0% found this document useful (0 votes)
70 views13 pages

Fried Chicken

Kambing merupakan hewan ternak yang sudah didomestikasi sejak ribuan tahun lalu di Asia. Kambing dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya, seperti kambing pedaging, penghasil susu, dan penghasil bulu. Jenis kambing yang umum di Indonesia antara lain kambing kacang, Etawa, dan Gembrong. Beberapa penyakit yang sering menyerang kambing diantaranya kembung, cacingan, dan scabies.

Uploaded by

Geovani Andaru
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
70 views13 pages

Fried Chicken

Kambing merupakan hewan ternak yang sudah didomestikasi sejak ribuan tahun lalu di Asia. Kambing dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya, seperti kambing pedaging, penghasil susu, dan penghasil bulu. Jenis kambing yang umum di Indonesia antara lain kambing kacang, Etawa, dan Gembrong. Beberapa penyakit yang sering menyerang kambing diantaranya kembung, cacingan, dan scabies.

Uploaded by

Geovani Andaru
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

DEFINISI

Kambing (Capra aegagrus hircus) adalah binatang pemamah biak dan pemakan rumput
(daun-daunan), yang memiliki kuku genap, tanduk bergeronggang dan biasa dipelihara
sebagai hewan ternak untuk diambil daging, susu,kulit, bulu dan bagian lainnya.

[Link]

TAKSONOMI

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artodactyla

Famili : Bovidae

Subfamili : Caprinae

Genus : Capra

Spesies : Capra Hircus

SEJARAH DOMESTIKASI KAMBING

Kambing diperkirakan pertama kali didomestikasi di daerah Asia. Diperkirakan domestikasi


kambing terjadi 9.000 sampai 11.000 tahun yang lalu. Kambing merupakan hewan ternak
yang pertama kali dijinakan atau nomor dua setelah anjing. Nenek moyang ternak kambing
tersebut diyakini berasal dari hewan bezoar atau kambing jinak (C. Aegragus Hircus) yang
merupakan subspesies dari Capra aegragus(kambing liar aegragus).

[Link]

Kambing merupakan hewan piaraan tertua yang didomestikasi setelah anjing dan domba.
Domestikasi kambing pertama kali diperkirakan terjadi pada abad ke - 7 sebelum Masehi,
atau dua abad setelah domestikasi domba. Domestikasi kambing pertama kali terjadi oleh
masyarakat yang hidup di Lembah Zawi Chemi Shanidar dan Gua Shanidar di daerah
Pegunungan Zagros Asia Barat yang sekarang merupakan daerah di wilayah Irak Utara,
kurang lebih sekitar 120 km dari Sungai Tigris (Gall, 1981; Devendra dan Burns, 1994;
Moelijanto dan Wiryanta, 2002). Kambing yang berkembang sekarang berasal dari nenek
moyang bangsa kambing yang hidup di daerah-daerah marginal dan berbatu / Capra Hircus
Aegagrus (Heriyadi, 2004).

Sampai saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 300 bangsa kambing di seluruh dunia.
Berdasarkan jumlah tersebut, baru sekitar 81 bangsa kambing yang telah diidentifikasi dan
dideskripsikan dengan baik, minimum dapat dibedakan dari sisi performa fisik yang
menyangkut sifat-sifat kualitatif dan sifat-sifat kuantitatif, serta hanya beberapa bangsa yang
dapat dibedakan dari segi komposisi darah dan gen (Heriyadi, 2001). Bangsa kambing dapat
dikelompokkan berdasarkan kegunaannya, yaitu kambing penghasil daging, susu, dan bulu
(mohair). Ada pula beberapa bangsa kambing yang tergolong tipe dwiguna (dual purpose),
seperti bangsa kambing PE (Pernakan Ettawa) yang tergolong tipe daging dan susu (Heriyadi,
2004). Kambing termasuk ternak yang memiliki daya adaptasi tinggi, khususnya dari sisi
toleransinya terhadap berbagai jenis hijauan, mulai dari jenis rumput-rumputan, leguminosa,
rambanan, daun-daunan, sampai dengan semak belukar yang biasanya tidak disukai oleh jenis
ruminansia lain, seperti sapi perah, sapi potong, kerbau, dan domba (Heriyadi, 2004).

