Capaian Program KKBPK 2019 Jawa Barat
Capaian Program KKBPK 2019 Jawa Barat
Target Berdasarkan:
* RPJMD Provinsi Jawa Barat 2018-2023
** Proyeksi Direktorat Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN
KOTA BANDUNG
Data s.d.
INDIKATOR PPM 2018 % KETERANGAN
Des 2018
Pasangan Usia Subur 392.645
PB MKJP
(Peserta Baru Metode 13.598 14.845 91,60 (DIBANDING DENGAN PPM PB MKJP)
Kontrasepsi Jangka Panjang)
KOTA BANDUNG
DATA
DATA FASKES % KETERANGAN
sd. Desember 2018
TOTAL FASKES (INDUK) 141
1 KAB. BOGOR 628.229 58.305 25.666 30.379 2.387 28.445 319.919 163.128 116.737 511.492 30.832 955.591
2 KAB. SUKABUMI 334.511 31.046 13.666 16.176 1.271 15.146 170.346 86.860 62.159 272.352 16.417 505.665
3 KAB. CIANJUR 340.941 31.642 13.929 16.487 1.296 15.437 173.620 88.530 63.354 277.587 16.733 561.527
4 KAB. BANDUNG 504.875 46.857 20.626 24.414 1.919 22.860 257.101 131.098 93.816 411.059 24.779 691.378
5 KAB. GARUT 323.912 30.062 13.233 15.663 1.231 14.666 164.949 84.108 60.189 263.723 15.897 526.365
6 KAB. TASIKMALAYA 243.613 22.610 9.953 11.780 926 11.030 124.056 63.258 45.269 198.344 11.956 341.274
7 KAB. CIAMIS 153.162 14.214 6.257 7.406 582 6.937 77.995 39.771 28.459 124.703 7.519 222.890
8 KAB. KUNINGAN 130.627 12.123 5.337 6.317 496 5.915 66.520 33.919 24.273 106.354 6.411 211.568
9 KAB. CIREBON 246.761 22.902 10.081 11.932 938 11.173 125.660 64.075 45.853 200.908 12.111 446.375
10 KAB. MAJALENGKA 175.323 16.272 7.163 8.478 666 7.938 89.281 45.525 32.579 142.744 8.604 266.266
11 KAB. SUMEDANG 154.489 14.338 6.312 7.470 587 6.995 78.672 40.115 28.707 125.782 7.582 205.777
12 KAB. INDRAMAYU 295.315 27.408 12.065 14.280 1.122 13.371 150.386 76.683 54.875 240.440 14.493 446.414
13 KAB. SUBANG 265.724 24.662 10.856 12.849 1.010 12.031 135.317 68.999 49.377 216.347 13.041 360.342
14 KAB. PURWAKARTA 117.988 10.950 4.820 5.705 448 5.342 60.086 30.637 21.923 96.065 5.790 194.325
15 KAB. KARAWANG 326.374 30.291 13.334 15.782 1.240 14.778 166.201 84.748 60.647 265.727 16.018 489.570
16 KAB. BEKASI 440.161 40.851 17.982 21.284 1.673 19.930 224.147 114.294 81.790 358.371 21.603 688.868
17 KAB. BANDUNG BARAT 219.760 20.396 8.978 10.627 835 9.950 111.910 57.064 40.836 178.924 10.785 320.284
18 KAB. PANGANDARAN 47.649 4.422 1.947 2.304 181 2.157 24.265 12.373 8.854 38.795 2.338 79.689
19 KOTA BOGOR 87.645 8.134 3.581 4.238 333 3.968 44.633 22.758 16.286 71.359 4.301 149.659
20 KOTA SUKABUMI 33.185 3.080 1.356 1.605 126 1.503 16.898 8.617 6.167 27.018 1.629 54.289
21 KOTA BANDUNG 215.125 19.966 8.789 10.403 818 9.740 109.549 55.860 39.976 175.149 10.558 372.558
22 KOTA CIREBON 16.770 1.556 685 811 64 759 8.540 4.355 3.116 13.654 823 32.571
23 KOTA BEKASI 210.873 19.571 8.615 10.197 801 9.548 107.385 54.756 39.184 171.689 10.349 403.938
24 KOTA DEPOK 176.517 16.382 7.211 8.536 671 7.992 89.890 45.835 32.800 143.717 8.663 324.730
25 KOTA CIMAHI 58.927 5.469 2.407 2.849 224 2.668 30.009 15.301 10.949 47.978 2.892 91.197
