Academia.edu no longer supports Internet Explorer.
To browse Academia.edu and the wider internet faster and more securely, please take a few seconds to upgrade your browser.
Teknologi sediaan
Herbal Indonesia alau kita bicara pengobatan herbal maka pikiran kita pasti melayang ke obat tradisional, jamu gendong, warung yang menyediakan jamu kemasan untuk obat sakit kepala atau masuk angin. Tidak salah memang sebab herbal memang masuk kategori obat tradisional.
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal), 2015
Jerawat adalah abnormalitas produksi sebum pada kelenjar sebasea yang dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis. Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri yang dapat meningkatkan keparahan jerawat. Kuersetin adalah kelompok flavonoid yang memiliki senyawa fenol yang dapat menghambat Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 0,05% b/b. Ada beberapa bentuk sediaan yang dapat digunakan sebagai sediaan untuk mengobati jerawat, salah satunya adalah sediaan gel. Sediaan gel lebih mudah dibersihkan dari permukaan kulit dan tidak mengandung minyak yang dapat meningkatkan keparahan jerawat serta mempunyai kadar air yang tinggi, sehingga dapat menghidrasi stratum corneum dan mengurangi resiko timbulnya peradangan akibat akumulasi minyak ke pori-pori. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan konsentrasi hambat minimum gel kuersetin terhadap Staphylococcus epidermidis. Basis gel yang digunakan adalah HPMC. Variasi kuersetin yang ditambahkan ke dalam gel adalah 0,05% b/b (F1), 0,15% b/b (F2), dan 0,25% b/b (F3). Sediaan gel yang sudah diformulasi diuji aktivitasnya terhadap Staphylococcus Epidermidis dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat pada F1, F2, dan F3 yaitu 7,83 mm, 6,53 mm, 4,56 mm dan hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan konsentrasi hambat minimum gel kuersetin yang menggunakan basis HPMC adalah sebesar 0,05% b/b dengan zona hambat sebesar 7,83 mm.
STIKes Bhamada Slawi Prodi S1 Farmasi, 2019
Cut Nyak Dhien No.16, Kalisapu, Slawi, Kabupaten Tegal/Telp/Fax(0283)6197570 ABSTRAK Penuaan dapat terjadi pada semua bagian tubuh, mulai dari pembuluh darah, organ tubuh serta kulit. Krim didefinisikan sebagai bentuk sediaan setengah padat yang diformulasi sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air.Sediaan krim anti-aging dari VCO adalah salah satu alternatif yang baik, karena VCO mengandung sterol, vitamin E dan asam fenolat yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan dan dapat mengatasi penuaan dini.Selain itu, VCO juga tidak melalui tahap pemurnian, pemucatan dan penghilang aroma. Tujuan penelitian: memformulasikan minyak kelapa murni (VCO) dalam bentuk sediaan krim sebagai anti-aging serta uji efektivitasnya. Metode: minyak kelapa murni yang ditambahkan dengan ragi roti diformulasikan dalam bentuk krim sebagai antiaging.pengujian terhadap sediaan krim meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, pengujian pH, uji daya sebar, uji viskositas, dan pengujian tinggi busa. Kata Kunci:krim, Virgin Coconut Oil(VCO),
Jurnal Farmagazine
Kunyit putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan pembuatan sediaan gel serta mengandung berbagai senyawa metabolit yang memiliki efektivitas sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari sediaan gel antiseptik ekstrak etanol 96% rimpang kunyit putih stabilitas yang paling baik. Sampel yang digunakan adalah serbuk rimpang kunyit putih yang diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi dan dilakukan pemekatan rotary evaporator, selanjutnya digunakan dalam pembuatan sediaan gel dan uji efektivitas antibakteri. Uji efektivitas dilakukan dengan metode disc diffusion Kirby-Bauer terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kelompok uji efektivitas gel terdiri dari dettol antiseptik sebagai kontrol positif, F10%, F28%, F310%, F412%. Uji stabilitas dilakukan pengamatan organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan pH. Hasil uji stabilitas menunjukkan sediaan gel F2 8% mengalami perubahan yang kecil, sehingga stabilitas sediaan gel F2 8% lebih baik dibandingkan sediaan lainnya. Hasil uji efektivitas menunjukkan gel antiseptik tidak terdapat zona bening disekitar kertas cakram, sedangkan pada dettol terdapat zona bening disekitar kertas cakram. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan gel antiseptik ekstrak rimpang kunyit putih tidak memiliki efektivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Nur Alyanita dan Zahrah Adilah, 2019
