KONSEP
POLMAS
KELOMPOK B
KELAS JEMENKAMTEKPOL 1
INDRY SAMPELAN (13)
JACKY H. NAINGGOLAN (14)
KADEK INTAN PRAMITA DEWI (15)
LIAFANI KAREN (16)
MAHDIAN RIZA ARAFAT (17)
M. IMAM NASIR (18)
M. RIZQI ANSHORI N. (19)
MOHAMMAD FATIYO NADWA LAGA (20)
NIKON RIZKY ANUGERAH (21)
NYOMAN ANANTA MAHENDRA (22)
PUSPA ANGGITHA SANJAYA (23)
A. POLMAS BERDASARKAN PERKAP NO. 7 TAHUN 2008
Pada Perkap No. 7/2008, strategi Sesuai dengan Perkap No. 7/2008,
Polmas dipahami sebagai sebagai Metode Polmas adalah melalui
wujud perkembangan kepolisian penyelenggaraan kemitraan antara Polri
modern dalam negara demokrasi dengan warga masyarakat yang didasari
yang plural yang menjunjung prinsip kesetaraan,
tinggi hak asasi manusia. Karena
guna membangun kepercayaan warga
itu penerapannya melalui model-
masyarakat terhadap Polri sehingga
model:
terwujud kebersamaan dalam rangka
1. MODIFIKASI PRANATA SOSIAL DAN POLA memahami masalah kamtibmas dan
PEMOLISIAN MASYARAKAT TRADISIONAL masalah sosial, menganalisis masalah,
(MODEL A).
mengusulkan alternatif-alternatif solusi
2 INTENSIFIKASI FUNGSI POLRI DI BIDANG yang tepat dalam rangka menciptakan
PEMBINAAN MASYARAKAT (MODEL B). rasa aman, tentram dan ketertiban (tidak
3. PENYESUAIAN MODEL COMMUNITY
hanya berdasarkan pada hukum pidana
POLICING DARI NEGARA-NEGARA LAIN dan penangkapan),
(MODEL C).
melakukan evaluasi serta evaluasi ulang
terhadap efektifitas solusi yang dipilih.
Oleh karena itu untuk menunjang keberhasilan penerapan
Polmas, diperlukan perubahan pola penugasan Polri dari pola
yang dapat menghambat penerapan Polmas menjadi pola
penugasan yang kondusif bagi kelancaran penerapan Polmas.
5
DALAM PERATURAN KAPOLRI NOMOR 7 TAHUN 2008. COMMUNITY POLICING
DITERJEMAHKAN PERMOLISIAN MASYARAKAT ATAU PERPOLISIAN MASYARAKAT
ATAU DISINGKAT POLMAS
Dalam Perkap 7 Tahun 2008 ini, masyarakat
dimaksudkan adalah adalah sekelompok orang
Perpolisian, yaitu segala hal ihwal warga yang hidup dalam suatu wilayah dalam arti
yang lebih luas misalnya kecamatan, kota,
tentang penyelenggaraan fungsi kabupaten atau propinsi atau bahkan yang lebih
kepolisian, tidak hanya menyangkut luas, sepanjang mereka memiliki kesamaan
operasionalisasi (taktik/ teknik) fungsi kepentingan, misalnya masyarakat pedesaan,
kepolisian tetapi juga pengelolaan fungsi masyarakat perkotaan, masyarakat tradisional,
masyarakat modern dan sebagainya. Sehingga
kepolisian secara menyeluruh mulai dari dengan rujukan tersebut. Polmas
tataran manajemen puncak sampai (Pemolisian/Perpolisian Masyarakat) diartikan
dengan manajemen lapis bawah, sebagai penyelenggaraan tugas kepolisian yang
termasuk pemikiran-pemikiran filsafati mendasari kepada pemahaman bahwa untuk
menciptakan kondisi aman dan tertib tidak
yang melatarbelakanginya Pemolisian, mungkin dilakukan oleh Polri sepihak sebagai
yaitu pemberdayaan segenap komponen subjek dan masyarakat sebagai objek, melainkan
dan segala sumber daya yang dapat harus dilakukan bersama oleh Polisi dan
dilibatkan dalam pelaksanaan tugas atau masyarakat dengan cara memberdayakan
masyarakat melalui kemitraan Polisi dan warga
fungsi kepolisian guna mendukung masyarakat, sehingga secara bersama-sama
penyelenggaraan fungsi kepolisian agar mampu mendeteksi gejala yang dapat
mendapatkan hasil yang lebih optimal. menimbulkan permasalahan dimasyarakat, mampu
mendapatkan solusi untuk mengantisipasi
permasalahannya dan mampu memelihara
keamanan serta ketertiban di lingkungannya.
