SSSS
SSSS
USULAN PENELITIAN
Disusun oleh :
Narulita Nora H.
NIM. C2A004080
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2011
ABSTRACT
This research based from the tight competition of brands, especially hair
treatment product lately. A lot of new brands of hair treatment product especially on
shampoo and conditioner offer such varieties of function and abilities for consumer.
More option means more challenge that makes producers competing to have the best
products of all. Brand which has a good brand awareness, high perceived quality and
also brand loyalties will win the battle. As the market leader of hair treatment
product since 2003 until now, Sunsilk has decreasing its brand share, TOM Ad and
TOM Brand. The main question of this research is “How to increase the brand equity
of Sunsilk’s shampoo and conditioner?” This research specifically testing three
variables which are brand awareness, perceived quality and brand loyalty impact on
increasing Sunsilk’s brand equity. This research brought to learn about the impact of
three variables on brand equity of Sunsilk brand.
After literature research and also hipothesis conclusion, data was being
gather from quizioner spread to 100 of respondent, which appear to be the user of
products Sunsilk brand in Semarang. The accidental sampling is used to made data
compilation, then the data being analyzed using quantitive analysis and qualitative
analysis for the quantitive questions. Quantitive anlysis consist of validity and
reliability test, classic assumption test, regresion test, hipothesis test trough t test
and F test, and also coefficient determination (R2). Analysis of open questions comes
from intrepetation of compiled data result from research that being explained.
Datas that already through validity test, reliability test and classic assumption
test, being reseacrh and resulting this regression quation :
Y = -0,016 X1 + 0,054 X2 + 0,811 X3
In this quation, Y represents brand equity, X1 represents brand awareness, X2
represents perceived quality, X3 represents brand loyalty. Hipothetically test through
t test shwoed that independent variables except brand awareness, are proven
significally affecting brand equity as the dependent variable. F test result show us
that variables consit of brand awareness, perceived quality and brand loyalty are
qualified to sampling the variable of brand equity. Adjusted R square resulting 0,695
means that 69,5 percent of brand equity varies can be explained by three independent
variables in the regression equation. The rest of 30,5 percent are explained by other
variables other than three variables that being used at this research.
v
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persaingan pada produk shampoo yang
semakin ketat akhir-akhir ini. Semakin banyak merek shampoo muncul menawarkan
berbagai macam khasiat dan manfaat bagi konsumen. Semakin banyaknya pilihan
shampoo bagi konsumen membuat produsen berlomba-lomba membuat produk
shampoo yang terbaik. Merek yang mempunyai citra yang baik, kualitas yang bagus
dan yang banyak dikenal masyarakat akan merajai persaingan. Sunsilk sebagi market
leader produk shampoo dalam kurun waktu 2007-2009 mengalami penurunan brand
share, TOM Ad, dan TOM Brand. Adapun yang menjadi masalah penelitian adalah
”Bagaimana meningkatkan ekuitas merek dari shampoo dan kondisioner Sunsilk?”.
Penelitian ini secara khusus menguji tiga variabel yaitu kesadaran merek, persepsi
kualitas, dan loyalitas merek untuk dapat meningkatkan ekuitas merek dari Sunsilk.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tiga variabel tersebut
terhadap ekuitas merek Sunsilk.
Setelah dilakukan tinjauan pustaka dan penyusunan hipotesis, data diperoleh
dari penyebaran kuesioner terhadap 100 orang pengguna shampoo Sunsilk di Kota
Semarang, yang diperoleh dengan menggunakan teknik accidental sampling,
kemudian dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh dengan menggunakan
analisis data secara kuantitatif dan analisis pertanyaan terbuka. Analisis kuantitatif
meliputi: uji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda,
pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F, serta analisis koefisien determinasi (R2).
Analisis pertanyaan terbuka merupakan interpretasi dari data-data yang diperoleh
dalam penelitian serta hasil pengolahan data yang sudah dilaksanakan dengan
memberi keterangan dan penjelasan.
Data-data yang telah memenuhi uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi
klasik diolah sehingga menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut:
Y = -0,016 X1 + 0,054 X2 + 0,811 X3
Dimana variabel Ekuitas Merek (Y), variabel Kesadaran Merek (X1), variabel
Persepsi Kualitas (X2) dan variabel Loyalitas Merek (X3). Pengujian hipotesis
menggunakan uji t menunjukkan bahwa dua variabel independen, kecuali Kesadaran
Merek yang diteliti terbukti secara signifikan mempengaruhi variabel dependen
Ekuitas Merek. Kemudian melalui uji F dapat diketahui bahwa variabel Kesadaran
Merek, Persepsi Kualitas dan Loyalitas Merek memang layak untuk menguji variabel
dependen Ekuitas merek. Angka Adjusted R Square sebesar 0,695 menunujukkan
bahwa 69,5 persen variasi Ekuitas merek dapat dijelaskan oleh ketiga variabel
independen dalam persamaan regresi. Sedangkan sisanya sebesar 30,5 persen
dijelaskan oleh variabel lain diluar ketiga variabel yang digunakan dalam penelitian
ini.
