100% found this document useful (2 votes)
680 views138 pages

Torah Diktat Pak Reed 2000

This document provides an introduction to the book of Genesis within the Torah. It discusses the title of Genesis, which comes from the Septuagint and means "beginning." The purpose of Genesis is to prepare the Israelites to be God's chosen people by explaining their origins and relationship with God, not to answer all questions about the beginning. Key topics covered in Genesis include the creation of the world, the origin of mankind, the entrance of sin, God's choice of Abraham and promise to give him the land of Canaan, and the story of Joseph in Egypt. Other theological themes explored are blessing, mankind finding goodness only through reliance on God, and the importance of the land.

Uploaded by

Theovhany YaMay
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
100% found this document useful (2 votes)
680 views138 pages

Torah Diktat Pak Reed 2000

This document provides an introduction to the book of Genesis within the Torah. It discusses the title of Genesis, which comes from the Septuagint and means "beginning." The purpose of Genesis is to prepare the Israelites to be God's chosen people by explaining their origins and relationship with God, not to answer all questions about the beginning. Key topics covered in Genesis include the creation of the world, the origin of mankind, the entrance of sin, God's choice of Abraham and promise to give him the land of Canaan, and the story of Joseph in Egypt. Other theological themes explored are blessing, mankind finding goodness only through reliance on God, and the importance of the land.

Uploaded by

Theovhany YaMay
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
  • Pengantar Pentateuch: Provides an introduction and explanation of the term 'Pentateuch' and its significance in the context of the Hebrew Bible.
  • Kejadian: Pendahuluan: Introduces the book of Genesis, its title, purpose, and overarching themes discussed.
  • Kejadian: Garis Besar: Outlines the major themes in Genesis, emphasizing creation and early human history.
  • Permulaan Dosa: Discusses the origin of sin according to the book of Genesis, focusing on the Garden of Eden.
  • Nuh Dan Ceritanya: Covers the genealogy and narrative concerning Noah and the Great Flood details.
  • Abraham: Examines the life and journey of Abraham, highlighting key events and promises.
  • Keluaran: Pendahuluan: Explores the introduction to Exodus, including a brief overview and key themes.
  • Perbudakan Di Mesir: Details the period of slavery in Egypt prior to the Exodus.
  • Perjalanan dari Mesir: Illustrates the journey from Egypt to the Promised Land with relevant maps.
  • Ibadah Yang Ilahi: Describes the establishment of divine worship according to the book of Exodus.
  • Imamat: Pendahuluan: Introduces Leviticus, discussing its thematic structure and primary laws.
  • Hukum-hukum Korban: Explains laws concerning sacrifices outlined in Leviticus, emphasizing ritual laws.
  • Bilangan Pendahuluan: Provides an introduction to the book of Numbers and its setting in the wilderness journey.
  • Ulangan: Pendahuluan: Outlines the book of Deuteronomy, explaining its nature as a repetition and expansion of previous teachings.

TORAH

KEJADIAN

S/D

ULANGAN

Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia


Carl A. Reed, M.Th.
Agustus 1993,
Dirivisi Agustus, 2000
TORAH
KEJADIAN - ULANGAN

Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia


Carl A. Reed, M.Th.
Agustus 1993
Dirivisi Agustus, 2000
Carl Reed, M.Th. Torah:Perpustakaan

Perpustakaan
Bahasa Ingris
Averbeck, R. E. "OT 431 Leviticus." Silabus yang belum dicetakkan, Grace Theological Seminary.

Craige, Peter C. The Book of Deuteronomy, (NICOT). Grand Rapids: Eerdmans,1976.

Davis, John J. Moses and the Gods of Egypt. Grand Rapids: Baker, 1971.

Durham, John I. Word Biblical Commentary, Exodus. Waco, TX: Word, 1987.

Harris, R. Laird "Leviticus." The Expositor's Bible Commentary, Vol. 1. Edited by Frank E. Gaeb-
elein, Grand Rapids: Zondervan, 1981.

Harrison, R.K. Introduction to the Old Testament. Grand Rapids: Eerdmans, 1969.

Kaiser, Walter C., Jr. "Exodus." The Expositor's Bible Commentary, Vol. 1. Edited by Frank E.
Gaebelein, Grand Rapids: Zondervan, 1981.

Kalland, Earl S. Deuteronomy, (EBC, Vol. 3). Grand Rapids: Zondervan, 1992.

Patrick, Dale Old Testament Law. Atlanta: John Knox Press, 1985.

Ross, Allen P. Creation & Blessing. Grand Rapids: Baker Book House, 1988.

Reed, Carl A. "The Pilgrim Festivals." Unpublished term paper from OT 431, Grace Theological
Seminary, 1988.

Ryrie, Charles C. Teologia Dasar, Buku 1. Yogyakarta: ANDI, 1991.

Sailhamer, John H. "Genesis." The Expositor's Bible Commentary, Vol. 1. Ed. Frank E. Gaebelein.
Grand Rapids: Zondervan, 1981.

Theological Wordbook of the Old Testament. Edited by R. Laird Harris, Gleason L. Archer, Jr., and
Bruce K. Waltke. Chicago: Moody Press, 1981.

Wenham, G.J. The Book of Leviticus. The International Commentary on the Old Testament. Grand
Rapids: Eerdmans, 1979.

Wenham. G.J. Numbers. Tyndale Old Testament Commentaries. Leicester, England: Inter-Varsity
Press, 1981.

Whitcomb, John C. The Early Earth (Revised Edition). Winona Lake, IN: BMH Books, 1986.

Zondervan Pictorial Encyclopedia of the Bible. S.v. "Pentateuch," by E.B. Smick.

i
Carl Reed, M.Th. Torah:Perpustakaan

Bahasa Indonesia
Free, Joseph P. dan Vos, Howard F. Arkeology dan Sejarah Alkitab. Malang: Gandum Mas, 1997.
(Judul Ingris: Archeology and Bible History. Grand Rapids: Zondervan, 1992.)

Guthrie, Donald, Ed. Tafsiran Alkitab Masa Kini I Kejadian-Ester. Jakarta: Yayasan Komunikasi
Bina Kasih, 1983.

Preston, Craig. Torah, diktat disiapkan untuk Eksposis I di STII. (Belum dicetak.)

Rowdon, Harold H. Seri Pemahaman Dokrtin Alkitabiah: Hukum Taurat dan Kasih. Jakarta:
Persekutuan Pembaca Alkitab,1989.

Towns, Elmer L. Nama-nama Allah. Yogyakarta: Yayasan Andi, 1995. (Judul Ingris: My Father's
Names. Ventura, California: Regal Books, 1981.)

Vos, Howard E. Kitab Kejadian dan Arkeologi. Yogyakarta: Yayasan Andi, 1991. (Judul Ingris:
Genesis and Archeology. Grand Rapids, Zondervan.)

Wolf, Herbet. Pengenalan Pentateukh. Malang: Gandum Mas, 1998. (Judul Ingris: An
Introduction of the Old Testament Pentateuch, Chicago, Moody Press, 1991.)

ii
Carl Reed, M.Th. Pentatuk Pendahuluan

PENGANTAR PENTATUK

1A. Arti Kata "Pentatuk"

Kata ini telah ditransliterasikan dalam bahasa Inggris dan sekarang ke dalam bahasa Indonesia
dari kata Pentavteuco" (Yunani). Istilah ini digunakan oleh penterjemah P.L. dari Ibrani ke
dalamYunani (Septuagint) pada abad kedua S.M.

Artinya: Pevnta (Penta): Lima


teu'ko": "alat" atau "gulungan kitab"

Istilah yang digunakan oleh orang Ibrani ialah Torah (hr"At) artinya: "Hukum."

2A. Pengarang Pentatuk


Menurut Ul. 31:9, Musa mengarang Pentatuk (lih. Kel. 17:14; 24:4; 34:27; Bil. 33:12).

Saksi-saksi lain: Yosua 8:30-31; Daniel 9:11-13; Maleakhi 4:4; Yohanes 5:46-47; 7:19.

Walaupun ada banyak sarjana "liberal" yang tidak lagi mengaku Musa sebagai pengarang
Pentatuk kita yang percaya pada firman Tuhan tidak ragu-ragu. (Lihat Tafsiran Alkitab Masa
Kini, hal. 59 s/d 75.)

Contoh: Kejadian 14:14; Bdgk. Yosua 19:47.

3A. Garis Besar Pentatuk


Karena 5 kitab yang pertama ini dikarang oleh satu orang lebih patut kita menganggapnya
bukan lima buku tetapi satu buku dalam 5 jilid. Jadi isi Pentatuk bisa disusun pada garis
besarnya:

1A. Permulaan Dunia dan Rencana Allah (Kejadian 1-11)


2A. Permulaan Umat Allah melalui satu Keluarga (Kejadian 12-50)
3A. Israel ditindas di Mesir dan dikeluarkan oleh Allah (Keluaran 1-19)
4A. Israel menerima Hukum Taurat di Gunung Sinai (Keluaran 20-Bilangan 9)
5A. Pengembaraan 40 tahun di padang gurung (Bilangan 10 - 25)
6A. Persiapan Generasi baru masuk ke dalam Kanaan (Bilangan 26- Ulangan 34)

1
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Pendahuluan

Kejadian: Pendahuluan
1A. Judul
Judul kitab ini "Kejadian" diambil dari Septuaginta (P.L. dalam bahasa Yunani) yaitu
(Genesi", "Genesis") dan berarti permulaan. Judul ini paling cocok sebab dalam kitab ini
terdapat permulaan dari banyak hal. Dalam bahasa Ibrani judulnya diambil dari kata-kata
pertama tyviareB. (beresit) yang berarti "pada mulanya."

2A. Tujuan
Kitab Kejadian menceritakan sejarah dunia dari ciptaan sampai kematianYusuf di Mesir.
Tetapi tujuan Musa mengarang kitab ini bukan untuk menjawab semua pertanyaan tentang
permulaan segala sesuatu tetapi untuk menyediakan bangsa Israel untuk menjadi bangsa
pilihan Allah yang setia. Buka ini sebagai pendahuluan isi perjanjian Sinai memberitahukan
bangsa Israel banyak kebenaran tentang Allah mereka dan hubungan nenek moyang dengan
Allah.

--Allah menciptakan segala sesuatu bukan dewa-dewa lain. Jadi Allah berhak memberi tanah
orang Kanaan kepada mereka sebab Ia pemilik semua dunia.

--Allah memilih Abraham dan berjanji Ia akan memberi tanah Kanaan kepadanya. Dan semua
sejarah mereka termasuk perbudakan di Mesir adalah rencana Allah untuk menyediakan
bangsa Israel masuk ke dalam tanah perjanjian.

Waktu membaca kitab Kejadian coba membacanya dari pandangan orang Israel yang baru
dibebaskan dari Mesir.

3A. Pokok Utama


Pokok Utama kitab Kejadian adalah permulaan. Dalam kitab ini permulaan banyak hal
dijelaskan. Dalam pasal 1 s/d 11 semua hal yang berikut dijelaskan:
1. Bagaimana dunia dijadikan?
2. Bagaimana manusia timbul di dunia?
3. Bagaimana dosa masuk ke dunia?
4. Bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa?
5. Bagaimana Allah memberi pengharapan akan keselamatan kepada manusia yang telah
jatuh ke dalam dosa?
6. Bagaimana dosa menyebar di dunia?
7. Bagaimana hukuman yang besar dijatuhkan atas manusia dalam air bah.
8. Bagaimana sebagian dari manusia diselamatkan dan manusia disebar di dalam dunia?

Dalam pasal 12 s/d 50 dijelaskan bagaimana Allah menyediakan jalan keselamatan bagi
seluruh dunia melalui pilihan satu keluarga.

4A. Tema-tema Teologia yang lain


Lain daripada permulaan ada beberapa tema yang penting dalam kitab Kejadian:

1B. Berkat (%r:B' barak)


Dalam kitab Kejadian berkat (dan lawannya yaitu "kutuk") ada tema besar. Sesudah
Allah menciptakan bumi dan isinya Ia memberkatinya. Kemudian sesudah manusia
berdosa Allah mengutuk bumi sebab dosa Adam. Dalam pasal 12 Abraham dipilih
Allah dan perjanjian diadakan dengan dia, yaitu bahwa Abraham akan diberkati.
Kemudian setiap orang yang menjalankan hubungan yang baik dengan Abraham dan

2
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Pendahuluan

keturunannya diberkati dan yang membuat jahat terhadapnya dikutuk.

2B. Manusia hanya mengalami keadaan yang baik kalau ia bersandar pada Tuhan.
Setiap kali manusia usaha mencari kebaikan di luar Tuhan ia gagal. Lebih dari itu ia
mendapat hal-hal yang sungguh jahat.
Contoh-contoh:
--Hawa dan buah: Kej. 3:6
Hawa memandang pada buah dan menurut penilaiannya buah it baik dimakan,
walaupun telah dilarang oleh Allah. Akibatnya adalah kejatuhan manusia.

--Abram dan Lot: Kejadian 13


Lot memilih tanah yang dia anggap paling baik, tetapi akhirnya dia mengalami
kehilangan segala sesuatu yang berharga bagi diri sendiri, dan keturunannya
menjadi musuh-musuh bangsa Israel. Abram biarkan Allah mengaturnya dan
mendapat tanah yang dijanjikan.)

3B. Tanah
Sebab kitab ini tertulis kepada bangsa Israel yang sedang disediakan untuk memasuki
dan mendiami tanah Kanaan, kita tidak heran kalau tema "tanah" menonjol dalam kitab
ini.

1C. Dalam kisah penciptaan yang ditekankan ialah bahwa Allah menyediakan tanah
atau tempat khusus bagi manusia, yaitu taman Eden.

2C. Dalam kisah Abraham perhatikanlah hubungan dia dengan tanah perjanjian:
kalau ia berada di tanah Kanaan ia di dalam keadaan baik. Kalau ia keluar ia
berada dalam keadaan sulit.

3C. Pada akhir kitab ini tulang-tulang Yusuf harus dikuburkan dalam Kanaan.

Garis Besar
1A. Permulaan Dunia dan Rencana Allah. Kejadian 1:1-11:26
1B. Penciptaan 1- 2:3
2B. Permulaan Dosa 2:4 - 4:26
3B. Nuh dan Ceritanya 5:1-10:20
4B. Babel 11:1-9
5B. Keturunan Sem 11:10-26
2A. Permulaan Umat Allah Melalui Satu Keluarga 11:27-50:26
1B. Abraham 11:27 - 25:10
2B. Ismael 25:12 - 18
3B. Ishak 25:19 - 35: 29
4B. Esau 36:1 - 37:1
5B. Yakub 37:2 - 50:26

3
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Kejadian: Garis Besar


Penciptaan
Kejadian 1:1-2:3

1A. Pendahuluan (1:1)


Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1B. Pada Mulanya
1C. Arti pada mulanya: Satu saat, permulaan dari sesuatu. Permulaan di sini adalah
saat Allah menciptakan langit dan bumi.
2C. Apakah ada sesuatu sebelum ayat 1?
1D. Yoh 17:5 Yesus dalam kemuliaan bersama Allah Bapa.
2D. Yoh 17:24 Hubungan dalam Allah tritunggal: Allah Bapa mengasihi Allah
Anak
3D. Ef. 1:4; I Petrus 1:20: Rencana Allah menyelamatkan orang-orang pilihan.

2B. Allah (Elohim: ~yhil{a)/


Di dalam Pentatuk ada beberapa nama Allah. Setiap nama Allah mengandung arti yang
khusus. Dengan mempelajari nama-nama Allah kita bisa belajar kebenaran- kebenaran
yang indah tentang Allah. Nama yang pertama adalah Elohim.

Elohim adalah nama yang biasa dipakai bagi Allah, dan dalam bahasa Indonesia
diterjemahkan dengan kata "Allah." Di dalam P.L. Elohim dipakai kurang-lebih 2570.
Menurut Ryrie, Elohim berarti "bahwa Dia [Allah] adalah Yang kuat, Pemimpin yang
perkasa, Keallahan yang tertinggi." ( Teologia Dasar Jilid 1, h. 61).

3B. Menciptakan (ar"B' bara)


Artinya: Menjadikan sesuatu yang baru. Dipakai dalam P.L. hanya tentang kegiatan
Allah. (Kejadian 1:1, 21, 27; 2:3)

4B. Langit dan Bumi


Artinya ialah semua alam semesta, termasuk angkasa luar dan bumi.
-----------------------
Kapan Para Makalikat Diciptakan?
Apakah malaikat dan surga termasuk dalam "langit dan bumi"?
Walaupun kita tidak diberitahukan kapan para malaikat diciptakan,
dariAyub 38:4-7 tertulis bahwa mereka menyaksikan sebagian dari
penciptaan bumi, jadi mereka diciptakan sebelum bumi.
-----------------------

2A. Bumi disediakan (1:2-2:3)


Penciptaan dalam ayat-ayat ini tertulis dari pandangan keperluan
manusia. Kita melihat kemajuan dalam pasal ini dari keadaan yang tidak
teratur sampai kepada keadaan yang teratur. Dan dengan setiap "firman"
dari Allah kita melihat makin baik keadaan bumi. Dan "baik" ini dinilai
dari keperluan manusia: yang dinilai "baik" kalau ada sesuatu yang baik
bagi manusia.

Perhatikanlah penilaian: "Allah melihat bahwa semuanya baik ."


Sesudah penciptaan Allah pada hari kedua kata-kata ini tidak tertulis.

4
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Mengapa? Walaupun kita tidak bisa tahu dengan pasti, mungkin karena yang diatur pada hari kedua
ialah keadaan lautan, bukan keadaan darat, dan tidak ada hubungan langsung dengan menyediakan
tempat bagi manusia.

1B. Ayat 1:2: Keadaan bumi pada waktu diciptakan


1C. "Belum bentuk dan kosong"
Maksudnya ialah bumi belum siap untuk manusia. Air dan darat belum
dipisahkan, belum ada tanaman atau binatang.

Ada orang yang berpendapat bahwa istilah "belum bentuk dan kosong"
(Whbow" Whto tohu wabohu) selalu menjelaskan keadaan sesuatu yang dihukum
oleh Allah. Tafsiran ini didasarkan Yer. 4:23-26 dan Yes. 34:11 di mana istilah
tohu wabohu dipakai untuk menjelaskan keadaan sesudah hukuman Allah jatuh
atas tanah. Dari dasar ini terbentuk Teori Celah (gap theory) bahwa di antara ayat
satu dan ayat dua ada celah waktu.

Susunan peristiwa menurut Teori Celah:


1D. Bumi diciptakan bersama binatang-binatang (termasuk dinosaurus) dalam
keadaan baik dan lengkap.
2D. Iblis jatuh.
3D. Bumi dihancurkan dan semua makhluk dimusnahkan (ayat 2).
4D. Penciptaan kembali: dijelaskan dalam ayat-ayat berikut.

Dasar teori ini lemah sekali. Pada umumnya dipakai untuk mencocokkan waktu
dalam Kejadian supaya ada zaman-zaman dimana terjadi semua hal yang terdapat
dari teori-teori ilmu pengetahuan.

Pengertian lebih tepat, tohu wabohu adalah bumi belum disiapkan untuk manusia.
Tafsiran ini didukung oleh:

1D. Bentuk kalimat bahasa Ibrani dalam ayat ini (waw disjunctive) tidak
mendukung ada celah di antara ayat 1 dan 2.

2D. Menurut Yes. 45:18, Allah tidak menciptakan bumi supaya "kosong."

2C. "Gelap Gulita"


Kegelapan dalam Alkitab menggambarkan kejahatan dan maut. Jadi dalam ayat
ini gelap gulita berarti bukan saja sinar terang belum tembus sampai ke muka
bumi, tetapi juga mendukung pokok bahwa keadaan bumi masih perlu dikerjakan
Allah sebelum siap untuk manusia. Maksudnya bukan bumi itu "jahat," tetapi
masih belum "baik," belum siap untuk manusia.

3C. Belum ada tanah/darat.


-----------------------
Berapa lama sebetulnya "satu hari" dalam Kejadian 1?
Ada orang yang mengatakan bahwa walaupun penciptaan dilakukan dalam 6 "hari," arti hari dalam
Kejadian bukan 24 jam, tetapi ribuan tahun, karena dalam II Petrus 3:8 tertulis "di hadapan Tuhan
satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari." Berapa lama satu hari
dalam Kejadian 1? Pertanyaan ini penting, karena ada yang coba memasukkan jutaan tahun dalam
Kejadian satu supaya lebih cocok dengan teori-teori evolusi.
Arti hari (~Ay, yom) Dalam Perjanjian Lama
Dalam P.L. kata "hari" dipakai dengan empat arti:

5
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

1. 12 jam siang (dibanding dengan 12 jam malam): Kej 7:14; 8:22.


2. 24 jam (malam dan siang): Kej. 7:17; 31:23.
3. Waktu, musim: Kej. 30:14; Amsal 25:13.
4. Satu waktu khusus: Yes. 2:12; Yer. 50:31.
Arti seharusnya diambil dari konteks. Ada yang menafsirkan arti "hari" dalam Kejadian satu
bersama dengan "musim," tetapi tujuan mereka ialah supaya membiarkan cukup waktu untuk proses
evolusi berjalan. Ini disebut "hari zaman teori" (day age theory). Tetapi apakah ada dasar dalam
konteks untuk menterjemahkan hari dalam arti ini?

Bukti bahwa arti "hari" dalam penciptaan adalah 24 jam:


1. Arti 24 jam adalah arti yang biasa. Hanya diberi arti yang lain kalau jelas dalam
konteks. Dan setiap kali "hari" dijelaskan dengan nomor, artinya selalu 24 jam.
2. "Jadilah petang dan jadilah pagi," yang menjelaskan "hari" mendorong pengertian 24
jam.
3. 7 hari dalam penciptaan dipakai sebagai dasar bagi Israel untuk kerja (6 hari) dan
istirahat (1 hari). (Lihat Kel. 20:11; 31:17).
4. Dalam Kej. 1:14, kata "hari" terdapat dalam hubungan dengan kata "tahun." Jelas
dipakai dengan arti biasa, yaitu tahun sebagai 365 hari dan hari 24 jam.

Jadi, "hari" dalam Kejadian berarti 24 jam.


-----------------------

2B. Enam Hari Penciptaan (1:3 - 31)


Dalam Ayat kedua, telah dijelaskan keadaan bumi pada waktu diciptakan, yaitu "belum
bentuk dan kosong." Dalam enam hari penciptaan kita melihat bahwa hari pertama s/d
hari ketiga Allah mengatur yang "belum bentuk," dan hari keempat s/d hari keenam
Allah mengisi yang "kosong."

"Berfirmanlah Allah...dan jadilah demikian"


Allah menjadikan segala sesuatu melalui firmanNya. "Berfirmanlah Allah"
dipakai 9 kali dalam pasal satu. Allah tidak perlu memakai alat untuk jadikan
sesuatu: ada kuasa dalam firmanNya.

Hari-Hari Penciptaan
Hari Membentuk Hari Mengisi
1 Terang 4 Mata Hari, Bulan, Bintang2
2 Cakrawala 5 Binatang2 lautan, Burung2
3 Darat, Laut, Tumbuhan 6 Binatang2 Darat, Manusia
"Berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan..."

1C. Hari Pertama: Terang (1:3-5).


Bagaimana terang bisa diciptakan sebelum matahari? Dalam ayat 3, pada hari
pertama, Allah menjadikan terang. Tetapi matahari,
bulan, bintang dan planet dijadikan pada hari keempat.
Juga, bagaimana bisa mendapat "hari" atau "siang dan
malam" sebelum ada
matahari? Dan juga, apakah matahari dan
bintang-bintang termasuk ciptaan dalam ayat satu
dalam bagian "langit?" Apakah Allah menciptakan

6
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

bumi pada waktu itu tetapi belum ciptakan planet lain?

Ada Dua Penafsiran:


1D. Walaupun semua langit diciptakan Allah dari semula, keadaannya masih
belum tersusun dan kosong sampai pada hari keempat. Jadi terang yang
diciptakan Allah pada hari pertama bukan dari matahari, tetapi berasal
dari sesuatu yang lain. (Bdgk Wahyu 21:23, Tetapi perhatikanlah ayat
ini tidak berkata bahwa bumi tidak perlu matahari, tetapi kota yang tidak
memerlukannya.)

--Kesulitan: Bagaimana bisa mendapat "hari" yang 24 jam kalau belum


ada mata hari? Dan "petang" dan "pagi" sulit dimengerti tanpa mata hari.

2D. Mata hari dan bintang-bintang diciptakan pada permulaan, tetapi sebelum
hari pertama dunia dilputi dengan awan-awan tebal, supaya muka bumi
gelap. Arti Allah menciptakan terang pada hari adalah ia biarkan terang
lewat awan yang tebal, dan pada hari keempat baru kelihatan mata hari
dan bintang.

--Kesulitan: Pasal ini berkata bahwa mata hari dan bintang dijadikan
pada hari keempat, bukan kelihatan saja.

Anda bisa memilih tafsiran yang saudara menilai lebih cocok.

2C. Hari Kedua: Cakrawala (1:6-8).


Jadilah cakrawala di tengah segala air (1:6-8)

Apakah artinya "di tengah segala air"? Untuk menjawabnya kita harus
mengerti maksud "cakrawala" di sini.
1D. Cakrawala dalam bahasa Ibrani adalah [:yqIr" (raqia'`). Kata ini terdapat
17 kali dalam P.L. Artinya: perluasan, sesuatu yang diluaskan; angkasa.
Dari konteks dalam Kejadian kita lihat:
1E. Tujuannya memisahkan air yang ada di bawah dari air yang ada di
atas. (1:6-7).
2E. Dinamai oleh Allah "langit" (1:8; Sama dengan 1:1).
3E. Dipakai menjelaskan tempat dimana "burung berterbangan di atas
bumi" (1:20).

Artinya yang paling wajar ialah cakrawala adalah sama dengan


"atmosfir."

2D. Kalau begitu, bagaimana atmosfir bisa memisahkan "air dari air?" Ada
dua tafsiran:
1E. Maksudnya air yang di atas ialah awan, sumber hujan. Dengan
pengertian ini cakrawala pada waktu penciptaan ada dalam
keadaan yang sama dengan atmosfir zaman kini.
2E. Memisahkan "air dari air" berarti bahwa sebagian dari air laut
diangkat ke atas, dan "cakrawala" adalah sesuatu yang kuat untuk
mengangkat dan menahan air di atas supaya tidak jatuh ke bumi.
Dengan pengertian ini, keadaan bumi pada zaman itu beda sekali
dari keadaan zaman kini. Biasanya yang pegang pada tafsiran ini
menjelaskan bahwa segalanya berubah pada waktu air bah.

7
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

3D. Arti yang lebih tepat: tafsiran Nomor 1, yaitu cakrawala berarti atmosfir.

3C. Hari Ketiga: Tanah darat, tumbuhan-tumbuhan (1:9-13).


1D. Allah mengumpulkan air, supaya ada tanah darat (1:9-10).
2D. Tanah menumbuhkan: (1:11-13).
1E. Tunas-tunas.
2E. Tumbuhan-tumbuhan yang berbiji.
3E. Segala jenis pohon buah-buahan.

4C. Hari Keempat: Mata-hari, bintang2 dan planet2 (1:14-19).


Tujuan Allah menciptakan "benda-benda penerang" bukan saja menerangkan
siang dan malam, tetapi yang ditekankan adalah untuk menunjukkan masa-
masa, hari-hari dan tahun-tahun.

5C. Hari Kelima: Makhluk2 dalam air, burung2 di udara (1:20-23).


Pada hari kelima ada sesuatu yang baru: sesudah Allah menciptakan binatang-
binatang untuk mengiris lautan dan burung-burung untuk mengisi udara, ia
memberkati semuanya. Dalam ini kita melihat satu berbedaan anatara tumbuh-
tumbuhan dan binatang-binatang.

6C. Penciptaan Manusia (1:26-28)


Perbedaan penciptaan manusia dari pada binatang-binatang:
1D. Manusia diciptakan terakhir.
2D. Allah berunding sebelum menciptakan manusia. Semua ciptaan yang
lain langsung dijadikan. Tetapi sebelum manusia diciptakan Allah
seperti berunding (memakai kata "kita"). Apa arti "kita" dalam 1:26?
Ada beberapa kemungkinan:
1E. Allah berunding dengan diriNya sendiri. Penafsiran ini sesuai
dengan kebenaran bahwa Allah kita tritunggal.
2E. Allah berunding bersama malaikat-malaikat. Tetapi penafsiran ini
ada kesulitan.
--Malaikat belum disinggung dalam kisah penciptaan.
--Manusia tidak diciptakan menurut gambar dan rupa malaikat.
--Malaikat tidak menciptakan manusia.
Jadi, kita menerima tafsiran pertama.

3D. Manusia diciptakan menurut "gambar dan rupa" Allah.


1E. Arti "Gambar dan rupa Allah."
1F. "Gambar" (~l,c, selem) dipakai 16 kali dalam P.L.: 5 kali
mengenai manusia yang diciptakan menurut gambar Allah.
biasanya dipakai untuk patung atau berhala.
2F. "Rupa" (tWmD. d'mut), dipakai 26 kali dalam P.L. Artinya:
rupa, kemiripan. (Tidak ada perbedaan besar antara dua kata
ini. Lihat Yeh. 1:5,10,13).
2E. Dua kata ini hanya terdapat bersama-sama dua kali:
Kej 1:26 (Adam dan Hawa)
Kej 5:3 (Set)

3E. Bagaimana manusia menggambarkan Allah? Banyak pernah


ditulis mengenai ini, tetapi dalam konteks ini kita lihat dua hal:
1F. Manusia diberi wewenang untuk menguasai bumi seperti
Allah menguasai segala sesuatu (Kej. 1:26).

8
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2F. Ada sesuatu dalam hubungan di antara laki-kali dan


perempuan yang menggambarkan Allah, yaitu kemampuan
untuk bersekutu (Kej. 1:27).

4D. Manusia diberi hak menaklukkan bumi.

5D. Manusia diberi kuasa atas semua binatang. (Tetapi bukan untuk
memakannya.)

7C. Makanan ditetapkan: (1:29-30)


Perhatikanlah istilah "Berfirmanlah Allah ... dan jadilah demikian" dalam
ayat-ayat ini. Apa yang dijadikan? Tidak ada apa-apa yang diciptakan, hanya
makanan manusia ditetapkan. Kalau begitu, mengapa memakai istilah yang
khusus itu? Pasti untuk menekankannya. Mengapa perintah ini ditekankan?
1D. Sebab manusia akan jatuh ke dalam dosa karena mereka melanggar
perintah Allah tentang apa yang tidak bisa dimakan. Allah memakai
istilah "berfirmanlah Allah" pada waktu menentukan makanan supaya
dimengerti bahwa perintah ini penting! Kuasa perintah ini disamakan
dengan kuasa firman Allah yang menciptakan bumi dan segala isinya.
2D. Bangsa Israel yang menerima kitab Kejadian akan ingat sepuluh hukum
atau "firman" yang diucapkan Allah di gunung Sinai (Kel. 20). Kalau
mereka ingat begitu dahsyat akibat pelanggaran salah satu "firman" oleh
Adam dan Hawa, seharusnya mereka didorong supaya jangan melanggar
"firman" yang diucapkan kepada mereka.

8C. "Sungguh Amat Baik" (1:31).


Semua penciptaan dinilai amat baik oleh Allah. Manusia ada dalam keadaan
yang sesuai dengan kehendak Allah. Ayat ini menjelaskan begitu bodoh
tindakan manusia dalam pasal 3. Walaupun Allah sudah memberikan kepada
mereka hal-hal yang "sungguh amat baik," mereka berusaha mendapat sesuatu
yang lebih baik daripada apa yang Allah telah beri.

3B. Hari Ketujuh (2:1-3)


1C. Allah berhenti dari pekerjaanNya.
2C. Allah memberkati dan menguduskan hari ketujuh.
3C. Perhatikanlah bahwa manusia tidak diperintahkan menghormati hari sabat
sebelum Keluaran 20, tetapi dasarnya terdapat dalam ayat ini.
Aplikasi (Penerapan):
1.

2.

3.

4.

9
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Permulaan Dosa
Kejadian 2:4 - 4:26

1A. Manusia diciptakan dan ditempatkan di Taman Eden (2:4-26).


Pasal dua menceritakan kisah penciptaan dari pandangan yang lain. Dalam pasal ini
hal-hal yang bersangkutan dengan penciptaan manusia dijelaskan lebih dalam, khususnya
hal-hal yang harus diketahui supaya bisa mengerti kejatuhannya.

1B. Pendahuluan (2:4a).

1C. "Demikian riwayat..." (2:4a).


Di dalam kitab Kejadian ada sepuluh bagian yang mulai dengan istilah ini
(tAdl.At, toledot) yang diterjemahkan "demikian riwayat" atau "inilah
keturunan." (2:4; 5:1; 6:9; 10:1; 11:10; 11:27; 25:12; 25:19; 36:1; 37:2)

Dalam mempelajari sebuah kitab, kita harus memperhatikan strukturnya.


Mengapa? Sebab struktur akan menolong kita mengerti tujuan si pengarang.
Jadi Musa membagikan kitab Kejadian ke dalam sepuluh bagian. (Kline,
Tafsiran Alkitab Masa Kini 1, menyusun Kejadian menurut rubrik ini: hal.
79-80.)

2B. Manusia Diciptakan (2:4b-7).


1C. "TUHAN Allah" (~yhil{a/ hw"hy> Yahweh Elohim) (2:4b).
TUHAN (dengan huruf besar) dipakai untuk menerjemahkan hw"hy> (Yahweh).
TUHAN terdapat 5321 kali dalam P.L., dan 50 kali dalam singkatan yah (hy").
(Dalam kata Haleluyah, bagian -yah adalah dari kata Yahweh.) Orang Yahudi
menganggap nama TUHAN, (yaitu Yahweh) terlalu suci untuk diucapkan, jadi
setiap kali Yahweh tertulis, mereka membaca Adoni (yn"doa] ), yang berarti
"Tuhan."

1D. Terjemahan
Di dalam Alkitab kita, Yahweh diterjemahkan dengan kata "TUHAN."
Huruf besar dipakai untuk membedakannya dari Adoni yang
diterjemahkan "Tuhan." Apabila kata Yahweh tertulis bersama dengan
Adoni seperti dalam Amos 7:1, ada kebiasaan lain yang dipakai. Mereka
tidak menulis TUHAN Tuhan, tetapi Tuhan ALLAH. (Yahweh
diterjemahkan "ALLAH" dengan huruf besar untuk membedakannya dari
Elohim (Allah).

2D. Arti:
Yahweh (TUHAN) adalah nama yang khusus atau pribadi Allah. Elohim
bisa dipakai mengenai allah-alla lain, tetapi Yahweh hanya dipakai bagi
Allah. Allah memperkenalkan diri kepada bangsanya dengan nama
Yahweh.

3D. TUHAN Allah (Yahweh Elohim)


TUHAN Allah terdapat 78 kali dalam P.L. Pertama kali adalah dalam
Kej. 2:4 ini. Dalam ayat dan pasal ini nama TUHAN Allah
menekankan bahwa Allah yang menciptakan surga dan bumi adalah
TUHAN, yang membuat perjanjian dengan umatNya.

10
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2C. Keadaan pada waktu manusia diciptakan (2:4b-7).


1D. Ayat 4b adalah jembatan di antara pasal satu dan dua.

2D. Dalam ayat 5-6 ada penjelasan mengenai keadaan dunia sebelum
manusia diciptakan. Tetapi juga yang dijelaskan di sini tertulis untuk
mengingatkan kita apa yang akan terjadi sesudah manusia jatuh ke dalam
dosa. Perhatikanlah hubungan di antara keadaan bumi di sini dan
keadaannya dalam pasal 3:
1E. Belum ada semak
Belum ada tumbuhan-tumbuhan apapun di padang (Bdgk 3:18)
2E. Belum ada hujan
Mungkin ada hubungan dengan air bah.
3E. Belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu
(Bdgk 3:23.)
4E. Ada kabut
Lebih tepat kalau kabut diterjemahkan"aliran" di sini (lihat 2:10).

3C. Manusia diciptakan (2:7).


Cara Allah menciptakan manusia dijelaskan lebih dalam, dan rinci.

1D. "Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah."


Dalam bahasa Ibrani: (hm'd"ah
] '-!mi rp'[' ~d'a'h': "Ha adam apar min
ha adamah") Dalam bahasa Ibrani ada permainan kata di antara manusia
(adam) dan tanah (adamah). Jadi ada pokok-pokok yang perlu
diperhatikan berhubungan dengan ini:

1E. Kalau membandingkan kisah penciptaan manusia di sini dengan


kisah di 1:26-27, ada tekanan yang beda. Dalam pasal 1:26-27
kemuliaan manusia ditekankan. Manusia diciptakan menurut
gambar dan rupa Allah, jauh lebih tinggi dari semua mahkluk
yang lain. Maz. 8:6 (yang ada mazmur pujian didasarkan
penciptaan manusia dalam Kej. 1) berkata:

"Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah


memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat."

Tetapi walaupun manusia memiliki posisi tinggi dari penciptaan


kalau dibanding dengan mahkluk-mahkluk lain, jarak antara dia
dan Pencipta masih sangat besar. Dalam pasal 2 hubungan
manusia dengan ciptaan yang lain ditekankan. Walaupun
ditinggikan oleh Allah, manusia adalah mahkluk saja seperti
semua ciptaan lain.

2E. Manusia dibentuk dari tanah juga ada kaitan dengan kejatuhannya.
Bdgk 3:19

2D. "Menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya."


Manusia bukan buatan tanah saja, tetapi ada sesuatu yang surgawi dalam
manusia yang tidak ada dalam binatang.

3D. "Manusia menjadi mahkluk yang hidup."


Hidup di sini dibanding dengan kematian manusia karena dosa. Usaha
Allah menghasilkan kehidupan. Usaha manusia di luar Allah

11
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

menghasilkan kematian.

3B. Taman Eden disediakan (2:8-14).


1C. Ada Tiga jenis pohon di taman Eden: (2:9)
1D. Pohon-pohon biasa yang:
1E. Menarik (sedap kelihatan)
2E. Buahnya baik dimakan (Bdgk. 3:6)
2D. Pohon kehidupan (menghasilkan kehidupan).
3D. Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (menghasilkan
pengetahuan).

2C. Sungai-sungai (2:10-14).


Satu sungai mengalir dari Eden dan menjadi empat cabang:
1D. Pison (belum pasti di mana sungai ini).
Gambaran dari keindahan dan kebaikan (11-12).
2D. Gihon (Mungkin Sungai Mesir, karena dari Kusy).
3D. Tigris
4D. Efrat

4B. Manusia di dalam Taman Eden (2:15-25)


1C. Ditempatkan khusus oleh TUHAN Allah.
2C. Diberi pekerjaan: "Mengusahakan dan memelihara taman itu."
Pekerjaan bukan akibat dosa, tetapi sesuatu yang baik yang ditentukan oleh
Allah bagi manusia.

3C. Kebebasan manusia dibatasi:


1D. Batas yang positif: Boleh makan buah dari banyak pohon.
2D. Batas yang negatif: Jangan makan dari satu pohon.
3D. Alasan: Karena makanan itu membawa maut.

4C. "Tidak baik kalau manusia seorang diri saja" 2:18.


1D. Perhatikanlah bahwa Allah yang tahu apa baik dan tidak baik bagi
manusia. Sampai saat ini dalam Kejadian, semua hal baik. Baru di sini
ada yang tidak baik. Manusia perlu persekutuan dengan sesama, bukan
dengan Allah saja.

2D. Tidak ada penolong yang sepadan dengan Adam di antara segala
binatang. Perbedaan antara manusia dan binatang ditekankan di sini.

3D. Perhatikanlah bahwa Allah yang membuat dan membawa perempuan


kepada Adam. Allah saja yang tahu yang baik dan Allah akan memberi
kepada manusia segala sesuatu yang baik yang manusia perlu.

4D. Hawa diciptakan sebagai "penolong yang sepadan" dengan Adam.


1E. Penolong: (rz<[E `ezer)
Kata "penolong" (`ezer) biasanya dipakai untuk Allah (Kel. 18:4;
Ul. 33:7; I Sam 7:12). Jadi jelas bahwa perempuan sebagai
penolong bukan berarti posisinya lebih rendah.

Hawa adalah penolong Adama dalam hal-hal yang mana?


1F. Membantu Adam "beranak-cuculah."
2F. Bersekutu dengan dia.

12
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2E. Sepadan: (ADg>n<K. kenegdo)


1F. Hawa bukan lebih rendah, tetapi sama tingkat dalam
penciptaan.
2F. Tetapi ada berpedaan juga antara manusia dan perempuan.
Hawa memperlengkapi Adam.

5D. Ucapan pertama dari manusia: (2:23)

6D. Dasar pernikahan (2:24-25)

Pertanyaan Diskusi:
Apakah Adam bisa tinggalkan ayahnya dan ibunya?

Dalam pasal dua kita melihat manusia sebelum dia jatuh ke dalam dosa. Kita harus mengerti
keadaan manusia sebelum dosa supaya kita sadar akan semua yang hilang karena dosanya.

