0% found this document useful (0 votes)
82 views10 pages

Potensial Dan Permasalahan Sumberdaya Air Dalam Menunjang Keberlanjutan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang

This document summarizes a study on the potential and problems of water resources in supporting the sustainability of Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang in South Sumatra, Indonesia. The study was conducted from January to March 2019 using surveys and observations. The river is an important water resource for the KTM Telang community but faces issues like pollution, flooding, drought and siltation. Both community and government need to coordinate to maintain the river and support the sustainability of KTM Telang as a new integrated urban area.

Uploaded by

Anjay Anjay
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
82 views10 pages

Potensial Dan Permasalahan Sumberdaya Air Dalam Menunjang Keberlanjutan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang

This document summarizes a study on the potential and problems of water resources in supporting the sustainability of Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang in South Sumatra, Indonesia. The study was conducted from January to March 2019 using surveys and observations. The river is an important water resource for the KTM Telang community but faces issues like pollution, flooding, drought and siltation. Both community and government need to coordinate to maintain the river and support the sustainability of KTM Telang as a new integrated urban area.

Uploaded by

Anjay Anjay
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 33

Palembang 21 Maret 2019


e-ISSN : 2621-7469

Potensial dan Permasalahan Sumberdaya Air dalam Menunjang


Keberlanjutan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang
Potential and Problems of Water Resources to Support
Sustainability Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang

Z. Idrus1, A. Mulyana2, M. E. Armanto2, D. Susetyo3, E. Wildayana2, S.A.


Umar1, I.A. Ratmoko1, Nursittah2
1
Environmental Study Program, Post Graduate, Sriwijaya University, South
Sumatra
2
Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, South Sumatra
3
Faculty of Economic, Sriwijaya University, South Sumatra

*)
Penulis untuk korespondensi: Tel./Faks. +6282180921063
email: [email protected]

ABSTRACT

The purpose of this study to identify potential and problems of water resources as
one of the support systems for the KTM Telang sustainability. This research was
carried out in the KTM Telang, where is a village that grows and develops as a
center of collection, processing, distribution and services of the Transmigrant.
This research was conducted for 3 months from January-March 2019. The method
used are survey and observation using primary and secondary data. The river is a
water resources that is very important for the KTM Telang community. The river
also the main infrastructure in water transportation traffic. Problems related to the
management and utilization of water resources include the quality of polluted
water, flooding, drought and siltation. Therefore both the community and
government must be coordinate in formulating policies and strategies to
maintenance and improvement of river functions to support the sustainability of
KTM Telang as new integrated growth city.

Keywords: Potential, Problem, Water Resources, Sustainability and KTM Telang

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi dan masalah sumber daya air
sebagai salah satu sistem pendukung untuk keberlanjutan KTM Telang. Penelitian
ini dilakukan di KTM Telang, di mana ada desa yang tumbuh dan berkembang
sebagai pusat pengumpulan, pemrosesan, distribusi, dan layanan para transmigran.
Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dari Januari-Maret 2019. Metode yang
digunakan adalah survei dan observasi dengan menggunakan data primer dan
Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 34
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

sekunder. Sungai adalah sumber daya air yang sangat penting bagi masyarakat
KTM Telang. Sungai juga merupakan infrastruktur utama dalam lalu lintas
transportasi air. Masalah yang terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan
sumber daya air meliputi kualitas air yang tercemar, banjir, kekeringan dan
pendangkalan. Oleh karena itu baik masyarakat dan pemerintah harus
berkoordinasi dalam merumuskan kebijakan dan strategi untuk pemeliharaan dan
peningkatan fungsi sungai untuk mendukung keberlanjutan KTM Telang sebagai
kota pertumbuhan terintegrasi baru.