Kata kunci : ekuitas merek, kesadaran merek, persepsi kualitas, loyalitas merek
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkah dan limpahan
dari bantuan, bimbingan, petunjuk dan saran dari semua pihak. Untuk itu, penulis
dengan segala kerendahan hati ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini khususnya kepada :
1. Bapak Prof. Drs. H. Muhamad Nasir, M.Si, Akt, Ph.D selaku Dekan Fakultas
2. Bapak Drs. Sutopo, MS selaku Dosen pembimbing atas waktu yang telah
vii
5. Seluruh Staf Tata Usaha dan perpustakaan atas segala bantuan selama proses
skripsi ini.
7. Keluarga Besar Rubiyanto, Bapak dan Mama untuk curahan kasih sayang,
pengorbanan, doa dan dorongan untuk terus maju. Tak cukup kata untuk
dalam keadan sempit maupun lapang. Pembelajaran dan doa yang tak
hentinya kalian panjatkan untuk kesuksesan tiga anak kalian, membuat kami
8. Kakak – kakakku tersayang, Mbak Hanggit dan Mas Atox, terima kasih untuk
semua dukungan dan doa kalian. Support yang kalian berikan serta
9. Adikku satu – satunya, Dimas, terima kasih banyak untuk bantuan dan doamu
yang membuatku terus bersemangat dan kembali bangkit untuk berjuang saat
10. Saudari - saudariku dari ibu dan ayah yang berbeda, my partner in crime, Nina
dan Ann. Terima kasih untuk banyak hal yang tidak bisa kusebutkan satu per
satu. We’ve been through good times and hard times together, becoming my
viii
11. Sahabat – sahabatku, power five girls. Angkie, Tami, Umi dan Erly. Terima
kasih untuk banyak hal yang tidak bisa aku sebut. Masa kuliah yang sungguh
berkesan dengan adanya kalian. Kalian luar biasa. Andai kita tak harus
dipisahkan oleh waktu, aku akan memilih berada di sekitar kalian. Semoga
12. Ecotour 2007 ganks, Elvina, Tika, Rina, Yezsa, Jessy dan SFC Keio
AIESECers. Thanks for the splendid time we had. The time already past but
13. AIESEC LC Diponegoro family 2004 – 2008. Iin, Diah, Vina, Neni, Lenny,
MAK, Mbak Putri Asti, Mas Gandung, Mas Primadi, Mas Galih Astro, Mas
Bram, Denny, Thoriq, dan semuanya. We learned to fall together, but also
learn how to wake again. We might be separated thousands miles away but
14. Sahabat-sahabat Manajemen 2004 ; mbak Bening, Ivan, Debby, Aca, Aji,
Rendra, Johnsy, Upe, Ima, Haris, Mita, Rini, Eqi, Ayik, Puspa, Dewi, Anya,
Deny Asmayadi, Rina, Friska, dan semuanya, terima kasih telah mewarnai
15. Sahabat sahabatku sejak SMA, Nor Putri, Icha dan Rivan, Rifa, Ghanis, Inda,
Tiwi, Renny F, Atik, Puji. Terima kasih atas segala kata – kata semangat serta
bantuan serta doa yang selalu mempererat silaturahmi kita. Semoga kita akan
ix
16. Keluarga - keluarga yang menginspirasi serta telah menjadi keluarga
keduaku, Bu Chusnul serta, Mbak Lia dan Haryo; Pak Thokol serta Bu Ita,
Daisy, Alm. Galih C., dan Dian; Bu Nas serta Budhe Tatik; mbak Ira dan Mas
Ari; Tante Wiwiek Sugiarti dan suami. Terima kasih atas dukungan doa dan
17. Semua pihak yang tak mungkin disebutkan satu persatu, yang telah membantu
Penulis
x
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI .......................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN SKRIPSI ................................. iii
PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI .................................................. iv
ABSTRACT ....................................................................................................... v
ABSTRAKSI ................................................................................................... vi
KATA PENGANTAR ..................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xv
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xix
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xx
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................ 9
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ......................................................... 11
1.4 Sistematika Penulisan .......................................................................... 12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 14
2.1 Landasan Teori ..................................................................................... 14
2.1.1 Ekuitas Merek ............................................................................. 14
2.1.2 Kesadaran Merek ........................................................................ 21
2.1.2.1 Hubungan Kesadaran Merek dengan Ekuitas Merek ......... 23
2.1.3 Persepsi Kualitas ......................................................................... 24
2.1.3.1 Hubungan Persepsi Kualitas dengan Ekuitas Merek...... ... 28
2.1.4 Loyalitas Merek .......................................................................... 28
2.1.4.1 Hubungan Loyalitas Merek dengan Ekuitas Merek ........... 32
2.2 Penelitian Terdahulu ............................................................................ 33
2.3 Kerangka Penelitian ............................................................................. 40
BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 41
3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ...................................... 41
x
3.2 Penentuan Populasi dan Sampel........................................................... 44
3.3 Jenis dan Sumber Data ......................................................................... 46
3.4 Metode Pengumpulan Data .................................................................. 47
3.5 Metode Analisis ................................................................................... 48
3.5.1 Analisis Regresi Linear Berganda ............................................... 48
3.5.2.Analisis Kuantitatif ..................................................................... 49
3.5.2.1 Uji Realibilitas ................................................................... 49
3.5.2.2 Uji Validitas ....................................................................... 50
3.5.3 Uji Asumsi Klasik ....................................................................... 50
3.5.3.1 Uji Multikolinearitas .......................................................... 50
3.5.3.2 Uji Heterokedastisitas ........................................................ 51
3.5.3.3 Uji Normalitas .................................................................... 52
3.5.4 Uji Goodness of Fit ..................................................................... 52
3.5.4.1 Uji t .................................................................................... 52
