0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan37 halaman

Materi Dalduk

Dokumen tersebut membahas strategi pendidikan kependudukan melalui kerjasama antara lembaga pemerintah dan masyarakat guna mengatasi permasalahan kependudukan secara menyeluruh dan berkelanjutan."

Diunggah oleh

Ilham J
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan37 halaman

Materi Dalduk

Dokumen tersebut membahas strategi pendidikan kependudukan melalui kerjasama antara lembaga pemerintah dan masyarakat guna mengatasi permasalahan kependudukan secara menyeluruh dan berkelanjutan."

Diunggah oleh

Ilham J
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MEMBANGUN SINERGITAS DALAM

RANGKA MEWUJUDKAN
PEMBANGUNAN BERWAWASAN
KEPENDUDUKAN

Drs. H. SAMAD H. SALEH


KABID DALDUK PERWAKILAN BKKBN
PROV. MALUKU UTARA

BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL


PENDAHULUAN

1 “Pembangunan yang meletakkan penduduk sebagai fokus,


baik 2 Masalah kependudukan tidak hanya
sebagi subyek maupun obyek, dalam rangka memperluas tentang jumlah, struktur umur,
pilihan
pertumbuhan, persebaran, mobilitas dan
untuk mencapai tujuan pembangunan, standar hidup layak,
kesehatan prima, serta memiliki pendidikan dan atau penyebaran pendudujk, tetapi juga
ketrampilan, mencakup masalah kualitas, kondisi
yang berkelanjutan.” kesejahteraan dan politik, ekonomi, sosial
budaya, agama serta lingkungan.
4 BKKBN menggagas serta membuat program
3 Dalam konteks tersebut peranan inofatif di bidang pengendalian Penduduk
pendidikan kependudukan untuk antara lain :
mengatasi permasalahan kependudukan 1. Program Kerjasama pendidikan
menjadi sangat penting dan strategis, kependudukan. ( sekolah siaga kependudukan
karena isu dan permasalahan dan pojok kependudukan
kependudukan bersifat universal dan 2. Analisis Dampak Kependudukan (Model
memiliki spektrum yang sangat luas Kajian dan kampung KB)
3. Penyusunan Perameter Pengendalian
dalam tata kelola umat manusia di muka
Penduduk ( Gran disgn, Rumah Data)
bumi
1. PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN
Strategi Kerjasama Pendidikan Kependudukan

JALUR FORMAL:
SD/MI/Sederajat JALUR FORMAL
STRATEGI SMP/MTs/Sederajat
SMA/MA/Sederajat
Perguruan Tinggi (PT)

Jalur Pendidikan Formal: 2. PERGURUAN TINGGI Peduli


Kependudukan (PTPK)
1. SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN (SSK)
Pendidikan Kependudukan dilakukan melalui - Kegiatan Kemahasiswaan : KKN tematik
strategi Internalisasi Program KKBPK kepada kependudukan, PKL / magang, keg. seni
Siswa melalui program: dan Olah Raga, keg. relevan lainnya. Non Formal & Informal
- Kegiatan Perkuliahan : Integrasi dalam -ASN PEDULI KEPENDUDUKAN (ASN-
-Kegiatan Mapel, yaitu melalui integrasi mata
MKDU/MKWU, kuliah umum PK)
pelajaran terhadap penjelasan tambahan kependudukan. Pendidikan Kependudukan dilakukan
tentang Program KKBPK melalui materi pelajaran Diklat
-Kegiatan Kesiswaan, yaitu melalui - Kegiatan Penelitian : Lomba karya ilmiah,
ekstrakurikuler, bimbingan konseling, Skripsi/thesis ttg program KKBPK, Pusat -SAKA KENCANA
pembekalan guru dan murid, serta kegiatan studi kependudukan. Pendidikan Kependudukan
kesiswaan lainnya - Perpustakaan prog. KKBPK / Pojok dilakukan melalui penjenjangan
-Perpustakaan prog. KKBPK / Pojok Kependudukan : Penyediaan sarana dan Golongan Pramuka
Kependudukan : GLS/Gerakan literasi sekolah, prasarana, penyediaan materi digital -MASYARAKAT PEDULI
Penyediaan sarana dan prasarana, penyediaan maupun display buku-buku. KEPENDUDUKAN (MASS-PK)
materi digital maupun display buku-buku Kelompok kegiatan keluarga,
Kelompok Masyarakat, Kelompok
Pemuda
PENGELOLAAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN
No Kegiatan Perwakilan BKKBN Prov. Pemda Provinsi Pemda (Kab / Kota)

