See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.
net/publication/303721930
Upaya Penggemukan Sapi Melalui Teknologi Pembuatan
Suplemen Pakan Ternak Ruminansia Menggunakan UMMB
(Urea Molase Multinutrient Block) dengan Met....
Article · February 2013
CITATIONS READS
0 1,721
6 authors, including:
Dyah Purwaningsih Pujianto Pujianto
Universitas Negeri Yogyakarta Universitas Negeri Yogyakarta
17 PUBLICATIONS 10 CITATIONS 13 PUBLICATIONS 3 CITATIONS
SEE PROFILE SEE PROFILE
Some of the authors of this publication are also working on these related projects:
Nanomaterials, design and applications View project
Disaster Risk Reduction through science instruction View project
All content following this page was uploaded by Dyah Purwaningsih on 01 June 2016.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
UPAYA PENGGEMUKAN SAPI MELALUI TEKNOLOGI
PEMBUATAN SUPLEMEN PAKAN TERNAK RUMINANSIA
MENGGUNAKAN UMMB (UREA MOLASES MULTINUTRIENT
BLOCK) DENGAN METODE PERUNUT RADIOISOTOP
Oleh: Dyah Purwaningsih1, Pujianto1, Yuliati1, dan Sugi Rahayu2
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta1
FIS Universitas Negeri Yogyakarta2
Abstract
This IbM activity aims to: (1) improve knowledge and understanding
of the participants on the basic concepts and principles on how to manu-
facture cattle feed supplements UMMB, (2) improve the skills of the
trainees (breeders) in producing animal feed supplements UMMB; (3)
increase the motivation of participants to develop the business of making
cattle feed supplements in the village UMMB partners.
The training was conducted by lecturing, discussion-information,
workshops, and limited dissemination. This activity involves four lecturers,
3 students and 45 cattle breeders from 55 targeted participants. The cattle
ranchers are from Jatisarono and Wijilan Villages, Nanggulan District,
Kulonprogo. This program also involved Local Supervisor for Agriculture
and Animal Husbandry (PPL) and village officials. Implementation
activities began on June 26, 2012 and went on to the workshop stage.
In general, the training was successful and on target. It can be seen
from the increasing knowledge and understanding of cattle ranchers to
manufacture cattle feed supplements UMMB at each stage of the PPM so
that the workshop stage. The implementation of UMMB on cattle has
fattened up the cattle by 10-12 pounds per week on a sample test cows.
Key words: UMMB, fattening, supplements, and cattle
A. PENDAHULUAN baru mampu mengkonsumsi daging
1. Analisis Situasi sapi sekitar 1,7 juta kg/orang/ tahun.
Saat ini, penduduk Indonesia Untuk memenuhi kebutuhan terse-
berjumlah kurang lebih 220 juta jiwa. but diperlukan 1,5 juta ekor sapi
Berdasarkan penelitian yang pernah lokal yang dapat menghasilkan
dilakukan oleh Dirjen Bina Produksi kurang lebih 350.000 ton daging
Peternakan setiap orang Indonesia sapi dan ditambah sapi impor dari
68
69
Australia sebanyak 350.000 ekor berkualitas untuk dikonsumsi. Hal
sapi yang dapat menghasilkan itu ditandai dengan impor daging
kurang lebih 30.000 ton daging sapi. untuk restoran-restoran internasional
Selama ini, kebutuhan daging yang semakin banyak dengan me-
sapi di Indonesia masih kurang dan minta kualitas tertentu, seperti war-
Indonesia merupakan negara peng- na, keempukan, marbling atau pele-
impor sapi dan daging sapi guna makan daging yang sesuai. Dengan
memenuhi permintaan kebutuhan peningkatan permintaan tersebut tak
daging sapi dalam negeri yang terus pelak harga daging sapi menjadi cu-
meningkat dari tahun ke tahun. Pada kup tinggi, yaitu berkisar Rp70.000,-
bulan-bulan tertentu seperti hari raya sampai Rp 80.000,- per-kilogram.