3.5.4.2 Uji F ................................................................................... 53
3.5.4.3 Koefisien Determinasi........................................................ 54
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................... 55
4.1 Deskripsi Obyek Penelitian .................................................................. 55
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan ..................................................... 55
4.1.2 Gambaran Umum Produk ........................................................... 56
4.2 Gambaran Umum Responden .............................................................. 60
4.2.1 Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia .......................................... 60
4.2.2 Berdasarkan Usia dan Jenis Pekerjaan ........................................ 61
4.2.3 Berdasarkan Jenis Pekerjaan dan Pengeluaran Per Bulan .......... 63
4.3 Deskripsi Variabel Penelitian ............................................................... 64
4.3.1 Tanggapan Responden Terhadap Kesadaran Merek ................... 64
4.3.2 Tanggapan Responden Terhadap Persepsi Kualitas ................... 66
4.3.3 Tanggapan Responden Terhadap Loyalitas Merek ..................... 67
4.3.4 Tanggapan Responden Terhadap Ekuitas Merek ........................ 68
4.4 Analisis Data dan Pembahasan ............................................................ 70
4.4.1 Uji Reliabilitas ............................................................................ 70
xi
4.4.2 Uji Validitas ................................................................................ 70
4.4.3 Uji Asumsi Klasik ....................................................................... 74
4.4.3.1 Uji Multikolinearitas .......................................................... 74
4.4.3.2 Uji Normalitas .................................................................... 76
4.4.3.3 Uji Heterokedastisitas ........................................................ 77
4.4.4 Analisis Regresi Linear Berganda ............................................... 78
4.4.5 Uji Goodness of Fit.............................................................. ....... 79
4.4.5.1 Uji F ................................................................................... 79
4.4.5.2 Uji t .................................................................................... 80
4.4.5.3 Koefisien Determinasi........................................................ 82
4.5 Analisis Data Pertanyaan Terbuka ....................................................... 83
4.5.1 Hasil Tanggapan Responden Terhadap Kesadaran Merek ......... 83
4.5.2 Hasil Tanggapan Responden Terhadap Persepsi Kualitas .......... 88
4.5.3 Hasil Tanggapan Responden Terhadap Loyalitas Merek ........... 91
4.5.4 Hasil Tanggapan Responden Terhadap Ekuitas Merek .............. 97
4.6 Pembahasan ................................................................................................ 100
4.6.1 Variabel Signifikan ..................................................................... 101
4.6.2 Variabel Tidak Signifikan ........................................................... 101
BAB V PENUTUP ........................................................................................... 103
5.1 Kesimpulan .................................................................................. 103
5.1.1 Ringkasan Penelitian ................................................................... 103
5.2 Saran .................................................................................. 106
5.3 Keterbatasan Penelitian ............................................................... ........ 108
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 110
LAMPIRAN A ................................................................................................. 113
LAMPIRAN B ................................................................................................. 120
LAMPIRAN C ................................................................................................. 124
LAMPIRAN D ................................................................................................. 132
LAMPIRAN E ................................................................................................. 134
LAMPIRAN F.................................................................................................. 135
LAMPIRAN G ................................................................................................. 137
xii
LAMPIRAN H........................................ ......................................................... 138
LAMPIRAN I..... ............................................................................................. 141
LAMPIRAN J.... .............................................................................................. 142
xiii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Brand Value Produk Shampoo 2007-2009.................................... 4
Tabel 1.2 Brand Share Produk Shampoo 2007-2009 .................................... 6
Tabel 1.3 TOM Brand Produk Shampoo 2007-2009 ..................................... 7
Tabel 2.1 Kumpulan Definisi Ekuitas Merek ................................................ 14
Tabel 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ............................... 53
Tabel 4.1 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia ......................... 60
Tabel 4.2 Responden Berdasarkan Usia dan Jenis Pekerjaan ....................... 62
Tabel 4.3 Responden Berdasarkan Pekerjaan dan Pengeluaran Per Bulan ... 63
Tabel 4.4 Tanggapan Responden Terhadap Variabel X1.............................. 65
Tabel 4.5 Tanggapan Responden Terhadap Variabel X2.............................. 66
Tabel 4.6 Tanggapan Responden Terhadap Variabel X3.............................. 67
Tabel 4.7 Tanggapan Responden Terhadap Variabel Y................................ 69
Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas ..................................................................... 70
Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas Variabel Kesadaran Merek ............................. 71
Tabel 4.10 Hasil Uji Validitas Variabel Persepsi Kualitas ............................. 72
Tabel 4.11 Hasil Uji Validitas Variabel Loyalitas Merek ............................... 72
