Realisme Awal, siswa diharapkan mulai memiliki kesadaran perspektit meskipun masih berdasarkan penglihatan dirinya sendiri, Siswa sudah dapat mengamati objek dengan rinci walaupun penguasaan proporsi (perbandingan ukuran) belum optimal. Diakhir fase B, siswa mampu menuangkan pengalamannya melalui visual sebagai ungkapan ekspresi kreatif secara rinci walaupun hasilnya belum menunjukkan proporsi yang optimal. Diharapkan pada akhir fase ini, siswa juga telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar tentang bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang menunjang proses kreatif siswa, ¢. Fase C (Umumnya Kelas 5-6) Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas 5-6 Sekolah Dasar) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri atau berkelompok dalam mengeksplorasi, menemukan, memilih, menggabungkan unsur rupa dengan pertimbangan nilai artistik dan estetik karya yang didukung oleh medium, teknik, dan prosedur berkarya. Fase C masuk pada masa Realisme Awal (early realism/dawning realism). Siswa diharapkan mulai menyadari konsep ruang dan garis horizon. Di samping itu, siswa juga mulai menyadari pemahaman warna, keseimbangan (balance) dan irama/ritme (rhythm) dalam melakukan proses kreatif. Diakhir fase C, siswa mampu menuangkan pengalamannya melalui visual sebagai ekspresi kreatif secara rinci, ditandai penguasaan ruang dengan penggunaan garis horizon dalam karyanya. Diharapkan pada akhir fase ini, proses kreatif dan kegiatan apresiasi siswa telah mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang mewakili perasaan dan empati siswa. d. Fase D (Umumnya Kelas 7-9) Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase D (Kelas 7-9) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri dan/atau berkelompok dalam menghasilkan sebuah karya,mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni rupa. Fase D masuk ke dalam masa Naturalisme Semnu (Pseudo Naturalistic) yang ditandai kemampuan siswa dalam berpikir abstrak. Di samping itu, siswa diharapkan mulai_memiliki kemampuan proporsi (rasa perbandingan) dan gesture (gerak tubuh objek) sebagai respon kemampuan perkembangan sosial siswa yang semakin berkembang. Panduan Umum | 14 Di akhir fase D, siswa mampu menuangkan pengalamannya melalui visual sebagai ekspresi kreatif secara rinci, ditandai penguasaan ruang, proporsi dan gesture dalam bekerja mandiri atau berkelompok. Diharapkan pada akhir fase ini, proses kreatif dan kegiatan apresiasi siswa telah mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang mewakili perasaan dan empati siswa. Selain itu, siswa juga dapat menyampaikan pesan lisan atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatannya terhadap karya seni rupa tersebut. e. Fase E (Umumnya Kelas 10). Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase E (Kelas 10) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri atau berkelompok dalam menghasilkan sebuah karya, mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni rupa serta siswa dapat menyampaikan pesan lisan atau tertulis tentang karya seni rupa. Fase E masuk ke dalarn Masa Penentuan (Period of Decision) yang ditandai timbulnya kesadaran akan kernampuan diri dalam proses kreatif, Siswa menunjukkan perbedaan minat antar individu. Kecenderungan kelompok siswa yang berbakat dan memiliki minat pada bidang kreatif, akan melanjutkan kegiatannya dengan rasa senang. Seni Rupa merupakan wahana untuk melatih berpikir kreatif terlepas dari kernampuan dan minat siswa. Di akhir fase E, siswa diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon lingkungannya secara mandiri atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, siswa telah memahamiruang, proporsi, gesture dan menentukan bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan tujuan karyanya. Selain itu, siswa juga dapat menyampaikan pesan dan gagasan secara lisan dan/atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya terhadap dengan efektif, runut, terperinci dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. f. Fase F (Umumnya Kelas 11-12). Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase F (Kelas 11-12) diharapkan siswa mampu melihat keterhubungan dan berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat, Fase F, masuk ke dalam Masa Penentuan (Period of Decision) dimana kepercayaan diri telah tumbuh. Fase ini ditandai dengan kemampuan siswa dalam menganalisa dan mengevaluasi sebuah pesan, gagasan, medium dan penggunaan unsur-unsur rupa secara efektif. Kesadaran siswa terhadap keterlibatan seni dalamn segala aspek kehidupan diharapkan mulai tumbuh pada fase ini. Di akhir fase F, siswa diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon keterkaitan diri dan lingkungannya secara mandiri dan/atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, siswa sudah dapat menentukan bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan tujuan karyanya. Siswa juga diharapkan sudah dapat bekerja secara produktif, inventif atau inovatif baik secara mandiri maupun berkelompok. Selain itu, siswa juga dapat menyampaikan pesan dan gagasan secara lisan dan/atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya terhadap dengan efektif, runut, terperinci dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. 12 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V 6. CAPAIAN FASE BERDASARKAN ELEMEN Tabel 2. Capaian fase berdasarkan elemen Eee Fase A Mengalami Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman kesehariannya secara visual dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris. ‘Siswa mengeksplorasialat dan bahan dasar dalam berkarya. ‘Siswa juga mengenali prosedur dasar dalam berkarya. Menciptakan ‘Siswa mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen seni rupa berupa gars, bentuk dan warna, Merefleksikan ‘Siswa mampu mengenali dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang lain) serta pengalaman dan perasaannya mengenai karya tersebut. Mengalami Berpikir dan ‘Siswa mampu mengenali dan membiasakan diri dengan Bekerja Artistik | berbagai prosedur dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media yang tersedia di sekitar. siswa mengetahui dan memahami keutamaan faktor keselamatan dalam bekerja. Berdampak ‘Siswa rampu menciptakan karya Sendiri yang sesuai dengan eeu Fase B perasaan atau minatnya. Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman kesehariannya secara visual dengan menggunakan garis pijak dan proporsi walaupun masih berdasarkan penglihatan sendiri Siswa dapat menggunakan alat, bahan dan prosedur dasar dalam berkarya, Menciptakan ‘Siswa mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen seni rupa berupa garis, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Merefleksikan. ‘Siswa mampu mengenali dan menceritakan fokus dari Karya yang diciptakan atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang lain atau era atau budaya tertentu) serta pengalaman dan perasaannya mengenai karya tersebut. Berpikir dan Bekerja Artistik ‘Siswa mampu mengenali dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang lain atau era atau budaya tertentu) serta pengalaman dan perasaannya mengenai karya tersebut Panduan Umum | 13 Berdampak Mengalami Ee Fase C ‘Siswa mampu menciptakan karya Sendiri yang sesuai dengan perasaan, minat atau konteks lingkungannya. Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman kesehariannya secara visual dengan menggunakan konsep ruang, garis horison, pemahaman warna, keseimbangan (balance) dan irama/ritme (rhythm) Siswa dapat menggunakan dan menggabungkan alat, bahan dan prosedur dasar dalam berkarya, Menciptakan Siswa mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi, menggunakan dan menggabungkan elemen seni rupa berupa garis, bentuk, tekstur dan ruang. Siswa mulai menggunakan Baris horizon, Selain itu, siswa mulai menunjukkan pemahaman warna, keseimbangan dan irama/ritme dalam karya. Merefleksikan, Siswa mampu mengenali dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang lain atau era atau budaya tertentu) serta pengalaman dan perasaannya mengenai karya tersebut. Berpikir dan Siswa secara mandir’ menggunakan berbagai prosedur dasar Bekerja Artistik | sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media yang tersedia di sekitar. Siswa mengetahui, memahami dan __konsisten mengutamakan faktor keselamatan dalam bekerja. Berdampak Siswa mampu menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan perasaan, minat atau konteks lingkungannya. Ete Fas Mengalami ‘Siswa _mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan atau empatinya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur dan ruang. Karya siswa mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan karyanya. Menciptakan Siswa mampu menciptakan karya seni dengan menggunakan dan menggabungkan pengetahuan elernen seni rupa atau prinsip desain dan keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu. 14 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V Merefleksikan Siswa mampu mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain, serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya. Berpikir dan Bekerja Artistik Siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif. Siswa mampu menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengerbangkan gagasan untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya. Siswa mampu melihat keterhubungan dengan bidang keilmuan lainnya, Berdampak Mengalami Elemen fee Siswa mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan, minat, dan sesuai akar budaya sehari-hari Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan, empati atau penilaiannya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur, ruang yang rinci. Karya siswa mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang dipilihnya (sesuai minat dan kemampuannya). Menciptakan’ Siswa mampu_ menciptakan karya seni yang menunjukkan pilihan_ keterampilan,medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu. Merefleksikan. Siswa mampu secara kritis mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya, pribadi maupun orang lain serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya. Berpikir dan Bekerja Artistik Siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif. siswa mampu menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan menggunakan berbagai sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan peluang, rmenjawab tantangan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari Panduan Umum | 15 Siswa juga mampu bekerja secara mandir, bergotong royong maupun berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat di lingkungan sekitar. Berdampak Siswa mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan, minat, nalar dan sesuai akar budaya pada masyarakatnya. eeu Fase F Mengalami Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap keterlibatan seni rupa dalam kehidupan sehari -hari secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur, ruang yang rinci. Karya siswa mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang dipilihnya (sesuai minat, kernampuan dan ketersediaan di daerahnya). Menciptakan Siswa mampu_menciptakan karya seni yang menunjukkan penguasaan atas pilihan keterampilan, medium, pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu. Merefleksikan | Siswa mampu secara kritis dan mendalam mengevaluasi dan menganalisa efektivitas dampak karya pribadi maupun orang lain serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya. Berpikir dan Siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan Bekerja Artistik | perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif. Siswa mampu menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan menggunakan berbagai sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga mampu bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat di lingkungan sekitar. Berdampak Siswa mampumembuat karya sendiri dengan mendeskripsikan konsep atas dasar perasaan, minat, nalar dan sesuai akar budaya dan perkernbangannya yang ada di masyarakatnya. 16 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V 7. ELEMEN DAN SUB ELEMEN UNTUK SELURUH FASE Tabel 3. Elemen dan sub elemen untuk seluruh fase Elemen Bteucu) Mengalami ‘At Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen dengan aneka sumber, termasuk karya seni rupa dari berbagai budaya dan era. ‘A2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses. ‘A3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa. Menciptakan C1 Menggunakan aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses dengan keterampilan, kemandirian dan keluwesan yang makin meningkat untuk menciptakan atau mengembangkan karyanya. C2 Merekonstruksi bentuk sesuai dengan makna visual dan makna simbolik karya seni rupa dalam berbagai aliran, gaya serta visi penciptaan. 3 Memilih, menggunakan dan/atau menggabungkan aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses yang sesuai dengan tujuan karyanya Merefleksikan’ Rl Menghargai dan memahami pengalaman _estetik dan pembelajaran artistik. R2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya pribadi dan orang lain sebagai bagian dari proses berpikir tingkat tinggi dan bekerja artistik. Berpikir dan Bekerja Artistik BBA.1 Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan, mereka ulang/merekonstruksi dan mengkomunikasikan ide dengan menggunakan dan menghubungkan hasil proses Mengalami, Menciptakan dan Merefleksikan. BBA2 Memiliki kepekaan untuk merespon dan menyambut tantangan dan kesempatan di lingkungannya. BBA3 Menghasilkan karya kreatif dan inovatif, baik aplikati| maupun ekspresif sebagai bagian dari berpikirkritis, merasakan dan menghayati serta menuangkan gagasan secara sistematis dan teknologis. Panduan Umum | 17 BBA4 Meninjau dan memperbarui karya pribadi. Berdampak D.1 Memilih, menganalisa dan menghasilkan karya yang berdampak pada pembentukan karakter dan kepribadian diri sendiri maupun orang lain. D.2 Mengaitkan gagasan dan ternuan berpikir kritis terhadap mata pelajaran yang lain sebagai korelasifisik, sistem dan nilai untuk pengembangan diri serta menguatkan kearifan lokal. 8. TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN a. Fase A (Umumnya Kelas 1-2) Di akhir kelas 1, siswa mampu : 1), Mengenali dan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris untuk memberi kesan objek dalam menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari ingkungan sekitar serta perasaan atau minatnya pada karyanya. 2). Mengenali dan menggunakan aneka jenis garis berdasarkan bentuknya (lurus, bergelombang, zigzag, melengkung, putus-putus) dan arahnya (vertikal, horisontal dan diagonal). 3). Mengenali karakteristik alat dan bahan yang digunakan dan mulai menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja. 4), Mengomunikasikan perasaan dan minatnya secara lisan terhadap sebuah karya. Di akhir kelas 2, siswa mampu : 1). Menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris untuk rnembuat gambar dan mampu mengulang bentuk untuk rnenuangkan pengalaman, pengamatan dan meniru bentuk dari lingkungan sekitar atau perasaan dan minatnya dengan lebih terperinci pada karyanya. 2). Menunjukkan kesadaran terhadap warna dan pencampuran warna (primer dan sekunder), keseimbangan (fokus), ruang (menggunakan garis pijak/base line pada gambar) dan pola perulangan sederhana pada karyanya. 3). Mengenali karakteristik alat dan bahan yang digunakan dan mulai menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja. b. Fase B (Umumnya Kelas 3-4) Di akhir kelas 3, siswa marp 1). Menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan sekitar serta perasaan atau minatnya dengan lebih terperinci ke dalam karyanya, ditunjukkan dengan konsistensi menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris untuk membuat karya dan mampu mengulang bentuk. 18 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V 2). Mulai menunjukkan kesadaran terhadap garis pijak (base line) pada gambar dan menunjukkan kesadaran ruang (jauh, dekat) warna, keseimbangan, tekstur dan irama/ritme dalam menciptakan karya. 3). Mengenali_ karakteristik alat, bahan dan prosedur yang digunakan dan menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja. 4), Mengomunikasikan perasaan dan minatnya secara lisan dan tulisan terhadap sebuah karya dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. Di akhir kelas 4, siswa mampu : 1). Menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan dan budaya sekitar serta perasaan atau minatnya dengan lebih terperinci ke dalam karyanya, ditunjukkan dengan kemampuan membuat karya yang lebih menyerupai kenyataan, 2). Menunjukkan kesadaran terhadap nilai warna (gelap terang), keseimbangan (fokus, kesatuan dan kontras), tekstur, ruang (jauh, sedang, dekat), dan irama/ rite dalam karyanya, 3). Mengenali_ karakteristik alat, bahan dan prosedur yang digunakan dan menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja. 4), Mengomunikasikan perasaan dan minatnya secara lisan dan tulisan terhadap sebuah karya dengan runut menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. c. Fase C (Umumnya Kelas 5-6) Di akhir kelas 5, siswa mampu : 1). Menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan dan budaya sekitar serta perasaan atau minatnya dengan lebih terperinci ke dalam karyanya, ditunjukkan dengan kemampuan membuat karya yang lebih menyerupai kenyataan, 2). Menunjukkan kesadaran terhadap nilai warna (gelap terang), keseimbangan (fokus, kesatuan, kontras, simetri, asimetri dan radial), tekstur, ruang (auh, sedang, dekat), dan irama/ritme dalam karyanya. 3). Memilih alat, bahan dan prosedur yang sesuai untuk tujuan karyanya dan menunjukkan kesadaran terhadap keutaraan faktor keselamatan bekerja 4), Mengomunikasikan respon secara lisan dan tulisan terhadap tema dan tampilan estetik sebuah karya dengan runut menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. Di akhir kelas 6, siswa mampu 1). Menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan dan budaya sekitar serta perasaan atau minatnya dengan lebih terperinci ke dalam karyanya, ditunjukkan dengan kemampuan membuat karya yang lebih menyerupai kenyataan, Panduan Umum | 19 2). Berpikir secara abstrak dengan kesadaran sosial yang meningkat, ditandai dengan meningkatnya penguasaan terhadap rasa perbandingan (proporsi), rasa gerak tubuh (gesture), rasa ruang, rasa jarak, dan lingkungan dengan fokus pada hakhal yang menarik perhatiannya. 