Idul Fitri (Lebaran), hari Raya Qur- Melihat keadaan pasar tersebut pe-
ban, hari Raya Natal, dan tahun baru ngembangbiakan sapi (penggemuk-
permintaan daging sapi sangat tinggi an) menjadi potensi bisnis yang cu-
sehingga harga daging sapi melon- kup menjanjikan.
jak cukup signifikan. Produksi da- Kecamatan Nanggulan Kabu-
ging sapi dalam negeri selama 5 ta- paten Kulon Progo memiliki enam
hun terakhir selalu terjadi pening- desa, yaitu Banyuroto, Donomulyo,
katan rata-rata 7,6 % per-tahun (data Wijimulyo, Tanjungharjo, Jatisarono
Biro Pusat Statistik 2001). Hal ter- dan Kembang. Sebagian besar pen-
sebut dikarenakan jumlah rumah pe- duduk di Kecamatan Nanggulan Ka-
motongan hewan yang meningkat se- bupaten Kulonprogo bermatapenca-
iring dengan meningkatnya permin- harian sebagai petani sekaligus peter-
taan kebutuhan konsumsi daging sapi nak Ruminansia, yaitu sapi. Hal ini
yang cukup tinggi. dapat dilihat dari banyaknya ternak
Kondisi di atas seiring de- sapi yang dimiliki oleh setiap petani
ngan meningkatnya kesejahteraan di Kecamatan Nanggulan Kabupaten
dan tumbuhnya kesadaraan masya- Kulonprogo seperti yang terlihat
rakat akan pentingnya daging yang pada Tabel 1.
Tabel 1. Sebaran Ternak Sapi di Kecamatan Nanggulan Kulonprogo
Desa Sapi Jantan Sapi Betina Jumlah
Jatisarono 180 483 663
Wijimulyo 190 441 631
Banyuroto 228 497 725
Tanjungharjo 219 443 662
Donomulyo 292 624 916
Kembang 179 486 665
Total 1288 2894 4262
Sumber: http://www.kulonprogokab.go.id/v2/files/nanggulanda09.pdf
Upaya Penggemukan Sapi melalui Teknologi Pembuatan Suplemen Pakan Ternak
70
Rata-rata setiap rumah di Ke- ngan memberikan jerami yang di-
camatan Nanggulan memiliki mini- beri air garam dan singkong. Namun
mal seekor sapi. Kondisi tersebut sa- demikian, hasilnya belum seperti
ngat memungkinkan untuk pengem- yang diharapkan. Untuk meningkat-
bangan lebih lanjut sebagai salah kan produktivitas kualitas ternak
satu desa penyedia daging/ternak sapi dalam upaya penggemukan sapi,
sapi khususnya di Daerah Istimewa diperlukan makanan tambahan un-
Yogyakarta. Masyarakat di Kecama- tuk sapi tersebut yang mengandung
tan Nanggulan lebih memilih meme- karbohidrat dan protein tinggi.
lihara sapi dibandingkan ternak lain- Suplemen Pakan Ternak
nya karena omsetnya yang meng- UMMB (Urea Molases Multinu-
giurkan. trient Blok) merupakan salah satu
Hasil pengamatan dan wa- bahan hasil olahan yang memanfaat-
wancara yang telah dilakukan Tim kan urea dan mikroba sebagai bahan
Pengabdi pada awal tahun 2011 me- baku utama untuk pakan ternak (su-
nunjukkan bahwa selama ini para plemen). Berikut bahan-bahan yang
peternak berusaha meningkatkan kua- digunakan dalam pembuatan suple-
litas ternaknya dengan cara tradisio- men pakan ternak ruminansia meng-
nal, yaitu memberi pakan ternak gunakan UMMB dengan detode pe-
seperti jerami dan hijau-hijauan se- runut radioisotop, untuk campuran
bagai makanan pokoknya. Hasil dis- seberat 5 Kg dalam sekali proses
kusi yang telah dilakukan Tim Pe- pembuatan dibutuhkan:
ngabdi dengan para peternak sapi a. Mineral sapi 1%
dan Bapak Sumardi, SP. sebagai Pe- b. Urea 2 %
tugas Penyuluh Lapangan (PPL) di c. Katul / dedak halus 4 %
Kecamatan Nanggulan, terungkap d. Tepung kedelai 5 %
bahwa jika diberikan pakan yang e. Kapur pertanian (kalsid) 9 %
berlebihan peternak merasa kesulit- f. Konsentrat Type A 40 %
an ditinjau dari segi biaya penyedia- g. Molase ( tetes tebu) 30 %
an pakan. Kondisi ini sangat dirasa- h. Garam dapur halus 9 %
kan pada musim kemarau dimana Cara menentukan formula ba-
ketersediaan rumput bagi ternak sapi han untuk membuat UMMB ber-
sangat terbatas. Hal ini mengakibat- dasarkan perunut radioisotop adalah
kan menurunnya kualitas ternak sapi dengan mengambil sampel cairan ru-
sehingga harga jualnya pun menjadi men yang mengandung mikroba ter-
sangat menurun. nak ruminansia kemudian diukur de-
Berbagai upaya untuk me- ngan isotop P-32 atau S-35. Ber-
naikkan kualitas ternak sapi sudah dasarkan pengukuran tersebut diper-
dilakukan oleh peternak sapi di Ke- oleh besarnya sintesa protein mikro-
camatan Nanggulan, antara lain de- bial di dalam rumen. Mikroba di da-
Inotek, Volume 17, Nomor 1, Februari 2013
71
lam rumen mempunyai kemampuan lakukan oleh tim pengabdi di Ke-
mensintesis protein mikrobial se- camatan Nanggulan Kabupaten Ku-
hingga digunakan sebagai penentu lonprogo pada awal tahun 2011, ma-
formula bahan pembuat UMMB. Ke- syarakat peternak sapi di Kecamatan
mampuan mikroba untuk mensintesis Nanggulan Kabupaten Kulon Progo
protein di dalam rumen tergantung dalam perkembangannya masih
pada beberapa hal, yaitu: jenis bahan, mengalami berbagai permasalahan.
