0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan27 halaman

Teknik Penarikan Sampel Probabilita dan Nonprobabilita

Dokumen tersebut membahas berbagai teknik penarikan sampel dalam penelitian statistika sosial, mulai dari teknik probabilitas seperti acak sederhana, sistematis, stratifikasi, dan kluster, hingga teknik nonprobabilitas seperti sengaja. Setiap teknik dijelaskan prinsip dan contoh penerapannya dalam penelitian.

Diunggah oleh

charenpra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan27 halaman

Teknik Penarikan Sampel Probabilita dan Nonprobabilita

Dokumen tersebut membahas berbagai teknik penarikan sampel dalam penelitian statistika sosial, mulai dari teknik probabilitas seperti acak sederhana, sistematis, stratifikasi, dan kluster, hingga teknik nonprobabilitas seperti sengaja. Setiap teknik dijelaskan prinsip dan contoh penerapannya dalam penelitian.

Diunggah oleh

charenpra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGANTAR STATISTIK SOSIAL

MODUL 5

PENARIKAN SAMPEL
KELOMPOK 7
CHAREN TIFANI PRAMUNINGTYAS
AISYAH DWI SAFITRI
K.B 1

PENARIKAN SAMPEL
PROBABILITA
Dalam proses penarikan sampel secara probabilita, tentunya prinsip
dasar tersebut menjadi landasan dalam melakukan penarikan sampel
secara probabilita. Dalam konteks penarikan sampel, pengertian
probabilita diterjemahkan menjadi adanya kesempatan yang sama bagi
setiap elemen yang ada di dalam populasi untuk terpilih sebagai
sampel.
Urut Abjad

Daftar anggota populasi A


1. Andi 11. Boni
2. Ari 12. Budi
3. Asti 13. Erlita
4. Ayu 14. Fanti
5. Andika 15. Gunawan
6. Aulia 16. Galuh
7. Aliandu 17. Ginanjar
8. Austin 18. Handoko
9. Alneka 19. Irsan
10. Abi 20. Irawan
Abjad Acak

Daftar anggota populasi A


1. Abi 11. Gunawan
2. Handoko 12. Erlita
3. Andika 13. Galuh
4. Austin 14. Aliandu
5. Irawan 15. Alneka
6. Budi 16. Ginanjar
7. Ayu 17. Asti
8. Fanti 18. Ari
9. Andi 19. Aulia
10. Irsan 20. Boni
[Link] PENARIKAN SAMPEL ACAK SEDERHANA
(SIMPLE RANDOM SAMPLING)

Pernahkah anda ikut arisan ?


Prinsip yang digunakan dalam arisan ini merupakan salah satu gambaran
sederhana mengenai penarikan sampel secara acak sederhana.
PRINSIP PENGGUNAAN TABEL
ANGKA RANDOM (ACAK)

1 2 3
Kita perlu mengetahui Menentukan secara acak Setelah menentukan titik
jumlah populasi yang kita angka pertama pada tabel awal, Anda bisa mulai
miliki. Jumlah populasi angka rand (acak). Anda melakukan penarikan
ini akan menentukan bebas menentukan titik sampel menggunakan
jumlah digit yang harus awal dari manapun. jumlah digit (tiga digit)
bisa ke arah kanan arah
kita ambil pada angka
kiri, ke atas, atau ke
yang ada di dalam tabel
bawah, sesuai
angka random (acak).
kesepakatan atau keingin
peneliti.
Kembali ke kasus yang sedang kita bahas, kita sudah mengetahui bahwa ada
1 kelipatan angka maksimum, yaitu 900 dan 450, selanjutnya angka terpilih
bisa kita kurangi dengan angka maksimum atau dengan angka kelipatan
maksimum yang terdekat.
1. 870 – 450 = 420 > dikurangi 450 karena lebih dekat
2. 838 – 450 = 388 > dikurangi 450 karena lebih dekat
3. 439
4. 447
5. 915 – 900 = 15 > lebih dekat dengan angka 900
6. dst
B. TEKNIK PENARIKAN SAMPEL SISTEMATIS
(SYSTEMATIC SAMPLING)

Untuk melakukan penarikan sampel secara sistematis, kita harus


menemukan nilai intervalnya terlebih dahulu.

N N : jumlah populasi
n n : jumlah sampel
Misalnya kita mendapat sampel pertama
CONTOH nomor urut 10, maka sampel berikutnya
tinggal menjumlahkan dengan nilai
intervalnya sehingga sampel terpilih :
Jika kita ketahui jumlah populasi sebanyak 1. 10
450 dan kita akan mengambil sampel 2. 10 + 3 = 13
sebanyak 150 maka nilai intervalnya 3. 13 + 3 = 16
adalah : 4. 16 + 3 = 19
5. 19 + 3 = 22
N 450 6. 22 + 3 = 25
= = 3
n 150 7. 25 + 3 = 28
8. 28 + 3 = 31
9. 31 + 3 = 34
10. 34 + 3 = 37, dst.
Setelah interval ditemukan, kita ambil angka
CONTOH pertama sebagai sampel pertama, lalu
jumlahkan dengan interval yang ada.
Sampel berikutnya yang terpilih adalah
Fraction Interval angka yang ada di depan koma :
Jumlah populasi ada 450, kita akan
mengambil sampel 100
1. 15
2. 15 + 4,5 = 19,5 sampelnya 19
N 3. 19,5 + 4,5 = 24
450 = 4,5
= 4. 24 + 4,5 = 28,5 sampelnya 28
n 100
5. 28,5 + 4,5 = 33
6. 33 + 4,5 = 37,5 sampelnya 37
7. dst
C. TEKNIK PENARIKAN SAMPEL STRATIFIKASI
(STRATIFIED SAMPLING)

Dalam penelitian sosial, sering kali tidak hanya dibatasi oleh satu variabel
atau dua variabel yang saling berhubungan, namun juga bisa mencakup lebih
dari dua variabel, dimana variabel ketiga merupakan variabel kontrol.