Alyanita, Nur dan Zahrah Adilah. 2019. Gel Pengusir Lalat Rumah (Musca domestica) Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Daun Kemangi (Ocimum sanctum). Karya Ilmiah Remaja, Program Studi Ilmu Pengetahuan Alam MAN Insan Cendekia Gorontalo. Pembimbing Triyakhyuni, S.Si. Kata Kunci: Lalat; Daun Kemangi; Minyak Atsiri; Gel; Lalat adalah salah satu jenis serangga dari ordo diptera yang berpotensi tinggi menularkan banyak penyakit bagi manusia, terutama diare. Oleh sebab itu lalat menjadi salah satu serangga yang harus dibasmi agar tidak menimbulkan dan menularkan penyakit diare. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan daun kemangi. Lalat tidak menyukai aroma menyengat. Daun kemangi mengandung aroma tersebut yang terdapat pada minyak atsirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapatkah daun kemangi digunakan sebagai pengusir lalat serta mengetahui keefektifan daun kemangi dalam mengusir lalat. Penelitian ini dilakukan dengan membuat gel pengusir lalat dari daun kemangi dengan mengekstraksi daun kemangi secara maserasi dengan pelarut etanol dan menghasilkan ekstrak kental. Teknik penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan menggunakan ikan busuk sebagai pemancing lalat dan penelitian ini dilaksanakan di Asrama Khadijah, MAN Insan Cendekia Gorontalo. Hasil yang didapatkan yaitu gel pengusir lalat dari daun kemangi yang memiliki konsentrasi 1,5% lebih efektif dalam mengusir lalat dibandingkan dengan control dan konsentrasi lainnya. Kesimpulan yang didapatkan yaitu ekstrak daun kemangi dengan konsentrasi 1,5% memberikan hasil yang lebih efektif dalam mengusir lalat.
Kelompok 7, 2019
Prodi S1 Farmasi STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi Jalan Cut Nyak Dien No. 16 Kalisapu, Kec. Slawi Kab. Tegal 52416
Gelatin adalah biopolimer yang dihasilkan dari hidrolisis parsial jaringan kolagen. Proses ekstraksi gelatin terdiri dari proses pretreatment dan hidrolisis termal. Proses hidrolisis dilakukan dengan menggunakan kombinasi basa NaOH dan asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi asam sitrat pada proses hidrolisis terhadap kekuatan gel dan pola pita protein produk gelatin yang diekstrak dari kulit ayam broiler. Analisis kekuatan gel diukur menggunakan CT3 Texture Analyzer, sedangkan untuk mengetahui pola pita protein pada produk gelatin dilakukan dengan menggunakan metode SDS-PAGE. Variasi konsentrasi asam sitrat 0,7%(GA); 1,5%(GB); 3,0 % (GC) yang digunakan pada tahap hidrolisis berpengaruh terhadap kekuatan gel dan pola protein produk gelatin. Hasil pengukuran kekuatan gel produk gelatin kulit ayam broiler yaitu GA 265,81 g bloom, GB 196,05 g bloom dan GC 35,32 g bloom, sedangkan untuk elektroforegram produk gelatin menunjukkan bahwa sampel GA dan GB memiliki pola pita protein dengan ukuran yang sama, tetapi ketebalan pita masingmasing berbeda. GA menghasilkan pita protein dengan berat molekul tinggi yang lebih tebal daripada GB, sedangkan GB menghasilkan pita protein yang tebal pada berat molekul yang rendah (posisi lebih di bawah). Sampel GC tidak menunjukkan adanya pita protein yang terbentuk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk gelatin terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi asam sitrat 0,7 % (GA) berdasarkan kekuatan gel tertinggi. Produk gelatin GA memiliki karakteristik yaitu rendemen 15,73%; kadar air 7,30%; kadar abu 0,51%; kadar protein 97,95%; kadar lemak 0,62%; kekuatan gel 265, 81 g bloom; dan pola pita protein dengan ukuran lebih panjang daripada yang lain.