A
a. Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) • Perwakilan BKKBN menerapkan Model Provinsi OPD KKB Provinsi melakukan penerapan SSK • OPD KKB Kab/Kota menerapkan
1. dan Pojok Kependudukan (PK) SSK dan Pojok Kependudukan di jenjang SD-MI, dan Pojok Kependudukan pada jenjang SLTA- Penduk melalui kegiatan GLS
SLTP-MTs, dan SLTA-MA. MA (gerakan nasional literasi
• Sosialisasi dan Fasilitasi sekolah) pada jenjang SD-MI
• OPD KKB Kab/Kota menerapkan
Penduk melalui SSK dan Pojok
Kependudukan pada jenjang
SLTP-MTs

2. b. Perguruan Tinggi Peduli Perwakilan BKKBN menerapkan PT Peduli - Menyesuaikan dengan PT milik Pemda -
Kependudukan dan Pojok Kependudukan dan Pojok Kependudukan pada (kedinasan) -
Kependudukan jenjang perguruan tinggi (KKN, PKL,
MKWU/MKDU, PSKK, Kegiatan lainnya yang
relevan)

B
1) Pendidikan Kependudukan di Balai • Perwakilan BKKBN melaksanakan pendidikian OPD KKB Provinsi melaksanakan pendidikian OPD KKB Kab/Kota melaksanakan
Diklat ASN. kependudukan pada Diklat ASN di Institusi kependudukan pada Diklat ASN di Balai Diklat pendidikian kependudukan pada
2) Pendidikan Kependudukan di BKKBN Provinsi serta Pemda Provinsi dan Provinsi & Kepramukaan Diklat ASN di Balai Diklat Kab/Kota
Jenjang Kepramukaan Kab/Kota & Kepramukaan. & Kepramukaan
• Sosialisasi dan Fasilitasi

C Jalur Informal

Pendidikan Kependudukan di • Perwakilan BKKBN menerapkan Penduk Model OPD KKB Provinsi menerapkan Penduk di Provinsi & OPD KKB Kab/Kota menerapkan
Kelompok kegiatan keluarga/ Provinsi dan Kab/Kota pada Poktan. Kab/Kota pada Poktan – poktan (Poktan KKBPK, Penduk pada Poktan-poktan
masyarakat (Poktan) • Sosialisasi dan Fasilitasi Poktan Tani, Karang Taruna, dan Poktan lainnya). tingkat lapangan (Poktan KKBPK,
Poktan Tani, Karang Taruna, dan
Poktan lainnya).
1.Analisis Dampak Kependudukan
(Model Kajian dan kampung KB)
Konsep Pengembangan Rumah Data Kependudukan di Kampung KB