[Link]

SEJARAH PERKEMBANGAN KAMBING DI INDONESIA

Usaha peternakan kambing di Indonesia telah dikenal sejak dahulu kala. Namun pengetahuan
tentang kapan dimulainya proses domestikasi dan pembudidayaan ternak kambing dari hewan
liar, masih langka. Adanya bangsa kambing asli Indonesia seperti kambing kacang, kambing
samosir dan kambing marica memberikan petunjuk bahwa penduduk pertama Indonesia telah
mengenal kambing sekurang-kurangnya melalui pemanfaatannya sebagai hasil perburuan.
Dengan kedatangan bangsa-bangsa Cina, India, Arab, Eropa dan lain-lain, maka ternak
kambing yang dibawa serta bercampur darah dengan ternak asli. Terjadilah kawin silang
yang menghasilkan ternak kambing keturunan atau peranakan dipelbagai daerah Indonesia.
Disamping itu, dalam jumlah yang banyak masih terdapat ternak kambing asli. Dengan
demikian terjadilah tiga kelompok besar bangsa ternak kambing yaitu kelompok pertama
adalah bangsa ternak kambing yang masih tergolong asli atau ternak yang berdarah murni
dan belum bercampur darah dengan bangsa ternak luar. Kelompok kedua adalah kelompok
"peranakan", yaitu bangsa ternak kambing yang telah bercampur darah dengan bangsa ternak
kambing luar. Kelompok ketiga adalah bangsa ternak kambing luar yang masih
diperkembang-biakan di Indonesia, baik murni dari satu bangsa atau yang sudah bercampur
darah antara sesama bangsa ternak kambing "luar" tersebut.
JENIS-JENIS KAMBING

Berdasarkan fungsinya kambing dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu kambing pedaging,
kambing penghasil susu dan kambing penghasil bulu.

A. Kambing pedaging
1. Kambing Boer

Jenis Kambing Pedaging Unggul Yang Banyak Dikembangbiakkan di Australia. Kambing


boer ini memiliki daging yang lebih banyak karkasnya berkisar 50% dari berat tubuhnya dan
juga daya tahan tubuh kambing boer ini sangat tahan banting dan tidak mudah terkena
penyakit.

2. Kambing Boerawa

Kambing Boerawa merupalam Jenis kambing yang sering kita jumpai dan dijual di pasar-
pasar tradisional maupun pasar kambing modern di Indonesia, kambing Kambing boerawa
juga merupakam salah satu jenis kambing yang berasal atau didapat dari persilangan antara
kambing PE (Peranakan etawa) dan juga kambing boer, kambing boerawa ini umumnya
banyak diternak oleh masyarakat Lampung .
3. Kambing kacang

Jenis kambing kacang merupakan salah satu jenis kambing yang banyak diternak dengan
tujuan untuk diambil dagingnya, jenis kambing ini memang sangat banyak di Indonesia
bahkan di hari raya idul adha kambing kacang selalu menjadi salah satu favorit bagi masyakat
untuk dijadikan hewan kurban, pasalnya kambing kacang ini mempunyai banyak daging
selain itu harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan jenis kambing yang lain.

B. Kambing Penghasil Susu


1. Kambing Etawa

Kambing etawa adalah kambing didatangkan dari India yang juga disebut kambing
Jamnapari. Tinggi kambing jantan berkisar antara 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan
yang betina hanya mencapai 92 sentimeter.
2. Kambing Saanen

Kambing saanen adalah kambing yang berasal dari lembah Saanen, Swiss bagian barat.
Merupakan salah satu jenis kambing terbesar di Swiss dan penghasil susu kambing yang
terkenal.

3. Kambing Toggenburg

Kambing toggenburg adalah kambing perah yang ditemukan dan berkembang biak di daerah
lembah Toggenburg,Swiss. Kambing ini merupakan kambing keturunan Alpine di Inggris.
Kambing ini merupakan kambing tertua dan merupakan kambing tipe perah yang mulai
diperah pada tahun 1600.
C. Kambing Penghasil Bulu

Pada dasarnya semua kambing dapat diambil bulunya. Namun ada beberapa kambing yang
memiliki bulu yang sangat panjang sehingga orang lebih sering memanfaatkan kambing
tersebut untuk diambil bulunya.

1. Kambing Gembrong

Kambing gembrong adalah kambing lokal yang berasal dari daerah Bali. Beberapa
berpendapat bahwa kambing ini merupakan keturunan dari kambing anggora yang telah
menjadi ras tersendiri di Bali. Kambing ini memiliki bulu yang sangat panjang, terutama
kambing jantan. Panjang bulu kambing jantan dapat mencapai 25 cm pada bagian dahi
sampai menutupi mata.
PENYAKIT PADA KAMBING

1. Kembung atau juga disebut bloat

Adalah kondisi perut kambing berisi banyak gas yang diakibatkan proses fermentasi yang
berjalan cepat dan tidak dapat mengeluarkannya dalam bentuk kentut. Tingginya
akumulasi gas dalam perut menekan organ dalam tubuh yang lain dan menimbulkan
kesakitan. Sehingga kambing pun melakukan pernapasan dengan mulut terbuka akibat
frekuensi pernapasan yang tinggi.

Jika kambing mengalami kembung bisa dibelikan obat masuk angin di apotik, ada juga
yang meminumkan minyak nabati, ada yang mencekoki kambing dengan soda dan ada
juga yang menusuk anus kambing dengan tangkai daun pepaya yang sudah di olesi
minyak, kemudian menekan dan memijat agar gas keluar dari perut. Banyak cara bisa di
coba, yang terpenting agar si kambing bisa mengeluarkan gas berlebih dalam perutnya
baik melaui kentut maupun sendawa.

2. Cacingan

Ada banyak jenis cacing yang bisa menyerang kambing, diantaranya adalah: haemonchus
cocortus, Trichuris sp dan Oestophagostomum sp yang kemungkinan besar terdapat pada
pakan. Cacing–cacing tersebut akan hidup sebagai parasit di saluran pencernaan, melekat
di selaput usus dan menghisap sari makanan, cairan tubuh, darah serta mengeluarkan
racun.

Kondisi ini menyebabkan kambing menjadi lemah, lesu dan tidak bisa gemuk walaupun
diberi makan banyak. Dalam beberapa kasus, kambing muda usia 3–4 bulan yang terkena
cacingan bisa kurus dan mati. Tanda klinis dari kambing yang cacingan: nafsu makan
berkurang, lemah, lesu, kurus, perut buncit, bulu terasa kasar, kusam dan rontok.

Kambing pun mengalami diare atau mencret. Maka penting untuk menjaga kebersihan
kandang dan memberikan obat cacing secara teratur, boleh 3 bulan sekali, 6 bulan sekali
atau paling lambat setahun sekali. Obat cacing yang biasa digunakan antara lain cetarin
concurat, pheno plus dan wormex powder. Bisa juga diberi ramuan jamu dari: 2 buah
pinang tua, 2 sendok makan gula jawa, 5 lembar daun tembakau dan 1 sendok makan
serbuk getah pepaya muda. Semua bahan dicampur rata dan dihaluskan dan diberikan
setiap 5 hari sekali.

3. Scabies

Bahasa awamnya kudis dan kurap. Penyebabnya adalah ektoparasit atau tungau Sarcoptes
scabei, Psoroptes communis varovis dan Chorioptes ovis. Biasanya penyakit ini akan
menyerang area disekitar telinga dulu, kemudian baru menyebar. Tanda klinis terkena
scabies biasanya timbul bercak–bercak merah yang membentuk bisul pada kulit kambing,
kemudian kulit yang berbercak akan mulai menebal, mengeras dan bersisik serta gatal.
Karena rasa gatal, si kambing akan menggosok–gosokan badannya kedinding kandang
yang akan menyebabkan bulunya rontok. Lama kelamaan tubuh si kambing pun akan
mulai terlihat kurus karena nafsu makan yang berkurang serta kekurangan darah,
sehingga produksi susunya pun akan ikut menurun.