kelompok 6, 2019
ABSTRAK Keringat merupakan hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar yang bermuara pada kulit berupa sebum, asam lemak tinggi dan debris (pigmen yang terkumpul ; sisa hasil metabolisme pada kulit), oleh karena itu keringat dapat membantu terbentuknya produk yang berbau, hasil dekomposisi atau penguraian oleh bakteri. Bau badan lebih tercium pada daerah dengan kelenjar apokrin yang lebih banyak, seperti pada ketiak (aksila) dan daerah genital. Beberapa bakteri yang diduga menjadi penyebab bau badan tersebut diantaranya ialah Staphylococcus epidermidis, Corynebacteriumacne, Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Bahan aktif yang digunakan untuk mencegah bau badan adalah bahan kimia dari tawas. Bahan-bahan pada yang digunakan pada deodorant stik ini adalah tawas 5%, cera alba 3%, PEG 4000 15%, minyak kelapa 10%, Stearyl alcohol 20%, minyak jeruk 5%, mentholum 0,4%, propilenglikol 15%, propyl paraben 4%, dan minyak jarak 20%. Formulasi sediaan deodorant stik diuji secara fisik diantaranya ada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, dan uji antiperspirant. Dari hasil uji sediaan deodorant stick menghasilkan hasil yang memenuhi syarat. Kata kunci : Deodorant stick, Uji sediaan 1
uin-alauddin.ac.id
If someone has double sexes (penis and vagina), she/he has to make surgery so it can be justified as one of them. For example, if someone has penis and vagina, and she has ovarian as mostly owned by woman, so she can make a surgery to take out the penis. Thus, vagina can work properly and is identified as woman. Among the fiqh scholars, transvestites termed as khunsa, they are people who have different double genital organs; male and female genital organs or do not have any at all (the identity of sex is unclear). When the khunsa have indications that are more likely to indicate the gender of male or vise versa, he/she is called khunsa ghairu musykil. People who were born with abnormal genitalia could experience a psychic and social disorder, that is usually eliminated from the normal life of the community and therefore they seek their own way as whoring or doing homosexuality. To avoid this, operation of rectifying or improvements in gender can be done, in accordance with the rules of fiqh which states: daf'ul-mafasid muqaddam 'ala jalb al-masalih ( refusing danger is more precedence than effort to benefits ).
Dalam dunia farmasi sediaan obat tetes sangat diperlukan dalam dunia kesehatan. Obat tetes merupakan sediaan cair yang mengandung obat dan atau sediaan obat dalam keadaan terlarut, tersuspensi atau teremulsi, digunakan secara diminum dalam dosis tetesan dan disimpan dalam wadah untuk dosis banyak. Obat tetes tertentu yang digunakan pada hidung disebut obat tetes hidung (Rhinoguttine). Obat tetes tertentu yang digunakan pada telinga disebut obat tetes telinga (Otoguttae). Persyaratan untuk pembuatan, penyimpanan, dan penyerahan obat tetes harus diperhatikan yang tertera pada " larutan " , " Emulsi " atau " Suspensi " atau sediaan lain yang sesuai. Guttae adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi, atau suspense, dimaksudkan untuk obat dalam ataupun luar, digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku dalam farmakope Indonesia. Guttae atau obat tetes merupakan salah satu dari bgian sediaan farmasi yang termaksud ke dalam sediaan steril. Guttae adalah sediaan cair berupa larutan emulsi arau suspensi yang dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan dihasilkn penetes baku yang disebutkan dalam Farmakope Indonesia. Guttae atau obat tetes sendiri terdiri dari guttae atau obat tetes yang digunakan untuk obat luar dilakukan dengan cara meneteskan obat ke dalam makanan atau minuman. Kemudian
Pemutih/pencerah kulit adalah produk yang ditujukan untuk mencerahkan atau menghilangkan pewarnaan kulit yang tidak diinginkan. Produk ini didesain untuk bekerja dengan cara berpenetrasi ke dalam kulit dan mengganggu produksi pigmen oleh sel kulit. Di beberapa negara produk ini digolongkan sebagai obat dan bukan sebagai kosmetik yang digunakan dengan bebas. Sedangkan di negara Asia seperti di Jepang, kosmetik yang berfungsi sebagai pemutih/pencerah kulit masih beredar sebagai kosmetik yang digemari, oleh karena itu bahan atau agen yang dapat digunakan sebagai pemutih/pencerah banyak diteliti dan dikembangkan.