6
Click to add picture
DASAR DARI PERTIMBANGAN MANFAAT PENERAPAN POLMAS
PENERAPAN POLMAS ADALAH: ADALAH:
1. 1. Pola penyelenggaraan pemolisian yang bertumpu kepada konsep
peningkatan jumlah Polisı dan/atau peningkatan intensitas kegiatan
Polis (misalnya patroli dan penindakan pelanggaran) tidak mampu 1. Jumlah anggota Polisi di Indonesia bila dibandingkan dengan jumlah penduduk akan selalu tidak
mengatasi atau menekan angka gangguan Kamtibmas yang berimbang atau bahkan semakin ketinggalan, sehingga untuk mencapai ratio ideal (1:400) akan
berkembang pesat di dalam masyarakat dibutuhkan waktu yang lama. Sementara, ratio Polisi dan penduduk yang ideal pun tidak
merupakan jaminan dapat terwujudnya Kamtibmas. Membangun kemitraan dengan masyarakat
2. Pemolisian lebih efektif dengan mengalihkan pendekatan adalah strategi yang tepat untuk mengatasi kesenjangan ini. Menutupi kekurangan personel Polri
konvensional ke pendekatan modern yaitu penerapan Polmas akan lebih efisien dengan penambahan kekuatan melalui pelibatan warga masyarakat sebagai
menekankan upaya pemecahan masalah yang terkait dengan mitra yang setara.
kejahatan dan ketidaktertiban secara proaktif bersama-sama
dengan masyarakat.
2 Penerapan Polmas dengan pendekatan proaktif mengutamakan pemecahan masalah kamtibmas
3. Praktek keterlibatan masyarakat tradisional dalam pemolisian
dan masalah sosial berarti mengoptimalkan sumber daya polisi dan masyarakat dengan
sudah dikenal di Indonesia diantaranya dalam bentuk: ronda
menggandakan kekuatan sumber daya yang dapat dilibatkan dalam upaya pemeliharaan
kampung, jogo boyo, jogo tirto, pecalang dan sebagainya.
Kamtibmas. Dengan penggandaan kekuatan tersebut, tugas pemeliharaan kamtibmas tidak hanya
dilaksanakan oleh petugas Polri melainkan juga menjadi kepedulian warga masyarakat.
4. Pola-pola penyelesaian masalah masyarakat melalui adat
kebiasaan sudah umum diterapkan di dalam masyarakat
tradisional, yang kesemuanya merupakan pola-pola pemecahan
masalah dan pencegahan serta pembinaan ketentraman dan 3. Perkembangan sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sangat pesat serta berbagai dampak
kerukunan masyarakat yang mendasarkan pada asas kemitraan, globalisasi pada masyarakat menimbulkan masalah yang semakin kompleks dan meluas, yang
kebersamaan dan keharmonisan di dalam masyarakat sangat mungkin terjadi di berbagai tempat Perkembangan ini menuntut pemecahan masalah dan
penanganan yang cerdas, kreatif dan cepat yang tidak mungkin dapat diatasi sendiri oleh Polri
5 Paradigma Reformasi dalam negara demokrasi yang plural kecuali dengan partisipasi dan bantuan warga masyarakatnya.
menuntut agar Polri mampu melaksanakan tugas dengan
berpegang pada prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia, berperan
sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, bukan mengambil
peran sebagai penguasa. Reformasi juga menghendaki keterbukaan 4. Kemitraan polisi dan masyarakat di dalam Polmas memungkinkan deteksi dini permasalahan
Polri serta kepekaan Polri terhadap aspirasi rakyat serta karena polisi dapat lebih cepat dan akurat memperoleh informasi tentang Kamtibmas, sehingga
memperhatikan kepentingan, kebutuhan dan harapan warga memungkinkan tindakan dan penanganan yang tanggap, cepat dan tepat dan baik oleh polisi
bahkan dalam keadaan mendesak masyarakat dapat mengambil tindakan yang pertama secara
6. Penerapan Polmas sebagai falsafah dan strategi merupakan cepat dan tepat sebelum polisi datang.
langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri
kepada masyarakat melalui kemitraan dengan warga masyarakat
untuk mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban 5 Penerapan strategi Polmas bagi Indonesia sangat tepat/cocok dengan budaya masyarakat
masyarakat dalam era demokrasi dan penegakan hak asasi Indonesia yang mengedepankan kehidupan berkomunitas, gotong royong, keseimbangan
manusia. (harmonis), dan kepedulian serta mendahulukan kepentingan umum.
7
DALAM PERATURAN KAPOLRI NOMOR 7 TAHUN 2008
DIKENAL ISTILAH PRINSIP-PRINSIP POLMAS, YAITU
komunikasi intensif.