Kita harus ingat bahwa kitab Kejadian ditulis utama kepada bangsa Israel yang siap memasuki
tanah perjanjian. Mereka harus belajar dari pengalaman Adam dan Hawa. Dalam Ulangan
30:11-20 Allah menghadapi kepada bangsa Israel kehidupan dan kematian. Mereka bisa
memilih: kalau mentaati Perjanjian Sinai, mereka akan hidup dengan baik di dalam tanah yang
disediakan oleh Allah. Tetapi kalau melanggarnya, mereka akan mati, akan dibuang dari tanah
tersebut.

2A. Manusia Jatuh dan dikeluarkan dari tempat yang baik (3:1-24).
1B. Manusia jatuh dalam dosa (3:1-7).
1C. Si Penggoda (3:1a).
1D. Kita tidak diberitauhkan siapa "si ular" di sini. Tetapi dari Roma 16:20;
Wahyu 12:9 jelas bahwa Iblis memakai ular ini.

2D. "Paling cerdik" (~Wr[ arum)


Kata ini dipakai 8 kali dalam Amsal dan 2 kali dalam Ayub, dengan arti "bijak." (Bdgk. Amsal
12:16; 20).

Ular di sini digambarkan sebagai sumber hikmat di luar Allah. Tetapi yang disampaikan
oleh ular itu bukan hikmat, hanya tipuan. Manusia yang mencari hikmat
melalui sumber lain dari pada Allah akhirnya sesat.

3D. "Dari segala binatang"


Ular yang menggoda Hawa adalah binatang yang
dipakai oleh Iblis, bukan Iblis sendiri yang
menyatakan diri sebagai ular.

2C. Penggodaan (3:1b-5).


1D. Di dalam seluruh Alkitab, perkataan langsung dari Iblis hanya tertulis
tiga kali (Kej. 3; Ayub 1-2; dan pencobaan Yesus). Dalam ayat-ayat ini
perkataannya singkat: dia hanya bicara dua kali. Tetapi dua kali cukup
untuk menjatuhkan Hawa.

2D. Ular berusaha membuat Hawa ragu terhadap Sabda Allah. Mungkin ia

13
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

menggoda Hawa, bukan Adam, karena Hawa belum diciptakan pada


waktu perintah diberikan kepada Adam. Hawa tidak mendengar
perintah langsung dari Tuhan, jadi lebih mudah diragukan.

3D. Ular berusaha membuat Hawa ragu akan kebaikan Allah (4-5).
Ular bermaksud supaya Hawa merasa ada sesuatu yang baik yang Allah
tidak mau bagi dengan manusia, tetapi hanya bisa diperoleh oleh
tindakan manusia sendiri.

4D. Tanggapan Hawa terhadap godaan:


1E. Dia mulai menyelidiki pohon yang dilarang Allah. Ia sudah mulai
ragu akan firman Allah. Ia mulai bertanya dalam hati apakah
perintah itu "masuk akal," yaitu apakah ada hal yang berbahaya
dalam buah pohon itu.
2E. Penilaian Hawa terhadap pohon:
1F. Buahnya baik untuk dimakan.
2F. Sedap kelihatan.
3F. Menarik hati karena memberi pengertian.
(Bandingkan I Yoh. 2:16.)

3C. Kejatuhan (3:6-7)


1D. Hawa ambil buah dan makan.
2D. Adam pun makan.
3D. Hasil: (Ayat 7)
1E. Mata mereka "terbuka." (Mata disini mengambarkan pengertian.)
Langsung ada perubahan di dalam mereka. Akibat kejatuhan
manusia mulai sebelum mereka dihukum oleh Allah. Pada saat
manusia berdosa pertama kali itu ada perubahan di dalam mereka.
Seperti Ular berkata, mereka mempunyai kesadaran yang baru.

2E. Mereka tahu mereka telanjang (Bdgk 2:25).


Kesadaran baru ialah bahwa mereka "telanjang." Tetapi mereka
telanjang sejak dijadikan. Apa yang berubah? Persepsi mereka:
yang dulu baik dan suci, sekarang ada sesuatu yang memalukan.
Malu terhadap siapa? Terhadap sesama. Mulai pada saat itu
hubungan di antara manusia berubah.

3E. Mereka membuat cawat.


Manusia tidak terbuka lagi, tetapi mulai menyembunyikan diri dari
orang lain.
--------------------
Cara Menghadapi Godaan
Hanya dua kali dalam Firman Tuhan kita melihat perkataan Iblis sendiri pada waktu dia
menggoda seseorang: kepada Hawa dalam Kejadian 3, dan kepada Yesus sendiri dalam Matius 4.
Hawa jatuh, Yesus menang. Dari membandingkan respons Hawa kepada godaan Iblis dengan
respons Yesus, kita bisa mempelajari apa yang harus kita lakukan untuk menang atas godaan
Iblis.

1. Hawa ragu-ragu akan sabda Allah; Yesus mampu mengutipnya langsung. Lebih
dari itu, Yesus mengertinya. Baik kita hafal dan belajar firman Tuhan.)

2. Yesus tahu siapa Iblis, Hawa tidak tahu. Kita harus mengerti musuh kita, tetapi jangan
mempelajarinya terlalu banyak.

14
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

3. Dua-duanya digoda pada waktu sendirian. Kita harus siap menghadapi godaan
kapan saja, sering kali pada waktu sendirian dan orang lain tidak akan melihat (atau tahu)
kalau kita jatuh.

4. Allah mengizinkan godaan itu. Jadi kita harus siap digoda. Godaan ada dalam
rencana Allah bagi semua orang Kristen, tetapi tujuannya bukan supaya kita jatuh, tetapi
makin kuat.
--------------------

2B. Pengadilan Allah (3:8-20).


1C. Manusia takut menghadapi Allah (3:8).
Hubungan dengan Allah terpisah. Ini kematian rohani.

2C. Manusia didorong untuk mengakui kesalahan mereka (3:9-13).


Allah bertanya 4 kali kepada manusia, dan Dia hanya berhenti pada saat
mereka mengakui pelanggaran mereka.

(Bdgk. kata Adam sesudah berdosa dengan kata tentang Hawa pada waktu
belum berdosa dalam 2:23).

Perhatikanlah sifat-sifat manusia berdosa:


1D. Takut.
2D. Tidak terbuka (coba sembunyi).
3D. Saling menyalahkan.
1E. Adam menyalahkan Hawa dan Allah.
Allah telah memberi kepada manusia sesuatu yang baik, yaitu
"penolong." Tetapi sekarang manusia menuntut bahwa pemberian
Allah itu tidak baik, bahkan menjatuhkan Adam.

2E. Hawa menyalakan ular.

Akhirnya, dengan suara kecil, mereka mengaku dan berkata: "dan saya makan."

3C. Hukuman Allah atas dosa (3:14-19).


1D. Hukuman atas Ular (3:14-15)
1E. Ular (binatang) dikutuk (ay. 14).
"...debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu."

Mengapa ular terkutuk? Iblis yang memakai ular itu dan yang
menggoda Hawa, tetapi sarananya terkutuk. Perubahan yang
dialami oleh ular itu tidak menyakitkannya. Ular tidak duduk dan
mengeluh tentang nasibnya, sebab ia binatang. Kalau sehat, tidak
apa-apa bentuknya. Jadi kutukan atas ular (binatang) adalah
pelajaran kepada manusia. (Bdgk. Yes. 65:25 dan Mikha 7:17)

2E. Keturunan Ular dan Keturunan perempuan (3:15).


1F. "Keturunan Ular"
Dalam ayat 14 "si ular" yang dibicarakan adalah binatang.
Tetapi dalam ayat 15 ada perubahan. "Ular" bukan binatang,
tetapi Iblis sendiri. Yang dinubuatkan dalam ayat ini, untuk
pertama kali dalam Alkitab, adalah rencana Allah untuk
mengalahkan Iblis. "Keturunan ular" adalah orang-orang

15
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

yang menolak Allah. Tetapi yang dikalahkan pada akhir


bukan "keturunan ular," tetapi Iblis sendiri.

2F. "Keturunan perempuan"


"Keturunan perempuan" adalah Kristus Yesus, yang akan
mengalahkan Iblis. Tetapi ada arti yang lebih luas. Mulai
pada saat itu ada dua bagian manusia: yang setia kepada
Tuhan (yaitu Set dan keturunannya) dan yang melawannya
(Kain dan yang mirip dengan dia). Akhirnya Yesus lahir dari
keturunan yang setia dari Adam dan Hawa.

3F. "Permusuhan"
Permusuhan di antara perempuan dan ular bukan berarti
bahwa perempuan akan selalu takut terhadap ular. Tetapi
maksudnya ialah bahwa di antara umat Tuhan dan umat Iblis
akan ada permusuhan. Selalu ada "keturunan" yang men-
jalankan permusuhan dengan keturunan yang terpilih.
--Kain dan Habel, Kej 4.
--Ham (Kanaan) dan Sem, Kej 9.
--Keturunan Lot (Moab dan Amon) dan Israel, Kej 19:37-38.
--Yakub dan Esau (Israel dan Edom).
--Akhirnya digenapi dengan kematian Yesus atas salib.

2D. Hukuman atas Perempuan (3:16).


1E. Melahirkan dengan kesakitan. (Hukuman ini berhubungan dengan
berkat dari 1:28, yaitu "beranakcuculah".)

2E. "Berahi kepada suami..."(hq'WvT. tesuqah).


Kata ini hanya terdapat 3 kali dalam P.L. (Kej. 3:16; 4:7; Kid.
7:10). Walaupun ada perbedaan pendapat, arti tesuqah dalam ayat
ini seharusnya sama dengan arti dalam Kej 4:7, yaitu "ingin
menguasai."

3D. Hukuman atas Manusia (3:17-19).


Kutuk manusia berhubungan dengan "makan" karena ia memakan dari
buah pohon yang dilarang. (Perhatikanlah bahwa kata "makan" diulangi
banyak kali dalam ayat-ayat ini.)

1E. Tidak mudah mendapat makanan seperti dulu, tetapi dengan susah
payah, dengan berpeluh.
2E. Semak duri bertumbuh (bumi dikutuk).
3E. Manusia akan kembali menjadi debu: kematian jasmani.

Apakah ini berarti bahwa manusia diciptakan dengan hakekat yang


tidak bisa mati, tetapi sebab dosanya hakekat itu diubah? Tidak.
Manusia mendapat hidup dari Allah, bukan dari sesuatu dalam
kebatinannya sendiri. Selama manusia hidup dalam persekutuan
dengan Allah dalam taman Eden, dia beroleh hidup dari Allah
melalui pohon kehidupan. Tetapi sesudah berdosa, manusia diusir
supaya tidak bisa makan dari pohon kehidupan dan hidup terus
menerus. Hidup jasmani maupun rohani adalah pemberian dari
Allah, bukan sesuatu yang ada di dalam manusia.

16
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

4C. "Adam memberi nama Hawa kepada isterinya" (3:20).


1D. Arti Hawa (hW"x; hawwah): Kata dasar "Hawa" ialah "hidup" (yHa,
hay), jadi arti Hawa itu ialah "hidup."

2D. Ini kali kedua Adam memberi nama kepada isterinya. Nama pertama
adalah "perempuan" (2:23), dan berhubungan dengan asalnya, yaitu dari
laki-laki. (Bahasa Ibrani: Laki = `is vyai; perempuan = `isah hV'a)i .

3D. Mengapa ayat ini diletak pas dalam konteks hukuman? Mungkin untuk
menekankan bahwa akan datang keturunan dari Hawa sesuai dengan janji
Allah dalam 3:15.

3B. Adam dan Hawa diusir dari taman Eden (3:21-24)


1C. "TUHAN Allah membuat pakaian..." (3:21).
1D. Inilah pertama kali seekor binatang dikorbankan untuk keperluan
manusia.
2D. Perhatikanlah bahwa Allah masih menolong manusia dengan
kebutuhannya. Dalam penciptaan Allah memenuhi semua kebutuhan
manusia, dan kemudian Ia beristirahat. Tetapi sesudah manusia berdosa
keperluan manusia berubah, Allah mulai bekerja lagi untuk menolong
mereka.

2C. Manusia diusir (3:22-24).


1D. Diusir dari taman Eden sama dengan maut: terpisah dari pohon
kehidupan.
2D. Manusia mendapat keinginannya sesuai dengan penggodaan ular:
menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Tetapi
hasilnya bukan baik, bahkan menghasilkan maut.

3A. Keadaan manusia di luar tempat yang disediakan Allah (4:1-26).


1B. Kain dan Habel (4:1-16).
1C. "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN"
(4:1).
1D. Kemungkinan besar Hawa menyangka bahwa Kain adalah keturunan
yang dijanjikan dalam 3:15.
2D. Mungkin Hawa merasa dia sendiri yang menghasilkan keselamatan yang
dijanjikan itu, dan Tuhan hanya menolong (bdgk. 4:25).

2C. Mengapa Habel diindahkan Tuhan, tetapi Kain tidak?


1D. Bukan karena persembahan dari binatang lebih baik daripada
persembahan dari hasil tanah. Orangnya yang diindahkan, bukan saja
persembahannya.

2D. Sikap hati adalah yang terpenting. Perhatikanlah sikap Kain pada waktu
persembahannya tidak diindahkan Allah. Reaksi Kain:
1E. Marah terhadap Allah.
2E. Marah terhadap Habel.

3C. Allah berusaha membantu Kain (4:6-7).


1D. Allah menegur Kain.
2D. Allah memberi petunjuk kepada Kain: buat baik!
3D. Allah menjelaskan bahaya-bahaya menyerah kepada dosa.

17
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

4C. Kain membunuh Habel (4:8).


Jelas sekali akibat dosa dalam dunia: dalam generasi pertama sudah ada
pembunuhan. Dalam perkara ini kita juga mulai melihat permusuhan di antara
keturunan perempuan dan keturunan ular.

5C. Dosa tidak bisa disembunyikan dari Allah (4:9-10).


1D. Kain tidak bertobat tetapi berusaha menyembunyikan kesalahannya.
2D. Kain hanya mengeluh karena hukumannya, bukan karena dosanya.

6C. Hukuman Kain (4:11-16).


1D. Tanah tidak akan memberikan hasil sepenuhnya kepadanya.
2D. Kain akan menjadi seorang pelarian dan pengembara.
3D. Tanda Kain
1E. Maksud tanda ialah supaya Kain tidak dibunuh.
(Bdgk. kota-kota perlindungan, Bil 35:9-34.)
2E. Rupa tanda Kain tidak dijelaskan.

2B. Keturunan Kain (4:17-24).


1C. Kain mengambil isteri dari salah satu adiknya (ay. 17).
2C. Lamekh mengikuti teladan Kain dengan membunuh seseorang.
Akibat dosa ialah sikap pembunuhan dan kemegahan diri dalam tingkah-laku.
Mengapa Lamekh membunuh orang itu?
1D. Karena Lamekh dilukai olehnya.
Tetapi menurut Hukum Musa, tidak patut orang dimatikan kalau hanya
melukai seorang lain.
2D. Karena Lamekh lebih kuat, dan mampu melaksanakan kehendaknya.

3B. Kelahiran Set (4:25-26)


1C. "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak..."
Sekarang Hawa mengaku kuasa Allah.

2C. Dengan kelahiran Set, kita melihat pertama kali satu tema lagi yang sering
diulangi dalam kitab Kejadian, yaitu bukan anak sulung yang biasanya dipilih
Allah.

3C. "Orang mulai memanggil nama TUHAN" (4:26).


Ayat ini menekankan bahwa Set dan keturunannya menyembah Allah,
dibandingkan dengan keturunan Kain.

18
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Aplikasi/Penerapan dari Kej 2-4

1B.

2B.

3B.

4B.

5B.

6B.

19
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Nuh Dan Ceritanya


Kejadian 5:1 - 11:26

1A. Silsilah Adam (5:1-32)


1B. Tidak jelas berapa tahun lewat di antara Adam dan air bah, sebab tidak bisa
langsung dihitung dari silsilah. Silsilah bukan Kronologi. Kemungkinan besar
hanya nama-nama yang penting yang tertulis, bukan semua nama keturunan di antara
Adam dan Nuh.

Bdgk. Hak 1:3: Yahuda dan Simeon tertulis seperti dua orang, tetapi jelas nama
dipakai untuk seluruh sukunya.

2B. "...lalu ia mati."


Dalam silsilah ini ada dua hal yang tidak ada dalam silsilah lain:
1C. Umur yang panjang.
Mengapa orang ini hidup begitu lama?
1D. Mungkin tubuh manusia lebih kuat pada generasi-generasi awal. Tubuh
manusia yang diciptakan dalam keadaan "baik" tidak terlalu mudah mati
atau makin lemah.
2D. Juga, umur manusia belum dibatasi (Kej. 6:3).

2C. "Lalu ia mati" diulangi untuk menekankan hukuman atas dosa. Walaupun
umurnya luar biasa panjang, masih tetap mati.

3B. "Henokh hidup bergaul dengan Allah..." (5:21-24)


1C. "Hidup bergaul dengan Allah" berarti bahwa Henokh berjalan dengan Allah,
dan mengikuti perintahnya. (Bdgk. Nuh, Kej. 6:9)
2C. Karena Henokh hidup bergaul dengan Allah, ia tidak mati. Artinya ia tidak
kena hukuman (maut), sama seperti Nuh yang bergaul dengan Allah tidak kena
hukuman, (air bah).

3C. Ada yang menafsirkan bahwa Henokh akan kembali ke dunia menjadi salah
satu saksi dari Wahyu 11:1-14, karena menurut mereka Ibr 9:27 berarti semua
manusia harus mati. Tetapi karena pada waktu kedatangan Tuhan Yesus
keduakalinya banyak orang akan diangkat tanpa mati, Ibr. 9:27 tidak bisa
ditafsirkan bahwa semua manusia harus mati jasmani.

4B. Nama Nuh (5:28-29)


1C. Nuh (x;nO Noah) berarti "istirahat (x:Wn Nuh).
2C. Nubuat Lamekh (5:29)
(Lamekh di sini bukan sama dengan Lamekh dalam pasal 4). Bdgk. dengan
kutuk Allah pada tanah dalam 3:17.

2A. Air Bah (6:1-9:29)


1B. Kejahatan Manusia (6:1-8)
Walaupun kita tidak tahu berapa lama antara penciptaan dan Kejadian 6, yang jelas
ialah bahwa makin lama makin tersebar kejahatan, sampai pada waktu Nuh hanya
satu keluarga yang Allah menilai "benar."

20
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

-------------------
Siapa "Anak-anak Allah?" Dalam Kejadian 6:2?
Ada sekurangnya 4 tafsiran:

1. Tafsiran Pertama: "Anak-anak Allah" ialah malaikat-malaikat jahat (roh-roh jahat) yang
mengambil tubuh manusia (menjelma) dan menikah dengan "anak-anak perempuan
manusia".
Dasarnya:
1. Ungkapan "anak-anak Allah" (~yhil{a/h'(-ynEb;. bene ha Elohim) dalam P.L. hanya
dipakai di dalam Kejadian 6 dan dalam Ayub 1:6; 2:1; 38:7. Dalam Ayub dipakai
untuk menyebut malaikat.
2. II Ptr. 2:4-5 dan Yud. 6-7 menyinggung suatu peristiwa yang kelihatannya sama
dengan peristiwa ini di mana malaikat- malaikat jahat ikut tersangkut.

Tantangan:
1. Dalam Mat. 22:30 tertulis malaikat-malaikat tidak kawin.
2. Tidak ada hubungan apapun dalam konteksnya mengenai malaikat.

2. Tafsiran Kedua: "Anak-anak Allah" ialah orang-orang dari keturunan Set. Jadi dosanya
ialah menikah dengan "anak-anak perempuan manusia" yang disamakan dengan keturunan
Kain.
Dasarnya:
1. Keturunan Set bisa disebut "anak-anak Allah sebab Kej 5:1-3 menjelaskan bahwa Set
lahir "menurut rupa dan gambar" Adam, dan di dalam Lukas 3:38 Adam disebut
sebagai "Anak Allah".
2. Sama dengan tantangan di atas yang menyatakan bahwa malaikat tidak bisa kawin.

Tantangan:
1. Istilah "Anak-anak Allah" tidak pernah dipakai untuk manusia di tempat lain.
2. Tidak ada dasar untuk menyamakan "anak-anak perempuan manusia" dengan
keturunan Kain.

3. Tafsiran Ketiga: "Anak-anak Allah adalah keturunan hakim atau keturunan "raja", dan
anak-anak perempuan manusia adalah keturunan yang biasa atau budak.
Dasarnya:
Elohim bisa diterjemahkan sebagai hakim atau pemimpin (Kel. 21:6; 22:7-8, 27).

Tantangan:
Tidak ada persetujuan di antara ahli-ahli Ibrani bahwa Elohim bisa diterjemahkan
sebagai hakim. Tetapi semua berkata bahwa Elohim hanya bisa mendapat arti
"hakim" kalau konteks kuat mendukung arti itu. Di dalam Kejadian konteks sama
sekali tidak mendukungnya.

Ketiga tafsiran di atas semua mempunyai satu dasar yang sama, yaitu bahwa Kej. 6:1-4 adalah
pendahuluan bagi 6:5-8. Kalau begitu, "kejahatan manusia besar" dikaitkan dengan pernikahan
di antara anak-anak Allah dan anak-anak perempuan manusia. Akan tetapi ada tafsiran lain yang
menganggap bahwa Kej 6:1-4 adalah kesimpulan dari pasal 5. Kalau begitu, pernikahan di
antara anak-anak Allah dan anak-anak perempuan manusia bukan "dosa manusia besar" itu.
Melainkan pernikahan itu hanya menjelaskan bahwa manusia sudah bertambah menjadi banyak.

4. Tafsiran Keempat: "Anak-anak Allah" adalah manusia laki-laki biasa dan


"anak-anak perempuan manusia" adalah perempuan biasa yang menikah.

21
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Dasarnya:
1. Manusia laki-laki diciptakan langsung oleh Allah, dan istilah "anak-anak Allah"
menekankan permulaan itu. Jadi semua manusia laki-laki termasuk dalam
"anak-anak Allah."
2. "Anak-anak perempuan manusia" berarti perempuan biasa. Istilah ini dipakai untuk
menekankan bahwa perempuan dibuat Allah dari rusuk yang diambil dari manusia
(Kej 2:23).
3. Pernikahan diceritakan di sini sebagai penjelasan bahwa rencana Allah supaya
manusia beranakcuculah dan penuhilah bumi sudah tercapai.

Tantangan:
1. Tidak ada alasan yang tepat dari sudut tata bahasa untuk menerima Kej. 6:1-4
sebagai kesimpulan dari pasal lima, (tetapi tidak ada yang melawannya juga).
2. Hampir semua penafsir menerima 6:1-4 sebagai permulaan dari kisah air bah.

Yang mana yang benar? Boleh anda memeriksa semuanya dan memilih tafsiran yang anda
menilai benar.
-------------------

2C. "RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal dengan manusia..." (6:3)


Ada dua tafsiran:
1D. Maksudnya ialah bahwa hanya 120 tahun lagi sebelum Tuhan
menghukum manusia dengan air bah.

Dasarnya ialah manusia sesudah air bah masih hidup lebih dari 120
tahun, jadi tidak mungkin ini berarti umur manusia. (Tetapi tidak
tertulis bahwa umur manusia akan langsung dibatasi.)

2D. Maksudnya ialah Tuhan akan membatasi umur manusia supaya tidak
melebihi 120 tahun.

Menurut tafsiran ini, umur yang panjang di pasal 5 disebabkan karena


Roh Allah tinggal bersama dengan mereka.

3C. "Raksasa" (~ylipin> nepilim) (6:4)


1D. Istilah ini hanya terdapat 2 kali dalam P.L.: di sini dan di dalam Bil
13:33.
2D. Arti kata Ibrani ini tidak pasti diketahui. Para penterjemah Septuaginta
menggunakan kata gigantes (givgante") yang berarti "raksasa." Tetapi
tidak pasti ini artinya.
3D. Dari konteks dijelaskan bahwa mereka adalah "orang-orang yang gagah
perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan."
4D. Nepilim dalam Bil. 13:33 bukan keturunandari Nepilim dalam Kej 6,
tetapi hanya mempunyai sifat-sifat yang sama.

4C. Dosa manusia (6:5)


"Segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata."
Makin lama makin jahat manusia. Perhatikan bahwa Allah menyalahkan
manusia karena hatinya jahat, bukan karena kelakuannya saja.

5C. Akibat Dosa (6:7)


Bukan manusia saja yang kena hukuman, tetapi semua binatang darat juga.
Sering kali orang dan makhluk lain yang tidak bersalah menderita karena dosa

22
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

seseorang.

6C. "Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN." (6:8)


Allah selalu memperhatikan orang yang hatinya baik terhadap dia.

2B. Ketaatan Nuh (Kej 6:9-22)


1C. Ketaatan Nuh dibandingkan dengan kekerasan orang-orang lain 6:9-12.

Orang yang benar tidak boleh dipengaruhi oleh orang duniawi. Walaupun
seorang Kristen hidup di antara masyarakat yang jahat, ia tidak diizinkan
mengikuti mereka.

2C. Bahtera
Bentuknya bukan seperti kapal laut zaman kini, tetapi kemungkinan besar
bentuknya seperti empat persegi panjang. Besarnya kira-kira:
1D. 134 meter panjang
2D. 22 meter lebar
3D. 13 meter tinggi

Ada tiga tingkat supaya luasnya adalah kira-kira 9,000 mtr. per segi. Cukup
luas untuk muatan binatang-binatang.

3C. Allah menyelamatkan Nuh, tetapi memberi pekerjaan kepadanya:


1D. Membuat bahtera.
Termasuk menyediakan kayu, dll.
2D. Mengumpulkan makanan bagi semua binatang (6:21).
3D. Mengatur binatang masuk ke dalam bahtera
(Kemungkinan besar Allah yang urus pengumpulan binatang, tetapi Nuh
masih berwajib mengaturnya.)

23
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Kita pun diselamatkan oleh Allah bukan untuk hidup santai, melainkan
untuk bekerja keras mentaati Firman Allah.

4C. Nuh melakukan semua perintah Allah (6:22).


Nuh sungguh beriman kepada Allah. Kalau tidak percaya akan ada air bah,
tidak mungkin Nuh banting tulang melaksanakan semua perintah Allah.

2B. Air bah (7:1 - 8:19)


1C. Perintah masuk bahtera (7:1-9)
1D. "Kulihat benar" (7:1)
Allah memperhatikan (melihat) kelakuan manusia (Bdgk. 6:5)

2D. Semua keluarga Nuh diselamatkan dari air bah karena kebenaran Nuh
(7:1). Kelakuan kepala keluarga bisa membawa berkat atau kesusahan
bagi seluruh keluarganya. Tetapi bukan artinya bahwa anak-anak
mendapat keselamatan rohani karena kebenaran orang tuanya. Bdgk.
9:18-29: Anak-anak Nuh dinilai menurut kelakuan masing-masing.

3D. Tujuh pasang binatang yang tidak haram dibawa ke dalam bahtera 7:2.
(Bdgk. Im 11).

2C. Air bah mulai (7:10-24)


1D. "Air bah meliputi bumi" (7:10)
Kita bisa yakin air bah tidak kena satu daerah saja, karena:
1E. Segala gunung tinggi ditutupi (7:19).
2E. Semua yang hidup yang tidak ada di dalam bahtera mati (7:21-23).
2D. Bdgk. dengan 1:9-10. Dalam menyediakan bumi bagi manusia, air
dikumpulkan supaya ada darat. Tetapi melalui hukuman air bah Allah
kembalikan dunia ke dalam keadaan yang tidak teratur. Manusia yang
tidak mentaati Allah akan kehilangan kebaikan yang Allah memberi.

3D. "TUHAN menutup pintu bahtera di belakang Nuh" (7:16).


Walaupun Allah sabar (ia menunggu 100 tahun sebelum menjatuhkan
hukuman), kesabarannya terbatas. Pintu keselamatan tidak akan selalu
terbuka.

3C. Kesudahan Air bah (8:1-19)


1D. Walaupun Nuh tidak mati bersama semua manusia lain dalam air bah, ia
masih belum selamat. Kalau air tidak surut, akhirnya Nuh juga akan
mati. Nuh masih harus menantikan keselamatan dari Allah dengan
kesabaran. Nuh ada di dalam bahtera lebih dari satu tahun.

2D. Nuh tetap tinggal dalam bahtera sampai Tuhan suruh dia keluar (8:16).
Walaupun Nuh sendiri bisa melihat ada tanah di luar yang kering, ia
tidak bergiat. Ia tetap menantikan firman dari Tuhan. Dalam ini Nuh
menjadi teladan sebagai orang yang tidak bergantung pada
pengertiannya sendiri.

(Bdgk. Nuh dengan Hawa dalam pasal 3 yang melanggar perintah Tuhan
dan makan buah karena menurut pengertian dia buah itu baik.)

4B. Korban dan Perjanjian (8:20-9:17)


1C. Korban dan berkat (8:20-9:7)

24
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

1D. Mezbah (8:20)


Pertama kali kita melihat seorang:
1E. Mendirikan mezbah kepada Allah.
2E. Mempersembahkan korban bakaran kepada Allah. (Habel hanya
mempersembahkan lemak dari dombanya, seperti korban
keselamatan Im 3.)
Walaupun manusia masih mempunyai sifat dosa, melalui korban dan
mezbah ia masih bisa mendapat berkat dari Tuhan.

2D. Tuhan menerima persembahan dan memberi perjanjian (8:21-22).


1E. Ia tidak akan mengutuk bumi lagi karena dosa manusia.
2E. Ia tidak akan membinasakan segala yang hidup.
3E. Musim-musim akan terus selama bumi ada.

3D. Berkat Tuhan (9:1-7)


(Bdgk dengan Kej. 1:28-31)
1E. Beranakcuculah (9:1)
2E. "Akan takut..." (9:2)
Sebelum manusia berdosa, ia berkuasa atas semua binatang.
Sesudah air bah manusia masih berkuasa, tetapi ada perubahan:
semua binatang akan takut dan gemetar kepada manusia.
3E. Kepentingan darah (nyawa) (9:3-7):
1F. Binatang bisa dimakan tetapi darahnya tidak.
2F. Hak dan kewajibandiberi kepada manusia untuk menghukum
mati setiap pembunuh. Inilah perintah pertama yang Allah
beri untuk mengatur hubungan diantara orang berdosa.

2C. Perjanjian (tyrIB. berit)


Inilah pertama kali kita melihat Allah membuat perjanjian (berit) dengan
manusia (serta semua mahkluk yang hidup).
1D. Perjanjian: Tidak akan memusnahkan bumi dengan air bah.
2D. Tanda perjanjian: busur.

5B. Nuh dan anak-anaknya (9:20-29).


1C. Nuh menjadi mabuk dan telanjang (Bdgk. Kej 3:7).
Dalam kelakuan anak-anak Nuh kita melihat gambar dua macam manusia:
1D. Sem danYafet melambangkan orang seperti Adam dan Hawa yang
berusaha menyembunyikan "telanjangnya" dihadapan Allah, (yaitu
menghormati Allah).
2D. Ham melambangkan orang yang tidak tahu malu, yang hidup menurut
hawa nafsunya. (Bdgk. Hab 2:15.)

2C. Kanaan dikutuk (9:25).


Mengapa Kanaan dikutuk dan bukan bapanya (Ham)? Dari ayat 25-27,
Kanaan, Sem dan Yafet semua melambangkan bangsa-bangsa. Nama Kanaan
dipakai, karena ia menjadi bapa leluhur bangsa-bangsa di tanah Kanaan yang
diusir oleh keturunan Sem, yaitu bangsa Israel.

3A. Keturunan Nuh (10:1 - 11:26)


1B. Silsilah Nuh (10:1-32).
Dalam silsilah ini tertulis 70 nama (70 berarti lengkap). Ada kemungkinan besar ada
jarak dalam silsilah ini.

25
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

1C. Keturunan Yafet (10:2-5)


2C. Keturunan Ham (10:6-20)
1D. Silsilah Ham tertulis lebih lengkap daripada keturunan Yafet karena
keturunan Ham (yaitu orang-orang Kanaan) mengambil bagian yang
cukup penting dalam sejarah Israel.
2D. Nimrod (10:8-12).
Babel diidentifikasikan dengan keturunan yang terkutuk. Babel akan
menjadi lambang yang penting dalam Alkitab.
3C. Keturunan Sem (10:21-32)
Peleg (gl,P:, arti "terpisah). "Bumi terbagi:" (10:25), menunjukkan
pembagian bangsa-bangsa di menara Babel.

2B. Menara Babel (Kej 11:1-9)


1C. Konteks
Cerita ini diletakkan pas di tengah silsilah Sem.
Ada dua cabang dari keturunan Sem, mulai
dengan Eber (Kej 10:25). Salah satu cabang
mulai dengan anak Eber yang bernama Yoktan,
dan keturunannya tertulis dalam pasal 10. Ia
tinggal di daerah Babel. Cabang yang lain mulai
dengan Peleg dan tertulis dalam Kej. 11:16-26.
Abram berasal dari keturunan Peleg. Mengapa
kisah Babel diceritakan pas di tengah dua silsilah
ini? Untuk membedakan dan membanding dua
cabang/ keturunan ini.

Arti "Sem" ialah "nama."


Dari keturunan Sem ada dua kelompok:
1D. Orang-orang yang ingin mendapat "nama" untuk diri sendiri (Kej 11:4).

2D. Orang-orang di mana Allah akan membuat namanya masyhur (Kej.


12:2).
Melalui kisah ini kita bertemu sekali lagi dengan tema yang sering
diulangi dalam kitab Kejadian: Orang yang berusaha mencari kebaikan
di luar Tuhan tidak akan berhasil, bahkan akan kehilangan kebaikan yang
Tuhan telah beri.

2C. Tujuan Membangun Babel (11:3-4)


1D. Cari nama.
2D. Supaya tidak terserak ke seluruh bumi

3C. Hukuman Tuhan (11:5-9)


1D. Mengapa Tuhan menghukum mereka?
Karena mereka lupa rencana Tuhan dan mengikuti rencana mereka
sendiri, yaitu "mengisi/memenuhi bumi."
2D. Hukuman
Hukuman mereka bertentangan dengan tujuan mereka dalam
membangun:
1E. Kota mereka diberi nama "Babel," yang berarti "kacau."
2E. Mereka terserak ke seluruh bumi.

3B. Keturunan Sem (11:10-26)


1C. Kemungkinan besar ada jarak dalam silsilah ini. Maksud silsilah ini bukan

26
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

untuk memberitahukan berapa tahun dari air bah sampai kepada Abram, tetapi
untuk menjelaskan apa hubungan di antara Abram dan Sem.

1D. Istilah "memperanakkan" bisa diartikan "menjadi ayah" atau "menjadi


nenek moyang."

2D. Contoh:
Membandingkan Mat 1:8c: "Yoram memperanakkan Uzia" dengan II Raj
8:24 s/d II Raj 14:21, di mana ada 3 keturunan diantara Yoram dan Uzia.
(Uzia sama dengan Azarya: II Taw 26:1.)

2C. Umur
Sama seperti dalam silsilah di dalam pasal 5, umur ditekankan. Tetapi tidak
tertulis "lalu ia mati." Umur manusia makin lama jarak dari air bah makin
pendek, sesuai dengan Kej 6:3.

3C. Abram diperkenalkan (11:26).

Penerapan
1.

2.

3.

4.

5.

6.

27
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Abraham
Kejadian 11:27 - 25:11

1A. Pendahuluan (11:27-32)


Maksud silsilah ini ialah memberitahukan hal-hal yang penting, yang perlu diketahui
tentang Abram untuk menyediakan pembaca supaya mengerti kisah Abram.

1B. Abram berasal dari Ur.

Perjalanan Terah Dan Abraham Dari Ur Ke Kanaan

2B. Abram mempunyai isteri bernama Sarai yang mandul.


3B. Abram mempunyai kemanakan bernama Lot.
4B. Terah keluar dari Ur ke arah Kanaan, tetapi hanya mencapai Haran.
1C. Terah membawa Abram, Sarai dan Lot .
2C. Nahor serta isterinya masih tinggal di Ur.

2A. Abram Dipanggil (12:1-29)


1B. Panggilan Tuhan kepada Abram (12:1).
Abram berumur 75 tahun pada waktu dipanggil.

1C. "Pergi!"
Abram terpaksa pergi dengan iman, karena Allah belum memberitahukan
kepadanya nama negara ke mana ia akan pergi. Allah hanya berjanji bahwa Ia
akan menunjukkannya.

2C. Abram harus memisahkan diri dari keluarga.

2B. Berkat Allah tergantung pada ketaatan (12:2-3).


1C. Selama Abram berdiam dalam tanah Kanaan, ia diberkati. Pada waktu ia
keluar ke Mesir, ia mengalami kesulitan.
2C. Berkat yang dijanjikan: (Allah yang memberkati):
1D. Menjadi bangsa besar.
2D. Memberkati Abram
3D. Membuat nama Abram masyhur.

28
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

3C. Abram menjadi berkat. (Inilah perintah dalam bahasa Ibrani: "Jadilah
Berkat!")
1D. Orang yang memberkati Abram diberkati.
2D. Orang yang mengutuki Abram dikutuki.
3D. Semua bangsa mendapat berkat.
(Berkat Allah dikaruniakan melalui keturunan Abram, yaitu Kristus
Yesus.)
4C. Bdgk. dengan berkat dalam Kejadian 1.

3B. Abram sampai ke Kanaan (12:4-9)


Abram harus berjalan sampai ke Kanaan sebelum Allah menunjukkan tanah yang
mana yang Allah akan berikan kepada keturunannya.

4B. Abram ke Mesir (12:10-29).


1C. Waktu Abram keluar dari tanah perjanjian, rupanya imannya menjadi lemah:
Ia menyuruh Sarai berdusta dengan berkata bahwa dia bukan isteri Abram.

2C. Walaupun Abram tidak setia, Allah masih setia.


1D. Allah memberkati Abram dengan kekayaan.
2D. Allah mengatur Firaun supaya ia mengusir Abram, dan Abram harus
kembali ke tanah yang dijanjikan Tuhan.

3C. Ini pertama kali Abram dan keturunannya turun ke Mesir pada waktu
menghadapi kesulitan, dan Allah menyelamatkan mereka dan menolong
mereka keluar dari Mesir.

3A. Abram dan Lot (13:1-14:24).


1B. Abram dan Lot berpisah (13:1-18).
Rupanya Abram mengharapkan bahwa Lot akan menjadi keturunan yang dijanjikan
Allah, karena Sarai mandul. Tetapi Allah memutuskan harapan itu dengan
memisahkan Lot dari Abram.
1C. Lot memilih yang baik menurut pandangannya sendiri, dan akhirnya
mengalami kehilangan segala sesuatu.
2C. Abram membiarkan Allah memilih yang baik baginya, dan mendapat yang
sungguh baik, yaitu tanah perjanjian.
1D. Perjanjian akan tanah diulangi.
2D. Perjanjian akan keturunan diulangi.

2B. Abram ditinggikan di antara bangsa-bangsa (14:1-24).


Dalam pasal ini, kita melihat bahwa Allah mulai mempenuhi janjinya untuk
"membuat nama Abram masyur."

1C. Raja-raja daerah Sodom dikalahkan oleh raja-raja di daerah Babel (Sinar), dan
Lot ikut ditangkap dan dibawa ke pembuangan oleh raja-raja itu (14:1-12).

2C. Abram mengalahkan raja-raja itu dan membebaskan Lot (14:13-16).

3C. Dua raja menyambut Abram (14:17-24):


1D. Melkisedek, Raja Salam
1E. Ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. (Bdgk. Mzm 110:4; Ibr
7:1-10.)
Yesus adalah Imam menurut Melkisedek, bukan menurut peraturan
Harun karena Yesus bukan dari suku Lewi.

29
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2E. Abram diberkati oleh Melkisedek.


3E. Abram memberi perpuluhan kepadanya.

2D. Raja Sodom


Raja Sodom menggambarkan hal-hal duniawi. Abram tidak rela
menerima kekayaan apapun dari Raja Sodom. Allah telah menjamin
bahwa Ia akan memberkati Abram dan Abram tetap berharap pada
Tuhan. Abram dibandingkan dengan Lot, yang sudah mulai bercampur
dalam hal-hal duniawi.

3D. Allah Yang Mahatinggi: (!Ayl.[,-la, El `Elyon)


Elyon terdapat 49 kali dalam P.L.:
Bersama El atau Elohim: 7 kali
Bersama Yahweh: 2 kali
Sebagai Elyon saja: 40 kali, (kebanyakan dalam kitab Mazmur).

Nama "Elyon" sering dipakai dalam konteks di mana kita melihat Allah
berhubungan dengan bangsa lain (Bil. 24:16; Ul. 32:8; dan dalam Daniel
4 dan 5).

Artinya: Allah yang atas segala allah. Kedaulatan Allah ditekankan.


Kedudukan El-Elyon lebih tinggi dari kedudukan allah yang disembah
dalam bangsa lain dan kuasaNya lebih besar dari kuasa dewa yang
dipuja oleh bangsa lain.

Dalam Pentatuk terdapat 6 kali: Kej 14:18, 19, 20, 22; Bil.24:16; Ul.
32:8.

4A. Perjanjian Allah Dengan Abram (15:1- 17:27).


(tyrIB. berit = perjanjian, pakta)

1B. Perjanjian diteguhkan (15:1-21).


