VARIABEL PENELITIAN PENDIDIKAN
KELOMPOK 4
AMIRUDDIN 1-6
ARBAIN NURANSYAB 7-12
SYAMSUL MA’ARIF 13-18
FHEBRI ADI 19-25
JAY HARUN SETIAWAN 26-31
PENEGRIAN VARIABEL PENELITIAN
Variable berasal dari Bahasa inggris variable dengan arti “ubahan”,
“faktor tetap”, atau “gejalah yang dapat diubah-ubah”. Istilah
variable dapat di artikan bermacam macam. Menurut Sungiyono, >
variable penelitian pada dasarnya adalah suatu hal yang berbentuk
apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga <
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
kesimpulan. Kelinger menyatakan bahwa variable adalah konstruk
atau sifat yang akan dipelajari, sehingga merupakan representasi
kongkrit dari konsep abstrak. 1
PENEGRIAN VARIABEL PENELITIAN
Sebagai contoh tingkat aspirasi ontoh tingkat aspirasi, penghasilan,
pendidikan, status sosisal, jenis kelamin, golongan gaji, produktivitas
kerja dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa >
variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu
<
nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian variabel itu
merupakan suatu yang bervariasi. Selanjutnya Keddles dalam
Surahman menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas
(qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan
darinya. 2
PENEGRIAN VARIABEL PENELITIAN
Secara teoritis, variabel didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau
subyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan orang yang
lain atau satu objek dengan objek lain. Bervariasi berarti pada veriabel
tersebut mempunyai nilai, skor, ukuran yang berbeda. Variabel juga
>
dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu.
Tinggi, berat badan, sikap, kepemimpinan kepala sekolah, disiplin <
guru, merupakan atribut dari objek. Hasil belajar, kinerja guru,
kreativitas belajar adalah merupakan contoh variabel penelitian
pendidikan. Berat badan dapat dikatan variabel, Karena berat badan
sekolompok orang itu bervariasi antara satu dengan yang lain,
3
PENEGRIAN VARIABEL PENELITIAN
Demikian juga motivasi belajar dari siswa tentu bervariasi. Jadi kalau peneliti
akan memilih variabel penelitian, baik yang dimiliki orang objek, maupun bidang
kegiatan dan keilmuan tertentu, maka harus ada variasinya. Variabel yang tidak
ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel. Untuk dapat bervariasi, maka
peneliti harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau objek yang >
bervariasi. Selain itu definisi variabel penelitian merupakan suatu objek, atau
sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam- <
macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan
tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut diatas,
dapat diartikan bahwa variabel merupakan segala sesuatu yang akan menjadi
objek pengamatan penelitian, dimana didalamnya terdapat faktor-faktor yang
berperan dalam peristiwa yang akan diteliti. 4
FUNGSI
Fungsi ditetapkannya variabel adalah untuk mempersiapkan alat dan
metode analisis/pengolahan data dan untuk pengujian hipotesis. Dengan
demikian, variabel adalah suatu atribut, sifat tau nilai yang didapat dari >
orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu dan sekurang- <
kurangnya mempunyai dua klasifikasi yang diambil dari suatu nilai yang
berbeda (different values), ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari atau
ditarik kesimpulannya.
5
FUNGSI
Jadi jika dikaitkan dengan proses pengukuran, maka variabel
merupakan:
1. Besaran tertentu dari sifat suatu objek/orang (characteristic of >
objects or person) <
2. Besarnya dapat ditangkap oleh panca indra (observable)
3. Nilainya berbeda-beda dari pengamatan ke pengamatan
berikutnya (differs from observation to observation) 6
PENGERTIAN VARIABEL PENELITIAN MENURUT PARA AHLI
Menurut F.N. Kerlinger
Pengertian variabel menurut Kerlinger adalah konsep yang memiliki macam-macam nilai, dan
variabel adalah konsep yang sudah diubah.
Menurut Freddy Rankuti >
Pengertian variabel adalah konsep yang memiliki nilai bervariasi dan nilai tersebut bisa dibagi
<
menjadi 4 data (empat) yang berbeda, yaitu skala, rasio, ordinal, nomina dan intenal.
Menurut Sutrisno Hadi
Definisi variabel merupakan variasi dari objek penelitian, misalnya saja tinggi manusia dan
divariasikan dengan umur atau berat badan yang dimilikinya.