Kata kunci: Potensi, Permasalahan, Sumberdaya Air, Keberlanjutan dan KTM


Telang

PENDAHULUAN
Pembangunan daerah pada dasarnya berarti meningkatkan nilai manfaat
daerah bagi masyarakat. Nilai ini dalam bentuk kemampuan untuk
mengakomodasi lebih banyak penduduk dengan tingkat kesejahteraan yang baik,
menunjukkan lebih banyak fasilitas dan infrastruktur, barang dan jasa yang
tersedia dan kegiatan bisnis masyarakat yang meningkat dalam jenis, intensitas,
kualitas dan layanan (Achmad et al., 2015). Infrastruktur dan fasilitas berperan
dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah (Priyadi dan
Atmadji, 2017).
KTM adalah area transmigrasi yang pengembangan dan
pengembangannya dirancang secara holistik dan komprehensif, dengan ruang
lingkup pengembangan di semua bidang (najiyati dan susilo, 2011). Salah satu
ktm yang telah dibangun adalah ktm telang di kecamatan tanjung lago, kabupaten
banyuasin. Lokasi pemukiman transmigrasi di kawasan ktm telang dibangun pada
1978 - 1982, yang mencakup transmigrasi dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa
Timur, DKI jakarta, DIY, dan bali. Dengan populasi ktm telang sebanyak 16.949
rumah tangga atau 113.142 orang (Faranita et al, 2017).
Kota Terpadu Mandiri adalah desa atau wilayah yang tumbuh dan
berkembang sebagai pusat pengumpulan, pemrosesan, distribusi, dan layanan
pengembangan transmigran yang dirancang sebagai arah pengembangan
terstruktur unit pemukiman transmigrasi dan desa-desa di sekitarnya dalam
jaringan infrastruktur tunggal dan regional ( Adriani et al, 2018).
Hinterland adalah daerah belakang yang berfungsi untuk memasok dan
memenuhi kebutuhan kawasan pusat. Hinterland adalah wilayah yang secara
administratif dapat dipisahkan dari wilayah tengah. Hinterland memiliki
karakteristik yang berbeda dan berorientasi pada kehidupan komunitas pertanian.
Secara umum, pedalaman didefinisikan sebagai area pelabuhan yang merupakan
pusat distribusi untuk kegiatan bisnis (Nottebom dan Rodrigue, 2005).
Salah satu sumber daya alam di kawasan KTM telang adalah sumber daya
air atau sungai. Sumber daya air ini merupakan aspek penting dalam mendukung
keberlanjutan KTM Telang. Sumber daya air adalah salah satu sumber daya alam
yang penting baik untuk kehidupan flora, fauna dan manusia di muka bumi dan
untuk kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka di
berbagai sektor kehidupan. Sebagai sumber daya alam, kegiatan pengelolaan
sumber daya air adalah penting agar mereka yang membutuhkan air dapat
Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 35
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

memperoleh akses yang sama baik untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka akan
air minum dan sanitasi, dan untuk memenuhi kebutuhan mata pencaharian mereka
sebagai petani untuk mengairi tanaman mereka dan untuk menghasilkan berbagai
produk. Seperti deterjen, kain, dan produk lain yang proses produksinya
membutuhkan air. Karena banyak orang membutuhkan air, bukan tidak mungkin
air di bumi ini tidak mencukupi karena keberadaannya yang terbatas.
Pemanfaatan sumber daya air adalah upaya untuk mengelola, memasok,
menggunakan, mengembangkan, dan mengeksploitasi sumber daya air secara
optimal. Mengontrol dan mengatasi kekuatan destruktif air adalah upaya untuk
mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kekuatan
destruktif air yang dapat berupa banjir, lahar dingin, ombak, gelombang pasang,
dll. (Eryani, 2014).
Pemanfaatan sumber daya air adalah upaya untuk mengelola, memasok,
menggunakan, mengembangkan, dan mengeksploitasi sumber daya air secara
optimal agar efektif dan efisien (hariyanto dan iskandar, 2015).
Manajemen adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan
mengevaluasi pelaksanaan konservasi, pemanfaatan sumber daya air, dan
pengendalian kerusakan air. Pengelolaan sumber daya air merupakan upaya untuk
menentukan zona penggunaan sumber daya air dan alokasi air untuk sumber air
(Eryani, 2014).
Secara umum, laju pembangunan yang selalu meningkat, mengakibatkan
penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya alam dan lingkungan sebagai
konsekuensi yang sangat kompleks. Terutama sumber daya air yang merupakan
salah satu sumber daya alam yang vital untuk kelangsungan hidup dan kehidupan
di berbagai sektor, dan perlu mendapat perhatian sebelum kondisinya memburuk
(Hariyanto dan Iskandar, 2015).
Konservasi sumber daya air adalah upaya untuk mempertahankan
keberadaan, keberlanjutan kondisi, sifat dan fungsi sumber daya air sehingga
selalu tersedia dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
makhluk hidup baik pada saat ini maupun di generasi mendatang (Eryani , 2014).
Dalam hal ini, peneliti merasa tertarik untuk melakukan kegiatan
penelitian tentang potensi dan masalah sumber daya air di ktm telang area, sebagai
langkah pertama untuk mengetahui potensi dan masalah sumber daya air yang
dapat digunakan sebagai input untuk pengembangan Sumber daya air lebih lanjut.