komposisi bahan, dan kualitas bahan Permasalahan tersebut antara lain
untuk membuat suplemen UMMB seperti berikut.
Sementara itu isotop C-14 di- a. Belum dipahaminya teknik untuk
pergunakan untuk mengukur efisien- meningkatkan kualitas ternak sapi
si pemanfaatan energi oleh mikroba yang tepat oleh masyarakat peter-
rumen. Berdasarkan pengembangan nak sapi di kecamatan Nanggulan
teknologi suplemen pakan ternak ber- kabupaten Kulon Progo.
gizi tinggi yang diberi nama Molase b. Rendahnya tingkat pemahaman
Blok atau UMMB diperoleh data mengenai pengelolaan dan pemi-
bahwa sampai saat ini telah dihasil- lihan ternak yang baik oleh ma-
kan sebanyak enam formula dengan syarakat peternak sapi di Keca-
berbagai komposisi bahan. (sumber: matan Nanggulan Kabupaten Ku-
ATOMOS Media Informasi Ilmu Pe- lon Progo
ngetahuan dan Teknologi Nuklir No. c. Adanya kendala dalam usaha pe-
ISSN 0215-0611 Tahun VI No.4 De- nyediaan daging sapi dikarenakan
sember 1997). lambannya pertumbuhan dan per-
Ketersediaan bahan dasar un- kembangan hewan ternak meski-
tuk pembuatan UMMB di kecamatan pun telah diberikan pakan ternak
Nanggulan sangat melimpah dan har- secara rutin.
ganya pun terjangkau oleh masya- d. Masih rendahnya tingkat penge-
rakat peternak. Berdasarkan hal ter- tahuan masyarakat peternak sapi
sebut, maka dimungkinkan adanya di Kecamatan Nanggulan Kabu-
usaha peningkatan kualitas ternak paten Kulon Progo tentang nilai
sapi dan penggemukan sapi melalui gizi pakan ternak dan faktor yang
pembuatan suplemen pakan ternak mempengaruhi efisiensi pencer-
UMMB dengan metode perunut radio- naan pakan dalam perut sapi.
isotop. e. Tingginya biaya suplemen pakan
ternak sapi yang harus dikeluar-
2. Permasalahan Mitra kan oleh masyarakat peternak
Mitra yang terkait secara lang- sapi di Kecamatan Nanggulan
sung adalah kelompok peternak sapi Kabupaten Kulon Progo dan hasil
di Kecamatan Nanggulan Kabupaten yang diperoleh belum optimal
Kulon Progo. Berdasarkan hasil ob-
servasi dan diskusi yang telah di-
Upaya Penggemukan Sapi melalui Teknologi Pembuatan Suplemen Pakan Ternak
72
3. Solusi yang Ditawarkan yang lebih singkat dan biaya
Melihat betapa kompleksnya yang tidak terlampau mahal.
permasalahan yang dihadapi oleh c. Mengurangi ketergantungan ke-
para peternak ruminansia, khusus- lompok masyarakat peternak sapi
nya peternak sapi di Kecamatan dari pihak lain khususnya dalam
Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, kebutuhan akan suplemen pakan
ketersediaan sumberdaya dan bidang ternak.