7
PENGERTIAN VARIABEL PENELITIAN MENURUT PARA AHLI
Menurut Sugiyono (2009)
Arti variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Menurut Moh. Nazir
Pengertian variabel menurut Moh. Nazir adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam >
nilai. <
Menurut Suharsimi Arikunto (1998)
Definisi variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu titik
perhatian suatu penelitian.
8
Variabel berdasarkan sifat adalah pembagian kelompok konsep arti penelitian dilihat
dari karakteristik dengan pengamatan secara lain terkait suatu objek atau peristiwa >
yang dapat dijelaskan menurut beberapa klasifikasi atau skema pengukuran yang
<
didefinisikan dengan baik. Untuk meng-klasifikasi variabel sebuah penelitian bisa
dilakukan dengan beberapa cara seperti berdasarkan sifat, kedudukan, skala, dan alat
ukur pengumpulan datanya.
9
Berdasarkan sifatnya fariabel penelitian terbagi menjadi tiga yaitu:
a. Variabel kategori
Variabel kategori adalah variabel yang bisa diklasifikasikan secara pilah
(mutually exclusive). Salah satu contoh dari variabel yang memiliki sifat
kategoris seperti, jenis kelamin, warna kulit, status perkawinan dan suku. >
b. Variabel diskrit
Variabel diskrit merupakan variabel yang pengumpulan datanya dilakukan <
dengan cara membilang atau mencacah. Nah, dari hasil proses membilang
maka data diskrit ini mempunyai satuan ukuran yang utuh, sehingga tidak
memungkinkan data berupa pecahan. Contohnya: jumlah anak, jumblah
penduduk, jumlah sekolah, jumblah provensi, jumblah murid dan jumblah
usia. 10
Variable kontinun
Variabel kontinun adalah variabel yang didalam datanya terdapat dalam
suatu kontinun yang diperoleh dari proses mengukur. Misalnya, seperti
>
variabel berat badan 10kg yang diperoleh dari hasil pengukuran. Nah, dari
<
hasil pengukuran tersebut pada dasarnya berada dalam suatu kontinun, bisa
jadi 9,98 kg atau bisa juga 10,21 kg data dari variabel kontinun
memungkinkan bentuk pecahan. Karena, hasil dari pengukuran berada dalam
sebuah kontinun. 11
Berdasarkan Kedudukannya
Jika, berdasarkan kedudukannya variabel penelitian terbagi menjadi 2 bagian
yaitu:
>
• Variable Bebas <
Variabel bebas adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama untuk
menunjukkan pengaruhnya terhadap variabel terikat. Biasanya keberadaan
variabel ini dalam penelitian menjadi variabel yang menjelaskan terjadinya
fokus atau suatu topik penelitian. 12
• Variable Terikat
Variabel terikat merupakan variabel yang mengalami perubahan karena
perlakuan variabel bebas. Biasanya keberadaan variabel ini dalam penelitian
>
sebagai variabel yang dijelaskan dalam fokus atau topik penelitian
<
13
Berdasarkan Skalanya
1. Berdasarkan Skalanya
Berdasarkan skalanya variabel penelitian juga terbagi menjadi 4 bagi yakni
a. Variable nominal
>
Variabel nominal adalah variabel yang tingkat skalanya hanya memilah. Perlu anda ketahui
ada dua sifat dari perbedaan nilai variabel yaitu: <
Perbedaan nilai variabel tidak memiliki makna apapun selain menjadi keperlian
memberikan tanda atau label saja.
Pebedaan nilai juga tidak memiliki sifat yang dapat diurutkan berdasarkan suatu nilai
tertentu karena sifat skalanya hanya sebatas nominal saja. 14
• Variable Ordinal
Variabel ordinal adalah variabel yang penerapan skornya dimaksudkan untuk
mengurutkan berdasarkan nilai yang dimiliki objek dalam variabel yang telah diukur.
Maka dari itu sebuah objek yang memiliki skor lebih tinggi dari yang lain dapat >
dikatakan memiliki nilai yang lebih daripada objek lain dalam variabel yang diukur.
