Cahyono, et al, Hubungan Beban Kerja Dengan Response Time Perawat Instalasi ….
Hubungan Beban Kerja dengan Response Time Perawat Instalasi
Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember
(Correlation between Workload and Response Time of The
Emergency Room Nurse at Type C Hospitals in Jember Regency)
Arif Eko Cahyono, Siswoyo, Muhamad Zulfatul A’la
Fakultas Keperawatan, Universitas Jember
Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto Jember Telp./Fax. (0331) 323450
e-mail:
[email protected] Abstract
The emergency room is the patients’ first stop and referral in hospital. Patient service in the emergency
room requires immediate services, which are effective and efficient. The success of the nurse’s
response time in handling patients can prevent damage to body organs, prevent disability and reduce
mortality. This study aims to understand the correlation between workload and the response time of the
emergency room nurse at Type C hospitals in Jember Regency. This study uses a correlational research
design with a cross-sectional method. The sampling technique used total sampling technique. The result
of this study indicated that the workload of the nurses in the emergency room was classified as moderate
and had a response time according to the standard. The data analysis used Kendall tau-c statistical test
and the p-value = 0,180. In conclusion, there was no correlation between workload and the response
time of the emergency room nurse at Type C hospitals in Jember Regency. It happens because there
are factors that influence the nurse’s motivation, chosen examination and treatment strategies when
serving the patients. Their high motivation and hard work make their performance better. In addition,
the selection of inspection strategies and appropriate handling can make the services of the patients
effective and efficient.
Keywords: emergency room, respon time, workload.
Abstrak
Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tempat pemberhentian dan rujukan pertama pasien.
Pelayanan pasien di ruang IGD memerlukan pelayanan segera, yaitu efektif, dan efisien. Keberhasilan
response time perawat dalam menangani pasien dapat mencegah rusaknya organ-organ tubuh,
mencegah kecacatan dan menurunkan angka kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
hubungan beban kerja dengan response time perawat instalasi gawat darurat pada rumah sakit tipe C
di kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan metode cross-
sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data analisis yang
dikumpulkan menggunakan uji statistik Kendal tau-c. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban
kerja perawat IGD tergolong dalam katergori sedang dan memiliki response time sesuai standar.
Analisis data menggunakan Uji Kendal tau-c diperoleh nilai p-value = 0,180. Tidak terdapat hubungan
beban kerja dengan response time perawat IGD di rumah sakit tipe C di kabupaten Jember. Hal tersebut
terjadi karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu motivasi perawat dan strategi
pemeriksaan serta penanganan yang dipilih ketika melayani pasien. Motivasi perawat yang tinggi dan
kerja keras dalam melaksanakan tanggung jawabnya membuat kinerja perawat menjadi baik. Selain itu
pemilihan strategi pemeriksaan serta penanganan yang tepat membuat pelayanan pasien menjadi
efektif dan efisien.
Kata kunci: ruang IGD, response time, beban kerja.
e-Journal Pustaka Kesehatan, vol. 8 (no. 3), September 2020 183
Cahyono, et al, Hubungan Beban Kerja Dengan Response Time Perawat Instalasi ….
Pendahuluan Data diambil menggunakan lembar
Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai kuesioner Beban Kerja National Aeronautics dan
tempat pemberhentian dan rujukan pertama Space Administration - Task Load Index (NASA-
pasien. Seluruh petugas di ruang IGD khususnya TLX) dan lembar observasi Response Time
perawat harus selalu siap untuk melayani pasien, Perawat IGD. Analisis data dilakukan dengan
karena keadaan pasien di ruang IGD sangat menggunakan uji Kendal tau-c dengan nilai
beraneka ragam mulai dari kondisi gawat, darurat, signifikansi (α > 0,05).
gawat darurat dan bahkan tidak gawat ataupun
darurat sekalipun [1]. Filosofi pelayanan di ruang Hasil Penelitian
IGD “waktu adalah nyawa atau time saving is life Karakteristik Responden
saving” [2]. Time saving is life saving maksudnya Gambaran karakteristik responden
adalah petugas dituntut untuk melakukan semua ditampilkan pada tabel berikut:
tindakan dengan efektif dan efisien [3].
