Modul 5
Menyusun
Agenda
Kebijakan
Kelompok 6
Anggota :
1.Ahmad Nazarudin
2.Aulia Rahmah
3.Lidya Nor Alima
4.M. Iqbal Firdaus
Arti Agenda Kebijakan
1. J.W. Kingdon (1984)
Agenda Keijakan adalahdaftar hal – hal atau masalah
kepada apa para pejabat pemerintah dan orang –orang
yang terkait erat dengan pejabat tersebut, sedang
memberikan perhatian yang serius terhadap masalah itu
pada suatu saat tertentu.
2. James E. Anderson (1979)
Tuntutan – tuntutan dimana pembuat kebijakan publik
benar – benar memilih atau merasa tertantang untuk
memenuhi tuntutan atau mengatasi masalah itulah yang
disebut dengan agenda kebijakan.
3. T.A. Birkland (2007)
Sebuah agenda adalah sebuah kumpulan masalah,
penyebab timbulnya masalah, simbol – simbol dan unsur
– unsur lain yang terdapat dalam masalah publik dan
pejabat pemerintah.
Penyusunan Agenda Kebijakan
1. Model Etilitis
Teori Elit berpendirian bahwa
kebanyakan keputusan pemerintah
dibuat oleh kelompok minoritas elit yang
memiliki kekuasaan yang sangat besar.
Kekuasaan besar yang dimiliki elit
berasal dari kemampuannya
mengendalikan pelbagai institusi
finansial, komunikasi, industri, dan
pemerintahan. Kekuasaan itu mengalir
tidak dari indivdu elit itu sendiri
melainkan dari posisi kekuasaan yang
2. Model Pluralis
Menurut Gupta, model pluralis didasarkan pada teori
demokrasi Amerika yang berkembang pada tahun 50
– an dan 60 – an. Dengan beromantisasi pada
pandangan struktur kekuasaan di Amerika di mana
kekuasaan berada di tangan warga. Model ini tidak
membuat perbedaan yang permanen antara elit dan
massa, walaupun diakui bahwa jenjang itu ada
dimana kelompok elit mengontrol beberapa agenda
institusional. Suatu masalah dapat mencapai agenda
institusional dan keberhasilannya mencapai itu
sangat tergantung dari kemampuan yang dimiliki
oleh kelompok warga yang aktivis.
Agenda Sistemik,
Institusional, dan Kebijakan
Agenda sistemik menurut Cobb & Elder terdiri dari semua masalah
yang secara umum dipersepsi oleh anggota komunitas politik sebagai
layak memperoleh atensi publik dan punya kaitan dengan hal – hal
yang berada dalam wilayah yurisdiksi otoritas pemerintah yang ada.
Ada tiga persyaratan agar sebuah masalah memperoleh akses ke
agenda sistemik, yaitu (1) adanya atensi atau setidak-tidaknya
kesadaran tentang signifikansi masalah, (2) adanya persamaan
persepsi dari sejumlah besar publik bahwa tindakan perlu diambil
untuk mengatasi masalah, dan (3) adanya persepsi yang sama bahwa
masalah ini perlu mendapat perhatian yang semestinya dari
pemerintah dan memang masalah itu berada dalam kewenangannya.
Cobb & Elder mengartikan agenda institusional atau
pemerintah atau formal adalah serangkaian daftar
masalah yang secara eksplisit memperoleh pertimbangan
yang aktif dan serius dari pembuat keputusan yang sah.
Sejumlah masalah yang ada di badan pemerintah tingkat
lokal, propinsi, dan nasional akan masuk ke dalam
agenda institusional.
Perumus kebijakan banyak yang menaruh perhatian pada masalah lama karena lain
mereka sudah mengenali masalah itu dengan baik dan mempertimbangkannya juga
telah tersaji alternatif pemecahannya. Walaupun demikian, karena masalah itu
karakteristiknya dapat berubah dari waktu ke waktu maka masalah lama yang
muncul kembali harus mendapatkan perhatian yang serius untuk dikenali kembali
sejauh mana perubahan yang terjadi pada masalah tersebut. Alternatif solusinya
pun juga perlu dicermati kembali agar lebih sesuai dengan perkembangan yang
ada. Sedangkan pada masalah yang baru perumus kebijakan harus memulainya dari
awal dengan mencermati karakter masalah, mendefinisikannya, mencari dukungan
agar lebih banyak pihak memperhatikannya, memperoleh status agenda sistemik,
agenda institusional, dan tenda kebijakan. Dengan demikian, perumus kebijakan
butuh lebih banyak energi Untuk dapat merumuskan kebijakan secara berhasil.
Terima
Kasih