<
Misalnya, Seorang siswa yang memperoleh nilai 95 dalam tes prestasi belajar lebih
pandai dari siswa yang memperoleh nilai 85. Beberapa hal termasuk dalam variabel
yang memiliki skala ordinal seperti: kecerdasan, prestasi belajar, kreativitas,
kemampuan penyesuaian diri dan lain sebagainya,
15
Variabel interfal
Variabel interval merupakan variabel yang memiliki skala dengan interval
yang sama. Karena variabel ini mempunyai interval yang sama maka
>
datanya dengan skala interval dapat dijumlahkan. Misalnya, pada data
<
variabel suhu sebuah benda yang memiliki suhu 40oC lalu ditambahkan
60oC maka benda tersebut memiliki suhu 100oC. Nah, dari contoh diatas
kita bisa melihat bahwa suhu merupakan variabel dengan skala interval.
16
• Variabel rasio
Varibel rasio adalah variabel yang memiliki skala tingkat lebih tinggi atau sama
dengan skala interval. Jadi, variabel ini mempunyai angka 0 (nol) [Link]
>
variabel atau skala rasio ini jarang digunakan pada penelitian di bidang ilmu
<
sosial, akan tetapi lebih banyak digunakan pada penelitian ilmu-ilmu eksak
(pasti). Jadi, maksud dari Nol mutlek ini tidak punya sama sekali. Contohnya,
jika panjang besi diukur dari angka Nol, artinya dimulai dari titik awal dari
sebuah besi karena titik ini dianggap tidak punya panjang. 17
Berdasarkan alat ukur
Menurut alat ukur pengumpulan datanya, sebuah variabel dapat digolongkan
menjadi dua bagian:
Variable faktual merupakan variabel yang alat ukurnya tidak perlu dibakukan,
karena kesalahan data bukan merupakan kesalahan alat ukurnya. Misalnya bila >
seseorang atau responden tidak jujur dalam mengisi data tentang variabel usia, maka <
kesalahan tidak terletak pada alat ukurnya. Begitupula dengan agama, jenis kelamin,
usia, pendidikan, pekerjaan, asal daerah, dan lain sebagainya merupakan variabel
faktual.
18
Berdasarkan alat ukur
• Variable konsep
Variabel konsep adalah variabel yang alat ukur pengumpulan datanya
harus terlebuh dahulu dibakukan sebelum digunakan untuk pengumpulan
>
data. Hal ini deisebabkan karena kemungkinan adanya kesalahan
<
pengumpulan data oleh alat ukur yang salah konsep. Contohnya, data
motivasi belajar bisa menjadi salah karena ada beberapa pertanyaan
ataupun pernyataan yang tidak mengukur apa yang semestinya diukur
(tidak valid) atau tidak memberikan hasil yang konsisten (tidak reliabel). 19
Macam-Macam Variable Penelitian
Ada banyak macam (jenis) variabel yang dapat digunakan dalam suatu penelitian.
Jenis penelitian yang dapat memanfaatkan beragam variabel antara lain penelitian
eksperimen. Namun, selama ini dalam penelitian di bidang pendidikan pada
umumnya hanya menggunakan dua variabel yakni variabel bebas dan variabel >
terikat. Dalam penelitian pendidikan, sebenarnya ada cukup banyak variabel yang <
dapat digunakan antara lain berupa variabel kontrol, variabel antara, dan variabel
moderator. Berbagai macam variabel tersebut perlu dipahami oleh peneliti agar
dapat menggunakan variabel tersebut secara tepat. Dibawah ini dijelaskan
mengenai macam-macam variabel tersebut: 20
Variabel Bebas
Variabel bebas diartikan sebagai suatu kondisi atau nilai yang jika muncul maka akan
memunculkan (mengubah) kondisi atau nilai yang lain. Dengan demikian, jika ditinjau
keberadaannya, variabel bebas pada umumnya terlebih dahulu muncul (ada), dan akan diikuti
variabel yang lainnya. Dalam rangkaian kegiatan ilmiah, peneliti dalam menentukan variabel
>
bebas tidak boleh secara sembarangan. Variabel bebas bukanlah suatu kondisi yang terlepas
sama sekali dengan keberadaan variabel terikat. Dengan demikian, keberadaan variabel bebas <
pada umumnya terkait atau ada hubungannya dengan keberadaan variabel terikat. Beberapa
wujud penelitian pendidikan adalah berupa penelitian eksperimen, dan penelitian tindakan.