26 KOTA TASIKMALAYA 71.207 6.609 2.909 3.443 271 3.224 36.261 18.490 13.232 57.975 3.495 116.296
27 KOTA BANJAR 21.105 1.959 862 1.021 80 956 10.747 5.480 3.922 17.183 1.036 31.954
PROV. JAWA BARAT 5.840.768 542.077 238.620 282.436 22.196 264.459 2.974.343 1.516.637 1.085.329 4.755.439 286.655 9.091.360
PERKIRAAN PERMINTAAN MASYARAKAT (PPM) ADDITIONAL USER
PROVINSI JAWA BARAT MENURUT KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2019
NO KABUPATEN/KOTA PPM ADDITIONAL USER
1 2 3
1 KAB. BOGOR 177.818 13.685 10.811 1.114 159 6.103 90.994 54.952 25.769 152.049 6.262
2 KAB. SUKABUMI 82.368 6.316 4.989 819 73 2.816 41.994 25.361 12.197 70.171 2.889
3 KAB. CIANJUR 97.176 7.479 5.908 605 87 3.335 49.730 30.032 14.079 83.097 3.422
4 KAB. BANDUNG 74.048 5.635 4.452 1.284 65 2.513 37.470 22.629 11.436 62.612 2.578
5 KAB. GARUT 85.853 6.593 5.208 722 76 2.940 43.839 26.475 12.599 73.254 3.016
6 KAB. TASIKMALAYA 48.697 3.730 2.946 541 43 1.663 24.798 14.976 7.260 41.437 1.706
7 KAB. CIAMIS 28.579 2.185 1.727 364 26 978 14.525 8.774 4.302 24.277 1.004
8 KAB. KUNINGAN 36.316 2.738 2.163 963 32 1.221 18.205 10.994 5.896 30.420 1.253
9 KAB. CIREBON 77.805 5.896 4.658 1.676 68 2.629 39.203 23.675 12.298 65.507 2.697
10 KAB. MAJALENGKA 29.869 2.239 1.769 958 26 998 14.888 8.991 4.992 24.877 1.024
11 KAB. SUMEDANG 23.536 1.783 1.409 508 21 795 11.859 7.161 3.721 19.815 816
12 KAB. INDRAMAYU 71.018 5.450 4.305 654 63 2.430 36.234 21.882 10.472 60.546 2.493
13 KAB. SUBANG 61.631 4.744 3.747 380 55 2.115 31.542 19.048 8.926 52.705 2.170
14 KAB. PURWAKARTA 23.012 1.741 1.375 532 20 776 11.577 6.991 3.668 19.344 796
15 KAB. KARAWANG 125.646 9.591 7.577 1.807 111 4.277 63.771 38.512 19.086 106.560 4.388
16 KAB. BEKASI 115.566 8.909 7.038 529 103 3.973 59.239 35.775 16.579 98.987 4.076
17 KAB. BANDUNG BARAT 42.616 3.276 2.588 320 38 1.461 21.780 13.153 6.222 36.394 1.499
18 KAB. PANGANDARAN 12.772 981 775 109 12 437 6.520 3.938 1.877 10.895 449
19 KOTA BOGOR 20.994 1.572 1.242 692 18 701 10.455 6.314 3.524 17.470 719
20 KOTA SUKABUMI 8.393 599 474 654 7 267 3.985 2.407 1.734 6.659 274
21 KOTA BANDUNG 69.837 5.275 4.167 1.726 61 2.352 35.074 21.182 11.229 58.608 2.413
22 KOTA CIREBON 10.036 700 553 995 8 312 4.656 2.812 2.256 7.780 320
23 KOTA BEKASI 45.061 3.432 2.711 750 40 1.530 22.818 13.780 6.933 38.128 1.570
24 KOTA DEPOK 36.466 2.769 2.187 713 32 1.235 18.411 11.119 5.701 30.765 1.267
25 KOTA CIMAHI 10.636 790 624 434 9 352 5.254 3.173 1.857 8.779 361
26 KOTA TASIKMALAYA 18.725 1.423 1.124 357 16 634 9.459 5.712 2.920 15.805 650
27 KOTA BANJAR 4.272 293 231 489 4 131 1.948 1.176 1.017 3.255 135
PROV. JAWA BARAT 1.438.746 109.824 86.758 20.695 1.273 48.974 730.228 440.994 218.550 1.220.196 50.247
PERKIRAAN PERMINTAAN MASYARAKAT (PPM) GANTI CARA PER MIX KONTRASEPSI
PROVINSI JAWA BARAT MENURUT KABUPATEN/KOTA ----- TAHUN 2019
NO KABUPATEN/KOTA PPM GC IUD PPM GC MOW PPM GC MOP PPM IMPLANT
1 2 3 4 5 6
PENJELASAN
