LOGO
HYPNOTHERAPY
Tengku Abdurrahman
Jenis pelayanan pengobatan komplementer –
alternatif berdasarkan Permenkes RI, Nomor :
1109/Menkes/Per/2007
Intervensi tubuh dan pikiran (mind and body interventions), seperti:
hipnoterapi, meditasi, penyembuhan spiritual, doa dan yoga.
Sistem pelayanan pengobatan alternatif, seperti: akupunktur,
akupresur, naturopati, homeopati, aromaterapi, Ayurveda, bekam
Cara penyembuhan manual, seperti: chiropractice, healing touch,
tuina, shiatsu, osteopati, pijat urut
Pengobatan farmakologi dan biologi, seperti: jamu, herbal, dan
gurah.
Diet dan nutrisi untuk pencegahan dan pengobatan, seperti: diet
makro nutrient dan mikro nutrient
Cara lain dalam diagnosa dan pengobatan, seperti: terapi ozon, dan
hiperbarik.
Pendahuluan
Pain Relief Should Be A Human Right
(Miller, 2004).
Nyeri yang hebat dapat menyebabkan
syok neurogenik yang mengancam jiwa
(Guyton & Hall, 1997)
“Perawat dengan keahlian khusus”, saat
ini sudah menjadi tuntutan
Memberikan asuhan dengan sentuhan
yang membuat nyaman
HYPNOTOUCH NURSING
The power of touch : pain medication
sometimes wasn’t enough, but holding a
hand for five minutes often was enough to
ease pain and suffering (Sluss, 2012)
Sentuhan hipnosis dalam keperawatan
Hipnosis merupakan teknik manajemen
nyeri non farmakologi intervensi
keperawatan (NIC)
Teori keperawatan
Comfort theory
Kolcaba mengemukakan metaparadigma
keperawatan melalui comfort theory
dengan asumsi bahwa keperawatan
merupakan proses mengkaji kebutuhan
rasa nyaman pasien,mengimplementasi
kan intervensi keperawatan yang tepat
dalam memenuhi rasa nyaman tersebut
dan mengevaluasi intervensi yang
diberikan (Tomey & Alligood, 2010).
Teori keperawatan
Caring
Florence Nightingale (1860)
Caring: tindakan yang menunjukkan
pemanfaatan lingkungan pasien dalam
membantu penyembuhan,memberikan
lingkungan bersih,ventilasi yang baik dan
tenang kepada pasien
Caring…
Delores gaut (1984)
Caring: perhatian, bertanggung jawab, dan
ikhlas
Jean Watson (1985)
Caring: merupakan komitmen moral untuk
melindungi,mempertahankan,dan
meningkatkan martabat manusia
Caring inti keperawatan
Caring
Hadir tidak hanya secara fisik
Sentuhan (kontak dan non kontak)
Mendengarkan
Memahami
Caring dalam spiritual
Keterlibatan keluarga
LOGO
HYPNOSIS
Definisi
Menurut Konsil Kedokteran Indonesia
(2009), Hypnosis adalah suatu bentuk
terapi dengan memberdayakan tenaga
pikiran bawah sadar, dengan terlebih dulu
mengistirahatkan pikiran sadar klien.
1
Sejarah Hypnosis
Dr. James Braid
Prof. Jean Martin Charcot
Dr. Ivan Parlov
Abad 18
Ambroise Liebault
Dr. Franz Anton Mesmer (1743-1815) Hippolite Bernheim
Fr. Joseph Gassner Pierre Janet
Traditional Hypnotism Sigmund Freud (1856-1939)
Marquis Chastenet De Puysegur
Dr. James Esdaile
Istilah Hypnosis diperkenalkan oleh Dr. James Coventional Hypnotism
Braid, pada tahun 1842, dengan mengacu
kepada disiplin ilmu “neuropnology” Magnetism
Dr. Milton Erickson (1901-1980)
Dave Elman (1900-1967)
Hypnosis Board Modern Clinical Hypnotherapy Charles Tebbets
NGH, IACT, ABH, Ormond McGill
PBH, ABCH, dll. Tahun 1958
Diploma & Doctorate Program Modern Hypnotism
Pemerintah USA
Mengakui Metode Hypnosis
LOGO
Mbah Dokter James Braid
“Hipnosis bukan tidur”
Hypnotism Monoideaism
Seperti apa kondisi hipnosis itu?
