MODEL
LEWIN
Kelompok 5
Kelas O
ANGGOTA KELOMPOK 5
1 Putu Ari Handayani (2017051028)
2 Luh Putu Rani (2017051029)
3 Kadek Dwi Apriyantini (2017051030)
4 Ni Luh A. Km Pestianingsih (2017051031)
5 I Komang Bayu Arta Jaya (2017051034)
MODEL LEWIN
Salah satu teori klasik dalam Dikenal sebagai
mengelola perubahan yaitu Teori Bapak Manajemen
perubahan
Kurt Lewin atau dikenal dengan
istilah Model Lewin
Dianggap sebagai orang
pertama dalam ilmu sosial
Seperti namanya model perubahan
yang secara khusus
ini merupakan hasil pemikiran dari melakukan studi tentang
perubahan secara ilmiah
Kurt Lewin
Kurt Lewin
Psikolog Jerman-Amerika
LANJUTAN
Model Lewin ini mendeskripsikan
tahapan-tahapan dalam melakukan
perubahan terencana dan perbaikan Teori Lewin dikenal secara eksplisit
secara terus-menerus membantu menegaskan bahwa perubahan
dalam dalam keberlanjutan jangka merupakan hal yang nyata.
panjang dalam suatu manajemen Model
organisasi.
Lewin
Perubahan terencana diklasifikan Sangat penting bagi manajer ataupun
sebagai saha yang disengaja dilakukan agen perubahan untuk mengidentifikasi
dengan perhitungan yang matang teori atau model perubahan yang sesuai
sertabersifat kolaboratif untuk yang menyediakan kerangka kerja dapat
menghasilkan perbaikan dalam system mengimplementasikan, mengelola dan
dengan bantuan agen perubahan mengevaluasi perubahan
LANJUTAN
Menurut Lewin (1951), perubahan terjadi karena munculnya tekanantekanan terhadap individu,
kelompok, dan organisasi
Teori ini memfokuskan pada pertanyaan “mengapa”
Mengapa Berubah ????
Individu Kelompok Organisasi
Kekuatan tekanan (driving forces) akan
Lewin mencari tahu berhadapan dengan keengganan (resistances)
bagaimana perubahan Kesimpulan untuk berubah, perubahan itu sendiri dapat
dapat dikelola dan terjadi dengan memperkuat driving forces atau
menghasilkan sesuatu. melemahkan resistances tersebut
LANJUTAN
Refreezing 3
Movement 2
Unfreeze 1
Konsep Force Field Analysis Lewin’s Three Step Model
UNFREEZE
”
Tahap ini membahas mengenai persiapan
untuk berubah, yaitu kesadaran dan
pemahaman bahwa perubahan mulai
diperlukan serta bersiap-siap untuk mulai
menjauhi zona nyaman yang ada saat ini
sehingga tahap ini disebut juga sebagai
tahap persiapan diri.
Tahap unfreeze terbagi dalam tiga sub proses
” Tahap pertama dalam model Lewin yang
dibentuk dengan teori perilaku manusia
yang memiliki relevansi terhadap kesiapan
perubahan yaitu perlunya kondisi perubahan
karena adanya kesenjangan yang besar antara
dan perilaku perusahaan. tujuan dan kenyataan.
UNFREEZE
Umumnya, tahap pencairan (unfreeze)
melibatkan tiga aktivitas, yaitu:
Menelaah dan memahami status quo atau
1. keadaan perusahaan saat ini untuk melihat
jarak yang ada antara keadaan yang
diharapkan dengan keadaan saat ini.
2. Meningkatkan dan menekankan faktor-faktor
yang menguatkan untuk melakukan
perubahan.
3. Mengurangi faktor-faktor yang
resisten terhadap perubahan tersebut.
bersifat
Movement
Tahap kedua pada model ini terjadi pada saat
organisasi melakukan perubahan atau transisi. Pola
pikir individu-individu organisasi dalam tahap ini
sudah berubah dari pola pikir yang lama dan sudah
memiliki motivasi serta siap untuk perubahan yang
berlaku.
