IT Development for Government Communication
IT Development for Government Communication
50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Information Technology Development (Website) in Supporting Government
Communication in Depok City, West Java Province
Penulis :
Ikhbaluddin1, Megandaru Widhi Kawuryan2
Afiliasi :
Institut Pemerintahan Dalam Negeri1,2
e-Mail :
[email protected] , [email protected]
Abstract
The focus of this research is the development of information technology in
supporting government communication in the city of Depok, West Java Province, more
specifically regarding the website of the Government of Depok City, West Java Province.
There have been several researches on the websites of regional governments,
including; 1. Evaluation of E-Government Implementation on Local Government Websites
in Indonesia: Content and Management Perspective by Edwin Arief Sosiawan Fisip UPN
Yogyakarta in 2008, 2. Quality Evaluation of Local Government Websites Using the
Webqual Method (Case Study in Ogan Ilir District) by Candra Irawan UGM Faculty of
Engineering Thesis in 2011, 3. Website Representation of Lampung Provincial Government
as a Communication and Public Service Media in the Framework of E-Government By
Arlyandi Satya Djauhari Fisip Unila in 2016, and 4. Website usability level on the Banten
Province Public Relations Bureau website by M. Ervin Kurniawan Fisip Untirta Banten in
2016, which distinguishes this research when compared to the above research are: 1. This
research focuses on the development of information technology in this case the website for
public services at the City level, Depok City, 2. This research uses the Alvaro Rocha study
(2014) published in the Emerlad Journal which is Scopus indexed, the Rocha (2014) study
entitled "Framework for a global quality evaluation of a website".
The method in this research is qualitative, in qualitative research with an inductive
approach it is easier for researchers to take pictures and describe the facts in the field,
then the findings in the field are dissected with various theories that have been prepared.
The results of this research are; The Depok City Government has used the website to
communicate and provide services to the public, but the website needs some
improvements, among others; 1. The renewal of information on the website needs to be
improved, 2. Community complaints need to be answered immediately, 3. Depok City
Communication and Information Agency needs to be given more authority to gather
information spread across several agency 4. Website maintenance needs to be considered
because there are several pages that cannot be opened.
50
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
1. Latar Belakang
Media sosial pada saat ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam hidup
manusia di seluruh dunia, media sosial mempunyai dampak terhadap cara orang
berkomunikasi, pada saat ini pada era digital hampir dipastikan semua kegiatan termasuk
pelayanan kepada publik menggunakan media sosial.
Pemerintahan elektronik atau e-government adalah salah satu cara pemerintah
untuk mengadopsi keuggulan teknologi komunikasi pada sektor pelayanan publik,
dengan mengadopsi teknologi informasi maka pemerintah idealnya akan semakin mudah
memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang
berkenaan dengan pemerintahan. Model penyampaian yang utama adalah Government-
to-Citizen (G2C), Government-to-Business (G2B) dan Government-to-Government (G2G).
Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi,
kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.
Pada saat ini semua pemerintah daerah di Indonesia sudah mengadopsi
teknlogi informasi dalam bentuk e-government minimal usaha tersebut bisa dilihat
pada website yang dibuat oleh pemerintah daerah baik itu kota, kabupaten, maupun
propinsi yang berjumlah 549 website (Jawa Post 19 April 2017). Kanal informasi
berupa website tersebut tentu sangat baik dan perlu diapresiasi, namun masalahnya
menurut koran Jawa Post terbitan 19 April 2017 menyebutkan bahwa banyak website
bermasalah, mulai dari di-hack (bajak), maintenance, under construction, sampai yang
tidak ter up-date. Kondisi ini tentu sangat disayangkan karena ide awal e-government
adalah melayani masyarakat lebih murah dan mudah tidak tercapai.
Berangkat dari uraian diatas, maka dapat dirumuskan pertanyaan sebagai berikut;
“Bagaimana Penerapan Pengembangan Teknologi Informasi (Website) Dalam
Mendukung Komunikasi Pemerintahan Di Kota Depok Provinsi Jawa Barat”
CT FOR CT E M D FOR CE CE
Keterangan:
CT : Communicant
FOR CT : Frame of Reference of Communicant
CE : Communicate
E : Encoder
M : Massage
N : Noise
D : Decoder
FOR CE : Frame of Reference of Communicate
R : Response
Content’s
Quality
Website Service ‘s
Quality Quality
Technical’s
Quality
Lebih lanjut Rocha (2014) menjelaskan, dalam dimensi pertama yang harus
diperhatikan oleh pemerintah dalam mengelola website adalah kualitas content (isi) dari
website tersebut, dalam kualitas isi website harus diperhatiakan tentang akurasi,
kelengkapan, relevansi, konsistensi, koherensi, relevansi, sintaksis dan pembaharuan isi
website , hal ini harus sering di evaluasi oleh pengelola website .