Kondisi yang
Mandat and Regulation Outcome
diharapkan
POKOK POKOK
• PERATURAN PER Meningkatny
UNDANG-UNDANGAN 1. Tersedianya payung hukum
PERSOALAN a Kualitas
penyelenggaraan Rumah
Data Kependudukan di
Hidup
Kampung KB Keluarga di
 DATA YANG BELUM 2. Tersedianya Data dan Kampung KB
TERINTEGRASI informasi kependudukan
 KOMITMEN yang valid di Kampung KB Main Goal
PEMERINTAH DAERAH 3. Terbangunnya komitmen
TERHADAP KONSEP lintas sektoral yang kuat baik
PENYELENGGARAAN PENGEMBANGAN pemerintah, swasta, dan
PENYELENGGARAAN RUMAH DATAKU MASIH PENYELENGGAR masyarakat sipil terhadap
RUMAH DATA DI RENDAH AAN RUMAH penyelenggaraan Rumah
KAMPUNG KB BELUM  KEMAMPUAN DATA Data Kependudukan di
OPTIMAL MENGELOLA DATA Kampung KB.
KEPENDUDUKAN Meningkatnya
MASIH RENDAH DI KAMPUNG KB 4. Terbentuknya kapasitas
 DUKUNGAN SARANA pengelolaan data yang baik Kualitas Program
DAN PRASARANA YANG Output and activity pada kader di Kampung KB Intervensi
BELUM MEMADAI 5. Tersedianya sarana dan
prasarana yang memadai
Pemerintah di
TERMASUK TI
 PARTISIPASI terkait dengan Kampung KB
MASYARAKAT RENDAH penyelenggaraan rumah data
kependudukan di Kampung
PERKEMBANGAN LINGSTRA KB Immediet Goal
PELUANG-KENDALA 6. Terbangunnya mekanisme
pengendalian dampak
kependudukan di Kampung
Environment and KB
Precondition
Pengembangan Penyelenggaraan Rumah Data Kependudukan
Strategi Program Output
Main Goal Meningkatnya Kualitas Hidup Keluarga di
Kampung KB
Immediate Goal Meningkatnya kualitas intervensi/ program
pemerintah di Kampung KB
Objective/Outcome 1. Adanya payung hukum penyelenggaraan 1.1 Pedoman Penyelenggaraan Rumah Data
Rumah Data Kependudukan
1.2 Panduan Pelaksanaan Rumah Data
1.3 SK Pembentukan Rumah Data
2. Tersedianya data dan informasi 2.1 Terintegrasinya data kependudukan dengan
kependudukan yang valid di Kampung KB data lintas sektor
2.2 Tersedianya data desa yang rutin terbarukan
2.3 Tersedianya Modul Pengumpulan dan
Pengolahan Rumah Data di Kampung KB
Pengembangan Penyelenggaraan Rumah Data Kependudukan
Strategi Program Output
Objective/Outcome 3. Terbangunnya komitmen lintas sektoral 3.1 Terbangunnya kemitraan antar-stakeholders
yang kuat baik pemerintah, swasta, dan pada penyelenggaraan rumah data.
masyarakat sipil terhadap 3.2 Komitmen anggaran penyelenggaraan
penyelenggaraan Rumah Data Rumah Data
Kependudukan di Kampung KB
3.3 Tersedianya mekanisme pelaporan tentang
permasalahan desa
3.4 Tersedianya mekanisme tindak lanjut
penyelesaian masalah masyarakat.
3.5 Tersedianya peraturan daerah/desa dalam
penyelenggaraan Rumah Data
4. Terbentuknya kapasitas pengelolaan 4.1 Kader memiliki kemampuan IT
data yang baik pada kader di Kampung KB 4.2 Kader memiliki kemampuan manajemen dan
pengolahan data
Pengembangan Penyelenggaraan Rumah Data Kependudukan
Strategi Program Output
Objective/Outcome 5. Tersedianya sarana dan prasarana yang 5.1 Tersedianya bangunan rumah data
memadai terkait dengan penyelenggaraan 5.2 Tersedianya form pengolahan data yang
rumah data kependudukan di Kampung KB mudah digunakan
6. Terbangunnya mekanisme pengendalian 6.1 Terbentuknya kemampuan masayarakat
dampak kependudukan di Kampung KB untuk melakukan pelaporan dan pengawasan
kondisi sosial lingkungannya melalui rumah data
kependudukan di Kampung KB.
6.2 Masyarakat berpartisipasi aktif dalam
kegiatan rumah data
6.3 Terbentuknya kemampuan masyarakat
dalam menyampaikan rekomendasi
penyelesaian masalah
6.4 Tersedianya sistem peringatan dini dampak
kependudukan pada level desa
3. PENYUSUNAN
PARAMETER
KKBPK
Apa itu Parameter?
• Parameter adalah ukuran dalam seluruh populasi dalam penelitian
yang harus diperkirakan dari yang terdapat di dalam percontoh.
• Sedangkan Parameter KKBPK adalah ukuran dari seluruh populasi
suatu wilayah yang mencakup komponen kependudukan (fertilitas,
mortalitas dan mobilitas), KB dan pembangunan keluarga.
PENTINGNYA PARAMETER
• Parameter merupakan tolok ukur untuk melihat kesuksesan ataupun
keberhasilan dari tujuan.
• Untuk melihat keberhasilan Program KKBPK harus diputuskan dengan
jelas parameter apa yang digunakan dan sumber data yang disepakati.
PARAMETER KEPENDUDUKAN TINGKAT kab/kota
DAN SUMBER DATA

PARAMETER SUMBER DATA


Jumlah Penduduk
- Komposisi penduduk menurut umur Pemutakhiran Basis Data
Keluarga Indonesia (PBDKI)
- Komposisi penduduk menurut usia produktif, non PBDKI
produktif dan usia sekolah
- Persebaran penduduk menurut jenis kelamin dan PBDKI
Sex ratio
- Persebaran penduduk menurut daerah ---
(perkotaan/perdesaan)
LPP ---
Rasio Ketergantungan PBDKI
PARAMETER Keluarga Berencana TINGKAT kab/kota
DAN SUMBER DATA

PARAMETER SUMBER DATA


TFR Susenas (tren kab/kota)
CPR dan persentase pemakaian MKJP PBDKI
Unmet Need Supas (tren kab/kota)
Jumlah PUS 15-49 Tahun PBDKI
Jumlah WUS PBDKI
PARAMETER PEMBANGUNAN KELUARGA
TINGKAT
KAB/KOTA DAN SUMBER DATA
PARAMETER SUMBER DATA
Median Umur Kawin Pertama (UKP) Susenas, Supas (tren kab/kota)
ASFR 15-19 tahun Susenas, Supas (tren kab/kota)
Partisipasi Sasaran dalam POKTAN (BKB, BKR, Pemutakhiran Basis Data Keluarga
BKL, UPPKS) Indonesia (PBDKI) (semua periode)
Tahapan Keluarga KPS, KS I dan > KS I Pemutakhiran Basis Data Keluarga
Indonesia (PBDKI) (semua periode)
Kesertaan ber-KB dari Anggota POKTAN (BKB, Pemutakhiran Basis Data Keluarga
BKR, BKL, UPPKS) Indonesia (PBDKI) (semua periode)
BENTUK PENYAJIAN DATA PARAMETER
Pie Chart
Grafik

Tabel

Persentase
kelompok
kehamilan
umur
pertama

10-14 0,66
15-19 23,44
20-24 32,10
25-29 11,38
30-34 2,37
35-39 0,48
40-44 0,09
45-49 0,01
PENYUSUNAN PROFIL
KKBPK
APA ITU PROFIL KKBPK
Profil KKBPK adalah gambaran situasi KKBPK dari berbagai
aspek pada wilayah dan waktu tertentu

1. Penyusunan Profil KKBPK menggunakan data deskriptif yg dinarasikan atau


diberikan penjelasan, yg menggambarkan ukuran tertentu dari satu populasi
atau ukuran tertentu dari program KKBPK
2. Profil KKBPK hrs disesuaikan dg kebutuhan & perkembangan populasi
maupun program KKBPK.
3. Profil KKBPK yg dihasilkan hrs mencerminkan keadaan wilayah tertentu
sesuai tingkatan administratifnya dari tingkat prov hingga kab/kota.
TUJUAN & MANFAAT

TUJUAN
Memberikan gambaran dan informasi tentang kondisi
kependudukan yang diamati dari berbagai aspek.

MANFAAT
Sebagai masukan dalam perumusan kebijakan pemerintah
daerah.
Sebagai acuan bagi para pengelola & pelaksana kegiatan
perencanaan pengendalian penduduk.
Menambah sumber data kependudukan yang dibutuhkan.
PROSEDUR/TAHAPAN
PENYUSUNAN
Persiapan
1.Koordinasi lintas sektor, untuk:
Mengidentifikasi tema/topik profil
Lintas sektor :
•Bappeda
Menyeleksi tabel, grafik, peta dalam parameter
•BPS
•Dinas Kesehatan
2.Pengumpulan data sekunder •Dinas Pendidikan
Sensus Penduduk, SUPAS, SDKI, Susenas, Riskesdas, Pendataan•Dll. yg terkait
Keluarga, Dll.
Pengolahan data
• Penyiapan tabulasi/matriks, pengelompokan data, & merancang tabulasi
silang

Persentase UKP berdasarkan


Penduduk Usia Remaja yang Pernah Menikah menurut Daerah kelompok umur, 2016 Persentase Ijazah Pendidikan Tertinggi yang dimiliki
Tempat Tinggal, 2016 oleh WUS Indonesia, 2016

Persentase
kelompok
kehamilan
umur
pertama

10-14 0,66
15-19 23,44
20-24 32,10
25-29 11,38
30-34 2,37
35-39 0,48
40-44 0,09
45-49 0,01
Analisis data

• Menganalisa data yg diolah melalui tabulasi silang dan


menarasikan bersama pakar terkait & akademisi

LIBATKAN

PAKAR/AKADEMISI
Penyajian hasil/diseminasi

• Data profil dalam bentuk tabel, grafik, diagram, maupun


peta hasil pengolahan serta hasil analisisnya

Tujuan:
Untuk mendapatkan masukan dan tanggapan terhadap profil yang
disusun
Agar stakeholder dan dinas terkait dapat memperoleh informasi
tentang profil kependudukan yang disusun dan memanfaatkannya
Evaluasi

• Mengevaluasi terhadap seluruh tahapan penyusunan mulai dari


persiapan, pengumpulan data, pengolahan, sosialisasi, penyajian
dan dokumentasi hasil profil KKBPK

• Finalisasi dan pencetakan


Pembinaan /fasilitasi

• Proses penyusunan profil akan difasilitasi dalam bentuk


bimbingan, pembinaan, dan pelatihan monitoring dan evaluasi
oleh Perwakilan BKKBN Provinsi
GRAND DESIGN
DASAR PENYUSUNAN
“GRAND DESIGN”

• UU 52/2009 akan menjadi dasar untuk menyusun rancangan


induk (grand design) pembangunan kependudukan daam rangka
mewujudkan penduduk yang berkualitas, sehat, mandiri,
beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air,
berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai iptek, serta
memiliki etos kerja yang tinggi dan disiplin.

• Perpres No. 153 Tahun 2014 Tentang Grand Design Pembangunan


Kependudukan
PENGERTIAN
Pasal 1
Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK)
adalah arahan kebijakan yang dituangkan dalam
program lima tahunan pembangunan kependudukan
Indonesia untuk mewujudkan target pembangunan
kependudukan
PERPRES 153 TH 2014

TUJUAN UTAMA TUJUAN KHUSUS

 Penduduk Tumbuh Seimbang


Tercapainya kualitas penduduk yang tinggi Manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, mandiri, beriman,
berakhlak mulia, dan memiliki etos kerja yang tinggi.
sehingga mampu menjadi faktor penting dalam Keluarga Indonesia yang berketahanan, sejahtera, sehat, maju, mandiri dan
mencapai kemajuan bangsa harmoni
Keseimbangan persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung alam dan
daya tampung lingkungan; dan
 Administrasi Kependudukan yang tertib, akurat,
dan dapat dipercaya.

STRATEGI PENATAN
PENGENDALIAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
KUANTITAS
PENATAAN PERSEBARAN DAN
PENGARAHAN MOBILITAS
PENINGKATAN
PEMBANGUNAN
KUALITAS
KELUARGA
PENDUDUK
RENCANA PROGRAN DAN KEGIATAN
BIDANG PENGENDALIAN PENDUDUK
(DALDUK)
PERWAKILAN BKKBN PROVINSI
MALUKU UTARA TAHUN 2020.
NO URAIAN SASARAN WAKTU
KEGIATAN KEGITAN PELKSANAAN
221. SOSIALISASI INDEK PEMBANGUNAN MITRA KERJA PROVINSI APRIL
A. BERWAWASAN KEPENDUDUKAN (IPKB)    
       
B. PELAKSANAAN FASILITASI PENYUSUNAN GRAND KABUPATEN /KOTA MARET – JULI
  DESIGN KEPENDUDUKAN (GDPK) TK.PROVINSI    
  KAB/KOTA    
       