3), Menunjukkan kesadaran terhadap nilai warna (gelap terang), keseimbangan (fokus, kesatuan, kontras, simetri, asimetri dan radial), tekstur, ruang (jauh, sedang, dekat), dan irama/ritme dalam karyanya. 4), Memilih dan menganalisa efektivitas alat, bahan dan prosedur yang sesuai untuk tujuan karyanya dan menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja. 5). Mengomunikasikan respon secara lisan dan tulisan terhadap sebuah tema dan tampilan estetik sebuah karya dengan runut dan terperinci menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. 4d. Fase D (Umumnya Kelas 7-9) Di akhir kelas 7, siswa mampu : 1). Berpikir secara abstrak dengan kesadaran sosial yang meningkat, ditandai dengan karya yang menunjukkan meningkatnya penguasaan terhadap rasa perbandingan (proporsi), rasa gerak tubuh (gesture), rasa ruang, rasa jarak, dan lingkungan dengan fokus pada hal-hal yang menarik perhatiannya, 2). Menerapkan nilai warna, keseimbangan, tekstur, pola, ruang, dan irama/ritme dalam karyanya. 3). Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan respon lisan atau tulisan terhadap efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain. 4), Menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada pada dirinya. Di akhir kelas 8, siswa mampu : 1). Berpikir secara abstrak dengan kesadaran sosial yang meningkat, ditandai dengan karya yang menunjukkan meningkatnya penguasaan terhadap rasa perbandingan (proporsi), rasa gerak tubuh (gesture), rasa ruang, rasa jarak, dan lingkungan dengan fokus pada hal-hal yang menarik perhatiannya. 2). Memahami dan memilih elemen seni rupa, prinsip desain dan medium yang sesuai untuk tujuan karyanya. 3), Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan respon lisan atau tulisan terhadap efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain. 4), Menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada pada diri dan lingkungan sekitarnya, 20 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V 5). Melihat keterhubungan dengan bidang keilmuan lainnya. Di akhir kelas 9, siswa mampu : 1). Berpikir secara abstrak dengan kesadaran sosial yang meningkat, ditandai dengan karya yang menunjukkan meningkatnya penguasaan terhadap elemen seni rupa, prinsip desain dan kesadaran lingkungan. 2). Memahami dan memilih elemen seni rupa, prinsip desain dan medium yang sesuai untuk tujuan karyanya. 3). Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan respon lisan atau tulisan terhadap_ efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain. 4), Menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan secara produktif, inventif dan inovatif untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada pada diri dan lingkungan sekitarnya. 5). Melihat keterhubungan dengan bidang keilmuan lainnya. e, Fase E (Umumnya Kelas 10) Di akhir kelas 10, siswa mampu : 1). Mengetahui serta menyadari kemampuan, kekuatan dan potensi diri, yang tercermin dari pilihan keterampilan, medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu pada karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu. 2). Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan respon lisan atau tulisan secara runut, terperinci dan logis terhadap efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain. Siswa menggunakan hasil analisa dan informasi tersebut sebagai bagian dari strategi pengembangan karyanya. 3). Menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan baik secara individu maupun berkelompok, untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya. 4, Melihat keterhubungan antar keilmuan seni dan bidang keilmuan lainnya, f. Fase F (Umumnya Kelas 11-12) Di akhir kelas 11, siswa mamp 41). Menggunakan kemampuan, kekuatan dan potensi diri dalam bekerja secara individu maupun berkelompok untuk menciptakan karya yang memiliki dampak bagi pribadi atau lingkungan sosialnya. 2). Menciptakan karya yang menunjukkan pilihan keterampilan, medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu. Panduan Umum | 21 3). Menyadari keterlibatan seni rupa dalam kehidupan sehari-hari, ditandai dengan kemampuan mencipta, mengapresiasi dan meninjau karya seni berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni tersebut. 4), Melihat keterhubungan, tantangan dan peluang antar keilmuan seni maupun dengan bidang keilmuan lainnya. Di akhir kelas 12, siswa mampu : 1). Bekerja secara individu maupun berkelompok, antar_untuk menciptakan karya yang memiliki dampak bagi pribadi atau lingkungan sosialnya. 2). Menciptakankaryayangmenunjukkan penguasaanterhadappilihanketerampilan, medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu. 3). Menyadari keterlibatan seni rupa dalam kehidupan sehari-hari, ditandai dengan kemampuan mencipta, mengapresiasi dan meninjau karya seni berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni tersebut secara runut, terperinci dan logis. 4), Berkolaborasi antar keilmuan seni maupun bidang keilmuan lainnya. 22 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V C. STRATEGI UMUM PEMBELAJARAN 1, PERENCANAAN a. Pendahuluan Perencanaan ini penting untuk membantu mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan siswa. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembelajaran seni rupa : 1) Kesinambungan atau konsistensi antara satu fase dengan yang lainnya atau keterkaitan dengan mata pelajaran lainnya. 2) Ketersediaan bahan, waktu dan sumber daya (manusia atau alam) yang ada. 3) Kesesuaian dengan capaian pembelajaran dan alur fase perkembangan usia siswa, 4) Pilihan dan keberagaman pendekatan yang sesuai dengan tipe kecerdasan anak. 5)_Kesempatan dan kemungkinan pemantauan, evaluasi dan umpan balik 6) Tahapan perencanaan : jangka panjang (satu tahun ajaran), jangka menengah (tri wulan atau semester)dan jangka pendek (harian, mingguan, bulanan). b. Tahapan Perencanaan 1) Perencanaan Jangka Panjang (satu tahun ajaran) Perencanaan Jangka Panjang ini mencakup perencanaan untuk mencapai fase tertentu dalam satu tahun ajaran. Beberapa poin yang penting diperhatikan dan dipertimbangkan dalam perencanaan jangka panjang: a) Waktu/Jam Pelajaran, termasuk libur, kalender kegiatan sekolah dan ekstra kurikuler di sekolah anda; b) Akses dan ketersediaan pada aneka sumber daya yang diperlukan, terutarna apabila sumber daya tersebut harus dibeli; ©) Situasi dan kondisi sekolah atau bahkan daerah anda. Perencanaan jangka panjang ini melibatkan pengambilan keputusan di tingkat sekolah dan merupakan bagian dari pelaksanaan kurikulum sekolah anda. Guru dapat bekerja sama dan berdialog dengan rekan-rekan sesarna guru baik seni rupa maupun mata pelajaran lain, dimulai dari yang mengajar di tingkatan yang sama, kemudian lebih luas. Tujuannya untuk membangun pendekatan dan pembelajaran yang konsisten dan berkesinambungan. Ini akan sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan siswa dari fase A hingga F dan membantu mencegah tumpang tindih konten antara pelajaran satu dengan yang lainnya atau pengulangan yang tidak perlu di fase selanjutnya. Setiap capaian pembelajaran dibuat sinambung untuk dicapai dalam masa dua sampaitiga tahun dengan sifat cair dan tidak mengikat agar guru leluasa menentukan pendekatan yang paling sesuai dengan kondisi maupun kemampuan sekolah dan siswa, Panduan Umum | 23 2) Perencanaan Jangka Menengah (triwulan atau semester) Perencanaan jangka menengah ini melibatkan perencanaan alur konten atau tujuan pembelajaran yang lebih mendetail dan dibuat berdasarkan pengalaman mengenai kegiatan pembelajaran yang dipandang efektif. Adalah sangat wajar jika perencanaan ini tidak sempurna dan sebaiknya tidak diharapkan untuk sempurna saat pertama anda membuat perencanaan, Beberapa poin yang penting diperhatikan dan dipertimbangkan dalam perencanaan jangka menengah: a) Pengetahuan atau keterampilan yang sebaiknya dimiliki siswa sebelurn memasuki pelajaran ini; b) Pengetahuan, pemahaman atau kemampuan baru yang akan didapat dari pelajaran ini ©) Alurdan tujuan pembelajaran; d) Ketersediaan sumber daya; 3) Perencanaan Jangka Pendek (harian, mingguan, bulanan) Perencanaan jangka pendek ini termasuk penulisan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat berdasarkan tujuan pembelajaran yang anda pilih. Beberapa poin yang penting diperhatikan dan dipertimbangkan dalam perencanaan jangka pendek atau dalarn pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran: a) Menyediakan informasi penting untuk semua orang dewasa yang mungkin terlibat dalam pembelajaran, sehingga dapat digunakan oleh siapapun yang ‘mengajar terlepas dari latar belakang pendidikan atau keahliannya; b) Berkesinambungan atau berkelanjutan meski guru bidang studinya tidak hadir; ©) Mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan siswa, termasuk _kecerdasan majemuk, difabilitas (different ability) atau respon emosional yang mungkin terjadi; d) Menyediakan saran kegiatan belajar, waktu, sumber-sumber dan strategi pendekatan, termasuk bekerja perorangan, berpasangan, kelompok kecil atau seluruh kelas; e) Membangun respon siswa terhadap pelajaran sebelumnya, sehingga dapat terlihat perkembangan siswa; #) Memiliki kriteria kesuksesan yang jelas dan terukur; g) Memiliki harapan hasil pernbelajaran yang jelas. 