53
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Pada dimensi kedua fokusnya adalah kualitas layanan yang ditawarkan di situs
website . Dalam kualitas layanan website pemerintah ada beberapa hal penting yang
harus diperhatikan yaitu; atribut keamanan, keandalan, privasi, kinerja, efisiensi, akurasi,
peluang, ketersediaan, waktu respons, penghematan waktu, empati, reputasi dan
personalisasi.
Untuk dimensi ketiga berfokus pada kualitas teknis situs web, yaitu fokus pada
kualitas atribut yang biasanya ditemukan dalam standar kualitas untuk perangkat lunak,
seperti ISO / IEC 9126 (ISO / IEC, 2001) dan penggantinya ISO / IEC 25010 (ISO, 2011).
Termasuk juga atribut seperti peta navigasi, jalur, mesin pencari, waktu unduh halaman,
browser kompatibilitas, tautan yang rusak dan aksesibilitas.
Riset ini akan menggunakan menguji tiga dimensi di atas dalam membedah
komunikasi pemerintahan menggunakan teknologi informasi (website ) di Kota Depok,
Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan riset yang dilakukan oleh Rocha (2014) ketiga dimensi
di atas jika dijalankan oleh pemerintah maka akan semakin memudahkan dan
meningkatkan kualitas layanan pemerintah pada masyarakatnya, tentunya riset Rocha
(2014) dilaksanakan di negara-negara barat yang sudah cukup mapan pemerintah dan
masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi.
Dalam riset ini akan diharapkan ada dua hal yang akan dibedah yaitu malakukan
evaluasi komunikasi pemerintahan dengan berbasis teknologi informasi (website ) di Kota
Depok yang kedua adalah menguji 3 dimensi yang diajukan oleh Rocha (2014) di atas.
2. Metode Penelitian
2.1. Desain Penelitian
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan e-goverment terutama website
pemerintah daerah ditingkat kota dengan lokus Kota Depok, pendekatan yang dipandang
tepat untuk menjawab tujuan-tujuan tersebut adalah pendekatan kualitatif. Farouk dan
Djaali (2003) menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat memberikan gambaran
mendalam terhadap suatu masalah, yang secara khusus pula diangkat ke permukaan
tanpa ada maksud untuk melakukan generalisasi. Penelitian kualitatif dipandang tepat
untuk studi ini karena penelitian ini menggunakan wawancara mendalam terhadap
informan yang bertujuan memberikan gambaran yang menjadi masalah penelitian diatas.
54
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
3. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dari informasi yang peneliti dapatkan untuk pengelolaan website Pemko Depok
berada di bawah Kabid Aplikasi Informatika lebih khusus lagi Kasi Tata Kelola Teknologi
Informatika walaupun tentunya untuk pengisian konten (isi) website akan mendapatkan
asupan dari berbagai bidang di Dinas Kominfo dan Dinas serta berbagai Badan di Kota
Depok. Untuk lebih jelasnya struktur Dinas Kominfo Kota Depok dapat dilihat dalam bagan
di bawah ini.
Diagram 3 Struktur Dinas Kominfo Kota Depok 2018
55
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Secara garis besar, website Kota Depok, berisi tentang :
a) Profil Kota, yang meliputi :
- Struktur Organisasi Perangkat Daerah
- Visi & misi
- Lambang & Identitas
- Sejarah
- Ikon
- Seni dan Budaya
- Sosial Ekonomi
- Penghargaan
- Demografi
- Geografi
b) Berita
- Semua berita
- Berita OPD
- Press Release
- Warta Depok
c) Instansi
- Dinas/Kantor/Badan/Setwan/OPD
- Sekretariat Daerah
- Kecamatan
- Kelurahan
d) Layanan
- Kependudukan
- Perizinan
- Pajak
- Pengadaan
- Info Publik
- Statistik
e) Direktori Kota
- Pendidikan
- Sarana Kesehatan
- Hiburan
- Kuliner
f) Agenda
- Agenda Walikota
- Agenda Wakil Walikota
56
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
3.2 Temuan
Secara umum, terkait dengan profil kota dan berita, Pemerintah Kota Depok
termasuk aktif dalam meng-update berita dan juga informasi terkait kelembagaan
pemerintahan dalam website-nya, meskipun untuk Struktur Organisasi Perangkat Daerah
hanya tertulis jabatan tanpa nama pejabat yang sedang menjabat saat ini.
Untuk direktori kota, pemerintah Kota Depok memfokuskan pemberian informasi
terkait sarana pendidikan, kesehatan, hiburan dan kuliner beserta dengan alamat dan juga
nomor telepon organisasi terkait. Gambar 2 dan 3 memperlihatkan tampilan sarana
kesehatan dan hiburan Kota Depok.