Response time merupakan salah satu Tabel 1. Penyajian Data Karakteristik Perawat
indikator yang digunakan untuk menggambarkan IGD Berdasarkan Umur (n=54)
pencapaian suatu Standar Pelayanan Minimal
Variabel Median Minimal - Maksimal
(SPM) Rumah Sakit. Standar response time
adalah ≤ 5 menit terhitung setelah pasien datang Umur 30 25 - 48
sampai mendapatkan pelayanan [4]. Respone Sumber: Data primer Mei-Juni 2019
time perawat lambat dipengaruhi oleh tingginya
angka kunjungan pasien baik pasien dengan true Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik
emergency maupun pasien poliklinik yang di Perawat IGD (n=54)
tangani oleh perawat di IGD. Keterlambatan Variabel N (%)
dalam memberikan petolongan akan
memperluas kecacatan hingga berdampak Jenis Kelamin
kematian pada pasien. Sedangkan keberhasilan a Laki-laki 36 66,7
response time perawat dalam menangani pasien b Perempuan 18 33,3
akan mengurangi keluasan rusaknya organ-
organ sampai menuju kecacatan dan juga dapat Pendidikan Terakhir
a D3 29 53,7
menurunkan angka kematian [5].
b S1 10 18,5
Kunjungan di ruang IGD meningkat pada c Ners 15 27,8
setiap tahunnya [6]. Berdasarkan studi
pendahuluan peneliti terdapat peningkatan
Lama Kerja
kunjungan IGD pada rumah sakit tipe C di a 0-5 tahun 34 63,0
kabupaten Jember tahun 2017 sampai tahun b 5-10 tahun 12 22,0
2018. Tugas perawat di ruang IGD tergolong sulit c 10-15 tahun 7 13,0
[2]. Secara teknis, perawat dituntut untuk bekerja d >15 tahun 1 2,0
dengan profesional dan bertanggungjawab
karena perawat di ruang IGD memiliki tugas yang Pelatian
berkaitan erat dengan keselamatan jiwa banyak a Belum Pernah 5 9,3
orang [7]. Tujuan peneliti adalah untuk b BTCLS 15 27,6
mengetahui hubungan beban kerja dengan c BCLS 7 13,0
response time perawat instalasi gawat darurat d BLS 4 7,4
pada rumah sakit tipe C di Kabupaten Jember. e PPGD 17 31,5
f ACLS 4 7,4
g PPGD 1 1,9
Metode Penelitian h ECG 1 1,9
Desain penelitian menggunakan penelitian
Sumber: Data primer Mei-Juni 2019
kuantitatif non-eksperimental dengan jenis
analitik korelasional. Penelitian ini menggunakan
pendekatan cross-sectional. Teknik sampling Beban Kerja Perawat IGD
yang digunakan adalah total sampling atau Beban kerja perawat di IGD ditunjukkan
sampel jenuh yaitu 54 responden. Data penelitian dalam table berikut:
diambil dalam rentang waktu bulan Mei - Juni
2019.
e-Journal Pustaka Kesehatan, vol. 8 (no. 3), September 2020 184
Cahyono, et al, Hubungan Beban Kerja Dengan Response Time Perawat Instalasi ….
Tabel 3. Beban Kerja Perawat IGD (n=54) perawat IGD dapat 4-3 orang/hari [8]. Peraturan
Variabel N (%) Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomror
340 Tahun 2010 menjelaskan bahwa pada rumah
Ringan 19 35,1 sakit tipe C terdapat perbandingan tenaga
Sedang 34 63,0 keperawatan dan tempat tidur adalah 2:3 [9].
Berat 1 1,9 Berdasarkan teori dan peraturan yang ada dapat
Sumber: Data primer Mei-Juni 2019 disimpulkan bahwa perawat memiliki beban kerja
ringan sampai sedang dengan response time
Response Time Perawat IGD standar dikarenakan sudah terpenuhinya standar
Gambaran Response time perawat IGD pelayanan IGD sesuai dengan klasifikasi rumah
ditampiljan dlama tabal berikut: sakit tipe C.
Hasil uji statistic Kendal tau-c diperoleh
Tabel 4. Response Time Perawat IGD (n=54) nilai p-value = 0,180 (α ≤ 0,05) sehingga dapat
Variabel N (%) diartikan bahwa tidak terdapat hubungan antara
beban kerja dengan response time perawat IGD
Standar 52 96,3 pada Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember.