Dalam penelitian eksperimen maupun penelitian tindakan, variabel bebas merupakan variabel
yang dimanipulir (dirancang dan diimplementasikan) oleh peneliti. 21
Variable Terikat
Variabel terikat merupakan suatu kondisi atau nilai yang muncul sebagai akibat adanya variabel
bebas. Baik variabel bebas maupun variabel terikat sebenarnya dapat dikaji (ditentukan) dari judul
penelitian. Namun di dalam susunan judul penelitian, letak variabel terikat tidak berarti selalu
berada setelah variabel bebas. Peneliti dapat menentukannya variabel terikat secara rasional, yakni
>
dengan menentukan mana variabel yang munculnya sebagai akibat dari variabel lain. Contoh satu.
<
Pada judul penelitian “Pengaruh Konsep Diri terhadap Kemandirian Belajar Siswa SMP Pandawa
Salatiga”, variabel bebasnya adalah Konsep Diri, dan variabel terikatnya berupa Kemandirian
Belajar. Hal ini disebabkan bahwa kemandirian belajar siswa muncul sebagai akibat adanya konsep
dirinya. Cara penentuan masing-masing jenis variabel berdasar susunan kalimat dalam judul
tersebut relatif lebih mudah. 22
Variabel Control
Dalam tulisannya Azwar (1999) menyatakan bahwa variabel kontrol
atau kendali merupakan variabel bebas tetapi efek pengaruhnya
terhadap variabel tergantung dikendalikan (dikontrol) oleh peneliti
sehingga pengaruhnya netral. Perlu dipahami bahwa variabel kontrol
banyak digunakan ketika peneliti melakukan eksperimen murni, yang >
berfungsi untuk mengendalikan pelaksanaan eksperimen agar dapat <
berjalan sesuai rancangan penelitiannya. Selain itu, penggunaan
variabel kontrol juga berfungsi agar hasil eksperimen tidak tercampuri
oleh kondisi luar tetapi memang sebagai akibat dari eksperimen itu
sendiri. Dalam penelitian pra-eksperimen maupun eksperimen semu
khususnya pada penelitian bidang pendidikan, peneliti tidak perlu
menyibukkan diri dengan variabel kontrol. 23
Variabel Control
Jika penelitian 36 eksperimen dalam bidang pendidikan dilakukan
dengan menggunakan variabel kontrol maka dalam penelitian tersebut
sulit atau bahkan tidak akan diketemukan subjek penelitian yang
diinginkan. Hal ini disebabkan karena tidak ada seorangpun di dunia
yang memiliki sifat, karakter, atau ciri-ciri yang sama persis dalam >
segala hal. Dalam penelitian eksperimen di bidang pendidikan, baik <
pra-eksperimen maupun eksperimen semu, selalu mengesampingkan
perbedaan keseluruhan kondisi subjek penelitiannya. Subjek dianggap
memiliki kondisi yang sama. Dengan demikian, variabel kontrol bukan
menjadi perhatian utama dalam penelitian eksperimen di bidang
pendidikan tetapi tetap mengutamakan perhatian terhadap variabel
bebas dan terikat. 24
• Variabel moderator
merupakan variabel bebas untuk menentukan sejauhmana efeknya ikut mempengaruhi hubungan
antara variabel bebas dengan variabel tergantung. Keberadaan variabel moderator ini bukan
termasuk utama untuk diamati. Variabel moderator dibiarkan bervariasi agar pengaruhnya terhadap >
variabel tergantung dapat diamati dan diperhitungkan sehingga dapat diperoleh kesimpulan yang
<
lebih cermat mengenai hubungan variabel bebas dengan variabel tergantung. Sebaliknya keberadaan
variabel kendali justru diminimalisir atau bahkan dihilangkan pengaruhnya. Variabel moderator
selalu berupa kategorikal yakni variasinya berupa kategori atau klasifikasi atau level. Asumsinya
karena dalam desain penelitian masing-masing level pada variabel bebas akan memiliki efek yang
berbeda terhadap keberadaan variabel tergantung. 25
• Variabel Antara
Variabel antara merupakan suatu faktor yang secara teoritik (konseptual)
berpengaruh terhadap fenomena hubungan antara bebas dan terikat. Dalam
>