Apakah hipnosis itu seperti tidur?
Ilustrasi Pikiran
Manusia
Sigmund Freud
SUGESTI
NORMAL
Sadar 12% Bawah Sadar 88%
Rasional, Kebiasaan, Emosi,
Analitis Keyakinan, Intuisi,
Persepsi, Respon
Memori Otomatis, Protektif,
SUGESTI Sementara Kreativitas, Memori
HIPNOSIS Permanen
Syarat Untuk
Menjadi
Hypnotist?
Yakin
Belajar
Praktek
Tekun
Siapa yang bisa dihypnosis?
Semua orang yang sudah memahami
bahasa verbal.
Nyambung kalau diajak bicara.
Bersedia mengikuti instruksi.
Punya kecerdasan yang cukup untuk
mengikuti instruksi.
LOGO
Apakah Hipnosis
Menggunakan Kekuatan
Supranatural?
Berapa Lama Belajarnya?
Apakah diperlukan
PUASA, MANTRA dan
MEDITASI untuk menjadi
seorang Ahli Hipnosis?
Hipnosis itu..
Ilmiah, 100% Psikologi Modern.
Membimbing Pikiran, bukan
menguasai.
Agar hipnosis berhasil, dibutuhkan
kerjasama dua pihak.
Masih sadar, masih bisa mendengar.
Sama sekali tidak berbahaya apabila
dilakukan oleh orang yang kompeten.
Tidak ada rasanya. Pengalaman biasa.
LOGO
Apakah hipnosis bisa digunakan untuk MEMAKSA
orang lain melakukan sesuatu yang tidak
diinginkannya atau melawan moralnya?
Di media masa, sering ada kabar
tentang kejahatan bermodus
hipnotis.
Apakah kejahatan hipnotis yang
diberitakan itu benar-benar
menggunakan hipnotis?
Gelombang Otak & Hipnosis
Beta (12 - 25 Hz)
Bangun, terjaga penuh.
Alpha (8 - 12 Hz)
Kondisi rileks, fokus pada satu obyek
atau satu ide.
Theta (4 - 8 Hz)
Kondisi hipnosis, mimpi, meditasi,
melamun, aktivitas bawah sadar.
Delta (0,1 - 4 Hz)
Tidur lelap tanpa mimpi.
Tanda Kondisi Hipnosis
Pernafasan perut.
Suhu badan meningkat.
Mata berair dan kemerahan.
Bola mata mengarah ke atas, atau
Gerakan bola mata ke kanan-kiri, atau
Kelopak mata berkedip-kedip dengan cepat.
Ketenangan pikiran, mudah konsentrasi.
Cabang Hipnosis
1. Hypnotherapy / Clinical Hypnosis
Hypnotherapy atau Clinical Hypnosis adalah
aplikasi hipnotis dalam menyembuhkan
gangguan mental dan meringankan gangguan
fisik
2. Medical Hypnosis
Yaitu penggunaan hipnotis untuk dunia medis,
terutama oleh dokter ahli bedah dan dokter gigi
dalam menciptakan efek anesthesia tanpa
menggunakan obat bius.
Cabang Hipnosis
3. Comedy Hypnosis/Stage Hypnosis
Comedy Hypnosis adalah hipnotis yang
digunakan untuk hiburan semata. Comedy
Hypnosis juga sering disebut sebagai Stage
Hypnosis.
4. Forensic Hypnosis
Dalam penyelidikan kepolisian, hipnotis bisa
digunakan untuk menggali informasi dari saksi.
Tiga Syarat Keberhasilan
Hipnosis
Subyek bersedia mengikuti perintah Anda
Subyek mantap dengan Anda
Subyek tidak takut.
Takut dikuasai, takut tidak bisa bangun,
takut dipermalukan, takut jadi pelupa, takut
diapa-apain, dsb.
RASA TAKUT adalah PENGHAMBAT terbesar
dalam proses hipnosis.
TAHAPAN HYPNOSIS
1. PRE TALK / PERKENALAN
2. UJI SUGESTIFITAS
3. INDUKSI / “MENIDURKAN”
4. DEEPENING / MEMPERDALAM TIDUR
5. TRANCE LEVEL TEST / TES KEDALAMAN
TRANCE
6. SUGESTI
7. ANCHOR
8. KONFIRMASI
9. NORMALKAN
1. Pre-Talk
Membangun komunikasi dan
keakraban dengan subyek.
Mendapatkan kesediaan subyek
untuk mengikuti perintah Anda.
Membangun kepercayaan subyek
terhadap Anda.
2. Uji Sugestibilitas
Uji Sugestibilitas adalah cara yang kita gunakan
untuk mencari subyek yang cocok digunakan
dalam permainan.
Telapak tangan terkunci
Jari magnetis, tarik-menarik dan lengket
Siku terkunci, tidak bisa ditekuk.
Mata lengket, tidak bisa dibuka.
Balon udara + ember
Contoh Kalimat Uji Sugestibilitas
Sekarang bayangkan tangan/jari anda
menjadi …… dan semakin anda coba
untuk ……, maka tangan/jari anda
semakin ……
Ujicoba sekuat tenaga untuk ……, tapi
semakin anda coba untuk ……, tangan/jari
anda semakin ……
3. Induksi
Perhatikan orang mana yang terpengaruh oleh sugesti
Anda. Orang itulah yang akan dihipnosis pertama kali.
Dalam kondisi tangan/jarinya tidak bisa dibuka, Anda bisa
lakukan salah satu dari dua hal berikut:
1. Langsung induksi dengan mengagetkan
2. Lepaskan efek sugesti, baru kemudian di-induksi.
CATATAN: Ketika subyek sudah terpengaruh oleh uji
sugestibilitas, sebenarnya dia sudah dalam kondisi
hipnosis.
Teknik Induksi Cepat Yang
Prinsip induksi cepat (Instant Induction) adalah
mengagetkan atau membingungkan.
Berjabat tangan (Handshake Induction).
Lepaskan tangan (Hand Drop Induction).
Hand Shake Interrupt (Membingunkan).
Induksi Dengan Flash Paper.
Induksi Dengan Melambaikan Tangan (Setelah
dipasangi anchor).
Telapak Tangan Magnet Menempel di Wajah (Bisa
juga digunakan untuk uji sugestibilitas).
4. DEEPENING
Deepening digunakan untuk membimbing subyek
memasuki kondisi hipnosis yang lebih dalam.
9 TEKNIK DEEPENING:
1. Mengubah Gangguan
2. Menghitung Mundur
3. Turun Dengan Lift
4. Tekan Pundak Subyek
5. Bayangkan Tempat Yang Indah
6. Menuruni Tangga
7. Jalan Kecil Yang Panjang
8. Tangan Dijatuhkan
9. Anchoring + Fractionation
5. TRANCE LEVEL TEST
Cara mengetahui apakah subyek sudah
somnambulism atau belum, yaitu:
Jatuhkan tangan / buka mata pada hitungan
kelima, hitung dengan cara khusus.
Suruh subyek membuka mata pada hitungan
ketiga dan menutup mata setelah dengan “klik”,
lakukan beberapa kali, kemudian hitung 1 2 (beri
jeda tiga detik) baru ucapkan tiga.
Bagaimana jika setelah di tes, subyek
ternyata belum somnambulism?
6. SUGESTI
1. Gunakan bahasa yang sederhana.
2. Lebih baik menggunakan kalimat
positif. Hindari kata “tidak, jangan
bukan” terutama bila dihubungkan
dengan kata yang negatif.
3. Spesifik. Satu sugesti, satu tujuan.
4. Hindari kata ”AKAN”.
7. ANCHORING
ANCHOR DENGAN SUGESTI
RUMUSNYA: Mulai sekarang dan seterusnya,
jika…., maka……
ANCHOR PERASAAN
Munculkan perasaan dengan sugesti atau
imajinasi.
Tekan anchor.
8. CONFIRM
- Setiap SUGESTI yang diberikan harus
dikonfirmasikan
- Setiap ANCHOR yang diberikan harus
dikonfirmasikan
9. NORMALKAN
- Beri Bonus Sugesti Positif (Kesegaran dan
Kesehatan Tubuh)
Hypnosis Pain Control
berfungsi untuk menciptakan dua hal :
Relaksasi Tubuh dan Pikiran.