METODE PENELITIAN

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan
observasi. Metode survei adalah metode yang digunakan untuk menangkap
informasi dengan pergi langsung ke lapangan atau lokasi penelitian. Metode
pengamatan sebagai metode lanjutan untuk melakukan pengamatan mendalam
terhadap aspek-aspek yang berkaitan dengan penelitian dalam hal ini meliputi
identifikasi potensi dan masalah sumber daya air di Kawasan KTM Telang,
Kabupaten Banyuasin.

Waktu dan Tempat Penelitian


Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 36
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

Penelitian ini telah dilakukan di KTM Telang sesuai dengan Peraturan


Daerah Nomor: Peraturan Kabupaten Banyuasin Nomor 22 Tahun 2008 tentang
Pembentukan Wilayah KTM dan Keputusan Bupati Nomor 341 Tahun 2008
tanggal 17 Juli 2008 tentang Penentuan KTM Lokasi Telang Pusat Desa Mulya
Sari, Kabupaten Tanjung Lago yang menetapkan KTM Telang yang lebih rendah,
yang meliputi tiga kecamatan, Kecamatan Tanjung Lago, Kecamatan Muara
Telang, dan Kecamatan Sumber Marga Telang.
Studi ini dilakukan di Desa Mulya Sari sebagai pusat KTM dan 6 (enam)
desa terpilih lainnya yang merupakan perwakilan dari pedalaman KTM Telang.
Pemilihan enam desa dilakukan berdasarkan kriteria ketersediaan infrastruktur,
komoditas unggulan, moda transportasi, dan kegiatan pasar. Penelitian dilakukan
selama 3 (empat) bulan dari Januari 2019 hingga Maret 2019.

Keterangan:
Kriteria
Pemilihan
Desa:
1.
Ketersediaan
Infrastruktur,
2. Komoditi
Unggulan,
3. Moda
Transportasi,
4. Aktivitas
Pasar
Pusat
KTM Telang
Desa
Hinterland

Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian

Jenis dan Sumber Data


Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer
diperoleh dari hasil pengamatan langsung dan wawancara mendalam dengan
pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini seperti petani, pengusaha,
masyarakat dan pemerintah di sekitar KTM Telang. Sedangkan data sekunder
diperoleh dari dinas atau instansi terkait seperti kantor kecamatan, Dinas Pertanian
Kabupaten Banyuasin, BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Banyuasin, BPS
Kabupaten Banyuasin, Kelompok Kerja KTM Banyuasin (Pokja) dan literatur
terkait lainnya.
Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 37
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

Metode pengumpulan data


Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari kombinasi
berbagai metode yang dirangkum menjadi satu. Metode-metode ini meliputi:
• Indepth Interview
Metode ini telah digunakan untuk menentukan data kualitatif tentang
kondisi dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan terutama sumber
daya air di lokasi penelitian yang tidak dapat ditangkap oleh metode panduan
wawancara. Dengan metode ini, diharapkan dapat menangkap berbagai data dan
informasi spesifik yang akan diteliti lebih detail.
• Observasi
Observasi dimaksudkan untuk secara langsung melihat kondisi dan
deskripsi wilayah penelitian khususnya kondisi sumber daya air di KTM Telang.
• Focus Group Discussion (FGD)
Metode ini telah dilakukan dengan membentuk diskusi kelompok fokus
terkait dengan pengembangan KTM Telang dan masalah yang dihadapi. Tujuan
FGD adalah untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang masalah yang
dihadapi oleh semua pemangku kepentingan terkait dan masukan untuk strategi
solusi.

