0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan8 halaman

Imperialisme Jepang dan Pendudukan di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang perkembangan imperialisme Jepang dan awal pendudukan Jepang di Indonesia. Jepang mulai berambisi untuk menjadi kekuatan imperialis baru setelah melakukan modernisasi melalui Restorasi Meiji. Jepang kemudian mulai memperluas pengaruhnya dengan menginvasi Korea, Tiongkok, dan wilayah jajahan Barat. Pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada 1942 setelah menandatangani Perjanjian Kalijati den

Diunggah oleh

Cecilia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan8 halaman

Imperialisme Jepang dan Pendudukan di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang perkembangan imperialisme Jepang dan awal pendudukan Jepang di Indonesia. Jepang mulai berambisi untuk menjadi kekuatan imperialis baru setelah melakukan modernisasi melalui Restorasi Meiji. Jepang kemudian mulai memperluas pengaruhnya dengan menginvasi Korea, Tiongkok, dan wilayah jajahan Barat. Pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada 1942 setelah menandatangani Perjanjian Kalijati den

Diunggah oleh

Cecilia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Perkembangan Imperialisme Jepang


1. Pada awalnya, Jepang merupakan negara yang menggunakan politik sakoku atau politik
isolasi. Politik yang dijalankan oleh pemerintahan Shogun Tokugawa sejak tahun 1639
itu disebabkan kekhawatiran kemunculan orang-orang asing, terutama bangsa Spanyol
dan Portugis, yang menyebarkan agama Nasrani akan mengintervensi pemerintahan
Jepang.
2. Selain itu, persaingan antara shogun dengan daimyo (tuan tanah) yang semakin ketat.
Secara ekonomis, daimyo mampu mengalahkan shogun karena lebih pandai berdagang
dan telah menjalin hubungan dagang dengan negara-negara asing. Shogun khawatir jika
kekuatan daimyo yang semakin besar dapat mengalahkannya.
3. Pada 31 Maret 1854, Komodor Matthew C. Perry datang dan berhasil memaksa Jepang
menandatangani Perjanjian Kanagawa (1854) yang berisi:
a. Jepang membuka diri terhadap bangsa Barat dengan membuka pelabuhan-
pelabuhannya untuk kapal asing yang ingin berdagang.
b. Jepang menjamin keselamatan kapal Amerika yang karam (tenggelan ke dasar laut).
c. Jepang mendirikan Kedutaan Amerika yang permanen.
4. Dibukanya pelabuhan-pelabuhan Jepang, yang diikuti masuknya
pengaruh asing, telah menyadarkan Jepang bahwa selama ini mereka
telah tertinggal dari bangsa Barat. Hal inilah yang mendorong Kaisar
Meiji mengadakan perubahan melalui keijakan Restorasi Meiji.
5. Berikut beberapa kebijakan dalam Restorasi (pemulihan) Meiji.
a. Bidang militer
1) Melaksanakan wajib militer untuk laki-laki berusia 21 tahun
selama 4 tahun.
2) Membentuk tentara nasional.
3) Membeli berbagai perlengkapan senjata dari bangsa Barat.
b. Bidang pendidikan
1) Melaksanakan wajib belajar 6-14 tahun.
2) Memberikan beasiswa bagi pelajar Jepang yang belajar ke negara asing.
3) mendatangkan guru dan konsultan pendidikan dari barat.
4) Menerjemahkan banyak buku ilmu pengetahuan dari Barat ke dalam
bahasa Jepang.
c. Bidang ekonomi
1) Membangun pabrik industri, terutama hasil pengolahan sumber
daya alam Jepang.
2) Membangun sarana transportasi dan komunikasi.
3) Membangun pelabuhan-pelabuhan Jepang secara modern.
4) Mendirikan bank-bank untuk membantu pinjaman modal.
d. Bidang sosial
1) Menghapus empat kelas dalam sistem kemasyarakatan Jepang
(bijaksanawan, petani, seniman, dan pedagang).
2) Menghapus sistem feodalisme dan menggantinya dengan sistem
pemerintahan pusat.
e. Bidang hukum
Mengubah sistem hukum dan konstitusinya mengikuti model hukum dan
konstitusi Barat.
6. Dalam kehidupan beragama, bangsa Jepang dikenal memiliki kepercayaan Shinto
yang mengajarkan perihal Hakko I Chiu. Dalam ajaran itu, dijelaskan negara-
negara di dunia merupakan satu keluarga besar dengan Jepang sebagai kepala
keluarganya (pemimpin). Oleh karena itu, Jepang memiliki misi suci sebagai
pelindung dan pemimpin bagi negara-negara di dunia untuk mewujudkan
perdamaian. Dengan adanya doktrin Hakko I Chiu tersebut, Jepang yang mulai
tumbuh menjadi negara modern mulai berambisi untuk menguasai negara-
negara lain. Oleh karena itu, muncullah Jepang menjadi negara imperialis baru di
dunia.
7. Beberapa usaha Jepang dalam membangun dan memperluas imperiumnya adalah sebagai
berikut minggu depan ipa
a. Perang Sino-Jepang (1894-1895)
Jepang mengivansi Korea yang menghadapi banyak pemberontakkan petani di
negaranya. Korea meminta bantuan Tiongkok untuk menghadapi invansi Jepang. Akhirnya,
terjadilah perang antara tiongkok dan Jepang. Peperangan diakhiri dengan perjanjian
Shimonoseki yang isinya jepang menguasai Semenanjung Liaodong dan Taiwan. Bangsa
Barat (Rusia, Jerman, dan Prancis) yang sebelumnya berkuasa di tempat tersebut terpaksa
menyingkir.
b.Perang Rusia-Jepang (1904-1905)
Rusia tidak mengakui perjanjian Shimonoseki dan menyerang Semenanjung Liaodong.
Akan tetapi, Jepang berhasil mengalahkan Rusia. Perang diakhiri dengan Perjanjian
Portsmouth yang memberikan Pulau Sakhalin dan Manchuria kepada Jepang.
c. Jepang menginvansi wilayah jajahan Prancis di Indocina (1941)
d. Jepang membentuk Pakta Tripartit bersama Jerman dan Italia pada September 1940.
Pakta Tripartit atau yang dikenal dengan Blok Poros (Axis) merupakan lawan dari Blok
Sekutu (Amerika, Inggris, dan Prancis) dalam Perang Dunia II.
8.Jepang menganggap Amerika Serikat sebagai ancaman
dalam mencapai cita-cita imperiumnya. Amerika Serikat juga
menganggap Jepang sebagai ancaman bagi imperialism
Barat di Asia. Oleh karena itu, Amerika segera melakukan
upaya pencegahan untuk menghentikan invansi Jepang.
Amerika Serikat mengembargo (penyitaan sementara
terhadap kapal-kapal asing) besi, baja, dan minyak untuk
Jepang. Hal ini mengancam kekuatan militer Jepang yang
membutuhkan pasokan minyak. Jepang pun menyerang
Pearl Harbour, pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di
Hawaii pada 7 Desember 1941. Serangan Jepang berhasil
melemahkan kekuatan Sekutu. Dengan cepat, Jepang
mengambil ahli wilayah jajahan Sekutu di Asia, termasuk
Hindia Belanda (Indonesia).
B. Awal Pendudukan Jepang di Indonesia
1. Perjanjian Kalijati
a. Pada 11 Januari 1942, Jepang menyerang Hindia Belanda dan berhasil
menguasai Tarakan (Kalimantan Timur). Pada Februari 1942, invasi Jepang
berlanjut ke Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Palembang, dan Bali.
Selanjutnya, Jepang mulai menginvansi Pulau Jawa melalui Banten, Kragan,
Surabaya, hingga akhirnya berhasil menguasai Batavia dan Bandung. Belanda
pun tidak dapat berbuat apa-apa.
b. Pada Maret 1942, Belanda menandatangani Perjanjian Kalijati yang berisi
penyerahan seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Hindia Belanda tanpa syarat
kepada Jepang.
2. Upaya Jepang menarik simpati bangsa Indonesia
Jepang sangat membutuhkan Indonesia sebagai pemasok sumber daya alam dan
sumber daya manusia potensial untuk membantu Jepang dalam Perang Asia Pasifik.
Oleh karena itu, Jepang melakukan beberapa upaya untuk menarik simpati bangsa
Indonesia agar mau menerima dan membantu Jepang. Upaya Jepang menarik simpati
bangsa Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Jepang mengaku sebagai saudara tua bangsa Indoensia.
b. Jepang mengizinkan bangsa Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia,
menyayikan lagu “Indonesia Raya”, dan mengibarkan bendera merah putih.
Meskipun demikian, bangsa Indonesia juga harus mengibarkan bendera Jepang,
menyanyikan lagu kebangsaan Jepang, dan mengajarkan bahasa Jepang di sekolah-
sekolah.
c. Jepang mengganti semua nama jalan dan gedung dengan nama dalam bahasa
Jepang.
d. Jepang bersikap baik kepada bangsa Indonesia.
e. Jepang membentuk Gerakan 3A dengan moto Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung
Asia, dan Jepang Pemimpin Asia sebagai salah satu upaya propaganda kebaikan
Jepang. Ketua Gerakan 3A adalah Mr. Syamsuddin, tokoh pergerakan nasional.
Tujuannya adalah manerik simpati bangsa Indonesia agar mau membantu Jepang
menghadapi Sekutu.

Anda mungkin juga menyukai