Tidak Sesuai Standar 2 2,7 Sejalan dengan penelitian lain bahwa secara
Sumber: Data primer Mei-Juni 2019 statistik menggunakan uji Pearson tidak terdapat
hubungan antara beban kerja dengan waktu
tanggap perawat di RSU Pandan Arang Boyolali
Hubungan Beban Beban Kerja dengan
(p-value = 0,059; α ≤ 0,05; dengan sampel 16
Response Time Perawat IGD pada Rumah
perawat dan 16 pasien; dan alat ukur kuesioner
Sakit Tipe C di Kabupaten Jember
beban kerja dan kuesioner waktu tanggap
Hubungan antara beban kerja dengan
perawat gawat darurat menurut persepsi pasien)
response time perawat IGD di RS tipe C
[2]. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan
ditunjukkan dalam tabal berikut.
penelitian lainnya yang dilakukan di Instalasi
Gawat Darurat RSUD Dr Soedirman Kebumen
Tabel 5. Tabulasi Silang Dan Analisa Hubungan
menjelaskan bahwa secara statistik bahwa
Beban Kerja dengan Response Time
terdapat hubungan beban kerja perawat dengan
Perawat IGD pada Rumah Sakit Tipe C
waktu tanggap (response time) perawat (p value
di Kabupaten Jember (n=54)
= 0,003; α ≤ 0,05; dengan sampel 24 responden),
dimana beban kerja adalah salah satu faktor
Response Time
yang akan mempengaruhi response time [10].
Tidak Total
Variabel Standar Standar P-Value Faktor psikis (motivasi) adalah salah satu
faktor yang mempengaruhi beban kerja [11].
N (%) N (%) N (%)
Sejalan dengan penelitian lain yang menjelaskan
Beban bahwa kualitas kerja memiliki penagaruh sebesar
Kerja 42,3% terhadap motivasi kerja (p-value = 0,000;
Ringan 19 100 0 0 19 100 α ≤ 0,05; dan sampel 54 responden) [12].
0,180
Sedang 33 97 1 3 34 100 Motivasi yang tinggi dan kerja keras perawat
Berat 0 0 1 100 1 100 dalam menjalankan tanggung jawabnya
Sumber : Data Primer Desember 2018 membuat kinerja perawat menjadi baik,
meskipun memiliki beban kerja sedang [13].
Strategi pemeriksaan serta penanganan
Pembahasan yang dipilih merupakan salah satu faktor yang
Hasil tabulasi silang antar variabel dari mempengaruhi response time [14]. Manajemen
tabel 5 menunjukkan bahwa perawat yang unit gawat darurat yang efisien membutuhkan
memiliki beban kerja ringan adalah 19 orang dan satu tim yang mampu mengidentifikasi
beban kerja sedang 33 perawat. Secara kebutuhan pasien, menetapkan prioritas,
keseluruhan perawat dengan beban kerja ringan memberikan pengobatan, pemeriksaan, dan
sampai sedang memiliki response time standar. disposisi yang tepat sasaran [15]. Penelitian lain
Hal tersebut terjadi karena rata-rata kunjungan menjelaskan bahwa terdapat hubungan triase
pasien per-hari terdapat 13 pasien, sedangkan dengan response time (p-value = 0,003; α ≤ 0,05;
rata-rata jumlah perawat/shift adalah 3-4 perawat sampel 36 responden) [16]. Berdasarkan teori
dengan rata-rata jumlah bed IGD adalah 5 bed. diatas dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat
Penelitian lain menjelaskan bahwa 1 orang hubungan antara beban kerja dengan response
e-Journal Pustaka Kesehatan, vol. 8 (no. 3), September 2020 185
Cahyono, et al, Hubungan Beban Kerja Dengan Response Time Perawat Instalasi ….
time karena terdapat faktor-faktor yang Inap Diputuskan Di Zona Kuning Instalasi
mempengaruhi yaitu motivasi perawat dan Gawat Darurat RSUD dr. Iskak
strategi pemeriksaan serta penanganan yang Tulungagung. Nurseline Journal, 2017; 2(2):
dipilih ketika melayani pasien. 109-116.
[7] Amelia N. Prinsip Etik Keperawatan.
Simpulan dan Saran Jogjakarta: D-MEDIA; 2013.
Kesimpulannya tidak terdapat hubungan [8] Irnalita. Analisis Kebutuhan Tenaga Perawat
antara beban kerja dengan response time Berdasarkan Beban Kerja Dengan
perawat IGD pada Rumah Sakit Tipe C di Menggunakan Metode Work Sampling Pada
Kabupaten Jember. Instalasi Gawat Darurat BPK-RSU Dr.
Diharapkan perawat dapat mengelola Zainoel Abidin-Banda Aceh Tahun 2008.
kondisi psikologisnya karena motivasi yang tinggi Tesis. Depok: Fakultas Kesehatan
dan kerja keras perawat dalam menjalankan Masyarakat Universitas Indonesia; 2008.
tanggung jawabnya membuat kinerja perawat [cited 15 Juli 2019]
menjadi baik. Selain itu diharapkan manajemen [9] Jakarta. Peraturan Menteri Kesehatan
rumah sakit dapat mengelola dan memilih Republik Indonesia Nomor 340 Tahun 2010.
strategi pemeriksaan serta penanganan yang Klasifikasi Rumah Sakit. 11 Maret; 2010.
tepat agar pelayanan pasien menjadi efektif dan [10] Mahrur A, Yuniar I, & Sarwono. Faktor-
efisien. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan Faktor Yang Mempengaruhi Lamanya
dengan menganasilis beban kerja perawat Waktu Tanggap Dalam Pelayanan Gawat
menggunakan kuesioner lain seperti Work Darurat Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr
Sampling, Daily Log, Time and Motion Study, Soedirman Kebumen. Jurnal Ilmiah
atau Workload Indicator Staff Need (WISN). Kesehatan Keperawatan, 2016; 12(1): 36-
43.
[11] Koesomowidjojo SRM. Panduan Praktis
Daftar Pustaka Menyusun Analisis Beban Kerja. Jakarta:
[1] Asfuah S. Buku Saku Klinik Untuk Raih Asa Sukses; 2017.
Keperawatan Dan Kebidanan. Yogyakarta: [12] Hasmalawati N & Restya WPD. Hubungan
Nuha Medika; 2012. kualitas kehidupan kerja terhadap motivasi
[2] Widodo P & Pratiwi A. Hubungan Beban kerja karyawan di Puskesmas Paya Bakong
Kerja Dengan Waktu Tanggap Perawat Aceh Utara. Jurnal Sains Psikologi, 2017;
Gawat Darurat Menurut Persepsi Pasien Di 2(6) :63–67.
Instalasi Gawat Darurat RSU Pandan Arang [13] Fujianti MEY. Hubungan Beban Kerja
Boyolali. Berita Ilmu Keperawatan, 2008; Dengan Kualitas Hidup Profesional Pada
1(3): 125-130. Perawat Perkesmas Di Puskesmas Wilayah
[3] Surtiningsih D, Susilo C, & Hamid MA. Pertanian Kabupaten Jember. Skripsi.
Penerapan Response Time Perawat Dalam Jember: Fakultas Keperawatan Universitas
Pelaksanaan Penentuan Prioritas Jember; 2019. [cited 16 Juli 2019]
Penanganan Kegawatdaruratan Pada [14] Rissamdani R. Hubungan Penatalaksanaan
Pasien Kecelakaan Di IGD RSD Balung. Penanganan Gawat Darurat Dengan Waktu
The Indonesian Journal Of Health Science, Tanggap (Respon Time) Keperawatan Di
2016; 6(2): 124-132. Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit
[4] Jakarta. Keputusan Menteri Kesehatan Permata Bunda Tahun 2014. Tesis. Medan:
Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008. Program Studi S2 Ilmu Kesehatan
Standar Minimal Rumah Sakit. 6 Februari; Masyarakat Universitas Sumatera Utara;
2008. 2015. [cited 16 Juni 2019]
[5] Abdul H, Rottie J, & Karundeng MY. Analisis [15] Habib H, Sulistio S, Mulyana RM, & Albar IA.
Perbedaan Response Time Perawat Triase Modern Rumah Sakit dan Aplikasinya
Terhadap Pelayanan Gawat Darurat Di Unit di Indonesia [internet]; 2016. [cited 17 Juli
Gawat Darurat Di RSU GMIM Pancaran 2019] Availble from:
Kasih Dan Di RSU TK.III Robert Wolter https://www.researchgate.net/publication/31
Monginsidi Kota Manado. e-journal 1715654
Keperawatan, 2016; 4(2): 1-8. [16] Tuwo P G, Rumampuk JF, & Katuuk ME.
[6] Deviantony F, Ahsan & Setyoadi. Analisis Hubungan Ketepatan Triase Dengan
Faktor Yang Berhubungan Dengan Waktu Response Time Perawat Di Instalasi Gawat
Tunggu Pasien Setelah Keputusan Rawat
e-Journal Pustaka Kesehatan, vol. 8 (no. 3), September 2020 186
Cahyono, et al, Hubungan Beban Kerja Dengan Response Time Perawat Instalasi ….
Darurat Rumah Sakit Tipe C. e-journal
Keperawatan, 2019; 7 (1): 1-9.
e-Journal Pustaka Kesehatan, vol. 8 (no. 3), September 2020 187