Tungau yang menyebabkan scabies mudah menyebar ke ternak yang lain, maka perlu
adanya pengkarantinaan bagi kambing yang terjangkit. Lakukan penyemprotan pada
kandang yang tercemar dengan menggunakan desinfektan. Untuk pengobatannya berikan
obat anti parasit seperti Ivomec. Tapi yang terlebih dulu mencuci kambing dengan disikat
menggunakan sabun antiseptik atau deterjen, kemudian potong pendek bulu tebal diarea
yang terluka.

Ada juga yang meracik sendiri ramuan tradisional yang terdiri dari Oli bekas, minyak
goreng bisa juga minyak kelapa, minyak tanah, garam, kapur barus, kapur ajaib, bawang
merah, bawang putih, kunyit dan serbuk belerang di campur rata kemudian di olesi ke
bagian yang terluka 2 – 3 hari sekali.

4. Orf

Sering disebut juga dakangan atau Ecthyma Contagiosa, disebabkan oleh virus
Parapoxvyrus yang bersifat zoonosis dan dapat menular ke manusia. Biasanya kambing
terkena orf saat memakan rumput yang berbulu dan debu dari konsentrat. Gejala klinisnya
adalah: luka disekitar mulut yang berupa keropeng hitam dan terdapat juga benjolan.
Lama–lama bisa menyebar ke sela–sela kuku, akibatnya kambing menjadi kurus karena
tidak selera makan.

Biasanya orf atau keropeng mulut ini bisa sembuh setelah 1 bulan, tapi dalam kasus
tertentu juga bisa menimbulkan kematian jika terjadi infeksi sekunder. Pengobatannya
adalah menggunakan Preparat Iodium dan suntikan antibiotik. Ada juga yang
menggunakan pasta yang terbuat dari bahan tradisional seperti biji pinang, kapur sirih dan
kunyit yang sudah dibersihkan terlebih dulu kemudian dihaluskan. Pemberian pasta
tradisional tinggal dioleskan saja tanpa harus mengelupaskan keropeng pada mulut. Bisa
juga diberi vaksinasi untuk pencegahan dan pengkarantinaan agar tidak terjadi
penyebaran.

5. Pink eye

Disebut juga mata belekan, biasanya disebabkan iritasi akibat tertusuk benda seperti: duri,
kayu, ujung rambut bahkan debu dari konsentrat. Tapi terkadang bisa juga disebabkan
oleh bakteri, virus atau parasit. Gejala klinis yang terlihat biasanya mata kambing sering
berkedip, mengeluarkan air dan mata berwarna kemerah–kemerahan. Selanjutnya mata
akan keruh dan timbul borok hingga mengalami pembengkakan.

Jika tidak ditangani secara langsung dan berkala bisa bertambah parah bahkan
mengakibatan kebutaan permanen. Cara mengobatinya: pertama cuci matanya
menggunakan air hangat, kemudian oleskan salep mata khusus kambing yang
mengandung antibiotik, sehingga cepat meredakan infeksinya. Atau bisa juga semprotkan
campuran teh basi, daun sirih dan garam setiap hari sampai sembuh.

6. Antraks

Penyebab penyakit antraks adalah virus Bacillus Anthracis yang penularannya melalui
kontak langsung, makanan, minuman dan pernafasan. Gejala klinisnya adalah: demam
yang tinggi hingga tubuh gemetar, badan lemas, gangguan pernafasan, pembengkakakan
kelenjar dada, bada penuh bisul, gangguan pencernaan, mengeluarkan darah dari telinga,
mulut, dan anus. Belum ada obatnya, jadi pengendalian penyakit adalah dengan
membakar ternak yang mati terserang Antraks.