penelitian, variabel antara tanpa dilakukan pengukuran maupun dimanipulasi,
<
tetapi dikaji keberadaannya. Variabel antara berfungsi untuk menjelaskan
hubungan kedua variabel tersebut, yang nampak (terwujud) saat peneliti
membahas hasil analisis hubungan antara variabel bebas dengan terikat. 37
26
Hubungan Antara Variabel Penenlitian
Kita ketahui bahwa dalam penelitian pendidikan banyak sekali variabel yang digunakan. Oleh
karena itu, hubungan antarvariabel penting untuk diketahui secara saksama. Pada dasarnya setiap
penelitian diarahkan untuk membahas, dan mencari hubungan (relasi) antarvariabel, misal penelitian
tentang keberhasilan seseorang dalam mendidik murid yang berprestasi (variabel) ditentukan oleh faktor- >
faktor (variabel) motivasi usaha tinggi, kegigihan (etos) berusaha tak kenal lelah, dan lingkungan
<
eksternal yang mendukung. Contoh lain adalah hubungan tingkat pengetahuan guru dalam mendidik
seorang siswa dengan ketersediaan media massa (mass media exposure). Secara elementer dapat
diidentifikasi dua jenis pola atau kelompok pola hubungan antarvariabel dalam penelitian pendidikan,
yaitu hubungan simetris dan hubungan asimetris. Jenis hubungan variabel penelitian pendidikan dalam
konteks fungsi, sebagai berikut: 27
Hubungan Simetris
Hubungan simetris adalah hubungan yang salah satu variabelnya tidak dipengaruhi atau
disebabkan oleh variabel lainnya. Dengan demikian, dalam pola simetris sulit diidentifikasi mana yang
mempengaruhi dan mana yang dipengaruhi, serta mana yang lebih dulu dan mana yang kemudian.
Pola hubungan simetris ini ada beberapa macam.
>
Kedua Variabel Merupakan Indikator dari Sebuah Konsep
<
yang Sama Contoh, tingkat melek huruf (literasi) sering dibarengi dengan peningkatan
kesejahteraan. Keduanya merupakan indikator atau tanda kemajuan bangsa, tetapi tidak dapat
dikatakan bahwa tingkat melek huruf mempengaruhi peningkatan kesejahteraan atau sebaliknya
karena keduanya merupakan indikator dari sebuah konsep yang sama atau sejajar, yaitu kemajuan
28
bangsa.
Variabel Merupakan Akibat dari Suatu Faktor yang Sama
Contoh, pada satu masyarakat yang memiliki televisi didapatkan kenyataan tingkat konsumsi tinggi
setelah melihat iklan secara intensif. Kedua variabel tidak saling mempengaruhi, tetapi keduanya
merupakan akibat dari adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang bersangkutan. >
Variabel Berkaitan secara Fungsional <
Contoh, berkembangnya perguruan tinggi di satu masyarakat memajukan perekonomian masyarakat
sekitar kampus tersebut. Jadi, keduanya berkaitan secara fungsional. Dengan adanya kampus di suatu
tempat maka akan tumbuh usaha-usaha kecil, seperti warung makan, tempat kos, dan fotokopi.
29
Hubungan Asimetris
Hubungan asimetris adalah hubungan yang teratur antara variabel bebas
(independent) dan variabel terikat (dependent) yang cenderung bersifat satu
arah. Dalam hal ini terdapat hubungan dengan enam pola.
>
Hubungan antara Stimulus dan Respons
<
Stimulus adalah rangsangan dan respons adalah tanggapan. Contoh, hubungan
antara stimulus dan respons adalah seorang guru bertanya kepada para
muridnya lalu para muridnya memberikan tanggapan dengan menjawab
pertanyaan gurunya. 30
Hubungan Timbal Balik
Hubungan timbal balik merupakan hubungan antar dua variabel yang saling
timbal bali, maksudnya adalah satu variabel dapat menjadi sebab dan juga
>
akibat terhadap varibel lainnya, demikian pula sebaliknya, sehingga tidak
<
dapat ditentukan varibel mana yang menjadi sebab atau variabel mana yang
menjadi akibat. misalnya dalam waktu variabel x mempengaruhi y, dan
dalam waktu lain variabel y dapat mempengaruhi x.
31
Terima Kasih