Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam... more Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam berat dalam sediaan farmasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa logam berat seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), dan tembaga (Cu) dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan jika kadarnya melebihi batas yang ditetapkan. Metode ini diterapkan pada sampel daun ubi, ekstrak daun kemangi, dan produk kosmetik untuk menentukan kadar logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri serapan atom efektif dalam mendeteksi dan mengukur kadar logam berat, serta memberikan informasi penting mengenai keamanan produk.
Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kadar bahan kimia obat ... more Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kadar bahan kimia obat pada sediaan farmasi. Berbagai penelitian menunjukkan pentingnya metode ini dalam menentukan kadar zat aktif, seperti parasetamol, pada jamu dan sediaan obat lainnya. Metode ini digunakan karena kemampuannya untuk memberikan hasil yang akurat dan cepat, serta mampu menganalisis senyawa dalam konsentrasi rendah. Dari sepuluh jurnal yang direview, ditemukan bahwa penggunaan pelarut etanol dan metode preparasi yang tepat sangat mempengaruhi hasil analisis.
Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam... more Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam berat dalam sediaan farmasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa logam berat seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), dan tembaga (Cu) dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan jika kadarnya melebihi batas yang ditetapkan. Metode ini diterapkan pada sampel daun ubi, ekstrak daun kemangi, dan produk kosmetik untuk menentukan kadar logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri serapan atom efektif dalam mendeteksi dan mengukur kadar logam berat, serta memberikan informasi penting mengenai keamanan produk.
Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam... more Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam berat dalam sediaan farmasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa logam berat seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), dan tembaga (Cu) dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan jika kadarnya melebihi batas yang ditetapkan. Metode ini diterapkan pada sampel daun ubi, ekstrak daun kemangi, dan produk kosmetik untuk menentukan kadar logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri serapan atom efektif dalam mendeteksi dan mengukur kadar logam berat, serta memberikan informasi penting mengenai keamanan produk.
Vitamin C adalah senyawa penting yang berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk pembentuk... more Vitamin C adalah senyawa penting yang berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk pembentukan kolagen dan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Penelitian ini mencakup dua aspek terkait vitamin C: stabilitas sediaan dalam pengolahan dan kadar vitamin C pada bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dan bawang merah (Allium ascalocinum). Pada penelitian pertama, analisis menunjukkan bahwa stabilitas vitamin C menurun seiring dengan peningkatan suhu dan durasi pemanasan, yang menekankan pentingnya pengelolaan suhu dan waktu dalam proses pemanasan untuk menjaga kualitas vitamin C. Penelitian kedua berfokus pada kadar vitamin C dalam bawang dayak dan bawang merah, dengan hasil menunjukkan kadar vitamin C dalam bawang dayak mencapai 46,9 mg/g dan bawang merah sebesar 39,7 mg/g, sehingga bawang dayak memiliki potensi lebih tinggi sebagai sumber vitamin C. Kedua penelitian ini menekankan pentingnya kondisi penyimpanan dan pengolahan bahan makanan untuk mempertahankan nilai gizi, terutama vitamin C
Vitamin C adalah senyawa penting yang berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk pembentuk... more Vitamin C adalah senyawa penting yang berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk pembentukan kolagen dan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Penelitian ini mencakup dua aspek terkait vitamin C: stabilitas sediaan dalam pengolahan dan kadar vitamin C pada bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dan bawang merah (Allium ascalocinum). Pada penelitian pertama, analisis menunjukkan bahwa stabilitas vitamin C menurun seiring dengan peningkatan suhu dan durasi pemanasan, yang menekankan pentingnya pengelolaan suhu dan waktu dalam proses pemanasan untuk menjaga kualitas vitamin C. Penelitian kedua berfokus pada kadar vitamin C dalam bawang dayak dan bawang merah, dengan hasil menunjukkan kadar vitamin C dalam bawang dayak mencapai 46,9 mg/g dan bawang merah sebesar 39,7 mg/g, sehingga bawang dayak memiliki potensi lebih tinggi sebagai sumber vitamin C
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu dan suhu pemanasan terhadap stabilitas... more Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu dan suhu pemanasan terhadap stabilitas sediaan vitamin C, yang diukur dengan metode titrasi iodometri. Vitamin C dikenal sebagai senyawa yang mudah teroksidasi, dan stabilitasnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk suhu dan durasi pemanasan. Dalam penelitian ini, sampel vitamin C dipanaskan pada suhu 90ºC dengan interval waktu 30, 60, 90, dan 120 menit.
Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam... more Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam berat dalam sediaan farmasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa logam berat seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), dan tembaga (Cu) dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan jika kadarnya melebihi batas yang ditetapkan. Metode ini diterapkan pada sampel daun ubi, ekstrak daun kemangi, dan produk kosmetik untuk menentukan kadar logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri serapan atom efektif dalam mendeteksi dan mengukur kadar logam berat, serta memberikan informasi penting mengenai keamanan produk.
Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kadar bahan kimia obat ... more Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kadar bahan kimia obat pada sediaan farmasi. Berbagai penelitian menunjukkan pentingnya metode ini dalam menentukan kadar zat aktif, seperti parasetamol, pada jamu dan sediaan obat lainnya. Metode ini digunakan karena kemampuannya untuk memberikan hasil yang akurat dan cepat, serta mampu menganalisis senyawa dalam konsentrasi rendah. Dari sepuluh jurnal yang direview, ditemukan bahwa penggunaan pelarut etanol dan metode preparasi yang tepat sangat mempengaruhi hasil analisis.
Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam... more Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam berat dalam sediaan farmasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa logam berat seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), dan tembaga (Cu) dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan jika kadarnya melebihi batas yang ditetapkan. Metode ini diterapkan pada sampel daun ubi, ekstrak daun kemangi, dan produk kosmetik untuk menentukan kadar logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri serapan atom efektif dalam mendeteksi dan mengukur kadar logam berat, serta memberikan informasi penting mengenai keamanan produk.
Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam... more Penelitian ini mengkaji penggunaan spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis kadar logam berat dalam sediaan farmasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa logam berat seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), dan tembaga (Cu) dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan jika kadarnya melebihi batas yang ditetapkan. Metode ini diterapkan pada sampel daun ubi, ekstrak daun kemangi, dan produk kosmetik untuk menentukan kadar logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode spektrofotometri serapan atom efektif dalam mendeteksi dan mengukur kadar logam berat, serta memberikan informasi penting mengenai keamanan produk.
Vitamin C adalah senyawa penting yang berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk pembentuk... more Vitamin C adalah senyawa penting yang berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk pembentukan kolagen dan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Penelitian ini mencakup dua aspek terkait vitamin C: stabilitas sediaan dalam pengolahan dan kadar vitamin C pada bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dan bawang merah (Allium ascalocinum). Pada penelitian pertama, analisis menunjukkan bahwa stabilitas vitamin C menurun seiring dengan peningkatan suhu dan durasi pemanasan, yang menekankan pentingnya pengelolaan suhu dan waktu dalam proses pemanasan untuk menjaga kualitas vitamin C. Penelitian kedua berfokus pada kadar vitamin C dalam bawang dayak dan bawang merah, dengan hasil menunjukkan kadar vitamin C dalam bawang dayak mencapai 46,9 mg/g dan bawang merah sebesar 39,7 mg/g, sehingga bawang dayak memiliki potensi lebih tinggi sebagai sumber vitamin C. Kedua penelitian ini menekankan pentingnya kondisi penyimpanan dan pengolahan bahan makanan untuk mempertahankan nilai gizi, terutama vitamin C
Vitamin C adalah senyawa penting yang berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk pembentuk... more Vitamin C adalah senyawa penting yang berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk pembentukan kolagen dan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Penelitian ini mencakup dua aspek terkait vitamin C: stabilitas sediaan dalam pengolahan dan kadar vitamin C pada bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dan bawang merah (Allium ascalocinum). Pada penelitian pertama, analisis menunjukkan bahwa stabilitas vitamin C menurun seiring dengan peningkatan suhu dan durasi pemanasan, yang menekankan pentingnya pengelolaan suhu dan waktu dalam proses pemanasan untuk menjaga kualitas vitamin C. Penelitian kedua berfokus pada kadar vitamin C dalam bawang dayak dan bawang merah, dengan hasil menunjukkan kadar vitamin C dalam bawang dayak mencapai 46,9 mg/g dan bawang merah sebesar 39,7 mg/g, sehingga bawang dayak memiliki potensi lebih tinggi sebagai sumber vitamin C
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu dan suhu pemanasan terhadap stabilitas... more Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu dan suhu pemanasan terhadap stabilitas sediaan vitamin C, yang diukur dengan metode titrasi iodometri. Vitamin C dikenal sebagai senyawa yang mudah teroksidasi, dan stabilitasnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk suhu dan durasi pemanasan. Dalam penelitian ini, sampel vitamin C dipanaskan pada suhu 90ºC dengan interval waktu 30, 60, 90, dan 120 menit.
Uploads
Papers by Alya Ra