7. Penyakit kuku dan mulut (PMK)

Biasanya disebabkan oleh Apthae Epizootica (AE) yang terdapat di air kencing, susu dan
air liur. Gejala klinisnya: nafsu makan berkurang, demam, keluar air liur yang berlebihan,
rongga mulut, lidah dan kaki melepuh serta terdapat benjolan berisi cairan bening.
Kambing yang terjangkit dipisahkan dan diobati, jaga kebersihan kandang dan berikan
vaksinasi.

8. Enterotoxemia

Disebabkan karena makan biji-bijian yang berlebihan hingga bakteri Clostridium


Perfringens pada rumen menjadi lebih produktif dikarenakan tingkat keasamannya,
sehingga menghasilkan racun yang malahan merugikan si kambing. Gejala klinisnya:
kambing berkedut, demam hingga giginya bergemeretak dan perut bengkak. Penyakit ini
bisa dicegah dengan vaksinasi tahunan terutama kambing yang menyusui dan jangan
terlalu banyak pemberian biji-bijian dalam pakannya.

9. Miasis

adalah sejenis Korengan atau Belatungan, orang sering mengenalnya juga dengan sebutan
Seten. Penyakit ini sering menyerang pada bagian paha kambing betina yang setelah
melahirkan sisa darahnya tidak dibersihkan. Bisa juga terjadi pada anak kambing yang
baru lahir karena tidak diberikan antiseptik atau anti lalat pada pusarnya.

Tapi dalam beberapa kasus juga dapat disebabkan oleh luka karena kandang yang tidak
nyaman. Cara pengobatan: bersihkan koreng dengan air, siram dengan minyak kayu putih
lalu beri tembakau yang sudah dibasahi dan tutup dengan perban. Gantilah setiap hari
sampai keluar belatungnya.

10. Diare

Biasanya terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan yang bisa disebabkan
oleh bakteri, makanan yang rusak, serta lingkungan atau udara dingin. Gejala klinisnya:
kambing tampak lesu, lemah dan juga pucat. Kotoran kambing berwarna hijau muda,
hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman.
Jika disebabkan makanan, maka hindari pemberian daun kacang-kacangan dan daun
muda. Jika karena penyakit bisa diberi jamu dari campuran daun jambu biji, garam dapur
dan 1 gelas air kelapa, lalu berikan 1/3 gelas selama 3 hari berturut-turut.

11. Keracunan

Biasanya terjadi ketika kambing mengonsumsi pakan hijauan yang mengandung racun
atau keracunan insektisida. Tanda- tanda keracunan: kejang-kejang, mulut berbusa,
selaput lendir mata berwarna kebiru-biruan, dan kotoran bercampur darah. Pada beberapa
kasus kondisinya bisa parah dan menyebabkan kematian yang mendadak.

Penanganan keracunan: berikan tablet norit atau air kelapa muda. Ada juga yang memberi
larutan campuran minyak kelapa, air kelapa muda, garam dan asam jawa. Jika keracunan
insektisida, minumkan 1 gelas santan hangat.

12. Mastitis

Sering dijumpai pada kambing perah karena penyakit ini memang menyerang bagian
puting kambing. Sering kali pemicunya adalah bakteri Staphylococcus Aureus atau bisa
juga diakibatkan proses pemerahan yang kurang sempurna, sehingga susu belum habis
diperah sepenuhnya. Mastitis berakibat pada penurunan jumlah produksi susu dan
kualitas dari susu itu sendiri. Cara pengobatan: memberi antibiotik intra-mammary dan
memperbaiki proses dari pemerahan susu.

13. Kuku Busuk

Penyebabnya adalah kandang yang basah dan kotor, sehingga kambing sering menginjak
air yang akhirnya terjadi pembusukkan. Tanda-tandanya: celah kuku bengkak dan
megeluarkan cairan putih keruh. Kulit kuku mengelupas, timbul benjolan yang
menyakitkan hingga si kambing berjalan pincang dan bisa berakhir dengan kelumpuhan.