24 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V Langkah 1 : Evaluasi Waktu dan Sember Daya Langkah 2 : Memutuskan Pendekatan Belajar dan Struktur Pembelajaran Langkah 3 : Struktur dan Urutan Pembelajaran LCCC Jangka Ded Cry Teac) Langkah 4 : Struktur Topik/Kegiatan Pembelajaran DSc Ufa WSD) Langkah 5: Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran a 7 Langkah 6: Evaluasi Gambar 4. Tahapan Perencanaan Pembelajaran Seni Rupa 2. STRATEG! PEMBELAJARAN Kegiatan Pembelajaran bersifat interaktif, dimana siswa terlibat penuh dan mengalami pembelajaran. Siswa ikut berpikir, menyatakan gagasan dan pendapat serta menjawab tantangan atau kesempatan yang ada. Mereka bertanggung jawab atas karyanya sendiri maupun orang lain. Diharapkan semua kegiatan pembelajaran melibatkan kermampuan untuk memikirkan pemikiran siswa itu sendiri melalui kesempatan untuk membuat rencana, menyampaikan gagasan, pendapat, memantau, mengevaluasi dan membuat perubahan-perubahan. Fokus utama pembelajaran adalah Capaian Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran, bukan tugas-tugas atau ujian. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar kelas dan dapat dikerjakan secara perorangan, berpasangan, kelompok kecil maupun kegiatan kelas. Kegiatan dapat berkolaborasi dengan pelajaran lain, masyarakat sekitar atau bahkan melibatkan tokoh setempat yangterkaitdengansenirupa. Kegiatan pembelajaranjuga dapat menggunakananeka sumber daya yang tersedia di sekitar sesuai dengan kondisi daerah, perekonomian atau situasi khusus lainnya Kegiatan Pembelajaran sangat mempertimbangkan pengalaman belajar siswa sebelumnya dan tepat sasaran (tidak terlalu mudah, terlalu sulit atau bahkan saking sulitnya, tidak bisa berhasil diselesaikan meski sudah dibantu guru/orang dewasa lainnya). Penilaian harus memiliki kriteria sukses yang jelas dan terukur agar siswa memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap perkembangan kinerja mereka sendiri Panduan Umum | 25 Peran guru adalah untuk mengarahkan dan menjenjangkan pembelajaran dengan tepat atau menghubungkan dengan pembelajaran sebelumnya. Tentunya guru juga berperan untuk membangun kebiasaan-kebiasaan mendasar yang penting dan menyernangati siswa untuk ampu mandiri mengatur dan menghargai dirinya sendiri. a. Anjuran Sikap Guru sangat dianjurkan untuk mengajak siswa untuk : 1) Mengetahui dan mencoba bahan dan alatyang mereka miliki, Misalnyamerasakan lempung atau plastisin untuk memahami dan menjelaskan teksturnya dan bagaimana kelenturan bahan tersebut memungkinkan untuk dimanipulasi ke dalam aneka bentuk dan kegunaan. Siswa juga dapat membandingkan satu atau lebih dua bahan atau alat untuk mengukur efektifitas fungsinya. 2) Memiliki rasa kepemilikan dan menghargai karyanya sendiri dengan cara merawat, mendokumentasikan dan membuat pilihan pribadi atas alat, media, bahan atau proses yang digunakannya untuk tujuan tertentu dalam karyanya. 3) Membuat dan mengomunikasikan hubungan antara gagasan-gagasan kreatifnya, misalnya membuat lukisan untuk mengilustrasikan cerita, puisi atau musik tertentu. 4) Merefleksikan diri atau bertanya pada dirinya sendiri mengenai karyanya Bagaimana mereka mendapatkan idenya dan mengalami prosesnya. Guru pribadi sangat dianjurkan untuk: 1) Membuat aturan dasar yang jelas dan menyatakan tujuan pembelajaran dengan jelas. 2) Turut mengetahui dan mencoba alat, media, bahan atau proses yang digunakan, Biarkan siswa menyaksikan bagaimana anda juga ikut mengalami dan menginvestigasi sesuatu. 3) Terbuka terhadap tantangan dan menyambut kesempatan. Mungkin saja guru tidak memiliki latar belakang pendidikan seni rupa untuk mengajarkan seni rupa Pembelajaran seni rupa tidak diharapkan untuk mencetak seniman profesional. Tujuannya adalah siswa terbiasa berpikir seperti seniman : kreatif, nampu bertanya pertanyaan yang bermakna, mampu mengembangkan ide, ceria dan belajar melalui permainan (playful). 4) Memahami tidak ada benar atau salah dalam pembelajaran seni rupa. Sikap ini dimulai dari guru sendiri untuk dapat menerima ketidakjelasan, ‘kegagalan’ dan perbedaan. 5) Terbuka terhadap dialog dan memandang umpan balik (feedback) sebagai sebuah informasi netral yang mungkin dapat digunakan untuk rengembangkan karya atau sikap. 6) Mengamati dan merespon kebutuhan siswa dan lingkungan anda, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat merancang/memilih kegiatan pembelajaran yang tepat sasaran dan mengikat siswa secara emosional. 26 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V 7) Memberikan kebebasan, pilihan dan kesempatan pada siswa untuk menggunakan atau bereksperimen dengan alat, media, bahan atau proses yang digunakannya untuk tujuan tertentu dalam karyanya. Anda dapat menanyakan alasan siswa mengenai pilihannya atau memberikan saran, ketimbang mengarahkan atau menghakimi pilihannya tersebut. b. Anjuran Kegiatan Sekolah dan guru memiliki kebebasan untuk menentukan jenis kegiatan atau sumber yang sesuai untuk pembelajaran seni rupa di sekolah dan Kelas. Seluruh kegiatan yang terdapat dalam buku ini tidak sekuensial dan tidak mengikat. Bentuknya adalah saran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan ketersediaan bahan di lokasi sekolah. Misalnya, dalam kegiatan menggunakan pewarna basah, guru tidak perlu mewajibkan siswa untuk membeli cat air, cat akrilik atau cat minyak. Sebagai gantinya, dapat digunakan pewarna makanan, bagian tertentu tumbuhan tertentu atau apapun yang dapat menghasilkan warna. Contoh lain, untuk mengajarkan konsep garis, warna atau pola, siswa dapat menggunakan penggaris, gawai, bahan- bahan di alam seperti batu, guguran daun, ranting, kulit kerang, tanah, pasir dan lain-lain. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran seni rupa dapat dianggap seperti permainan yang bermakna. 1) Pemanasan Guru dapat melakukan pemanasan sebelum memulai topik tertentu, contohnya: a) Menggambar menggunakan tangan yang “salah” : Siswa menggambar menggunakan tangan yang tidak biasanya digunakan, seperti menggunakan tangan kiri apabila biasa menggunakan tangan kanan. Ini untuk membiasakan siswa mencoba sesuatu yang berada di luar zona kenyamanannya. b) Tebak gambar secara cepat : Siswa diminta untuk menebak kata berdasarkan gambar yang dibuat dibuat temannya. Ini untuk menjembatani penjelasan mengenai kesan atau karakteristik. ©) Menempelkan bungkus atau kemasan jajanan atau produk sehari-hari yang mereka gunakan. Diskusikan bagaimana mereka pendapat mereka mengenai tampilan kemasan tersebut, Apakah mereka membeli produk tersebut karena menyukai desain kemasannya? Jika mereka boleh mengubah sesuatu dari desain tersebut, bagian apa yang ingin diubah dan mengapa? 2) Jurnal Visual/Buku Sketsa Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk mengumpulkan, menyimnpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam bentuk tulisan dan gambar. Melalui jurnal ini, siswa dapat meninjau kembali idenya, mengamati kemajuan belajarnya sendiri, belajar dari pengalaman dan merayakan kemajuannya dalam berkarya. Panduan Umum | 27 3) Dokumentasi dan Perawatan Karya Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orang tua dan guru dapat melihat perkerbangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif. 4) Hubungan Lintas Disiplin Keilmuan Guru membangun kemampuan siswa untuk dapat melihat keterhubungan dan berkolaborasi dengan bidang keilmuan lainnya agar siswa memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilannya dalam sebanyak-banyaknya konteks. Hasil akhirnya, siswa diharapkan dapat membangun pengalaman melakukan riset, menganalisa, merefleksikan, mengkomunikasikan gagasan, berpikir dan bekerja artistik, dan berkolaborasi yang berdampak. Berikut beberapa contoh keterhubungan seni rupa dengan mata pelajaran lainnya : a) STEM (Science Technology Engineering Mathematics) : mendesain alat penyiram tanaman dari bahan daur ulang atau membuat kincir angin; b) Bahasa : membuat ilustrasi atau diorama sebuah cerita, membuat poster atau kartu kata bergambar; ©) Teater dan Matematika: Mengukur untuk membangun panggung atau merancang kostum untuk pentas drama. c. Membangun Komunikasi Efektif 1) Kesadaran Berbahasa Bahasa merupakan alat komunikasi terpenting dalam setiap pembelajaran, baik secara lisan, tulisan maupun sikap tubuh (gesture). Meskipun buku ini menggunakan Bahasa Indonesia, namun guru diperkenankan untuk menggunakan padanan dalam bahasa asing atau bahasa daerah masing-masing yang sekiranya dapat membantu pemahaman siswa, Kesadaran berbahasa berarti memahami kemungkinan tantangan dan peluang yang mungkin timbul dalam kegiatan berbahasa pada suatu pembelajaran seperti kesulitan yang mungkin timbul karena siswa baru pertama kali mendengar kosa kata tertentu atau belum pernah melihat atau mengalaminya secara konkrit. Guru tidak harus selalu menggunakan kamus untuk mengajarkan suatu kosa kata tertentu sebelum memulai pelajaran. Guru dianjurkan untuk menggunakan gambar atau contoh nyata di sekitar. Misalnya, “Lihatlah baju saya berwarna jingga. Apa benda berwarna jingga lainnya yang kamu ketahui?” Guru juga dapat meminta siswa membuat peta pemikiran (mind maps) atau mendiskusikan kata-kata atau kalimat tertentu dan membantu mereka mendapatkan pemahaman melalui teks, audio atau video. 28 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V Bahasa yang digunakan dalam pembelajaran Seni Rupa adalah Bahasa Indonesia yang baku serta mempertimbangkan usia dan kemampuan siswa. Misalnya, menggunakan bahasa yang sederhana, dengan instruksi yang tidak terlalu panjang dan hanya rnemuat tidak lebih dari 3 kosa kata seni rupa dalarn satu kegiatan pernbelajaran untuk Siswa Fase A. Contoh : “Gunting kertas ini menjadi dua bagian.", “Tempel potongan kertas ini pada buku.” "Lem kertas ini pada garis terluar sekeliling bentuk. 2) Membiasakan Bicara Banyak siswa, bahkan orang dewasa termasuk guru, tidak terbiasa atau tidak merasa nyaman untuk berbicara di depan orang banyak. Untuk membiasakannya, dapat dilakukan strategi membuat pasangan bicara, Siswa akan berbicara dengan teman terdekatnya, berhadapan satu dengan satu (one on one). Metode pasangan bicara ini dapat membantu siswa membangun kepercayaan diri dan mengalami rasanya berkomunikasi dengan berbagai jenis orang yang berbeda sebelum akhirnya berbicara untuk lingkup yang lebih luas seperti kelompok/kelas. Salah satu teknik yang efektif adalah “Berpikir, Berpasangan dan Berbagi" (Think, Pair, Share) dimana siswa diberi kesempatan untuk memikirkan sebuah pertanyaan kemudian ia membicarakannya dengan pasangan bicaranya, lalu mereka berdua akan berbagi ide mereka dengan kelompok kecil atau seluruh kelas. Perbedaan pendapat harus selalu merupakan ajang untuk bertukar informasi. Guru terlebih dulu menyadari sehingga dapat menanamkan pengertian pada siswa bahwa Umpan Balik (Feedback) adalah informasi yang netral. Perbedaan pendapat bukanlah sumber konflik, melainkan sarana untuk menggaliide, memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan media untuk menyampaikan pendapat dengan dasar yang kuat. Misalnya, siswa dapat saling menyatakan apa yang membuat mereka menyukai suatu karya dan tidak menyukai suatu karya yang dibuat pasangan bicaranya, Mereka saling menyatakan apa yang menurut mereka paling menarik, apa yang mungkin dapat dibuat berbeda atau lebih baik atau kelebihan apa yang sebaiknya dipertahankan dan dikembangkan. Guru dianjurkan untuk membuat pertanyaan esensial yang harus digunakan untuk diskusi, misalnya : 2) Bagaimana kamu mendapatkan ide karyarnu? b) Bagaimana cara kamu mengerjakannya? ©) Apa saja bahannya? d) Berapa lama waktu pengerjaannya? e) Apakah kamu menyukai karyamu? ) Apakah ada bagian yang ingin kamu perbaiki? g) Mengapa kamu ingin memperbaikinya? Panduan Umum | 28 3) Membiasakan Bertanya Pertanyaan seorang siswa memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Pertanyaan merupakan sumber potensial untuk mengernbangkan pembelajaran dan dapat menjadi informasi atau indikator pemnahaman siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung. Bertanya adalah salah satu keterampilan memproses pemikiran yang secara struktur menyatu dengan bernalar kritis, bernalar kreatif dan penyelesaian masalah. Ketika seorang siswa mengajukan pertanyaan, ajak siswa lainnya untuk menjawab pertanyaan tersebut alih-alih guru yang menjawabnya. Berikan waktu lebih untuk Siswa menjawab pertanyaan yang membutuhkan pemikiran yang lebih dalam. Bertanya satu pertanyaan dalam satu waktu. Selalu gunakan pertanyaan yang jawabannya terbuka dan memungkinkan hubungan dengan pertanyaan lain (open ended questions) dan hindari pertanyaan mengarahkan yang jawabannya tertutup hanya Ya atau Tidak. Anda dapat menggunakan prinsip SW 1H untuk membuat pertanyaan : What (Apa), When (Kapan), Where (Dimana), Who (Siapa) dan Why (Mengapa). Untuk mengantisipasi siswa yang sungkan atau malu bertanya secara lisan, anda dapat menyediakan beberapa alternatif : a) Siswa menuliskan pertanyaannya di secarik kertas dan menempelkannya di papan atau dinding kelas. Sediakan waktu untuk mendiskusikannya di akhir kelas. Selalu ucapkan terima kasih dan berikan penghargaan bagi mereka yang sudah menempelkan pertanyaan. b) Siswa juga dapat menuliskan pertanyaan mereka dan memasukkannya dala wadah yang anda sediakan, misalnya boks atau kaleng bekas. Tinjau dan bahas pertanyaan yang ada secara berkala, Anda dapat menggunakan pertanyaan yang masuk untuk perencanaan pembelajaran anda selanjutnya. © Contohkan pada siswa bagaimana cara bertanya yang bermakna. Guru dapat menggunakan pertanyaan esensial yang telah disediakan di halaman berikut. d) Siswa di kelas yang lebih tinggi (biasanya mulai dari fase B dan C) dapat diajak untuk membuat tulisan kritik seni rupa dengan menggunakan pertanyaan- pertanyaan esensial yang diberikan guru. Mereka hanya akan menuliskan jawaban dari pertanyaannya dalam kalimat yang utuh dan lengkap. Siswa tidak perlu menuliskan pertanyaannya. Guru dapat menghubungkan kegiatan kritik seni rupa ini dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ajak siswa untuk menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang benar dan tepat. 4) Contoh Daftar Pertanyaan Esensial Untuk Bahas Diskusi Pada Umumnya Untuk Semua Fase a) Apa judul karyamu? b) Apakah yang paling kamu sukai dari karyamu? Kenapa kamu rnenyukainya? ©) Darimana kamu mendapatkan idemu? Apa atau siapa yang menjadi inspirasimu? 30 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V d) Bagaimana cara kamu membuatnya? ) Apa yang membedakan karyamu dengan karya orang lain? ) Apa yang menjadi fokus atau tema utama karyaru? £) Bagian mana yang terasa paling mudah dalam proses pembuatan karyamu? h) Bagian mana yang terasa sulit? i) Bagaimana strategimu untuk mengatasi kesulitan tersebut? Apa yang kamu rasakan setelah kamu berhasil mengatasi bagian yang tersulit dalarn proses berkaryamu? }) Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikan karya ini sampai tuntas? k) Jika ada kesempatannya, apakah ada bagian dari karyamu yang ingin kamu ubah? Mengapa? 1) Bagaimana pendapatmu tentang subjek lukisan ini? m) Kira-kira apa yang dialami atau dipikirkan senimannya saat ia membuat karya ini? n) Apa yang bisa dianggap sebagai keberhasilan dari karya ini? Apa yang belum? d, Suasana Pembelajaran Positif Seluruh elemen sekolah memegang peranan penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang positif. Ini ditandai dengan suasana kelas dan sekolah yang aman, nyaman dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk memenuhi potensi mereka, Penting untuk disadari bahwa setiap siswa datang dari berbagai kalangan yang mungkin sama atau berbeda, baik dengan siswa lain maupun para gurunya. Mereka juga memiliki minat, bakat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Mereka bahkan mungkin memiliki kemampuan fisik atau mental yang berbeda dengan siswa yang lain, Perbedaan-perbedaan ini adalah sebuah kewajaran dan semua sama penting dan berharganya dengan yang lain. Tidak ada yang patut lebih atau kurang dihormati oleh semua elemen sekolah. Semua mendapatkan penghargaan dan penghormatan yang sama. Misalnya, meskipun sekolah tempat guru mengajar terletak di daerah tertentu, namun guru juga menghargal siswa yang berlatar belakang budaya dari daerah lain, Pada pembelajaran Seni Rupa, guru diberikan keleluasaan untuk mempertimbangkan dan memasukkan nilai-nilai budaya dari daerah tempatnya berada dengan tetap berlandaskan pada Persatuan Indonesia. Siswa mungkinjuga memiliki kemampuan fisikatau mentalyang berbeda, misalnya memiliki daya serap yang lebih rendah dari rata-rata atau memiliki gangguan fisik yang menyebabkannya tidak dapat melakukan pekerjaan tertentu, Atau justru di suatu sekolah, terdapat anak-anak yang sangat berbakat dan memiliki kemampuan di atas. rata-rata, Pada pembelajaran Seni Rupa, sekolah dan guru diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan atau memperkaya kegiatan pembelajaran sesuai kebutuhan setempat. Guru dapat menurunkan atau menaikkan standar sesuai kebutuhan kelas dan pasa siswa, Buku panduan ini emberikan beberapa ide untuk penyesuaian- penyesuaian yang mungkin diperlukan. Panduan Umum | 31 Peran guru adalah untuk renemukan dan menyingkap kompetensi dan latar belakang para siswa sehingga setiap siswa dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Penting sekali bagi guru untuk menyadari dan menanamkan bahwa guru dan siswa tidak sedang berkompetisi dengan siapapun dan yang terpenting adalah setiap saat menjadi lebih baik dari diri masing-masing sebelumnya. Sekolah dan guru yang berhasil membangun kesadaran ini akan mendapatkan suasana pembelajaran yang positif dimana seluruh siswa merasa percaya diri untuk mengekspresikan diri, memberi saran atau masukan, mengambil resiko, bertanya, meminta bantuan dan mengakui kesulitan yang mereka hadapi. Siswa juga menghargai proses dan kemajuan diri mereka maupun orang lain. Suasana pembelajaran yang positif akan menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Siswa menyadari pentingnya bagi mereka mempelajari sesuatu dan melihat hubungan atau kegunaannya dengan kehidupan mereka sehari-hari. Dengan melihat bagaimana guru mereka juga turut belajar dan memberikan