Tabel 4.12 Hasil Uji Validitas Variabel Ekuitas Merek .................................. 73
Tabel 4.13 Nilai Tolerance dan VIF ................................................................ 74
Tabel 4.14 Matrix Korelasi Variabel Independen ........................................... 75
Tabel 4.15 Hasil Uji Regeresi Berganda ......................................................... 78
Tabel 4.16 Hasil Uji F ..................................................................................... 79
Tabel 4.17 Hasil Uji t ...................................................................................... 80
Tabel 4.18 Hasil Koefisien Determinasi ......................................................... 83
Tabel 4.19 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Kesadaran Merek (X1) Indikator A1 .............................. 84
Tabel 4.20 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Kesadaran Merek (X1) Indikator A2 .............................. 84
Tabel 4.21 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Kesadaran Merek (X1) Indikator A3 .............................. 85
xiv
Tabel 4.22 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Kesadaran Merek (X1) Indikator A4 .............................. 85
Tabel 4.23 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Kesadaran Merek (X1) Indikator A5 .............................. 86
Tabel 4.24 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Kesadaran Merek (X1) Indikator A6 .............................. 87
Tabel 4.25 Varian Merek Sunsilk yang Disebutkan Responden pada Indikator A6
............................. .......................................................................... 87
Tabel 4.26 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Persepsi Kualitas (X2) Indikator B1............................... 88
Tabel 4.27 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Persepsi Kualitas (X2) Indikator B2 ................................................. 89
Tabel 4.28 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Persepsi Kualitas (X2) Indikator B3 ................................................. 89
Tabel 4.29 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Persepsi Kualitas (X2) Indikator B4 ................................................. 90
Tabel 4.30 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Persepsi Kualitas (X2) Indikator B5 ................................................. 91
Tabel 4.31 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Loyalitas Merek (X3) Indikator C1 ................................................... 92
Tabel 4.32 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Loyalitas Merek (X2) Indikator C2 ................................................... 93
Tabel 4.33 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Loyalitas Merek (X3) Indikator C3 ................................................... 93
Tabel 4.34 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Loyalitas Merek (X3) Indikator C4 ................................................... 94
Tabel 4.35 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Loyalitas Merek (X3) Indikator C5 ................................................... 95
Tabel 4.36 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Loyalitas Merek (X3) Indikator C6 ................................................... 96
xv
Tabel 4.37 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Loyalitas Merek (X3) Indikator C7 ................................................... 97
Tabel 4.38 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Ekuitas Merek (Y) Indikator D1 ....................................................... 98
Tabel 4.39 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Ekuitas Merek (Y) Indikator D2 ....................................................... 98
Tabel 4.40 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Ekuitas Merek (Y) Indikator D3 ....................................................... 99
Tabel 4.41 Rekapitulasi Jawaban Pertanyaan Terbuka Responden Terhadap
Variabel Ekuitas Merek (Y) Indikator D4 ....................................................... 100
xvi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Empat Tahap Loyalitas ............................................................... 31
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran Yoo, et. al. ................................................ 34
Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran Killa .......................................................... 33
Gambar 2.4 Kerangka Pemikiran Penelitian .................................................. 40
Gambar 4.1 Grafik Normal Probability Plot................................................... 76
Gambar 4.2 Grafik Scatterplot ........................................................................ 77
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran A Daftar Pertanyaan (Kuesioner) ................................................... 113
Lampiran B Tabulasi Data Mentah ................................................................. 120
Lampiran C Distribusi Frekuensi Jawaban Responden .................................. 124
Lampiran D Crosstabs Responden .................................................................. 132
Lampiran E Uji Reliabilitas ........................................................................... 134
Lampiran F Uji Validitas ................................................................................ 135
Lampiran G Charts.......................................................................................... 137
Lampiran H Hasil Uji Regresi Berganda dan Uji Hipotesis, Hasil Uji Anova, Hasil
Uji Koefisien Determinasi, Hasil Uji Multikolinieritas......... ..... 138
Lampiran I Tabel t dan r product moment dengan signifikansi 5% .............. 141
Lampiran J Critical Values For the F Distribution (=0,5) ........................... 142
xviii
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang
Pemasaran modern dewasa ini tidak lagi hanya sekedar memasarkan produk
yang berkualitas, menjual produk dengan harga yang murah dan menempatkan
produk yang mudah dijangkau konsumen. Persaingan di dunia bisnis semakin tajam.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya produk yang sejenis dengan manfaat yang sama
ditawarkan di pasar yang dapat mengancam kelangsungan produk perusahaan.