2 kesetaraan:
3. Kemitraan:
4. transparansi asas keterbukaan polisi terhadap warga masyarakat komunitas serta pihak-pihak lain yang
terkait
5 akuntabilitas
6 partisipasi kesadaran polisi dan masyarakat untuk secara aktif ikut dalam berbagai kegiatan
komunitas/masyarakat untuk mendorong keterlibatan warga dalam upaya memelihara rasa aman dan Click icon to add picture
tertib,
7 personalisasi pendekatan polri yang lebih mengutamakan hubungan pribadi langsung daripada hubungan
formal/birokrasi
8. desentralisasi,
9. otonomisasi pemberian kewenangan atau keleluasaan kepada kesatuan kewilayahan untuk mengelola
Polmas di wilayahnya
10. proaktif segala bentuk kegiatan pemberian layanan polisi kepada masyarakat atas inisiatif polisi dengan
atau tanpa ada laporan/permintaan bantuan dari masyarakat
11. onentasi pada pemecahan masalah:
12. orientasi pada pelayanan bahwa pelaksanaan tugas Polmas lebih mengutamakan pelayanan polisi
kepada masyarakat berdasarkan pemahaman bahwa pelayanan adalah hak masyarakat yang harus
dilaksanakan oleh anggota polisi sebagai kewajibannya.
FALSAFAH POLMAS DIURAIKAN 8
SEBAGAI BERIKUT:
[Link] bukan merupakan obyek pembinaan dari petugas yang
berperan sebagai subyek penyelenggara keamanan, melainkan masyarakat 5. Upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap polisi harus
harus menjadi subyek dan mitra yang aktif dalam memelihara keamanan menjadi prioritas dalam pendekatan tugas kepolisian di lapangan
dan ketertiban di lingkungannya sesuai dengan hukum dan hak asasi karena timbulnya kepercayaan masyarakat (trust) terhadap Polri
manusia.
merupakan kunci pokok keberhasilan Polmas. Kepercayaan ini
[Link] keamanan tidak akan berhasil bila hanya ditumpukan
kepada keaktifan petugas polisi semata, melainkan harus lebih dibangun melalui komunikasi dua arah yang intensif antara polisi dan
ditumpukan kepada kemitraan petugas dengan warga masyarakat yang warga masyarakat dalam pola kemitraan yang setara.
bersama-sama akti mengatasi permasalahan di lingkungannya.
6. Penerapan Polmas pada dasarnya sejalan dengan nilai-nilai dasar
3. Petugas polisi di tengah masyarakat tidak berpenampilan sebagai alat budaya bangsa Indonesia yang terkandung dalam konsep
hukum atau pelaksana undang-undang yang hanya menekankan
Siskamswakarsa, sehingga penerapannya tidak harus melalui
penindakan hukum atau mencari kesalahan warga, melainkan lebih
menitikberatkan kepada upaya membangun kepercayaan masyarakat penciptaan konsep yang baru melainkan lebih mengutamakan Click icon to add picture
terhadap Polri melalui kemitraan yang didasan oleh prinsip demokrasi dan pengembangan sistem yang sudah ada yang disesuaikan dengan
hak asasi manusia, agar warga masyarakat lergugah kesadaran dan kekinian penyelenggaraan fungsi kepolisian modern dalam masyarakat
kepatuhan hukumnya. Oleh karenanya, fungsi keteladanan petugas Polri
sipil di era demokrasi
menjadi sangat penting.
4 Setiap petugas polisi harus senantiasa bersikap dan berperilaku sebagai 7 Untuk menjamin terpeliharanya rasa aman, tertib dan tenteram
mitra masyarakat yang lebih menonjolkan pelayanan, menghargai dalam masyarakat, polisi dan warga masyarakat menggalang
kesetaraan antara polisi dan warga masyarakat serta senantiasa kemitraan untuk memelihara dan menumbuhkembangkan pengelolaan
memfasilitasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangka keamanan dan ketertiban lingkungan. Kemitraan ini dilandasi norma-
mengamankan lingkungannya.
norma sosial dan/atau kesepakatan-kesepakatan lokal dengan tetap
mengindahkan peraturan-peraturan hukum nasional yang berlaku dan
menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia dan kebebasan
individu yang bertanggungjawab dalam kehidupan masyarakat yang
demokratis Strategi Polmas
9
SASARAN STRATEGI POLMAS MELIPUTI:
1 Tumbuhnya kesadaran dan kepedulian
masyarakat/komunitas terhadap potensi 4. Meningkatnya kesadaran hukum
gangguan keamanan, ketertiban dan masyarakat.
ketentraman di lingkungannya.