1C. Dalam ayat-ayat ini untuk pertama kali kita mendapat percakapan Abram
kepada Allah (15:1-6).
1D. Walaupun Allah telah memberkati Abram dan telah memberi kekayaan
kepadanya, Abram masih belum mendapatkan anak. Abram menawarkan
Eliezer sebagai keturunannya.
2D. Allah berjanji bahwa anak kandung Abram akan menjadi ahli warisnya.
3D. "Percayalah Abram kepada TUHAN..." Bdgk. Rom 4:3; Gal 3:6; Yak
2:23.

2C. Perjanjian (berit) dibuat di antara TUHAN dan Abram untuk meyakinkan
Abram akan kesetiaan Allah (15:7-21).
1D. Abram tidak ragu-ragu lagi mengenai hal keturunan, tetapi ia masih
minta kepastian tentang tanah Kanaan. Allah memberi kepastian dengan
membuat perjanjian menurut kebiasaan orang zaman itu (15:8).

2D. Upacara dengan binatang itu adalah kebiasaan yang dipakai untuk
meneguhkan perjanjian yang penting pada zaman Abram. Binatang
disembelih dan orang-orang yang membuat perjanjian berjalan di antara
potongan-potongnya. Maksud dari upacara itu adalah kalau seorang

30
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

tidak melaksanakan perjanjiannya, ia biarkan dirinya dihukum Allah


supaya ia mengalami nasib sama seperti binatang-binatang itu. (Bdgk.
Jer. 34:18-20.)

3D. Perjanjian akan tanah diteguhkan dan batas tanah dijelaskan lebih
mendetail (15:18-21).

2B. Hagar dan Ismael (16:1-16).


1C. Kegiatan Sarai untuk mendapat keturunan (16:1-6).
1D. "Adapun Sarai" (16:1).
(Bdgk. Kej 3:1)
Sarai menggoda Abram untuk mencari penggenapan janji Allah (bahwa
mereka akan mendapat keturunan) dengan kekuatan sendiri.

2D. Hagar, hambanya adalah "orang Mesir" (16:1, 3).


1E. Bdgk. Ul. 7:1-6. Orang Israel dilarang menikah dengan orang
asing.
2E. Sudah menjadi kebiasaan pada zaman itu untuk memberi hamba
isteri kepada si suami supaya mendapat keturunan. (Bdgk. Yakub,
Kej 29.) Tetapi Firman Tuhan tidak memberi komentar apakah
kebiasaan ini sesuai dengan kehendak Allah.

-------------
Apa Ajaran P.L. Mengenai Mengambil Lebih dari Satu Isteri?

Dalam bagian naratif P.L., sering kali penulis tidak memberitahukan kalau suatu kegiatan adalah
benar atau salah: para pembaca dianggap sudah mengenal hukum-hukum Tuhan supaya
diketahui yang benar atau salah. Walaupun P.L. tidak pernah melarang seorang mengambil lebih
dari satu isteri, setiap kali kita membaca tentang seorang yang mendapat lebih dari satu isteri, dia
mengalami kesusahan berhubungan dengannya. Sudah jelas dari penciptaan, bahwa rencana
Allah yang Dia sendiri menilai "baik" adalah satu laki satu isteri.
-------------
3D. Sarai mengusir Hagar karena Hagar mengandung.
Walaupun Sarai mendapat keinginan hatinya (yaitu Hagar mengandung),
ternyata yang didapat bukan yang diharapkan. Manusia yang berusaha
mendapat segala sesuatu di luar Allah mengalami kecewaan.

2C. Allah dan Hagar (16:7-16).


1D. "Malaikat TUHAN"
Di dalam P.L. istilah "malaikat TUHAN" ditemukan kurang lebih 50
kali. Jelas bahwa malaikat TUHAN bukan salah satu malaikat saja,
tetapi adalah Allah sendiri. Menurut Ryrie, Malaikat Yahweh "adalah
suatu penyataan diri Yahweh sendiri, karena Ia berbicara selaku Allah,
menyamakan diriNya sendiri dengan Allah, dan menyatakan memiliki
hak istimewa Allah." (Ryrie, Teologia Dasar, Buku 1, hal. 324.)
Kebanyakan buku tafsiran berpendapat bahwa Malaikat TUHAN adalah
penyataan Tuhan Yesus Kristus sebelum inkarnasiNya. Malaikat
TUHAN dilihat di dalam Pentatuk dalam Kej 22:11, 15; Kel 3:2; Bil
22:23-34.

2D. Allah mencari Hagar.


3D. Allah berfirman tentang anaknya.
1E. Namanya Ismael.

31
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2E. Sifatnya akan seperti "keledai liar."


Keledai liar, dalam pandang orang zaman itu, dianggap binatang
baik, yang kuat dan pintar, karena mampu tinggal di daerah
pandang gurun di mana sulit mendapat rumput dan air.
3E. Allah akan membuat sangat banyak keturunan bagi Ismael.
(Keturunan Ismael adalah bangsa Arab.)

4D. Nama Allah: yair\-lae (El roi) (16:13)


Artinya: El = Elohim, roi = lihat: Allah yang melihat.

3B. Sunat Sebagai Tanda Perjanjian Allah dengan Abraham (17:1-27)


1C. Allah Yang Mahakuasa (yD:v;-lae El-Shadai) (17:1)
Istilah ini dipakai 48 kali dalam P.L. sebagai nama Allah (31 kali dalam kitab
Ayub). Kata Shadai rupanya berhubungan dengan kata dari bahasa Akkadian
yang berarti "gunung". "Jadi nama ini menggambarkan Allah sebagai Yang
Mahakuasa sedang berdiri di atas gunung." (Ryrie, Teologia Dasar, Buku 1,
hal. 62.) Di dalam Pentatuk: Kej 17:1; 28:3; 35:11; 43:14; 48:3; Kel 6:3.

2C. "Perjanjian sunat" bukan perjanjian yang baru di antara Tuhan dan Abram,
tetapi menekankan salah satu aspek dari perjanjian yang pertama, yaitu
"keturunan" yang akan menjadi "sangat banyak." (Aspek yang ditekankan
dalam pasal 15 adalah "tanah".)

3C. Nama Abram diubahkan menjadi Abraham.


Abram berarti "Bapa yang terhormat". Abraham berarti "Bapa sejumlah besar
bangsa."

4C. Sunat: Kewajiban Abraham, yang menjadi tanda perjanjian Abraham (Kej
17:9-14).

5C. Abraham tertawa (17:15-22).


1D. Mengapa Abraham tertawa?
Abraham sujud menyembah waktu mendengar perjanjian bahwa
TUHAN "akan membuat engkau sangat banyak" (17:2-3). Abraham
tidak tertawa pada waktu itu karena ia sungguh percaya bahwa Allah
akan memenuhi perjanjian itu. Tetapi waktu ia dengar cara yang Allah
akan memakai, yaitu melalui Sarai, ia tertawa. Rupanya ia masih harap
Allah akan memilih Ismael untuk menggenapi perjanjian itu. Atau
mungkin ia membayangkan bahwa Allah akan memberi isteri yang lain.
Tetapi untuk percaya bahwa Sarai, yang selama hidupnya mandul dan
sekarang sudah mati haid akan melahirkan, tidak mungkin! Itulah yang
melebihi imannya. Jadi ia tertawa.

2D. "Engkau akan menamai dia Ishak..." (17:19)


Dalam bahasa Ibrani, Ishak (qx'c.y)I berarti "dia tertawa." Tema
"tertawa" ini diteruskan dalam pasal 18 pada waktu Sarai diberitahukan,
dan kemudian pada waktu semua orang melihat ibu tua mengandung,
pasti semua tertawa, tetapi akhirnya semua tertawa dengan sukacita
melihat anak lahir secara ajaib ini.

32
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

5A. Lot dan Sodom (18:1-19:38).


1B. Allah bercakap dengan Abraham (18:1-33).
1C. Perjanjian akan kelahiran Ishak (18:1-15).
1D. "TUHAN menampakkan diri kepada Abraham" (18:1).
Bagaimana cara Allah menampakkan diriNya kepada Abraham? Melalui
tiga orang yang datang.

2D. "Sara telah mati haid" (18:11).


Jelas dari ayat ini bahwa sudah mustahil dari kebiasaan manusia untuk
Allah memenuhi perjanjianNya bahwa Sara akan melahirkan seorang
anak. Kalau hanya mandul sekian tahun, masih ada kemungkinan
melahirkan seorang anak. Tetapi Allah menunggu sampai saat ini
supaya kuasaNya nampak kepada semua orang.

2C. Orang yang benar akan diselamatkan (18:16-33).


1D. Mengapa Allah memberitahukan Abraham bahwa Ia akan memusnahkan
Sodom dan Gomora? (18:17-21)
1E. Sebab Allah telah pemilih Abraham, supaya ada hubungan
istimewa di antara Abraham dan Allah.
2E. Supaya Abraham bisa mengajar anak-anaknya mengenai sifat
Allah.

2D. Doa Syafaat Abraham dan jawabannya (18:22-33).


Jawaban Allah kepada permohonan Abraham adalah: Sebab Allah adil,
Ia tidak akan membunuh orang yang benar bersama dengan orang yang
jahat. (Perhatikanlah bahwa walaupun Abraham tidak menyebut nama
Lot dalam doanya, Allah tetap menyelamatkannya.)

1E. Kalau ada sepuluh orang benar di dalam kota Sodom, Allah tidak
akan memusnahkannya.

Penerapan: Kebenaran orang benar akan menjadi saluran anugerah


Allah kepada orang berdosa.

2E. Tidak ada 10 orang yang benar di dalam Sodom, jadi kota tetap
dimusnahkan karena kejahatannya. Tetapi Allah masih
menyelamatkan orang yang benar, (yaitu Lot). Perhatikanlah juga
bahwa kota Zoar diselamatkan karena Lot.

2B. Sodom dan Gomora dimusnahkan (19:1-29).


1C. Kejahatan Sodom:
1D. Dosa homoseks.
2D. Melakukan yang jahat kepada para pendatang.
2C. Reaksi Lot:
Lot berusaha melindungi 2 orang itu, tetapi dia sudah dipengaruhi oleh
lingkungannya supaya ia rela menyerahkan anak-anaknya kepada orang jahat
(ayat 8).

3C. Sodom dimusnahkan.


1D. Perhatikan bahwa Sodom tidak dapat dimusnahkan sebelum Lot keluar.
2D. Isteri Lot "menoleh ke belakang" (ayat 26) dan ikut kena hukuman.
(Bdgk ayat 17.)

33
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

3B. Lot dan kedua anaknya perempuan (19:30-38).


1C. Lot, yang dulu diberkati selama ia hidup bersama Abraham sekarang
mengalami kehilangan semua berkatnya, bahkan anaknya perempuan sudah
dipengaruhi oleh lingkungan Sodom untuk melakukan yang jahat. Walaupun
ada anugerah dari Tuhan, masih ada akibat dosa kepada orang yang tidak
waspada.
2C. Bangsa Moab dan bangsa Amon berasal dari Lot.

6A. Hubungan Abraham dengan bangsa-bangsa lain (Kej 20-21).


1B. Abraham dan Abimelekh (20:1-18).
1C. Abimelekh adalah raja dari orang Filistin, dan kota Gerar adalah Ibu Kota
orang Filistin pada zaman itu (20:1).
2C. Walaupun Abimelekh tidak salah, bahkan ditipu oleh Abraham, Tuhan Allah
masih memakai Abraham sebagai saluran berkat bagi Abimelekh.
Perhatikanlah ayat 7 dan 17, di mana Allah mengabulkan doa Abraham.

2B. Kesetiaan Allah dalam kelahiran Ishak (21:1-7).


Perjanjian Allah kepada Abraham digenapi pas sesuai dengan janjinya. Abraham
berumur 100 tahun waktu Ishak lahir, dan Ismael berumur 13 tahun.

3B. Hagar dan Ismael (21:8-21).


Walaupun Ismael diusir, ia masih dijaga dan diberkati oleh Allah sebab hubungannya
dengan Abraham (ayat 13).

4B. Abraham di Bersyeba (21:22-34).


Perhatikanlah bahwa Abraham masih "tinggal sebagai orang asing di negeri orang
Filistin (ayat 34)." (Bdgk. Ibrani 11:8-13).

7A. Kepercayaan Abraham Diuji (22:1-24).


1B. "Allah mencoba Abraham..." (22:1).
Allah tidak mencoba Abraham untuk menjatuhkannya, (Yak. 1:13), tetapi untuk
meneguhkan kepercayaannya. Allah tidak bermaksud supaya Abraham mempersem-
bahkan Ishak, tetapi hanya supaya ketaatan Abraham dibuktikan.

2B. Perjanjian diulangi (22:15-19).

3B. Keturunan Nahor (22:20-24).


Maksud ayat-ayat ini ialah menjelaskan hubungan di antara Ribka dan Ishak.
Perhatikanlah bahwa ibu Ribka adalah Milka, isteri Nahor, dan bukan Remua,
gundik Nahor.

8A. Kematian Sarah dan Abraham (23:1-25:7).


1B. Kematian Sarah (23:1-20).

Perhatikanlah bahwa Abraham tidak rela menerima berkat dari orang Kanaan (Bdgk.
Kej. 14:23). Tanah yang dibeli di sini menjadi tempat kuburan bagi Abraham, Ishak,
Ribka, Leah, dan Yakub.

2B. Isteri dicari bagi Ishak (24:1-67).


1C. Isteri Ishak tidak boleh dari antara anak perempuan Kanaan (ayat 3). (Lihat
Kej. 9:25-27 dimana Kanaan dikutuk.)
2C. Ishak harus tetap di tanah perjanjian (ayat 6-7). Abraham berusaha supaya
Ishak, anak perjanjian, akan tetap hidup dalam hubungan baik dengan Allah.

34
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

3C. Tuhan yang menyediakan isteri bagi Ishak (ayat 7-67).

3B. Anak-anak lain dari Abraham (25:1-6).


1C. Abraham mendapat keturunan lain yang menjadi bangsa masing-masing, yang
penuhi perjanjian Tuhan bahwa dari keturunannya akan datang banyak bangsa.
2C. Tetapi hanya Ishak yang menerima perjanjian yang diberikan kepada Abraham.
(Lihat Kej. 25:11.)

4B. Kematian Abraham (25:7-11). Abraham mencapai umur 175 tahun.


Kisah kematian Abraham ditulis di sini untuk menyelesaikan kisah Abraham. Tetapi
kalu menghitung tahunya, Yakub dan Esau lahir 15 tahun sebelum Abraham mati.

Perjalanan Abraham dan Ishak dalam Tanah Kanaan

Perjalanan Abram Perjalanan Ishak

35
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Riwayat Keturunan Ismael Dan Ishak


Kejadian 25:12 - 26:34

1A. Keturunan Ismael (25:12-18).


Tempat kediaman keturunan Ismael adalah ke Timur dari Mesir, dalam daerah Syur.
(Lihat Peta hal. 60).

2A. Keturunan Ishak (25:19-34)


1B. Ribka mandul seperti Sara (25:21).
Tuhan mengabulkan doa Ishak supaya Ribka mengandung. Seperti Abraham
sebelumnya, Ishak juga mendapat keturunan menurut perjanjian Allah, dan bukan
melalui usaha manusia.

2B. "Anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya" (25:22)


Permusuhan di antara Yakub dan Esau mulai sebelum mereka lahir. Mereka
mengulangi tema permusuhan di antara saudara-saudara yang mulai dengan Kain dan
Habel dan yang selesai (dalam kitab Kejadian) dengan Yusuf dan abang-abangnya.

3B. "Anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda" (25:23).
Inipun mengulangi tema dalam Kejadian yang sudah dilihat dengan Kain dan Habel,
Ishak dan Ismael, dan akan dilihat lagi dengan Yusuf dan abang-abangnya. Allah
menunjukkan kasih karuniaNya menurut kehendakNya, bukan menurut cara
keturunan yang biasa.

4B. "Esau memandang ringan hak kesulungan..." (25:34)


1C. Hak kesulungan adalah hak anak sulung untuk mendapat warisan harta benda
dua kali lipat (I Taw. 5:2).

2C. Esau disalahkan di sini karena ia tidak menganggap penting hak kesulungan.
Yakub benar dalam hal mengindahkan hak kesulungan, walaupun ia memakai
tipu daya mendapatnya.

3A. Ishak dan Abimelekh (26:1-35)


TUHAN menampakkan diri kepada Ishak dan mengulangi perjanjian yang dibuat dengan
Abraham. Dalam pasal ini kita melihat bahwa:

1B. Allah memberkati Ishak sama seperti Ia memberkati Abraham.

2B. Ishak masih tetap sebagai orang asing di dalam tanah perjanjian.

3B Bangsa lain (Filistin di sini) mendapatkan pemberkatan TUHAN melalui hubungan


yang baik dengan Ishak (bdgk. Kej. 12:3).

36
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Yakub Dan Esau


Kejadian 27:1 - 36:43

1A. Berkat Diperoleh dengan Tipu Daya (27:1-40)


1B. Berkat
Berkat di sini mencakup silsilah Mesias dan kekuasaan pemerintahan. Anak yang
diberkati oleh Ishak akan menjadi waris perjanjian yang diberikan kepada Abraham
dan Ishak.

Rupanya Ishak mendapat kuasa untuk memberkati anaknya sesuai dengan janji
Tuhan kepada Abraham yang diulangi kepada Ishak, yaitu bahwa mereka menjadi
saluran berkat bagi orang lain.

2B. Tipu Daya Yakub dan Ribka.


Allah telah berjanji kepada Ribka bahwa "anak
yang tua akan menjadi hamba kepada yang
muda" (Kej 25:23). Tetapi tidak ada satu orang
dalam cerita ini yang menantikan TUHAN
melaksanakan rencanaNya. Semuanya
berusaha mencapai rencananya masing-masing
dalam kekuatan sendiri. Ribka mengindahkan
Yakub lebih dari Esau, dan Ishak mengutamakan Esau. Ribka dan Yakub kerja sama
menipu Ishak untuk mencapai tujuan mereka. Ishak, walaupun sudah mengetahui
janji Tuhan (Kej. 25:23), masih berusaha memberkati Esau lebih dari pada Yakub.

Walau satu orangpun tidak mengindahkan Tuhan, rencana Tuhan masih berjalan.
Yakub diberkati lebih dari pada Esau, sesuai dengan perjanjian Tuhan. Tetapi karena
Yakub memakai tipu daya dan tidak menantikan Tuhan, ia beroleh hasil, yaitu
permusuhan dengan Esau yang memaksa dia melarikan diri supaya tidak dibunuh.

2A. Yakub Melarikan diri ke Mesopotamia (27:41 - 28:22).


1B. Yakub melarikan diri dari Bersyeba sebab:
1C. Esau mau membunuhnya (27:41-46).
(Dengan membuat rencana membunuh adiknya (ayat 41), Esau menyatakan
dirinya sebagai keturunan Iblis sama seperti Kain.)

2C. Untuk mendapat isteri yang bukan orang Kanaan (28:1-5).

2B. Yakub di Betel (28:10-22)


1C. Perjanjian Tuhan kepada Yakub (28:10-15)

TUHAN membuat perjanjian kepada Yakub di Betel, dekat pada tempat


Abraham membangun mezbah yang pertama (Kej 12:8). Perjanjian Abraham
diteruskan kepada Yakub dalam 3 aspeknya.
1D. Tanah perjanjian.
2D. Keturunan yang berjumlah banyak.
3D. Berkat kepada semua bangsa.

37
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Allah juga berjanji bahwa Ia akan menyertai Yakub dalam perjalanannya dan
akan membawa Yakub kembali ke tanah Kanaan (ayat 15).

2C. Nazar Yakub (28:16-22)


Yakub bernazar bahwa jika Allah menepati janjinya, maka:
1D. Yakub akan terima Yahweh sebagai Allahnya.
2D. Yakub akan memberi perpuluhan kepada Yahweh.

Iman Yakub belum sempurna, karena ada syarat-syarat yang harus dipenuhi
Allah. Tetapi janji Allah tidak tergantung kepada perbuatan Yakub.

3A. Yakub di Rumah Laban (29:1 - 30:43).


1B. Yakub berjumpa Rahel dan Keluarganya (29:1-14)
Allah menyertai Yakub supaya ia datang kepada sumur di mana ia bisa bertemu
dengan Rahel, saudara sepupunya (bdgk. Kej 24).

2B. Yakub menikahi Lea dan Rahel (29:15-30)


Dengan Laban, Yakub berjumpa seorang yang lebih licik dari pada Yakub sendiri.
Yakub menipu ayahnya supaya yang bungsu mendapat berkat kesulungan. Di sini
Laban menipu Yakub supaya ia tidak mendapatkan anaknya yang bungsu, tetapi
mendapat yang sulung sesuai dengan kebiasaan (ayat 26). Sesuai dengan kebenaran
dalam Galatia 6:7, Yakub menuai apa yang telah dia tabur.

"Tujuh hari perkawinanmu" (ayat 27) berkenaan dengan perayaan pernikahan yang
berjalan selama tujuh hari (Hak. 14:12). Laban memohon agar Yakub meneruskan
rencananya itu tanpa membantah dan Laban berjanji akan memberikan kepadanya
Rahel juga secara diam-diam pada akhir perayaan itu.

Menurut ayat 28 dan 30, setelah 7 hari perkawinan itu, Laban memberikan Rahel
juga kepada Yakub. Kemudian ia bekerja 7 tahun lagi sebagai upah untuk
mendapatkan Rahel.

3B. Keluarga Yakub Bertambah Besar (29:31-30:24).


Allah meneruskan pendidikan Yakub melalui Lea dan Rahel. Yakub harus mengerti
bahwa berkat Allah tidak bisa didapat melalui tipu daya dan usaha manusia.
Rencana Yakub ialah mendapatkan keturunan dari Rahel, tetapi Rahel mandul. Jadi
Yakub terpaksa mengakui bahwa dia tidak mampu berbuat apa-apa untuk membantu
Rahel (30:1-2). Jelas bahwa Tuhan akan memberi anak menurut rencanaNya, dan
bukan menurut rencana Yakub.

Rahel, pilihan Yakub, mandul. Lea, yang tidak dicintai, dipilih oleh Allah untuk
mendapat keturunan yang akan meneruskan berkat, yaitu Yehuda (29:35). Akhirnya
Rahel melahirkan Yusuf, yang menjadi anak kekasih Yakub.

4B. Yakub Memperoleh Ternak (30:25-43)


1C. Sesuai dengan perjanjian kepada Abraham (Kej. 12:3), Laban mendapat berkat
karena hubungannya baik dengan Yakub (27).

38
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2C. Rupanya Yakub sudah sadar akan kelicikan Laban, supaya ia memilih sebagai
upahnya ternak yang berbintik-bintik dan berbelang-belang. Perbedaan
diantara ternak Laban dan ternak Yakub akan jelas kepada semua orang,
supaya tidak mungkin Laban nanti merampasnya kembali.

3C. Tuhan memberkati Yakub supaya ia memperoleh banyak ternak. Walaupun


Yakub masih berusaha memakai kepandaian sendiri untuk mendapat hasil (ayat
37-43), jelas dari 31:5-9 bahwa hasilnya itu datang dari Allah.

4A. Yakub Kembali ke Kanaan (31:1 - 33:20)


1B. Yakub meninggalkan Laban (31:1-55)
1C. Yakub berangkat sebab:
1D. Laban dan anak-anaknya mulai merasa iri hati terhadapnya (31:1-2).
2D. Tuhan menyuruh dia pulang (31:3).

2C. Lea dan Rahel siap mengikuti Allah (31:16).

3C. Mengapa Rahel mencuri dewa-dewa ayahnya (ayat 19), dan mengapa Laban
merasa bahwa dewa-dewanya sangat penting?

Rupanya ada hubungan dengan hak waris. Howard Vos menulis berdasarkan
yang tertulis dalam tablet Nuzu:

"Rahel tidak lupa membawa berhala-berhala (terafim-terafim) milik


Laban, agar dengan itu Yakub dapat menjadi kepala atas kaum keluarga
mereka. Ketika Laban berhasil mengejar iring-iringan Yakub, yang
pertama-tama ia tuntut untuk dikembalikan adalah patung-patung
berhalanya itu. Nampak sekali bahwa Rahel bukan tertarik pada nilai
religius patung-patung berhala tersebut, tetapi pada status sosial yang
dapat dihasilkan oleh patung-patung berhala itu." (Vos, Kitab Kejadian
dan Arkeologi, hal. 103.)

4C. Walaupun tujuan Rahel membawa berhala itu bukan supaya dia bisa
menyembahnya, Firman Tuhan jelas sekali bahwa Rahel yang bertindak, bukan
Yakub. Yakub, yang menyembah Yahweh, sama sekali tidak bercampur
dengan berhala.

2B. Perdamaian dengan Esau (32:1-33:20)


1C. Persiapan Yakub (32:1-21)
Yakub patut takut menghadapi Esau, karena Esau sudah berjanji akan
membunuhnya. Jadi Yakub membuat dua hal:
1D. Doa Yakub (32:9-12)
Dalam ketakutan, Yakub mohon pertolongan dari Tuhan. Kita melihat
bahwa ada kemajuan dalam iman Yakub. Sebelum ini Yakub hanya
bersandar pada kemampuan sendiri. Baru kali ini kita melihat ia berdoa
supaya Tuhan melindunginya.

2D. Kegiatan Yakub (32:13-21)


Walaupun Yakub berdoa, masih nampak sifatnya sebagai orang yang
selalu berusaha dalam kekuatan sendiri. Dia membuat rencana dan
persiapan luar biasa untuk memenangkan Esau.

39
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2C. Pergumulan Yakub dengan Allah (32:22-32)


Dalam kisah ini kita melihat ringkasan dari seluruh hidup Yakub: ia selalu
bergumul untuk mendapat berkat dari Allah. Abraham bersandar dalam iman
dan juga diberkati. Yakub tidak bisa bersandar, selalu harus memakai akal dan
kekuatannya sendiri. Yang mengherankan kita ialah bahwa Yakub menang.
Jelas bahwa Allah, dalam anugerahNya menyerah lebih dahulu.

Tetapi oleh karena Yakub dibuat menjadi pincang lalu meminta berkatNya,
maka ia diberi nama baru (Israel, yang artinya "ia bertekun bergumul dengan
Allah) dan diberkati (bdgk. Hos. 12:3-5).

3C. Esau senang menerima Yakub kembali (33:1-20)


Akhirnya, doa Yakub yang berhasil. Semua usaha Yakub untuk mendamaikan
amarah Esau percuma. Allah telah bekerja mengubahkan hati Esau terhadap
Yakub. Rupanya Yakub tidak pernah belajar bahwa lebih baik berharap
kepada Tuhan dari pada berusaha sendiri.

5A. Yakub dan Keluarganya (34:1-35:29)


1B. Yakub di Sikhem (34:1-31)
Dalam pasal 34 Dina, anak perempuan Yakub dan Lea (30:21), menjadi pusat
ceritanya. Sikhem, anak raja dari bangsa Hewi, mengambil Dina sebagai isterinya.
Sikhem rupanya sungguh mencintai Dina, tetapi kelakuannya terhadap dia menghina
Dina dan semua keluarga Yakub.

Dalam konteks kitab Kejadian, kita melihat bahwa ada bahaya yang lebih besar
dalam perkara ini, yaitu bahwa keturunan perjanjian, yaitu anak-anak Yakub, akan
menjadi "satu bangsa" (ayat 16, 22) dengan orang Kanaan. Tanda sunat telah diberi
untuk menguduskan keturunan Abraham supaya menjadi tetap lain daripada bangsa-
bangsa Kanaan. Tetapi anak-anak Yakub memakai sunat untuk menggabungkan dan
menjadi satu dengan bangsa Kanaan. Dan tanda sunat, tanda perjanjian, dipakai
sebagai alat penipuan, bukan sebagai tanda kepercayaan mereka kepada TUHAN.

Jelas bahwa rencana ini bertentangan dengan rencana Allah (Kej. 24:3; 28:1).

Dua anak Yakub, Lewi dan Simeon, mengikuti teladan ayahnya. Mereka tidak lari
kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan bergerak mengatasi halangan ini sesuai
dengan rencanaNya. Melainkan mereka bergiat menurut kelicikan dan kepandaian
sendiri. Mereka menipu Sikhem dan membunuh dia dan semua orang dalam kotanya.
Hasilnya ialah nama yang busuk di antara orang Kanaan.

Melalui kisah ini kita melihat bahwa rencana Tuhan akan terus ber-jalan. Tetapi
keluarga Yakub masih berusaha melakukan rencana Tuhan dengan cara mereka yang
bertentangan dengan cara Allah. Walaupun rencana Tuhan tercapai, dua anak Yakub
masih menerima akibat kelakuannya yang jahat (lihat Kej. 49:5-7).

2B. Yakub kembali ke Betel (35:1-15)


Allah menyatakan dirinya sekali lagi kepada Yakub di Betel. Yakub dan
rombongannya menguduskan dirinya kepada Allah, dan Allah mengulangi
perjanjianNya kepada Yakub.

40
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

3B. Rahel dan Ishak Meninggal (35:16-29)


Ruben anak yang sulung, telah berdosa karena tidur dengan Bilha, gundik ayahnya
(35:22). Dengan ini, anak pertama, kedua dan ketiga dari Yakub sudah bertengkar
dengan ayahnya. Anak yang keempat ialah Yehuda (35: 23), yang menjadi jalur
perjanjian Mesias.

6A. Keturunan Esau (Kej. 36:1-43).


Perhatikan bahwa Esau, seperti Ismael, mendapat keturunan yang menjadi bangsa yang
besar, yaitu Edom. Perjanjian Allah kepada Abraham bahwa ia akan menjadi bapa dari
banyak bangsa digenapi juga dalam Esau. Tetapi keturunan Esau bukan keturunan
perjanjian khusus. Sebab itu, Esau pindah ke daerah Seir (ayat 7-8), dan Yakub tetap di
dalam tanah perjanjian.

Yusuf1
Kejadian 37:1-45:28

Persoalan-persoalan Seorang Pemimpi (37:1-36)

Yusuf dilahirkan dalam keluarga Yakub yang sangat kacau. Saudara-saudaranya sangat
dipengaruhi oleh dunia ini dan tidak menyatakan keinginan untuk hidup bagi Allah. Tetapi
rupanya kebenaran tentang Allah diajar oleh Yakub karena dalam hidup Yusuf kepercayaan dan
ketergantungan kepada Allah dinyatakan.

Yusuf kira-kira berumur enam tahun ketika keluarganya berangkat dari Padan-Aram untuk
kembali ke Kanaan. Pada waktu ia masih muda Yusuf mengalami malapetaka yang pertama
dalam hidupnya, yaitu ibunya meninggal (35:16-20). Ia lebih dikasihi oleh Yakub dari pada
saudara-saudaranya dan Yakub membuat sebuah jubah bagi Yusuf (37:3). Perasaan Yakub
terhadap Yusuf juga diketahui oleh saudara-saudara Yusuf dan mereka sangat iri hati.

Malapetaka yang kedua yang dialami oleh Yusuf diakibatkan oleh kebencian saudara-saudaranya.
Ia dijual menjadi seorang budak. Jangan lupa bahwa Yusuf belum tahu bagaimana riwayat
hidupnya akan berakhir. Bagi dia, ini (malapetaka yang kedua) merupakan titik akhir. Seorang
budak belum tentu hidup lama teristimewa jika tuannya kejam.

Karena perasaan iri hati maka saudara-saudara Yusuf membuangnya. Mereka merasa bahwa
dengan membuang Yusuf maka persoalan-persoalan mereka akan lenyap. Mereka seolah-olah
mengatakan marilah kita menjual dia "dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya
itu" (37:20b). Namun peristiwa itu merupakan permulaan dari persoalan-persoalan mereka.
Perasaan iri hati mereka akan mendatangkan penghinaan yang luar biasa di kemudian hari.

Perhatikanlah ujian-ujian yang dialami oleh Yusuf. Mudah-mudahan ujian-ujian ini dapat
menghibur, menguatkan dan mendorong kita dalam mengikuti Gembala Agung kita lewat
penderitaan dan dukacita apapun yang Ia izinkan kita alami.

1
Kebanyakan bahan mengenai Yusuf, yang khusus "khotbah," diambil dari diktat TORAH oleh
Babak Craig Preston, M.Div.

41
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

1A. Ujian Kemalangan (Nasib Malang - 37:28)


Bagaimana reaksi kita ketika kita mengalami malapetaka besar?
Kita bisa putus asa tetapi sering kali malapetaka dalam hidup kita
mendorong kita lari kepada Tuhan.

Jika Yusuf memandang keadaannya semata-mata dia akan putus asa


tetapi Yusuf bersandar kepada Tuhan. Mungkin juga malapetaka itu
mendorong Yusuf untuk menyerah kepada Tuhan. Saat Yusuf
berada di dalam sumur itu, mungkin sangat berguna baginya. Di situ
ia sendirian dan putus asa maka siap untuk dibentuk oleh Allah.
Jika ada dalam dirinya kesombongan, ambisi pribadi, atau visi
tentang kepentingannya sendiri, keputusasaan yang ia alami dalam
sumur itu akan menghilangkannya.

Maka pengalamannya dalam sumur itu merupakan permulaan dari


kemenangan dalam hidupnya.

Tuhan Allah mengasihi Yusuf, dan mengizinkannya menghadapi pengalaman yang sangat
pahit sebagai bagian dari suatu tujuan yang lebih besar. Dengarlah kesaksian Yusuf
sendiri: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah
mereka-rekakannya untuk kebaikan..." (50:20).

(Perhatikan Kej. 37:31-33: Yakub, yang menipu ayahnya untuk mendapat berkat, sekarang
menuai hasilnya. Ia ditipu oleh anak-anaknya sendiri tentang nasib Yusuf.)

--------------------
Sisipan: Yehuda Dan Tamar (38:1-30)

Mengapa pasal ini terlampir pas di tengah cerita mengenai Yusuf? Yang utama ialah untuk
membandingkan kelakuan Yehuda dan Yusuf. Yehuda memuaskan hawa nafsunya dengan
pelacur. Yusuf tetap hidup kudus walaupun digodai. Melalui pasal 38 kita juga melihat bahwa
Allah tetap menjaga keturunan yang dijanjikan. Yesus lahir dari keturunan anak Tamar dan
Yehuda, yaitu Peres (bdgk. Mat 1:3).
--------------------

2A. Ujian Badani (39:1-23)


Apakah yang anda lakukan ketika menghadapi masalah? Ada dua jalan: menerima atau
melawan. Persoalan pertama yang Yusuf hadapi di Mesir tidak dapat ia ubah--perbudakan
dalam rumah Potifar. Maka kehendak Allah bagi Yusuf pada saat itu adalah untuk
menerima keadaan hina itu dengan kerendahan hati.

Persoalan yang kedua yang dihadapinya ialah bujukan isterinya Potifar untuk tidur dengan
dia. Daya tarik seks merupakan daya pikat atau bujukan yang terkuat bagi seorang laki-
laki. Dikendalikan atau tidaknya menentukan dan menunjukkan sifatnya.

Hingga saat itu Yusuf telah menyatakan suatu kesaksian yang suci dan murni bagi Allah
dan Iblis sekarang berusaha untuk mengakhiri kemuliaan yang Allah terima melalui Yusuf.

1B. Sifat Godaan


1C. Godaan itu rupanya datang dengan tiba-tiba. Tanpa diduga tiba-tiba Yusuf
dibujuk. Pada saat semua jalan baik dan lancar bagi Yusuf tiba-tiba ia dihadapi
dengan masalah yang besar. Ia tidak punya waktu untuk menyiapkan diri untuk
menghadapinya.

42
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2C. Yusuf merupakan barang (bergerak) milik Potifar. Maka Yusuf dapat merasa
sangat tersanjung oleh bujukan itu.

3C. Bujukan itu sangat sulit ditolak karena isterinya membujuknya terus "dari hari
ke hari" (10). Tetapi Yusuf menolak terus juga.

4C. Kesempatan untuk berdosa itu ideal sekali. Pada satu ketika Yusuf masuk
rumahnya Potifar "untuk melakukan pekerjaannya." Kebetulan tidak ada
seorangpun di rumah itu. Pada saat itu ia dibujuk lagi (39:11). Yusuf dapat
berpikir "nanti tidak ada seorangpun yang akan mengetahuinya."

5C. Bujukan itu merupakan kesempatan untuk memperoleh kebaikan hati isterinya
Potifar. Pasti hal tersebut akan menguntungkan baginya. Tetapi ia menolak
keuntungan itu dan berpegang teguh kepada prinsip-prinsip moral yang
berkenan kepada Allah.

2B. Unsur-unsur kemenangan


1C. Yusuf sangat setia kepada Tuhan. Ketika dibujuk ia menjawab "Bagaimanakah
mungkin aku...berbuat dosa terhadap Allah?" (39:9). Yusuf insaf bahwa dosa
selalu melawan Allah.

2C. Meskipun Yusuf hidup di tengah-tengah masyarakat yang jahat, dan yang
asusila, tetapi bagi dia dosa masih menonjol sebagai hal yang sangat ngeri.

3C. Yusuf menang atas bujukan karena ia siap. Rupanya Yusuf hidup bergaul
dengan Allah, maka ia siap menghadapi bujukan yang sangat kuat itu. Kita
juga dapat menang jika kita senantiasa memelihara hubungan kita dengan
Tuhan dan mementingkan dia dalam kegiatan-kegiatan kita setiap hari.

Sungguh indah melihat Yusuf sadar bahwa ia tidak harus berdosa dalam keadaan apa pun.
Kita juga wajib tidak berdosa tetapi kita dapat mempertahankan atau memelihara
kehidupan suci meskipun orang lain berbuat jahat di lingkungan kita. Yang menguasai
Yusuf adalah Dia yang menguasai kita juga. Kitapun dapat menang!

3A. Ujian Jiwa (Pikiran) (40:1-41:36)


Yusuf dapat berpikir, "saya taat kepada bapak tetapi dijual oleh saudaraku. Saya setia
kepada Allah dan tidak menjamah isteri tuanku tetapi sekali lagi saya menderita dan
dianggap seorang penjahat." Justru karena ia setia ia menderita. Hal ini tidak adil dan
benar.

1B. Ingat bahwa Allah menyertai kita. Yusuf tidak dilemparkan ke dalam penjara seolah-
olah dilemparkan ke luar dari hadirat Allah. Dia hidup bergaul dengan Allah dan
dalam berjalan dengan Allah jalan mereka lewat penjara. Allah tetap menyertai dia
dalam penjara. Kalau kita hidup bergaul dengan Allah dan mengutamakan Dia
dalam hidup kita, maka keadaan kita di bumi ini, dan pengalaman-pengalaman yang
kita alami tidak akan begitu berubah karena Allah kita tidak dapat dicabut dari kita.
Kita tidak dapat dipisahkan dari Dia.

2B. Berharap saja kepada Tuhan karena Ia mempunyai rencana tertentu. Karena
keyakinan ini, maka kita dapat mengikuti nasihat dalam I Ptr. 2:19-20. Apakah kita
sungguh percaya Firman ini, "Ia yang memelihara kamu" (I Ptr. 5:7) dan
"pembalasan adalah hakKu" (Ibr. 10:30)? Maka kita dapat hidup tenang dengan

43
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

pengertian bahwa Allah tahu apa yang Dia lakukan dan dengan pengharapan bahwa
kehendakNya akan jadi dan Ia mengerjakan yang baik dalam diri kita.

3B. Yusuf menerima keadaannya dan rela hidup bagi Allah dalam keadaan apa saja.
Peristiwa penjara tidak menghancurkan jiwa Yusuf tetapi membentuk dan
menguatkan karakternya.

Yusuf dapat juga membiarkan pengalamannya membuat jiwanya pahit sekali. Ia bisa
melupakan Tuhan dan membenci manusia dan merasa kasihan pada dirinya. Maka
pikirannya bisa berpusatkan Tuhan atau diri sendiri.

Perhatikanlah bahwa dalam penjarapun Yusuf tetap hidup bagi Allah. Ia setia dalam
pekerjaan yang diberikan kepadanya (39:21-23). Kemudian dua tawanan yang sangat
penting dipercayakan kepadanya untuk dilayani.

4B. Yusuf rela menolong orang lain. Ia tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi ia
memperhatikan orang lain.

Jika kita diuji alangkah baiknya kalau kita berusaha melayani orang lain dan
menolong dan menghibur mereka. Dengan demikian kita tidak akan terlalu
memikirkan kemalangan kita sendiri.

(Jelas bahwa Tuhan memberi hikmat kepada Yusuf untuk mengerti arti mimpi-mimpi itu.
Karena begitu dekat isi dari dua mimpi, arti tidak bisa terdapat dengan akal manusia. Allah yang
membuatnya.)

5B. Yusuf sabar dan bertekun dalam penderitaan.


Pengharapan untuk dibebaskan dari penjara berkobar dalam hati Yusuf tetapi apa
terjadi? Kepala juru minuman itu melupakan Yusuf (40:23). Pelayanan Yusuf itu
tidak dihargai. Yusuf tinggal di penjara dua tahun lamanya setelah kepala juru
minuman itu dibebaskan. Yusuf pasti kecewa sekali, sangat frustrasi tetapi Yusuf
tetap setia dalam keadaan yang hina itu. Satu hal yang sulit sekali ditanggung ketika
kita menderita ialah ketidaktahuan kita akan lamanya kita menderita. Kesabaran dan
iman Yusuf diuji secara luar biasa.

4A. Ujian Kemakmuran (41:41, 42).


