0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan5 halaman

Metode Pembuatan Logam Alkali

Dokumen ini membahas tentang pembuatan alkali seperti natrium, kalium, litium, rubidium, dan sesium. Natrium diproduksi melalui elektrolisis natrium klorida, kalium melalui elektrolisis kalium hidroksida atau kalium sianida, litium dari spodumene melalui beberapa tahapan, dan rubidium serta sesium diproduksi melalui reduksi garam kloridanya masing-masing.

Diunggah oleh

Naufal Ariq
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan5 halaman

Metode Pembuatan Logam Alkali

Dokumen ini membahas tentang pembuatan alkali seperti natrium, kalium, litium, rubidium, dan sesium. Natrium diproduksi melalui elektrolisis natrium klorida, kalium melalui elektrolisis kalium hidroksida atau kalium sianida, litium dari spodumene melalui beberapa tahapan, dan rubidium serta sesium diproduksi melalui reduksi garam kloridanya masing-masing.

Diunggah oleh

Naufal Ariq
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembuatan Alkali

a) Natrium (Na)
Natrium dibuat dari elektrolisis lelehan natrium
klorida (NaCl) yang dicampur dengan kalsium
klorida
Peleburan NaCl ―→ Na+ + Cl‾
Katoda :  Na+ +  e ―→ Na
Anoda  :  2Cl‾ ―→  Cl2 +  2e
Reaksi elektrolisis: Na+ + Cl‾―→  Na + Cl2
b) Kalium (K)
• elektrolisis lelehan KOH
• elektrolisis lelehan KCN
• reduksi garam kloridanya
• reduksi KCl dengan Na
c) Litium (Li)
Sumber logam litium adalah spodumene (LiAl(SO)3). Spodumene
dipanaskan pada suhu 100 oC kemudian ditambah H2SO4 pekat panas
sehingga diperoleh Li2SO4. Campuran yang terbentuk dilarutkan ke dalam
air. Larutan Li2SO4 ini kemudian direaksikan dengan Na2CO3. Dari reaksi ini
terbentuk endapan Li2CO3.
Li­­2SO4(aq) +  Na2CO3(aq) ―→ Li­­2CO3(s) +  Na2SO4(aq)
Setelah dilakukan pemisahan Li2CO3 yang diperoleh direaksikan dengan
HCl sehingga diperoleh garam LiCl.
Li­­2CO3(s) +  2HCl(aq) ―→  2LiCl +  H2O +  CO2
 Garam LiCl ini yang akan digunakan sebagain bahan dasar elektrolisis
litium. Namun karena titik lebur LiCl yang sangat tinggi maka ditambahkan
KCl dengan perbandingan volume 55% LiCl dan 45% KCl. Penambahan KCl
ini bertujuan untuk menurunkan titik lebur LiCl. Reaksi yang terjadi pada
proses elektrolisis Li adalah sebagai berikut
Katoda :  Li+ +  e ―→ Li
Anoda  :   2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e
d) Rubidium (Rb)
Metode yang dilakukan untuk mengekstraksi
rubidium adalah dengan menggunakan metode
reduksi. logam rubidium dibuat dengan
mereduksi lelehan senyawa RbCl menurut reaksi: 
Na + RbCl <--> Rb + NaCl 
Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena
Rubidium mudah menguap, maka rubidium dapat
diproduksi terus-menerus dengan cara yang sama
dengan proses reduksi kalium 
e) Sesium (Cs)
Metode yang dilakukan untuk mengekstraksi
sesium adalah dengan menggunakan metode
reduksi. logam sesium dibuat dengan mereduksi
lelehan senyawa CsCl menurut reaksi: 
Na + CsCl <--> Cs + NaCl 
Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena
sesium mudah menguap, maka sesium dapat
diproduksi terus-menerus dengan cara yang sama
dengan proses reduksi kalium

Anda mungkin juga menyukai