Mental Anesthesia (Mati Rasa Dengan
Pemrograman Pikiran)
Manajemen Nyeri
Farmakologi
Menurut Shorten, Carr,
Harmo, Puig, dan
Browne (2006)
Komplementer- Non
alternatif Farmakologi
Hasil Penelitian
Zeltzer dan Le Baron (1982), meneliti 33 anak usia 6-17
tahun dengan kasus leukemia selama Bone Marrow
Aspiration (BMA) dan Lumbal Punksi (LP) dengan
design random assignment, hasilnya: pada BMA dan LP
nyeri turun secara signifikan
Hilgard dan Le Baron (1982),jumlah sampel 24 anak
usia 6-19 tahun juga dengan kasus onkologi selama
BMA, hasilnya nyeri dan ansietas secara signifikan
berkurang.
Broome, Lillis, [Link], et al (1992), jumlah sampel
14, pada anak usia 3-15 tahun yang dilakukan tindakan
Lumbal Punksi menunjukkan nyeri dan ansietas
berkurang secara signifikan
Next…
Hastuti (2011), mendapatkan hasil adanya perbedaan
skala nyeri sebelum dan sesudah pelaksanaan
hipnoterapi (P value 0,001; CI 95%). Penelitian ini
dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Muntilan dengan
menggunakan eksperimental randomized pre test post
test control design. Sampel berjumlah 32 pasien fraktur
yang dikelompokkan menjadi 16 sampel pada kelompok
kontrol dan 16 sampel pada kelompok intervensi. Rerata
skor nyeri pada kelompok perlakuan sebelum
hipnoterapi 6,94, sedangkan rerata skala nyeri setelah
hipnoterapi menurun menjadi 3,56.
Next..
Wahida dan Khusniyah (2012) mendapatkan pengaruh
hipnoterapi terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia
dengan menggunakan desain kuasi eksperimen tipe non
randomized control group pretest-posttest, besar sampel
masing-masing kelompok 10 responden dengan tehnik
purposive sampling menggunakan uji Wilcoxon and
Mannwhitney. Hasil penelitian tersebut adalah adanya
perbedaan skala nyeri pada lansia sebelum dan sesudah
diberikan hipnoterapi dengan nilai signifikan P=0,032
dengan tingkat P≤ 0,05.
Next..
Umam (2012) meneliti tentang efektivitas penerapan
hipnoterapi terhadap penurunan intensitas nyeri pada
pasien pascabedah mayor abdomen dengan desain
experimental randomized posttest only control dengan
jumlah sampel 18 orang dipilih secara purposive random
sampling, dengan hasil rerata skor nyeri sebelum
hipnoterapi pada kelompok perlakuan 5,67 dan turun
menjadi 1,44 setelah hipnoterapi
Next..
Yanti (2013) meneliti tentang pengaruh hipnoterapi
terhadap perubahan skor nyeri pascabedah pada anak
usia sekolah, mendapatkan hasil:
Rerata skor nyeri sebelum hipnoterapi adalah 6,32
dengan standar deviasi 0,745. Rerata skor nyeri
sesudah hipnoterapi adalah 1,29 dengan standar deviasi
0,825.
perbedaan rerata nyeri pascabedah sebelum dan
sesudah pemberian hipnoterapi 5,071 dengan nilai p
value <0,05, yang berarti ada perbedaan signifikan
rerata skor nyeri sebelum dan sesudah hipnoterapi
Referensi..
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Pengobatan
komplementer tradisional-alternatif. Diperoleh dari
[Link]/[Link]? option=com=content &
view=article&id=66:pengobatan-komplementer-tradisional-alternatif pada
Maret 2013.
Kolcaba, K. (2003). Comfort theory and practice: A vision for holistic health
care and research. New York: Springer Publishing Company.
Miller, E. (2004). World Health Association supports globe effort to relieve
chronic pain. Diperoleh dari [Link] mediacentre
/news/releases /2004 /pr70/en/ pada Maret 2013.
Tomey, A. M. & Alligood, M. R. (2010). Nursing theorist and their work. 7th
edition. Missouri: Mosby Elsevier
Yanti, I (2013). Pengaruh Hipnoterapi terhadap skor nyeri anak pascabedah
di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Publikasi di Pekan Ilmiah Tahunan
Keperawatan Anak Indonesia tahun 2013
LOGO
Good, better, best…!
Always do your best
Till you better best