Komitmen Unair Terhadap Keberlanjutan: Inisiatif Hijau di Universitas Airlangga
Komitmen Unair Terhadap Keberlanjutan: Inisiatif Hijau di Universitas Airlangga
Universitas Airlangga (Unair), sebuah institusi terkemuka di Indonesia, menunjukkan komitmen mendalam terhadap keberlanjutan melalui beragam inisiatif hijau, memasukkan tanggung jawab lingkungan ke dalam strategi akademik, operasional, dan keterlibatan masyarakat. Komitmen ini lebih dari sekedar kepatuhan, menumbuhkan budaya kepedulian lingkungan di kalangan mahasiswa, dosen, dan staf.
Konservasi Energi dan Adopsi Energi Terbarukan:
Unair telah memulai perjalanan signifikan dalam mengurangi jejak karbon melalui konservasi energi dan penerapan sumber energi terbarukan. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah penerapan sistem pencahayaan hemat energi di seluruh kampusnya. Mengganti pencahayaan tradisional dengan teknologi LED telah menghasilkan penghematan energi yang besar, sehingga mengurangi konsumsi listrik secara signifikan.
Selain penerangan, Unair secara aktif mengupayakan integrasi tenaga surya. Panel surya telah dipasang di atap beberapa gedung, menghasilkan listrik bersih yang melengkapi kebutuhan energi universitas. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil tetapi juga memberikan kesempatan belajar yang berharga bagi siswa yang mempelajari teknologi energi terbarukan. Universitas juga mempromosikan penggunaan cahaya alami dan ventilasi jika memungkinkan, meminimalkan kebutuhan pencahayaan buatan dan AC selama kondisi cuaca mendukung. Sistem pencahayaan yang dikontrol sensor diterapkan di area yang jarang digunakan, sehingga konsumsi energi semakin optimal.
Konservasi dan Pengelolaan Air:
Menyadari pentingnya konservasi air, Unair telah menerapkan beberapa inisiatif untuk mengurangi konsumsi air dan meningkatkan praktik pengelolaan air. Hal ini termasuk pemasangan perlengkapan hemat air di toilet dan fasilitas lainnya. Toilet, keran, dan pancuran beraliran rendah secara signifikan mengurangi penggunaan air tanpa mengurangi fungsinya.
Pemanenan air hujan merupakan komponen penting lainnya dalam strategi konservasi air Unair. Air hujan dikumpulkan dari atap rumah dan permukaan lainnya dan disimpan di tangki bawah tanah untuk keperluan non-minum seperti irigasi dan pembilasan toilet. Hal ini mengurangi kebutuhan pasokan air kota dan melestarikan sumber daya air tawar yang berharga. Universitas juga mempromosikan penggunaan air yang bertanggung jawab di kalangan mahasiswa dan staf melalui kampanye kesadaran dan program pendidikan. Program deteksi dan perbaikan kebocoran diterapkan untuk meminimalkan kehilangan air dari sistem distribusi. Lebih lanjut, Unair menjajaki penggunaan sistem daur ulang greywater untuk lebih mengurangi konsumsi air.
Program Pengurangan dan Daur Ulang Sampah:
Unair berkomitmen untuk mengurangi timbulan sampah dan menggalakkan daur ulang di seluruh kampusnya. Ada program daur ulang yang komprehensif, mendorong mahasiswa, dosen, dan staf untuk memisahkan bahan-bahan yang dapat didaur ulang seperti kertas, plastik, dan kaca. Tempat sampah daur ulang yang ditandai dengan jelas ditempatkan secara strategis di seluruh kampus untuk memfasilitasi partisipasi.
Program pengomposan juga diterapkan untuk mengalihkan sampah organik dari tempat pembuangan sampah. Limbah makanan dari kafetaria dan sumber lainnya dibuat kompos dan digunakan sebagai pupuk untuk pertamanan dan berkebun. Hal ini mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan sampah dan menciptakan sumber daya berharga untuk mempercantik kampus. Universitas secara aktif mempromosikan strategi pengurangan limbah seperti mengurangi penggunaan produk sekali pakai dan mendorong penggunaan wadah dan botol air yang dapat digunakan kembali. Kampanye pendidikan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengurangan dan daur ulang sampah. Lebih lanjut, Unair menjajaki teknologi pengelolaan sampah yang inovatif untuk lebih mengurangi timbulan sampah dan meningkatkan tingkat daur ulang.
Inisiatif Transportasi Berkelanjutan:
Unair secara aktif mempromosikan pilihan transportasi berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan meminimalkan emisi karbon. Universitas mendorong penggunaan sepeda dan berjalan kaki melalui penyediaan fasilitas parkir sepeda dan jalur ramah pejalan kaki. Jalur khusus sepeda dan jalur pejalan kaki meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki.