ruang yang cukup bagi mereka menjadi versi terbaik dirinya sendiri, siswa akhirnya melihat bahwa pembelajaran adalah proses seumur hidup yang berdampak dan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan diharapkan membuat mereka tergerak menjadi pembelajar seumur hidup yang antusias (enthusiastic life long learner). e. Strategi Pengajaran Jika guru tidak memiliki latar belakang seni rupa, bukan berarti guru tersebut tidak dapat mengajarkan mata pelajaran Seni Rupa. Sebagai guru, seseorang hanya perlu membiarkan kreativitasnya mengalir, membuka diri terhadap berbagai gagasan, ketidaknyamanan, ketidakjelasan, kemungkinan-kemungkinan baru dan bersedia untuk mencoba dan belajar dari kegagalan atau kesalahan sebelumnya. Guru menanamkan sikap ini melalui pernbelajaran Seni Rupa. Siswa merupakan cerminan diri guru, sehingga penting bagi seorang guru sendiri untuk mengalami atau menjadi apapun yang ingin ia ajarkan pada siswanya. Sangat disarankan untuk menggunakan aneka cara yang berbeda untuk setiap aktivitas, Kegiatan pembelajaran dapat menggunakan teks, lisan, visual atau praktik langsung (hands on) berdasarkan kondisi sekolah atau siswa dan ketersediaan bahan dan alat di sekitar sekolah Sebisa mungkin gunakan konteks kehidupan sehari-hariyang sekiranyaterhubung dan bermakna bagi para siswa. Sekolah yang berada di daerah pegunungan, pastinya akan memiliki konteks yang berbeda dengan sekolah yang berlokasi di daerah pantai Sekolah dan guru diberi keleluasaan untuk menyesuaikan dengan konteks setempat. Fokus pembelajaran seni rupa haruslah selalu mengenai_perkembangan pembelajaran siswa, bukan bagaimana guru menyajikan pelajaran atau sekadar memenuhi target pelajaran. Pembelajaran Seni Rupa memberikan pilihan dan keleluasaan cara dan sarana bagi siswa untuk menunjukkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan mereka. 32 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V f. Diferensiasi dalam Pengajaran Setiap siswa memiliki kebutuhan dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Diferensiasi (ada pembedaan) akan membantu untuk memenuhi kebutuhan para siswa. Ini berarti Anda berupaya untuk mencari metode pengajaran, kegiatan pembelajaran atau sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan para siswa sehingga pembelajarannya menjadi tepat sasaran dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, Tujuannya tentu saja agar mereka berhasil mencapai tujuan pembelajarannya masing-masing. Diferensiasi instruksi pembelajaran dapat dibuat berdasarkan hal berikut : 1) Membuat 3 tingkat kesulitan yang berbeda untuk satu kegiatan. Kelas akan mengerjakan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan rata-rata_siswa. Kemudian guru memberikan dukungan ekstra untuk para siswa yang kesulitan dengan suatu keterampilan atau konsep tertentu dan memberikan tantangan lebih bagi mereka yang di atas rata-rata 2) Menempatkan siswa dengan berbagai tingkat kemampuan berbeda dalam satu kelompok kerja. Siswa yang tertinggal dapat belajar atau mendapatkan ide dari mereka yang memiliki kemampuan rata-rata atau lebih. Sementara siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dapat mengembangkan pemahaman mereka dengan cara menjelaskan pada teman lainnya, Metode ini efektif dan menguntungkan semua pihak. 3) Membuat variasi kegiatan atau hasil akhir : Para siswa menuju tujuan yang sama melalui berbagai cara. Siswa diberi kebebasan untuk menciptakan karya yang sesuai dengan minat atau kemampuannya. g. Alat Bahan (Resources) Biasanya sumber daya yang dipakai meliputi apapun yang umumnya diperlukan untuk rembuat karya seni rupa, seperti pensil, cat atau lempung, Namun jika sekolah tidak memiliki akses terhadap sumber daya tersebut atau sumber daya yang disarankan terlalu mahal, guru dapat menggunakan sumber daya lain yang tersedia di alam seperti misalnya batu, daun, ranting, kulit kerang atau bahan bekas/ bahan daur ulang seperti misalnya bekas kemasan, kardus, tutup botol atau plastik. Guru dapat menghubungkannya dengan konsep pengelolaan kebersihan lingkungan (dimensi profil Pelajar Pancasila Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia) dan kreativitas (dimensi Kreatif). Buku panduan ini juga menyediakan gambar atau link yang dapat digunakan untuk membantu pembelajaran. Sebaiknya kelas Seni Rupa memiliki akses pada air terutama untuk bersih-bersih setelah kegiatan yang mungkin kotor atau berantakan. Seandainya sekolah memiliki sumber daya teknologi digital, ini dapat digunakan untuk melakukan riset, mencari gagasan dan memudahkan proses dokumentasi karya. Namun sangat disarankan untuk tidak semata bertumpu pada teknologi digital. Teknologi digital hanya digunakan apabila memiliki nilai tambah bagi siswa Anda. Tidak semua yang ada di internet merupakan informasi yang berguna dan layak disampaikan, sekolah dan guru harus pandai memilah dan memilih sumber yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Panduan Umum | 33 h. Faktor Keamanan Keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam proses pembelajaran seni rupa yang banyak melibatkan bahan dan alat, termasuk aneka alat pemotong dan penyambung. Hal-hal berikut sangat penting untuk diperhatikan: 1) Tata letak kelas memungkinkan guru untuk memantau seluruh siswa. Tata letak kelas tidak harus selalu klasikal, namun dapat juga berbentuk huruf ‘U’ atau dikelompokkan menjadi beberapa titik meja Gambar 5, Pola tempat duduk siswa 2) Terutama saat bekerja dengan bahan yang basah seperti cat atau lempung, sebaiknya siswa menggunakan celemek/baju pelapis/plastik yang dapat melindungi seragam atau pakaian mereka. 3) Gunakan bahan yang tidak beracun dan aman untuk siswa (non toxic). 4) Berikan instruksi sejelas mungkin dan awasi siswa terutama saat bekerja dengan alat atau bahan yang berpotensi bahaya seperti benda tajam dan panas (contohnya gunting, cutter, pisau, lem super, lem tembak dan lain-lain). 5) Pastikan lantai bersih dari benda apapun dan kering untuk mencegah kecelakaan karena tersandung atau terpeleset 34 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V 6) Sejak 6 minggu pertama, tanamkan rutin mengenai pemeliharaan, pembersihan dan perawatan karya, alat dan bahan mereka. Setiap siswa bertanggung jawab atas kebersihan dan keselamatan dirinya dan orang lain. 7) Saatbekerjadenganteknologidigital, gurujuga perlumemperhatikankeselamatan elektronik (e-safety), misalnya pastikan agar siswa tidak membagikan password pada orang lain, memasang filter agar siswa tidak terpapar dengan konten yang tidak patut, memeriksa situs yang akan digunakan terlebih dulu, termasuk menyiapkan siswa terhadap resiko-resiko yang mungkin mereka hadapi saat mengunggah karya atau komentar secara daring. i. Keterlibatan Orang Tua dan Lingkungan Terdekat Pencapaian dan kemajuan seorang siswa terutama dipengaruhi oleh orangtua dan lingkungan terdekatnya. Penting sekali untuk melibatkan orangtua secara penuh untuk menyelaraskan pembelajaran di sekolah dan di rumah. Beberapa ide untuk melibatkan orangtua dan lingkungan terdekat dalam pembelajaran seni rupa: 1) Komunikasikan tujuan pembelajaran dan harapan capaian pembelajaran yang telah anda sepakati bersama para Siswa. 2) Komunikasikan mengenai sikap yang diharapkan dalam pembelajaran seni rupa (misainya bahwa tidak ada yang salah atau benar dalam seni, setiap pencapaian sangat berarti, tiap anak memiliki minat, bakat dan kemampuannya masing- masing yang berbeda dengan yang lain, setiap Siswa tidak berkompetisi dengan temannya namun diharapkan menjadi versi terbaik dirinya sendiri dan lain-lain). 3) Bagaimana orangtua dan lingkungan terdekat dapat mendukung pembelajaran siswa. 4) Usulan kegiatan yang dapat dilakukan di rumah untuk menunjang pembelajaran siswa. 5) Membuatpameran atau pojokkaryayangmemajang karyasiswa dan mengundang orangtua untuk ikut menyaksikan dan menghargai karya anaknya, 6) Di akhir semester atau tahun ajaran, siswa boleh membawa pulang karyanya yang paling mereka sukai. 7) Berkolaborasi dengan lingkungan sekitar sekolah yang memungkinkan Siswa menciptakan karya untuk lingkungannya. 3. PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan dan penilaian harian penting dilakukan agar guru dapat mendukung kemajuan siswa untuk memenuhi capaian pembelajarannya. Bagian ini akan membahas: a. Kriteria sukses pembelajaran; b. Teknik untuk memantau kemajuan siswa agar guru dapat mengevaluasi langkah pembelajaran selanjutnya yang efektif; ¢. Memberi umpan balik untuk memandu kemajuan siswa. Panduan Umum | 35 a. Kriteria Sukses Pembelajaran Tujuan pembelajaran akan menyatakan apa siswa perlu pelajari, pahami dan lakukan. Kriteria sukses ini akan membantu siswa untuk mengetahui sejauh mana mereka sudah memenuhi capaian pembelajaran. Dengan mengetahui tujuan dengan jelas, fokus siswa diharapkan tetap terjaga dan mereka dapat menyusun strategi yang tepat untuk mencapainya. Guru dapat menyatakan harapannya pada siswa dan sebaiknya melibatkan mereka untuk ikut menciptakan kriteria sukses sebuah kegiatan. Ini dapat memberi siswa rasa kepemilikan terhadap kriteria tersebut sehingga mereka punya peluang lebih besar untuk menciptakan karya yang berhasil. Keberhasilan-keberhasilan kecil akan membangun kepercayaan diri siswa untuk berkarya lebih besar. Selain itu, keterlibatan siswa dalam menentukan kriteria sukses bagi dirinya sendiri juga memberikan dasar yang kuat bagi siswa untuk menilal dirinya sendiri dan kelompoknya. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan menyediakan contoh pekerjaan dari tahun-tahun sebelurnnya yang menurut anda memenuhi standar dan yang tidak memenuhi standar. Mintalah pendapat mereka rnengenai kedua karya tersebut, apa yang menurut mereka dapat dipertahankan atau apa yang perlu dikernbangkan dari karya tersebut. b. Penilaian Penilaian dilakukan dengan cara mengevaluasi penguasaan pengetahuan atau keterampilan siswa dalam melalui karya yang dihasilkannya. Setiap karya diharapkan bersifat_unik dan menunjukkan orisinalitas gagasan sesuai dengan karakter, kepribadian, minat, kemampuan dan konteks siswa. Guru hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan. Siswa diberi keleluasaan untuk menerjemahkan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam karya yang kemudian diapresiasi bersama, Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan guru dalam menilai capaian kompetensi siswa, di antaranya: 1) Jurnal Visual/ Buku Sketsa Jurnal Visual atau buku sketsa ini merupakan sarana siswa untuk mengumpulkan, menyimpan dan menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam bentuk tulisan dan gambar. Guru dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan kreasi siswa melalui jurnal visualnya. 2) Portofolio Portofolio merupakan sarana siswa untuk berlatih mendokumentasikan, merawat dan mengapresiasi karyanya. Melalui portofolio, siswa, orangtua dan guru dapat melihat perkembangan dan kemajuan siswa. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai Informasi untuk merencanakan pembelajaran berikutnya agar menjadi efektif 36 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V 3) Proyek Proyek merupakan sarana siswa melakukan penelitian, penyelidikan, eksplorasi dan/atau eksperimen terhadap suatu topik yang nyata dan relevan dalam kehidupan mereka sehari-hari, Proyek dapat dilakukan dalam kelompok kecil atau besar dengan pembagian peran kerja. Guru dapat menilai presentasi akhir proyek, laporan dan keterlibatan siswa. 4) Demonstrasi/Unjuk Kerja Siswa menunjukan penguasaannya mengenai suatu topik atau kemampuannya mengerjakan suatu keterampilan tertentu di depan audiens tertentu (misalnya kelas, sekolah atau umum). Audiens dapat memberikan umpan balik terhadap tampilan tersebut. 5) Laporan Siswa membuat laporan, esai atau bagan untuk menunjukkan pemahamannya mengenai suatu topik atau peristiwa tertentu. 6) Rubrik Penilaian menggunakan rubrik atau tabel yang mencantumkan kriteria sukses tertentu. c. Umpan Balik Umpan balik diperlukan agar siswa mengetahui sejauh mana kemajuan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan usaha mereka. Dengan umpan balik yang tepat, bermakna, dan membangun, siswa dapat mengembangkan langkah selanjutnya yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran mereka. Umpan balik yang paling efektif diberikan saat siswa tengah bekerja atau segera setelahnya. Siswa rembutuhkan umpan balik agar memiliki kesempatan untuk melakukan perbaikan atau pemantapan atas kemampuannya. Saat memberikan umpan balik, pastikan tujuan pembelajaran dan kriteria sukses yang jelas dan sudah disampaikan pada para siswa sebelumnya. Pastikan siswa mendapatkan informasi yang mereka perlukan agar mereka dapat menjawab pertanyaan berikut : 1) Apakah kemajuan yang sudah saya capai? 2) Apakah yang selanjutnya harus saya lakukan? Beberapa jenis umpan balik yang dapat dilakukan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran, di antaranya: 1) Umpan Balik Lisan Umpan balik lisan sangat sesuai untuk perternuan tatap muka. Hal tersebut dapat dilakukan secara individu, kelompok atau seluruh kelas. Guru dan siswa dapat memberikan umpan balik pada satu sama lain dengan mengutamakan etika berkomunikasi, seperti bergiliran saat bicara dan tidak memotong pembicaraan orang lain, menggunakan kriteria sukses yang jelas dan tidak menyerang pribadi., Panduan Umum | 37 2) Umpan Balik Non Lisan Sering tidak disadari bahwa ekspresi wajah dan bahasa tubuh adalah merupakan umpan balik juga. Misalnya dengan tersenyum atau mengangguk pada siswa, Kesadaran akan hal ini dapat membantu menciptakan suasana belajar yang positif. 3) Feedback Tertulis Umpan balik juga dapat diberikan secara tertulis. Jika menggunakan tulisan tangan, pastikan bahwa tulisan tangan tersebut dapat jelas terbaca, sehingga siswa dapat membaca dan mengerti umpan balik tersebut. Cara ini sedikit memakan waktu, namun bukti tertulis merupakan bukti yang sangat kuat dan efektif. Guru dapat memberikan keleluasaan pada siswa untuk merespon umpan balik anda secara tertulis juga. 38 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI, 2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V Penulis: Taufik Hidayatulloh, Afia Fauziah ISBN: 978-602-244-616-3 PANDUAN KHUSUS FASE C A. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE C (Umumnya Kelas 5-6) Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas 5-6 Sekolah Dasar) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri dan/atau berkelompok dalam mengeksplorasi, menemukan, memilih, menggabungkan unsur rupa dengan pertimbangan nilai artistik dan estetik karya yang didukung oleh medium, teknik, dan prosedur berkarya. Fase C, masukke dalam Masa Realisme Awal early realism/dawning realism) dimana siswa mulai menguasai konsep ruang, sehingga letak objek tidak lagi bertumpu pada garis dasar, melainkan pada bidang dasar sehingga mulai ditemukan garis horizon. Selain itu, pemahaman warna mulai disadari. Selain dikenalnya warna dan ruang, penguasaan unsur desain seperti keseimbangan dan irama juga mulai dikenal pada periode ini. Pada akhir fase C siswa mampu menuangkan pengalamannya melalui visual dan mampu melakukan kegiatan apresiasi dan berkreasi dengan menunjukan kerja artistik, berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada sebuah karya seni rupa. B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) FASE C BERDASARKAN ELEMEN DAN SUB ELEMEN Tabel 4. Capaian Pembelajaran (CP) fase C berdasarkan elemnen dan sub elemen Bear ‘A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen dengan aneka sumber, termasuk karya seni rupa dari berbagai budaya dan era. ‘A2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses ‘AB Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa. Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalamannya secara visual sesuai tahap perkembangan seni rupa tahap realisme awal. C1 Mempelajari bagaimana menggunakan aneka aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses dengan keterampilan dan keluwesan yang makin meningkat. (C2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses yang sesuai dengan tujuan tertentu. Siswa mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi, menggunakan dan menggabungkan elemen seni rupa berupa garis, bentuk, tekstur, ruang dan warna secara visual sesuai tahap perkembangan seni rupa anak realisme awal, dimana siswa mulai menguasai konsep ruang, sehingga letak objek tidak lagi bertumpu pada garis dasar, melainkan pada bidang dasar sehingga mulai ditemukan garis horizon. Selain itu, pemahaman warna, keseimbangan dan irama mulai disadari. Pera Dre cle) 40 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik. “2 [2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya pribadi dan orang lain sebagai bagian dari proses berpikir dan bekerja artistik. ‘Siswa rampu mengenali dan menceritakan fokus dari sebuah karya, baik itu mi- liknya, rekannya ataupun karya profesional. Siswa juga seorang seniman mampu memberikan pendapat tentang perasaan dan koneksi yang terbangun saat men- gamati karya tersebut. BBA1 Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan, mereka ulang dan mengomunikasikan ide dengan menggunakan dan menghubungkan hasil proses Mengalami, Menciptakan dan Merefleksikan. Berpikir COL Cur) eT BBA.2 Menyambut tantangan dan kesempatan dan bekerja secara mandiri. BBA.3 Meninjau dan memperbarui karya pribadi. Siswa secara mandiri menggunakan berbagal prosedur dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media yang tersedia di sekitar. Siswa mengetahui, memahami dan konsisten mengutamakan faktor keselamatan dalam bekerja. D.7 Memilih, menganalisa, menghasilkan karya-untukmembangun _ |kepribadian dan karakter yang berdampak pada diri sendiri dan Pere rile orang lain. Siswa rnampu menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan perasaan,minat atau konteks lingkungannya C. TARGET KONTEN PERTAHUN FASE C (Kelas 5) Daftar target konten pertahun kelas § antara lain: TKC5.1. Mengenal dan Mengeksplorasi Ritme dan Pola; TKC5.2. Mengenal dan Mengeksplorasi ikatan dan Simpul; TKC5.3. Mengenal dan Mengeksplorasi Anyaman; TKC5.4, Mengenal dan Mengeksplorasi Perbedaan Ragam Hias dan Elemen Dekoratif Dua Pilihan Daerah yang Berbeda; TKCS.5. Menciptakan Karya dari Bahan Daur Ulang; TKC5.6._ Mengeksplorasi Keseimbangan dan Proporsi dalam Karya. Panduan Khusus | 41 D. KARAKTERISTIK SISWA