Metode Pengolahan Data


Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
analisis deskriptif kualitatif yang menggambarkan secara terperinci potensi dan
masalah sumber daya air yang terjadi di Kawasan KTM Telang. Gambaran dari
kondisi badan air yang ada dilengkapi dengan gambar sehingga lebih jelas dan
lebih rinci.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Air adalah salah satu sumber daya alam terpenting setelah tanah.
Sumberdaya lahan dan sumberdaya air adalah entitas yang tidak dapat dipisahkan
dan, terutama dalam pengembangan sektor pertanian dan pengelolaan lingkungan.
Air dapat menjadi sumber mata pencaharian yang sangat baik jika dikelola dengan
baik, tetapi jika pengelolaannya salah, itu akan menyebabkan kerusakan dan
kerusakan serta kematian makhluk hidup. Hasil penelitian di lapangan
menunjukkan potensi sumber daya air besar di Wilayah KTM Telang. Namun, di
samping potensinya, kualitas dan kuantitas sumber daya air juga terancam karena
berbagai masalah yang semakin kompleks.

Potensi Sumberdaya Air di Kawasan KTM Telang


Sungai sebagai sumber air utama di kawasan KTM Telang memainkan
peran penting dalam kehidupan masyarakat. Sumber daya air yang berasal dari
sungai digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka
seperti memasak, mencuci dan mandi dengan menyalurkan air sungai
menggunakan pompa air jenis Sanyo ke rumah-rumah penduduk. Berbagai
potensi sumber daya air yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain:
Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 38
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

1. Sumber Daya Air sesuai Kebutuhan MCK


Air adalah kebutuhan pokok penduduk, yaitu untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari seperti mand, memasak dan mencuci. Satu-satunya sumber air yang
digunakan oleh warga adalah sungai yang mengalir di sepanjang daerah tersebut.
Air sungai diambil oleh warga menggunakan mesin pompa dan kemudian
didistribusikan ke rumah-rumah penduduk dengan menggunakan wadah atau tong
air.
2. Sumber Daya Air sebagai Transportasi Masyarakat
Akses jalan ke Kawasan Hinterland KTM Telang, Distrik Muara Telang
dan Distrik Sumber Marga, Telang, hanya dapat dilalui dengan rute sungai
menggunakan perahu dan speedboat. Sehingga akses keluar masuk kecamatan
harus melewati sungai dengan memperhatikan kondisi pasang surut laut.

Gambar 2. Sungai sebagai Moda Transportasi Utama

3. Sumber Daya Air untuk Kebutuhan Pertanian


Sektor pertanian adalah penggunaan air terbesar, sehingga dalam
pengelolaan air di sektor pertanian perlu untuk meningkatkan pemanfaatan dan
efisiensi penggunaannya. Menurut Maman (2008), penyebab penggunaan air yang
tidak efisien adalah: pertama, faktor ekonomi, misalnya petani menggunakan air
tanpa membayar sehingga mereka cenderung menggunakannya secara berlebihan.
Kedua faktor fisik: Alokasi air yang tidak sah, tidak dapat dilaksanakan meskipun
petani tidak kekurangan air, ketika penggunaan air tidak sesuai dengan apa yang
dibutuhkan, distribusi air yang tidak merata. Tiga faktor sosial / kelembagaan:
pengaruh individu dari pejabat yang menentukan, terutama dalam hal kerja sama
dan pertimbangan bersama.
Sumber air untuk kebutuhan pertanian petani berasal dari sungai di sekitar
Wilayah KTM Telang. Sistem pertanian adalah pertanian pasang surut dengan
mengandalkan sungai pasang surut dengan membuat saluran atau parit yang
mengalirkan air sungai ke ladang penduduk.
4. Sumber Daya Air sebagai Fasilitas Pemasaran Ekonomi
Sumber daya air sungai adalah titik penting dalam pergerakan ekonomi di
Area KTM Telang. Karena sungai adalah satu-satunya alat transportasi yang harus
dilalui untuk memasarkan produk pertanian seperti gabah yang dimiliki oleh
petani, produk kelapa sawit, dan produk dalam bentuk barang lain. Transportasi
Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 39
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

yang digunakan untuk memasarkan produk pertanian adalah dalam bentuk kapal
dan tongkang. Sungai ini menjadi lalu lintas ekonomi antar masyarakat KTM
Telang yang terletak di Wilayah Hinterland dengan KTM Center dan Kota
Palembang.

Gambar 3. Sungai sebagai Jalur Perdagangan dan Pemasaran Hasil Pertanian

Masalah Sumberdaya Air di Area KTM Telang


Selain potensi sebagai sumber berbagai kebutuhan penduduk, sumber daya
air di KTM Telang Area juga memiliki masalah yang mengancam kualitas dan
kuantitas, termasuk yang berikut:
1. Pencemaran Sungai
Seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan di kawasan
KTM Telang ternyata berdampak negatif pada kondisi sungai di mana
pembuangan limbah rumah tangga dan perusahaan juga meningkat. Populasi
perkotaan yang semakin cepat adalah hasil dari pertumbuhan dan urbanisasi.
Peningkatan populasi selalu diikuti oleh penambahan infrastruktur perkotaan,
selain itu peningkatan populasi selalu diikuti oleh peningkatan limbah, baik cair
maupun padat. Sumber pencemaran air adalah penduduk kota yang membuang
limbah di tempat mereka berada, limbah dari pabrik dan industri, penduduk kota
dengan sampah dan deterjen mereka dan sebagainya. Polusi melalui air berbahaya
karena dalam air yang terkontaminasi mengandung bakteri, virus, dan bahan
kimia berbahaya.
Polusi sungai yang terjadi berakibat pada penurunan kualitas air yang
digunakan oleh penduduk. Airnya menjadi kecoklatan dan sedikit berbau. Padahal
air itu sangat penting untuk kebutuhan warga MCK di KTM Telang. Air yang
masuk rumah tanpa melalui proses penyaringan.
2. Pendangkalan Sungai
Sungai adalah salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air di sungai
umumnya terakumulasi dari curah hujan, seperti hujan, embun, mata air, limpasan
bawah tanah, dan di negara-negara tertentu air sungai juga berasal dari pencairan
es / salju. Selain air, sungai juga mengalir sedimen dan polutan.
Pendangkalan sungai adalah peristiwa yang terjadi karena pengendapan partikel
padat yang terbawa oleh arus sungai seperti di tikungan sungai, waduk atau
bendungan atau di muara sungai. Partikel-partikel ini bisa dalam bentuk padatan
Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 40
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

besar seperti sampah, ranting tanaman atau sampah lainnya, tetapi terutama
karena partikel tanah karena erosi berlebihan di daerah hulu sungai.
Banyaknya sampah yang ditemukan di sungai yang mengalir di
Kecamatan Mojoagung juga menjadi salah satu penyebabnya. Limbah ini
dihasilkan dari limbah rumah tangga. Perumahan yang terletak tepat di sebelah
sungai membuat orang terbiasa dan lebih suka membuang sampah ke sungai.
Serta kurangnya petugas kebersihan yang akan mengangkut sampah ke tempat
pembuangan sampah.
Pengelolaan sumber daya air di era desentralisasi, gagasan One River One
Management perlu dipertimbangkan kembali dengan landasan operasional
pembangunan berwawasan lingkungan, tipsnya adalah:
1. Perencanaan dari bawah ke atas Melibatkan pengguna dalam perencanaan
pengembangan sistem dan pengelolaan sumber daya air;
2. Target tidak ditentukan oleh batas administrasi pemerintah, tetapi oleh batas agro-
ekologis dalam pengelolaan sumber daya air, batasnya adalah daerah aliran sungai
(pemerintah pusat memiliki wewenang untuk mengelola pengelolaan sumber daya
air jika daerah aliran sungai adalah lintas-kabupaten);
3. Zonasi daerah target DAS hulu, tengah dan hilir memiliki fungsi yang berbeda
4. Sistem pertanian atau wanatani jika DAS digunakan untuk pertanian;
5. Proses adopsi dan penyebaran inovasi teknologi budidaya padi atau partisipasi
masyarakat dalam pembiayaan dan pengelolaan irigasi;
6. Perhatian terhadap hubungan antara DAS hulu, tengah dan hilir;
7. Integrasi kelembagaan - semua sektor dan sub-sektor memiliki persepsi yang sama
tentang pengelolaan sumber daya air (prinsip-prinsip polisentris diterapkan)
8. Penerapan hukum agraria yang konsekuen dan penggunaan lahan tidak hanya
pemberian Kalpataru kepada mereka yang berkontribusi pada konservasi sumber
daya alam, tetapi juga menghukum mereka yang merusaknya. Manajemen
multifungsi sumber daya air dan pemanfaatan air untuk pertanian menyangkut
modal sosial, manusia, alam, teknologi, dan keuangan. Karena itu, setiap upaya
untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air dan pemanfaatan air
irigasi harus holistik dan komprehensif.

Gambar 4. Permasalahan Sumberdaya Air di KTM Telang


KESIMPULAN
Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 41
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa sumberdaya


air dalam hal ini sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat
dibutuhkan oleh masyarakat di Kawasan KTM Telang, karena berbagai
potensinya seperti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagai alat
transportasi utama, sebagai jalur perdagangan dan pemasaran produk pertanian
dan sebagai sumber air untuk kegiatan pertanian. Selain potensinya, ternyata
sungai KTM Telang juga memiliki beberapa masalah seperti polusi dan
pendangkalan akibat pertumbuhan populasi dan semakin meluasnya pembangunan
di Kawasan KTM Telang.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad A, Hasyim S, Dahlan B and Aulia D.N. 2015. Modelling of urban growth
in tsunami-prone city using logistic regression: Analysis of Banda Aceh,
Indonesia. Journal of Applied Geography [online], 62, 237-46.
Adriani D, Zahri I, Wildayana E, Maryadi, Hamzah M and Yulius. 2018. Farmer’s
Welfare in Telang’s Integrated Independent City: Lesson Learned from
Migrant and Local Farmers in Tidal Land, South Sumatra. International
Conference on Agriculture, Environment, and Food Security 122 (2018)
[online], 1-6.
Aschauer DA. 1989. Is public expenditure productive? Journal of Monetary
Economics [online], 23, 177-200.
Danarti. 2011. Acceleration of Economic Improvement in The Hinterland Area of
Telang Transmigration Economic Zone. Jurnal Societa, [online]. 28 (1) :
13-24.
Eryani GAP. 2014. Water Authentic And Water Resources Management Methods
In The Flowing Area of From Sowan River, Jembrana District. Journal of
PADURAKSA, [online]. 3 (1) : 32-41.
Faranita LF., Batubara MM and Iswarini H. 2017. Correlation Between The
Factors Attitude Forming with The Attitude Farmer Program
Pengembangan Agribisnis Pedesaan (PUAP) in Kota Terpadi Mandiri
(KTM) Telang of Tanjung Lago, Banyuasin. Jurnal Societa, [online]. 6
(1) 23-29.
Febriyani R, Ribbawanto H and Prasetyo WY. 2015. Pengembangan Wilayah
Hinterland di Kecamatan Kedungkandang sebagai Upaya Peningkatan
Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Publik (JAP) [online]. 2 (3) : 440-
446.
Gore T. 2007. Cities and their hinterlands: How much do governance structure
really matter?. People, Place & Policy [online], 1, 55–68.
Hariyanto A and Iskandar KH. 2015. Study of Potential Identification And
Problems Water Resources. Journal of Regional and City Planning,
[online]. 11 (2) : 1–13.
Maparu TS and Mazumder TN. 2017. Transport infrastructur, economic
development and Urbanization in India (1990-2011): Is there any causal
relationship? Journal Transportation Research Part A [online], 100, 319–
336.
Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia 2019 42
Palembang 21 Maret 2019
e-ISSN : 2621-7469

Nepal R and Thapa GB. 2009. Determinants of agricultural commercialization


and mechanization in the hinterland of a city in Nepal. Journal of Apllied
Geography [online], 29, 377-389.
Notteboom T and Rodrigue JP. 2005. ‘Port regionalization: towards a new phase
in port development’, Maritime Policy and Management, [online], 32,
297–313.
Najiyati S and Susilo SRT. 2011. The Sinergy of Government Institutions in The
Transmigration Urban Development. Jurnal Ketransmigrasian, [online].
28 (2) : 113–124.
Priyadi U dan E Atmadji. 2017. Identifikasi Pusat Pertumbuhan dan Wilayah
Hinterland di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. AJIE - Asian
Journal of Innovation and Entrepreneurship [online]. 2 (2) : 193-219.
Wildayana E, Adriani, D and Armanto, ME. 2016. Livelihoods, Household
Income and Indigenous Technology in South Sumatra Wetlands.
Sriwijaya Journal of Environment [online], 2, 25-30.

You might also like