5. Meningkatnya partisipasi masyarakat Click icon to add picture
2 Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menciptakan Kamtibmas di
bersama dengan polisi untuk mengidentifikasi
akar permasalahan yang terjadi di
lingkungannya masing-masing
lingkungannya, melakukan analisis dan
memecahkan masalahnya. 6. Menurunnya peristiwa yang
mengganggu keamanan, ketertiban dan
. 3 Meningkatnya kemampuan masyarakat ketenteraman masyarakat/komunitas
untuk mengatasi permasalahan yang ada
bersama-sama dengan polisi dan dengan cara
yang tidak melanggar hukum.
10
OLEH KARENA ITU DALAM RANGKA IMPLEMENTASI STRATEGI DILAKUKAN METODE
POLMAS MELALUI PENYELENGGARAAN KEMITRAAN ANTARA POLRI DENGAN WARGA
MASYARAKAT YANG DIDASARI PRINSIP KESETARAAN
Metode ini dilakukan dengan pola operasionalisasi, berupa:
1. Upaya pemecahan masalah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lebih mengutamakan proses
mengidentifikasi akar permasalahan, menganalisa, menetapkan prioritas tindakan, mengevaluasi efektifitas tindakan
bersama dengan masyarakat, sehingga bukan hanya sekedar mencakup penanganan masalah yang bersifat sesaat. Click icon to add picture
2. Pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat menuju terwujudnya tujuh dimensi pelayanan masyarakat yang
mencakup komunikasi berbasis kepedulian, tanggap, cepat dan tepat, kemudahan pemberian informasi, prosedur yang
efisien dan efektif, biaya yang formal dan wajar, kemudahan penyelesaian urusan, lingkungan fisik tempat kerja yang
kondusif.
3. Upaya penegakan hukum lebih diutamakan kepada sasaran peningkatan kesadaran hukum daripada penindakan
hukum.
4. Upaya penindakan hukum merupakan alternatif tindakan yang paling akhir, bila cara-cara pemulihan masalah atau cara-
cara pemecahan masalah yang bersifat persuasif tidak berhasil.
11
TERDAPAT BEBERAPA PERSYARATAN GUNA
BENTUK-BENTUK KEGIATAN DALAM Click to add picture
MEMBANGKITKAN HUBUNGAN KEMITRAAN
DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT KEPADA PENERAPAN POLMAS ANTARA
POLRI DALAM PENERAPAN STRATEGI POLMAS LAIN:
YAITU:
1. Terwujudnya sikap perilaku yang didasari oleh 1. kegiatan pelayanan dan perlindungan warga masyarakat:
keyakinan, ketulusan dan keikhlasan semua
pimpinan pada setiap tingkatan organisasi polri 2. komunikasi intensif petugas Polri - warga masyarakat:
beserta seluruh anggota jajarannya
3. pemanfaatan FKPM untuk pemecahan masalah, eliminasi akar
2. Terwujudnya sikap dan perilaku segenap personel permasalahan dan pengendalian masalah sosial.
Polri baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari
4. pendekatan dan komunikasi intensif dengan tokoh-tokoh
maupun dalam kehidupan pribadi sebagai anggota
masyarakat yang menyadari bahwa warga
formal dan informal (adat, agama, pemuda, tokoh
masyarakat/ komunitas adalah pemangku perempuan/ibu, pengusaha, profesi dsb) dalam rangka
kepentingan (stakeholder) kepada siapa mereka mengeliminasi akar permasalahan dan pemecahan masalah
dituntut menyajikan layanan kepolisian yang keamanan/ketertiban
optimal. sikap, perilaku dan kesadaran ini akan
meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada 5. pemberdayaan pranata sosial untuk pengendalian sosial,
Polri. eliminasi akar masalah dan pemecahan masalah sosial,
6. penerapan Konsep Alternative Dispute Resolution (pola
3. Terwujudnya komunikasi yang intensif antara
penyelesaian masalah sosial melalui jalur alternatif yang lebih
warga masyarakat dengan Polri yang didasari
efektif berupa upaya menetralisir masalah selain melalui proses
prinsip kesetaraan saling menghargai, saling
hukum atau non litigasi), misalnya melalui upaya perdamaian,
menghormati hak dan kewajiban masing-masing:
7 pendidikan/pelatihan ketrampilan penanggulangan gangguan
4. Terwujudnya kesadaran masyarakat walaupun kamtibmas
berbeda latar belakang dan kepentingan bahwa
penciptaan situasi keamanan dan ketertiban 8. koordinasi dan kerjasama dengan kelompok formal atupun
umum adalah tanggung jawab bersama. informal dalam rangka pemecahan masalah Kamtibmas.