Cara mengobatinya: bersihkan dan potong kukunya, siramkan alkohol lalu perban kaki
kambing dan hindarkan dari tempat kotor yang tergenang air.

14. Pneumonia

Umumnya disebabkan karena keadaan udara yang lembap, dingin dan kotor serta
kambing yang tidak terpelihara dengan baik. Gejalanya: kambing sulit bernafas, nafsu
makan hilang, sering batuk dan juga demam. Jagalah kandang agar tidak lembap, selalu
bersih, tidak tergenang air, menutup kandang jika angin kencang dan lakukan karantina
pada kambing sakit. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan
preparat antibiotik.

15. Konstipasi/sembelit

Biasanya hanya dialami oleh anak kambing yang baru lahir, karena kotoran pertamanya
berwarna hitam kental dan keras sehingga sulit keluar. Anak kambing yang terkena
konstipasi selain susah buang kotoran, dia juga akan berguling-guling dan sering
mengembik. Maka untuk melancarkan buang air besarnya bisa diberi 1 sendok makan
minyak sayur.

[Link]

PAKAN KAMBING

1. Hijauan

Ketersediaan pakan hijauan keberadaanya sangat penting dalam menunjang keberhasilan


beternak kambing etawa. Banyak literatur yang sudah menjelaskan jenis-jenis hijauan apa
saja yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan kambing baik yang berasal dari rumput-rumputan
maupun leguminosa. Pakan hijauan tersebut diantaranya adalah :

 Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz)

Daun singkong yang dimanfaatkan bisa berasal dari berbagai varietas singkong budidaya
ataupun dari singkong karet, keduanya sangat mudah untuk dibudidayakan, hanya dengan
menanam batangnya saja pada saat musim hujan mayoritas dapat tumbuh dengan baik.

Hasil penelitian Ravindran (1991) menunjukkan bahwa daun singkong mempunyai


kandungan protein yang tinggi yaitu berkisar antara 16.7−39.9% bahan kering dan hampir
85% dari fraksi protein kasar merupakan protein murni, sedangkan bagian kulit dan
onggok memiliki kandungan pati yang cukup tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai
sumber energi. Liem et al. (1997) melaporkan dari 2.5−3 ton/ha hasil samping tanaman
singkong dapat menghasilkan tepung daun singkong sebanyak 600−800 kg/ha. Lebih
lanjut dijelaskan pemakaian tepung daun singkong dalam formulasi ransum dapat
dijadikan sebagai sumber protein dan konsentrat pada kambing dan sapi perah (Khang et
al. 2000).
 Gamal (Gliricidia Sepium)

Gliricidia kaya akan protein (23% CP) dan kalsium (1,2%). Kandungan seratnya tinggi
(45% NDF) yang membuatnya sangat bagus sebagai sumber hijauan untuk ternak
ruminansia. Permasalahan pada ternak hanya sebatas palatabilitasnya (kesukaan) saja,
mengingat gamal ini memiliki bau menyengat, untuk mengatasinya sebelum diberikan
sebaiknya dijemur atau dilayukan dan untuk membiasakan berikan pada saat ternak dalam
kondisi lapar.

 Turi (Sesbania Grandiflora)

Pada musim kemarau, dimana rumput sangat sulit didapatkan, turi masih tumbuh subur
dan berproduksi dengan baik. Pemetikan daun turi tidak dilakukan secara total, namun
dipetik sebagian besar daunnya dan menyisakan daun pada pucuknya agar pohon turi
tidak [Link] seperti halnya gliricidia dapat dibudidayakan melalui biji dan ada juga
jenis turi yang dapat dibudidayakan dari stek batangnya.

[Link]
AKU DAPETNYA SEGITU DOANG...
TEMPAT TINGGAL KAMBING SEMUA ARTIKEL
BILANGNYA DI DARAT -_-“ KAN T*I
TRUS YANG PAKAN AKU TAUNYA CUMA YANG
HIJAUAN.
TAPI WAKTU ITU KAN ADA KATANYA APA GITU
NAMANYA...
DAH GITU AJA...

You might also like