keahlian tim serta keterbatasan dari d. Meningkatkan omzet pendapatan
tim pelaksana ipteks, maka perlu kelompok masyarakat peternak
prioritas terhadap permasalahan yang sapi.
akan diatasi. Melalui program usul- e. Meningkatkan rasa kepercayaa
an kegiatan ipteks ini dan berdasar- konsumen terhadap kualitas da-
kan analisis kebutuhan yang telah ging sapi yang dihasilkan oleh
dilaksanakan, tim pengabdi men- kelompok masyarakat peternak
coba menawarkan solusi terhadap sapi.
permasalahan tersebut dengan sen- f. Kualitas daging ternak sapi lebih
tuhan ipteks, yaitu melalui kegiatan terjaga, karena dengan menggu-
pokok: (1) penerapan teknologi te- nakan teknologi tepat guna di-
pat guna dalam pembuatan suple- dapatkan suplemen pakan ternak
men pakan ternak sapi; (2) pening- yang lebih sehat.
katan kemampuan dalam mengelola
dan memelihara ternak sapi; (3) per- B. METODE PENGABDIAN
baikan sistem penggemukan ternak Adapun kegiatan yang dilaku-
sapi; dan (4) penggunaan teknologi kan untuk mencapai tujuan di atas
tepat guna untuk mengurangi tinggi- adalah sebagai berikut.
nya biaya penyediaan suplemen 1. Pembuatan pedoman pemelihara-
pakan ternak sapi. an dan pengelolaan ternak sapi
untuk meningkatkan kualitas dan
4. Manfaat Kegiatan kuantitas daging sapi.
Manfaat yang diperoleh mitra 2. Penyuluhan (sosialisasi) dan pe-
dari pelaksanaan 4 kegiatan pokok latihan pembuatan suplemen pa-
tersebut, diantaranya seperti berikut. kan ternak sapi UMMB melalui
a. Kelompok masyarakat peternak perunut radioisotop.
sapi dapat membuat suplemen 3. Pelatihan pemanfaatan suplemen
pakan ternak yang lebih efektif pakan ternak sapi yang dihasilkan
bagi peningkatan kualitas daging sebagai suplemen pakan yang hi-
sapi. gienis.
b. Kelompok masyarakat peternak 4. Pelatihan manajemen pemeliha-
sapi dapat meningkatkan kualitas raan dan pengelolaan serta pen-
produk ternak sapi dalam waktu jualan daging sapi yang baik.
Inotek, Volume 17, Nomor 1, Februari 2013
73
Adapun secara sistematis ke-
rangka pemecahan masalah yang
dilakukan dalam kegiatan ini adalah
sebagai berikut.
DIAGNOSIS PERMASALAHAN PADA
USAHA PENGGEMUKAN SAPI
Rendahnya pemahaman peternak tentang
upaya penggemukan sapi
Adanya penggemukan sapi melalui daging
sapi glonggongan
Belum terpenuhinya kebutuhan pasokan
daging sapi
ALTERNATIF SOLUSI MELALUI IbM
Perguruan
PPM IbM
Tinggi
Collaborative
Pembuatan UMMB
Learning
Masyarakat Peternak,
Penyuluh Lapangan
Peningkatan Pendapatan
Gambar 1. Diagram Pemecahan Masalah
Kegiatan dalam rangka me- langkah pertama yang diupayakan
laksanakan solusi yang ditawarkan adalah melakukan sosialisasi pro-
tersebut, secara rinci seperti berikut. gram kepada masyarakat sasaran.
1. Sosialisasi Hal tersebut dimaksudkan agar pro-
Sebelum kegiatan pengge- gram betul-betul dapat diterima ma-
mukan sapi ini dilakukan maka syarakat sehingga mereka antusias
Upaya Penggemukan Sapi melalui Teknologi Pembuatan Suplemen Pakan Ternak
74
untuk mendukungnya. Langkah- dan cara pengolahan pakan
langkah yang dilakukan dalam pro- UMMB sehingga proses peng-
gram sosialisasi ini seperti berikut. gemukannnya dapat dilakukan
a. Menghubungi masyarakat pe- secara benar.
ternak lingkungan proyek se- c. Sapi yang akan digemukkan ada-
bagai studi kasus untuk me- lah sapi milik para peternak di
ngetahui secara dekat kebutuhan Kecamatan Nanggulan Kulon
dan harapan mereka. Progo yang dipilih oleh tim pe-
b. Menghubungi lembaga kemasya- ngabdi sebagai sapi percontohan.