Penerapan gaya kepemimpinan yang baik adalah
penting dan dengan mencermati strategi-strategi
perubahan yang sesuai untuk dilakukan agar dapat
memberi solusi yang optimal untuk mengurangi
resistensi terhadap perubahan. Tujuan akhir dari
tahap ini adalah agar setiap orang tetap dalam
kondisi siap berubah.
THREE
MANAJEMEN PERUBAHAN
REFREEZİNG
Tahap ini perlu dilakukan setelah perubahan
diimplementasikandengan tujuan untuk
mempertahankan keberlanjutannya. Tahapan ini
merupakan proses integrasi dari nilai-nilai yang baru
untuk berlaku pada komunitas yang ada. Tujuan utama
dari tahap ini adalah untuk stabilisasi keseimbangan
baru yang dihasilkan dari perubahan dengan
menyeimbangkan antara faktor-faktor penggerak dan
penghambat perubahan.
MODEL LEWIN
01 02
Membangun stabilitas begitu REFREEZING Perubahan telah diterima secara
perubahan telah sepenuhnya sepenuhnya dan menjadi norma serta
ditegakkan dan tertanam dalam status quo yang baru untuk dijadikan
individu-individu di organisasi standar kerja
03 04
Pada tahap ini mengindikasikan bahwa
Individu-individu pada kondisi ini
organisasi harus distabilisasi dan
membentuk hubungan baru dan sudah
dilembagakan dalam bentuk yang baru
merasa nyaman dengan rutinitas baru
setelah tahap pergerakan atau
mereka
“movement”
REFREEZING
”
Perubahan yang terjadi distabilisasi dengan
membantu orang-orang yang terkena
dampak perubahan, mengintegrasikan
perilaku dan sikap yang telah berubah ke
dalam cara yang normal untuk melakukan
sesuatu
” Hal ini dilakukan dengan memberi mereka kesempatan
untuk menunjukkan perilaku dan sikap baru.
CONTOH PENERAPAN MODEL LEWIN
Salah satu contoh sukses perusahaan yang berhasil
mengaplikasikan Model Lewin dalam transformasi
organisasinya adalah British Airways (BA)
(Goodstein dan Burke, 1991). Proses implementasi
model Lewin pada BA mencapai 5 tahun, dari
tahun 1982 sampai dengan tahun 1987 yang
dilatarbelakangi perubahan status BA dari
perusahaan milik swasta berganti menjadi
perusahaan swasta.
CONTOH PENERAPAN MODEL LEWIN
Pada tahapan movement, BA
menyelenggarakan pelatihan untuk
manajemen tingkat menengah dan atas
(middle and senior manager). Pelatihan-
pelatihan
tersebut dibuat untuk meningkatkan
pemahaman konsep pelayanan yang prima
sebagai suatu
perubahan BA dari organisasi yang
berwawasan birokrasi menjdi organisasi yang
berwawasan pelayanan konsumen.
CONTOH PENERAPAN MODEL LEWIN
Selain pelatihan-pelatihan, pada tahapan in BA
menyelenggarakan diskusi serta pertemuan-pertemuan
untuk “sharing session” yang bertujuan untuk berbagi
pengetahuan mengenai pembagian tugas, kinerja,
pelayanan konsumen serta strategi BA kedepannya.
Adanya keteladanan, kepemimpinan, dan memungkinkan
orang untuk mengembangkan solusi mereka sendiri akan
membantu proses perubahan. .
CONTOH PENERAPAN MODEL LEWIN
Dengan kata lain tahapan ini
memfokuskan pada kepemimpinan untuk
memotivasi perubahan. Sedangkan
kegiatan diskusi dan pertemuan-
pertemuan “sharing session” merupakan
ajang berbagi pengetahuan antar
individu organisasi.
Sesi Diskusi
Terima Kasih