Dalam waktu beberapa jam Yusuf diangkat dari penjara yang hina dan dimuliakan oleh
Firaun sendiri dan diberi kedudukan sebagai pimpinan suatu negara yang makmur, luas dan
yang sedang mengalami puncak kemuliaannya.

1B. Karakter Yusuf


Ketika Firaun berkata, "telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar
mimpi engkau dapat mengartikannya", maka jawaban Yusuf bagaimana? Dia tidak
katakan, "Ya, Pak Firaun. Betul juga yang kau dengar. Saya ada bakat di situ."
Karakter Yusuf jauh lebih tinggi dari itu. Yusuf menjawab "bukan sekali-kali aku,
melainkan Allah..." (41:15-16).

2B. Nasihat tentang kemakmuran

Sering kemakmuran membuat manusia keras hati, mementingkan diri sendiri dan
menyeleweng dari Tuhan. Dengarkanlah teguran dan nasihat ini:

44
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

Musa: "Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk


ke negeri yang dijanjikanNya... untuk memberikannya kepadamu
kota-kota yang besar dan baik... rumah-rumah penuh berisi
berbagai-bagai barang baik... dan apabila engkau sudah makan
dan menjadi kenyang maka berhati-hatilah supaya jangan
melupakan Tuhan" (Ul. 6:10-23).

Daud: "Apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya"


(Mzm 62:11b).

Yesus: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam kerajaan


Allah" (Luk 18:24).

Agur: "Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan ... supaya, kalau
aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: siapa Tuhan itu?"
(Ams 30:8-9).

Meskipun Yusuf diberi kedudukan dan harta, dia tahan dalam ujian itu dan tidak
menyangkal Allah.

5A. Ujian Batin (50:15-21)


Tuhan Allah mengizinkan Yusuf untuk menghadapi satu ujian lagi. Yusuf diberi
kesempatan untuk membalas dendam terhadap saudara-saudaranya. Mereka telah
memperlakukan dia dengan kejam maka sekarang Yusuf diberi kuasa dan kesempatan
untuk membalas.

Tetapi karakter Yusuf sudah lama dibentuk oleh Tuhan dan ia tidak jatuh dalam ujian ini
juga. Dia menyerahkan dirinya kepada Tuhan maka sifat Tuhan dinyatakan dalam
hidupnya, yaitu buah Roh. Dia mengampuni dan menunjukkan rahmat kepada saudara-
saudaranya.

Yusuf bukan orang munafik atau berpura-pura ikut Tuhan. Ia asli. Dan ia sungguh
mengampuni saudara-saudaranya. Apakah saudara tahu mengampuni orang lain? Ini
caranya, ikutilah teladan Yusuf.

Yakub Pindah Ke Mesir


Kejadian 46:1-50:26

1A. Keluarga Yakub disatukan Kembali (46:1-34).


1B. Beberapa cicit Yakub yang belum lahir sebelum ia masuk Mesir termasuk dalam
angka tujuh puluh (46:27).

2B. Ada masalah textual mengenai nomor "70" (46:27). Dalam Kis. 7:14b Stefanus
berkata bahwa jumlahnya "75." Stefanus mengikuti Septuaginta di mana ada
tambahan 5 nama pada akhir ayat 20. Di dalam Septuaginta Kel. 1:5 juga berkata
ada "75." Menurut prinsip textual kritis, nomor 75 dalam Septuaginta yang lebih
asli.

45
Carl Reed, M.Th. Kejadian: Garis Besar

2A. Yakub dan Firaun (47:1-31)


Perhatikan bahwa "Yakub memohon berkat bagi Firaun" (47:7, 10). Sesuai dengan
perjanjian kepada Abraham dalam Kej 12:1-3, Yakub adalah jalur berkat kepada orang
lain.

3A. Kedua Anak laki-laki Yusuf diberkati (48:1-22)


Cara Yakub memberikan hak kesulungan kepada Yusuf ialah dengan mengangkat Efraim
dan Manasye menjadi setingkat dengan kakak-kakak Yusuf (ayat 5). Ingatlah bahwa
Ruben telah kehilangan hak kesulungan oleh karena kejahatannya.

Perhatikan bahwa yang bungsu diberkati di atas yang sulung (ayat 17-20).

4A. Pemberkatan dan Kematian Yakub (49:1-33)


Yehuda diutamakan dalam pemberkatan Yakub (10). Walaupun Yusuf diindahkan oleh
Yakub, dan diberkati oleh Tuhan, perjanjian Allah diteruskan melalui Yehuda.

5A. Kematian Yakub dan Yusuf (50:1-26)


Keyakinan akan kesetiaan Allah kepada janjinya dilihat dalam keinginan Yakub dan Yusuf
supaya dikuburkan dalam tanah Kanaan. Yusuf pegang pada Firman Tuhan kepada
Abraham bahwa Tuhan akan membawa keturunannya kembali ke Kanaan (Kej. 15:14).
Selama 400 tahun peti mayat Yusuf merupakan peringatan bahwa nanti Allah akan
membawa Israel ke Tanah Perjanjian. Janji ini digenapi dalam kitab Keluaran.

46
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Pendahuluan

Keluaran: Pendahuluan
1A. Judul
Judul "Keluaran" diambil dari judul kitab ini dalam Septuaginta (LXX), yaitu EXODOS
(Exodos). Dalam Alkitab Ibrani, judul adalah tAmv. hL,aew. Ve`eleh Shemot, yang diambil
dari kata-kata pertama, "Inilah nama...".

2A. Tujuan
Sama dengan kitab Kejadian, Keluaran tertulis kepada bangsa Israel pada waktu mereka
berkumpul di depan gunung Sinai. Kitab ini tertulis sebab (1) Allah menyuruh Musa
menulis isi perjanjian Sinai, dan (2) supaya bangsa Israel ingat semua perkara yang ajaib
yang Allah lakukan untuk membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir.

3A. Pokok Utama


Perjanjian dibuat di antara TUHAN Allah dan bangsa Israel di gunung Sinai.

4A. Tema-tema Teologia


1B. Allah membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir.

2B. Allah menyatakan diriNya kepada mereka melalui perjanjian, hukum-hukum, dan
Kemah Suci.

5A. Tanggal "Pembebasan"


Kapan terjadi Pembebasan bangsa Israel dari Mesir? Menurut I Raja-Raja 6:1 adalah 480
tahun di antara Israel keluar dari Mesir sampai pada tahun keempat sesudah Salomo
menjadi raja atas Israel (= 967 S.M.).

Jadi tanggal Pembebasan adalah 1446 S.M.

6A. Garis Besar

1A. Pembebasan yang Ilahi (1:1-18:27)


1B. Perbudakan di Mesir (1:1-12:51)
2B. Perjalanan ke Gunung Sinai (13:1-18:27)
2A. Ajaran dan Sikap Moral Ilahi (19:1-24:18)
1B. Pendahuluan untuk Perjanjian Sinai (19:1-8)
2B. TUHAN turun atas gunung Sinai (19:9-25)
3B. Kesepuluh Firman (20:1-17)
4B. Reaksi Bangsa Israel (20:18-21)
5B. Kitab Perjanjian (20:22-23:33)
6B. Upacara Pengikatan Perjanjian antara TUHAN dengan bangsa Israel
(24:1-18)
3A. Ibadah yang Ilahi (25:1-40:38)
1B. Petunjuk Untuk Membangun (25:1-31:18)
2B. Kemurtadan dan Pembaharuan Perjanjian (32:1-34:35)
3B. Pembangunan Kemah Suci dan Perabot-Perabotnya (35:1-40:38)
_____________________
(Kebanyakan bahan dalam bagian Eksposis Kitab Keluaran, khususnya Kel 1-18, dan 25-40,
diambil langsung dari diktat Craig Preston.)

47
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Perbudakan Di Mesir
Keluaran 1:1-12:51

1A. Tahun-tahun tindasan (1:1-22)


1B. Keluarga Yakub (1:1-7) bertambah banyak (lihat ayat 20).
Allah memberkati Israel sehingga mereka "sangat berlipat ganda" (bdgk. 1:20b).

Ungkapan-ungkapan dalam ayat 7 mengingatkan akan Kej. 1:28. Jumlah umat Israel
kira-kira dua setengah juta, jika 603.550 (Bil. 1:46) merupakan 1/4 dari jumlah orang
Israel, pada saat mereka ke luar dari Mesir. (Bdgk. dengan Perjanjian kepada
Abraham dalam Kej. 15:5; 22:7.)

2B. "Bangkitlah seorang raja baru" (1:8)


Pada tahun 1730 S.M. Mesir diserbu oleh orang Hyksos. Mereka adalah bangsa
keturunan Sem. Mesir dikuasai mereka dari tahun 1730 hingga tahun 1570 S.M.,
yaitu selama 160 tahun. Banyak di antaranya adalah orang Amori. Mereka tidak
disinggung dalam Alkitab tetapi ada penafsir yang berkata bahwa mungkin raja
mereka adalah raja "yang tidak mengenal Yusuf." Mungkin antara ayat 12-13 Hyksos
diusir dari Mesir.

3B. Bidan-bidan (1:17)


Lebih baik menganggap dua bidan ini sebagai kepala seksi bidan. Dua bidan tidak
cukup melayani kaum Israel. Bidan-bidan itu lebih rela mentaati Allah dari pada
manusia (bdgk. KPR 4:19; 5:29).

Apakah Allah menyetujui kebohongan mereka (19)? Allah memberkati mereka


karena tindakan mereka, karena mereka takut akan Dia, bukan karena kebohongan.

2A. Kelahiran seorang penyelamat (2:1-25)


1B. Kelahiran dan pendidikan Musa (2:1-10)
Siapakah "putri Firaun?" Mungkin Hat-shepsut anak putri Thutmose I. Musa
diangkat menjadi anaknya dan dididik "dalam segala hikmat orang Mesir" (KPR 7:2).
Dalam setiap peristiwa kita melihat kedaulatan Allah yang menjalankan rencanaNya
bagi keturunan Abraham. Antara ayat 10 dan 11 ada selang waktu kira-kira 40 tahun.

2B. Pengungsi di Midian (2:11-25)


1C. Pada waktu Musa berumur 40 tahun ia mengambil keputusan yang berat.
Bacalah Ibr. 11:25-26.

2C. Suatu peristiwa (12) yang menentukan pemilihannya.

3C. Firaun mendengar (15) dan berusaha membunuh Musa. Kemungkinan besar
Firaun itu ialah Thutmose III. Firaun mau membunuh Musa bukan saja karena
ia telah membunuh seorang Mesir, tetapi karena ia mulai bertindak membela
bangsa Ibrani. Kemudian Musa melarikan diri ke Midian dan tinggal bersama
seorang imam yang bernama Yitro (Rehuel).

48
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

4C. Midian adalah anak Abraham dari Keturah maka mungkin Yitro masih
menyembah Allah yang hidup.

5C. Setelah 40 tahun (KPR 7:30) raja mati.

Pada saat itu Allah siap bertindak bagi Israel.

3A. Musa diutus Tuhan (3:1-4:17).


1B. Amanat agung bagi Musa (3:1-10)
1C. Siapakah Malaikat Yahweh itu? (3:2)
(Malaikat Yahweh adalah TUHAN sendiri.)

2C. Mengapa tanah itu kudus? (3:5)


(Tanah itu kudus karena TUHAN ada.)

3C. Pelajaran-pelajaran bagi kita


1D. Allah suci - tidak ada yang seperti Dia.
Ia jauh lebih tinggi dari ciptaanNya
(Yes. 40:21-26)
2D. Allah aktif dalam dunia ini (6)
3D. Ia sadar akan kebutuhan umatNya (7)
4D. Ia bertindak bagi umatNya (8)

"Aku telah turun" merupakan idiom yang berarti bahwa Ia akan campur
tangan dalam perkara mereka.

2B. Keberatan-keberatan Musa (3:11-4:17)


Musa tidak rela untuk menerima amanat itu. Rupanya dulu ia merasa siap dipakai
oleh Tuhan (bdgk. KPR 7:25) tetapi pada saat ini ia jauh lebih rendah hati dan
merasa dirinya tidak mampu.

1C. "Siapakah aku ini" (11)?


Musa merasa dirinya kurang mampu. Musa tidak yakin akan kesanggupannya
untuk menghadap Firaun dan membebaskan Israel. Dia meragukan hikmat
Allah dalam memilihnya. Allah tidak membantah dengan berkata bahwa Musa
sanggup. Allah menjawab keberatan itu dengan dua janji:
1D. "Aku akan menyertai engkau" (12)
2D. Aku akan memberi satu tanda, yaitu "Kamu akan beribadah kepada Allah
di gunung ini."
Kata untuk beribadah (melayani) adalah sama dengan kata budak. Israel
telah menjadi budak orang Mesir tetapi sekarang akan dibebaskan untuk
menjadi budak Allah, untuk melayaniNya.

2C. "Siapakah engkau (13)?"


Musa merasa bahwa orang Israel tidak akan yakin bahwa ia diutus oleh Allah.
Jawaban Allah:
1D. Jawaban yang harus ia pakai ialah "`Akulah Aku' telah mengutus aku
kepadamu" (14). 'Ehyeh (Akulah Aku) merupakan permainan kata
dalam bahasa Ibrani dengan nama Yahweh. Nama Yahweh menunjuk
kepada:
1E. Sifat Allah, yaitu Ia ada karena Ia ada

49
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

2E. HubunganNya dengan umatNya

2D. Jawaban Allah yang kedua kepada Musa terdapat dalam ayat 15. Allah
telah menunjukkan sifatNya pada masa yang lampau kepada nenek
moyang mereka dan itu tetap sifatnya pada zaman Musa juga.

3C. "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku" (4:1)?


Tuhan sabar dengan keberatan-keberatan Musa. Kekuatirannya bahwa orang
Israel tidak akan percaya masuk akal. Sudah 400 tahun lebih Allah tidak
menampakkan diriNya kepada mereka maka Allah memberi Musa tiga tanda:
1D. Tongkatnya menjadi ular (2-5)
2D. Tangannya kena kusta (6-7)
3D. Air dari Sungai Nil menjadi darah (9). Bagi orang Mesir Sungai Nil
merupakan sumber hidup maka ini merupakan tanda bahwa Allah telah
memberi Musa kuasa untuk mengalahkan orang Mesir.

4C. "Aku tidak pandai bicara" (10)

5C. "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus" (13).
Musa, secara halus, mengatakan bahwa dia tidak mau pergi. Sebelum ini,
semua alasan Musa bisa dimengerti sebagai kelemahan iman dan tidak percaya
diri. Tetapi dengan perkataan ini, Musa menunjukkan ketidaktaatan, dan reaksi
Tuhan adalah kemarahan.

4A. Suatu tantangan dan suatu krisis (4:18-5:23)


Musa bebas kembali ke Mesir (4:18). Semua orang yang hendak membunuhnya telah mati,
termasuk Thutmose III.

1B. Tuhan berjanji mengeraskan hati Firaun (4:21).

--------------------
Apakah Adil Tuhan Mengeraskan Hati Firaun?
Pernyataan ini menimbulkan beberapa pertanyaan. Apakah Allah salah dalam mengeraskan hati
Firaun? Apakah adil kalau hatinya dikeraskan?

Masalah ini tidak mudah dipecahkan dan mungkin pada akhirnya kita harus mengaku bahwa hal
ini masih kurang jelas bagi kita. Bagaimanapun juga kita dapat memeriksa fakta-fakta yang nyata
dan berusaha untuk mengerti tindakan Allah.

1. Kita tahu dengan pasti bahwa Allah adil dan tidak pernah melakukan sesuatupun yang jahat
atau yang kurang adil.

2. Kita tahu bahwa Allah mengeraskan hati Firaun. Hal ini dijelaskan 10 kali (4:21; 7:3; 9:12;
10:1, 20, 27; 11:10; 1:4, 8, 17). Tetapi dalam 4:21, dan 7:3 Allah memberitahukan bahwa
dia akan mengeraskan hati Firaun. Jadi Allah tidak mengeraskan hati Firaun sebelum
Firaun sendiri membuktikan bahwa hatinya telah keras.

3. Kita tahu bahwa Firaun mengeraskan hatinya sendiri. Hal ini dijelaskan 10 kali juga ( 7:13,
14, 22; 8:15, 19, 32; 9:7, 34, 35; 13:15). Dalam 9:3 dikatakan bahwa ia berdosa dengan
mengeraskan hatinya. Khususnya, Firaun yang mengeraskan hatinya sesudah tanda yang
pertama dan pada tulah yang pertama sampai kelima.

50
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

4. Kita tidak tahu caranya Allah mengeraskan hatinya.

5. Tuhan mau supaya semua orang bertobat (Yeh. 33:11; I Tim 2:4; II Ptr. 3:9) tetapi
pertobatan juga merupakan kasih karunia dari Tuhan (KPR 5:31; 11:18; II Tim. 2:25).

6. Tuhan berhak menjatuhkan hukuman atas orang berdosa kapan saja.

7. Rasul Paulus memakai peristiwa ini sebagai contoh akan kehendak Allah yang sulit
dimengerti dan juga rahmatNya kepada manusia.

8. Kesucian Allah dinyatakan dengan menjatuhkan hukuman atas orang berdosa.

--------------------

2B. "TUHAN ... berikhtiar untuk membunuhnya (Musa)" (4:24-26).


Karena penjelasan perkara ini singkat sekali, sulit untuk mengerti semua yang terjadi.
Kita harus cari arti dari konteks. Ayat 22-24 menjelaskan bahwa Israel adalah anak
yang sulung dari Yahweh, dan Firaun akan kehilangan anak yang sulungnya kalau
tidak melepaskan Israel. Dalam ayat-ayat kemudian, Musa diselamatkan pada saat
anak Musa (mungkin yang sulung) disunat.

Tafsiran semua ini ialah bahwa Musa selama ini tidak mentaati perintah Tuhan
kepada Abraham mengenai sunat (Kej. 17), rupanya karena isterinya tidak setuju
(Bdgk. ayat 25). Jadi sebelum Tuhan bisa memakai Musa untuk menyelamatkan
"anak sulungNya," yaitu Israel, Musa sendiri harus diajar mentaati perintah Allah
mengenai anaknya sendiri.

(Bdgk. I Kor. 11:29-32, di mana orang-orang Kristen di Korintus jatuh sakit dan
meninggal karena tidak menguji dirinya sendiri.)

3B. Musa dan Harun menghadap ketua-ketua Israel (4:27-31).


Pertama-tama Musa bertemu dengan Harun (27-28). Kemudian mereka berdua
bertemu dengan tua-tua Israel (29). Setelah tanda-tanda ajaib disaksikan oleh tua-tua
tersebut, maka percayalah mereka bahwa Allah mengutus Musa.

4B. Musa menghadap Firaun (5:1-6)


Setelah Musa dan Harun diterima sebagai wakil bangsa Israel maka mereka
menghadap Firaun untuk minta izin mempersembahkan korban di padang gurun.
Memang jawaban Firaun negatif dan ia bertanya, "Siapakah Yahweh itu?" (2).
Mungkin juga Firaun telah mendengar akan nama Yahweh tetapi ia menolak untuk
mengakui Allah Israel.

5B. Akibatnya (5:7-23)


1C. Jerami tidak lagi disiapkan oleh pemerintah (7), tetapi jatah batu bata tetap
sama (8 bdgk. 18).
2C. Musa ditegur oleh para mandur (20-21)
1D. Pengawas rodi (1:11) adalah orang Mesir
2D. Pengerah-pengerah (5:6, 10, 13) adalah orang Mesir
3D. Mandur-mandur (5:14-15) adalah orang Israel
3C. Musa kembali menghadap Tuhan (22-23)

51
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

5A. Penghiburan dari Allah (6:1-30)

--------------------
Mengapa TUHAN berkata bahwa Abraham tidak mengenal-Nya
sebagai Yahweh, pada hal nama Yahweh sering dipakai dalam kisah
Abraham?
Dalam Kel 6: 1b-2, Tuhan berkata: "Akulah TUHAN [Yahweh]. Aku telah menampakkan diri
kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa [El-Shadai], tetapi dengan
nama-Ku TUHAN aku belum menyatakan diri."

Kesulitan adalah bahwa Allah lebih sering memakai nama Yahweh dengan Abraham dari pada
El-Shadai (Kej. 12:1,4,7, dll.). Para libral memakai ayat ini sebagai bukti bahwa Kejadian dan
Keluaran ditulis oleh orang-orang yang berbeda, dari sumber-sumber yang berbeda. Tetapi
masalah ini tidak rumit, kalau kita mengerti nama-nama Allah diberikan untuk menjelaskan ciri-
ciri Allah. Untuk "menampakkan diri" berarti menjelaskan sifat-sifat Allah yang berkaitan
dengan nama tersebut. Abraham, Ishak dan Yakub telah melihat dan mengerti Allah sebagai El-
Shadai (Allah Yang Mahakuasa), yang mampu melakukan yang mustahil (Kej. 17). Dan mereka
telah mengetahui nama Yahweh, tetapi Allah belum menjelaskan artinya, karena arti sangat
terkait dengan Perjanjian Sinai, dan hubungannya pribadi dengan bangsa Israel. Jadi pada waktu
pembebasan, Allah baru menampakkan diri sebagai Yahweh.
--------------------

6A. Sungai berdarah (7:1-25)


1B. Musa menghadap Firaun kedua kalinya dan menunjukkan tanda ajaib (7:8-13).
Lebih dahulu Tuhan Allah menunjukkan bahwa Israel tidak akan langsung
dibebaskan (7:3)

Tongkat Harun menjadi ular (10) dan kemudian tongkat-tongkat para ahli sihir juga
menjadi ular, lalu ditelan oleh tongkat Harun.

2B. Sasaran tulah-tulah


Orang Mesir adalah bangsa yang mungkin paling politieis pada zaman purbakala.
Tidak pasti berapa allah yang disembah mereka, tetapi kira-kira 80.

Mungkin semua tulah ini berhubungan dengan allah-allah mereka. Jelas bahwa satu
tulah diarahkan kepada "semua" allah Mesir (12:12).

3B. Struktur tulah-tulah.


Kalau menyelidiki 10 tulah kita lihat bahwa tulah 1 s/d 9 bisa dikelompokkan
menurut:

1C. Apa yang terjadi sebelum tulah itu:


1D. Dalam tulah 1, 4, dan 7 Musa dan Harun menghadapi Firaun pada pagi di
tepi sungai Nil (7:15; 8:20; 9:13).
2D. Dalam tulah 2, 5, dan 8 Musa dan Harun menghadapi Firaun di istananya
(8:1; 9:1; 10:1).
3D. Dalam tulah 3, 6 dan 9 Musa dan Harun tidak memberitahukan Firaun
dulu (8:16; 9:8; 10:21).

52
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

2C. Peningkatan dalam kekerasan tulah-tulah itu.


1D. Tulah 1 s/d 3 hanya "menggangu." Tidak ada harta benda yang
dihancurkan atau orang yang dimatikan.
2D. Tulah 4 s/d 6 menghancurkan harta benda orang Mesir.
3D. Tulah 7 s/d 9 makin keras lagi, ada kematian akibat tulah itu.

3C. Tujuan Allah dalam tulah-tulah itu:


1D. Tulah 1-3 dijatuhkan supaya Firaun akan ketahui "bahwa Akulah
TUHAN." (7:17, 8:10)

Selama ini Firaun hanya mengenal dewa-dewanya sendiri. Tetapi


melalui tulah 1 sampai 3 ia diajar tentang Yahweh.

Perhatikanlah dalam 8:19 bahwa para ahli Firaun sudah sadar bahwa
Yahweh adalah Allah. Mereka kenal siapa Dia.

2D. Tulah 4-6 dijatuhkan supaya Firaun mengetahui "bahwa Aku, TUHAN,
ada di negeri ini" (8:22).

Firaun sudah mengetahui bahwa Yahweh adalah salah satu allah.


Sekarang ia dididik bahwa Yahweh ada di Mesir.

3D. Tulah 7-9 dijatuhkan supaya Firaun mengerti "bahwa tidak ada yang
seperti Aku di seluruh bumi" (9:14).

Tidak cukup untuk Firaun mengerti siapa Yahweh dan bahwa Yahweh
sudah ada di Mesir. Dia harus menyadari bahwa tidak ada dewa di Mesir
yang mampu membuat apa-apa dihadapan Dia.

Melalui 10 tulah ini bukan Mesir saja, tetapi seluruh timur tengah zaman itu
diajar bahwa tidak ada Allah seperti Yahweh.

4B. Hasil atau akibat tulah-tulah


1C. Menunjukkan bahwa Firaun tidak mampu melawan Allah yang hidup.
2C. Menunjukkan bahwa penyembahan berhala sungguh merupakan kebodohan.
3C. Menunjukkan bahwa Allah sanggup memelihara umatnya dan memenuhi
segala keperluannya.
4C. Tidak ada seperti Allah Israel. Keunikan Allah nyata.
5C. Jelas bahwa perbuatan ajaib tidak selalu menolong iman yang lemah atau
membuat orang jadi percaya.

5B. Tulah pertama: air menjadi darah (7:14-25).


Banyak allah orang Mesir berhubungan dengan Sungai
Nil. Ada ikan yang disenangi dan dipelihara oleh
dewa-dewa Mesir. Tetapi sekarang di manakah kuasa
mereka? Sepertinya dewa-dewa itu dihina oleh Allah
Israel. TETAPI ahli-ahli Mesir juga membuat
demikian (22) dan Firaun berkeras hati. Tulah itu
berjalan tujuh hari lamanya (25).

7A. Tangan Allah (8:1-32)


1B. Tulah kedua: katak menyerbu Mesir (8:1-7).
Bagi orang Mesir, katak juga merupakan dewa. Katak

53
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

adalah salah satu binatang yang dianggap keramat dan tidak boleh dibunuh. Sering orang yang
membunuh katak dihukum mati meskipun dengan tidak sengaja.

Ahli Mesir juga berbuat sama (7). Tetapi perhatikan sekali lagi bahwa mereka tidak
dapat menghilangkan tulah itu. Firaun yang kelahirannya dianggap peristiwa ilahi (ia
salah satu dewa) tidak dapat berbuat apa-apa.

Kenyataan bahwa ia memanggil Musa dan Harun dan bukan ahli-ahli sihir pada
waktu-waktu yang krisis menunjukkan kenyataan mengenai dewa-dewa Mesir. Kuasa
mereka sangat terbatas. Mereka tidak dapat melawan Allah yang hidup.

2B. Kemudian Firaun mencari pembebasan dan mendapatnya (8:8-15)


Dengan frustrasi dan kerendahan hati sedikit Firaun memanggil Musa dan Harun (8).
Ia berjanji mengizinkan mereka pergi untuk mempersembahkan korban.
Perkataannya menunjukkan bahwa pandangannya secara teologia telah berubah
sedikit. Sekarang ia:
1C. Mengaku TUHAN adalah dewa.
2C. Mengaku hanya TUHAN bisa menjauhkan katak-katak.
Bacalah ayat 9-10. Perhatikanlah tantangan untuk memilih waktunya. Tujuan:
supaya Firaun tahu bahwa tidak ada seperti Allah Israel.

3B. Tulah yang ketiga: kutu atau agas (8:16-19).


Tidak jelas dewa mana yang diserang oleh tulah ini. Mungkin terhadap imam-imam.
Mereka harus selalu suci atau bersih. Mereka disunat, semua rambutnya dicukur dan
sering mandi. Agas akan menodai tubuh mereka (kehalusannya). Para imam berkuasa
di Mesir dalam bidang agama dan politik.

4B. Kuasa Iblis dibatasi oleh Allah (8:18-19)


Kuasa Iblis dibatasi oleh Allah pada saat ini sehingga ahli-ahli sihir tidak sanggup
menirukan tanda ajaib itu. Mereka sadar bahwa ini tidak lain dari tangan Allah.
Meskipun demikian Firaun tetap berkeras hati.

Waktunya yang lewat antara tulah ketiga dan tulah keempat tidak dijelaskan.

5B. Tulah yang keempat: lalat pikat (8:20-32).

Tulah ini didahului oleh peringatan di tepi Sungai Nil (20-21). Sebenarnya kata lalat
pikat tidak terdapat dalam teks bahasa Ibrani. Kata untuk tulah ini ialah kata arob
(5:21). Kata ini berarti "kawanan" seperti "sekawanan lebah". Tidak jelas sekawan
apa yang dimaksudkan tetapi mungkin juga sekawanan lalat pikat. Para penterjemah
terjemahan Septuaginta (LXX) tinggal di Mesir dan mereka menterjemahkan kata ini
dengan kata "lalat pikat".

Allah mengadakan perbedaan antara umatNya dan bangsa Mesir (22-23). Maka jelas
bahwa Allah Israel yang mendatangkan tulah-tulah itu. Tujuan tulah ini ialah
mempermalukan Firaun.

Kompromi pertama (25): Firaun tidak mau kalah seratus persen maka ia berusaha
mengadakan kompromi dengan Musa. Israel diizinkan menyembah Allah di Mesir.
Kompromi itu ditolak oleh Musa.

Apakah kekejian itu dalam ayat 26? Ada kemungkinan bahwa persembahan domba-
domba dimaksudkan. Lihat Kej. 46:33-34.

54
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Kompromi kedua (28): Kamu boleh pergi tetapi tidak jauh. Rupanya Musa
menerimanya karena mereka diizinkan pergi meskipun dengan syarat "tetapi tidak
jauh".

Firaun sadar bahwa ahli-ahli sihir tidak mampu menyelamatkan Mesir dari
malapetaka ini. Terpaksa ia memohon bantuan dari Allah Israel (akhir ayat 28).

Firaun ganti pikiran lagi, yaitu mengeraskan hatinya sendiri (30-32).

8A. Ketika dewa-dewa berdiam diri (9:1-10:29)


1B. Tulah kelima: penyakit sampar (9:1-7).
1C. Allah membuat perbedaan antara ternak Israel dan ternak Mesir (4). Tulah ini
sungguh ajaib karena:
1D. Perbedaan itu.
2D. Tuhan menentukan waktunya (5).

2C. Segala ternak orang Mesir itu mati (6). Bdgk. ayat 19. Bagaimana mungkin?
Dikatakan "yang ada di padang" (3). Rupanya yang ada di kandang tidak mati.
Perhatikanlah semua jenis binatang yang mati.

3C. Tulah ini memukul mereka secara ekonomi dan mungkin juga secara rohani.
Banyak sapi jantan dan betina dianggap keramat.
1D. Sapi jantan Apis
Sapi jantan ini merupakan binatang keramat kepunyaan dewa Ptah.
Hanya ada satu. Jika ia mati, sapi lain dipilih menggantinya.

2D. Hanthor: dewi cinta, kecantikan, dan sukacita yang diwujudkan sebagai
sapi betina.

3D. Mnevis: sapi jantan keramat di kota Heliopolis yang berhubung dengan
dewa Re.

2B. Tulah yang keenam (9:8-12): barah atau puru (T.L.)


Jelaga dihamburkan ke udara maka terjadilah barah puru. Orang Mesir frustrasi
karena ketidaksanggupan allah-allah mereka. Allah Israel berdaulat dan lebih unggul
dari semua allah manusia.

Barah memecah pada manusia dan binatang (10-11) sehingga ahli-ahli Mesir tidak
sanggup berdiri di depan Musa. Pengaruh ahli-ahli ini kuat sekali.

"Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun" (Kel. :21; 7:3, 13; 9:35; 10:1, 20, 27; 14:4,
8).

Ayat-ayat lain menjelaskan kegiatan Allah dalam mengeraskan hati manusia: II Sam.
17:14; I Raj. 12:15; Ul. 2:30; Yos. 11:20.

3B. Tulah yang ketujuh: hujan es dan api (9:13-35).


1C. Dua tujuan untuk tulah ini:
1D. Menunjukkan bahwa Allah Israel unik [tidak ada seperti dia (14)]
2D. Supaya nama Allah dimasyurkan di seluruh bumi (16)

2C. Negara Mesir tidak dapat menyembunyikan kabar mengenai tulah-tulah (Kel.
15:14-16; Yos. 9:9; I Sam. 4:8; 6:6).

55
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

3C. Kairo mendapat kira-kira 5 cm. hujan setiap tahun. Di sebelah selatan Kairo,
hujan jarang sekali. Maka ini merupakan peristiwa yang luar biasa. Tetapi
Tuhan melindungi orang Israel karena di Gosyen tidak ada hujan es.

4C. Rupanya tulah ini terjadi pada akhir bulan Januari atau permulaan bulan
Februari karena itu musim jelai berbulir dan rami berbunga (31).

5C. Reaksi Firaun (9:27 dst)


Ahli-ahli Mesir tidak disinggung. Sudah jelas bagi Firaun bahwa hanya Musa
dan Harun memegang kunci untuk memutuskan persoalan ini. Pandangan
Firaun secara rohani sudah banyak berkembang. Alat-alat peraga dari Tuhan
mengakibatkan hasil positif yang berikut ini. Ada tiga pengakuan:
1D. Ia mengaku dosanya (27)
2D. Yahweh itu benar - lihat 5:2 di mana Firaun tidak mengaku Yahweh.
3D. Ia serta rakyatnya yang jahat (27b)

Ia tidak sungguh-sungguh (30). Pengakuannya hanya reaksi terhadap keadaan


yang mendesak. Sepertinya ia terpaksa.

6C. Nut adalah dewa angkasa. Isis dan Set adalah dewa-dewa berhubung dengan
pertanian. Kehilangan hasil pertanian sangat berat bagi rakyat Mesir.

4B. Tulah yang kedelapan: belalang (10:1-20).


1C. Hati Firaun dikeraskan supaya:
1D. Allah dapat mengadakan tanda-tanda mujizat (1)
2D. Dengan menceritakan mujizat-mujizat itu Israel selalu akan sadar bahwa
TUHAN (Yahwah) adalah Allah.

2C. Penjelasan mengenai belalang.

3C. Firaun melawan Musa.


1D. Ditegur oleh hamba-hambanya (7)
Hamba-hamba Firaun sadar akan hikmat raja-dewa mereka tetapi
sekarang mulai meragukannya melihat reaksinya kepada Musa. Mereka
menganggap kurang tepat keputusan Firaun. Mungkin para pegawai
Firaun sadar bahwa Allah Israel itu sungguh ada dan berkuasa tapi Ia
cuma satu di antara banyak.

2D. Kompromi ketiga


Firaun ingin menjaga gengsinya maka ia menawarkan kompromi yang
ketiga: hanya laki-laki dewasa boleh pergi (11).

Maksudnya dengan laki-laki ialah yang sudah dewasa (10-11)

Kompromi ini juga ditolak sebelumnya (lihat ayat 9).

4C. Tulah itu (14).


Kehebatannya dijelaskan. Tulah ini tidak ada bandingnya sebelum atau
sesudahnya. Tanah itu gelap (15). Bdgk. Yoel 2:3 (menjelaskan akibat
belalang).

56
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

5C. Reaksi Firaun


Firaun segera sadar bahwa ia menghadapi keadaan darurat - "maka segeralah
Firaun memanggil Musa dan Harun" (16). Pada saat itu ada 4 hal yang
diucapkannya:
1D. Aku berdosa terhadap Allah
2D. Aku berdosa terhadap kamu
3D. Ampunilah aku
4D. Berdoalah

Memang pengakuan dan permohonannya tidak berasal dari lubuk hatinya; dia
hanya cari jalan keluar dari malapetaka yang dahsyat itu. Mesir sangat
menderita dan mengalami kelaparan.

Lalu Musa berdoa (18). Ia sabar menunggu rencana Allah, suatu proses yang
makan cukup banyak waktu.

5B. Tulah yang kesembilan: gelap gulita (10:21-29).


1C. Sifat tulah gelap gulita
1D. Dapat diraba (21)
2D. Berlangsung tiga hari lamanya
3D. Ada terang di tempat kediaman orang Israel.

Tulah ini tidak dapat kami jelaskan.

2C. Tulah ini dipandang dari sudut agama Mesir


1D. Dewa Ra, dewa matahari yang kalah
2D. Aneh! Pada zaman orang Mesir sangat kuat, mereka dipaksa tunduk
kepada Allah dan kepada budak-budak mereka. Mereka yang
menganiaya Israel sekarang dianiaya, dihina dan dipermalukan oleh
Allah Israel.

3C. Kompromi keempat (24-29)


Israel boleh pergi. Anak-anak juga boleh pergi. Cuma ternaknya yang harus
ditinggalkan. Kompromi ini pun tidak diterima (25-26). Firaun katakan
"Jangan lihat mukaku lagi!" (28-29) dan Musa sangat setuju.

9A. Ketetapan untuk selamanya (11:1-12:51)


1B. Penjelasan (11:1-3)
Informasi dalam ayat 1-3 disampaikan kepada Musa sebelum ia menghadap Firaun.
Mungkin pada waktu gelap gulita menutupi Mesir. Semua orang Israel disuruh minta
harta kepada orang Mesir dan akan diberikan apa yang diminta itu. Tuhan membuat
mereka bermurah hati dan Musa sangat terpandang di antara orang Mesir.

2B. Khotbah Musa kepada Firaun (11:4-8)


Keluaran 10:29 harus disambung dengan 11:4-8. Tulah terakhir akan dijalankan atas
Mesir kira-kira jam 12 malam. Semua anak sulung dari Firaun sampai dengan
binatang-binatang akan mati (5) dan masyarakat Mesir akan sangat menangis (6).
Tidak ada yang akan menghalangi keberangkatan orang Israel (7) dan semua pegawai
Firaun akan sujud kepada Musa (8).

57
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

3B. Domba Paskah (12:1-14)


1C. Tuhan akan menyiapkan penebusan dengan anak domba atau kambing.

2C. Anak domba diambil pada hari kesepuluh bulan pertama (3).

3C. Anak domba berumur satu tahun (5).

4C. Anak domba disimpan empat hari lamanya (6)

5C. Anak domba dibunuh pada waktu senja

6C. Darahnya dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas. Domba itu
melambangkan kematian Tuhan Yesus (I Kor. 5:7). Kristus yang dilambangkan
oleh anak domba ganti orang berdosa agar mereka luput dari hukuman Allah.

7C. Domba dimakan setelah dibakar (8) dengan roti yang tidak beragi dan sayur
pahit.

Orang Israel memakan daging dan sayur pahit itu dalam keadaan siap-siap untuk
berangkat (11). Hari itu menjadi hari peringatan, suatu ketetapan di Israel (14).

4B. Hari raya Roti yang Tidak Beragi (12:15-20)


1C. Pada hari pertama ragi dikeluarkan (15)
2C. Pada hari pertama ada pertemuan yang kudus (16) tanggal 15.
3C. Selama 7 hari mereka tidak makan sesuatu yang beragi (15).
4C. Ada pertemuan yang kudus pada hari ketujuh juga.
5C. Hari raya ini menjadi ketetapan (17) di Israel karena pada hari itu mereka
dibawa keluar dari Mesir.

5B. Tulah yang kesepuluh: Kematian anak sulung (12:29-36).


Dari Firaun, semua orang dan binatang, anak sulungnya mati. Tidak ada yang luput.
Hati Firaun hancur. Sikapnya berubah dari tinggi hati menjadi gelisah (prihatin). Ia
memanggil Musa dan Harun pada malam itu juga (31) dan ia tidak lagi ingin
berkompromi melainkan menyuruh mereka keluar sesuai dengan tuntutan Musa (32).
Ia juga minta diberkati!!

Israel tidak mencuri harta orang Mesir ataupun memaksa mereka (35-36). Allah
sendiri yang mengerjakan kerelaan dalam hati mereka (3:21-22). Apa yang diminta
diberikan. Tuhan Allah selalu memenuhi janjiNya. Ia telah berjanji kepada Abraham
bahwa akan terjadi demikian (Kej. 15:14).

Perhatikanlah hal-hal berikut:

1C. "Banyak orang dari berbagai-bagai bangsa" (38)


1D. Ialah budak-budak lain di Mesir.
2D. Orang Mesir yang ikut-ikut saja. Mungkin ada di antara mereka yang
sungguh percaya. Tetapi rupanya banyak di antara mereka yang ikut
karena alasan-alasan lain.

2C. Ayat 40: Menurut Rasul Paulus hukum Taurat terbit 430 setelah janji disahkan
(Gal. 3:7). Kapankah 430 tahun itu mulai? Ada beberapa pendapat:

58
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

1D. Saat itu mulai dengan janji Allah kepada Abraham. Maka 430 tahun itu
mencakup 200 tahun di Kanaan dan 200 tahun di Mesir. Tetapi pendapat
ini tidak cocok dengan Kel. 12:40.

2D. Periode 430 tahun itu mulai dengan penegasan atau peneguhan janji itu
kepada Yakup (46:1-4). Demikianlah 430 tahun itu merupakan waktu
antara pengulangan janji yang terakhir kepada Yakub dan permulaan
suatu periode baru, yaitu periode hukum Taurat. Allah meneguhkan
janjiNya dengan Yakup pada tahun 1875 dan Hukum Taurat diberikan
pada tahun 1445, 430 kemudian.

Rupanya Kej. 15:13 dan KPR 7:6 membulatkan angka 430 menjadi 400.
KPR 13:17-20: 450 tahun itu terhitung seperti berikut:

400 tahun di Mesir


40 tahun di Padan gurun
7 tahun (waktunya menaklukkan Kanaan) dibulatkan menjadi
10.

59
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Perjalanan dari Mesir ke Tanah Kanaan

60
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Perjalanan Ke Gunung Sinai


Keluaran 13:1-18:27

1A. Kelahiran bangsa (13:1-14:31)


1B. Ketetapan tentang Hari Raya tidak beragi (pasal 13)

2B. Peristiwa di Laut Teberau (14:1-31)


Tuhan Allah dengan sengaja memimpin Israel sedemikian rupa sehingga Firaun
berpikir bahwa mereka bingung dan sesat di jalan (1-4).
1C. Tujuan tindakan Allah (4)
1D. Menunjukkan kemuliaan Allah kepada orang Mesir.
2D. Mungkin juga supaya orang Mesir mengetahui bahwa TUHAN
(Yahweh) adalah Allah.
3D. Menunjukkan kesanggupan Allah untuk memelihara umatNya.

2C. Firaun serta hamba-hambanya ganti pikiran (5-9)


Firaun mengira bahwa Israel sesat dan atas dorongan hamba-hambanya, ia
mengejar mereka. Bangsa Mesir sadar bahwa sumber tenaga mereka sedang
pergi (5b).

"Tangan yang dinaikkan" (8) artinya dengan keberanian, dengan semangat, atau
sikap menang.

3C. Israel mulai bersungut (10-14)


Meskipun mereka berseru kepada Tuhan tetapi mereka tidak yakin bahwa Ia
dapat menolong mereka. Reaksi mereka (11) seperti orang yang pandangannya
secara rohani dibentuk oleh keadaan yang nyata. Mereka hidup oleh perasaan
bukan iman. Daya ingat mereka lemah! Bukankah Tuhan baru menyatakan
kuasaNya dengan melepaskan mereka dari perbudakan itu?

Perhatikanlah jawaban Musa (13-14).

4C. Tindakan Allah bagi Israel (15-31)


Perhatikan tujuan Allah sekali lagi (17-18). Tiang awan itu pindah berdiri di
belakang orang Israel dan melindungi mereka sepanjang malam (19-20).

Air laut itu terbelah (21-22) menjadi tembok di sebelah kiri dan kanan.
Tentara-tentara Mesir menyusul (23) dan dimusnahkan (28).

Keselamatan orang Israel dari Mesir menggambarkan rahmat Allah dalam


membebaskan kita semua dari perbudakan dosa. Keselamatan mereka sungguh
ajaib. Demikianlah keselamatan kita sungguh ajaib. Allah menjelma manusia,
mati karena dosa-dosa kita dan bangkit kembali mengalahkan Iblis, dosa, dan
maut.

2A. Perjalanan Menuju Sinai (15:1-18:27).

1B. Nyanyian Musa dan orang Israel (15:1-18 bdgk. Why. 15:3-4)
Bait pertama - ayat 2-6 - Kekuatan Allah

61
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Bait kedua - ayat 7-10


1. Kuasa Allah atas kuasa alam
2. Kuasa Allah atas musuhnya

Bait ketiga - ayat 11-18 - Keunggulan Allah atas semua dewa dunia ini.

2B. Israel sampai di Mara dan di Elim (15:22-27)


Padang gurun Sur terletak di bagian Utara semenanjung Sinai mulai dari Mesir
hingga Palestina.

Setelah tiga hari perjalanan, Israel belum mendapat air minum (22) maka mereka
bersungut-sungut (24). Mereka cepat lupa akan tindakan Allah beberapa hari yang
lalu. Apa lagi tiang awan itu selalu kelihatan untuk mengingatkan mereka bahwa
mereka dipelihara oleh Tuhan. Musa berdoa dan Allah menjawab dengan
memberikan mereka air manis. Lalu mereka pindah 11 kilo ke Elim.

3B. Israel tiba di padang gurun Sin (16:1-36)


Ayat 1: Satu bulan setelah berangkat mereka tiba di padang gurun Sin. Mereka
bersungut lagi karena kekurangan makanan.
1C. Hujan roti (4)
Manna disebut "gandum dari langit", "roti malaikat" (Mzm. 78:24-25), dan
"roti dari langit" (Mzm. 105:40).

2C. Peraturan-peraturan mengenai manna (16-30)


Manna dikumpulkan 6 hari saja, menurut keperluannya (16). Satu gomer
adalah kira-kira dua liter. Manna itu tidak boleh ditinggalkan sampai pagi
karena akan berulat dan berbau busuk (20).

Pada mulanya rasanya manna itu enak tetapi setelah 40 tahun mereka benci
kepadanya (Bil. 11:6; 21:5).
Mereka harus mengumpulkan dua kali lipat setiap hari Jumat agar ada cukup
untuk hari Sabat juga (22-24).

3C. Tujuan manna:


1D. Menjadi makanan
2D. Segomer ditempatkan di hadapan Tuhan menjadi tanda kepada generasi-
generasi yang akan datang bahwa Allah setia kepada umatNya (Kel.
16:33-34).
3D. Mengajar mereka (kita) bahwa manusia hidup oleh kehendak Allah (Ul.
8:3).
4D. Datangnya manna itu mengajar orang Israel mengenai kekudusan hari
Sabat (25-31).
5D. Manna itu menggambarkan Tuhan Yesus sendiri. Hanya Dialah yang
sungguh dapat memuaskan keinginan, kehausan dan kekosongan hati
manusia. Hanya Dia yang dapat memberikan kehidupan kepada kita
yaitu hidup yang bersifat kekal (Yoh. 6:48-51).

4B. Israel mencobai Tuhan di Rafidim (17:1-7)


Menurut ayat satu Israel kehabisan air. Seperti biasa mereka bersungut-sungut dan
bertengkar dengan Musa. Mereka juga mencobai Tuhan dengan mengatakan,
"Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?" (7). (Bdgk. Kel 3:14.)

62
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Musa sungguh merasa berat tetapi ia berseru kepada Tuhan. Kemudian Musa
memukul gunung batu Horeb dengan tongkatnya sehingga keluarlah air minum bagi
bangsa itu.

Tempat itu disebut Masa yang berarti pencobaan dan Meriba yang berarti sungutan.

5B. Peperangan dengan Amalek (17:8-16)


Amalek adalah cucunya Esau (Kej. 36:12). Maka Israel diserang oleh bangsa
keturunan Ishak dan Abraham, yaitu saudara mereka.

Yosua disuruh memimpin Israel dan ia berhasil memukul kalah Amalek. Karena apa
dia berhasil?

Kami percaya bahwa peristiwa ini dicatat bagi kita untuk menunjukkan bahwa doa
sangat penting dalam peperangan yang kita hadapi setiap hari. Doa menentukan
kemenangan dan kekurangan doa dapat mengakibatkan kekalahan.

Satu tahun kemudian setelah peristiwa ini Amalek bergabung dengan orang Kanaan
dan mengalahkan Israel di Kadesy Barnea (Bil. 14:45).

6B. Kunjungan Yitro mertua Musa (18:1-2)


Sudah satu tahun lebih sejak Musa meninggalkan Yitro dan pergi ke Mesir. Yitro
mengantar juga Zipora, isterinya Musa, serta kedua anaknya. Yitro bersukacita
karena tindakan Allah bagi Israel dan ia berkata: ayat 11.

7B. Nasihat Yitro (18:13-27)


Perhatikanlah ayat 23
1C. Pekerjaanmu terlalu berat (18)
2C. Wakililah mereka kepada Allah (19)
3C. Ajarilah mereka ketetapan-ketetapan (20)
4C. Tempatkan pemimpin-pemimpin atas bangsa (21)

Ajaran Dan Sikap Moral Ilahi


Keluaran 19:1-24:18

1A. Pendahuluan untuk Perjanjian Sinai (19:1-8)


1B. Allah memenuhi "tanda" yang diberikan kepada Musa dalam 3:12, yaitu membawa
bangsa Israel kembali ke ibadah di gunung Horeb.

2B. Pembebasan dari Mesir didasarkan perjanjian Allah kepada Abraham. (19:3-4).

TUHAN telah membebaskan Israel dari Mesir dan akan membawa mereka ke tanah
Kanaan sesuai dengan perjanjian yang dibuat dengan Abraham. Jadi dasar perjanjian
Musa adalah perjanjian Abraham. Perjanjian Abraham tetap laku, walaupun Tuhan
akan membuat satu perjanjian lagi dengan bangsa Israel di gunung Sinai.

63
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

3B. Tujuan Perjanjian Sinai (19:5-6)


Walaupun ayat 3-4 menjelaskan tentang isi perjanjian Abraham, dalam ayat 5 dan 6
dijelaskan tujuan perjanjian Sinai, yaitu:
1C. Menjadi harta kesayangan TUHAN sendiri dari antara segala bangsa.
2C. Menjadi kerajaan imam bagi TUHAN.
3C. Menjadi bangsa yang kudus.

Tiga hal ini mempunyai satu tujuan, yaitu TUHAN akan memakai bangsa Israel
sebagai pengantara di antara Dia dan bangsa-bangsa lain, untuk menjadi saluran
berkat. Perhatikan bahwa Allah tidak memilih bangsa Israel dengan tujuan
membuang semua bangsa yang lain. Tujuan Allah ialah memakai satu umat untuk
memberkati semua bangsa lain. Sama pada masa kini. Kita diselamatkan untuk
melayani (lihat I Petrus 2:9).

4B. Bangsa Israel menerima perjanjian Allah (19:7-8).

"Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan." (19:8)


Walaupun Israel kemudian gagal dalam melaksanakan tujuan yang TUHAN tentukan
bagi mereka, Allah masih senang dengan perjanjian mereka (Bdgk. Ul. 5:28-29).

2A. TUHAN turun di atas gunung Sinai (19:9-25)

1B. Mengapa TUHAN menyatakan diriNya kepada semua bangsa Israel, dan bukan
kepada Musa saja? Jawabannya ada di dalam ayat 9: supaya "mereka senantiasa
percaya kepada Musa."

Semua bangsa Israel langsung mendengar suara TUHAN mengungkapkan kesepuluh


Hukum. Mereka semua takut, dan memohon supaya Musa saja yang menghadapi
Tuhan. Tetapi sebab mereka sendiri pernah mendengar suara TUHAN, mereka tidak
pernah menuduh bahwa semua hukum dan peraturan adalah perbuatan Musa saja.
Mereka percaya kepada Musa.

2B. Bangsa Israel diajar tentang kekudusan TUHAN (19:10-15)


Gunung itu menjadi kudus sebab TUHAN akan turun.

3B. Tuhan turun dalam asap, sangkakala, dan guruh (19:16-25)


Umat Israel tidak boleh mendekati gunung "supaya mereka jangan dilandaNya" (ayat
24).

Melalui perkara di gunung Sinai, bangsa Israel diajar tentang bahayanya menghadapi
Allah yang Kudus. Mereka tidak bisa meng-hadapi Dia dengan sembarangan. Kita
akan melihat bahwa banyak peraturan dalam hukum Taurat berhubungan dengan
masalah ini, yaitu apa cara-nya bangsa yang berdosa bisa hidup dengan Allah di
tengah perkemah-annya dengan selamat. Selalu ada kemungkinan mereka akan
"dilanda-Nya."

64
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

--------------------
Apa Tujuan Hukum Taurat?
Bagi Bangsa Israel:
1. Hukum Taurat diberikan kepada bangsa Israel supaya
mereka bisa mencapai rencana Allah bagi mereka, yaitu
menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus.

2. Perhatikanlah bahwa tujuan Hukum Taurat bukan


supaya mereka dibenarkan di hadapan Allah, yaitu
bukan keselamatan rohani (Gal. 2:16). Mereka
dibenarkan hanya melalui iman, sama seperti Abraham
(Kej. 15:6). Masalah orang Farisi pada waktu Yesus
ialah mereka merasa diri dibenarkan oleh perbuatan
mereka, yaitu melaksanakan hukum Taurat.

3. Bagi orang yang beriman kepada TUHAN dalam


bangsa Israel, mereka bisa hidup sesuai dengan Hukum
Taurat. Hukum Taurat tidak menuntut bahwa seorang
harus sempurna, sebab ada jalan bagi orang yang
berdosa. Tetapi mereka bisa hidup berdamai dengan
Allah dan sesama, dan melaksanakan tugas Allah, yaitu
menjadi "kerajaan imam."

Lihat Ulangan 30:11-14 "Perintah ini ... tidaklah


terlalu sukar bagimu"

Bdgk. Filipi 3:6 Rasul Paulus berkata tentang dirinya


sendiri: "tentang kebenaran dalam mentaati hukum
Taurat aku tidak bercacat."

4. Hukum Taurat juga dipakai oleh Tuhan untuk menegaskan kepada manusia begitu besar
dosanya dan jaraknya di antara manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus (Roma
3:19-20; Roma 7:8-13).

Hubungan Hukum Taurat dengan Masa Kini:

Jelas dari Perjanjian Baru bahwa kita tidak hidup di bawah Hukum Taurat lagi, tetapi di bawah
Kasih Karunia (Roma 6:14-15; Gal 5:18; I Kor. 9:20).

Tetapi Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa dia tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat,
tetapi untuk menggenapinya (Matius 5:17). Dalam Matius 5:18-48 Yesus menerapkan arti hukum
Taurat bagi orang percaya dalam Kerajaan Allah. Tetapi perhatikanlah: semua hal yang diajar
Yesus dalam ayat-ayat ini adalah lebih berat dari pada yang diajar dalam Hukum Taurat! Jangan
membunuh = jangan marah; jangan berzinah = jangan mengingini seorang perempuan atau
memikirkan perzinahan dalam hati.

Tetapi perbedaan besar dalam Perjanjian Baru ialah bahwa hukum Tuhan berkenaan dengan hati
nurani, bukan secara lahiriah (Yer. 31:33). Dan Tuhan sendiri yang menaruh hukumNya dalam
hati orang yang percaya. Ia pun yang memberi kemampuan untuk melaksanakannya. Jadi orang
Kristen pada zaman Jemaat tidak perlu banyak peraturan untuk menjaga hubungan di antara

65
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

mereka dengan Allah dan sesama manusia. Mereka harus melakukannya dengan kesadaran, yaitu
dari hati (lihat Matius 22:37-40).

Jadi untuk menerapkan hukum taurat pada zaman kini, kita melihat prinsip hati nurani untuk
mengerti tanggung jawab kita.
Contoh-contoh:
1. Hukum Taurat menuntut perpuluhan. Perjanjian Baru mengajar bahwa semua
kepunyaan adalah pemberian Tuhan, dan kita bertanggung jawab memakainya
semuanya sesuai dengan kehendak Tuhan.

2. Hukum Taurat mengajar menguduskan hari Sabat. Perjanjian Baru mengajar semua
hari kudus bagi Tuhan.

Tujuan Sistem Korban:

Dalam Hukum Taurat, satu-satunya jalan menghadap Tuhan ialah melalui korban binatang. Pada
dasarnya, korban-korban tersebut ada dua fungsi:

1. Mentahirkan orang Israel secara lahiriah supaya murka Allah tidak kena pada mereka.

2. Menggambarkan pekerjaan Yesus, yang akan menjadi Korban sempurna dan membenarkan
semua orang yang percaya dihadapan Allah.

Apa gunanya mempelajari hukum taurat kalau kita hidup dalam zaman anugerah?

Walaupun kita dibebaskan perbudakan terhadap hukum taurat melalui Yesus dan Perjanjian yang
Baru, masih ada banyak manfaat mempelajari hukum Taurat.

1. Kita melihat sifat-sifat Allah yang kurang dijelaskan dalam P.B.


Misalnya, Kesabaran terhadap bangsa yang keras; sifat Tuhan dalam peperangan,
kesetiaan kepada janjiNya; KekudusanNya; dll.

2. Hukum Taurat adalah dasar dan inti untuk semua P.L.

‚ Semua sejarah kerajaan Israel dan hubungan mereka dengan Allah tergantung pada
hukum Taurat.

‚ Banyak dari kitab Mazmur adalah hasil renungan dari isi hukum Taurat.
--Mzm. 8 adalah tafsiran dari Kejadian pasal 1.
--Mzm. 19 adalah tafsiran kemuliaan Tuhan yang dinyatakan dalam penciptaanNya
dan dalam hukum-hukumNya.
--Mzm. 119 adalah puisi tentang kemuliaan hukum Taurat.

‚ Semua isi kitab nabi-nabi tergantung pada hukum Taurat. Mereka mengingatkan
bangsa Israel akan akibat kalau murtad dari Tuhan, yaitu kutuk-kutuk dari Allah.
Mereka juga menjelaskan cara hidup yang benar, yang didasarkan hukum Taurat.

‚ Kita akan lebih mengerti karya Tuhan Yesus di kayu salib melalui mempelajari
sistem korban.

66
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Ada banyak alasan yang lain untuk mendorong kita mendalami hukum Taurat. Tetapi
pada dasarnya, hukum-hukum ini masih ada dalam firman Tuhan, yang bermanfaat bagi kita (II
Tim. 3:16-17). Kita rugi besar kalau mengabaikannya.
--------------------

3A. Kesepuluh Firman (20:1-17).


Kita sudah melihat bahwa Yesus mengajarkan bahwa kita masih wajib melaksanakan
prinsip-prinsip yang diajar dalam Kesepuluh Hukum. Kesepuluh Hukum bisa dibagikan ke
dalam tiga bagian:

1B. Hubungan yang Benar Dengan Allah (20:2-7)

1C. "JANGAN ADA PADAMU ALLAH LAIN DI HADAPANKU" (20:3)

Hukum yang pertama menjelaskan "obyek" ibadah. Firman ini melindungi


doktrin (theologia) Allah yang benar. Kata "di hadapanKu" juga berarti "selain
Aku" atau "melawan Aku". Hanya ada satu Allah saja. Maka dewa, roh, atau
allah lain merupakan lawan dari Allah yang hidup. Hanya Dia, dan bukan Iblis
yang layak disembah.

2C. "JANGAN MEMBUAT BAGIMU PATUNG..." (20:4-6)

1D. Hukum yang kedua menjelaskan "cara" ibadah.


Masalahnya ialah:

1E. Tidak ada patung, gambar atau apa saja yang dapat mengganti
Allah; dan

2E. Kalau sebuah patung dipakai untuk melambangkan Allah, semakin


lama patung itu yang akan disembah.

Israel tidak dilarang membuat lukisan atau patung sama sekali (Bdgk.
Kel. 26:1, 31; Kel. 25:18). Mereka dilarang membuat apa saja dengan
tujuan menyembah kepadanya.

2D. "Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu..." (ayat 5).
Maksud "cemburu" dipakai menjelaskan Allah ialah:

1E. Sikap Allah yang menuntut pengabdian kepada dia saja (Kel
34:14; Ul. 4:24; 5:9; 6:15).

2E. Sikap kemurkaan Allah terhadap semua yang melawan Dia (Bil
25:11; Ul. 29:20; Mzm. 79:5; Yeh 5:13; 16:38, 42; 25:11; Zef
1:18).

3E. Usaha Allah membenarkan umatnya (II Raj. 19:31; Yes 9:7;
37:32; Yoel 2:18; Zak. 1:14; 8:2).

3D. Pertanyaan: Apakah orang Kristen bisa memakai gambar Tuhan Yesus
dalam Jemaat atau rumahnya?

67
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

3C. "JANGAN MENYEBUT NAMA TUHAN, ALLAHMU, DENGAN


SEMBARANGAN..." (20:7)

Hukum ini berhubungan bukan dengan ibadah secara kebatinan (hukum


pertama) atau ibadah secara lahiriah (hukum kedua), tetapi dengan pengakuan
melalui mulut dengan kasih yang sungguh kepada Allah.

"Nama" TUHAN di sini mencakup semua sifat Allah, bukan kata saja.

Memakai nama Tuhan dengan sembarangan berarti memakainya tanpa tujuan,


secara kosong. Umpamanya:

1D. Menyebutnya pada waktu terkejut.


2D. Mengisi kelonggaran dalam percakapan, khotbah, atau doa.
3C. Mengesahkan sesuatu yang tidak benar.

Perhatikanlah bahwa hukum ini tidak melarang memakai nama Allah dalam
sumpah yang benar, dalam P.L. dan dalam P.B. (Lihat Ul 6:13; Mzm. 63:12;
Yes. 45:23; Yer 4:2; 12:16; Rom. 1:9; 9:1; I Kor. 15:31; Flp 1:8; Why. 10:5-6).

Bdgk. Yak. 5:12-13

2B. Hubungan yang Benar dalam Ibadah pada Allah (20:8-11)

4C. "INGATLAH DAN KUDUSKANLAH HARI SABAT..." (20:8)

Demikianlah Allah melindungi hari ketujuh untuk kebaikan orang Israel dan
untuk mendukung hubungan umatNya dengan diriNya sendiri. "Kuduskanlah"
berarti asingkanlah. Dari apa? Dari hari-hari yang lain. Bagaimanakah
caranya? Jangan bekerja pada hari itu.

Dasar dari hukum ini adalah penciptaan alam semesta (ayat 11).

Apakah hukum ini berlaku bagi jemaat Yesus Kristus pada masa kini? Bacalah
Kol. 2:16-17.

3B. Hubungan yang Benar dengan Sesama (20:12-17)

5C. "HORMATILAH AYAHMU DAN IBUMU..." (20:12)

Hormatilah ayah dan ibu berarti:

1D. Menghargai mereka.

2D. Mengasihi dan menunjukkan cinta/kasih kepada mereka.

3D. Melakukan perintahnya dalam Tuhan, "takut" kepada mereka.

68
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

6C. "JANGAN MEMBUNUH" (20:13)

Yang dilarang ialah pembunuhan dengan sengaja. Ini pembunuhan dengan


sengaja yang dilakukan oleh seseorang.

Allah memberikan hak kepada pemerintah untuk mengambil nyawa manusia


yang berbuat jahat. Alasannya seorang pembunuh harus dihukum mati ialah
karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 9:6).

7C. "JANGAN BERZINAH" (20:14)

Hukum ini melindungi hubungan suami isteri yang sangat penting bagi Allah.
Tuhan Yesus menafsirkan hukum ini juga (Mat. 5:27-28). Menurut tafsiran
Tuhan Yesus rupanya kesusilaan yang bermacam-macam termasuk seperti
homoseks, perzinahan, percabulan dan keinginan (berahi) dalam hati.

Hukuman atas zinah ialah kematian (Ul. 22:22).

8C. "JANGAN MENCURI" (20:15)

Hak memiliki barang pribadi dilindungi. Bagaimanakah kita mencuri? Di


bawah ada beberapa hal untuk dipikirkan:

1D. Jika saya merusakkan barang milik orang lain dan tidak memperbaikinya
atau ganti rugi, saya mencuri (Kel. 22:6).

2D. Kalau saya meminjam sesuatu lalu merusakkannya atau


menghilangkannya dan tidak memberi ganti rugi saya mencuri (Kel.
22:14).

3D. Kalau saya meminjam dan tidak mengembalikannya saya mencuri.

4D. Bagaimana kalau meminjam tanpa izin?

5D. Bagaimana kalau mengambil sesuatu tetapi hal itu tidak diketahui orang
sehingga kita tidak merasa malu?

9C. "JANGAN MENGUCAPKAN SAKSI DUSTA TENTANG SESAMAMU"


(20:16)
Kebenaran dilindungi oleh hukum yang kesembilan. Walaupun hukum ini
mempunyai hubungan dengan sistem penghakiman negara Israel, kebenaran
dalam semua bagian kehidupan dituntut.

1D. Kalau kita dengan sengaja mengatakan sesuatu agar orang lain akan
berpikir yang salah, kita berdusta. Jika tujuan kita adalah untuk
membuat orang lain percaya yang tidak benar kita berdusta.

2D. Bagaimana kalau kita melebih-lebihkan?

69
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

3D. Bagaimana kalau kita tidak memberitahukan semua kebenaran?

10C. "JANGAN MENGINGINI..." (20:17)

Keadaan hati manusia dijaga oleh hukum ini. Hukum ini tidak berarti bahwa
kita tidak boleh berusaha untuk membeli sesuatu atau meningkatkan standar
hidup kita. Tidak juga berarti bahwa kita tidak boleh ingin beli sepeda motor
atau rumah dsb. Yang dilarang di sini ialah sikap iri hati terhadap milik orang
lain. Iri hati itu dapat mendorong kita untuk mencuri karena kita ingin yang
dimiliki orang lain.

4A. Reaksi Bangsa Israel (20:18-21).


Sesudah bangsa Israel mendengar firman Allah dan melihat asap di atas gunung, mereka
menjadi sadar bahwa mereka tidak mampu menghadapi Allah dan perlu seorang
pengantara. Musa menjadi pengantara bagi mereka. Dalam ini ia menggambarkan Tuhan
Yesus, yang kemudian menjadi pengantara yang sempurna bagi semua orang.

5A. Kitab Perjanjian (20:22-23:33)


Istilah "kitab perjanjian" terdapat dari Keluaran 24:7. Hukum-hukum dalam kitab
perjanjian ada dua jenis:

1) Hukum Kasuistik "Apabila ..., maka..."


Hukum kasuistik didasarkan atas kasus yang telah terjadi. Keluaran 21:1-22:17
adalah hukum-hukum jenis kasuistik.

2) Hukum apodiktik "Janganlah engkau..."


Hukum apodiktik menyebut hal-hal yang selalu laku atau benar, dan biasanya tidak
menjelaskan akibat atas orang yang melanggarnya. Keluaran 22:18-23:19 adalah
hukum-hukum jenis apodiktik.

1B. Pendahuluan: (20:22-26)


Dalam ayat-ayat ini Allah menjelaskan bagaimana bangsa Israel bisa menghadapi
Dia. Mereka sudah sadar bahwa perlu pengantara. Dengan mezbah mereka bisa
menghadapi Allah tanpa kekuatiran bahwa mereka akan "dilandaNya."

2B. Hukum-Hukum Kasuistik (21:1-22:17)


1C. Hak Budak Ibrani (21:1-11)
Israel mempunyai pengalaman sebagai budak di Mesir, jadi patut bagian
hukum ini mulai dengan hak seorang budak. Seorang Ibrani bisa menjadi
budak melalui menjual diri untuk membayar hutangnya. Tetapi dia harus
dibebaskan sesudah 6 tahun.

2C. Peraturan tentang jaminan nyawa sesama manusia (21:12-32)


1D. Peraturan yang berhubungan dengan hukum mati (21:12-17).
Orang Israel dikenakan hukuman mati kalau membunuh dengan sengaja,
menculik seseorang, atau memukul dan mengutuk orang tuanya.

2D. Peraturan yang berhubungan dengan luka (21:18-32)


Pokoknya hukuman harus sesuai dengan pelanggaran.

70
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

--------------------
Apa arti "Mata ganti mata..." dalam Hukum Taurat?
Kel 21:23b-25: "...nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan,
kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak."

Apakah Hukum Taurat Sesungguhnya mengajar bahwa apabila seorang melukai orang
lain supaya matanya jadi buta, dia juga harus dibutakan? Sering kali kita mendengar
ajaran ini, tetapi ini bukan arti ayat ini.

Prinsip dari ayat ini, yang disebut dari bahasa Latin, Lex Talionis, ialah bahwa Hukuman harus
sesuai dengan langgaran. Jadi tidak boleh jatuhkan hukuman mati atas seorang yang hanya
melukai orang lain. Dan untuk luka, gigi, mata, dll., mereka tetapkan hargi tebusan yang harus
dibayar untuk langgaran masing-masing, BUKAN mata ditusuk supaya buta juga.

--------------------

3C. Peraturan tentang jaminan harta sesama manusia (21:33-22:17)

Dalam hal-hal ini kita melihat bahwa pencurian/kerusakan harta benda orang
lain harus ditutupi, dan ada denda juga, tetapi tidak ada hukuman yang melukai
seseorang.

3B. Hukum-Hukum apodiktik (22:18-23:19)


1C. Peraturan berhubungan dengan kesetiaan pada perjanjian (22:18-31).
1D. Kesetiaan pada Allah (22:18-20)
Semua perintah ini mempunyai hubungan dengan mengikuti dewa lain.

2D. Kesetiaan dalam memperhatikan orang yang miskin (22:21-27)

3D. Kesetiaan dan kehormatan kepada Allah dan pemimpin-pemimpin


(22:28-31)

2C. Peraturan berhubungan dengan keadilan (23:1-9)

3C. Peraturan berhubungan dengan kewajiban keagamaan (23:10-19)


1D. Tahun Sabat (23:10-13)
2D. Tiga Hari Raya (23:14-19)
Semua laki-laki wajib menghadap ke hadirat TUHAN. Tiga hari raya ini
menolong bangsa Israel ingat kewajiban mereka melaksanakan
Perjanjian Sinai.
1E. Hari raya Roti Tidak Beragi
2E. Hari raya Menuai
3E. Hari raya Mengumpulkan Hasil

71
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

4B. Kata Penutup (23:20-33)

Malaikat Yahweh akan mendahului mereka dan membawa mereka ke dalam tanah
perjanjian. Bangsa Israel harus tetap setia kepada Yahweh dan jangan menyembah
dewa-dewa Kanaan.

6A. Upacara Pengikatan Perjanjian antara TUHAN dengan bangsa Israel


(24:1-18).

1B. Upacara pengorbanan dan sumpah (24:1-8).

Perhatikanlah bahwa dalam ayat 3 dan 7 bangsa Israel berjanji untuk melakukan
semua yang difirmankan Allah. Darah yang dipercikan atas mereka (8) menjadi
tanda bahwa perjanjian antara Allah dan Israel itu sah (bdgk. I Kor. 11:25).

2B. Upacara makan bersama dengan TUHAN (24:9-11)

3B. Kemuliaan Allah (24:12-18)

72
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Ibadah Yang Ilahi


Keluaran 25:1-40:38
Pendahuluan:
Dalam Keluaran 25 - 40 tertulis penjelasan tentang kemah suci. Dalam pasal 25 s/d 31 Musa
mendapat penjelasan tentang cara membuat kemah suci, yang menjelaskan cara ibadah yang
benar. Kemudian, dalam pasal 32-34 kita melihat bangsa Israel kembali menyembah patung-
patung, yaitu ibadah yang salah. Akhirnya, mereka membangun kemah suci dalam pasal 35 - 40.

Kemah Suci:
Sulit bagi kita untuk mengisi detail-detail yang tidak disinggung dalam Alkitab. Orang yang
berusaha membangun kembali Kemah Suci itu sangat frustrasi karena semua detail (ukuran)
tidak ada.

Bentuk Kema Suci Menurut Tradisi

1A. Petunjuk Untuk Membangun (25:1-31:18).


1B. Anggaran untuk Kemah Suci (25:1-9)
Bahan yang dipersembahkan untuk membangun Kemah Suci tidak dituntut tetapi
diberikan dengan sukarela (1-2). Dalam Keluaran 35:21-29 dan 36:3-7 kita melihat
hasilnya: mereka mendapat kelebihan. Pada zaman Daud ada peristiwa yang hampir
sama (bdgk. I Taw. 29:1-9).

Tujuan Kemah Suci: Allah hendak diam di tengah-tengah Israel (8). Allah ada di
mana-mana tempat senantiasa. Tetapi Ia hendak diam di tengah-tengah Israel dengan
arti khusus. Dia menyatakan diriNya di situ dan bertemu dengan Israel di situ.
Kemah Suci juga melambangkan hal-hal rohani yang di surga.

73
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

2B. Tabut Perjanjian (25:10-16; 37:1-9)


Tabut Perjanjian disebut "Tabut Tuhan," "Tabut Allah," "Tabut Perjanjian Tuhan,"
dan "Tabut Hukum." Kata (Aron) artinya "kotak peti kecil." Di dalamnya
disimpan:
1C. Kedua loh batu hukum.
2C. Satu buli-buli diisi dengan mana.
3C. Tongkat Harum (Ibr. 9:4-5).

Peti itu dibuat dari kayu dan dilapis dengan emas

3B. Tutup Pendamaian (25:17-22)


Di atas tutup Pendamaian, Allah bertemu dengan Israel di antara kedua kerub itu.

4B. Meja Roti Sajian (25:23-30; 37:10-16)

Meja itu dibuat dari


kayu dan dilapisi
dengan emas. Di
atasnya dile-takkan
12 roti bundar diatur
menjadi dua su-
sunan. Ada juga alat-
alat lain yaitu
pinggan, cawan,
kendi dan piala,
semua dibuat dari
emas. Roti tersebut
dimakan oleh imam-
imam hanya di
tempat kudus itu.

74
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

5B. Kandil (Kaki Dian) [2:31-40; 37:17-24]


Dibuat dari emas murni dan diletakkan di sebelah selatan dalam Tempat Kudus.
Lampu-lampunya dibersihkan dan dinyalakan setiap pagi dan petang (Kel. 27:20-21;
30:7-8; Im. 24:3-4).

Kandil itu dapat melambangkan Yesus Kristus yang adalah terang dunia (Yoh. 1:6-9;
8:12). Orang percaya juga merupakan terang (Mat. 5:14). Gereja Yesus Kristus juga
dilambangkan oleh lampu (kaki dian) dalam Why. 1:20.

6B. Penutup-penutup Kemah Suci

75
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Papan, Kayu lintang, alas

7B. Tenda-tenda lenan (26:1-6; 36:8-13)


Tenda-tenda lenan (26:14) yang indah itu dapat dilihat dari dalam Kemah Suci saja. Rupanya
dari luar Kemah Suci tidak indah kelihatannya. Agak menarik kalau diingat bahwa ketika
Tuhan Allah berkemah di antara manusia dalam tubuh jasmani Ia tidak indah atau tampan
[ganteng (Yes. 53:2)]. Hanya mereka yang masuk ke dalam Kemah Suci melalui korban darah
yang menikmati keindahannya. Demikianlah juga hanya mereka yang telah menjadi imam-
imam Allah sungguh mengagumi Yesus Kristus Juruselamat.

Ada banyak perbedaan pendapat antara penafsir-penafsir mengenai arti warna dan materi
tenda-tenda itu. Kekacauan ini menunjukkan bahwa bahaya sekali berusaha memberi arti
kalau tidak dijelaskan dalam Alkitab.

Tempat Kudus

76
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

8B. Tabir (26:31-37; 36:35-58)


Tabir dibuat dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus. Tabir
itu menjadi pemisah antara Tempat Kudus dan Mahakudus.

Tirai untuk pintu Kemah Suci hampir sama kelihatannya dengan tabir itu (36-37).

9B. Mezbah Korban bakaran (27:1-8; 38:1-7)

Begitu masuk pelataran Kemah Suci, orang Israel menghadapi mezbah korban bakaran.

Ada dua pendapat:


1C. Mezbah itu merupakan peti kayu yang dilapis dengan tembaga.
2C. Peti kayu yang dilapis dengan tembaga tetapi diisi dengan tanah (lihat Kel. 20:24-
25).

Lekatnya mezbah korban bakaran menunjukkan bahwa penumpahan darah diperlukan


sebelum manusia dapat bersekutu dengan Allah yang suci.

10B. Pelataran Kemah Suci (27:9-19; 38:9-20).

Luasnya pelataran Kemah Suci ialah 100 X 50 hasta. Sebuah layar yang dibuat dari
lenan melingkari pelataran tersebut.

11B. Pakaian imam-imam dan pentahbisannya (28:1-29:37).


1C. Tutup dada (28:15). 12 batu, satu untuk setiap suku.
2C. Urim dan Tumin (28:30).
3C. Pakaian imam besar.
4C. Pakaian imam-imam lain (28:40-43).

Mereka memakai celana pendek, ikat pinggang, kemeja dan destar untuk kemuliaan.
Mungkin mereka tidak pakai sepatu (bdgk. Kel. 3:5; Yos. 5:15).

77
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

12B. Korban pagi dan korban petang (29:38-46)

Di dalam Alkitab dipakai kata "senja". Tetapi maksud dari kata itu kurang jelas. Ada
dua pendapat:

1C. Senja berarti waktu antara jam 3-6 sore.

2C. Senja adalah saat terbenamnya matahari.

Korban-korban itu dipersembahkan setiap hari terus menerus.

13B. Mezbah pembakaran ukupan (30:1-10)

Mezbah ini dibuat dari kayu dan dilapisi dengan emas. Harun (Imam Besar) membakar
ukupan setiap pagi dan sore. Ukupan asing (yang tidak memenuhi syarat-syarat dalam
ayat 34-35) dilarang keras. Pembakaran ukupan melambangkan doa (Mzm. 141:2; Luk.
1:10; Why. 5:8; 8:3-4).

14B. Bejana pembasuhan (30:17-21)

Bejana pembasuhan dibuat dari tembaga yang diambil dari cermin-cermin ibu-ibu Israel
(38:8). Imam-imam wajib membasuh diri:

1. Sebelum masuk Kemah Pertemuan dan

2. Sebelum mempersembahkan korban.

Bejana Pembasuhan

78
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Peta Kemah Suci

79
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

2A. Kemurtadan dan Pembaharuan Perjanjian (32:1-34:35).


1B. Anak lembu emas (32:1-35)
1C. Patung anak lembu emas dibuat (32:1-6)

Orang Israel menyuruh agar Harun membuat berhala yang me-lambangkan Tuhan
Allah (32:4-5). Rupanya Harun setuju (1-2).

2C. Allah dan Musa di gunung (32:7-14)


1D. Komentar Tuhan Allah (7-8)
2D. Rencana Allah (9-10)
3D. Sifat Musa (11-14)

Musa memihak dengan umat Israel dengan arti ia berdoa bagi mereka.

3C. Musa turun dari gunung dan menghukum umat Israel (32:15-30)

2B. Musa meminta penyertaan TUHAN di gunung Sinai (32:30-33:23)


1C. Hukuman Tuhan terhadap bangsa Israel (32:30-33:6)
1D. Tulah dari TUHAN (32:35)
2D. Bukan TUHAN sendiri yang akan berjalan bersama bangsa Israel, tetapi
seorang malaikat (33:1-6).

Perhatikanlah alasan Tuhan tidak akan berjalan di tengah-tengah mereka


(ayat 5): bangsa Israel akan dibinasakan oleh kekudusan Allah kalau
mereka terus berdosa. Bahaya berdiam bersama Allah yang kudus!

2C. Musa dan kemuliaan TUHAN (33:7-21)


1D. Musa bertemu dengan TUHAN di Kemah Pertemuan (33:7-11)
2D. Doa Musa (33:12-21)
1E. Permohonan Musa atas kehadiran Allah bersama bangsa Israel
dikabulkan (33:12-17).

2E. Permohonan melihat kemuliaan Allah (33:18-23)

Apa maksudnya Tuhan dalam ayat 20: "Engkau (Musa) tidak tahan
memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku
dapat hidup"?

Bagaimana ini cocok dengan 33:11 di mana dikatakan bahwa "Dan


TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti
seorang berbicara kepada temannya"?

Dalam 33:11, maksudnya bukan bahwa Musa memandang wajah


Allah sambil berbicara. Maksudnya ialah bahwa cara berbicara ialah
seperti dua orang yang berhadapan. Dalam ayat 20, "wajah" Tuhan
berarti semua kemuliaanNya. Manusia berdosa tidak mampu melihat
Allah dalam penuh kemuliaanNya dan hidup.

3B. Dua loh batu yang baru (34:1-28)


1C. Kemuliaan Allah dinyatakan kepada Musa (34:1-9)

80
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

Permohonan Musa dalam 33:18-23 dikabulkan dalam ayat-ayat ini. Perhatikanlah


bahwa kemuliaan Allah dinyatakan melalui penyeruan namaNya (atau
hakekatNya).

Kenyataan karakter Allah dalam 34:6-7 adalah kunci untuk mengerti cara Allah
menghadapi manusia dalam P.L. Pernah dikatakan bahwa ayat-ayat ini adalah
"Yohanes 3:16 dari P.L.," sebab kasih Allah dijelaskan.

Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN,


Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan
setiaNya, yang meneguhkan kasih setiaNya kepada beribu-ribu orang, yang
mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali
membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan
kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang
ketiga dan keempat".

Kasih Allah dinyatakan dalam sikapnya terhadap manusia:


1D. Ia panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.
Maksudnya Allah memberi banyak kesempatan bagi manusia yang berdosa
untuk mengadakan pendamaian dengan Dia.

2D. Allah mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa.


Maksudnya siapa saja yang merendahkan hatinya dan sungguh mencari
Tuhan akan mendapat keampunan.

(Bdgk. Yunus 4:2)

3D. Tetapi orang yang tidak merendahkan hatinya dan bertobat akan dihukum.

4D. Akibat kesalahan orang tuanya bisa menimpa anak-anaknya.


(Tetapi perhatikanlah bagian 2D. di atas. Anak-anak itu pun bisa mendapat
keampunan kalau merendahkan hati di hadapan Tuhan.)

Bdgk. Bil. 14:17-19

2C. Perjanjian Allah (10)

3C. Berhubungan dengan Anak Lembu Emas, Tuhan memberikan beberapa larangan:
1D. Larangan mengenai penduduk Kanaan (12).
Jangan membuat perjanjian dengan mereka.

2D. Larangan mengenai pernikahan (16, lihat juga Ul. 7:3).


Karena akan membawa mereka kepada penyembahan berhala.

3D. Larangan mengenai allah tuangan (17).

81
Carl Reed, M.Th. Keluaran: Garis Besar

4B. Kulit muka Musa bercahaya (34:29-35)

Mukanya mencerminkan kemuliaan Allah. Dari saat ini dan seterusnya Musa memakai
selubung apabila kulit mukanya bercahaya kecuali ketika ia:

1C. Menghadap Tuhan

2C. Menyampaikan berita Tuhan kepada jemaah.

3A. Pembangunan Kemah Suci dan Perabot-Perabotnya (35:1-40:38)

1B. Pembangunan Kemah Suci dimulai (35:1-35).

Perhatikanlah "siapa yang rela" (ayat 5). Lihat juga ayat 20-21.

2B. Kemah Suci diselesaikan (fasal 36-40).

Kemah Suci selesai bulan yang pertama tahun yang kedua (40:17). Satu tahun
setelah berangkat dari Mesir Kemah Suci sudah selesai. Kemudian kemuliaan
Tuhan memenuhi kemah itu (40:34).

82
Carl Reed, M.Th. Imamat: Pendahuluan

Imamat: Pendahuluan
1A. Judul
Judul dalam bahasa Indonesia diambil dari judul dalam LXX, LEUITIKON (Lewitikon),
yang berarti "berhubungan dengan suku Lewi (suku imam)." Judul dalam bahasa Ibrani
judul ialah ar"q.YIw: (wayyiqra'), "dan dia memanggil." Seperti kitab Kejadian dan kitab
Keluaran, judul bahasa Ibrani diambil dari kata pertama dalam kitab ini.

2A. Latar Belakang


Kitab Imamat ditulis oleh Musa, dan ada hubungan langsung dengan kitab Keluaran.
Dalam bagian akhir kitab Keluaran, pembangungan Kemah Suci diceritakan. Kemah Suci
adalah pusat ibadah bangsa Israel, tempat di mana mereka menghadap TUHAN Allah.
Kitab Imamat mulai dengan peraturan mengenai korban dan pelayanan kepada Tuhan yang
harus dilaksanakan di Kemah Suci. Kemudian dalam pasal 8-10 para imam ditahbiskan
dan pelayanan di Kemah Suci mulai. Semua ini terjadi dalam waktu satu tahun selama
bangsa Israel berada di gunung Sinai.

3A. Tujuan
Tujuan kitab Imamat ialah menjelaskan bagaimana bangsa Israel harus hidup sebagai
bangsa yang kudus, yang terpilih oleh Tuhan.

4A. Pokok Utama: TUHAN Allah Kudus (Im. 19:2).


Dalam kitab Imamat kita belajar bagaimana manusia yang berdosa bisa hidup bersama
Allah yang kudus. Kita juga diajar bahwa dosa adalah masalah besar, dan bukan sesuatu
yang bisa diabaikan oleh Allah. Semua dosa harus ditebus, dan caranya ialah melalui darah
binatang.

5A. Kepentingan Kitab Imamat


1B. Untuk Pengertian Perjanjian Lama
Imamat adalah kitab pertama yang diajar kepada seorang anak Yahudi. Isi dari kitab
Imamat menjadi dasar untuk mengerti pandangan dunia bangsa Israel. Kita melihat
kepentingan ini dalam beberapa hal:
1C. Cara orang Israel menghadapi TUHAN dalam P.L. tidak bisa dimengerti kalau
tidak mengerti "kultus," (yaitu aspek formal dan ritual dari peribadatan dalam
P.L.).
Contoh: Kej 12:7; I Sam 7:3-11. Orang Israel tidak bisa membayangkan
menghadapi Tuhan tanpa korban.

2C. Ritual ibadah dalam Kitab Imamat menjadi rangka dan konteks untuk
memasukkan isi ibadah/doa/pujian yang terdapat dalam Kitab Mazmur (lihat
I Tawarikh 23:24-32; 25:1-8). Dua-duanya jalan bersama. Mazmur-mazmur
menjelaskan sikap hati orang yang beribadah menurut rangka dalam Imamat.

3C. Banyak ajaran dalam kitab nabi-nabi tidak bisa dimengerti tanpa mengerti
sistem ibadah dalam Imamat. Para nabi sering menegur bangsa Israel sebab
ibadah mereka salah. Kita harus belajar kitab Imamat untuk mengerti ibadah
yang benar. (Lihat Yes. 1:10-15; Yer. 7:21-26; Hos. 6:6; Amos 4:4-5, dll.)

83
Carl Reed, M.Th. Imamat: Pendahuluan

4C. Kalau kita mengerti sistem Ibadah Israel, kita akan lebih mengerti kecenderun-
gan bangsa Israel untuk murtad dan menyembah Baal. (Lihat II Raj 10:18-28,
di mana cara menyembah Baal hampir sama dengan cara menyembah
TUHAN.)

2B. Untuk Pengertian Perjanjian Baru


1C. Tanpa pengertian sistem ibadat kita tidak bisa mengerti kepen-tingan Bait Suci
kepada orang Yahudi. Juga sulit mengerti betapa besar kesulitan rasul Paulus
dalam berhubungan dengan orang Yahudi yang percaya kepada Tuhan.
Walaupun mereka adalah orang Kristen, mereka masih pegang pada hukum
Taurat, dan rasul Paulus mengajar bahwa orang bukan Yahudi tidak harus
mengikuti hukum Taurat. Kalau mengerti pandangan orang Yahudi tentang
cara menghadapi Tuhan melalui kitab Imamat, kita akan lebih sadar mengapa
mereka membenci rasul Paulus.

2C. Arti dari kematian Tuhan Yesus pada kayu salib lebih dimeng-erti kalau isi
kitab Imamat sudah ditanggapi. Kalau tidak mengerti arti korban-korban dan
perbedaan di antaranya, tidak bisa mengerti karya Yesus sebagai korban yang
sempurna.

1D. Kristus adalah anak Domba Paskah (Kel. 12:1-5; Yoh. 1:19; I Pet. 1:17-
19; 20-21). Korban ini menggambarkan Pembebasan dari hukuman.

2D. Kristus adalah korban dosa kita (Im. 4:1-5:13; Rom. 8:3; II Kor. 5:21).
Istilah "korban dosa" dipakai kurang lebih 50 kali dalam kitab Imamat.
Semua doktrin pengampunan dosa dalam P.B. didasarkan Yesus sebagai
"korban dosa" kita.

3D. Kristus adalah Penebus atau pendamaian (Im.1:4; 4:31, pasal 16; Rom
3:25; Mat. 20:17-19, 28).

4D. Kristus adalah korban keselamatan (Im 3:1-5; Lukas 22:14-23; I Kor.
11:23-25).

3C. Kitab Ibrani sulit dimengerti kalau tidak ada dasar pengertian tentang sistem
ibadah dalam P.L.

Contoh: Ibr 10:26

6A. Struktur Kitab Imamat


Kunci untuk mengerti struktur kitab Imamat ialah memperhatikan siapa yang menerima
instruksi. Kata-kata yang sering diulangi ialah "TUHAN berfirman kepada Musa,
demikian." Kemudian Tuhan menyuruh Musa memberi keterangan kepada orang-orang
tertentu: orang Israel, atau Harun dan anak-anaknya, atau kepada Musa saja. Perhatikanlah
siapa yang menerima instruksi supaya mengerti tanggung jawab kelompok masing-masing.
Misalnya,
1:2(-6:7) Musa kepada "orang Israel"
6:8 (-7:10) Musa kepada "Harun dan anak-anaknya"
7:11 (-34) Musa kepada "orang Israel"
8:1 (-36) Tuhan kepada "Musa"
9:1 (-24) Musa kepada "Harun dan anak-anaknya"

84
Carl Reed, M.Th. Imamat: Pendahuluan

7A. Garis Besar Kitab Imamat:

1A. Hukum-Hukum Korban (Im. 1-7)


1B. Instruksi Mengenai Korban-Korban kepada Bangsa Israel (1:1-6:7)
2B. Instruksi Mengenai Korban-Korban kepada yang bersangkutan (6:8-7:38)

2A. Pentahbisan para Imam (Im. 8-10)


1B. Harun dan anak-anaknya disucikan untuk pelayanan (Im. 8).
2B. Harun mulai melayani sebagai Imam Besar (Im. 9)
3B. Nadab dan Abihu (Im. 10)

3A. Hukum-Hukum tentang hal-hal najis (Im. 11-15)


1B. Binatang yang haram (11:1-47)
2B. Najis berhubungan dengan melahirkan anak (12:1-8)
3B. Penyakit-penyakit Najis (13:1-59)
4B. Pentahiran sesudah sembuh dari penyakit najis (14:1-57)
5B. Lelehan/exudat yang najis (15:1-33)

4A. Hari Raya Pendamaian (Im. 16)

5A. Darah, penyembelihan, dan persembahan korban (Im. 17)


1B. Tempat Menyembelih dan Mempersembahkan Korban (17:1-9)
2B. Larangan tentang makan darah atau bangkai (17:10-16)

6A. Hukum-Hukum berhubungan dengan Perjanjian (Berit) (Im. 18-25)


1B. Hukum-hukum mengenai Kekudusan kehidupan (Im. 18-20)
2B. Hukum-hukum mengenai Tugas Imam-Imam (Im. 21-22)
3B. Hukum-Hukum mengenai Hari-Hari Raya di Israel (Im. 23)
4B. Minyak Untuk Lampu dan Roti Sajian (24:1-9)
5B. Contoh tentang apa yang terjadi kalau seorang menghujat nama TUHAN
(24:1-23)
6B. Hukum-hukum berhubungan dengan tanah dan kebiasaan sosial dalam Tanah
Kanaan (25:1-55)

7A. Berkat dan Kutuk dari Perjanjian (Im. 26)

8A. Hukum-Hukum mengenai perpuluhan dan nazar (Im. 27)

85
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

Hukum-hukum Korban
Imamat 1-7

1A. Instruksi Mengenai Korban-Korban kepada Bangsa Israel (1:1-6:7).


1B. Korban Bakaran (1:1-17) (hl'[o, 'olah).
1C. Tiga macam binatang bisa disembahkan:
1D. Lembu 1:1-9
2D. Kambing atau domba 1:10-13
3D. Burung-burung 1:14-17

Perhatikanlah bahwa korban dari lembu, kambing dan domba semuanya


mempunyai satu syarat yang sama: seekor "jantan yang tidak bercela." Tidak
tertulis bahwa burung harus "tidak bercela", mungkin sebab burung lebih kecil
dan kurang mahal. Jadi orang tidak akan digoda mengorbankan yang bercacat
dan simpan yang lebih baik untuk diri sendiri.

Orang Israel diajar tidak bisa memberi yang bercela sebab:

# Binatang yang bercacat menghina Tuhan.


# Korban menggambarkan Tuhan Yesus, korban yang sempurna.

2C. Pembagian korban bakaran.


Dengan korban bakaran, semua daging harus dibakar di atas mezbah. Dengan
korban lain, hanya sebagian dibakar. (Bagian yang dibakar ialah bagian yang
diberikan kepada Tuhan.) Juga perhatikanlah tugas orang yang membawa
persembahan dan tugas para imam:

1D. Tugas orang yang membawa korban: menyembelihnya, meng-ulitinya,


dan memotong-motongnya.

2D. Para imam: mereka mengurus semua hal yang berhubungan dengan
mezbah:
1E. Mengatur korban atas mezbah dan membakarnya.
2E. Menyiram darah sekeliling mezbah.

3C. Kesempatan korban bakaran disajikan:


1D. Korban Bakaran disembahkan setiap petang dan pagi di Kemah Suci.
2D. Setiap Sabat dan hari raya ada tambahan korban bakaran.
3D. Bisa dikorbankan kapan saja merasa ada keperluan khusus oleh orang
Israel pribadi.

4C. Arti Korban Bakaran


Walaupun arti korban bakaran tidak pernah dijelaskan langsung dalam Alkitab,
ada beberapa unsur yang jelas:
1D. Menarik perhatian Tuhan (I Sam 7:9-10; Hak 20:16; II Sam 24:25)
2D. Pengakuan bahwa Allah mempunyai segala sesuatu dan kita sebagai
mahkluk harus menghormati dan memberi dari harta kita kepadaNya.

86
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

5C. "Ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban..." (1:4)

Arti meletakkan tangan atas kepala korban ialah orang yang menyembahkan
binatang itu mengkhususkannya bagi Tuhan. Perhatikanlah bahwa artinya
bukan meletakkan dosa orang atas binatang itu. Dalam sistem ibadah dalam
P.L., tidak mungkin dosa bisa dibawa ke hadapan Tuhan. Pada Hari Raya
Perdamaian dosa orang Israel diakui atas seekor kambing, tetapi kambing itu
dilepas di pandang gurun.

6C "persembahan itu..mengadakan pendamaian baginya." (1:4)

Kata "mengadakan pendamaian" dalam bahasa asli adalah rP,Ki (kipper),


[Piel]. Kipper berarti "menebus," yaitu pembayaran atau pemberian kepada
Allah untuk mengurus kekurangan atau dosa seseorang. Semua persembahan
mempunyai unsur penebusan.

2B. Korban Sajian (2:1-16) (hx'n>m,i minhah)


1C. Isi korban:
1D. Tepung yang terbaik dan minyak.
2D. Tidak boleh ragi dan madu.
Bagian yang dibakar di atas mezbah tidak boleh dicampur dengan ragi.
Yang dimakan oleh para imam boleh memakai ragi.
3D. Boleh yang termasak dan yang tidak termasak

2C. Pembagian korban sajian.


Sebagian terbakar bagi TUHAN, sebagian bisa dimakan oleh para imam.

3C. Kesempatan korban Sajian disembahkan:


1D. Biasanya disembahkan bersama dengan korban-korban lain.
2D. Hanya disembahkan sendirian dalam tiga situasi:
1E. Pada upacara pentahbisan para imam (Im. 6:19-23).
2E. Bagi korban dosa pada orang yang miskin (Im. 5:11-13).
3E. Sebagai korban dalam perkara cemburuan (Bil. 5:15).

4C. Arti Korban Sajian:


Sama seperti korban bakaran, arti korban sajian tidak pernah dijelaskan. Tetapi
kita bisa mengambil pengertian dari melihat kapan disembahkan:
1D. Korban Sajian pada dasarnya ikut serta dengan korban-korban lain, dan
kerja sama dengan arti korban itu.
2D. Kata bahasa asli yang terjemahkan korban sajian (hx'n>m,i minhah) juga
dipakai dalam Firman Tuhan dengan arti "persembahan." Tetapi kalau
minhah dipakai untuk korban sajian, artinya khusus, dan tidak bisa
disamakan saja dengan arti "persembahan."

3B. Korban Keselamatan (damai) (3:1-17) (~ymil'v,. shelamim)


1C. Binatang yang bisa dikorbankan:

87
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

1D. Lembu, jantan atau betina (Im 3:1-5).


2D Kambing domba, jantan atau betina (Im 3:6-11).
3D Kambing (Im 3:12-16).

2C. Pembagian korban keselamatan:


1D. Yang dibakar di atas mezbah: lemak, kedua buah pinggang, dan umbai
hati.
2D. Darah disiramkan di sekeliling mezbah. Tetapi perhatikanlah bahwa
fungsi darah ini bukan penebusan. Korban Keselamatan tidak
mempunyai unsur penebusan.
3D. Daging yang lain dimakan oleh:
1E. Orang yang membawa persembahan (Im 7:11-21), dan
2E. Sebagian diberi kepada para imam (Im 7:34).

3C. Kesempatan bagi Korban Keselamatan:


1D. Memberi syukur (Im 7:11).
2D. Korban nazar (Im 7:16).
(Dua-duanya adalah korban sukarela.)
3D. Anak domba paskah adalah korban keselamatan juga.

4C. Arti korban keselamatan:


Persekutuan bersama dihadapan Allah. Ada kaitan dengan peringatan akan
perjanjian di antara Allah dan Israel (bdgk. Kel. 24:11). Unsur yang besar dari
korban keselamatan adalah kesempatan yang sukaria untuk makan dengan
syukur dihadapan Allah.

Pengertian Kekudusan Dalam Imamat


Kunci untuk mengerti Korban Penghapus Dosa dan Korban Penebus Salah adalah
memahami perbedaan antara Kudus dan Najis, dan bagaimana sesuatu berubah
dari satu katagori ke dalam yang lain. Hal ini bisa digambarkan sebagai berikut:

Fungsi Korban
Menguduskan Membersihkan

KUDUS --- BIASA --- NAJIS


Menajiskan Menajiskan

Akibat Dosa
Kita melihat bahwa keadaan biasa untuk seorang atau barang adalah "biasa."
Tetapi yang "biasa" bisa berubah menjadi "kudus" atau "najis." Kalau seorang
adalah najis karena, misalnya, menyentuh mayat, dia harus melakukan yang
diperintahkan dalam Hukum Taurat, untuk membersihkan diri supaya kembali

88
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

menjadi biasa. Tetapi bisa juga berubah dari biasa menjadi kudus dengan korban
dan upacara khusus, (yaitu upacara nazar). Sebaliknya, sesuatu yang "kudus" bisa
dinajiskan menjadi "biasa" (seperti seorang nazar yang menyentuh mayat harus
mulai periode "nazarnya" sekali lagi), dan yang biasa bisa menjadi "najis." Yang
menajiskan bisa dosa, atau juga menyentuh hal-hal yang "najis." Karena dunia ini
ada di bawah kutuk dosa, mustahil bagi seorang untuk hidup supaya senantiasa
"kudus" dalam arti Kitab Imamat. Karena itu, Tuhan memberikan system korban
ini.

Yang paling penting untuk semua system: Yang Najis Tidak


Boleh Langsung Berhubungan dengan Yang Kudus.

Hampir semua upacara-upacara dalam Kitab Imamat adalah untuk mengatasi


masalah ini.

4B. Korban Penghapus Dosa (4:1-5:13) (taJ'x,; hattah)


1C. Kesempatan bagi korban Penghapus dosa: 4:1-2
1D. Kita melihat bahwa korban penghapus dosa harus dipersembahkan kalau
seorang "tidak dengan sengaja berbuat dosa....." Apa maksudnya? Ada
tiga kemungkinan:
1E. Seorang mengetahui hukum itu dan dengan tidak sengaja
melanggarnya.

Contoh: Pembunuhan tidak sengaja Bil. 35:22-23.

2E. Seorang melakukan kegiatan dengan sengaja, tetapi tidak tahu


bahwa kegiatan itu melarang salah satu hukum. Pada waktu dia
menjadi sadar, ia harus membawa korban.

Contoh: Tidak bersaksi tentang sesuatu dalam kasus keadilan,


mungkin sebab tidak mengetahui ada keperluan.

3E. Seorang memang sadar bahwa dia melanggar salah satu hukum
Taurat, tetapi dalam hatinya dia tidak mau membuatnya. Dia me-
langgar karena "kelemahan" diri atau penggodaan. (Bdgk Roma 7).

Dalam bahasa Ibrani, kata yang diterjemahkan "tidak dengan


sengaja" berarti "kesalahan" atau "kelemah-an." Dengan
pengertian ini kebanyakan dosa yang seorang Israel melakukan bisa
ditebus dengan korban penghapus dosa atau korban menebus salah.
Kalau mereka coba hidup setia, tetapi jatuh dalam dosa, masih ada
jalan.

Contoh: Ada korban bagi seorang yang bersaksi dusta dan yang
mencuri. Tidak mungkin dua hal ini dibuat dengan
tidak sengaja (Im 6:2-3).

Dalam Bil. 15:22-31 dosa yang "tidak sengaja" di-banding dengan


dosa yang "sengaja" (Bil 15:30-31). Kata dasar bagi dosa yang

89
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

"sengaja" ialah berdosa dengan "tangan terangkat." Artinya ialah


seorang yang dengan sengaja menolak TUHAN bersama dengan
peraturanNya. Dia tidak mau coba melaksanakannya. Dosa yang
"sengaja" sama berarti dengan menghujat Roh Kudus dalam
Matius 12:31-32.

2D. "dalam hal yang dilarang TUHAN...."

Korban penghapus dosa dipakai kalau seorang menajiskan kekudusan


dengan membawa sesuatu najis di hadapan Tuhan. Kalau tidak
ditahirkan, murka Tuhan akan "meletus" atas mereka. Korban
penghapus dosa harus dipakai untuk:

1E. Pentahbisan para imam (Kel 29:14, 36; Im. 8:2)

2E. Pentahiran sesudah melahirkan anak (Im 12:6,8)

3E. Pentahiran penyakit kusta dan penyakit lain (Im 14:13, 19, 22, 31;
15:15, 30).

4E. Hari Raya Pendamaian (Im. 16:3,5,6,9,11,15,25,27).

5E. Hukum mengenai kenaziran (Bil. 6:11,14,16).

6E. Air pentahiran dari lembu betina merah (Bil 19:9,17).

7E. Pada hari-hari raya yang tertentu.

8E. Dalam Bait Suci Yehezkiel (Yeh 40:39; 42:13; 43:19, 21, dll.).

Orang tidak harus membayar denda kepada Tuhan atau kepada orang lain
bersama dengan korban penghapus dosa. Sebabnya ialah karena mereka
tidak mengambil sesuatu dari TUHAN atau orang lain, tetapi hanya
menajiskan sesuatu.

Sebaliknya, bersama korban penebus salah seorang harus membayar


denda. Mengapa? Sebab unsur yang penting dalam korban penebus salah
ialah mengambil/mencuri sesuatu dari TUHAN atau orang lain. (Lihat
keterangan lebih lengkap di bawah.)

2C. Binatang yang harus dibawa.


Kita melihat bahwa dosa dari para memimpin dianggap lebih berat dari pada
dosa orang biasa. Jadi korban yang harus dibawa tergantung pada jabatan
orang yang berdosa.

1D. Imam yang diurapi: seekor lembu jantan yang tidak bercela (4:1-12)

2D. Segenap umat Israel: sama dengan Imam yang diurapi (4:13-21).

3D. Pemimpin Israel: seekor kambing jantan yang tidak bercela (4:22-26).

90
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

4D. Seorang biasa bisa membawa:


1E. Seekor kambing betina yang tidak bercela (4:27-31)

2E. Seekor domba betina yang tidak bercela (4:32-35)

3E. Dua ekor burung tekukur atau burung merpati (5:7-10)

4E. Sepersepuluh efa tepung yang terbaik (5:11-12)

Perhatikanlah bahwa yang dibawa tergantung kepada kemampuan


seseorang. Hanya orang yang tidak mampu diizinkan membawa burung
atau tepung (5:7,11). Jadi setiap orang mampu membawa korban ini.

3C. Pembagian korban penghapus dosa


1D. Yang paling penting ialah darah.
1E. Bagi pelanggaran para Imam dan bagi dosa semua bangsa:
1F. Darah dipercikan di depan tabir penyekat tempat kudus dan
dibubuhi sedikit darah pada tanduk-tanduk mezbah
pembakaran ukupan dari wangi-wangian dalam Kemah Suci.

2F. Sisa dari darah dicurahkan pada bagian bawah mezbah


korban yang di depan kemah suci.

3F. Para imam tidak boleh makan sebagian dari korban untuk
dosanya pribadi, tetapi yang tidak terbakar atas mezbah
korban harus dibakar di luar perkemahan.

4F. Yang dibakar di atas mezbah ialah sama dengan korban


keselamatan.

2E. Bagi pelanggaran para pemimpin dan orang biasa:


1F. Darah tidak dibawa ke dalam Kemah Suci, hanya dicurahkan
di depan mezbah korban.

2F. Yang dibakar di atas mezbah ialah sama dengan korban


keselamatan.

3F. Sisa dari daging bisa dimakan oleh para imam (Im 6:24-30).

2D. Dalam korban ini, unsur penebusan adalah yang paling besar: Sebab
mereka menajiskan kekudusan tempat yang didiami Allah, tempat itu
harus ditebus bagi orang itu.

4C. Penerapan dari Korban Penghapus Dosa:


1D. Yesus adalah Korban Penghapus Dosa. Ia menyucikan kita dari segala
kenajisan supaya kita bisa menghadap Tuhan.

2D. Dosa para pemimpin jemaat Tuhan lebih berat dari pada dosa anggota
biasa.

91
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

5B. Korban Penebus Salah (5:14-6:7) (~v'a,] `asham)


1C. Kesempatan membawa korban penebus salah (Im 5:14-15).
1D. Kalau seorang "berbuat dosa dalam sesuatu hal kudus yang
dipersembahkan kepada TUHAN" (5:14-15).

Seorang harus membawa korban penebus salah kalau ia mengambil


sesuatu yang dikuduskan kepada TUHAN (atau orang lain). Jadi unsur
yang besar ialah mengambil sesuatu yang dikuduskan dan membawanya
ke luar tempat yang kudus atau dari hadapan TUHAN. Dari satu segi ini
berarti mencuri dari Tuhan. Jadi harus membayar denda bersama dengan
korban.

2D. Korban Penebus Salah harus dibawa kalau seseorang:


1E. Melanggar terhadap sesuatu yang dikuduskan bagi Allah (5:14-
19).

Bdgk. Bil. 5:5-10.

2E. Melanggar terhadap sesuatu yang dikuduskan bagi orang lain (6:1-
7).

3E. Pentahiran penyakit kusta (Im 14:12,13,14,17,21,24, 25, 28).

4E. Bersetubuh dengan seorang budak perempuan (Im 19:21, 22).

5E. Menggenapi waktu kenaziran (Im 6:12).

2C. Binatang yang harus dibawa


1D. Hanya seekor domba jantan yang tidak bercela bisa dibawa. (Perhatikan-
lah bahwa seekor domba jantan tidak bisa dipakai sebagai korban
penghapus dosa.)

2D. Seorang yang sadar bahwa ia telah berdosa terhadap hal kudus
kepunyaan Allah (mungkin seperti makan daging yang dikhususkan
kepada Tuhan) harus menambah seperlima dan membayarnya kepada
para imam (5:16).

3D. Seorang yang hanya mencurigai ia salah (mungkin sebab mengalami


kesusahan) ia harus membawa seekor domba jantan, tetapi tidak harus
membayar tambahan (Im 5:17-19).

4D. Seorang yang mengambil barang atau berdosa terhadap orang lain harus
mengembalikan barang itu dan menambah seper-lima dari harganya
kepada orang itu. Dia juga harus membawa seekor domba jantan kepada
TUHAN sebab dengan mengambil barang orang lain ia juga mencuri dari
TUHAN (Im 6:1-7).

92
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

3C Pembagian Korban Penebus Salah: (Im 7:1-10)


1D. Yang dibakar di atas mezbah: lemak, kedua buah pinggang, dan umbai
hati. (Sama seperti korban keselamatan dan korban penghapus dosa).

2D. Darah disiramkan pada mezbah sekelilingnya.

3D. Para imam boleh makan daging.

4C. Penerapan dari Korban Penebus Salah


1D. Yesus adalah Korban Penebus Salah yang Sempurna (Yes 53), yang
membayar hutang kita kepada Allah sebab dosa kita.

2D. Kesalahan di antara sesama harus dibereskan kalau kita mau hidup dalam
persekutuan dengan Allah.

2A. Instruksi Mengenai Korban-Korban kepada yang bersangkutan (6:8-7:38)

Pada umumnya ayat-ayat ini adalah instruksi pada Harun dan anak-anaknya, kecuali 7:23
dan 29, yang memberi keterangan khusus kepada semua bangsa Israel. Ayat-ayat ini
menjelaskan apa yang bisa dimakan oleh siapa, dll.

Pentahbisan Para Imam


Imamat 8-10

1A. Harun dan anak-anaknya disucikan untuk pelayanan (Im. 8).


1B. Musa yang pimpin upacara pentahbisan untuk Harun dan anak-anaknya.

2B. Upacara pentahbisan ini sudah diperintahkan dalam Kel. 29:1-37. Musa
melaksanakan semua hal tepat seperti diperintahkan TUHAN.

3B. Masa pentahbisan adalah 7 hari (Im. 8:33-35).

4B. Harun dan anak-anaknya melakukan segala firman yang diperintahkan (8:36).
Ketaatan mereka melaksanakan upacara dalam pasal 8 dan 9 dibanding dengan
ketidaktaatan Nadab dan Abihu dalam pasal 10.

2A. Harun mulai melayani sebagai Imam Besar (Im. 9).


1B. Musa masih memberitahukan kepada Harun apa yang harus dibuat, tetapi Harun
melaksanakan semua upacara.

2B. Korban-korban yang dibawa:


1C. Untuk Harun sendiri (9:1-2, 8-14):
1D. Korban Penghapus Dosa (seekor lembu muda).

2D. Korban Bakaran (seekor domba jantan).

93
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

2C. Untuk semua umat Israel (9:3-4; 15-21).


1D. Korban Penghapus Dosa (seekor kambing jantan).

2D. Korban Bakaran (seekor anak lembu dan seekor domba).

3D. Korban Keselamatan (seekor lembu dan seekor domba jantan).

4D. Korban Sajian

3B. TUHAN mengeluarkan api dari hadapanNya untuk membakar habis isi mezbah di
depan semua bangsa Israel (Im. 9:22-24).

3A. Nadab dan Abihu (Im. 10).

1B. Dosanya dan hukuman atas mereka (10:1-7).


1C. Dosanya: Mempersembahkan ke hadapan TUHAN "api yang asing" (1)
Firman Tuhan tidak menjelaskan apa yang salah dalam "api" itu. Pokoknya
ialah mereka membawa yang tidak diperintahkan TUHAN. Mereka harus
belajar tidak boleh "main-main" dalam tugas sebagai pengantara di antara
Israel dan TUHAN.

(Lihat juga 10:9: mungkin Nadab dan Abihu mabuk.)

2C. Hukuman: Api dari hadapan TUHAN menghanguskan Nadab dan Abihu.

Api dari Hadapan TUHAN dalam 9:24 adalah tanda TUHAN menerima ibadah
umatnya. Di sini api dari hadapan TUHAN menjatuhkan hukuman.

3C. Hukuman itu meneguhkan firman TUHAN bahwa para imam harus kudus
seperti TUHAN (ayat 3).

2B. Peraturan kepada para imam berhubungan dengan perkara ini (10:8-20).
1C. Jangan menghadapi TUHAN sesudah minum minuman keras (10:8-11).

2C. Harun dan anak-anaknya yang masih hidup tidak makan daging dari korban
penghapus dosa. Jadi mereka melanggar perintah TUHAN. Musa marah pada
Harun, sebab TUHAN telah menghanguskan Nadab dan Abihu pada hari itu
sebab mereka melanggar perintah TUHAN. Tetapi Harun tidak makan daging
itu dengan alasan tepat (ay 19): Harun merasa diri tidak mampu atau layak
makan daging dari korban penghapus dosa sesudah kematian anak-anak-nya.

94
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

Hukum-hukum Tentang Hal-hal Najis


Imamat 11-15

1A. Binatang yang haram (11:1-47)

--------------------
Apa dasarnya membedakan binatang yang haram dan
yang tidak haram?
Bangsa lain di daerah Palestina pada zaman Musa tidak mempunyai hukum-
hukum seperti ini. Jadi hukum-hukum itu adalah sesuatu yang khusus bagi bangsa
Israel.

Ada banyak pendapat, tetapi kita hanya melihat beberapa yang agak populer:

1. Ditentukan Allah saja.


Dasar: Hanya karena Tuhan menentukannya, dan tidak ada alasan lain.

2. Allah menentukannya untuk menjaga kesehatan mereka.


Dasar:
# Tuhan sudah berjanji kalau bangsa Israel mengikuti hukum-hukumNya Ia tidak akan
menimpakan kepada mereka penyakit-penyakit seperti Tuhan menimpakan kepada
orang Mesir (Kel 15:26).

# Ada hukum yang bisa dikaitkan dengan kesehatan.


--Jangan menyentuh bangkai binatang akan melindungi mereka dari beberapa macam
kuman penyakit.
--Daging babi bisa mengandung bibit penyakit (Trichinosis).

Tantangan:
# Masalah kesehatan sama sekali tidak disinggung dalam pasal ini.

# Konteks ini mendorong arti yang berhubungan dengan taxonomy (klasifikasi


binatang menurut sifat-sifatnya).

3. Hakekat binatang menjadi dasar haram dan tidak haram.


Dari semula Allah menciptakan binatang-binatang dengan sesuatu yang bisa dikatakan
"biasa" atau "sempurna." Jadi standar membedakannya didasarkan penciptaan.

Dasar:
# Menurut pendapat ini, yang menentukan seekor binatang haram atau tidak haram
bukanlah berhubungan dengan alasan yang modern/scientific atau sesuatu yang
kuno/tidak scientific. Melainkan ada sesuatu yang berhubungan dengan
kebudayaan/kebiasaan yang menentukannya.

# Dalam setiap golongan binatang, ada standar yang biasa:


--Binatang yang berjalan atas bumi: mempunyai kaki berkuku belah supaya bisa lari

95
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

dengan baik.

--Binatang yang hidup dalam air: Yang bersirip untuk berjalan dalam air.

--Binatang yang terbang dalam udara: Yang mempunyai dua sayap dan dua kaki.

Binatang yang tidak haram memenuhi standar ini, dan yang haram tidak memenuhi
standar ini.

# Jadi ada sesuatu di dalam binatang-binatang yang bisa dianggap biasa dalam setiap
golongan. Ini menjadi dasar menilainya haram dan tidak haram.

Kekuatan teori ini:


Mengikuti konteks, yaitu taxonomy menjadi dasar untuk membedakan yang haram
dan yang tidak haram.

Tantangan:
Dasarnya tentang apa yang sempurna dalam satu golongan binatang kurang tepat.
Unta dan babi dua-duanya jalan seperti biasa di atas bumi, tetapi tidak boleh di
makan. Sama dengan burung-burung dan binatang yang hidup dalam air. Burung
rajawali mempunyai dua sayap dan dua kaki tetapi tidak bisa dimakan.

Jadi apa kesimpulan? Yang penulis terima ialah gabungan dari pendapat pertama dan pendapat
ketiga. Allah menentukannya, tetapi Dia mempunyai dasar juga yang belum difahami manusia
zaman kini.

Yang penting bagi seorang Israel, ialah bahwa dia harus hidup kudus di dalam dunia yang
mempunyai hal yang baik dan hal yang najis. Sebab itu, orang-orang Israel kadang-kadang akan
dinajiskan. Untuk menolong mereka hidup suci dalam bumi ini Tuhan memberitahukan dua hal
yang penting kepada mereka:

# Apa yang menajiskan dan tidak menajiskan.

# Jalan keluar kalau dinajiskan.

--------------------

2A. Najis berhubungan dengan melahirkan anak (12:1-8).


Pada waktu melahirkan, darah dan lelehan yang keluar menajiskan supaya harus ada
korban penghapus dosa.

Bdgk. Lukas 2:24. Apakah Maria berdosa melahirkan Tuhan Yesus? Kalau tidak,
mengapa harus membawa Korban Penghapus Dosa?

(Jelas Maria tidak berdosa melahirkan Tuhan Yesus. Tetapi kita harus mengerti bahwa
Korban Penghapus Dosa mengatasi masalah kenajisan yang terjadi akibat hidup dalam
dunia yang di bawah kutuk dosa. Hukuman atas Hawa karena memakan buah dari Pohon
Pengetahuan Tentang yang Baik dan Jahat adalah berkaitan dengan melahirkan, jadi proses
melahirkan sejak manusia jatuh ke dalam dosa membuat ibu yang melahirkan najis, dan
dalam P.L. cara mengatasinya ialah Korban Penghapus Dosa. Sekarang, sesudah kematian

96
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

Yesus, kita disucikan oleh darahnya, supaya tidak ada masalah lagi dengan yang najis.)

3A. Penyakit-penyakit Najis (13:1-59).


1B. Penyakit Kulit
1C. Kata bahasa Ibrani (tfar!cA sar'at) yang diterjemahkan "kusta" di sini
menjangkau banyak penyakit yang mengubahkan keadaan kulit, termasuk
campak, cacar, cacar air, panau, dan lain-lain.

2C. Setiap orang yang mempunyai penyakit kulit harus diperiksa oleh seorang
imam. Dan imam itu biasanya menyuruh supaya si penderita dikurung selama
satu minggu, kemudian diperiksa lagi.
1D. Kalau sembuh, ia disebut tahir, dan harus melaksanakan upacara dari
Imamat 14.

2D. Kalau tetap sakit, bisa dikurung lagi atau langsung diusir dari
perkemahan.

2B. Pakaian yang bercendawan


Walaupun kata bahasa Ibrani ((tfar!cA sar'at) yang diterjemahkan "kusta" dipakai
di sini, jelas pakaian tidak kena penyakit kusta. Maksud-nya ialah pakaian yang
bercendawan.

4A. Pentahiran sesudah sembuh dari penyakit najis (14:1-57).

5A. Lelehan/exudat yang najis (15:1-33).


Perhatikanlah ayat 31, yang menjelaskan tujuan semua upacara pentahiran: supaya mereka
jangan mati sebab Kemah Suci Yahweh dinajiskan. Manusia tidak bisa hidup di bumi
tanpa kadang-kadang menjadi najis. Tetapi apapun yang najis tidak bisa dibawa di hadapan
TUHAN, sebab TUHAN adalah kudus. Apa jalan keluar bagi bangsa Israel? Ialah sistem
korban dan imam yang dijelaskan dalam kitab Imamat. Melalui sistem ini yang ditentukan
TUHAN, manusia biasa bisa hidup dengan TUHAN yang kudus di tengah mereka.

Hari Raya Pendamaian


(Yom Kipper)
Imamat 16:1-34

Dari semua hari raya orang Yahudi, Yom Kipper (rP,Ki-~Ay) mempunyai makna yang
khusus. Pada hari itu, bangsa Israel ditahirkan supaya bisa hidup dengan baik di hadapan
TUHAN. Walaupun setiap orang berwajib membawa Korban Penebus Salah dan Korban
Penghapus Dosa kalau mereka berdosa atau menajiskan diri, mustahil untuk setiap orang selalu
melaksanakan semua peraturan dengan sempurna. Jadi TUHAN menentukan satu hari supaya
mereka "akan ditahirkan dari segala dosa" mereka dihadapan TUHAN (Im. 16:30). Yom Kipper
masih dirayakan oleh orang yang beragama Yahudi sampai hari ini.

97
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

1A. Perbedaan Hari Raya Pendamaian dari Hari Raya lain.


1B. Semua bangsa Israel tidak diperintahkan hadir ke Kemah Suci. Hari Raya
Pendamaian dipercayakan khusus kepada Imam besar dan orang imam. Orang yang
lain harus menguduskan hari itu tetapi tidak harus hadir di pusat ibadah.

2B. Semua bangsa harus berpuasa (16:31). Hari Raya Pendamaian adalah satu-satunya
hari yang ditetapkan oleh TUHAN sebagai hari berpuasa bagi bangsa Israel.

3B. Hanya pada Hari Raya Pendamaian Harun diperbolehkan masuk ke tempat kudus
dalam Kemah Suci.

2A. Arti "Pendamaian."


1B. Apa yang harus "diperdamaikan?" (16:20)
1C. Tempat Kudus

2C. Kemah Pertemuan

3C. Mezbah

Perhatikanlah bahwa Harun mulai pendamaian kemah suci di tempat yang paling
dalam, yang paling kudus, dan diteruskan sampai ke mezbah bakaran yang di luar.

2B. Perhatikanlah bahwa bukan manusia yang diperdamaikan. Manusia ditahirkan


melalui upacara ini yang "mengadakan pendamaian" atas Kemah Suci (16:30).

3B. Makna kipper (pendamaian).


1C. Pada dasarnya berhubungan dengan pembayaran ganti-rugi sebab kesalahan.
(Kel. 21:30; Kel. 30:11-16; Maz. 49:8-9; dll.)

2C. Darah bisa dipakai untuk mengadakan pendamaian sebab dihargai sebagai
nyawa binatang (Im. 17:11).

3C. Ada cara lain dari pada darah untuk mengadakan pendamaian pada hal yang
tertentu:
1D. Korban Penghapus Dosa pada orang miskin (Im. 5:11-13)

2D. Uang dalam sensus (Kel. 30:11-16)

4C. Jadi pemberian/pembayaran (restitution) atas pelanggaran menghasilkan


perdamaian dengan Allah dan pembebasan dari hukuman (propitiation).

3A. Upacara
1B. Pendamaian bagi Harun sendiri
Harun harus membawa korban dosa dan mengadakan pendamaian bagi dirinya
sendiri sebelum dia bisa melaksanakannya pada semua umat TUHAN (Im. 16:6; 11-
14).

1C. Harun harus membawa seekor lembu jantan sebagai Korban Penghapus Dosa
bagi dirinya sendiri (Im. 4:3-11).

2C. Persiapan lain bagi Harun: Mengenakan pakaian tertentu dan membasuh
tubuhnya (16:4-5).

98
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

2B. Pendamaian bagi Umat Israel


1C. Harus membawa Korban Penghapus Dosa dan Korban Bakaran (16:5).

2C. Dua ekor Kambing Jantan


1D. Harus membawa dua-duanya ke hadapan TUHAN (16:7)

2D. Harus membuang undi untuk menentukan sebuah bagi TUHAN dan
sebuah bagi "Azazel."

3D. Yang "bagi TUHAN" menjadi Korban Penghapus Dosa bagi umat Israel
(16:9). Darahnya dipakai untuk mengadakan pen-damaian pada tempat
Kudus, Kemah Suci, dan mezbah.

4D. Yang bagi "Azazel" (Im. 16:10, 20-22).


1E. Arti "Azazel"

Kata ini langsung diambil dari bahasa Ibrani, sebab hanya dipakai
dalam Im. 16. Jadi artinya tidak pasti diketahui. Ada sekurangnya
dua pendapat tentang kata ini:

1F. Artinya "kambing yang diusir."

Dasarnya: Kata bahasa Ibrani ini diambil dari dua kata: "az"
yang bisa berarti "kambing," dan "azel" yang diambil dari
kata kerja yang berarti "membawa keluar." (Ini artinya yang
dipakai dalam terjemahan Septuaginta.)

2F. "Azazel" adalah nama khusus.

Kitab Henokh (kitab Yehudi yang bukan Firman Tuhan)


mengatakan bahwa Azazel adalah seorang malaikat yang
jatuh dalam dosa menjadi roh jahat.

Pendapat 1F yang paling tepat, sebab tidak mungkin seekor


kambing diserahkan kepada roh jahat.

2E. Dosa bangsa Israel diakui atas kepala kambing itu dan kemudian
dilepaskan ke padang gurun.

3C. Jadi pendamaian diperoleh dengan dua ekor kambing. Satu ekor yang murni
mentahirkan bangsa Israel dari semua dosa dan kenajisan. Dan satu yang lain
menerima dosa Israel dan membawa semuanya jauh dari TUHAN dan dari
bangsa Israel.

4A. Pekerjaan Yesus mengadakan pendamaian dengan Allah.


1B. Yesus dan darahNya menjadi Korban Penghapus Dosa yang sempurna, yang tidak
harus diulangi setiap tahun (Ibr. 9:6-12, 25-28).

Perhatikanlah Ibr. 10:4 yang berkata "tidak mungkin darah lembu jantan atau darah

99
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

domba jantan menghapuskan dosa." Dari konteksnya darah bintang tidak bisa
menghapus dosa sebab harus diulangi setiap kali berdosa. Tetapi korban Yesus tidak
perlu diulangi.

2B. Yesus juga menganggung semua dosa kita seperti kambing yang dilepaskan di
pandang gurun (Lihat I Petrus 2:24; Ibr. 13:12-13) dan seperti bagian Korban
Penghapus Dosa yang dibakar di luar perkemahan (Ibr. 13:11).

Darah, Penyembelihan, Dan Persembahan Korban


Imamat 17

1A. Tempat Menyembelih dan Mempersembahkan Korban (17:1-9).


1B. Semua Penyembelihan harus dilakukan di Kemah Suci.

2B. Mengapa? Mengatasi masalah Darah


1C. Darah adalah "nyawa" dari binatang dan tidak bisa dibiarkan jatuh dengan
sembarangan.

2C. Darah tidak boleh diserahkan kepada dewa lain. Kalau orang dibiarkan
menyembelih binatang di mana saja, lebih muda memakai darah sebagai
persembahan kepada "jin-jin" (17:7).

2A. Larangan tentang makan darah atau bangkai (17:10-16).


1B. Darah tidak boleh dimakan sebab melambangkan "nyawa." Hanya TUHAN, yang
mampu memberi hidup, patut menerimanya kembali. Jadi darah binatang yang tidak
haram harus dibawa ke mezbah.

2B. Darah binatang yang liar tidak boleh dimakan sebab "nyawa makhluk ada di dalam
darahnya." Darah bintang liar juga tidak bisa dibawa ke mezbah TUHAN. Jadi
mereka harus mencurahkan darahnya lalu menimbunnya dengan tanah.

3A. Kesimpulan
Semua hal dalam pasal 17 menjelaskan apa yang harus dibuat kalau seorang mau makan
daging. Mereka harus menjaga apa yang dibuat dengan darahnya, supaya tidak kena
hukuman TUHAN. Darah adalah kepunyaan TUHAN.

Ayat 1-9 menjelaskan apa yang harus dibuat dengan binatang yang bisa dikorbankan: kalau
mau memakannya harus dibawa ke mezbah TUHAN sebagai Korban Keselamatan.
Alasan: Darah, yaitu nyawa binatang, adalah kepunyaan TUHAN.

Binatang yang tertangkap waktu memburu bisa dimakan, tetapi darahnya kepunyaan
TUHAN sebab darah adalah nyawa. Apa yang harus dibuat dengan darah itu? Tidak boleh
membawanya ke mezbah, jadi harus menimbunnya dengan tanah.

100
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

Hukum-hukum Berhubungan Dengan Perjanjian (B erit)


Imamat 18-25

1A. Hukum-hukum mengenai Kekudusan kehidupan (Im. 18-20).


1B. Hukum-hukum mengenai perkawinan/hal-hal yang berhubungan dengan seks.

Istilah "singkapkan aurat" atau "menyingkapkan auratnya" berarti bersetubuh dengan


orang itu.

2B. Hukum-hukum mengenai hubungan sesama dan hal-hal agama (Im. 19-20).

2A. Hukum-hukum mengenai Tugas Imam-Imam (Im. 21-22).

3A. Hukum-Hukum mengenai Hari-Hari Raya di Israel (Im. 23)


1B. Hari Sabat (23:1-3)
Hari ini biasanya sama dengan hari Sabtu, tetapi ada hari lain juga yang dikhususkan
bagi TUHAN yang disebut "Hari Sabat." Inilah hari perhentian penuh bagi umat
Israel.

2B. Paskah (23:4-5)


1C. Tanggal 14 bulan pertama.
2C. Kristus adalah Paskah kita (I Kor. 5:7-8).

3B. Roti Tidak Beragi (23:6-8).


Tanggal 15-21 bulan pertama. Pada tanggal 16, berkas jelai dari hasil pertama
diunjukkan di hadapan TUHAN (23:9-14). Hari Raya Hasil Pertama rupanya
dirayakan pada Hari Raya Roti Tidak Beragi (lihat ayat 11, 15). Kristus Yesus
adalah hasil pertama bagi kita (I Kor. 15:20-23).

4B. Tujuh Minggu (23:15-21)


Hari raya ini disebut:
1C. Tujuh Minggu (Kel. 34:22; Ul. 16:10, 16; II Taw. 8:13), oleh karena
dirayakan 7 minggu setelah Paskah atau 50 hari kemudian.

2C. Hari Raya Menuai (Kel. 23:16), karena mengakhiri panen gandum.

3C. Hari Hulu Hasil (Bil. 28:26) karena roti yang dibuat dari gandum yang baru
itu, dipersembahkan kepada TUHAN.

4C. Kemudian, hari raya ini disebut Pentakosta karena dirayakan 50 hari setelah
Paskah. Kristus, Paskah kita, telah mati. Pada hari pertama minggu berikut Ia
bangkit sebagai hasil pertama. Ia tinggal di bumi ini selama 40 hari sebelum
naik ke surga (KPR 1:9). Sepuluh hari kemudian, pada hari Pentakosta Roh
Kudus datang.

5B. Hari Raya Terompet (serunai) (23:23-25) dirayakan pada tanggal 1 bulan ketujuh.

6B. Hari Raya Pendamaian (23:26-32) dirayakan tanggal 10 bulan ketujuh.

101
Carl Reed, M.Th. Imamat: Garis Besar

7B. Hari Raya Pondok Daun (23:33-43) dirayakan pada tanggal 15 bulan ketujuh. Hari
raya ini juga disebut Hari Raya Pengumpulan Hasil (Kel. 23:16).

Tujuan Hari Raya ini ialah:


1C. Merayakan hasil panen.

2C. Memperingati perjalanan ke Kanaan pada waktu Israel tinggal di padang gurun.

4A. Minyak Untuk Lampu dan Roti Sajian (24:1-9).

5A. Contoh tentang apa yang terjadi kalau seorang menghujat nama TUHAN
(24:1-23).

6A. Hukum-hukum berhubungan dengan tanah dan kebiasaan sosial dalam Tanah
Kanaan (25:1-55).

Berkat Dan Kutuk Dari Perjanjian (Im. 26).

Hukum-hukum Mengenai Perpuluhan Dan Nazar (Im. 27).

102
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Pendahuluan

Bilangan
Pendahuluan
1A. Judul
Judul buku ini diambil dari terjemahan Yunani (LXX), Ariqmoi (Arithmoi). Buku ini
disebut Bilangan karena sensus Israel ditekankan. Judul dalam bahasa Ibrani ialah
(rB;d>miB. bemidbar), yang berarti "di padang gurun." Judul bahasa Ibrani lebih cocok
dengan isinya, karena dalam kitab ini tertulis pengalaman bangsa Israel selama 40 tahun di
padang gurun.

2A. Latar Belakang


Bangsa Israel masih berada di Gunung Sinai. Mereka berkemah di situ selama 1 tahun,
sambil menerima hukum-hukum Tuhan dan membangun Kemah Suci. Pada awal buku ini,
mereka siap untuk meneruskan perjalanan ke tanah perjanjian.

3A. Tujuan
Kitab ini tertulis kepada angkatan kedua yang siap memasuki tanah perjanjian. Jadi kitab
ini tertulis supaya generasi muda bisa belajar dari pengalaman orang tuanya.

4A. Pokok Utama: "Yang Lama dan Yang Baru."


Dalam kitab ini dibandingkan pengalaman generasi lama dan generasi baru. Generasi
pertami mati karena tidak percaya pada firman Allah. Generasi baru, kebanyakan yang
lahir di padang gurun, diberi kesempatan memasuki tanah perjanjian. Mereka maju sampai
ke sungai Yordan, dan mengalahkan penduduk Kanaan di sebelah timur sungai.
Kemenangan mereka dibanding dengan kegagalan generasi lama.

5A. Tema-Tema Teologia


1B. Menikmati berkat Tuhan tergantung pada ketaatan.
Angkatan kedua bangsa Israel diajar bahwa walaupun orang tuanya berdosa,
perjanjian Tuhan tidak dibatalkan. Kalau mereka taat, mereka dan anak-anaknya
akan menikmati berkat Tuhan.

2B. Kesetiaan Allah.


Walaupun generasi pertama bangsa Israel melanggar perjanjian Tuhan, Ia masih
memelihara dan memperlengkapi semua keperluan mereka dan anak-anaknya di
padang gurun. Walaupun Ia menghukum orang tuanya, anak-anaknya diberi
kesempatan lagi.

6A. Garis Besar


1A. Umat Allah menyediakan diri untuk memasuki tanah perjanjian (1:1-10:10).
2A. Dari Sinai ke Kadesy Barnea: Kemurtadan dan Penolakan (10:11-14:45).
3A. Tahun-tahun pengembaraan di daerah Kadesy (15:1-19:22).
4A. Dari Kadesy ke Moab (20:1-22:1).
5A. Israel di daerah Moab (22:2-36:13).

103
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

Bilangan: Garis Besar

1A. Umat Allah menyediakan diri untuk memasuki tanah perjanjian


(1:1-10:10).
1B. Sensus (1:1-4:49)
1C. Laki-laki dihitung (1:1-54)
1D. Semua laki-laki Israel yang berumur 20 tahun ke atas dan yang sanggup
berperang dihitung.
2D. Jumlahnya ialah 603.550 (1:45-46).
3D. Suku Lewi tidak termasuk (1:47)

2C. Tempat perkemahan suku-suku Israel (2:1-34)

3C. Sensus orang Lewi (3:1-4:49).


1D. Semua orang Lewi laki-laki berumur 1 bulan ke atas dihitung (3:1-51)
Setiap anak sulung adalah kepunyaan Allah. Allah menentukan suku
Lewi untuk ganti semua anak sulung bangsa Israel sebagai kepunyaan
Allah yang khusus (3:11-13). Jadi sensus dalam pasal 3 menghitung
semua laki-laki untuk menentukan apakah jumlahnya sama dengan
jumlah anak sulung semua bangsa Israel. Tetapi jumlah orang Lewi
kurang, jadi harus ada pembayaran uang tebusan mengganti kekurangan
itu (3:44-51).

2D. Semua kaum laki-laki orang Lewi yang berumur 30 s/d 50 tahun dihitung
(4:1-49)
Orang Lewi yang berumur 30 s/d 50 dianggap layak melayani dalam
Kemah Suci. Dalam pasal ini ada pembagian tugas kepada kaum Lewi
yang berumur itu.

2B. Perkemahan disucikan (5:1-6:27)


1C. Peraturan mengenai orang-orang yang najis (5:1-4)
2C. Peraturan mengenai penebusan kesalahan (5:5-10)
3C. Ujian untuk isteri-isteri yang dituduh berzinah (5:11-31)

104
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

4C. Hukum-hukum nazir (6:1-21)


1D. Harus menjauhkan diri dari anggur (1-2)

2D. Pisau cukur tidak boleh lalu di atas kepalanya (5)

3D. Dilarang mendekati mayat orang (6)

Tujuannya: mengkhususkan dirinya bagi Tuhan untuk kerja bagi Dia. Waktu
nazarnya ialah untuk beberapa waktu atau seumur hidupnya.

Contoh: Simson -Hak. 13:5


Samuel -I Sam. 1:11
Yohanes Pembaptis -Luk. 1:15

5C. Ucapan berkat imam (6:22-27)


Berkat ini diucapkan oleh para imam setiap hari dalam upacara petang di Bait
Suci. Walaupun berkat ini di-ucapkan oleh Harun dan anak-anaknya, tetapi
Tuhanlah yang memberkati bangsa Israel dan bukan para imam.

3B. Persembahan suku-suku Israel pada waktu pentahbisan Kemah Suci (7:1-89)

Kalau membaca pasal ini (yang paling lama dalam Kitab Bilangan), kita cepat
melihat bahwa yang disembahkan oleh setiap suku adalah sama. Kalau begitu,
megapa diulangi untuk setiap suku? Lebih singkat kalau ditulis isi persembahan, dan
kemudian bahwa 12 suku semua membawa yang sama. Kalau makalah ditulis
dengan mengulangi hal yang sama seperti ini12 kali, dosen tidak akan menerimanya.
TETAPI karena inilah Firman Tuhan, semua ini ditulis dengan sengaja: Karena ada
ajaran Teologi disini:

Pengulangan ini menekankan bahwa setiap suku memiliki hak dan kewajiban
yang sama dalam ibadah kepada Allah, dan setiap suku mendukung Kema Suci
dan imam-imam (para korban memberikan makanan untuk imam-imam).

4B. Pentahbisan orang Lewi (8:1-26)


1C. Harun dan kandil (8:1-4)
2C. Pentahbisan orang Lewi (8:5-22)
3C. Masa tugas orang Lewi (8:23-26)

Menurut 8:24 orang Lewi wajib bertugas waktu berumur 25 tahun, tetapi dalam
pasal 4 mereka harus berumur 30 tahun. Ada yang berpendapat bahwa orang
Lewi harus bekerja selama 5 tahun sebagai pelatih sebelum dipercayakan
penuh.

5B. Paskah dirayakan pada kedua kalinya (9:1-23)


1C. Ketetapan-ketetapan mengenai perayaan Paskah (9:1-14)

Saat ini bulan pertama tahun yang kedua (1). Berarti sudah lewat satu tahun
penuh sejak Israel keluar dari Mesir (lihat Kel. 12).

105
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

Perhatikanlah bahwa jika salah seorang tidak merayakan Paskah pada waktu
yang ditentukan, oleh karena ia najis atau sedang dalam perjalanan jauh, ia
wajib merayakannya pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas (10-
12).

2C. Tiang awan memimpin perjalanan Israel (9:15-23).

Allah mulai memimpin bangsa Israel dengan tiang awan sesudah mereka
merayakan Paskah yang pertama, yaitu pada malam mereka berangkat dari
Mesir. Jadi sesudah perayaan Paskah yang kedua dijelaskan, dan mereka siap
berangkat dari Sinai, cara Allah memimpin mereka diterangkan.

6B. Nafiri dari Perak (10:1-10)


Nafiri ini dipakai untuk mengatur keberangkatan bangsa Israel.

2A. Dari Sinai ke Kadesy Barnea: Kemurtadan dan Penolakan (10:11-14:45).


1B. Israel berangkat dari padang gurun Sinai (10:1-36)

Mereka berangkat sesuai dengan perintah Tuhan. Dalam pasal 1 s/d 10 mereka setia
kepada Tuhan dan mentaati setiap firmanNya. Tetapi dalam pasal 11 mulai nampak
isi hati mereka: kurang percaya.

2B. Israel bersungut-sungut di hadapan Tuhan (11:1-12:6)

Dalam bagian ini kita melihat 3 perkara yang menunjukkan bahwa bangsa Israel
masih kurang beriman kepada Tuhan. Mereka masih bersungut-sungut. Mereka sama
sekali tidak menantikan tanah perjanjian, melainkan masih memandang kembali ke
Mesir.

1C. Api TUHAN di Tabera (11:1-3)


Walaupun mereka baru tiga hari dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian, dan
mereka dipimpin oleh Tuhan sendiri melalui tiang awan, mereka mengeluh
mengenai "nasib buruk" mereka (11:1). Memang daerah yang mereka lewati
kurang sumber makanan, tetapi tidak ada alasan untuk lupa kemampuan
Tuhan. Mereka harus dihukum Tuhan dengan api. (Tabera berarti
"kebakaran" [ay. 3.])

2C. Kerakusan di Kibrot-Taawa (11:4-35)


1D. Persungutan ini mulai dengan "orang-orang bajingan" (yaitu pengikut
yang bukan bangsa Ibrani), tetapi bangsa Israel pun ikut serta di
dalamnya (11:4).

2D. Manna, yang dulu diterima sebagai sesuatu yang ajaib, sekarang
dianggap biasa dan kurang enak. Mereka menangis meminta daging dari
Musa (11:5-9).

Mengapa mereka disalahkan? Apakah berdosa mohon makanan yang


enak? Masalahnya bukan dalam permohonan, tetapi dalam sikap mereka
yang menuduh bahwa Allah tidak memper-hatikan mereka, dan tidak
memberi yang baik.

106
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

3D. Beban Musa dibagi dengan ketujuh puluh orang tua-tua (11:10-17; 24-
30)

Musa mengeluh kepada Tuhan bahwa terlalu berat bagi dia menjaga
bangsa Israel. Jadi Tuhan menaruh RohNya ke atas tujuh puluh tua-tua
supaya Musa ada pertolongan.

4D. Tuhan memberi daging kepada bangsa Israel (11:18-23; 31-35).


1E. Mengapa Tuhan memberi daging kepada mereka? Supaya mereka
melihat bahwa keadaan mereka bersama Tuhan di padang gurun
lebih baik dari pada keadaan di Mesir. (11:18-20)

2E. Rupanya Musa pun kurang percaya akan kemampuan Tuhan


memberi daging kepada bangsa Israel (11:21-23).

3E. Mengapa Tuhan memberi daging kepada mereka dan kemudian


menghukum mereka? (11:31-35)

Mungkin mereka makan daging bersama dengan darah.

3C. Miryam dan Harun melawan Musa (12:1-16)


1D. Walaupun mereka mengatai Musa berkenaan dengan isterinya, masalah
yang sebenarnya ialah mereka iri hati dengan ke-dudukan Musa. Mereka
anggap diri sama penting (12:1-2).

2D. Walaupun Musa biasanya membawa perkara langsung kepada Tuhan,


perkara ini tidak dilaporkan kepadaNya. Ini sifat kelemah-lembutan
(12:3).

3D. Perhatikanlah bahwa Tuhan berfirman "tiba-tiba" kepada Musa, Harun


dan Miryam (4). Walaupun Musa tidak membela diri di hadapan Tuhan
atau manusia, Tuhan bertindak. Tuhan membela Musa dan menegur
Harun dan Miryam (12:4-8).

4D. Miryam kena penyakit kusta (12:9-15)

Harun tidak kena penyakit apapun. Rupanya Miryam adalah sumber


persungutan ini, dan Harun hanya ikut serta. (Bdgk. kelakuan Harun
dalam Kel. 32)

Perhatikanlah bahwa Musa berdoa untuk Miryam.

3B. Pemberontakan para pengintai dan bangsa Israel (13:1-14:45)


1C. Para pengintai diutus mengintai tanah Kanaan (13:1-24).

2C. Laporan mereka (13:25-33)


1D. Tanahnya bagus (13:27)

2D. Tetapi, bangsa-bangsa terlalu kuat! (13:28-29)

3D. Iman Kaleb: "Kita pasti akan mengalahkannya!" (13:30)

107
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

4D. Mereka tidak memperdulikan Kaleb, tetapi langsung ceritakan kepada


bangsa Israel "kabar busuk" tentang tanah Kanaan (13:31-33).

3C. Pemberontakan bangsa Israel (14:1-45)


1D. Reaksi umat Israel setelah mendengar laporan para pengintai (14:1-19)
1E. Mereka menangis dan mengambil keputusan untuk kembali ke
Mesir. Mereka hendak memilih pemimpin yang lain untuk
memimpin mereka kembali (14:1-4).

2E. Jawaban Yosua dan Kaleb: TUHAN mampu memberikan bangsa


ini kepada bangsa Israel (14:5-9).

3E. Sikap Israel: mau membunuh Yosua dan Kaleb (14:10)

4E. Firman Allah kepada Musa (14:11-12)

5E. Musa berdoa untuk bangsa Israel (14:13-19)

Bdgk. Kel. 34:6-7

2D. Perhatikanlah bahwa Allah mengampuni mereka tetapi mereka tetap


menuai akibat dosanya, yaitu mereka tidak dapat masuk Kanaan (14:20-
23).

3D. Firman Allah mengenai orang Israel (14:24-35)

"Seperti yang kamu katakan di hadapanKu, demikianlah akan Kulakukan


kepadamu." (14:28)

1D. Mereka ingin kembali ke Mesir, jadi Tuhan menyuruh mereka


"berpaling dan berangkatlah ke padan gurun, ke arah Laut Teberau"
(yaitu ke arah Mesir).

2D. Mereka berkata "sekiranya kami mati ... di padang gurun ini"
(14:2) dari pada mati di tanah Kanaan. Jadi semua orang 20 tahun
ke atas akan mati di padang gurun (kecuali Kaleb dan Yosua).

3D. Anak-anak yang mereka katakan "akan menjadi tawanan" akan


dibawa Allah ke tanah Kanaan.

Tetapi perhatikanlah 14:33: Anak-anak itu yang tidak salah masih


harus mengembara 40 tahun di padang gurun dan "menanggung
akibat ketidaksetiaan" orang tuanya.

4D. Kesepuluh pengintai mati, kena tulah dari Allah (14:36-38)

5D. Israel dipukul kalah (Pemberontakan Kedua) (14:39-45).

Mereka masih tidak percaya perintah Tuhan dan tidak menghiraukan


Musa. Mereka coba memasuki tanah Kanaan tanpa pertolongan Tuhan
dan Musa. Akibatnya: mereka dipukul kalah.

108
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

3A. Tahun-tahun pengembaraan di daerah Kadesy (15:1-19:22)


1B. Hukum-hukum Korban (15:1-41)
1C. Korban sajian dan korban curahan yang disajikan bersama dengan korban-
korban lain.

Apa hubungan hukum-hukum korban dalam pasal 1 ini dengan pemberontakan


Israel dalam pasal 14?

Perhatikanlah 15:2: "Apabila kamu masuk ke negeri yang akan Kuberikan


kepadamu..."

Peraturan-peraturan ini menekankan bahwa Allah masih akan memberi tanah


perjanjian kepada mereka. Walaupun generasi pertama tidak diizinkan masuk,
perjanjian Allah tetap. Generasi kedua masih harus memusatkan pikiran pada
hidup dalam tanah perjanjian.

2C. Dosa yang tidak sengaja dan dosa sengaja (15:22-31)

Dalam ayat-ayat ini dijelaskan akibat bagi orang yang melanggar peraturan
Tuhan. (Bdgk. Im. 4 dalam diktat).

3C. Contoh "dosa sengaja" dan hukumannya: orang yang melanggar peraturan
sabat dilontari dengan batu (15:32-36).

4C. Jumbai peringatan, supaya tidak melanggar perintah Tuhan (15:37-41)

2B. Allah mendukung hak Harun sebagai imam besar (16:1-18:32)


1C. Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram (16:1-35)

Korah adalah orang Lewi, dan Datan dan Abiram adalah orang Ruben. Inti
pemberontakan mereka ialah bahwa mereka iri hati terhadap Musa dan Harun.
Mereka merasa semua orang Lewi sama kudus dengan Harun (16:3). Musa
membiarkan Tuhan memilih siap yang kudus (16:5), dan Harun terpilih.
Korah, Datan dan Abiram ditelan oleh bumi bersama keluarga-keluarganya
sedangkan 250 pengikutnya dihanguskan oleh api.

2C. Harun memperhentikan tulah (16:36-50)

3C. Tongkat Harun berbunga (17:1-13)

4C. Kewajiban dan penghasilan imam dan orang Lewi (18:1-32)

3B. Air pentahiran (19:1-22)


Peraturan ini menjelaskan bagaimana orang Israel yang kena kepada mayat harus
ditahirkan kembali. Peraturan ini menegaskan bahwa generasi pertama akan mati di
padang gurun. Sebab akan banyak penguburan, harus ada cari menjadi tahir.

109
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

4A. Dari Kadesy ke Moab (20:1-22:1).


Kisah-kisah dalam pasal ini terjadi pada akhir keempat-puluh tahun pengembaraan.
Kematian Miriam dan Harun, dan dosa Musa diceritakan. Akhirnya, mereka sudah sampai
ke Moab pada tahun keempat puluh.

1B. Kematian Miryam dan Harun, dan dosa Musa (20:1-29)


1C. Miryam mati (20:1)

2C. Dosa Musa dan Harun (20:2-13)

Apa dosa Musa dan Harun?


Musa tidak melakukan perintah Allah, yaitu bercakap kepada batu. Tetapi ini
bukan dosa Musa. Menurut Firman Tuhan, dosanya adalah:

< Tidak percaya kepada Allah (ayat 12).


Apa yang Musa tidak percaya? Bukan bahwa Tuhan bisa membuat air
keluar dari batu tanpa dipukuli. Dengan semua yang Musa telah
menyaksikan, dia pasti percaya Tuhan mampu membuat mujizat itu.

Yang dia tidak percaya ialah bahwa cara Allah menegor orang
Israel adalah cukup keras. (Ingatlah bahwa inilah generasi kedua
dari bangsa Israel, dan mereka mulai bersungut sama seperti orang
tuanya. Musa takut kalau mereka dibiarkan, mereka juga akan
gagal memasuki Tanah Perjanjian.)

< Tidak menghormati Kekudusan Allah di depan Israel.

Apa Akibat dosa itu? Mereka tidak diizinkan memimpin bangsa Israel masuk
ke tanah Kanaan.)

3C. Edom menolak permintaan orang Israel melalui negerinya (20:14-21)

4C. Kematian Harun di gunung Hor (20:22-29)

2B. Perjalanan dan peperangan (21:1-22:1).


1C. Bangsa Israel mengalahkan Raja negeri Arad (21:1-3)

2C. Ular tembaga (21:4-9)

Setelah mereka meninggalkan Hor, mereka berjalan keliling tanah Edom


(21:4). Tetap bangsa Israel melawan Tuhan Allah dan Tuhan menghukum
mereka dengan ular-ular sehingga banyak dari antara mereka meninggal.
Kemudian Musa disuruh membuat sebuah ular tembaga yang diangkat di atas
tiang. Barangsiapa memandang kepadanya akan hidup (bdgk. Yoh.3:14).

3C. Perjalanan ke daerah Moab (21:10-20)

Perhatikanlah ayat 16: Tuhan langsung memberikan mereka air. Mereka tidak
bersungut, bahkan memuji Tuhan.

4C. Sihon dan Basan dikalahkan (21:21-22:1)

110
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

5A. Israel dalam daerah Moab (22:2-36:13).


1B. Kisah Bileam dan Balak (22:2-24:25)

Bileam adalah "pelihat" dari daerah


Mesopotamia. Walaupun ia mencari
keuntungan sendiri, Allah memakainya
untuk memberkati bangsa Israel. Melalui
berkat-berkat itu generasi kedua
diyakinkan bahwa Allah tetap menyertai
mereka dan akan memenuhi perjanjianNya
kepada Abraham.

Bileam, walaupun dipakai oleh Tuhan,


bukan seorang nabi Tuhan. Kemungkinan
besar dia sendiri terkejut bahwa tidak bisa
mengutuk bangsa Israel.

Ada banyak hal yang menarik dalam kisah ini:

< Balak yang begitu takut akan bangsa Israel tidak perlu takut, sebab Allah tidak
mengizinkan bangsa Israel mengambil daerah Moab (Ul. 2:9).

< Bileam, seorang "pelihat," lebih buta dari keledainya. Kalau dibanding dengan
Musa, yang bercakap dengan Allah "muka ke muka," Bileam tidak sadar Allah
ada dekat.

< Pada waktu menghadapi Balak, kemungkinan besar Bileam membesarkan


dirinya dengan berkata bahwa dia mengenal Yahweh sama seperti banyak
dewa-dewa, yaitu ialah dukun santet yang paling kuat di daerah itu.

Penerapan: Allah begitu kuat, supaya kutuk-kutuk yang dilakukan dengan kuasa Iblis tidak
bisa diucapkan–pada waktu nabi palsu coba mengutuk, yang keluar adalah
perkataan berkat. Ajaran bagi kita ialah, kalau Allah telah memberkati dan
menentukan sesuatu, segala kuasa Iblis tidak mampu mengutukinya.

2B. Israel mulai menyembah berhala (25:1-18)


Walaupun Bileam tidak berhasil mengutuk bangsa Israel, dia menasihatkan Raja
Balak bagaimana menjatuhkan mereka (Bil. 31:16). Israel jatuh karena laki-laki
Israel diundang oleh wanita-wanita Moab. Midian juga terlibat dalam peristiwa ini.
Akhirnya Tuhan Allah mendatangkan tulah atas Israel sehingga 24.000 orang mati.

3B. Laskar Israel dihitung untuk kedua kalinya (26:1-65).


Jumlahnya sensus ialah 601.730 laki-laki yang berumur 20 tahun ke atas yang
sanggup berperang (2, 51).

4B. Peraturan-peraturan mengenai tanah, persembahan, dan nazar (27:1-30:16)


Dalam pasal-pasal ini beberapa hal yang berhubungan dengan persiapan masuk ke
dalam tanah perjanjian diceritakan.

111
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

1C. Hak waris bagi anak-anak perempuan (27:1-11)

2C. Yosua akan mengganti Musa (27:12-23)

3C. Kalender korban-korban (28:1-29:40)

4C. Nazar kaum perempuan (30:1-16)

Jika seorang laki-laki bernazar ia wajib memenuhinya (30:1-2). Apabila


seorang perempuan bernazar tetapi bapak atau suaminya melarangnya maka
nazarnya dibatalkan.

5B. Perang dengan orang Midian (31:1-54)

Selain orang Midian, Bileam juga dibunuh (8).

6B. Permohonan bani Ruben dan bani Gad (32:1-42)

Oleh karena ternak Ruben dan Gad sangat banyak mak mereka meminta daerah
Gilead sebagai milik pusakanya. Permohonan mereka disetujui asal saja mereka
menyeberang sungai Yordan dan turut menaklukkan Kanaan.

7B. Kesimpulan perjalanan orang Israel (33:1-49)

8B. Peraturan-peraturan berhubungan dengan tanah Kanaan (33:50-36:13)

1C. Peringatan Allah mengenai penduduk tanah Kanaan (33:50-56)

2C. Batas-batas tanah Kanaan (34:1-12)

3C. Mengenai pembagian tanah Kanaan (34:13-29)

4C. Kota-kota suku Lewi dan kota-kota perlindungan (35:1-34)

1D. Kota-kota suku Lewi (1-8)

2D. Kota-kota perlindungan (9-34)

5C. Peraturan-peraturan mengenai perkawinan perempuan-perempuan yang


mempunyai hak waris (36:1-13).

112
Carl Reed, M.Th. Bilangan: Garis Besar

Perjalan Israel dari Sinai Ke Tanah Kanaan

113
Carl Reed, M.Th. Ulangan: Pendahuluan

Ulangan: Pendahuluan
1A. Judul
~yrIb'D>
Judul buku ini dalam bahasa Ibrani ialah ( Debharim) yang berarti "inilah
perkataan-perkataan." Rupanya judul "Ulangan" asal dari judul dalam LXX, yaitu
Deuteronomion DEUTERONOMION, yang berarti "hukum kedua." Tetapi kitab Ulangan
bukan "hukum kedua," melainkan adalah ceramah atau eksposisi Musa kepada angkatan
kedua bangsa Israel yang siap masuk ke tanah perjanjian. Dalam kitab ini Musa
mengulangi dan menerapkan perjanjian/hukum-hukum yang bangsa Israel sudah terima di
Gunung Sinai hampir 40 tahun dahulu. Kemudian, ada upacara pengikatan perjanjian di
antara TUHAN dan generasi baru itu.

2A. Kesempatan
Bangsa Israel berkemah di tanah Moab di seberang Sungai Yordan. Generasi yang
menolak Tuhan sudah meninggal, dan angkatan kedua siap masuk ke tanah perjanjian.
Bangsa Israel telah mengalahkan dua suku yang diam di sebelah timur sungai Yordan, yaitu
bangsa Amori dan bangsa Basan. Sekarang mereka siap sedia menyeberang sungai Yordan
dan mulai memasuki tanah perjanjian. Musa, yang berumur 120, tahu bahwa dia sebentar
lagi akan mati. Jadi dalam kitab Ulangan ia memberi ceramah-ceramah terakhir pada
bangsa Israel.

3A. Tujuan
Tujuan utama Musa dalam kitab Ulangan jelas sekali dari kata-kata Musa:

Ulangan 4:1
"Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan
kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta
menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek
moyangmu."

Musa tidak diizinkan Tuhan memimpin bangsa Israel masuk ke dalam tanah Kanaan.
Musa sadar sekali bahwa keadaan mereka di tanah perjanjian tergantung kepada ketaatan
mereka pada hukum-hukum Tuhan. Jadi dalam ceramah yang terakhir ini, Musa
mengusahakan sekuat mungkin untuk mendorong bangsa Israel supaya tetap setia pada
Tuhan.

Kalau membandingkan hukum-hukum dalam kitab Keluaran dan Imamat dengan hukum-
hukum dalam kitab Ulangan, ada beberapa perbedaan. Tetapi semua perbedaan itu adalah
berkaitan dengan tujuan Ulangan, yaitu menyediakan bangsa Israel hidup menurut hukum
Allah dalam tanah perjanjian. Di Sinai dan di padang gurun, semua bangsa tinggal dalam
satu tempat, jadi ibadah dan korban dalam satu tempat gampang. Tetapi dalam tanah
perjanjian, mereka akan tersebar dalam seluruh tanah itu, dan harus ada penyesuaian
hukum-hukum. Jadi kitab Ulangan bukan saja ulangan isi kitab Keluaran dan Imamat.
Melainkan ada eksposisi dan keterangan bagaimana hidup menurut Taurat Tuhan dalam
tanah Kanaan.

4A. Pokok Utama


Perjanjian: Nasib Israel sebagai umat Allah dan masa depannya tergantung pada ketaatan
mereka kepada perjanjian/pakta Tuhan.

114
Carl Reed, M.Th. Ulangan: Pendahuluan

5A. Jenis Literatur


Kitab Ulangan terdiri dari 3 Ceramah Musa kepada bangsa Israel, tetapi tertulis dalam
bentuk Perjanjian (berit). Pada milenium kedua S.M., kebanyakan perjanjian di antara
bangsa-bangsa mengikuti satu bentuk yang tertentu, yaitu pakta-pakta bangsa Het. Jadi
kitab Ulangan adalah suatu pakta atau perjanjian di antara TUHAN dan generasi baru
bangsa Israel. (Kalau ingin belajar lebih banyak tentang bentuk perjanjian, lihat: Tema-
Tema Dalam Teologia Perjanjian Lama, oleh William Dyrness [Malang: Gandum Mas,
1990], hal. 95-107.)

6A. Tema-tema Teologia yang lain.


1B. Sifat-sifat Allah: Dalam kitab Ulangan kita lihat bahwa Allah adalah kekal,
mahakuasa, berdaulat, mahakasih, kudus dan benar.

2B. Umat Allah harus berkomitment 100% pada Allah dan hukum-hukumNya. Mereka
adalah kepunyaan Allah pribadi, dan tidak bisa mengikuti dia dengan setengah hati.

3B. Kasih Allah kepada umatNya, dan respons mereka kepada Dia. Dalam kitab ini
tertulis bahwa Allah mengasihi bangsanya sekurangnya 10 kali. Dan bangsa Israel
disuruh untuk mengasihi Allah dan sesama sekurangnya 10 kali juga. (Bdgk. I Yoh.
4:19)

Garis Besar

1A. Pendahuluan (1:1-5)

2A. Ceramah Musa yang Pertama: Kata pengantar yang historis (1:6-4:43)
1B. Riwayat perjalanan dari Horeb sampai ke sungai Yordan (1:6-3:29)
2B. Bangsa Israel dihadapan Allah (4:1-40)
3B. Kota-kota perlindungan di seberang sungai Yordan (4:41-43)

3A. Ceramah Musa yang Kedua: Hukum-hukum perjanjian (pakta) dan pengikatan-nya (4:44-
28:68)
1B. Pendahuluan ceramah Musa (4:44-49)
2B. Hukum-hukum dasar: Eksposisi dan nasihat supaya bangsa Israel tetap mendiami
tanah perjanjian. (5:1-11:32)
3B. Hukum-hukum tertentu (12:1-26:19)
4B. Pengikatan perjanjian/pakta (27:1-26)
5B. Berkat dan kutuk (28:1-68)

4A. Ceramah Musa yang ketiga: Pesan terakhir (29:1-30:20)


1B. Kesimpulan latar belakang historis: Peringatan akan akibat kalau meninggalkan
perjanjian (29:1-29)
2B. Pulih setelah tobat (30:1-10)
3B. Menghadapi kehidupan atau kematian (30:11-20)

5A. Kesinambungan perjanjian/pakta dari Musa ke Yosua (31:1-34:12)


1B. Tantangan kepada Yosua dan pembacaan hukum Taurat (31:1-29)
2B. Nyanyian Musa (31:30-32:44)
3B. Kematian Musa mendekat (32:45-52)
4B. Berkat Musa kepada suku-suku Israel (33:1-29)
5B. Kematian Musa dan pengangkatan Yosua (34:1-12)

115
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

Ulangan: Garis Besar

1A. Pendahuluan (1:1-5)

2A. Ceramah Musa yang Pertama: Kata pengantar yang historis (1:6-4:43).
Dalam ayat-ayat ini Musa mengulangi secara singkat peristiwa-peristiwa yang terjadi
dengan bangsa Israel dari gunung Sinai (daerah Horeb) sampai ke saat mereka siap masuk
tanah perjanjian. Tetapi ada tujuan yang tertentu:

29. Mengingatkan bangsa Israel tentang dasar perjanjian Tuhan kepada bangsa
Israel, yaitu perjanjian kepada Abraham, Ishak dan Yakub;

30. Mengingatkan bangsa Israel tentang kesetiaan Allah yang selama itu bekerja
untuk memenuhi janjiNya. (Bersama dengan ini, mereka diingatkan bahwa
bangsa Israel pada umumnya tidak setia pada Tuhan.)

Kita ingat bahwa Musa berusaha memotivasikan bangsa Israel supaya mereka tetap taat
pada hukum-hukum Allah. Sukses mereka dalam proses memasuki dan mendiami tanah
Kanaan tergantung pada iman dan ketaatan mereka.

1B. Riwayat perjalanan dari Horeb sampai ke sungai Yordan (1:6-3:29)


1C. Perintah untuk berangkat dari Horeb (1:6-8)

Ayat 1:6-7: Tuhan perintahkan mereka berangkat dari gunung itu. Tujuan
Tuhan bagi bangsa Israel itu bukan saja supaya dibebaskan dari Mesir, tetapi
supaya menjadi bangsa besar di tanah perjanjian. (Gunung Horeb sama dengan
Gunung Sinai. Kitab Keluaran memakai Gunung Sinai pada umumnya.
Dalam Kitab Ulangan, nama "Horeb" biasanya dipakai.)

Batas-batas tanah perjanjian yang tertulis dalam ayat 7 adalah sama dengan
perjanjian kepada Abraham (Kej. 15:18). Musa dengan sengaja mengingatkan
mereka akan perjanjian TUHAN kepada Abraham untuk menguatkan iman
mereka sebelum mereka masuk ke tanah Kanaan.

2C. Pemimpin-pemimpin diangkat (1:9-18)

Ayat 1:10-11: Musa mengingatkan mereka bahwa Allah telah memenuhi


sebagian dari perjanjianNya kepada Abraham, yaitu menjadikan keturunannya
banyak seperti bintang-bintang di langit (Kej. 15:5). Kalau Allah setia dalam
janji itu, pasti akan setia dalam janji mengenai tanah perjanjian.

3C. Kedua belas pengintai menyelidiki tanah perjanjian (1:19-25)

Ayat 1:22: Ayat ini menambah keterangan tentang cara memilih 12 pengintai
(bdgk. Bil. 13:1-3). Orang Israel yang mengusul pertama, kemudian Musa
bertanya kepada Allah yang menyetujuinya dan perintahkannya.

116
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

4C. Pemberontakan terhadap Allah (1:26-46)

Musa mengingatkan bangsa Israel tentang dua peristiwa ketidak-taatan orang


tuanya dan akibatnya:
1. Tidak taat memasuki tanah Perjanjian waktu diperintahkan Tuhan di
Kadesy Barnea. Karena kurang iman mereka terlalu takut. Akibatnya,
Tuhan melarang generasi itu masuk.

2. Sesudah mendengar larangan masuk, mereka menentang titah itu juga


dan coba masuk tanpa pertolongan Tuhan. Kali ini mereka terlalu berani
dalam kemampuan sendiri (1:43). Akibatnya, dikalahkan dan terpaksa
pulang.

Tujuan Musa ialah supaya generasi baru ini belajar dari pengalaman orang tua.

Penerapan: Ketaatan pada perintah Tuhan bukan saja melakukannya, tetapi


melakukannya pada waktu diperintahkan. Kitapun bisa kehilangan kesempatan
kalau lalai mentaati perintah Tuhan.

Ayat 1:35: Teladan yang baik: Kaleb (dan Yosua) saja yang percaya pada
kemampuan Tuhan dulu dan diizinkan masuk ke tanah Kanaan. Setiap kali
generasi baru itu melihat Kaleb, mereka diingatkan bahwa ketaatan dihargai
oleh Tuhan.

5C. Riwayat perjalanan dari Kadesy ke Kedemot (2:1-25)

Ayat 2:5, 9 & 19: Bukan Israel saja yang menerima tanah tertentu oleh Allah.
Saudara-saudara mereka yang lain juga mendapat tanah khusus: keturunan
Esau (bangsa Edom), dan keturunan Lot (bangsa Moab dan Amon). Israel
seharusnya dikuatkan dengan melihat kesetiaan Allah menyerahkan musuh-
musuh yang kuat ke dalam tangan Edom, Moab dan Amon.

Ayat 2:14, 16: Ironis juga angkatan yang tidak berani masuk tanah perjanjian
dinamakan "prajurit."

Ayat 2:24: Perebutan tanah perjanjian mulai pada saat mereka menyeberangi
sungai Arnon. (Lihat Peta Hal. 113.)

6C. Riwayat peperangan daerah sebelah timur sungai Yordan (2:26-3:20)


1D. Sihon, raja Hesybon dikalahkan (2:26-37)

Ayat 2:31: Tuhan yang menyerahkan Sihon dan negerinya kepada


bangsa Israel. Tetapi caranya ialah melalui peperangan mereka. Mereka
tidak bisa duduk saja dan Tuhan yang mengalahkan musuh-musuhnya.
Sambil mereka berperang, Tuhan berperang bersama dan menguatkan
mereka supaya musuh kalah.

Kitapun harus jadi sadar bahwa Tuhan sering memberkati dan memenuhi
perjanjian-perjanjian kepada kita: menolong kita sambil kita maju dan
berusaha dalam iman.

117
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

2D. Og, raja Basan dikalahkan (3:1-11)

Ayat 3:3: "Dan TUHAN, Allah kita, menyerahkan juga Og, raja Basan
... ke dalam tangan kita dan kita mengalahkan dia..."

Perhatikanlah bahwa walaupun bangsa Israel yang ber-perang, Tuhan


yang menentukan kemenangan mereka. Hanya sesudah perbuatan Tuhan
diakui, baru disebut bagian Israel (kita mengalahkan dia). Teologinya
penting: walaupun manusia bergiat, Tuhan yang berdaulat dan Ia yang
menentukan hasilnya.

Ayat 3:5: "Kota berkubu" berarti tidak gampang Israel mengalahkan


daerah itu. Tetapi mengingat kemenangan itu akan menguatkan mereka
menghadapi kota-kota yang lebih kuat di sebelah barat sungai Yordan.

3D. Penyerahan Daerah sebelah timur sungai Yordan (3:12-22)

7C. Permohonan Musa memasuki tanah Kanaan dan penolakannya dari Allah
(3:21-29)

Mengapa Tuhan tetap menolak permohonan Musa?

1D. Supaya Musa ingat bahwa TUHAN sendiri lebih penting dari pada
perjanjian Tuhan.

2D. Musa juga harus menyediakan Yosua membuat apa yang Musa dilarang
membuat. Pelajaran yang sulit tetapi penting: Membantu orang lain
melaksanakan hal yang kita ingin laksanakan.

2B. Bangsa Israel dihadapan Allah (4:1-40)


1C. Nasihat menaati hukum Allah (4:1-14)

Ayat 4:1: Kitab Ulangan bukan tertulis sebagai daftar hukum-hukum saja,
tetapi disampaikan dalam konteks:

(1) Pendidikan:"yang kuajarkan kepadamu" dan


(2) Penerapan: "untuk dilakukan"

Ayat 4:2: "Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu


dan janganlah kamu menguranginya"
(Bdgk. Wahyu 22:18-19)

Konteks titah ini ialah perintah-perintah dalam perjanjian Tuhan, bukan semua
Perjanjian Lama. Ayat ini tidak menutup kemungkinan wahyu selanjutnya,
sebab pada saat ini disampaikan, sebagian besar dari P.L. belum tertulis.

2C. Penyembahan patung dan berhala dilarang (4:15-31)


Perhatikanlah bahwa yang terutama dilarang di sini bukan penyembahan dewa-
dewa lain, tetapi penyembahan kepada Tuhan secara salah. Terutama, ialah
melarang mereka membuat patung untuk usaha menyerupai Tuhan. Dasarnya,

118
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

ialah bahwa pada waktu mereka menghadap Tuhan di gunung Sinai, mereka
tidak melihat sesuatu rupa, hanya mendengar suara dan guntur.

Apa bahayanya membuat patung menyerupai Tuhan?

1D. Membatasi Tuhan. Tuhan lebih besar dari apa saja, jadi kalau membuat
patung (atau gambar dalam bayangan sendiri pun), akhirnya sesuatu yang
kurang dari Tuhan akan disembah. Tuhan saja Pencipta, semua yang lain
hanya makhluk.

2D. Kalau membuat patung makhluk, bisa dipengaruhi oleh kepercayaan


bangsa lain, dan timbul sinkretisme.

3C. Pengakuan bahwa TUHAN adalah Allah (4:32-40)


Israel mengenal Allah melalui dua peristiwa yang unik:
1. Pembebasan dari Mesir
2. Gunung Sinai

Perhatikanlah ayat 35: Mereka melihat semua hal itu supaya sadar bahwa
Yahweh adalah Allah, dan tidak ada yang lain seperti dia.

3B. Kota-kota perlindungan di seberang sungai Yordan (4:41-43)


Bdgk. Bil. 35:9-28; Ul. 19:1-13.

3A. Ceramah Musa yang Kedua: Hukum-hukum perjanjian (pakta) dan


pengikatan-nya (4:44-28:68).
1B. Pendahuluan ceramah Musa (4:44-49)

2B. Hukum-hukum dasar: Eksposisi dan nasihat supaya bangsa Israel tetap mendiami
tanah perjanjian. (5:1-11:32)
1C. Sepuluh Hukum (5:1-33)
1D. Nasihat dan latar belakang historis (5:1-5)

Ayat 5:1: "Dengarlah, hai orang Israel..."


Bahasa Ibrani: (laer"f.yI [m;v. sema` yisra'el) Kata-kata ini diulangi 5
kali dalam kitab Ulangan (5:1; 6:4; 9:1; 20:3; 29:9), yang terkenal adalah
dalam 6:4.

Artinya bukan dengar saja, tetapi menaati.

2D. Sepuluh Hukum (5:6-21)


(Lihat keterangan dalam Keluaran 20)

3D. Pengikatan perjanjian/pakta (5:22-33)

Ayat 5:29: "Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku
dan berpegang pada segala perintahKu, supaya baik keadaan mereka
dan anak-anak mereka selama-lamanya!"

119
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

Allah dalam P.L. kadang-kadang digambarkan sebagai Allah yang penuh


dengan murka dan tidak begitu mengasihi manusia. Tetapi dalam ayat
ini hati Allah yang penuh dengan kasih dinyatakan. Allah ingin
memberkati bangsa Israel, tetapi tergantung pada ketaatan mereka. Ayat
ini mengandung perasaan yang sama dengan yang tertulis dalam Mat.
23:37-39 oleh Yesus:

"Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan


melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-
kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam
mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak
mau..."

2C. Perjanjian yang Utama: Mengasihi TUHAN Allah (6:1-25)


1D. Tujuan perjanjian/pakta: supaya mereka dan keturunan mereka takut
akan Tuhan dalam tanah perjanjian. (6:1-3)

2D. Hukum Utama: Komitmen total (6:4-5)


Ayat 6:4: "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN
itu esa!"

Kata "esa" dalam bahasa Ibrani ialah (dx'a, 'ehad), yang mengandung
arti kesatuan dalam variasi, atau beberapa bagian yang disatukan. (Bdgk.
Kel. 26:6, 11; Yeh. 37:17, 19) Walaupun ayat ini tidak langsung
mengajar doktrin tritunggal, tidak juga melarang doktrin itu.

Dalam konteks ayat ini, beberapa ahli berkata bahwa "esa" bisa
diterjemahkan "satu-satunya." TUHAN Allah bukan Allah yang utama
diantara dewa-dewa lain, (seperti Baal dalam kepercayaan orang
Kanaan). Melainkan Dia satu-satunya Allah, Allah yang Esa.

Dalam konteks penyampaian hukum-hukum Allah, keesaan Allah


mempunyai beberapa implikasi yang penting:

1. Kalau Allah berfirman, tidak ada yang lain yang bisa menolaknya.

2. Kalau Allah berjanji, tidak ada yang lain yang bisa menariknya.

3. Kalau Allah menghukum ketidaktaatan, tidak ada yang lain yang


bisa melindungi.

Mereka, sama dengan semua orang, tidak bisa memilih Allah yang lain
kalau tidak senang dengan TUHAN. Tidak ada yang lain. Allah adalah
esa.

Ayat 6:5: Respons pada kebenaran bahwa Allah bangsa Israel itu esa,
ialah terdapat dalam 6:5. Bangsa Israel harus mengasihi Allah secara
total.

"Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan


segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu."

Ayat ini dikutip Yesus dalam Mat. 22:37-38; Mk. 12:29-30; dan Lk.

120
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

10:27. Yesus berkata bahwa ini adalah hukum yang terutama. Dalam
kitab Ulangan pun, hukum ini menjadi pusat kitabnya. Tidak cukup bagi
bangsa Israel untuk melakukan hukum-hukum Allah secara lahiriah saja.
Tuhan puas dengan orang yang melakukannya dari hatinya.

3D. Pengajaran hukum utama untuk generasi mendatang (6:6-9)


Ayat 6:6: "haruslah engkau perhatikan"

Dalam bahasa Ibrani tertulis bahwa perintah-perintah harus "pada hatimu


." Bangsa Israel harus merenungkan perintah-perintah ini dahulu, dan
sesudah itu mengajarnya kepada anak-anak mereka.

Ayat 6:7: Mereka harus mengajarnya "berulang-ulang" kepada anak


mereka. Pengajaran ini termasuk pendidikan formal, seperti sekolah
("apabila engkau duduk di rumahmu") dan nonformal, yaitu sambil jalan
dan bergaul.

4D. Cara-cara untuk memelihara hukum utama (6:10-25)


1E. Mereka diingatkan supaya jangan lupa Tuhan dalam kemakmuran
di tanah Kanaan (6:10-19)

2E. Pertanyaan anak dan jawaban (6:20-25)


Jawaban kepada anak yang bertanya mengenai arti semua peraturan
dari Allah mengandung tiga bagian. Setiap bagian memberi
dorongan yang kuat untuk menaati perintah-perintahnya.

1. Ingat kesusahan mereka sebelum diperhatikan Allah: mereka


adalah budak Firaun di Mesir.

2. Ingat kesetiaan Allah: membebaskan mereka dan membawa


mereka ke tanah perjanjian sesuai dengan perjanjianNya kepada
nenek moyang mereka.

3. Ingat tujuan Allah dalam memerintahkan mereka: supaya


senantiasa baik keadaan mereka.

3C. Hal-hal yang menghalangi pelaksanaan perjanjian/pakta dalam tanah perjanjian


(7:1-26)
1D. Hubungan/relasi dengan penduduk tanah Kanaan dan dengan TUHAN
(7:1-10)

Ayat 7:2: "maka harus kamu menumpas mereka sama sekali"

Mengapa bangsa-bangsa Kanaan harus ditumpas?


1E. Supaya Israel tidak dipengaruhi oleh mereka.
1F. Jangan membuat "perjanjian" (B rit) dengan mereka (7:2).
Perjanjian dengan Allah berarti tidak boleh perjanjian dengan
yang lain tanpa persetujuan Allah. (Dosa bangsa Israel
kemudian ialah membuat pakta/perjanjian dengan bangsa
lain sebab tidak percaya Allah bisa menolong mereka dalam
peperangan.)

2F. Jangan kawin-mengawin dengan mereka (7:3).

121
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

3F. Jangan mengikuti dewa dan berhala mereka (7:5)

2E. Sebab Israel dipilih oleh Allah (7:6)

2D. Janji berkat kalau setia (7:11-26)

4C. "Jangan lupa Tuhan" (8:1-20)


1D. Padang gurun dan tanah perjanjian (8:1-9)
Pelajaran dari manna:

Ayat 8:3: "...Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup
dari segala yang diucapkan TUHAN."

Artinya ialah bahwa perintah Tuhan harus diutamakan. Bangsa Israel


disuruh melewati daerah padang gurun di mana tidak ada makanan.
Kalau mereka hanya memikirkan makanan, tidak akan pergi. Tetapi
karena mereka mengikuti perintah Tuhan, Dialah yang mencukupi
keperluan mereka.

Kitapun harus mempelajari kebenaran ini. Jangan kuatir mengikuti


firman Tuhan. Kalau Ia memerintahkan sesuatu, Ia bertanggung jawab
mencukupi keperluan kita.

2D. Ingat akan TUHAN yang membebaskan mereka dari Mesir dan
membawa mereka sampai ke tanah perjanjian (8:10-20)

5C. Peringatan didasarkan ketidaktaatan di Horeb (9:1-10:11)


1D. Tuhan akan menyerahkan orang Enak ke dalam tangan bangsa Israel
(9:1-6)

Mengapa Allah akan mengusir bangsa-bangsa Kanaan dihadapan Israel?

1E. Karena kefasikan bangsa-bangsa Kanaan (9:4-5).


Bdgk. Kej. 15:16 dan Im. 18:1-30

2E. Karena perjanjian kepada Abraham (9:5)

Allah ingin supaya bangsa Israel tidak merasa tanah Kanaan diberikan
kepada mereka karena kebaikan mereka. Perhatikanlah bahwa Musa
mengulangi tiga kali dalam tiga ayat "bukan karena jasa-jasamu"
(9:4,5,6). Bdgk. Ef. 2:8-9

2D. Tuhan ditentang dengan anak lembu emas di Horeb (9:7-21)

3D. Kedurhakaan bangsa Israel dan doa Musa (9:22-29)

4D. Loh batu yang baru (10:1-11)

122
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

6C. Ajakan supaya taat dan bersyukur (10:12-11:32)


1D. Pendahuluan (10:12-13)

Dalam ayat 12-13 adalah 5 tuntutan dari Allah yang menjadi dasar pada isi
ayat-ayat ini:

1) Takut akan TUHAN (lihat juga 10:20)


2) Hidup menurut segala jalanNya (lihat juga 11:22)
3) Mengasihi Dia (lihat juga 11:1,13,22; Bdgk. 10:15,18,19)
4) Beribadah kepada TUHAN (lihat juga 10:20 dan 11:13)
5) Berpegang pada perintahNya (liat juga 11:1,8,13,22)

2D. Harus setia kepada TUHAN Allah (10:14-22)

Ayat 10:16: "sunatlah hatimu"


Sunat adalah tanda perjanjian Abraham. Tetapi dalam ayat ini, pada
waktu ada pembaharuan perjanjian dengan bangsa Israel, Musa
mendesak supaya bangsa Israel mengikat hati mereka kepada Tuhan.
Tidak cukup melakukan perintah-perintah secara lahiriah. Bagi bangsa
Israel, orang yang mempunyai "hati yang sunat" adalah orang yang
sungguh percaya. Keselamatan dalam P.L. tetap melalui iman, bukan
dari perbuatan.

Ayat 10:17-18: Beberapa ciri-ciri Allah dilihat dalam ayat-ayat ini.

Nama-nama TUHAN:
1) Allah segala Allah
2) Tuhan segala tuhan
3) Allah yang Besar

Ciri-ciriNya:
1) Kuat dan dahsyat
2) Tidak memandang bulu ataupun menerima suap
4) Membela yang tidak mampu membela diri
a) yatim
b) janda
c) orang asing

3D. Mengasihi Allah dan berpegang pada perintah-perintahNya (11:1-7)


1E. Perintah (11:1)
2E. Ilustrasi: pelajaran sejarah (11:2-7)

4D. Berpegang pada perintah-perintahNya (11:8-12)


1E. Perintah (11:8)
2E. Ilustrasi: tanah perjanjian yang baik dibanding dengan Mesir
(11:9-12)

5D. Berpegang pada perintah-perintahNya, mengasihi dan beribadah kepada


Allah (11:12-17)
1E. Perintah (11:12)
2E. Ilustrasi: kesuburan tanah perjanjian (11:12-17)

123
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

6D. Kesimpulan perintah-perintah itu (11:18-25)

7D. Berkat dan kutuk (11:26-32)


(Lihat pasal 27-28)

3B. Hukum-hukum tertentu (12:1-26:19)


Pasal 12 memulai satu bagian baru. Dalam ayat-ayat ini hukum-hukum spesifik
diajar oleh Musa, tetapi dalam konteks bagaimana hukum-hukum ini harus dilakukan
dalam tanah perjanjian.

1C. Hukum-hukum mengenai ibadah dan upacara (12:1-16:17)


1D. TUHAN menentukan tempat ibadah (12:1-32)
1E. Tempat ibadah dan korban-korban (12:1-14)

Ayat 12:5: "tempat yang akan dipilih TUHAN ... sebagai


kediamanNya"

Yerusalem belum ditetapkan sebagai pusat ibadah. Tetapi mereka


tidak bebas ibadah di mana saja seperti bangsa Kanaan. Orang
Israel boleh beribadah hanya di tempat kemah suci.

Dua macam sinkretisme dalam ibadah dilarang:


1) Mereka dilarang memakai kebiasaan ibadah bangsa Kanaan
untuk beribadah kepada Tuhan (12:2-4).

2) Mereka dilarang memakai tempat-tempat ibadah bangsa


Kanaan untuk beribadah kepada Tuhan (12:13-14).

Jadi objek ibadah (yaitu TUHAN) bukan saja yang penting, tetapi
cara dan kebiasaan ibadah juga penting.

Penerapan:

2E. Peraturan-peraturan mengenai makan daging dan darah (12:15-32)

Peraturan-peraturan ini disesuaikan dengan keadaan di tanah


Kanaan di mana kemah suci akan jauh dari banyak orang. Selama
mereka bersama-sama di padang gurun, semua daging yang tidak
haram bisa disembelihkan di kemah suci dan darahnya di
dicurahkan di depan mezbah. Tetapi peraturan diubah supaya
mereka bisa makan daging jauh dari mezbah: darah dicurahkan
pada tanah saja. Hanya korban-korban tertentu yang dibawa ke
kemah suci. (Bdgk. Im. 17:0-14)

2D. Siapa saja yang mengajak orang Israel beribadah kepada allah lain harus
dimatikan. (13:1-18)

124
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

1E. Pemimpin-pemimpin agama (13:1-5)

Dalam ayat-ayat ini diberi ujian utama bagi seorang nabi: apakah
ia mengajak orang ibadah pada TUHAN saja? Kalau dia mendapat
penglihatan yang ajaib dan bisa melakukan mujizat-mujizat, tetapi
menyuruh bangsa Israel beribadah pada allah lain, dia adalah nabi
palsu.

2E. Keluarga dan sahabat-sahabat (13:6-11)


Allah harus diutamakan lebih dari siapapun.

3E. Satu kota (13:12-18)

Kalau seluruh kota mulai beribadah kepada allah lain, orang-orang


dalam kota yang lain harus menilai situasi. Kalau kota itu sungguh
murtad, mereka harus dibinasakan.

Ibadah pada Allah lain berarti memecahkan seluruh perjanjian/pakta. Itu


sebabnya orang itu harus dihukum mati.

3D. Binatang yang haram dan yang tidak haram (14:1-21)


(Lihat Im. 11)

4D. Upacara-upacara yang harus dilakukan pada waktu yang tertentu (14:22-
16:17)
1E. Persembahan persepuluhan (14:22-29)

Ayat 14:23: "...haruslah engkau memakan persembahan


persepuluhan dari gandummu..."

Apakah ayat ini berkata bahwa orang yang mengumpulkan


perpuluhan berhak memakannya habis? Bukan! Mereka berhak
makan sebagian di hadapan Tuhan, tetapi kebanyakan dari
persembahan dan perpuluhan diberikan kepada para imam dan
orang Lewi. Orang asing, yatim dan jandapun berhak mendapat
bagian setiap tahun ketiga (14:29).

2E. Perhatian terhadap orang miskin pada tahun ketujuh (15:1-18)


1F. Tahun penghapusan hutang (15:1-11)

2F. Memerdekakan budak Ibrani (15:12-18)

3E. Anak sulung ternak (15:19-23)

4E. Tiga hari raya utama (16:1-17)


1F. Hari raya Paskah (16:1-8)
2F. Hari raya Tujuh Minggu (16:9-12)
3F. Hari raya Pondok Daun (16:12-17)

125
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

2C. Hukum-hukum berhubungan dengan urusan kebangsaan (16:18-19:21)


1D. Hakim-hakim (16:18-20)

"Pengadilan yang adil" dijelaskan dalam ayat 19:


1F. Janganlah memutarbalikkan keadilan.

2F. Janganlah memandang bulu.

3F. Janganlah menerima suap.

2D. Pohon/tiang berhala, tugu berhala, dan binatang bercacat (16:21-17:1)

Ibadah kepada TUHAN harus murni. Ayat-ayat ini menjaga terhadap


dua kebiasaan ibadah yang salah:
1F. Sinkretisme (16:21-22)
Jangan coba menambah pada ibadah Tuhan cara penyembahan dari
agama lain.

2F. Memberi kepada Tuhan hal-hal yang tidak berharga (17:1)

3D. Prosedur menghukum orang yang melangkahi perjanjian/pakta TUHAN


(17:2-7)

Dalam bangsa Israel, melangkahi perjanjian TUHAN adalah pelanggaran


yang paling besar. Siapapun yang membuatnya harus dilempari dengan
batu sampai mati.

4D. Pengadilan tertinggi (17:8-13)


Dalam situasi di padang gurun, Musa adalah hakim yang tertinggi.
Tetapi dalam tanah Kanaan pada waktu Musa sudah meninggal harus ada
jalan lain.

Dalam ayat-ayat ini dijelaskan apa yang harus dibuat kalau ada kasus
yang terlalu rumit bagi pengadilan daerah. Harus dibawa ke tempat
kemah suci (kemudian bait suci) untuk diadili.

5D. Hukum-hukum berhubungan dengan pemimpin-pemimpin bangsa Israel:


Raja, Imam, dan Nabi (17:14-18:22)
1F. Hukum-hukum berhubungan dengan raja (17:14-20)

Dalam hal raja pun bangsa Israel harus beda dari bangsa-bangsa
lain. Tuhan memberi beberapa syarat yang penting:
1G. TUHAN yang memilih raja (17:15)
2G. Harta raja terbatas (17:16-17)
3G. Hukum berkuasa atas raja pun (17:18-20)

Ayat 17:18: "Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka


haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut
kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.

Dari saat ia diangkat, seorang raja harus sadar bahwa Allah adalah
raja atas dia. Jadi dia sendiri harus mengikuti hukum dan peraturan
Tuhan, dan ia bertanggung jawab memimpin bangsa Israel supaya

126
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

mereka melakukan hukum-hukum Tuhan. Mungkin inilah sifat


Daud yang paling menyenangkan Tuhan: Daud mencintai hukum
Tuhan.

2F. Hukum-hukum berhubungan dengan para imam dan orang Lewi


(18:1-8)

Sama seperti raja harus menuntut pada hukum Allah, para imam
dan orang Lewi harus mengikutinya juga. Dalam ayat-ayat ini
dijelaskan apa yang mereka berhak mendapat. (Bdgk. dengan
kelakuan anak-anak Eli dalam I Samuel 2:11-17.)

3F. Hukum-hukum berhubungan dengan para nabi (18:9-22)


Nabi pun harus diatur oleh hukum Taurat. Walaupun seorang nabi
dipakai untuk menyampaikan firman Allah, ia pun harus
menurutinya.
1G. Cara yang salah mendapat nasihat/pimpinan di dalam tanah
Kanaan (18:9-11).

2G. Mengapa ini salah: Sebab Tuhan kudus, mereka tidak boleh
bercela (18:12-14).

3G. Cara yang benar untuk mendapat nasihat Allah: Allah akan
mengutus seorang nabi (18:15-19).

4G. Hukuman atas nabi yang mengucapkan perkataan dalam


nama Yahweh yang tidak datang dari Yahweh (18:20).

Ada dua macam nabi palsu:

1H. Seorang nabi palsu, yang tidak pernah mendapat


firman Allah tetapi ingin mendapat jabatan atau ingin
menipu orang-orang.

(Orang ini masih memakai nama "nabi Yahweh," dan


harus dibedakan dari pada nabi yang bernubuat dalam
nama "allah" lain, seperti nabi Baal dalam I Raj. 22.)

2H. Seorang nabi Yahweh, yang pernah mendapat Firman


Allah, tetapi untuk kepentingan sendiri menyampaikan
nubuatan yang bukan dari Yahweh.
1I. Mungkin untuk mendapat kekayaan seperti usaha
Nabi Bileam dalam Bil. 22.)
2I. Untuk kepentingan pribadi yang lain (I Raj
13:11-19)

Hamba Tuhan yang memakai firman Tuhan untuk


kepentingannya sendiri jauh lebih bahaya dari pada orang
kafir yang berusaha menyesatkan orang percaya.

5G. Bukti bahwa seorang nabi sungguh-sungguh diutus TUHAN


(18:21-22). Nubuatan nabi TUHAN akan terjadi.

127
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

6D. Kota-kota perlindungan (19:1-13)


(Lihat Bilangan 35:9-34.)

7D. Hukum-hukum dari hal saksi (19:15-21)


1E. Satu saksi tidak cukup untuk menggugat seorang. Harus dua atau
tiga (19:15)

2E. Seorang saksi dusta harus diperlakukan sebagaimana ia bermaksud


memperlakukan saudaranya. (19:16-21)

3C. Hukum perang 20:1-20


1D. Pendahuluan (20:1-4):
Tuhan akan menyertai mereka dalam peperangan, supaya mereka tidak
perlu takut.

2D. Yang bebas dari pertempuran (20:5-9):


Karena kemenangan tergantung pada Tuhan dan bukan kepada
kebanyakan tentara, orang-orang tertentu bisa dibebaskan dari
pertempuran.

3D. Kelakuan terhadap kota-kota musuh (20:10-18)


1E. Kota-kota yang di luar tanah perjanjian tidak harus dihancurkan
total, sebab tidak bisa mempengaruhi bangsa Israel (20:10-15).

2E. Kota-kota dalam tanah perjanjian harus ditumpas sama sekali


(20:16-18).

128
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

4D. Jangan merusakkan pohon-pohon sekeliling kota yang diserang (20:19-


20).

4C. Hukum berkaitan dengan hubungan sesama (21:1-25:19)


1D. Cara mengadakan pendamaian karena pembunuhan oleh seorang yang
tak dikenal (21:1-9)

Karena pembunuhan adalah pelanggaran perjanjian dengan Allah, harus


ada upacara perdamaian walaupun si pembunuh tidak bisa ditangkap.
Ayat-ayat ini menjelaskan siapa yang bertanggung jawab melaksanakan
upacara tersebut.

2D. Hubungan keluarga (21:10-21)


1E. Tawanan perempuan yang diambil menjadi isteri (21:10-14).
Peperangan yang dijelaskan dalam ayat-ayat ini adalah dengan
bangsa yang jauh dari Israel, dan bukan dalam tanah perjanjian.
(Dalam tanah perjanjian, semua orang harus dimusnahkan.)
Perhatikanlah bahwa walaupun seorang tawanan, perempuan ini
masih berhak.

2E. Hak kesulungan (21:15-17)


Hak kesulungan (mendapat dua bagian waktu warisan dibagi)
harus diberi kepada anak sulung. Andaikata ada orang dengan dua
isteri, satu yang dicintai dan satu yang tidak, ia tidak bisa memilih
anak yang paling dicintai. Ia harus memberinya kepada anak yang
sulung.

3E. Anak yang durhaka (21:18-21)


Ayat-ayat ini menjelaskan apa yang harus dilakukan kalau ada anak
yang melanggar hukum kelima dari kesepuluh hukum. Kelakuan
anak ini seharusnya kelakuan yang bahaya pada jemaah Tuhan dan
bukan kelakuan nakal saja.

3D. Hubungan dengan tanah, binatang, dan harta (21:22-22:12)


1E. Penguburan orang yang dihukum mati (21:22-23)

Ayat 21:23b: "seorang yang digantung terkutuk oleh Allah"


(Bdgk. Gal. 3:13)

Dalam ayat-ayat ini, jenazah orang yang sudah dihukum mati


kadang-kadang digantung pada tiang. Tujuannya supaya menjadi
peringatan kepada orang-orang lain supaya mereka tidak
melakukan dosa tersebut.

Seorang tidak terkutuk sebab ia digantung pada tiang atau pohon.


Melainkan, ia terkutuk sebab ia melanggar perintah dan perjanjian
Allah. Untuk melanggar hukum Allah dan dihukum mati adalah
kematian yang paling susah bagi orang Israel, sebab ia dipisahkan
dari Allah dan jemaah Allah untuk selama-lamanya (Craigie, hal.
284). Jadi Kristus biarkan diri terkutuk, terpisah dari Allah dan
umatnya, supaya bisa menebus kita dari kutuk hukum Taurat.

129
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

2E. Saling menolong (22:1-4)


Ayat-ayat ini menjelaskan satu cara untuk "kasihi saudaramu
seperti dirimu sendiri," yaitu bertanggung jawab atas ternaknya.

3E. Berbagai-bagai peraturan (22:5-13)


Ayat 22:5: "Pakaian laki-laki" dalam bahasa asli ialah "kepunyaan
laki-laki," yaitu bukan pakaian saja tetapi sifat-sifatnya. Yang
dilarang di sini bukan saja penukaran pakaian, tetapi menjadi
seorang banci (transvestite).

4D. Hukum perkawinan (22:13-30)


Ayat-ayat ini berhubungan dengan hukum ketujuh, yaitu "Jangan
berzinah."

Perhatikanlah ayat 25: Kalau seorang perempuan diperkosa oleh seorang


laki-laki, dia tidak disalahkan. Hanya laki-laki yang terhukum. Kadang-
kadang perempuan yang dipaksa merasa diri salah. Dia sama sekali tidak
salah di hadapan Tuhan.

5D. Hubungan-hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan


(23:1-25:19)
1E. Orang yang tidak boleh masuk jemaah TUHAN (23:1-8)

2E. Ketahiran dalam perkemahan dalam pertempuran (23:9-14)


Intinya ialah ayat 14: "Sebab TUHAN, Allahmu, berjalan dari
tengah-tengah perkemahanmu..."

Jadi apa saja yang akan menghalangi TUHAN untuk hadir harus
dijaga.

3E. Beraneka hukum terkait dengan hubungan sesama (23:15-25:19)


1F. Bermacam-macam hukum (23:15-25)

2F. Perkawinan, perceraian dan perkawinan kembali (24:1-5)

3F. Tentang melindungi sesama manusia (24:6-22)

4F. Menentang kekerasan yang sewenang-wenang (25:1-4)


Ada waktu orang yang salah harus kena hukuman lain dari
membayar denda atau hukum mati. Ayat-ayat ini mengatur
kekerasan dalam hukuman.

Ayat 25:3a: "Empat puluh kali harus orang itu dipukuli,


jangan lebih..."

Dalam P.B, sudah menjadi kebiasaan untuk memukul


seorang 39 kali saja. Mereka mengubahkannya untuk
menjaga kemungkinan salah hitung pukulan (bdgk. 2 Kor.
11:24).

130
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

5F. Tentang kawin dengan isteri saudara yang telah mati (25:5-
10). (Lihat Rut 4:7-8.)

6F. Kelakuan biadab dan timbangan yang benar (25:11-16)

7F. Amalek harus dihapuskan (25:17-19)

5C. Persembahan hasil pertama dan persepuluhan (26:1-15)


1D. Persembahan hasil pertama pada pertama kali di dalam tanah perjanjian
(26:1-11)

Sesudah bangsa Israel mengalahkan bangsa-bangsa lain dan mulai


menanam, ada upacara yang khusus yang dilakukan pada pertama kali
mereka menuai. Hasil pertama harus dibawa ke kemah suci, dan
diserahkan pada imam. Kemudian ada pengakuan yang harus diucapkan
(26:4-10). Dalam pengakuan itu pengalaman orang Israel sejak Yakub
sampai saat itu diingatkan. Sesudah empat ratus tahun, mereka akhirnya
mendiami tanah perjanjian! Pasti upacara yang pertama itu penuh arti
dan gembira bagi semua orang Israel.

2D. Persepuluhan pada tahun ketiga (26:12-15).


Seperti dijelaskan dalam Ul. 14:28-29, pada tahun ketiga persepuluhan
tidak dibawa ke kemah suci, tetapi dibagi kepada orang Lewi, orang
asing, anak yatim dan janda. Walaupun mereka harus melakukan itu
setiap tahun ketiga dan keenam selama mereka mendiami tanah
perjanjian, dalam ayat-ayat ini dijelaskan tentang pertama kali mereka
merayakannya.

Perhatikanlah pengakuan dalam 26:13-15. Melalui ucapan itu mereka


diingatkan bahwa hak mereka mendiami tanah perjanjian dan mengalami
berkat-berkat tergantung kepada ketaatan mereka masing-masing.

6C. Kata penutup mengenai pemberitahuan hukum Taurat (26:16-19)


Dalam semua kitab sampai ayat-ayat ini Musa berulang kali mengajak bangsa
Israel untuk mengikuti perintah dan peraturan Tuhan. Sekarang, sebagai
kesimpulan, mereka semua mengikat diri kepada perjanjian/pakta.

Ayat 17 & 18: "...telah menerima janji..." lebih baik diterjemahkan "telah
berjanji" (Hiph. perf. dari rm;a,' 'amar, yang berarti "bersumpah, berjanji:
BDB, hal 56; Craigie, hal 325). Jadi ayat 17 sebenarnya menjelaskan apa yang
bangsa Israel janji di hadapan Allah, dan ayat 18 yang Allah janji pada Israel.

Apa yang bangsa Israel janji? (26:17)


1. TUHAN (Yahweh) adalah Allah mereka.
2. Mereka akan hidup menurut jalanNya;
3. Akan berpegang pada ketetapan, perintah dan peraturanNya;
4. Akan mendengar (berarti mentaati) suaraNya.

131
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

Apa yang TUHAN janji? (26:18)


1. Mereka adalah umat kesayanganNya.
2. Ia akan mengangkat mereka di atas segala bangsa untuk menjadi terpuji,
ternama dan terhormat.
3. Mereka akan menjadi umat yang kudus.

(Bdgk. Kel. 19:5-8)

4B. Pengikatan perjanjian/pakta (27:1-26)


Dalam pasal ini Musa memberikan keterangan tentang upacara yang harus dibuat
sesudah masuk tanah perjanjian untuk mengikat bangsa Israel kepada perjanjian
(Bdgk. Yos. 8:30-35).

Mengapa Allah memilih tempat ini untuk mengadakan upacara pengikatan perjanjian
dalam tanah Kanaan?

1) Sebab ada di tengah tanah perjanjian.


Gunung Ebal dan gunung Gerizim adalah kira-kira 60 kilometer ke utara dari
Yerusalem.

2) Sebab latar belakangnya dengan Abraham dan Yakub.


Pada waktu Abraham memasuki tanah perjanjian, ia membangun mezbah bagi
Tuhan di daerah itu (Kej. 12:6-7).

1C. Hukum dan mezbah di gunung Ebal (27:1-8)

2C. Ucapan kutuk-kutuk di gunung Ebal (27:9-26)

132
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

5B. Berkat dan kutuk (28:1-68)


Dalam bagian ini Musa mengakhiri ceramah ini dengan menjelaskan akibat kelakuan
bangsa Israel. Inilah bagian penerapan. Kalau mereka mentaati dan menghormati
perjanjian TUHAN, mereka diberkati. Kalau melanggarnya, mereka dikutuk.

1C. Berkat-berkat (28:1-14)


1D. Berkat-berkat diucapkan (28:1-6)

2D. Berkat-berkat dijelaskan (28:7-14)

2C. Kutuk-kutuk (28:15-68)


1D. Kutuk-kutuk diucapkan (28:15-19)

2D. Kutuk-kutuk dijelaskan (28:20-68)


1E. Maut, penyakit, kemarau (28:20-24)
2E. Kematian dalam pertempuran (28:25-26)
3E. Penyakit dan akibat-akibat kekalahan (28:27-35)
4E. Pembuangan, panen yang kurang, kemiskinan (28:36-46)
5E. Peperangan dan pembuangan yang akan dialami (28:47-57)
6E. Kesimpulan kutuk-kutuk (28:58-68)

4A. Ceramah Musa yang ketiga: Pesan terakhir (29:1-30:20).


Dalam bagian ini, Musa mendorong bangsa Israel supaya setia. Mereka bisa pilih: Hidup
atau mati. Kalau mau hidup, harus setia pada perjanjian TUHAN. Kalau tidak, itu berarti
memilih kematian.

1B. Kesimpulan latar belakang historis: Peringatan akan akibat kalau meninggalkan
perjanjian (29:1-29)
1C. Pendahuluan (29:1)

2C. Kesimpulan riwayat perjalanan di padang gurun (29:2-8)

3C. Penjelasan situasi perjanjian/pakta (29:9-20)

4C. Murka Tuhan terhadap orang-orang yang tidak melakukan perjanjianNya


(29:21-29)

2B. Pulih setelah tobat (30:1-10)


Dalam ayat-ayat ini kita melihat unsur kekal dari perjanjian Sinai. Walaupun mereka
tidak setia, dan mengalami semua kutuk (dan kita melihat dalam P.L. selanjutnya
bahwa mereka mengalami semuanya), Tuhan masih setia.

Ayat 30:6: "Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu,
sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan
segenap jiwamu, supaya engkau hidup."

Dalam Ul. 10:16 bangsa Israel disuruh untuk "sunatlah hatimu." Tetapi dalam ayat
ini, ialah Tuhan yang akan menyunat hati mereka. Yang dijanjikan di sini adalah inti
dari perjanjian baru yang tertulis dalam Yer. 31:31-34 dan Ibr. 7-10. Tuhan sudah
mengerti bahwa mereka dalam kekuatan diri sendiri tidak mampu untuk mengasihi
Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Tetapi mereka perlu diajar dulu (lihat Gal.

133
Carl Reed, M.Th. Ulangan:Garis Besar

3:24) supaya siap menerima Kristus.

3B. Menghadapi kehidupan atau kematian (30:11-20)


Apakah bangsa Israel bisa hidup menurut hukum Taurat dalam P.L.? Kalau mereka
sungguh percaya, Tuhan akan menguatkan mereka dan mereka bisa. Ada banyak
contoh dari raja yang setia, seperti Daud, Hizkia dan Yosia yang memimpin bangsa
Israel dengan baik. Dan Allah memberkati mereka. Itu maksud Musa dalam 30:11-
14:

"Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah
terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh..."

Yang dimaksudkan di sini bukan bahwa orang bisa diselamatkan melalui hukum
Taurat. Tetapi, orang yang diselamatkan oleh iman bisa hidup olehnya.

5A. Kesinambungan perjanjian/pakta dari Musa ke Yosua (31:1-34:12)


Bagian terakhir dari kitab ini menjelaskan hari-hari terakhir Musa dan pengangkatan
Yosua sebagai penggantinya.

1B. Tantangan kepada Yosua dan pembacaan hukum Taurat (31:1-29)


1C. Yosua sebagai pengganti Musa (31:1-8)

2C. Pembacaan hukum Taurat setiap tujuh tahun (31:9-13)

3C. Nasihat terakhir mengenai penyerahan kepimpinan kepada Yosua (31:14-23)

4C. Peletakan kitab hukum-hukum dan saksi-saksinya (31:24-29)

2B. Nyanyian Musa (31:30-32:44)


Tujuan dari nyanyian Musa ialah supaya bangsa Israel akan ingat kesimpulan dari
khotbahnya dan tanggung jawab mereka terhadap Tuhan. Puisi atau nyanyian lebih
mudah diingat, jadi Musa memakai bentuk nyanyian.
1C. Musa yang menyampaikannya (31:30)
2C. Pendahuluan (32:1-3)
3C. Allah yang setia dan bangsa yang tidak setia (32:4-9)
4C. Kebaikan Allah (32:10-14)
5C. Dalam kemakmurannya Israel akan menolak Tuhan (32:15-18)
6C. Allah menolak Israel sebab kemurtadannya (32:19-27)
7C. Tidak ada pengertian dalam bangsa Israel (32:28-33)
8C. Kasih sayang Tuhan terhadap Israel dan pembalasan pada musuh-musuh
mereka (32:36-44)

3B. Kematian Musa mendekat (32:45-52)


1C. Nasihat Musa yang terakhir (32:45-47)
2C. Keterangan mengenai ajal Musa (32:48-52)

4B. Berkat Musa kepada suku-suku Israel (33:1-29)

5B. Kematian Musa dan pengangkatan Yosua (34:1-12)

134

You might also like