Variabel kontrol ini cenderung memengaruhi pola hubungan yang terjadi


diantara dua variabel yang saling berhubungan.
Rumus untuk mengambil sampel proposional

sub populasi
x sampel
populasi
CONTOH
PROPORSIONAL

Suatu penelitian dengan judul pengaruh tutorial online terhadap IPK mahasiswa berdasarkan
jurusan. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa FISIP UT yang terdiri dari empat jurusan
dengan perbandingan sebagai berikut :

1. Mahasiswa Sosiologi = 100


2. Mahasiswa Bahasa = 75
3. Mahasiswa Administrasi = 150
4. Mahasiswa Komunikasi = 125
CONTOH
PROPORSIONAL

Dengan demikian kita ketahui jumlah populasi 450 orang. Jika kita mengambil sampel
sebanyak 200 orang maka :

100
Sosiologi : x 200 = 44,4 dibulatkan menjadi 44
450
75
Bahasa : x 200 = 33,3 dibulatkan menjadi 33
450
150
Administrasi : x 200 = 66,6 dibulatkan menjadi 67
450
125
Komunikasi : x 200 = 55,5 dibulatkan menjadi 56
450
CONTOH
NONPROPORSIONAL

Kita masih menggunakan contoh penelitian yang sama dengan jumlah mahasiswa yang berbeda
di setiap jurusannya.

1. Mahasiswa Sosiologi = 25
2. Mahasiswa Bahasa = 10
3. Mahasiswa Administrasi = 275
4. Mahasiswa Komunikasi = 140
CONTOH
NONPROPORSIONAL

Dengan demikian kita ketahui jumlah populasi 450 orang. Jika kita mengambil sampel
sebanyak 200 orang maka :

25
Sosiologi : x 200 = 11,1 dibulatkan menjadi 11
450
10
Bahasa : x 200 = 4,4 dibulatkan menjadi 4
450
275
Administrasi : x 200 = 122,2 dibulatkan menjadi 122
450
140
Komunikasi : x 200 = 62,2 dibulatkan menjadi 62
450
D. TEKNIK PENARIKAN SAMPEL
KLUSTER (CLUSTER SAMPLING)

Seperti halnya teknik penarikan stratifikasi, teknik penarikan sampel ini pun
tidaklah murni karena dalam prosesnya dilakukan pula teknik penarikan
sampel acak sederhana atau sistematis.

Teknik penarikan sampel kluster dapat dilakukan dalam satu tahap, namun
bisa pula dilakukan dua tahap atau lebih.
Secara sistematis, teknik penarikan sampel probabilita tergambar sebagai berikut :

Teknik penarikan sampel Karakteristik

Acak sederhana Kerangka sampel lengkap


Populasi homogen
Sistematis Kerangka sampel lengkap
Populasi homogen dan berjumlah banyak
Stratifikasi Kerangka sampel lengkap
Populasi heterogen
Pembentukan strata berdasar teori
Kluster Kerangka sampel tidak lengkap
K.B 2

PENARIKAN SAMPEL
NONPROBABILITA
A. PENARIKAN SAMPEL SECARA SENGAJA
(PURPOSIVE SAMPLING)

Penarikan sampel secara sengaja didasarkan pada pengetahuan yang dimiliki


oleh peneliti terhadap sampel yang akan diambil.

Penunjukan sampel oleh peneliti dilakukan berdasarkan keyakinan peneliti


bahwa sampel yang ia pilih benar-benar merupakan bagian dari populasinya.
B. TEKNIK PENARIKAN SAMPEL SECARA
KEBETULAN (ACCIDENTAL SAMPLING)

Prinsip dasar yang digunakan peneliti dalam menentukan sampel adalah


kemudahan dalam memilih sampel.

Dikatakan secara kebetulan karena memang dalam proses memilih sampel


didasarkan pada unsur kebetulan.
C. TEKNIK PENARIKAN SAMPEL SECARA
BERGULIR (SNOWBALL SAMPLING)

Penarikan sampel secara bergulir atau dalam kata lain penarikan sampel
dengan metode bola salju didasarkan pada informasi yang didapat dari
responden sebelumnya.
D. TEKNIK PENARIKAN SAMPEL
BERDASARKAN KUOTA ( QUOTA SAMPLING)

Prinsip dasar penarikan sampel secara kuota hampir serupa dengan teknik
penarikan sampel dengan cara kluster. Perbedaannya terletak pada prinsip
probabilitanya. Jika dalam penarikan sampel secara kluster pemilihan sub-
subnya dilakukan secara acak (random) maka dalam penarikan sampel secara
kuota pemilihan sub-subnya bisa dilakukan secara sengaja (purposive).
FISIP

SOSIOLOGI ADMINISTRASI BAHASA KOMUNIKASI

Dari dua jurusan yang terpilih secara sengaja,


Dar

dilakukan penarikan sampel secara purposive atau


accidental
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai