HAKIKAT HUKUM
HAKIKAT
EKSISTENSI SESUATU YANG ADA ATAU MUNGKIN ADA
aksidensi
substansi
esensi
HAKIKAT: Sebab terdalam dari segala sesuatu, yaitu “adanya sesuatu itu”. Bukan
Sifat dan Bukan Bentuk.
Imanuel Kant: Hakikat adalah keberadaan obyektif dari substansi itu sendiri
yang tidak dapat diketahui oleh subyek, being in it self.
HAKIKAT HUKUM
• Apakah hukum itu?
• Apa hakikat tentang yang ada di balik hukum?
Menyelidiki keberadaan hukum menurut dasarnya yang paling
mendalam (ex ultimis causis)
Bukan “hukum sebagaimana adanya” (ens in quantum ens).
MENCARI HAKIKAT HUKUM
• Teori Kausalitas Aristoteles
– Sebab berupa bahan (causa materialis)
– Sebab berupa bentuk (causa formalis)
– Sebab berupa pembuat (causa efisien)
– Sebab berupa tujuan (causa finalis)
MENCARI HAKIKAT HUKUM
• Hakikat Hukum dapat diketahui dari definisi hukum (Bruggink)
– Definisi kausal, sebab hukum itu menjadi ada.
– Definisi fungsional, kegunaan atau tujuan.
– Definisi fenomenologis, gejala sebagaimana gejala itu ada dan
dipersepsikan.
– Definisi sinonim, persamaan kata.
– Definisi etimologis
– Definisi konotatif, jenis dan sifat khusus dari yang didefinisikan.
DEFINISI ETIMOLOGIS
• Hukum al hukmu (peraturan), hakama
(memutus, memisah, secara berkewenangan,
berwibawa dan adil).
• Recht rechtum (lurus, pimpinan atau
memimpin) hak
• Ius iustitia (keadilan).
HAKIKAT HUKUM
• Aliran Hukum Alam/Kodrat akal, moral, keadilan
• Idealisme/Rasionalisme rasio, kewajiban etis,
negara
• Marxisme Perjuangan kelas
• Positivisme perintah penguasa, kenyataan positif
• Utilitarianisme kemanfaatan