KELAS 5 (UMUMNYA BERUSIA 10-11 TAHUN) Kondisi perkembangan siswa kelas 5 sekolah dasar yang umumnya berusia 10-11 tahun mempunyai karakteristik pada tahap operasional konkret, dalam kaitannya dengan perkembangan kognitif, terdapat teori yang sangat terkenal oleh Piaget. Menurut Piaget (Trianto: 2010:70) seorang anak maju melalui empat tahap perkembangan kognitif, yaitu tahap sensorimotor (0-2 tahun), tahap praoperasional (2-7 tahun), tahap operasional konkret (7-11 tahun), dan tahap operasional formal (12 tahun-masa dewasa). Dimana pada pada tahap operasional kongkret ini dapat ditunjukkan dengan kemampuan berpikir yang logis dan terbatas pada hal-hal yang bersifat konkret, antara lain dapat ditentukan dengan: 1, Mampu berfikir logis dan sistematis; Mampu mengungkapkan kata yang logis dan sistematis; Mampu memahami aturan-aturan yang jelas dan logis; Mampu mengklarifikasi sebuah masalah; Mampu menghubungkan sesuatu; Menafsirkan dan mengembangkan konsep; Mampu mengambil kesimpulan; en anawn Mampu menyusun strategi; 9, Mampu memecahkan masalah; 10. Komnunikasi dan sosialisasinya mulai berkembang dengan baik; 11. Mampu mempengaruhi atau dipengaruhi oleh teman sebayanya; dan 12, Mampu membentuk kelompok dengan kesamaan tertentu. Oleh karena itu, guru perlu memahami karakteristik siswa kelas 5 sesuai perkembangnya, sehingga dapat diciptakan kegiatan pembelajaran seni rupa ini dengan interaksi yang membangkitkan kemandirian, keaktifan, dan kemampuan berpikir siswa yang logis dan sistematis. Guru dapat mengkombinasikan kegiatan pembelajaran dengan berbagai model atau metode dan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangannya, sehingga mampu mengembangkan kerampuan berpikirnya dan memberikan pemahaman serta tercapainya pembelajaran pada siswa kelas 5 atau Fase C ini Secara khusus, dalam implementasi pembelajaran seni, _karakteristik perkembangan anak kelas 5 dalam pembelajaran seni dikemukakan Wachowiak dan Clements (1993: 51-52), di antaranya: 1. Siswa secara individu akan melukiskan kumpulan pakaian yang khas misalnya seragam baseball, kostum balet, seragam pramuka. 2. Siswa akan menggunakan metode kritik seni untuk mendeskripsikan dan menginterpretasi karya seni yang menunjukkan pada masa remaja awal. 3. Siswa akan menggunakan evaluasi mereka sendiri terhadap karya seni mereka. 42 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V 4, Menggambarkan kekuatan dan kelemahan-sebagai panduan untuk membuat perubahan didalamnya. 5. Siswa akan mengeksplorasi dengan menggunakan metode yang secara realistis menunjukkan ruang yang dalam, Siswa akan dapat mematuhi kebijakan perilaku kelompok mereka. 6. Siswa akan mendeskripsikan bagaimana seni di masukkan ke dalam kornunitas mereka. Mahasiswa akan memperdebatkan penilaian seni para ahli 8, Siswa akan renggambarkan penampilan fisik dan emosi mereka dalam seni dan tulisan mereka, 9, Siswa akan membuat menampilkan karya seni atau representasi sebagai hobinya 410. Menggunakan contoh dari sejarah seni, siswa akan menggambarkan kehidupan seniman favoritnya. 11. Siswa akan membuat buku harian seni pribadi, menunjukkan kehidupan batin seseorang. 12. Siswa akan bekerja sama dengan kelompok teman sebaya dalam merencanakan dan melaksanakan proyek kelompok. 13, Siswa akan memperdebatkan isu-isu dalam etika seni. 14, Siswa akan mengerjakan projek seni selama tiga jam atau lebih. 15. Siswa akan mengidentifikasi_ dan menginterpretasi sejarah seni yang mewakili kelompok yang mereka identifikasi. E. UNIT-UNIT KEGIATAN PEMBELAJARAN KELAS 5 Kegiatan pembelajaran dalam buku ini, dapat dilakukan dengan variasi metode atau model pembelajaran sesuai pengamatan guru kelas sesuai profil siswa dan sumber daya yang terdapat pada sekolah, kegiatan pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa dan sekolah tersebut. Estimasi waktu per kegiatan adalah 1 sd 2 pertemuan (2x35 menit). Unit Kegiatan Pembelajaran Sekolah Dasar Kelas 5 (Fase C) antara lain: SEMESTER 1: Unit 1. Mengenal Unsur dan Prinsip Seni Rupa Pada Objek di Sekitar kita Unit 2, Menggambar Prinsip Ritme dalam Seni Rupa Unit 3. Mengenal dan Mengeksplorasi Ikatan dan Simpul Unit 4, Membuat Karya Seni Makrame Sederhana Unit 5. Mengenal dan Mengeksplorasi Aneka Anyaman Unit 6, Membuat Souvenir dari Anyaman Panduan Khusus | 43 SEMESTER 2: Unit 7. Menggambar Eskpresif dengan Prinsip Keseimbangan Unit 8. Menggambar Objek Tumbuhan dengan Memperhatikan Prinsip Proporsi Unit 9, Mengenal Aneka Ragam Hias dari Berbagai Daerah di Indonesia Unit 10. Mengkreasi Jenis dan Pola Ragam Hias Unit 11, Membuat Karya Seni dari Bahan Daur Ulang Limbah Rumah Tangga Unit 12. Menciptakan Karya Seni dari Kertas Bekas 44 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V ——= 0 KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, . RISET, DAN TEKNOLOGI, 2021 UNIT: Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V Penulis: Taufik Hidayatulloh, Afia Fauziah ISBN: 978-602-244-616-3 NY MENGENAL UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA PADA OBJEK DI SEKITAR KITA Untuk Sekolah Dasar Kelas 5 Alokasi Waktu: 1 Kali Pertemuan (2X35 Menit) A. ELEMEN DAN SUB-ELEMEN CAPAIAN Mengalami AA. Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen dengan aneka sumber, termasuk karya seni rupa dari berbagai budaya dan era. 3. Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa Merefleksikan. R.1_ Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik. Berdampak D.1. Memilih, menganalisa, menghasilkan karya untuk membangun kepribadian dan karakter yang berdampak pada diri sendiri dan orang lain. . PROFIL PELAJAR PANCASILA. Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia Akhlak Beragama:Mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ces Akhlak Kepada Alam: Memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitar. Bergotong-Royong a. Kolaborasi: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama, membantu teman sekelas. N 3. Bernalar Kritis a, Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: Menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat bertanya untuk membantu pemahaman dalam seni. C. TUJUANPEMBELAJARAN 1. Siswa dapat menemukan minimal tiga unsur seni rupa yang terdapat, dalam objek di lingkungan sekitar. 2. Siswa dapat mendeteksi unsur seni rupa yang terdapat dalam objek yang membentuk ritme tertentu di lingkungan sekitar. 3. Siswa dapat menyimpulkan konsep prinsip ritme dalam seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar dengan benar. 4, Siswa dapat menggambar prinsip ritme dalam seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar. D. DESKRIPSI Pada pembelajaran unit 1 ini siswa akan mengamati unsur seni rupa yang membentuk ritme tertentu dalam objek di sekitar lingkungan sekolah atau luar sekolah. Dalarn proses pembelajaran guru dapat memilih pendekatan model pembelajaran investigasi kelompok atau model lain yang di pandang cocok untuk mengeksplorasi 46 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas V unsur seni rupa dan hubungannya dengan dengan cara mengamati objek di lingkungan sekitar sekolah. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui Penilaian tes tertulis bentuk esay dan pengamatan dan hasil gambar siswa untuk menggambarkan ulang unsur seni yang diamatinya ke dalam kertas Jurnal Visual/ Sketsa) yang telah dikumpulkan/didokumentasikan, E. PROSEDUR KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Pokok-Pokok Materi a. Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita Keindahan suatu objek di sekitar kita tak terlepas dari adanya berupa prinsip-prinsip seni rupa yang mendukung keindahannya, segala bentuk objek yang kita lihat dengan nilai akan muncul karena unsur-unsur yang dikandungnya, siswa dapat menemukan unsur-unsur seni rupa tersebut dengan mengamati unsur titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang) yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar sekolah. Gambar 6. Unsur dan prinsip seni rupa di sebuah bangunan (Kolom Katedral Kazan, Saint Petersburg) Dalam unit pembelajaran ini siswa diminta untuk mengamati dan menunjukkan salah satu prinsip seni rupa berupa ritme atau irama dalam objek di sekitar sekolah atau luar sekolah, siswa dapat menyimpulkan prinsip dan unsur seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar dengan mengidentifikasi bentuk pengulangan satu atau lebih unsur secara terus-menerus dengan teratur atau tidak teratur sehingga membentuk kesan keindahan misainya: pohon yang berjajar di depan sekolah; lantai keramik yang tersusun rapi; pagar sekolah yang berjajar rapi; dan lain-lain, Menurut Malins, (1980:9), Unsur-unsur bentuk (elements of form) juga disebut alat visual (visual device), misalnya garis, bidang, warna, tekstur gelap terang. Cara menggunakan unsur-unsur tersebut menentukan penampilan final suatu karya seni rupa. Cara untuk renyusun unsur-unsur tersebut disebut prinsip-prinsip penyesuaian, misalnya keseimbangan, harmoni variasi warna dan kesatuan. Unsur-unsur bentuk dan prinsip-prinsip penyesuaiannya dapat disebut sebagai satu bahasa dasar (basic grammer) dalam seni rupa UNIT 1: Mengenal Unsur Dan Prinsip Seni Rupa Pada Objek Di Sekitar Kita | 47

You might also like