Program Studi S1 Farmasi STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi , 2019
12345 Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Mandala Husada Slawi Slawi, Jl. Cut Nyak Dhien No. 16 Kalisapu, Slawi, Kabupaten Tegal Telp/Fax (0283)6197570
2018
Biji kopi (Coffea arabica L.) mengandung senyawa kafein yang berkhasiat sebagai antiselulit dengan mekanisme mengurangi lipogenesis serta meningkatkan lipolisis . Biji kopi diekstraksi dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 70%, ekstrak etanol biji kopi diformulasikan menjadi sediaan gel, krim, dan gel-krim. Prinsip pembuatan gel dengan proses dispersi, dimana ekstrak biji kopi didispersikan kedalam gelling agent carbopol ultrez 20 yang dikembangkan dalam medium air murni; krim dengan proses emulsifikasi, dimana emulgator berfungsi sebagai penurun tegangan antar muka fase minyak sehingga dapat bercampur dengan fase air; dan gelkrim melalui proses emulsifikasi terbentuk basis krim dan ditambahkan gelling agent. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk memformulasi tiga bentuk sediaan, yaitu gel, krim, dan gel-krim kemudian diuji mutu fisikokimia. Ketiga bentuk sediaan yang terbentuk dievaluasi menghasilkan warna coklat-kehitaman (gel) dan coklat-susu (krim dan gel-krim), tekstur l...
2016
Penilaian kinerja mewajibkan siswa untuk melengkapi proses atau menghasilkan produk yang dirancang menyerupai situasi kehidupan nyata. Penilaian kinerja dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkatan tujuan pendidikan, tingkatan penekanan keterampilan berkomunikasi (kemampuan berbicara, atau kemampuan menulis). Penilaian kinerja dapat menilai proses dan produk pembelajaran. Pada pembelajaran sains, penilaian kinerja lebih menekankan pada proses apabila dibandingkan dengan hasil. Penilaian proses secara langsung tentu lebih baik karena dapat memantau siswa secara otentik.
Fermentasi merupakan salah satu cara untuk mengolah makanan menggunakan aktivitas mikrobia yang terkontrol. Fermentasi dapat digunakan untuk menghasilkan produk yang lebih tahan lama, aroma dan rasa yang lebih khas (unik), serta kualitas dan nilai yang lebih baik. Aktivitas mikrobia dalam fermentasi dipengaruhi faktor-faktor antara lain: ketersediaan nutrien, nilai pH, suhu, kadar air, dan ketersediaan sumber karbon. Bakteri penyebab fermentasi sayur antara lain: Lactobacillus mesenteroides, Lactobacillus brevis, Lactobacillus plantarum, dan Penicillium cerevisiae. Fermentasi sayur asin yang dilakukan pada praktikum ini menggunakan selada dengan penambahan garam dan inkubasi secara anaerob di tempat tertutup, sehingga proses fermentasi dan jenis mikrobia penyebab fermentasi dapat diketahui. Hasil fermentasi diuji secara organoleptik dan pH diukur, persentase asam laktat ditentukan, dan mikrobia penyebab fermentasi diamati melalui pengecatan Gram.
Dunia yang semakin maju dan berkembang ini telah turut mengubah cara hidup masyarakat di dalamnya. Masyarakat kini lebih menjaga penampilan diri mereka jika dibandingkan dengan masyarakat dahulu. Walaupun masyarakat zaman dahulu mementingkan penampilan diri mereka namun tidaklah seperti masyarakat zaman sekarang yang lebih teliti dalam menjaga penampilan diri mereka ditambah pula dengan peningkatan pengetahuan dan kecanggihan teknologi kini yang semakin meningkat telah menambahkan lagi minat serta kepentingan dalam penjagaan dan penampilan diri masyarakat itu sendiri. Oleh itu, produk kosmetik telah diperkenalkan untuk meningkatkan penampilan dan mempercantikkan diri seseorang itu supaya lebih berkeyakinan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
Loading Preview
Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.