Teknologi yang semakin maju, semakin memanaskan persaingan. Lingkungan bisnis
yang bergerak sangat dinamis dan mempunyai ketidakpastian paling besar seperti
sekarang menuntut perusahaan untuk bersaing secara kompetitif. Menurut Levitt
dalam Kotler (1997), persaingan baru bukanlah antara apa yang diproduksi berbagai
perusahaan dalam pabrik mereka, tetapi antara apa yang mereka tambahkan pada
hasil pabrik tersebut dalam bentuk pengemasan, pelayanan, iklan, konsultasi, bagi
pelanggan, pendanaan, pengaturan pengiriman, perdagangan, dan hal-hal lain yang
orang anggap bernilai. Produk yang baik bagi konsumen bukanlah hanya produk yang
bermutu tetapi juga produk yang memiliki added value (nilai tambah).
1
2
(persepsi kualitas), brand loyalty (loyalitas merek), dan brand awareness (kesadaran
merek) dengan brand associations (asosiasi merek) yang kuat sebagai dimensi –
dimensi umum ekuitas merek. Kesimpulannya ekuitas merek yang tinggi
mengimplikasikan bahwa konsumen memiliki asosiasi positif yang tinggi dan kuat
terkait dengan merek, persepsi akan kualitas sebuah merek yang tinggi serta loyal
terhadap merek. (Yoo, et. all, 2000)
Pada tahun 2009 Sunsilk memperoleh Platinum dan Golden Brand 2009
sebagai Pemenang IBBA (Indonesia Best Brand Awards) selama lebih delapan kali
berturut – turut sejak tahun 2002. IBBA adalah penghargaan yang diberikan oleh
majalah SWA kepada merek – merek terbaik di Indonesia menurut hasil survei
MARS dan majalah SWA. (Majalah SWA NO.16/XXV/27 Juli – 5 Agustus 2009)
Merek Brand Value 2007 Brand Value 2008 Brand Value 2009
Sunsilk 32,3 poin 27,5 poin 60,7 poin
Pantene 23,1 poin 16,3 poin 58,7 poin
Clear 31,9 poin 23,1 poin 55,6 poin
Lifebuoy 18,1 poin 12,8 poin 53,4 poin
Rejoice 15,9 poin 6,4 poin 51,3 poin
Sumber : SWA NO.16/XXV/27 Juli – 5 Agustus 2009
Tabel 1.1 diatas menyajikan brand value (kinerja merek) dari beberapa merek
shampoo yang sudah dikenal oleh konsumen Indonesia. Nilai merek (brand value)
merupakan hasil menyeluruh dari popularitas merek (TOM/brand awareness),
popularitas iklan, tingkat penerimaan kualitas merek (perceived quality), tingkat
kepuasan dan loyalitas pelanggan (satisfaction and loyality index), pangsa pasar
(market share), serta kemampuan merek dalam menambah konsumen di masa datang
(gain index).
4
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Sunsilk menempati posisi pertama
dalam hal nilai merek selama rentang waktu 2007 – 2009. Serta terjadi lonjakan nilai
merek secara signifikan pada semua merek yang menjadi hasil survey. Menurut Budi
Suharjo, Direktur Riset MARS, terjadinya hal tersebut dikarenakan medan persaingan
kini semakin sempit dan tajam. Persaingan yang sangat ketat itu menyebabkan kinerja
pemasaran merek – merek tersebut meningkat. Setiap pemain bergerak sangat agresif
sehingga kekuatan – nilai merek – menjadi merata dan hamper sama tingginya. (SWA
NO.16/XXV/27 Juli – 5 Agustus 2009)
Meskipun begitu, dari Tabel 1.1 dapat pula kita lihat bahwa pertumbuhan nilai
merek dari produk shampoo Sunsilk bukan merupakan posisi pertumbuhan tertinggi
bila dibandingkan dengan merek – merek lainnya. Pertumbuhan nilai merek tertinggi
justru dapat kita lihat dari merek shampoo Rejoice yang meski nilai mereknya
terndah, namun pertumbuhannya paling tinggi dibandingkan tahun 2008. Kemudian
disusul Pantene, Lifebuoy, baru kemudian Sunsilk dan Clear.
Kemudian, elemen berikutnya dari IBBA yang juga terkait dengan penilaian
merek adalah brand share (pangsa pasar merek) yang tingkat pertumbuhannya
berfluktuasi dari tahun ke tahun.
Tabel 1.2
Brand Share Produk Shampoo 2007 – 2009
Pangsa pasar adalah besarnya bagian penjualan yang dimiliki pesaing di pasar
yang relevan (Kotler,2002). Pangsa pasar yang dimiliki perusahaan bisa mengalami
kenaikan dan bisa mengalami penurunan. Penurunan pangsa pasar disebabkan karena
produk yang sudah tidak disukai konsumen, tidak memenuhi selera konsumen, dan
semakin ketatnya persaingan (Kotler, 2002). Perusahaan yang secara mantap
meningkatkan posisinya dalam ingatan dan pilihan konsumen pasti akan memperoleh
peningkatan dalam dalam pangsa pasar dan kemampulabaan (Kotler, 2002)
Tabel 1.3
TOM Brand Produk Shampoo 2007 – 2009
Loyalitas Merek terhadap Ekuitas Merek (Studi kasus pada pengguna shampoo
dan kondisioner SUNSILK Kota Semarang)”.
