Fajar a.
Definisi difficult Airway
Kesulitan jalan napas, kesulitan memberikan ventilasi atau intubasi tracheal yang sulit, yang apabila tidak diketahui sebelumya dapat menyebabkan kematian
2 cara untuk menjaga Jalan napas terbuka dan Pertukaran gas
Menggunakan sungkup muka (jaw thrust, oropharyngeal tube) Intubasi endotracheal
Pembagian DAM Menurut ASA
Difficult mask ventilasi Difficult laringoscopy Difficult tracheal intubasi Failed intubasi
Difficult mask ventilasi
The full potential of a RCT to eliminate the influence of baseline confounding variables is only realized when the results are analyzed according random group assignments. Kondisi to tidak sempurnanya memberikan ventilasi
dengan sungkup karena tidak eratnya sungkup menempel pada muka sehingga terjadi kebocoran gas yang berlebihan, tahanan yang berlebih
Difficult Laryngoscopy
The full potential of a RCT to eliminate the influence of baseline confounding variables is only realized when the results are analyzed according random group assignments. When ittois not possible to visualize any portion of the
vocal cord with conventional laryngoscopy
Difficult tracheal intubation
The full potential of a RCT to eliminate the influence of baseline confounding variables is only realized when the results are analyzed according totrachea random group assignments. Intubasi berkali-kali dengan atau tanpa
kelainan pathologi trachea, akibat kesulitan melakukan laringoscopi
Failed intubation
The full potential of a RCT to eliminate the influence of baseline confounding variables is only realized when the results are analyzed according to random group assignments. pipa endotrachea Ketidakmampuan memasukan
kedalam trachea setelah usaha lebih dari satu kali
Insiden
Dificult mask ventilasi 0,01-5%
DIFFICULT LARINGOSCOPY 1,5-13%
DIFFICULT INTUBASI 1,2-3,8% FAILED INTUBASI 0,13-0,35%
Difficult airway include
1. 2.
3.
4. 5.
Obesity Pregnancy and labour (laryngeal oedema in preeklamspsia and parturient with prolonged second stage of labour) Anatomical abnormalities ( micrognathia, macroglossia, congental syndrome(e.g. down, pierre-Robin, teacherCollin), burn contracture involving the head and neck) Upper airway obstrruction(oedema or tumour, acute epiglottitis, maxillofacial trauma,and airway burn) Cervical spine problem(fracture-dislocation or subluxation of cervical spine,Rhematoid arthritis)
Pemeriksaan kelainan anatomik
airway
1. Rasio ukuran lidah / faring 2. Ekstensi sendi atlanto-occipital 3. Ukuran panjang mandibula 4. Uji menggigit bibir atas 5. Berat badan
Kriteria cormack-lehane
Derajat Derajat Derajat Derajat
I : tampak seluruh bagian glotis II : tampak sebagian epiglotis atau arytenoid III : tampak epiglotis IV : epiglotis maupun glotis tidak nampak
Ekstensi sendi atlanto-occipital
Posisi magill : leher fleksi terhadap dada 25-35 derajat dan sendi atlanto-occipital ekstensi pada leher,aksis oral, faringeal menjadi satu garis lurus, sebagian kecil lidah menutupi laring sehingga sebagian kecil lidah yang disingkirkan ke anterior.
Radiological assesment
CT-Scan ( melihat massa yang menghalangi jalan napas dan untuk seleksi ukuran ET yang tepat) Radiografi thorax ( untuk melihat ada tidaknya deviasi atau penyempitan trachea) MRI ( untuk melihat cervical spine )
Ukuran panjang mandibula
jarak thiromental
jarak hiomental
Jarak sternomental
Antara dagu dan tonjolan Kartilago thyroid
Antara ujung dagu sampai ke kartilago hyoid
Antar ujung dagu keujung sternum
Uji menggigit bibir atas
Klas I : gigi seri bawah dapat menggigit bibir atas diatas garis vermilion Klas II : gigi seri bawah dapat menggigit bibir atas dibawah garis vermilion Klas III : gigi seri bawah tidak dapat menggigit bibir atas
Pengelolaan difficult airway
Evaluasi jalan napas
pedoman
Persiapan dasar
Strategi
Evaluasi jalan napas
riwayat kesulitan intubasi sebelumnya Kelainan kongenital /didapat penyakit sebelumnya Riwayat anestesi dan tindakan bedah sebelumnya Pemerikasaan jalan napas untuk deteksi dini Tidak ada alat diagnostik untuk sceening kesulitan jalan napas
Kelainan kongenital yang menyebabkan difficult airway
Down
: Large tongue, small mouth, small subglotic
diameter possible, laringospasme frequent
Goldenhar( oculoauriculo : Mandibular hypoplasia and cervical spine vertebral anomalies) abnormality. Klippel-Feil : Neck rigidity because of cervical vert. fussion Pierre Robin : Small mouth, large tongue, mandibular
anomaly
Treacher Collins(mandi : laryngoscopy difficult. bulofacial dysostosis) Turner : High likelihood of difficult intubation.