rakatan yang ada di masyarakat Proses penggemukan menurut
sasaran, dalam hal ini RW, RT, perhitungan ekonomis dilakukan
dan pemuka masyarakat. Hal ini selama 2 bulan. Selama masa
dilakukan dengan tujuan untuk penggemukan peternak anggota
mengetahui respon mereka dan akan disuplai suplemen pakan
juga mendapatkan input-input ternak UMMB yang telah dikem-
yang dapat mendukung program bangkan oleh Tim Pengabdi ber-
ini agar sesuai dengan kondisi sama-sama dengan PATIR
dan harapan masyarakat sasaran. BATAN.
c. Menghubungi tokoh formal di d. Pakan diupayakan dan diolah se-
kecamatan dan desa sasaran (Ca- cara kolektif dalam satu kelom-
mat, Kepala desa dan perang- pok dan didistribusikan kepada
katnya). Pada tingkat ini dimak- anggota kelompoknya masing-
sudkan untuk mencari dukungan masing.
terhadap pelaksanaan program. e. Peternak anggota berkewajiban
d. Melakukan pendekatan dengan menjaga dan merawat sapi-sapi
dinas-dinas terkait, dalam hal ini tersebut agar sanantiasa dalam
adalah Dinas Peternakan Kabu- pertumbuhan dan kesehatan yang
paten Kulon Progo, dan lain-lain. stabil. Juga mengupayakan hija-
hijauan sebagai salah satu bahan
2. Pelaksanaan pakan ternak tersebut.
a. Kegiatan workshop dilakukan se- f. Untuk ketersediaan kandang di-
cara kelompok. bebankan kepada peternak ang-
b. Sebelum diberikan contoh hewan gota. Adapun pembuatan kan-
ternak hasil penggemukan, ang- dang dan pengelolaan sapi-sapi
gota diberikan pelatihan yang di- tersebut dibimbing oleh Tim Pe-
adakan oleh tim pengabdi ber- ngabdi melalui pelatihan.
sama-sama dengan Petugas Pe- g. Setiap kelompok harus menye-
nyuluh Lapangan (PPL) agar lenggarakan kegiatan administra-
anggota peternak memperoleh si yang tertib dan terkontrol serta
pengetahuan dan pemahaman diakhir periode ketua kelompok
yang baik atas hewan ternaknya
Inotek, Volume 17, Nomor 1, Februari 2013
75
harus membuat laporan kegiatan atmosfir sosio kultural yang har-
dan keuangan. monis dan berkesinambungan.
h. Selama masa penggemukan ter- e. Kestabilan lingkungan sosial dan
sebut hewan-hewan ternak tadi keamanan karena masyarakat
akan dikontrol secara berkala, sasaran (anggota) mempunyai
yakni 1 minggu sekali. Kontrol lahan ekonomi secara mandiri.
dilakukan untuk mengukur ke- f. Memotivasi masyarakat desa un-
sehatan dan tingkat pertumbuh- tuk merintis wirausaha baru di bi-
annya agar tetap dalam grafik dang pembuatan suplemen pakan
pertumbuhan sesuai program. ternak.
Kontrol juga dilakukan oleh se- g. Membuka peluang kerja bagi ma-
orang mantri hewan yang di- syarakat petani dan peternak sapi
tunjuk. sehingga memperkecil arus
urbanisasi.
3. Target Luaran h. Meningkatkan pengetahuan dan
Sesuai dengan kegiatan yang kemampuan manajemen usaha
telah direncanakan, maka jenis luar- terutama manajemen pemasaran
an yang dihasilkan dari kegiatan ini yang akhirnya berdampak pada
adalah seperti berikut. peningkatan pendapatan masya-
a. Tersedianya pedoman pemeliha- rakat petani dan peternak sapi di
raan dan pengelolaan ternak sapi daerah tersebut.
diharapkan menjadi rintisan ke- i. Secara makro, akan terpenuhinya
giatan sistem pemeliharaan ter- kebutuhan daging dalam negeri
nak yang berdaya guna. dengan pasokan lokal, memini-
b. Suplemen UMMB yang dihasil- malisir impor sehingga meng-
kan dapat dijadikan sebagai sum- hemat devisa negara.