Gambar 2 Sarana Kesehatan Kota Depok
57
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Gambar 4 Agenda Kegiatan Walikota Depok
Sedangkan pada bagian agenda, berisi tentang jadwal harian, bulanan dan tahunan
Walikota dan Wakil Walikota seperti yang terlihat pada gambar .4
Berkaitan dengan laman pelayanan, website Kota Depok menampilkan pelayanan
publik yang meliputi kependudukan, perizinan, pajak, pengadaan, info publik dan statistik
seperti pada terlihat pada gambar 5.
Gambar 5 Pelayanan Publik
Sebagai bagian dari e-government, pemerintah Kota Depok terlihat berupaya memberikan
informasi terkait pelayanan. Hal ini terlihat dari banyaknya informasi terkait layanan yang
tertera dalam website sebagai berikut :
- Kependudukan
Dari segi pelayanan kependudukan, website Kota Depok memberikan informasi
tentang layanan kependudukan dan pencatatan sipil seperti tata syarat pembuatan
58
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
e-KTP, KK, serta Standar Operasional Prosedur (SOP)nya. Selain itu, warga
masyarakat juga dapat mengakses status e-KTP mereka dengan cara memasukkan
Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan mengirimkan ke nomor yang tercantum
pada laman website seperti yang terlihat pada gambar 6. Pemerintah juga
menyediakan portal komentar bagi masyarakat yang ingin bertanya tentang tata
cara pelayanan kependudukan ataupun ingin melakukan pengaduan terkait
masalah pelayanan seperti yang terlihat pada gambar 7.
- Perizinan
Informasi terkait perizinan Kota Depok terlihat pada gambar 8, dimana Badan
Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Depok Menerima
Sertifikasi ISO 9001:2008 QMS untuk Bidang Perizinan 1 dan Bidang Perizinan 2.
Namun, informasi terkait perizinan sangat terbatas, karena berita terkait perijinan
kurang up to date (data terakhir tahun 2016) dan hampir semua bagian perijinan
dalam website tidak dapat diakses seperti yang terlihat pada gambar 9.
59
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Gambar 8 Berita Perizinan
- Pajak
Melalui pelayanan pajak masyarakat dapat melakukan pengecekan PBB secara
online meliputi BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan) serta
(PBB) Pajak Bumi dan Bangunan serta e-SPPT. Pada laman pengecekan pajak PBB
masyarakat dapat mengeceknya melalui laman web seperti yang tertera pada
gambar 11, namun sayangnya untuk pelayanan pengecekan e-SPPT laman tidak
dapat diakses seperti yang terlihat pada gambar 12.
60
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Gambar 11 Pengecekan Pajak PBB Kota Depok Secara Online
- Pengadaan
Dalam penerapannya Kota Depok telah menggunakan LPSE dalam pengadaan barang
dan jasa. LPSE merupakan Layanan Pengadaan Secara Elektroknik sehingga pengadaan
barang dan jasa dapat diakses melalui sistem online seperti yang terlihat pada gambar
13.
Gambar 13 LPSE Kota Depok
61
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
- Info Publik
Informasi publik yang dapat diakses dalam laman website Kota Depok meliputi
informasi publik berkala dan informasi publik setiap saat. Informasi Publik berkala
meliputi perangkat organisasi, visi & misi, peraturan daerah & peraturan walikota,
pengadaan barang & jasa, LAKIP & LRA seperti yang terlihat pada gambar
Gambar 14 Info Publik Berkala
- Statistik
Statistik meliputi informasi berupa grafik terkait tentang keuangan daerah,
kependudukan, kesehatan, pendidikan, perekonomian dan pembangunan. Gambar
menunjukkan grafik APBD Kota Depok tahun 2010 -2017.
Gambar 15 Grafik APBD Kota Depok 2010 – 2017
3.3. Pembahasan
Internet, ataupun e-government bagi pengambil kebijakan, dapat dilihat sebagai
alat untuk meningkatkan respon pemerintah terhadap masyarakat serta alat untuk
memperkuat negara (Fountain, 2001). US General accounting office (Belanger &Hiller,
62
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
2006, p. 49) mengkategorikan e-government kedalam 4 tipologi yaitu: 1. government-to-
citizen (G2C), 2. government-to-employee (G2E), 3. government-to-government (G2G), 4.
and government-to-business (G2B). Dalam prosesnya, e-government sebagai virtual tool
pemerintah, mengalami berbagai macam perkembangan. Untuk mengukur kinerja e-
government, Gartner membagi perkembangan e-government kedalam empat fase yaitu;
1. Kehadiran, 2. Interaksi, 3. Transaksi dan 4. Transformasi. Sedangkan United Nation
mengelompokkannya dalam lima tingkatan yaitu; 1. Kemunculan e-government, 2.
Penguatan, 3. Interaksi, 4. Transaksi dan 5. e-government tanpa sekat (terintegrasi, tanpa
batas) (Hashmi & Darem 2008).
Dalam kaitannya dengan fase tersebut, melihat portal website resminya, dengan
pendekatan Gartner dan UN terlihat bahwa saat ini penerapan e-government Kota Depok
masih berada pada level kehadiran pemerintah untuk masyarakat dalam memberikan
informasi melalui virtual sistem dan fase interaksi dengan masyarakat dengan adanya
komunikasi dan pengaduan masyarakat.
Fase-fase dalam perkembangan e-government, tentu tidak terlepas dari penyajian
informasi melalu website pemerintah. Website yang baik tentunya harus memiliki
beberapa indikator yang menjadi tolak ukur acuan dalam pengukuran kualitasnya. Rocha
(2012) membagi dimensi kualitas website dilihat dari tiga aspek yaitu kualitas isi website
(content), jasa yang ditawarkan (service offered) dan kualitas standar untuk masalah teknis
seperti software (technical quality).
Dilihat dari segi konten, pemerintah Kota Depok yang bertindak selaku organisasi
telah menyiapkan informasi kepada stakeholders dan juga masyarakat berupa informasi
tentang keadaan kota, jenis-jenis pelayanan, tata cara serta prosedurnya dan juga tentang
data-data tentang pemerintahan Kota Depok secara umum melalui sistem online.
Meskipun dalam beberapa bagian masih terdapat beberapa konten yang belum bisa
diakses oleh masyarakat, contohnya seperti akses sarana pendidikan yang terlihat pada
gambar 16.
Gambar 16 Informasi Pendidikan Yang Belum Bisa Diakses
63
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Selain itu, pada bagian perizinan, belum terdapat adanya up date informasi
tentang berita terkait perijinan (data terakhir pada tahun 2016) seperti yang terlihat pada
gambar 9. Bahkan hampir semua laman terkait perijinan pada website tidak dapat diakses
(lihat gambar 10).
Meskipun telah disinggung sebelumnya bahwa pemerintah Kota Depok mulai
memasuki fase ke-dua (interaksi) dalam menerapkan e-government, namun terlihat
adanya kemunduran dalam progressnya. Hal itu terlihat dari lamanya waktu pemerintah
dalam membalas pesan ataupun komentar dari warganya.
Dengan pola sistem rapel yang terlihat pada gambar 17 terlihat bahwa dibutuhkan
setidaknya minimal satu bulan, waktu yang digunakan untuk membalas pesan warganya,
bahkan ada juga yang membutuhkan waktu setidaknya tiga bulan untuk mendapatkan
pesan balasan dari admin dengan cara dibalas pada waktu yang bersamaan. Bahkan pada
gambar 18, terdapat komentar masyarakat yang tidak mendapatkan respon sejak Februari
dan April 2018.
Gambar 17 Komentar Warga dan Admin Website Resmi
64
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Gambar 18 Komentar Warga Yang Tidak Mendapat Balasan
Penentuan penilaian pada konten tentunya tidak terlepas dari para pengguna
layanan website, begitu pun untuk penilaian kualitas service dan masalah teknik (akan
dibahas sesuai interview). Namun, dalam riset awal ini dapat terlihat bahwa website
Pemkot Depok masih dalam batasan kehadiran dan interaksi dengan para penggunanya.
Adapun transaksi masih belum sepenuhnya dilaksanakan oleh Pemkot Depok.
Permasalahan teknis terkait lama akses terhadap website untuk sementara ini belum
menemui kendala. Untuk mengakses website tidak diperlukan waktu loading yang lama.
Setelah membahas tampilan website di atas, maka pada bagian ini akan dibahas
mengenai questioner yang dibagikan kepada masyarakat, questioner ini diadopsi dari riset
Rocha (2014) yang berjudul “Framework for a Global Quality Evaluation of a Website ”
kualitas website menurut Rocha (2014) ditentukan oleh 3 dimensi yaitu: 1. Content
Quality (Kualitas Kontent), 2. Service Quality (Kualitas Service) dan 3. Technicall Quality
(Kualitas Teknis).
Data dibawah ini merupakan jawaban questioner masyarakat selaku pengguna
website Kota Depok yang terdiri atas delapan responden dengan latar belakang studi
lulusan SMK (2 orang), D-IV (1 orang), S1 (3 orang) dan mahasiswa (2 orang). Adapun yang
menjadi acuan pertanyaan meliputi, kualitas kontem (content quality), Kualitas pelayanan
(service quality) dan Kualitas teknis (technical quality). Berikut adalah hasil dari
questioner:
65
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
1. Dimensi Content Quality (Kualitas Konten)
Tabel 1 Dimensi Content Quality (Kualitas Konten)
Secara umum, melalui tabel 1 terlihat bahwa sebagian besar responden setuju
bahwa kualitas layanan website Kota Depok sudah berjalan dengan baik, dengan hasil
presentase sebagai berikut :
Akurasi website : Sebanyak masing-masing 36 % responden menyatakan sangat
setuju dan setuju bahwa akurasi website kota Depok sudah baik sedangkan 28 %
sisanya menyatakan netral.