1. 2. Rumusan Masalah
Sunsilk selama kurun waktu 2007 – 2009 masih menjadi yang pertama dalam
perolehan brand share (pangsa pasar merek). Meskipun begitu, dalam rentang waktu
2007 – 2009, terjadi penurunan brand share (pangsa pasar merek) yang dialami oleh
Sunsilk sebesar 0,3%. Sementara, di belakang Sunsilk, Pantene, terus membututi
dengan mengalami peningkatan pangsa pasar. Bahkan pertumbuhan brand share
(pangsa pasar merek) Pantene dalam rentang waktu 2007 – 2009 justru mengalami
peningkatan signifikan sebanyak 7,0%. Selain itu TOM Brand Sunsilk pun
mengalami penurunan. Di rentang waktu yang sama, produk shampoo lain, justru
terus mengalami peningkatan. Dan lagi-lagi, Pantene pesaing terdekat Sunsilk, terus
menjadi ancaman dalam merebutkan kedua hal diatas. Dengan kata lain, brand share
(pangsa pasar merek) dan TOM Brand Sunsilk terancam oleh Pantene yang terus
mengalami kenaikan. Penurunan brand share (pangsa pasar merek) dan TOM Brand
Sunsilk bisa menyebabkan penurunan ekuitas merek yang akan dialami oleh
perusahaan produsen Sunsilk. Hal ini yang dapat dilihat dari pengukuran dimensi –
dimensi ekuitas merek antara lain perceived quality (persepsi kualitas), brand loyalty
(loyalitas merek), dan brand awareness (kesadaran merek).
Berdasarkan latar belakang dan penjelasan di atas, masalah yang muncul adalah
turunnya ekuitas merek dari shampo dan kondisioner merek Sunsilk. Kemudian dari
masalah yang muncul, perumusan masalah penelitian adalah: ”Bagaimana
meningkatkan ekuitas merek dari shampoo dan kondisioner Sunsilk”.
Bab V PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan atas hasil penelitian dan saran yang
diberikan berkaitan dengan hasil penelitian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
14
12
Salah satu definisi ekuitas merek (brand equity) yang paling banyak dikutip
adalah definisi versi David A. Aaker (1991), dalam Tjiptono (2005), yang
menyatakan bahwa ekuitas merek (brand equity) adalah “serangkaian aset dan
kewajiban (liabilities) merek yang terkait dengan sebuah merek, nama dan
simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau
jasa kepada perusahaan dan atau pelanggan perusahaan tersebut“. Definisi Aaker
menyiratkan bahwa ekuitas merek (brand equity) bisa bernilai bagi perusahaan
(company based brand equity) dan bagi konsumen (customer based brand equity).
Aaker (1991) mengklasifikasikan elemen-elemen ekuitas merek ke dalam lima
kategori yaitu loyalitas merek (brand loyality), kesadaran merek (brand awareness),
persepsi kualitas (perceived quality), asosiasi merek (brand associations), dan aset –
aset merek lainnya (other propietary brand asset). Definisi dan elemen brand equity
versi Aaker (1991) ini mengintegrasikan dimensi sikap dan perilaku, sementara
kebanyakan operasionalisasi ekuitas merek (brand equity) cenderung hanya berfokus
pada salah satu di antara dimensi persepsi konsumen (contohnya, kesadaran merek,
asosiasi merek, persepsi kualitas) dan dimensi perilaku konsumen (contohnya,
loyalitas merek, kesediaan untuk membayar harga yang lebih mahal). Kalau positif,
maka ekuitas merek menjadi aset. Kalau negatif, maka ekuitas merek menjadi
kewajiban (liabilities). Sebagai kewajiban, merek justru menyumbangkan nilai
negatif pada produk.
Nilai ekuitas merek bisa berpengaruh kepada konsumen maupun perusahaan.
Ekuitas merek dapat menambah atau mengurangi nilai produk bagi konsumen.
Konsumen dibantu dalam menafsirkan, memproses, dan menyimpan informasi
mengenai produk dari merek. Ekuitas merek juga mempengaruhi rasa percaya diri
konsumen dalam mengambil keputusan pembelian (baik itu karena pengalaman masa
lalu dalam menggunakannya maupun kedekatan dengan merek dan aneka
karakteristiknya). Yang lebih penting adalah kenyataan bahwa persepsi kualitas dan
asosiasi merek bisa meningkatkan kepuasan konsumen dalam menggunakan produk
(Simamora, 2002).
14
atas apa yang diterima dan apa yang diberikan untuk mendapatkan
manfaat merek.
(5) Trustworthiness; yaitu keyakinan konsumen terhadap perusahaan dan
komunikasinya, serta tindakan perusahaan yang mengutamalkan
kepentingan konsumen (Tjiptono, 2005).
(4) Jika merek lain sama sekali tidak berbeda dengan merek tertentu, akan
tetap bijaksana bila membeli merek tertentu tersebut.
Dari teori diatas, maka dirumuskan indikator – indikator ekuitas merek (brand
equity) sebagai berikut ;
1. Memilih untuk membeli merek Sunsilk dibanding merek lain,
sekalipun keduanya sama.
2. Lebih suka membeli merek Sunsilk, walaupun produk dari merek lain
memiliki fitur yang sama dengan merek tertentu tersebut.
3. Lebih memilih untuk membeli produk merek Sunsilk bila ada merek
lain sebagus merek Sunsilk.
4. Jika merek lain sama sekali tidak berbeda dengan merek Sunsilk, akan
tetap bijaksana bila membeli merek Sunsilk.
1. Kualitas bersumber aspek produk, non produk atau seluruh kebutuhan bukan
harga (non price needs) yang dicari konsumen untuk memuaskan
kebutuhannya. Yang dipertimbangkan konsumen dari sebuah produk
mencakup 3 aspek utama, yaitu harga, produk, dan non produk. Produk
adalah standar yang diharapkan dari sebuah produk. Pada sebuah televisi
misalnya, aspek produk adalah ukuran layar, suara, gambar, dan kelengkapan
fungsi serta desain. Sedangkan aspek non produk terdiri dari garansi, reputasi
dan layanan perbaikan bengkel resmi.
2. Kualitas ada jika sesuai dengan persepsi konsumen. Apabila konsumen
mempersepsikan kualitas sebuah produk rendah, maka kualitas produk itu
rendah, apapun (keadaaan) realitasnya. Persepsi lebih penting dari realitas.
Konsumen membuat keputusan berdasarkan persepsi.
3. Persepsi kualitas (perceived quality)diukur secara relatif terhadap pesaing.
Kalau produk A sederhana saja, akan tetapi produk pesaing lebih sederhana
lagi, maka produk A mempunyai kualitas. Atau, bila produk B menawarkan
produk yang baik, akan tetapi produk pesaing lebih baik lagi, maka produk B
dikatakan tidak memiliki kualitas.\
Yoo et al., (2000), menyatakan beberapa indikator persepsi kualitas
(perceived quality), antara lain :
1. Menganggap merek tertentu berkualitas tinggi
2. Kemungkinan kualitas merek tertentu sangat tinggi
3. Kemungkinan bahwa merek tertentu memiliki bakal fungsional sangat
tinggi
4. Kemungkinan bahwa merek tertentu memiliki tingkat keandalan
(relialibility) sangat tinggi
5. Merek tertentu pasti berkualitas sangat bagus
6. Merek tertentu kelihatannya berkualitas sangat jelek (menggunakan
reverse-coded items)
21
adalah para pelanggan yang setia. Mereka mempunyai kebanggan menjadi pengguna
suatu merek. Merek tersebut sangat penting bagi mereka, baik dari segi fungsinya
maupun sebagai ekspresi diri mereka (Susanto dan Wijanarko, 2004).
Setiap tahap loyalitas, dari loyalitas kognitif sampai loyalitas tindakan
mempunyai dua alternatif kemungkinan kejadian, yaitu:
1. Keteguhan konsumen pada merek yang dipilihnya.
2. Kerentanan konsumen untuk berpindah ke merek lain.
Kedua hal ini akan sangat bergantung pada seberapa besar tingkat integrasi
yang ada pada konsumen. Yang dimaksud dengan tingkat integrasi adalah kondisi
dimana keempat tahap kognitif, afektif, konatif, dan tindakan terealisasikan dan
membentuk suatu kesatuan yang selaras.
Konsumen yang hanya mengaktifkan tahap kognitifnya dianggap sebagai
konsumen yang paling rentan terhadap perpindahan merek karena adanya rangsangan
pemasaran. Sedangkan konsumen yang terintegrasi penuh pada tahap loyalitas
tindakan dianggap sebagai konsumen yang rendah tingkat kerentanannya untuk
berpindah merek. Loyalitas kognitif lebih didasarkan pada karakteristik fungsional,
terutama harga, manfaat dan kualitas. Apabila ketiga faktor tersebut jelek, konsumen
akan mudah beralih ke merek lain.
Pada loyalitas afektif, kerentanan konsumen lebih terfokus pada tiga faktor
yaitu, ketidakpuasan pada merek yang ada, persuasi dari pemasar maupun konsumen
merek lain, dan upaya mencoba merek lain.
Sedangkan pada tahap konatif dan tahap loyalitas tindakan, kerentanan
konsumen terfokus pada faktor persuasi dan upaya mencoba merek lain. Tingkat
kerentanan pada setiap tahap terlihat pada bagian dibawah dari gambar berikut ini:
24
Gambar 2.1.
Empat Tahap Loyalitas
Karena itu, loyalitas konsumen yang meningkat pada suatu merek akan meningkatkan
ekuitas merek. (Killa, 2008)
Atas dasar pemikiran-pemikiran diatas, maka dirumuskan hipotesis sebagai
berikut ;
H3: Loyalitas merek (brand loyalty) berpengaruh secara positif terhadap
ekuitas merek (brand equity) .