ber belajar (real teaching) bagi
dunia pendidikan dalam rangka 4. Kelayakan Perguruan Tinggi
mewujudkan pendidikan berbasis Universitas Negeri Yogyakar-
riset. ta berkewajiban melaksanakan Tri
c. Kemampuan menyediakan suple- Dharma Perguruan Tinggi. Pendidik-
men pakan ternak sebagai sarana an dan pengajaran serta penelitian
untuk menuju kemandirian ma- telah banyak menghasilkan konsep
syarakat peternak sapi dalam pe- dan ide yang dapat diterapkan pada
nyediaan suplemen pakan ternak. jalur Pengabdian pada Masyarakat.
d. Program yang dikembangkan da- Personalia pelaksana PPM
pat dijadikan sebagai media merupakan gabungan dari staf peng-
penghubung antar keluarga dalam ajar bidang Kimia, Fisika, Biologi
pengelolaan dan pendistribusian dan Pendidikan Dunia Usaha yang
suplemen UMMB yang dihasil- memiliki dasar pengetahuan dan
kan sehingga dapat terbentuk pengalaman dalam hal teknologi
Upaya Penggemukan Sapi melalui Teknologi Pembuatan Suplemen Pakan Ternak
76
pengolahan bahan. Personalia dari wasan yang diperlukan masyarakat
bidang kimia telah memiliki banyak sasaran pada upaya rintisan wira
pengalaman penelitian pada bidang usaha baru. Usaha baru tersebut
kimia lingkungan, kimia anorganik. sebagai perluasan usaha yang se-
Beberapa bidang tersebut sangat belumnya telah dikembangkannya.
membantu dalam kegiatan yang Jika sebelumnya masyarakat hanya
akan dilaksanakan. Masyarakat akan bergerak dalam usaha penggemukan
memahami bagaimana pengelolaan ternak ruminansia dalam pemenuhan
pakan suplemen pakan ternak se- kebutuhan daging bagi masyarakat
hingga aman bagi lingkungan. Ke- maka hasil pelaksanaan kegiatan ini
ahlian anggota pelaksana dari bi- diharapkan memberikan gambaran
dang físika akan memudahkan ke- baru dalam berwirausaha bidang
giatan PPM dalam memberikan pen- penyediaan suplemen pakan ternak
jelasan dan gambaran pemanfaatan khususnya ternak ruminansia.
perunut radioisotop pada suplemen
pakan ruminansia. Hal ini dikarena- D. HASIL DAN PEMBAHASAN
kan adanya pemahaman yang belum 1. Hasil Kegiatan
benar di kalangan masyarakat peter- Program ini diawali dengan
nak tentang radioisotop. Masyarakat serangkaian kegiatan sosialisasi da-
masih memiliki pemikiran bahwa lam rangka pemberikan pengetahuan
radioisotop identik dengan bahaya yang lebih mendalam mengenai pe-
radiasi nuklir. manfaatan perunut radioisotop da-
Adapun persona pelaksana lam pembuatan suplemen pakan ter-
dari bidang biologi (lebih tepatnya nak UMMB. Sosialisasi diseleng-
kesehatan masyarakat) akan mem- garakan dalam beberapa tahap. Ta-
bantu pelaksanaan kegiatan PPM ini hap awal sosialisasi yaitu memberi-
dalam usaha pemberian penjelasan kan gambaran umum tentang pro-
tinjauan struktur pencernaan rumi- gram yang akan diselenggarakan oleh
nansia, pengolahan pakan dan dam- Tim kepada aparat desa Jatisarono
pak kesehatannya bagi ternak mau- dan desa Wijilan termasuk di dalam-
pun konsumen pengguna daging ru- nya petugas PPL. Tindak lanjut ke-
minansia. Apabila masyarakat me- giatan ini adalah sosialisasi ke ma-
mahami beberapa aspek tersebut di- syarakat peternak sapi dari dua desa
harapkan kegiatan ini lebih mudah mitra tersebut. Hasil sosialisasi me-
memberikan motivasi kepada ma- nunjukkan bahwa pengetahuan awal
syarakat sasaran dalam menerapkan para peserta tentang pembuatan
materi PPM. Salah satu persona pe- suplemen UMMB belum maksimal.
laksana juga memiliki pengalaman Tahapan selanjutnya adalah
dan pengetahuan yang mendalam workshops pembuatan UMMB.
mengenai dunia usaha. Keahlian ini Gambar berikut mengilustrasikan
diperlukan dalam memberikan wa-
Inotek, Volume 17, Nomor 1, Februari 2013
77
beberapa alat dan bahan yang di-
perlukan dalam pembuatan UMMB.
Gambar 2a. Alat dan Bahan Pembuatan UMMB
Gambar 2b. Alat dan Bahan pembuatan UMMB
Berikut secara lebih rinci di- - Tabung kayu pengganjal
uraikan alat dan bahan yang diguna- - Peralon
kan untuk membuat UMMB: - Paku
a. Alat –alat yang diperlukan: - pengaduk
- Kompor
- Wajan aluminium b. Bahan untuk Campuran UMMB
- Ember plastik per 5kg:
- Plastik pembungkus - Konsentrat 2kg
- Mesin pengepressan - Bekatul 2 ons
Upaya Penggemukan Sapi melalui Teknologi Pembuatan Suplemen Pakan Ternak
78
- Gamping (kapur mati) 4,5 ons Para peserta secara berke-
- Tetes 1,5 kg lompok melakukan demonstrasi dan
- Urea 1 ons workshop pembuatan UMMB secara
- Tepung kedelai 2,5 ons berkelompok. Gambar berikut meng-
- Garam dapur 4,5 ons ilustrasikan bagaimana aktivitas pe-
- Mineral sapi 0,5 ons serta selama mengikuti kegiatan
workshop.
Gambar 3a. Workshop Pembuatan suplemen UMMB
Proses pembuatan suplemen untuk membuat suplemen UMMB
UMMB seperti tampak pada gambar menjadi tablet yang padat.
di atas dapat dijelaskan sebagai beri- c. Proses pencampuran semua ba-
kut. han menjadi adonan UMMB. Ke-
a. Proses menimbang semua bahan- giatan ini dilakukan dengan ber-
bahan yang diperlukan untuk samaan pemanasan adonan meng-
membuat 5 kg UMMB. Kegiatan gunakan api sedang. Adonan ha-
ini memerlukan tingkat ketelitian rus selalu diaduk agar tidak meng-
agar campuran yang dihasilkan gumpal dan timbul kerak pada
tidak terlalu pekat atau terlalu dasar penggorengan (wajan).
encer. d. Proses penimbangan untuk ado-
b. Pengecekan terhadap mesin pe- nan yang siap dikemas. Adonan
ngepresan. Mesin ini diperlukan dibungkus dalam plastik yang te-
Inotek, Volume 17, Nomor 1, Februari 2013
79
lah dilubangi pada beberapa sisi Adapun kegiatan workshop
agar ketika dilakukan pengepres- berikutnya adalah pengemasan. Gam-
an adonan benar-benar padat. bar berikut menunjukkan kegiatan
pengemasan suplemen UMMB.
3
2
Gambar 3b. Workshop Pengemasan Suplemen UMMB
Pengemasan dilakukan de- menjaga keawetan suplemen
ngan bantuan mesin press. Adapun UMMB.
rincian tahap pengemasan yaitu c. Proses pengepakan. Suplemen
seperti berikut. yang telah dipak dalam kardus
a. Pengepresan. Adonan yang telah kemudian disimpan di tempat
dipanaskan selanjutnya dibung- yang kering untuk menghindari
kus dalam plaktis berlubang dan jamur.
selanjutnya dimasukkan ke dalam Untuk mengetahui efek pem-
pralon untuk dipress. berian suplemen UMMB terhadap
b. Adonan hasil pengepresan di- peningkatan bobot badan sapi maka
bungkus kembali menggunakan digunakan dua ekor sapi yang di-
plastik utuh untuk menghindari sewa sebagai obyek pengamatan.
kontak langsung dengan udara Setiap minggu dilakukan pengamat-
luar. Hal ini dilakukan untuk an terhadap berat badan sapi. Berat
Upaya Penggemukan Sapi melalui Teknologi Pembuatan Suplemen Pakan Ternak
80
badan sapi secara kasar ditentukan 2. Evaluasi Pelaksanaan Program
menggunakan lingkar dada sapi Evaluasi dilakukan baik pada
yang diukur setiap minggu. Adapun tahap pelaksanaan program maupun
rumus yang digunakan untuk pasca pelaksanaan program. Salah
menentukan berat badan sapi adalah satu indikator hasil evaluasi pelak-
seperti berikut. sanaan program adalah hasil jawab-
lingkar_dada_sapi 22 cm2 kg an dari sebaran angket kepuasan res-
Berat_Sapi ponden yang mengungkapkan bah-
100
wa program yang diselenggarakan
Berikut disajikan tabel hasil oleh Tim Pengabdi sangat membatu
pengamatan perkembangan berat peternak sapi dalam meningkatkan
badan sapi yang telah dilakukan kualitas pertumbuhan sapi salah
oleh Tim. satunya ditandai dengan peningkat-
Tabel 2. Hasil Pengamatan an berat badan sapi per minggu.