Layanan bus antar-jemput disediakan untuk mengangkut mahasiswa dan staf antar kampus yang berbeda dan daerah sekitarnya. Hal ini mengurangi jumlah kendaraan individu di kampus dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Universitas juga menjajaki penggunaan kendaraan listrik untuk armada bus antar-jemputnya, yang selanjutnya mengurangi emisi karbon. Carpooling didorong melalui program berbagi tumpangan dan parkir preferensial untuk carpooler. Universitas juga mendukung transportasi umum dengan memberikan informasi dan insentif kepada mahasiswa dan staf yang menggunakan transportasi umum. Lebih lanjut, Unair menjajaki kemitraan dengan penyedia transportasi lokal untuk meningkatkan pilihan transportasi umum bagi civitas universitas.
Desain dan Konstruksi Bangunan Ramah Lingkungan:
Unair berkomitmen untuk memasukkan prinsip desain berkelanjutan dalam pembangunan dan renovasi gedungnya. Standar bangunan ramah lingkungan diikuti untuk memastikan bahwa bangunan baru hemat energi, hemat air, dan ramah lingkungan. Bahan bangunan yang ramah lingkungan digunakan bila memungkinkan, sehingga mengurangi dampak konstruksi terhadap lingkungan.
Bangunan dirancang untuk memaksimalkan cahaya alami dan ventilasi, mengurangi kebutuhan akan pencahayaan buatan dan AC. Sistem HVAC dan insulasi hemat energi digunakan untuk meminimalkan konsumsi energi. Lansekap hemat air diterapkan untuk mengurangi penggunaan air untuk irigasi. Universitas juga menjajaki penggunaan atap hijau dan teknologi bangunan ramah lingkungan inovatif lainnya. Lebih lanjut, Unair berkomitmen untuk memperoleh sertifikasi bangunan ramah lingkungan (green building) pada gedung-gedung barunya, yang menunjukkan komitmennya terhadap desain dan konstruksi berkelanjutan.
Integrasi Kurikulum dan Penelitian:
Unair mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam kurikulumnya di berbagai disiplin ilmu. Kursus tentang ilmu lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan energi terbarukan ditawarkan kepada siswa dari berbagai latar belakang akademis. Hal ini memastikan bahwa siswa dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi tantangan lingkungan.
Universitas juga mendukung penelitian tentang topik terkait keberlanjutan. Staf pengajar dan mahasiswa terlibat dalam proyek penelitian yang berfokus pada energi terbarukan, konservasi air, pengelolaan limbah, dan bidang keberlanjutan lainnya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan solusi inovatif terhadap masalah lingkungan. Unair juga menjalin kerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian lain dalam proyek penelitian keberlanjutan. Selain itu, universitas mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam magang terkait keberlanjutan dan peluang menjadi sukarelawan.
Keterlibatan dan Penjangkauan Komunitas:
Unair aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar untuk mendorong keberlanjutan. Universitas melakukan program penjangkauan untuk mendidik masyarakat tentang isu-isu lingkungan dan mempromosikan praktik berkelanjutan. Program-program ini meliputi lokakarya, seminar, dan acara komunitas.
Universitas juga bermitra dengan organisasi lokal untuk melaksanakan proyek keberlanjutan di masyarakat. Proyek-proyek ini mencakup inisiatif penanaman pohon, kampanye pembersihan, dan program pendidikan lingkungan. Unair juga mendukung bisnis lokal yang berkomitmen terhadap keberlanjutan. Selain itu, universitas mendorong mahasiswa dan staf untuk menyumbangkan waktu dan keahlian mereka untuk mendukung inisiatif keberlanjutan masyarakat.
Praktik Pengadaan Berkelanjutan:
Unair berkomitmen untuk membeli produk dan layanan yang ramah lingkungan. Pedoman pengadaan berkelanjutan diterapkan untuk memastikan bahwa keputusan pembelian universitas mempertimbangkan faktor lingkungan. Universitas mengutamakan pembelian produk yang terbuat dari bahan daur ulang, peralatan hemat energi, dan produk ramah lingkungan lainnya.
Vendor dievaluasi berdasarkan kinerja lingkungan dan komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Universitas juga mendorong vendor untuk menerapkan praktik berkelanjutan dalam operasi mereka. Lebih lanjut, Unair sedang menjajaki penggunaan penilaian siklus hidup untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari keputusan pembeliannya.
Pemantauan dan Evaluasi:
Unair secara berkala memantau dan mengevaluasi kinerja keberlanjutannya. Indikator kinerja utama (KPI) dilacak untuk mengukur kemajuan menuju tujuan keberlanjutan. KPI ini mencakup konsumsi energi, konsumsi air, timbulan limbah, dan tingkat daur ulang.
Universitas melakukan audit rutin untuk menilai efektivitas inisiatif keberlanjutannya. Hasil audit ini digunakan untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengembangkan strategi keberlanjutan baru. Lebih lanjut, Unair berkomitmen terhadap transparansi dan secara berkala melaporkan kinerja keberlanjutannya kepada civitas universitas dan masyarakat.