C. FASILITASI PENGUATAN KAMPUNG KB DENGAN KABUPATEN /KOTA PEBRUARI - JUNI, JULI
  LINTAS SEKTOR DAN MITRA KERJA    
  ADVOKASI PEENGINTEGRASIAN INDIKATOR    
D. PROGRAM KKBPK KEDALAM DOKUMEN PROVINSI MEI
  PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH    
  KEBIJAKAN PEMBAANGUNAN    
  KEKEPENDUDUKAN    
       
222. PENYUSUSNAN PROFIL KAMPUNG KB    
A PERCONTOHAN PROVINSI APRIL
       
  FASILITASI PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN    
B RUMAH DATA KEPENDUDUKAN KAMPUNG KB PEBRUARI, MEI
  KABUPATEN/KOTA
223 WORKSHOP PERUMUSAN ISU TENTANG MITRA KERJA DAN LINTAS JUNI
A. DAMPAK PENGENDALIAN PENDUDUK DI SEKTOR TERKAIT (PROVINSI)  
  PROVINSI    
    PROVINSI JULI
B. PENGEMBANGAN MODEL SOLUSI    
  STRATEGIS PENGENDALIAN DAMPAK    
  KEPNDUDUKAN DI KABUPATEN KOTA    
  ( RENCANA AKSI DAN INTERVENSI SOLUSI    
  STRATEGIS)    
    OPD KAB/KOTA DAN MITRA  
C. SOSIALISASI PENYEDIAAN INFORMASI KERJA PROVINSI MARET
  PERINGATAN DINI DAMPAK    
  KEPNDUDUKAN UNTUK OPD KAB/KOTA    
    OPD KAB/KOTA DAN MITARA  
D. SEMINAR HASIL ANALISIS DAMPAK KERJA PROVINSI AGUSTUS
  KEPNDUDUKAN DI TINGKAT PROVINSI    
    OPD KAB/KOTA DAN MITAR  
  PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KERJA PROVINSI  
E. CENTER OF EXCELENT (COE) SEPTEMBER
 
224 SOSIALISI DAN FASILITASI PEDOMAN MITRA KERJA KAB/KOTA DAN APRIL
A. UMUM/JUKLAK KEPDA PEMDA(OPD KKB) DAN PROVINSI.  
  PETUGAS KKBPK DAN FASILITASI    
  PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN    
  FORMAL,NONFORMAL, INFORMAL.    
       
  PEMBENTUKAN PERCONTOHAN    
B. PELAKSANAAN PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN SATUAN PENDIDIKAN MEI
  (SATUAN PENDIDIKAN) KAB/KOTA  
       
  PEMBENTUKAN PERCONTOHAN PENDIDIKAN    
  KEPNDUDUKAN JALUR NON FORMALDAN    
C. INFORMAL KABUPATEN/KOTA JUNI
       
  PENGGANDAAN MATERI ,PEDOMAN    
  UMUM,/JUKLAK PENDIDIKAN    
D. KEPENDUDUKAN PROVINSI APRIL
       
  PENGEMBANGAN MATERI PENDIDIKAN    
  KEPENDUDUKAN SESUAI ISU LOKAL   AGUSTUS
E   PROVINSI  
  PELAKSANAAN PERGURUN TINGGI PEDULI    
  KEPENDUDUKAN BAGI MAHASISWA KKN    
F. PROVINSI ( PERGURUAN SEPTEMBER
TINGGI)
225 MITRA KERJA PROVINSI MARET
A SOSIALISASI NSPK BIDANG
PENGENDALIAN PENDUDUK

226 PENGUATAN DAN BIMBINGAN TEKNIS PROVINSI, PEBRUARI , APRIL,


A. PROGRAM KKBPK DIKSMPUNG KB KABUPATEN/KOTA JUNI, AGUSTUS
       
B MONITORING DAN EVALUASI PROVINSI, JANIARI, PEBRUARI,
TERPADU PELAKSANAAN PROGRAM MARET, NOPEMBER,
PENGENDALIAN PENDUDUK DESEMBER,
 
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai