0% found this document useful (0 votes)
71 views9 pages

Life Skill Program for Student Independence

This document discusses the implementation of a life skills program to build student independence at SD Muhammadiyah Kalangan. It aims to describe: 1) how the life skills program is implemented, 2) its impact on student independence, and 3) supporting and inhibiting factors. The program integrates life skills learning, encourages entrepreneurship through market days, and gives students independence-building tasks. It has improved students' independence seen through their habits at school and home. Supporting factors are human resources, parents, and community, while limited school facilities inhibit the program.

Uploaded by

Rina Nurfamelia
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
71 views9 pages

Life Skill Program for Student Independence

This document discusses the implementation of a life skills program to build student independence at SD Muhammadiyah Kalangan. It aims to describe: 1) how the life skills program is implemented, 2) its impact on student independence, and 3) supporting and inhibiting factors. The program integrates life skills learning, encourages entrepreneurship through market days, and gives students independence-building tasks. It has improved students' independence seen through their habits at school and home. Supporting factors are human resources, parents, and community, while limited school facilities inhibit the program.

Uploaded by

Rina Nurfamelia
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar

Vol. 1 No. 1 p...-...

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 1


e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar
Vol. 1 No. 1 p...-...

IMPLEMENTASI PROGRAM LIFE SKILL DALAM MEMBENTUK

KARAKTER KEMANDIRIAN SISWA DI SD

MUHAMMADIYAH KALANGAN

Aivi Suryaningtyas. Suyatno


Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Ahmad Dahlan
JL. Ki Ageng Pemanahan No 19 Yogyakarta
E-Mail: aivityas97@[Link]

Abstract
This reseach is aimedto describe: 1) the implementation of life skill program in order to
build student’ independence character in SD Muhammadiyah Kalangan. 2) the result of
implementation of life skill program in order to build student independence character in
SD Muhammadiyah Kalangan. 3) supporting and inhibiting factors of the implementation
of life skill program SD Muhammadiyah Kalangan. This reseach was classified as
qualitative research. The data collection was done through observation, interview, and
documentation. The validity of the data used source triangulation and technique
triangulation. The data analysis technique used interactive techniques by Miles and
Huberman by data reduction, data presentation, and conclusion. The result of this
research showed that: 1) the implementation of life skill program in order to build
students’ independence character were divided into 3 components: first, the aim of the life
skill program was to give skill's provision so that they could live independently in family
and society. Second, the life skill program that intregrated in teaching and learning
activities was a life skill learning which was developed from thematic, then the teacher
gave creation tasks which could create a product. The third, in SD Muhammadiyah
Kalangan, to develop skill and potency by infuse the soul of entrepreneurship through
market day as provisionof life skill and give provision of independency to students. 2) The
success level of the implementation life skill program in order to build independence
character couldbe seen that the students’ independency was improved. It was proved by
the students’ habit at school either at home. 3) The supporting factors were human
resources, parents, and neighborhood. Otherwise, the inhibiting factors were school
facilities.
Keywords: life skill, independency, SD Muhammadiyah Kalangan.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: 1) implementasi program life skill dalam
membentuk karakter kemandirian siswa di SD Muhammadiyah Kalangan. 2) hasil
implementasi program life skill dalam membentuk karakter kemandirian siswa di SD
Muhammadiyah Kalangan. 3) faktor pendukung dan penghambat implementasi program
life skill dalam membentuk karakter kemandirian siswa di SD Muhammadiyah Kalangan.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber
dan triangulasi teknik. Teknik Analisis data menggunakan teknik interaktif Miles dan
Huberman yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi program life skill dalam membentuk
karakter kemandirian dibagi ke dalam 3 komponen yaitu, pertama tujuan program life skill

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 2


e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar
Vol. 1 No. 1 p...-...

untuk memberikan bekal kecakapan hidup peserta didik dengan keterampilan supaya bisa
hidup mandiri di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kedua, program life skill
terintegrasi dalam KBM merupakan pembelajaran life skill dikembangkan dari tematik,
kemudian guru memberikan tugas keterampilan/karya yang dapat menghasilkan produk.
Ketiga, di SD Muhammadiyah Kalangan, untuk mengembangkan keterampilan dan potensi
dengan menanamkan jiwa enterpreneurship melalui market day sebagai bekal kecakapan
hidupnya serta memberikan bekal kemandirian untuk peserta didik. 2) tingkat keberhasilan
implementasi program life skill dalam membentuk karakter kemandirian dapat dilihat
bahwa kemandirian peserta didik sudah ada peningkatan. Dibuktikan dengan kebiasaan
anak disekolah ataupun di rumah. 3) Faktor pendukung yaitu sumber daya manusia, orang
tuas dan lingkungan. Sedangkan faktor penghambat yaitu fasilitas sekolah.

Keyword: life skill, kemandirian, SD Muhammadiyah Kalangan.

PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan media mencerdaskan kehidupan bangsa dan membawa
bangsa pada era aufklarung (pencerahan). Pendidikan bertujuan untuk membangun tatanan
bangsa yang berbalut nilai-nilai kepintaran, kepekaan, dan kepedulian terhadap kehidupan
berbangsa dan bernegara. Pendidikan merupakan tonggak kuat dalam mengentaskan
kemiskinan ilmu pengetahuan, menyelesaikan persoalan kebodohan, dan memutuskan
segala permasalahan yang terjadi di bangsa ini (Yamin, 2009:5).
Penguatan pendidikan karakter merupakan kelanjutan dan revitalisasi gerakan
nasional pendidikan karakter yang telah dimulai pada 2010. Penguatan pendidikan karakter
(character education) atau pendidikan moral (moral education) dalam masa ini perlu
diimplementasikan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda negeri ini. Krisis
tersebut antara lain adalah pergaulan bebas yang semakin meningkat, seperti
penyalahgunaan obat-obatan terlarang (narkoba) dan pornografi. Salain dua kasus tersebut,
saat ini juga marak terjadi kekerasan terhadap anak dan remaja, pencurian, kebiasaan
menyontek, serta tawuran yang sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini belum
dapat diatasi secara tuntas (Maisaro, 2018: 303).
Secara faktual, data realistik menunjukkan bahwa moralitas maupun karakter bangsa
saat ini telah runtuh. Runtuhnya moralitas dan karakter bangsa tersebut telah mengundang
berbagai musibah dan bencana di negeri ini. Musibah dan bencana tersebut meluas pada
ranah sosial-keagamaan, hukum, maupun politik. Khusus dalam pelaksanaannya, melalui
jalur pendidikan, pembangunan karakter bangsa dilakukan melalui restrukturisasi
pendidikan moral yang telah berlangsung sejak lama di semua jenjang pendidikan (SD/MI
hingga SMA/MA /SMK) dengan nomenklatur baru, yakni pendidikan karakter. Tujuannya
adalah untuk mewujudkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila, baik dalam
pola pikir, pola rasa maupun pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari (Suyadi, 2013:1-2).
Penguatan pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini untuk mendudukung
perkembangan dan potensi peserta didik senada dengan Gunawan (2012:26) Untuk
mendukung perwujudan cita-cita pembangunan karakter sebagaimana diamanatkan dalam
pancasila dan pembukaan UUD 1945 serta mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini,
maka pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas
pembanguan nasional. Terkait dengan upaya mewujudkan pendidikan karakter
sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang
sistem pendidikan Nasional, yaitu:...”pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 3


e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar
Vol. 1 No. 1 p...-...

membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab”.
Saat ini tuntutan zaman dan tantangan masa depan semakin menuntut dunia
pendidikan untuk lebih mengembangkan potensi, keterampilan, dan karakter yang senada
dengan Achmadi dalam Ilahi (2012:18) Kemajuan arus komunikasi dan informasi yang
semakin mengalami peningkatan sehingga menuntut dunia pendidikan untuk berupaya
semaksimal mungkin demi mengembangkan potensi kreativitas, ketrampilan, dan
kepribadian anak didik, terutama menyangkut tiga komponen dasar pendidikan yang
merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Ketiga komponen
tersebut merupakan satu kesatuan yang integral dalam membentuk kecakapan hidup (life
skill), kemampuan (ability), dan nilai-nilai moral (moral values) sebagai pedoman hidup
(way of life) dalam mengaplikasikan proses aktualisasi pendidikan yang menjanjikan
sehingga anak didik mampu mengemban tugas dan tanggung jawabnya dalam
merealisasikan agenda pendidikan yang didambakan.
Konsep life skill merupakan salah satu fokus analisis dalam pengembangan
kurikulum pendidikan yang menekankan pada kecakapan hidup atau bekerja. Life skill
memiliki makna yang lebih luas dari employability skills dan vocational skills. Keduanya
merupakan bagian dari program life skill. Pada dasarnya life skill membantu peserta didik
dalam mengembangkan kemampuan belajar (learning how to learn). Menghilangkan
kebiasaan dan pola pikir yang tidak tepat (learning how to unlearn), menyadari dan
mensyukuri potensi diri untuk dikembangkan dan diamalkan, berani mengahadapi
problema kehidupan dan memecahkan masalah secara kreatif (Anwar, 2012:20).
Menurut depdiknas dalam Anwar (2012:21) Ciri pembelajaran life skills adalah
terjadi proses identifikasi kebutuhan belajar, terjadi proses penyadaran untuk belajar
bersama, terjadi keselarasan kegiatan belajar untuk mengembangkan diri, belajar, usaha
mandiri, usaha bersama, terjadi proses penguasaan kecakapan personal, sosial, vokasiona,
akademik, manajerial, kewirausahaan. Kemandirian menjadi salah satu ciri pembelajaran
life skill sehingga di SD Muhammadiyah Kalangan mengembangkan pendidikan karakter
kemandirian melalui program life skill. Life skill diitregasikan dalam kegiatan belajar
mengajar dan diwajibkan untuk seluruh peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 6.
SD Muhammadiyah Kalangan merupakan salah satu sekolah dasar yang telah
menerapkan program life skill, berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 26 Maret 2019
di SD Muhammadiyah Kalangan dengan bapak Andi Budi Rahmawanto, [Link] kepala
sekolah di SD Muhammadiyah Kalangan diperoleh informasi bahwa untuk
mengembangkan pendidikan karakter anak dapat dilakukan melalui program life skill. Di
SD Muhammadiyah Kalangan program life skill terintegrasi dalam kegiatan belajar
mengajar dan program unggulan. Pengembangan life skiil siswa menjadi bagian dalam
kegiatan belajar mengajar sekolah diantaranya kegiatan peduli lingkungan sekolah,
pengembangan ketrampilan wiraswasta, pengembangan ketrampilan dalam pembuatan
karya siswa seperti membuat kerajinan vas bunga dari plastik, membuat sulak dari rafia,
membuat topeng dari kertas bekas, dan lain sebagainya, penguaatan silaturahmi dan
kepribadian islami. Life skill terintegrasi dalam visi misi sekolah dan program sekolah
diantaranya life skill, tahfidzul qur’an, tilawatil qur’an, enterpreneurship, social
community, sport dexterity, sister school. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan
sebelumnya maka peneliti tertarik untuk mengungkapkan bagaimana implementasi life
skill dalam membentuk karakter kemandirian siswa di SD Muhammadiyah Kalangan.

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 4


e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar
Vol. 1 No. 1 p...-...

METODE
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Juli 2019 sampai dengan bulan Agustus 2019 di SD
Muhammadiyah Kalangan. SD Muhammadiyah Kalangan terletak di Kalangan, Baturetno,
Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55197.
Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, peserta didik dan orang tua.
Subjek penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti juga menggunakan
pedoman dalam mengumpulkan data, baik itu pedoman wawancara, pedoman observasi
dan pedoman dokumentasi yang dapat membantu dalam mengumpulkan data dilapangan.
Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif. Miles and
Huberman dalam sugiyono (2016:337) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data
kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas,
sehingga datanya sudah jenuh. Data dikatakan absah apabila ada konsistensi atau kesamaan
data. Teknik Analisis data menggunakan teknik interaktif Miles dan Huberman yaitu
dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


1. Implementasi program life skill dalam membentuk karakter kemandirian
Berdasarkan hasil penelitian Implementasi program life skill dalam membentuk
karakter kemandirian yang terdiri dari tujuan program life skill, program life skill
terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan program life skill terintegrasi dalam
enterpreneurship maka dilakukan pembahasan lebih lanjut.
Dari hasil penelitian di SD Muhammadiyah Kalangan dalam tujuan program life
skill bertujuan agar anak memiliki ketrampilan ataupun kecakapan hidup yang pada
nantinya ketika anak besar bisa bermanfaat buat mereka dan membekali peserta didik
agar terampil menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya di masa datang.
Sekolah memberikan seperangkat pembelajaran untuk modal kecakapan hidup bagi
anak yang. Life skill tidak hanya sebatas yang bersifat produksi tapi juga bisa berupa
pembiasaan, bisa juga berupa jasa, bisa juga berupa keterampilan motorik anak.
Makna life skill tersebut maka latar belakang diadakannya program life skill ini
dilatarbelakangi oleh pola pendidikan sekarang dengan adanya pendidikan karakter,
kemudian untuk mengembangkan potensi anak dari keterampilannya. Hal tersebut
didukung dengan pendapat Assegaf dalam Ilahi (2012:99) bahwa anak didik yang
memiliki kemampuan berpikir dan berkreativitas, pada gilirannya akan menjadi generasi
muslim yang potensial, prestatif, kreatif, dan aktif. Kreatifitas merupakan proses dan
kemampuan tertentu untuk menciptakan dan menghasilkan karya. Keterampilan
merupakan bekal hidup untuk peserta didik supaya bisa hidup mandiri di lingkungan
keluarga dan masyarakat maka dari itu sekolah memberikan bekal keterampilan untuk
hidup mandiri anak.
Pelaksanaan program life skill Bapak Ibu guru juga mempersiapkan materi,
bahan ajarnya, kemudian alokasi waktu, karena itu kegiatan yang terjadwal. Bahan yang
digunakan juga dari bahan yang mudah didapatkan dan bahan yang mudah untuk di

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 5


e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar
Vol. 1 No. 1 p...-...

daur ulang. Bapak ibu guru juga memperhatikan manfaat bagi anak dikemudian hari,
agar anak bisa menjadi orang produktif. Kemudian didukung dengan pembiasaan
dalam pengembangan nilai-nilai kehidupan seperti kedisiplinan dan tanggung jawab.
Di SD Muhammadiyah Kalangan dapat diketahui mengimplementasikan
program life skill dalam membentuk karakter kemandirian dalam memberikan bekal
dasar guru menyampaikan maksud dan tujuan serta materi tambahan kemudian peserta
didik diberikan bekal dengan melakukan praktek langsung membuat keterampilan. Cara
guru memberikan bekal mengenai nilai-nilai peserta didik dibiasakan untuk mengikuti
aturan dan melakukan apa yang bisa dilakukannya dengan sendiri tanpa bergantung
kepada orang lain.
Di SD Muhammadiyah Kalangan penguatan karakter kemandirian siswa
terintegrasi dalam pembelajaran tematik. Jadi pengintegrasiannya dengan cara
memberikan tugas karya yang dapat menghasilkan produk. Secara individual kegiatan
tersebut dapat mengembangkan potensi anak dan membentuk karakter kemandirian.
Kemudian cara guru untuk mendorong peningkatan kemandirian peserta didik melalui
program life skill dengan pembiasaan, jangan dikit-dikit orang tua, biarkan anak itu
melakukan sesuatu dari usahanya sendiri orang tua cukup mengawasinya. Hal tersebut
didukung dengan pendapat Mustari (2014:82) dengan berbagai kegiatannya sekolah
harus bisa mengajarkan para murid agar tidak tergantung pada orang lain, berusaha
menyelesaikan tugas (pekerjaan belajar) berdasarkan kemampuan sendiri, berani
berbuat tanpa minta ditemani, dan sebagainya.
Setiap tujuan pembelajaran belum mengandung life skill. Artinya pembelajaran
life skill pengembangan dari tematik, jadi masih terintegrasi dengan tematik. Bahan
belajar yang harus dipelajari peserta didik seperti materi pembelajaran merupakan
pengembangan dari tematik, termasuk juga dengan kurikulum dan RPP masih
terintegrasi dengan tematik. Materi sesuai dengan pembelajaran tematik yang sedang
dibahas kemudian di kembangkan untuk membuat keterampilan.
Implementasi program life skill pada proses pembelajaran disiapkan jauh-jauh
hari agar peserta didik siap untuk melakukan praktek dalam pembelajaran life skill. Pada
saat proses pembelajaran guru menggunakan metode demonstrasi, ceramah kemudian
praktek langsung. Ciri pembelajaran life skill yang bisa membuat anak itu mandiri,
dikerjakan dengan nyata sehingga bukan hanya teori saja tapi juga apa yang bisa
langsung dipraktekkan oleh peserta didik.
Implementasi program life skill dalam membentuk kemandirian peserta didik
terintegrasi dalam pelaksanaan enterpreneurship melalui kegiatan market day.
Meningkatkan kecakapan hidup peserta didik melalui wirausaha maka diadakan
pelaksanaan kegiatan entepreneurship di sekolah dalam bentuk kegiatan market day.
Pendidikan kewirausahaan bagi anak untuk membentuk karakter dan mental wirausaha
sebagai bekal kecakapan hidup anak dengan melatih anak berjualan dengan begitu anak
mempraktekkan langsung.
Di SD Muhammadiyah Kalangan untuk mengembangkan keterampilan dan
potensi peserta didik menanamkan jiwa enterpreneurship dengan anak diajarkan tentang
jual beli atau marketing day dan membekali dengan mempraktikkan langsung sehingga
anak mempunyai pengalaman tentang kewirausahaan. Bapak ibu guru juga
menyampaikan untuk menjadi anak yang produktif jangan selalu menjadi konsumen.
Hal ini selaras dengan hasil penelitian Nisa’ (2013) yang menyatakan hasil peneliatan
program layanan life skill ditujukan bagi siswa dalam upaya membantu membekali
siswa dengan keterampilan yang bisa membuat mereka lebih mandiri serta
menumbuhkan jiwa usaha.

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 6


e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar
Vol. 1 No. 1 p...-...

2. Tingkat keberhasilan implementasi program life skill dalam membentuk karakter


kemandirian
Tingkat keberhasilan implementasi program life skill dalam membentuk karakter
kemandirian maka program life skill dapat menambah wawasan peserta didik.
Pengetahuan yang didapat peserta didik jadi semakin bertambah luas. Peserta didik juga
mendapatkan pengalaman dengan banyak praktek membuat langsung berbagai macam
keterampilan.
Implementasi program life skill dalam membentuk karakter kemandirian peserta
didik di SD Muhammadiyah Kalangan dapat dilihat bahwa kemandirian peserta didik
sudah ada peningkatan. Akantetapi, perlunya pembiasaan karakter kemandirian di
sekolah dan di lingkungan rumah sehingga peserta didik menjadi terbiasa.
SD Muhammadiyah Kalangan meningkatkan kecakapan hidup peserta didik
melalui wirausaha dengan anak membuat oalahan makanan atau minuman kemudian
dari hasil olahan itu djual ke warga sekolah. Peserta didik membuat sendiri makanan
dan minuman itu akantetapi ada beberapa yang masih didampingi orang tua. SD
Muhammadiyah Kalangan membekali kecakapan hidup anak dengan menumbuhkan
jiwa enterpreneurship agar anak dapat mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
Hal ini selaras dengan penelitian Thoifah (2015) yang menyatakan pembentukan
karakter kemandirian peserta didik, mereka mampu mengonsep dan menjalankan
kemandirian dalam berwirausaha dengan arahan serta bimbingan dari pendidik. Proses
pendidikan kemandirian peserta didik SMK Alam Kendal dapat dinilai dengan
tercapainya peserta didik yang mandiri belajar dan peserta didik mandiri dalam
berwirausaha.
3. Faktor pendukung dan penghambat program life skill dalam membentuk karakter
kemandirian
Implementasi program life skill dalam membentuk karakter kemandirian siswa di
SD Muhammadiyah Kalangan terdapat faktor pendukung dan penghambat. Faktor
pendukung yang pertama yaitu sumber daya manusia yang terdiri dari kepala sekolah,
guru, dan peserta didik yang bersinergi saling membantu saling melengkapi, terus
bersama-sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Faktor pendukung kedua yaitu
komitmen dan dukungan yang diberikan oleh orang tua peserta didik. Kemudian faktor
pendukung yang ketiga yaitu lingkungan, peserta didik dapat memanfaatkan lingkungan
sekitar untuk menunjang keberlangsungan program life skill. Sedangkan, faktor
penghambatnya yaitu fasilitas sekolah yang terbatas dan seadanya. Sehingga
memerlukan dukungan finansial dari orang tua.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai implementasi program life
skill dalam membentuk karakter kemandirian siswa di SD Muhammadiyah Kalangan maka
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Implementasi program life skill dalam membentuk karakter kemandirian dibagi kedalam
3 komponen, yang pertama, tujuan program life skill ialah untuk membekali peserta
didik agar terampil menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya di masa datang.
Sekolah memberikan seperangkat pembelajaran untuk modal kecakapan hidup bagi
anak yang bertujuan agar anak itu memiliki keterampilan. Keterampilan merupakan
bekal hidup untuk peserta didik supaya bisa hidup mandiri di lingkungan keluarga dan
masyarakat. Life skill tidak hanya sebatas yang bersifat produksi tapi juga bisa berupa
pembiasaan.

