Faktor Pembentuk Preferensi Masyarakat Kota Bandung Dalam Memilih Belanja DI Pasar Tradisional Dan DI Pasar Modern (Aplikasi Metode a H P )
Prosiding Ilmu Ekonomi; Vol 1, No 1, Prosiding Ilmu Ekonomi (Februari, 2015); 1-6, Feb 8, 2015
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ritel modern yang sangat pesat, terlebi... more Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ritel modern yang sangat pesat, terlebih minimarket selalu bertambah dengan jumlah yang banyak setiap tahunnya. Berbanding terbalik dengan pasar tradisional jumlahnya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Hal ini membuat pilihan yang lebih banyak dan bervariatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana preferensi masyarakat Kota Bandung dalam memilih belanja di pasar tradisional dan di pasar modern, dan untuk mengetahui faktor- faktor apa saja yang menjadi prioritas utama dan besar pengaruh faktor-faktor tersebut dalam menentukan preferensi masyarakat Kota Bandung dalan memilih belanja di pasar tradisional dan di pasar modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AHP (Analytic Hierarchy Process) dengan expert choice. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 7 responden, 4 orang berasal dari masyarakat dengan berbagai karakteristik responden, 3 orang lainnya berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia. Berdasarkan pengolahan data kuesioner diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat Kota Bandung memiliki preferensi untuk lebih memilih belanja di pasar modern sebesar 67.6% sedangkan pasar tradisional sebesar 32.4%. Faktor yang menjadi prioritas utama yang mempengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih tempat belanja di pasar tradisional atau di pasar modern adalah mutu produk dengan skala prioritas sebesar 13,7%. Kata kunci : Preferensi, Pasar Tradisional, dan Pasar Modern
Uploads
Papers by aan julia