Gambar 2.4
Kerangka Pemikiran Penelitian Terdahulu
Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa promosi harga yang
sering atau memiliki frekuensi yang tinggi, seperti misalnya
tawaran harga khusus, terkait dengan rendahnya tingkat ekuitas
merek (brand equity). Sementara sebaliknya, biaya promosi yang
tinggi, harga tinggi, image toko yang baik dan intensitas distribusi
yang tinggi terkait dengan tingginya ekuitas merek (brand equity).
Kualitas
Persepsian
Pembelanjaan Loyalitas
Periklanan Merek
Ekuitas
Merek
Kesadaran
Merek
Promosi
Harga
Citra
Merek
Hasil Penelitian : Bahwa kualitas persepsian, kesadaran merek, dan citra merek
tidak berpengaruh secra signifikan pada ekuitas merek, sedangkan
30
Gambar 2.6
Pengaruh Kesadaran Merek, Persepsi Kualitas, dan Loyalitas Merek
terhadap Ekuitas Merek
32
Kesadaran Merek
H1
(X1)
H2 Ekuitas Merek
Persepsi Kualitas
(X2) (Y)
H3
Loyalitas Merek
(X3)
33
34
Tabel 3.1
Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional
Variabel
Yang Definisi Indikator Pengukuran
Diteliti
Kesadaran Brand Awareness (kesadaran Konsumen 1= Sangat Tidak
Merek merek), menunjukkan mengetahui merek Setuju
(Brand kesanggupan seorang calon Sunsilk. 2 = Tidak Setuju
awareness) pembeli untuk mengenali atau Konsumen dapat 3 = Netral
mengingat kembali bahwa mengenali merek 4 = Setuju
suatu merek merupakan Sunsilk di antara 5 = Sangat Setuju
bagian dari kategori produk merek – merek
tertentu (Durianto dkk., 2001) pesaing.
Konsumen dapat
mengingat merek
Sunsilk tanpa harus
melihat produknya.
Konsumen dapat
menyebutkan merek
Sunsilk bila produk
dari merek Sunsilk
disebut.
Konsumen dapat
dengan cepat
mengingat logo atau
simbol sebuah
merek tertentu.
Konsumen dengan
mudah mengingat
beberapa
karakteristik merek
Sunsilk.
35
secara pasti maka penentuan jumlah sampel yang akan digunakan dalam
penelitian ini akan menggunakan rumus sebagaimana tertera di bawah ini :
Z2
n = ……………………………………….(1)
4(moe) 2
n : Jumlah sampel
Z : Tingkat keyakinan yang dalam penentuan sampel 95 % = 1,96
Moe : Margin of error / kesalahan maksimum yang bisa ditoleransi, disini
ditetapkan sebesar 10 %
Maka jumlah sampel yang diperoleh :
1,96 2
n = 96,04
4(0,1) 2
Berdasarkan rumus diatas sampel yang dapat diambil dari populasi yang
besar sebanyak 96,04 orang. Berarti jumlah responden minimal adalah 97 orang,
karena jumlah responden dibulatkan ke atas. Berdasarhal tersebut, maka peneliti
mengambil sampel sebanyak 100 responden.
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2001). Dalam menentukan data yang akan diteliti
teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah dengan non probability
sampling yaitu teknik sampling yang tidak memberikan kesempatan sama bagi
setiap unsur atau anggota populasi untuk dijadikan sampel. Responden yang
dipilih adalah penduduk Kota Semarang yang menggunakan produk shampoo dan
kondisioner merek Sunsilk. Sedangkan metode pengambilan sampel di lapangan
menggunakan teknik accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel
berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan
peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang ditemui
cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 1999).
memasukkan pernyataan yang relevan, realibilitas yang tinggi dan aplikatif pada
berbagai aplikasi. Penelitian ini mengunakan sejumlah statement dengan skala 5
yang menunjukkan setuju atau tidak setuju terhadap statement tersebut.
1 = sangat tidak setuju
2 = tidak setuju
3 = netral (ragu-ragu)
4 = setuju
5 = sangat setuju
Skala ini mudah dipakai untuk penelitian yang terfokus pada responden
dan obyek. Jadi peneliti dapat mempelajari bagaimana respon yang berbeda dari
tiap–tiap responden.
Selain metode kuesioner, juga digunakan metode wawancara untuk
mendukung akurasi dan kelengkapan kuesioner yang tersebar. Wawancara juga
digunakan untuk memperluas cakrawala peneliti tentang data-data lain yang tidak
terformulasi dalam kuesioner, namun akan memiliki implikasi strategis bagi
perusahaan, sehingga layak untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Selain itu
wawancara juga digunakan untuk melengkapi data yang terkumpul melalui
kuesioner.
valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur
oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dapat dilakukan dengan membandingkan
nilai hitung r-hitung (corrected item total correlation) dengan r-tabelnya.
Apabila nilai r-hitung lebih besar dari r-tabelnya dan nilai r positif, maka
kuesioner tersebut dikatakan valid, begitu pula sebaliknya apabila r-hitung lebih
kecil dari r-tabelnya maka kuesioner dikatakan tidak valid (Ghozali, 2001).