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 7


e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar
Vol. 1 No. 1 p...-...

Kedua, metode program life skill dilaksanakan melalui program life skill
terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran life skill pengembangan dari
tematik. Pengintegrasiannya dengan cara memberikan tugas karya yang dapat
menghasilkan produk. Secara individual kegiatan tersebut dapat mengembangkan
potensi anak dan membentuk karakter kemandirian. Mendorong peningkatan
kemandirian peserta didik melalui program life skill dengan pembiasaan. Bahan belajar
yang harus dipelajari peserta didik seperti materi pembelajaran merupakan
pengembangan dari tematik, termasuk juga dengan kurikulum dan RPP masih
terintegrasi dengan tematik. Metode yang digunakan guru pada saat pembelajaran yaitu
metode demonstrasi, ceramah dan praktek langsung.
Ketiga, Di SD Muhammadiyah Kalangan untuk mengembangkan keterampilan dan
potensi peserta didik menanamkan jiwa enterpreneurship. Anak diajarkan tentang jual
beli melalui marketing day dan membekali dengan mempraktikkan langsung sehingga
anak mempunyai pengalaman tentang kewirausahaan sebagai bekal kecakapan hidupnya
serta memberikan bekal kemandirian untuk peserta didik.
2. Tingkat keberhasilan implementasi program life skill dalam membentuk karakter
kemandirian maka program life skill dapat menambah wawasan, pengetahuan dan
pengalaman peserta didik dengan praktek langsung. Dapat dilihat bahwa kemandirian
peserta didik sudah ada peningkatan. Akantetapi, perlunya pembiasaan karakter
kemandirian di sekolah dan di lingkungan rumah sehingga peserta didik menjadi
terbiasa. Meningkatkan kecakapan hidup peserta didik melalui wirausaha dengan anak
membuat oalahan makanan atau minuman kemudian dari hasil olahan itu djual ke warga
sekolah.
3. Faktor pendukung dan penghambat program life skill dalam membentuk karakter
kemandirian. Faktor pendukung yang pertama yaitu sumber daya manusia yang terdiri
dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Faktor pendukung kedua yaitu komitmen
dan dukungan yang diberikan oleh orang tua peserta didik. Kemudian faktor pendukung
yang ketiga yaitu lingkungan. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu fasilitas sekolah
yang terbatas dan seadanya. Sehingga memerlukan dukungan finansial dari orang tua.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar. 2012. Pendidikan Kecakapan Hidup (life skills Education). Bandung : Alfabeta.
Gunawan, Heri. 2012. Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi . Bandung :
Alfabeta.
Ilahi, Muhammad Takdir. 2012. Revitalisasi Pendidikan Berbasis Moral. Yogyakarta : Ar-
Ruzz Media.
Maisaro, Atik, Wiyono, Bambang Budi and Arifin, dan Imron. 2018. Manajemen Program
Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar . Malang : Universitas Negeri
Malang, Vol. 1.
Mustari, Mohammad. 2014. Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan . Jakarta : PT
RajaGrafindo Persada.
Nisa', Zakiyatun. 2013. Implementasi Program Layanan Life Skill di SMA Muhammadiyah
1 Muntilan. Yogyakarta : Universita Islam Negeri Sunan Kalijaga.

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 8


e-ISSN: 2614-1620 Fundamental Pendidikan Dasar
Vol. 1 No. 1 p...-...

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan


R&D. Bandung : Alfabeta.
Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter . Bandung : PT Remaja
Rosdakarya.
Thoifah, Siti. 2015. Pendidikan Karakter Kemandiriran di Kelas XI (Studi Analisis pada
SMK Alam Kendal. Semarang : Universitas Islam Negeri Walisongo, Vol. Skripsi.
Yamin, Mohammad. 2009. Menggugat pendidikan Indonesia. Yogyakarta : Ar-Ruzz
Media.

FUNDADIKDAS Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2018 | 9

You might also like