Peningkatan Berat Badan Sapi Beberapa faktor yang mendukung
setelah Diberi Suplemen UMMB keberhasilan program ini antara lain
Penambahan bobot seperti berikut.
Hasil badan sapi 1) Tersedianya SDM baik untuk
Pengamatan & perancangan maupun pembuatan
Pengukuran suplemen UMMB
Sapi_1 Sapi_2
2) Kerja sama antara Tim PPM,
peternak sapi, petugas PPL,
Minggu ke-1 346 kg 314 kg mahasiswa, dan desa mitra PPM.
3) Alur kerja/mekanisme pembuatan
suplemen pakan ternak UMMB
Minggu ke-2 360 kg 324 kg mudah dipahami oleh peserta
kegiatan PPM
4) Ketersediaan bahan, sarana pra-
Minggu ke-3 371 kg 335 kg
sarana dapat digunakan untuk
mendukung pembuatan suplemen
Minggu ke-4 384 kg 347 kg pakan ternak UMMB
5) Terjalinnya kerjasama dan koor-
dinasi yang baik antara LPM,
Minggu ke-5 395 kg 358 kg masyarakat peternak sapi dan
desa mitra.
Berdasarkan tabel di atas Secara umum dapat dikata-
dapat diidentifikasi bahwa kenaikan kan bahwa pelaksanaan program
rerata berat badan sapi per minggu telah terlaksana sesuai target yang
adalah 10 – 12 kg. ditetapkan Tim Pengabdi pada awal
program.
Inotek, Volume 17, Nomor 1, Februari 2013
81
D. PENUTUP quality of poultry meat 19-23
Berdasarkan hasil pengamat- September, 1999, Bologna.
an dan analisis terhadap keterlaksa- Volume 1 p.65-69.
naan program dapat disimpulkan se-
perti berikut. Murhadi. 2009. Daging Aman,
1. Pengetahuan peserta pelatihan Sehat dan Utuh. Kedaulatan
tentang konsep dasar dan prinsip Rakyat. Koran Harian. Jawa
mengenai cara pembuatan suple- tengah.
men pakan ternak sapi UMMB
mengalami peningkatan setelah Subchi, 2008. Daging Glonggongan
mengikuti program pelatihan. Berbahaya Bagi Kesehatan.
2. Keterampilan peserta pelatihan http://kmtphp.tp.ugm.ac.id/ind
(peternak sapi) dalam membuat ex.php/Blog/index.php?option
suplemen pakan ternak UMMB =com_content&task=view&id
meningkat yang ditunjukkan de- =39&Itemid=9.
ngan terpenuhinya suplemen
UMMB yang dibuat peserta pe- “Cara Tepat Penggemukan Sapi
latihan. Potong”, artikel digital, diak-
3. Motivasi peserta pelatihan untuk ses dari http://agromedia.net/-
mengembangkan usaha pembuat- Peternakan/Cara-Tepat-Peng-
an suplemen pakan sapi UMMB gemukan-Sapi-Potong/Detail-
di desa mitra meningkat. Pening- ed-product-flyer.html, tanggal
katan ini dapat dilihat dari adanya 12 Mei 2011.
antusiasme dari peserta pelatihan
“Tips Budidaya Penggemukan Sapi
selama pelaksanaan program.
Potong”, artikel digital, diak-
ses dari http://www.bkpmd-
sulteng.go.id/download/sapi.p
DAFTAR PUSTAKA
df, tanggal 12 Mei 2011.
Danang. 2008. Daging Glonggong-
an. Dinas Peternakan Jawa “Analisis Penggemukan Sapi”. Ar-
Tengah. tikel digital, diakses dari http:-
//www.scribd.com/doc/128372
Klosowska, D., Faruga, A., Pu-
93/Analisis-Penggemukan-
chajda, H., Luther,R., Elmi-
sapi, tanggal 12 Mei 2011.
nowska-Wenda, G., & Hejno-
wska, M. 1999. Fat content
and some physico-chemical
properties of breast and thigh
muscle in turkeys of different
genotypes. Proceedings of the
XIV European symposium on
Upaya Penggemukan Sapi melalui Teknologi Pembuatan Suplemen Pakan Ternak
View publication stats