ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN PERADABAN
PENGARUH COVID 19
TERHADAP PERADABAN
MANUSIA
KASUS NYATA
Setiap pandemi selalu memicu sejumlah besar kematian dan mengakibatkan
kerugian, namun dibandingkan dengan pandemi lain Covid 19 telah
menimbulkan dampak yang luar biasa bagi peradaban manusia.
Di Tahun 2020 Pandemi Covid 19 belum dapat dikendalikan karena vaksin
penawarnya masih dalam tahap uji coba, Sementara disaat yang sama,
semua negara di dunia memiliki agenda untuk menyelenggarakan berbagai
kegiatan, baik itu sosial budaya maupun politik. Berbagai kegiatan tersebut
memicu risiko penyebaran Covid 19, sehingga tidak mungkin kegiatan-
kegiatan tersebut dilakukan.
Menguntip Tainter (1988:4), Jhon Danafer (2019), suatu peradaban dapat
dikatakan runtuh apabila mengalami kemunduran/kerugian ekonomi, sosial
budaya, dan politik secara cepat dan substansial dari kondisi sebelumnya
yang stabil/mapan.
Selain berdampak mematikan kehidupan manusia, Covid-19 memiliki
potensi mengubah peradaban, baik secara negatif maupun positif sekaligus.
Pandemi Covid 19 tak hanya menggerogoti peradaban, tapi juga
mengancam integrasi ekonomi global. Presiden Prancis, Emanuel Macron
misalnya, mengatakan bahwa Covid 19 akan mengubah sifat globalisasi
yang telah kita jalani selama 40 tahun terakhir. Menurut Macron, pandemi
Covid 19 ini seakan mempercepat proses deglobalisasi. Covid 19
menimbulkan ketakutan di banyak negara sehingga mulai lebih fokus
membenahi ekonomi domestik. Sementara Scott Marison, perdana mentri
Australia, mengatakan kepada parlemen, ‘Perdagangan terbuka telah
menjadi bagian inti dari kemakmuran kita selama ber abad abad. Tetapi
sama-sama kita perlu lihat kedaulatana ekonomi domestik kita juga’.
Jepang juga telah mulai menyelidiki cara untuk memutuskan
ketergantungan rantai pasokanya pada Cina dan berupaya untuk
memproduksi lebih banyak di dalam negeri. Presiden AS, Donald Trumph
yang telah mengaungkan slogan America First sejak 2016, memanfaatkan
Covid 19 untuk menggencarkan langkah proteksionisme. Covid 19 juga
telah mendorong sejumlah negara melarang ekspor karena khawatir akan
produksi makanan, peralatan medis, peralatan pelindung diri, dan obat
obatan dalam negeri yang tidak memadai. Kebijakan semacam itu tentu saja
akan memperburuk krisis ekonomi.
FAKTOR TERJADINYA
Faktor - faktor pandemi Covid 19 yang menyebabkan perubahan terhadap
Peradaban Manusia diantaranya :
• Memaksa umat manusia untuk merenggangkan relasi dan interaksi sosial,
• Anjuran memakai masker.
• Covid 19 juga mengganggu supply chain,
• Menghambat produksi hingga memperlambat perekonomian di seluruh
dunia.
• Selain itu, Covid 19 membuat layanan Keagamaan, Pendidikan dan
Pemerintahan terganggu. Dalam sejumlah kasus, layanan publik yang
terganggu membuat publik kecewa sehingga menyebabkan protes dan
kekacauan.
KONDISI ASAL
Kondisi asal peradaban manusia sebelum datangnya pandemi Covid 19
antara lain
• Kemajuan ekonomi, sosial budaya dan politik yang menyebabkan
manusia berada dalam kondisi ekonomi yang stabil dan mapan.
• Interaksi sosial antar manusia dapat terjalin dengan sempurna.
• Event dan kegiatan dapat terlaksana tanpa adanya larangan dari
pemerintah.
• Pekerjaan dan Sekolah dilaksanakan secara langsung, tidak dilakukan
secara daring (virtual).
DATA FAKTA YANG TERJADI
Fakta-fakta yang terjadi mengenai pengaruh Covid 19 terhadap Peradaban
Manusia diantaranya
• Covid 19 membawa suatu perubahan peradaban baru, karena di zaman
pandemi covid ini banyak yang mengalami kemunduran dan kerugian
ekonomi.
• Pengaruh Covid 19 memaksa manusia untuk menerapkan kebiasaan baru,
salah satu contohnya adalah dengan kewajiban memakai masker.
• Memaksa manusia untuk merenggangkan relasi dan interaksi sosial,
sehingga membuat manusia merasa kurang bersosialisasi.
ANALISIS DATA
Per tanggal 23 Januari 2023, jumlah kasus Covid 19 di Indonesia
Jumlah
7000000
6000000
5000000
4000000
3000000
2000000
1000000
0
Terkonfirmasi Dalam Perawatan Sembuh Meninggal
6.727.847 jiwa 5.607 jiwa 6.561.463 jiwa 160.777 jiwa
Jumlah
OPINI
Pandemi Covid 19 memaksa untuk merubah peradaban manusia,
memaksa manusia untuk menerapkan kebiasaan baru. Tak jarang
banyak manusia yang merasa adanya pandemi Covid 19 ini
merasa dirugikan, karena ketika pandemi Covid 19 melanda
banyak kerugian, misalnya saja ekonomi dunia yang merosot,
dan keterbatasan untuk melakukan aktivitas. Kemunduran hampir
di segala bidang, ekonomi, sosial budaya, bahkan politik
sekalipun mengalami dampak yang cukup signifikan.
LANDASAN HUKUM
• Peraturan Pemerintah (PP) No.21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial
Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19)
• Keputusan Presiden No.7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan
Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19)
• Undang Undang N0.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan
Permenkes No.9 Tahun 2020 yang Secara Spesifik mengatur tentang
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
• Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang
protokol Kesehatan yang diantaranya mengatur kebijakan tentang mencuci
tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.
SOLUSI NYATA
Pandemi Covid 19 telah banyak menimbulkan dampak dan perubahan
dunia. Covid 19 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap
semua sektor kehidupan. Misalnya saja di sektor Kesehatan, pemerintah
telah berupaya mempercepat pelaksanaan tracing, testing, dan treatment,
percepatan vaksinasi. Di sektor ekonomi, pemerintah telah melakukan
percepatan dalam penyaluran ragam bantuan, dan di sektor yang lainnya,
pemerintah telah mengeluarkan skema kebijakan untuk meminimalisir
dampak pandemi Covid 19 ini, sehingga peradaban manusia tidak terlalu
terpengaruh akan dampak yang ditimbulkan dari adanya pandemi Covid
19 ini.