Academia.edu no longer supports Internet Explorer.
To browse Academia.edu and the wider internet faster and more securely, please take a few seconds to upgrade your browser.
RPP - Penerapan Sosiologi Dalam Kehidupan Sehari-hari
RPP - Penerarapan Sosiologi dalam Kehidupan sehari-hari
Kelas / Semester : XI / Semester I Topik : Permasalahan Sosial Alokasi Waktu : 2 X 45 menit A. Kompetensi Inti 1.1 Menghayati dan mengajarkan ajaran agama yang dianutnya 1.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran damai) santun, responsif, dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 1.3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
RPP Sosiologi Sebagai Ilmu Yang Mengkaji Fenomena Sosial
RPP Pengertian dan Ruang Lingkup Sosiologi
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan Mahasiswa dapat: 1. menjelaskan pentingnya penerapan pengetahuan sosiologi dalam kehidupan sehari-hari, 2. memberikan contoh bentuk-bentuk penerapan pengetahuan sosiologi dalam kehidupan sehari-hari.
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami, menerapkan, serta menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya mengenai ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. A. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematic) dan model Cooperative Learning (Role Playing), peserta didik dapat mengenali dan mengidentifikasi realitas individu, kelompok, dan hubungan sosial di masyarakat, sehingga mampu mengolah realitas individu, kelompok, dan hubungan sosial sehingga mandiri dalam memposisikan diri dalam pergaulan sosial di masyarakat dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, disiplin, bersikap jujur, santun, percaya diri dan pantang menyerah, memiliki sikap responsif (berpikir kritis) dan pro-aktif (kreatif), serta mampu berkomukasi dan bekerjasama dengan baik. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi : Kompetensi Dasar Indikator 3.2 Mengenali dan mengidentifikasi realitas individu, kelompok, dan hubungan sosial di masyarakat (C2) 3.2.1 Menjelaskan bentuk interaksi sosial disosiatif 3.2.2 Mencontohkan bentuk interaksi sosial disosiatif
Kelas / Semester : XI / Semester I Topik : Permasalahan Sosial Alokasi Waktu : 3 X 45 menit A. Kompetensi Inti 1.1 Menghayati dan mengajarkan ajaran agama yang dianutnya 1.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran damai) santun, responsif, dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 1.3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, tekhnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 1.4 Mengolah, menalar dan mengkaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait pengembangan dari apa yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar 1.1 Memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghormati agama lain 2.1 Mensyukuri keberadaan diri dan keberagaman sosial sebagai anugerah Yang Maha Kuasa 2.2. Merespon secara positif berbagai gejala sosial di lingkungan sekitar 3.2. Menerapkan konsep-konsep dasar sosiologi untuk memahami hubungan sosial antar individu, antara individu, dan kelompok dengan kelompok
menyanyikan lagu berjudul "Tepuk Sehat" peserta didik dapat memberikan contoh pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan benar; • Dengan literasi dan diskusi kelompok peserta didik dapat menjelaskan penerapan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan organ peredaran darah dengan tepat. • Melalui diskusi kelompok siswa dapat membedakan prilaku hidup sehat dengan yang tidak sehat. • Dengan kegiatan mencari tahu tentang pantun, siswa dapat menuliskan sebuah pantun yang ada kaitannya dengan polah hidup sehat dalam kehidupan sehari hari. B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tindakan Sosial di Dalam Masyarakat -SMA Negeri 1 Pamotan 102 SMA N 1 PAMOTAN
Saya akan memberi contoh kasus yang berhubungan dengan psikoanalisis di kehidupan sehari-hari saya dirumah. Jika dilihat dari sistem ID contoh : Adik saya seorang perempuan berumur 8 tahun masih duduk di kelas 3 SD, jika sedang dirumah dia selalu ingin membeli jajanan di luar rumah seperti baso, es cendol, balon dan lainnya. Karena adik saya gendut dan mudah sakit maka oleh ibu saya dibatasi jajanannya. Tetapi namanya juga anak kecil pasti jika ada sesuatu yang diinginkannya pasti akan berusaha mendapatkannya apapun cara yang akan digunakan, mungkin dengan menangis atau bahkan melempar barang karena kesal. Jika dilihat dari sistem EGO contoh : dilihat dari contoh kasus id , kita bisa sambungkan dengan contoh menurut ego. Ketika adik saya lapar maka akan bertindak dan berfikir bagaimana rasa lapar itu hilang dengan membeli jajanan diluar. Pemikiran adik saya untuk menghilangkan rasa laparnya itu menunjukan sikap ego karena ia bergerak berdasarkan prinsip realitas dan menyesuaikan diri dengan realita. Jika dilihat dari sistem SUPER EGO contoh : kita sambungkan lagi dengan kasus-kasus diatas. Ibu saya telah mengontrol adik saya dengan melarang tidak boleh membeli jajanan diluar rumah, tetapi apabila super ego telah terbentuk, maka control dari dirinya sendiri akan keluar dengan memaksa ibu untuk mengijinkannya membeli jajanan diluar rumah. Perspektif psikoanalisis memberikan cara baru untuk memandang beberapa contoh semua tindakan kita yang memiliki suatu penyebab. Tetapi penyebab itu lebih sering merupakan tindakan bawah sadar kita. contohnya jika kita masuk ke tempat yang gelap, seram dan dingin maka secara tidak langsung alam bawah sadar kita terbentuk dengan timbulnya rasa takut dan merinding. sekian contoh kasus yang dapat saya berikan , semoga dengan kasus ini teman-teman dapat bisa mengontrol diri untuk membentuk pribadi yang sehat yah About these ads Contoh Kasus Konseli yang Berpandangan pada Psikoanalisis Supri (bukan nama sebenarnya) adalah seorang siswa SMA. Pada tahun ajaran ini akan mengadakan pemilihan ketua OSIS. Di sekolah supri adalah siswa yang pandai, kreatif, dan tekun. Dalam pergaulannya pun ia selalu disukai oleh teman-temannya. Dalam kesempatan ini teman-temannya mencalonkan Supri untuk maju sebagai ketua OSIS yang baru. Dalam hati, Supri sendiri sebenarnya berminat untuk mencalonkan diri, kareana ia memang siswa aktivis yang selalu ambil bagian dalam organisasi. Dan kesempatan ini adalah
RPKPS /Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ini dibuat untuk kalangan Fakultas Ekonomi Universitas Garut
perangkat pemebelajaran kelas xi oleh alfridus saleman
A. KOMPETENSI INTI KI3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya; terkait fenomena dan kejadian tampak mata. KI4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang); sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
Loading Preview
Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.