Kelengkapan website : masing -masing 36 % sangat setuju dan netral, sisanya
sebanyak 26 % setuju Kelengkapan website Kota Depok sudah baik.
Relevansi website : 80% responden setuju Relevansi website Kota Depok sudah
baik sedangkan sebanyak 20 % netral.
Pembaharuan isi website : 12 % masing-masing sangat setuju dan tidak setuju, 24
% netral dan 50% menyatakan setuju bahwa Pembaharuan isi website Kota Depok
sudah baik.
66
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Secara garis besar dalam dimensi kualitas layanan, sebanyak lebih dari 50 %
responden pada semua indikator layanan menyatakan setuju bahwa pelayanan website
Kota Depok telah berjalan dengan baik, kecuali pada atribut keamanan sebanyak 50 %
responden dan pada keandalan website Kota Depok lebih dari 50 % responden
menyatakan netral.
Pada dimensi ini, responden memiliki pandangan yang hampir sama, baik yang
bersikap netral maupun yang setuju bahwa kualitas teknik website Kota Depok sudah baik,
meskipun porsi setuju sedikit lebih banyak dibandingkan posisi netral. Untuk responden
dengan jumlah setuju terbanyak terlihat pada jalur informasi website, mesin pencari,
aksesibilitas dan peta navigasi. Sedangkan untuk indikator tautan yang rusak, dan waktu
unduh responden cenderung netral.
Untuk membedah Dinas Kominfo Kota Depok dalam mengelola informasi untuk publik
peneliti memakai tulisan dari Anggoro (2000) mengenai teori dan aplikasi kehumasan di
Indonesia, tulisan Anggoro (2000) dipakai oleh penulis karena lebih dapat diaplikasikan
dalam membedah dan meneliti bagaimana pemeritah daerah dalam mengelola informasi
dan menginformasikan kepada masyarakat, ada 3 hal yang diteliti yaitu 1. Aspek
Kewenangan Kelembagaan, 2. Aspek Pengolahan Informasi/Strategi dan 3. Aspek
Administrasi.
67
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
1. Aspek Kewenangan / Kelembagaan
Dari tujuh pegawai Diskominfo, sebanyak 86 % informan (6 orang) menyatakan
bahwa terdapat masalah terkait aspek kewenangan dan berakibat pada tugas dan fungsi
(tusi), sedangkan 1 orang menyatakan tidak ada masalah terkait aspek kewenangan dan
tidak berdampak pada tusi (lihat tabel 4)
Tabel 4
Masalah terkait Aspek Kewenangan dan Akibatnya terhadap Tusi
1. Pranata Humas : Posisi jabatan fungsional masih berada dibawah seksi sehingga
berakibat pada kurang bisa melakukan kegiatan secara lebih luas. Hanya fokus
pada bidang/seksinya saja. Saran untuk Struktur organisasi Diskominfo, Fungsi
pejabat fungsional langsung dibawah Kadis sehingga bisa saling bekerja sama lintas
bidang dengan pekerjaan yang lebih luas.
2. Kasi Tata Kelola : Kewenangan Diskominfo sebagai GCIO (government chief
information officer) Kota Depok tidak tercantum, sehingga Pengaruh Diskominfo
dalam menentukan arah kebijakan terkait pelaksanaan, TIK dari perencanaan
sampai dengan pengawasan belum cukup kuat. Saran untuk Struktur organisasi
Diskominfo, Terdapat struktur khusus GCIO Kota Depok, Terdapat perluasan untuk
bidang Aptika dan seksi keamanan informasi sebaiknya masuk kedalam Aptika.
68
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
3. Kasi Aplikasi : tidak adanya seksi khusus pengelola data tingkat kota sehingga data
masih tersebar di beberapa OPD, jika ada kebutuhan akan data dilaksanakan
dengan cara meminta langsung ke OPD dan data yang dihasilkan kadang berbeda.
Saran untuk Struktur organisasi Diskominfo, Bidang IT terdiri dari seksi tata kelola,
seksi aplikasi, seksi interopabilitas dan pengelola data dan Bidang infrastruktur IT
terdiri dari seksi pengelola intra dan seksi layanan infrastruktur.
4. Kasi Pengelolaan Informasi : menyatakan ada masalah dan dampak terhadap tusi
namun tidak menjabarkan permasalahan dan dampaknya. Saran untuk Struktur
organisasi Diskominfo tidak ada.
5. Pranata Humas : menyatakan tidak ada masalah terkait kewenangan.
6. Kasi Komunikasi Publik : tidak bisa memberi punishment terhadap media yang
pemberitaannya tidak sesuai dengan kode etik jurnalisme sehingga kredibilitas dan
stabilitas pemberitaan mengenai wilayah dan pimpinan jadi terganggu. Saran
untuk struktur organisasi Diskominfo, ada satu penambahan bidang kemitraan
yang bermitra dengan dewan pers dan KPI serta ada petugas penegak tersendiri.
7. Kabid Aptika : statistik yang masih tumpang tindih dengan litbang Bapeda sehingga
kegiatan pengumpulan data dimana data tersebar dan sebagian masih di Bapeda.
Saran organisasi, untuk bidang aptika dipecah menjadi 2, yaitu bidang infrastruktur
dan bidang e-gov, untuk bidang IKP ditambahkan urusan statistik dan urusan
persandian digabung dalam bidang infrastruktur/ keamanan informasi
Terkait program komunikasi melalui media sosial di Depok, terdapat beberapa
platform yang digunakan yaitu: portal depok.go.id, video kota Depok melalui Channel
Youtube, - informasi melalui berbagai kanal sosial media : fb, ig, twitter, website, -
Pengaduan lewat sosmed, website di setiap OPD, SIGAP (pengaduan masyarakat dan
Depok Single Window (DSW).
Dari informasi di atas dapat dilihat benang merah untuk struktur Diskominfo
Pemko Depok harus dibenahi, pembenahan tersebut terlihat cukup serius dan harus
segera dikerjakan perlu sebuah kebijakan khusus dari Pimpinan yaitu Bapak Walikota
Depok, sebagai sektor utama (leading sector) dalam pengembangan TIK dan deseminasi
informasi dan komunikasi kepada publik Diskominfo perlu diperkuat strukturnya sehingga
Diskominfo dapat lebih menentukan arah kebijakan TIK Kota Depok dari perencanaan
sampai pelaksanaan di lapangan, terutama yang berhubungan dengan data yang masih
tersebar di setiap OPD dan kewenangan Diskominfo untuk mengakses data tersebut
belum terlalu kuat, mungkin ini yang membuat mengapa website Kota Depok dalam
sejumlah laman tidak bisa dibuka ataupun kurang ada pembaharuan (update).
69
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
70
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
sekolah dan isu tentang infrastruktur
5. Kabid Aptika : Kejadian kekerasan terhadap anak juga tawuran karena
Depok termasuk kota layak anak.
Adapun sarana media yang dianggap paling efektif dalam sosialisasi kebijakan daerah
yaitu :
1 orang memilih memilih internet dan dialog, 3 orang memilih media cetak dan
elektronik dan 1 orang menambahkan media tradisional, 1 orang memilih internet
dan medsos, 1 orang memilih semua platform ditambah dengan medsos, 2 orang
memilih ketiga media.
Adapun situs yang digunakan pemda untuk mensosialisasikan kebijakan pemda
meliputi : website : depok.go.id, twitter : pemkotdepok, facebook : Pemerintah kota
Depok, instagram : @pemkotdepok.
Terkait pembaharuan informasi, lima pegawai menyatakan bahwa pembaharuan
dilakukan setiap hari dengan informasi-informasi terbaru.
Terkait pertanyaan soal pembajakan situs Pemda, lima orang pegawai menyatakan
situs pemerintah pernah dibajak. Adapun cara menanganinya yaitu dengan cara
dilakukan lokalisir, dicari celah masuknya dan diperbaiki (Kabid Aptika), pemkot
Depok segera melakukan langkah pengamanan dengan penambahan aplikasi serta
pembaharuan perangkat (Hardware) pengaman (Kasi Komunikasi Publik), suspend
sementara dan segera dicari permasalahan (Kasi Pengelolaan Informasi) dan
meningkatkan keamanan website tersebut (Kasi Tata Kelola).
Terdapat reaksi negatif masyarakat terhadap kebijakan Pemda (80 %)
Adapun penyebab reaksi negatif yang paling banyak disebutkan adalah karena adanya
komunikasi yang bias dan kedua karena kurangnya sosialisasi kebijakan yang kurang
yang berakibat pada demonstrasi sebagai akibat terbanyak serta penolakan terhadap
kebijakan Pemda dan kurangnya informasi.
Dinas Kominfo juga berperan dalam komunikasi organisasi di Pemda (90 %)
Sebanyak 6 orang pegawai menyatakan bahwa Dinas kominfo juga ikut berperan
dalam komunikasi organisasi di Pemda yaitu dengan cara mengelola informasi,
menyebarluaskan informasi, menjadi koordinator PPID, Ada aplikasi SIGAP yaitu
aplikasi layanan pengaduan dan aspirasi masyarakat dan DSW.
Dalam aspek pengolahan informasi/strategi dari informasi di atas sepertinya sudah
cukup baik, walaupun masih belum sempurna dan ada beberapa poin yang masih menjadi
pekerjaan rumah, antara lain adalah masalah penanggulangan berbagai isu di Kota Depok
mulai dari isu keterlibatan Pemda dalam merangkul industri kreatif sampai isu kepuasan
terhadap pelayanan komunikasi, mulai dari isu tawuran sampai isu kekerasan terhadap
anak.
Selain itu ditemukan pula informasi bahwa adanya reaksi negatif warga terhadap
kebijakan Pemda yang berujung warga melakukan demonstrasi, tentu memang tidak
71
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
semua kebijakan Pemda akan membuat masyarakat bahagia, ataupun dalam alam
demokrasi sekarang demonstrasi bukan hal yang tabu bagi masyarakat guna
mengekspresikan keinginan dan pendapat mereka, namun ada baiknya Diskominfo
sebagai ujung tombak lini depan Pemda dalam berkomunikasi pada masyarakat mampu
meredam hal di atas.
Beberapa kasus di Indonesia yang dapat dijadikan pelajaran bersama adalah
kemampuan komunikasi Pemda menjadi sangat penting di alam demokrasi ini, di mana
strategi komunikasi dua arah, dengan mendudukan masyarakat sejajar dengan
pemerintah dan pihak pemerintah mampu lebih mendengarkan daripada menggurui
disebagaian wilayah Indonesia mampu meredam berbagai kasus kekerasan dan
demonstrasi masyarakat, ada beberapa contoh pemimpin Pemda mampu berkomunikasi
dengan baik pada masyarakatnya dengan memanfaatkan teknologi informasi, pemimpin
Pemda zaman sekarang yang bisa menjadi contoh teladan dalam memanfaatkan teknologi
informasi dalam berkomunikasi dengan rakyat dan staff Pemda antara lain Ganjar
Pranowo di Jateng, Tri Risma di Surabaya, dan Ridwan Kamil di Jabar dan hasilnya adalah
kepercayaan rakyat pada pemimpinya.
4. Kesimpulan
Pada sub bab kesimpulan ini akan disimpulkan beberapa temuan mengenai riset di
atas, beberapa temuan yang penting yaitu:
Secara garis besar Pemerintah Kota Depok telah berupaya untuk menjawab
tantangan zaman, ketika masyarakat mulai dan sedang berubah menjadi masyarakat
berbasis TI (teknologi informasi), pemerintah Kota Depok menjawab dengan meluncurkan
situs website Kota Depok.
Website Kota Depok sudah cukup bagus dan sudah cukup aktif (up-date)
memperbaharui informasi kepada masyarakat, namun masih ada beberapa hal yang perlu
ditingkatkan, ini sejalan dengan keinginan warga masyarakat Kota Depok yang disuarakan
dalam portal website Kota Depok, beberapa poin yang perlu ditingkatkan atau dilengkapi
adalah sebagai berikut;
1. Dalam website Kota Depok sudah tertulis jabatan dalam Struktur Organisasi
Perangkat Daerah namun sayangnya belum dituliskan nama pejabat yang
bertanggung jawab dalam website Kota Depok, sebaiknya nama pejabat yang
menjabat dalam OPD harus ditulis lengkap ini merupakan salah satu aspek
transparansi dalam pelayanan publik, dengan nama pejabat tersebut
dicantumkan dalam laman website Kota Depok akan mempermudah
masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Depok untuk mendapatkan
informasi, pelayanan dan juga menilai kinerja pejabat tersebut.
2. Untuk beberapa layanan untuk masyarakat yang ditampilkan pada laman
website Kota Depok beberapa cukup bagus dan berguna bagi masyarakat
namun ada pula yang perlu dibenahi dan diperbaharui (update).
3. Layanan pada masyarakat yang sudah cukup baik antara lain adalah layanan
mengenai kependudukan dan catatan sipil, layanan ststistik, layanan info
publik, dan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), sebagai contoh dalam
laman Dukcapil sudah diinformasikan secara jelas Standar Opersional Prosedur
(SOP) pembuatan e-KTP, KK dan masyarakat bisa mengecek status e-KTP
dengan memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
4. Pada sisi lain adapula ditemukan layanan yang kurang maksimal kepada warga,
ini bisa dilihat dari laman website yang tidak bisa dibuka, kurang diperbaharui
(update) dan respon yang sangat lambat terhadap pertanyaan atau keluhan
warga, sebagai cntoh bisa dilihat pada lama perizinan di mana dalam laman ini
73
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
kurang ada pembaharuan (update) dan hampir semua laman dalam perizinan
tidak bisa dibuka. Begitu pula situs pajak dalam laman pengecekan e-SPPT
tidak dapat diakses, yang agak ironis adalah laman pendapat dan komentar
warga respon tidak ditanggai dengan serius, bahkan ada yang menunggu 1
bulan baru dijawab.
5. Dari sisi pengelola Dinas Komunikasi dan Informasi temuan yang menarik
adalah data masih tersebar di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD),
sehingga Diskominfo kadang kesulitan mengakses data, dan untuk itu perlu ada
kebijakan dari Pimpinan Daerah untuk hal ini.
6. Dari sisi masyarakat sangat berharap pembenahan dalam pengelolaan website
Pemerintahan Kota Depok agar lebih memberikan informasi yang terbaru (up-
date) dan semua laman bisa diakses (dibuka) serta jangan kalah dengan
pemerintah daerah yang lain dalam pelayanan kepada masyarakat melalui jalur
informasi teknologi (website)
Secara garis besar website Kota Depok sudah cukup bagus, namun memang perlu
ditingkatkan, karena Kota Depok terkenal sebagai kota pelajar dan banyak perguruan
tinggi ternama di Kota Depok sehingga profile masyarakat Kota Depok akan cenderung
lebih kritis dalam menilai pelayanan publik Pemerintah Kota Depok.
Pada saat ini pelayanan website Kota Depok masih dalam fase pertama dan akan
memasuki fase kedua, yaitu baru masuk dalam fase kehadiran dan interaksi, belum
sampai fase transaksi dan transformasi. Untuk itu kedepan memang perlu ada
pembenahan yaitu;
1. Dinas Kominfo harus menjadi sektor utama (leading sector) dalam komunikasi
antara masyarakat dan pemerintah.
2. Dinas Kominfo sebaiknya diberi kewenangan yang nyata untuk mengumpulkan
semua informasi pada setiap OPD.
3. Perlu ada pembenahan struktural di Diskominfo yaitu perlu ditambahkan seksi
khusus pengelolaan data di tingkat kota sehingga semua data masuk dan diolah di
seksi tersebut, dan penguatan fungsi Diskominfo sebagai GCIO (goverment chief
information officer) serta perlu diperkuat dengan pendanaan yang mencukupi.
4. Perlu ada desain besar (grand design) untuk mengelola website Pemko Depok dari
hanya fase kehadiran dan infornasi meningkat menjadi fase transaksi dan
transformasi.
5. Diskominfo perlu studi perspektif belajar mengelola website ke beberapa Pemda
yang sudah cukup bagus website-nya untuk pelayanan publik seperti Pemko
Bandung dan Pemko Surabaya.
5. Daftar Pustaka
Anggoro, M. Linggar. 2000. Teori dan Profesi Kehumasan, Serta Aplikasinya di Indonesia.
Jakarta : Bumi Aksara.
74
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Budiman, Arief. 1997. Teori Negara, Negara, Kekuasaan, dan Ideologi. Jakarta : Gramedia
Pustaka Utama.
Cutlip, S.M. & Center, A.H. (1982). Effective Publik Relations. New Jersey : Prentice Hall.
Effendy, Onong Uchjana. 2002. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : Remaja
Rosdakarya
____________. 1986. Dinamika Komunikasi. Bandung : Remadja Rosdakarya. Garnett,
James L. 1992. Communicating for Result in Government. San Fransisco : Jossey-Bass
Publishers.
Hamdi, Muchlis. 2002. Bunga Rampai Pemerintahan. Jakarta : Yarsif Watampone.
Hermawan, Eman. 2001. Politik, Teori, Kritik, dan Nalar. Yogyakarta : Yayasan Kajian
Layanan Informasi Untuk Kedaulatan Rakyat.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1995. Balai Pustaka. Jakarta.
Ndraha, Taliziduhu. 2003. Kybernology (Ilmu Pemerintahan Baru). Jilid 1 dan 2. Jakarta :
Rineka Cipta.
Milen, Anneli. 2004. Pegangan Dasar Pengembangan Kapasitas. Dalam Kirman Suprayitno
(Terj) Yogyakarta : Pembaruan.
Nimmo, Dan. 1993. Komunikasi Politik: Komunikasi, Pesan, dan Media. Dalam Jalaluddin
Rahmat (Terj.) Bandung : Remaja Rosdakarya.
Putra, I Gusti Ngurah. 1999. Manajemen Hubungan Masyarakat. Yogyakarta : Universitas
Atmajaya Yogyakarta Press
Rauf, Maswadi. 1993. Indonesia dan Komunikasi Politik. Jakarta : Gramedia.
Ritongga, M. Jamiluddin. 2004. Riset Kehumasan. Jakarta : Gramedia.
Said, Yani Mohammad. 2003. Efektifitas Organisasi Humas Kabupaten Sorong. Tesis
Bidang Ilmu Politik, PPs UGM. Yogyakarta.
Sulivan, Marguerite H. A Responsible Press Office : An Insider’s Guide. US info State
Government. 2002.
Wiryanto. 2000. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Grasindo. 2000.
75
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4, No. 1, 2022, pp. 50-76
Website:http://ejournal.ipdn.ac.id/JTKP, ISSN 2722-1717
Siregar, Ashadi. Pendidikan Ilmu Komunikasi Di Indonesia. Seminar Temu Alumni Jurusan
Ilmu komunikasi UGM, 2002.
Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. 1999. Komunikasi Politik. Bandung : Remaja
Rosdakarya.
Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. 1998. Krisis Komunikasi. Bandung : Remaja
Rosdakarya.
76