Persiapan dasar difficult airway
Informed consent
Menyiapkan satu set alat khusus( alat intubasi, ET,nasoparing tube, LMA)
Menyiapkan asisten utk membantu pelaksanaan Preoksigenasi dengan masker oksigen
-tradisional (3 mnt/lebih ventilasi tidal volume) -fastrack (napas dalam maksimal 30 detik)
Strategi ventilasi difficult airway
Harus dipikirkan kemungkinan terdapat kesulitan dalam satu atau secara bersama-sama adanya : kesulitan ventilasi, intubasi, tracheostomi, pasien tidak kooperatif. Harus dipertimbangkan dengan cermat faktor untung rugi terhadap tehnik yang akan dilakukan misal : intubasi sadar/dengan induksi, tracheostomi atau krikotirotomi. Identifikasi misal keadaan yang mengancam nyawa dimana pasien tidak dapat di ventilasi dan intubasi atau tidak masalah ventilasi tapi sulit di intubasi
T E H N I K P E N G E L O L A A N
1. 2. 3. 4. 5. 6.
TEHNIK KESULITAN VENTILASI
Oral atau nasofaringeal tube Posisi sniffing jika tdk ada masalah cervical Minta bantuan asisten utk membantu memegang masker ventilasi Esofageal-tracheal combitube ventilasi LMA invasive
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
Alternatif pemilihan blade laringoscop yg lebih sesuai Posisi sniffing jika tdk ada masalah vertebra cervical Intubasi sadar Blind intubasi Fiberoptic Intubasi dengan stilet LMA Retrograde intubasi Invasive (tracheotomy atau cricothyrotomy)
TEHNIK KESULITAN INTUBASI
Terima kasih semoga bermanfaat bagi kita
obesity
Kelebihan berat badan >20% dari bb ideal Berat badan normal = TB 100 Berat badan ideal = BBN 10% BMI = BB / tinggi badan . Overweight : > 30 kg/m . Obesitas : > 35 kg/m . Morbid obese : > 40 kg/m
Problem kardiorespirasi : 1. kardiovaskuler (boold volume meningkat,
cardiac work meningkat, tendensi hipertensi, tidak tolerans terhadap dehidrasi, resiko trombosis meningkat)
2. Respirasi
(vital capacity menurun, FRC menurun
kebutuhan O2 meningkat, sebagian paru ventilasi berkurang karena shunting, hipoksemia, hipercarbia, komplikasi paska operasi meningkat)
Kesulitan airway pada obesity
Leher tebal dan pendek Lidah besar Jaringan faring dan palatum yang tebal Laring letak tinggi dan anterior Buka mulut terbatas Terbatasnya fleksi-ekstensi cervical spine dan atlanto-occipital Mamma yang besar
Obesity hypoventilation syndrome
Pickwickian syndrome : - obesitas - hypersomnolence - hypoxia - hypercapnea - right ventricular failure - polycitemia - sleep apnoe - pulmonary hypertension
Efek Obesitas terhadap ventilasi
Peningkatan konsumsi oksigen Peningkatan produksi karbondioksida Peningkatan minute ventilation Peningkatan work of breathing Penurunan chest compliance Penurunan lung volume Arterial hypoxemia
Skala lemon LM MAP
Evalusi kesulitan intubasi
Wilson Risk Scale
4D MAGBOUL 4M
Kriteria LEMON
LM MAP
Look for external face deformities Mallampati Measure 3-3-2-1 fingers Atlanto-occipital extension Pathological obstructive conditions
MAGBOUL 4MS
Mallampati Measurement Movement Malformation of STOP (Skull,Teeth,Obstruction,Pathology)
Wilson Risk-Sum scale
Risk faktor
Weight Head and neck movement
Jaw movement Recending mandibulla Buck teeth
level
< 90 kg 90 110 kg > 110 kg
Point
0 1 2 0 1 2
0 1 2 0 1 2 0 1 2
>90 About 90 < 90
IG> 5cm, Slux >0 IG< 5cm, Slux =0 IG< 5cm, Slux <0 Normal Moderate Severe Normal Moderate Severe
4D
Distorsi ( edema, darah, muntah, tumor, dan infeksi ) Dismobility ( atlanto oksipital, C-spine ) Disproporsi ( tyomental, mallampaty ) Denties ( gigi tongos )
MOUTHS by Davis and Eagle
Mandibulla
. Mandibulla length (measure mentaltyroid distence) . Mandibulla protrusion
Opening (uji membuka mulut kira-kira 3 cm atau 3 jari) Uvula (dengan kriteria mallampati) Teeth (tongos, ompong, gigi palsu) Head ( atlanto-ocipital joint) Silhouette (tumour in the neck, short neck, acromegali facies, kyphosis, large breasts)