Yang dimaksud pelayanan kesehatan dalam pasal ini meliputi pelayanan dan
penyuluhan kesehatan, imunisasi, pelayanan keluarga berencana, rawat
jalan, rawat inap, pelayanan gawat darurat dan tindakan medis lainnya…………..
Undang-Undang Kesehatan 36/2009
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014
TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
Bagian Kedua
Upaya Kesehatan
Pasal 35
(1) Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama.
(2) Upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara terintegrasi dan
berkesinambungan.
Pasal 36
(1) Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 meliputi upaya
kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan masyarakat pengembangan.
(2) Upaya kesehatan masyarakat esensial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pelayanan promosi kesehatan;
b. pelayanan kesehatan lingkungan;
c. pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana;
d. pelayanan gizi; dan
e. pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit
Perjanjian Kerja Sama Antara BKKBN dan BPJS
BPJS
Perjanjian Kerja Sama Antara BPJS dan BKKBN
• Memberikan informasi dan rekomendasi kepada BPJS ttg Faskes yang memenuhi kriteria dan
persyartan untuk memberikan pelayanan KB di fasilitas kesehatan baik milik pemerintah maupun
swasta kepada yang telah terdaftar pada BPJS kesehatan
• Meningkatkan kerjasama dan koordinasi secara berjenjang dari [Link] → Tk. Kab./Kota
dengan Dinkes dan Puskesmas melalui pertemuan berkala, bimbingan teknis dan supervisi
terpadu
• Menyediakan dan mendistribusikan :
Pasal 46
(1). Setiap Peserta berhak memperoleh Manfaat Jaminan Kesehatan yang bersifat pelayanan
kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitatif, termasuk pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai
sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan.
Pasal 48
(1). Manfaat pelayanan promotif dan previntif meliputi pemberian pelayanan :
a. penyuluhan kesehatan perorangan;
b. imunisasi rutin
c. keluarga berencana
d. skrining riwayat kesehatan dan pelayanan penapisan atau skrining
kesehatan tertentu; dan
e. peningkatan kesehatan bagi Peserta penderita penyakit kronis
Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun 2018
tentang Jaminan Kesehatan
Pasal 48
(4). Pelayanan keluarga berencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c
meliputi konseling dan pelayanan kontrasepsi, termasuk vasektomi dan
tubektomi bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional.
(5). Ketentuan mengenai pemenuhan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi bagi
Peserta Jaminan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan diatur dengan Peraturan
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
ROADMAP JKN
DAN
PELAYANAN KBKR
8 Sasaran Pokok Peta Jalan
Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2014-2019
2. BPJS Kesehatan mengelola jaminan kesehatan Seluruh penduduk tahun 2019 (estimasi 257,5
setidaknya bagi 121, 6 juta juta jiwa) mendapat jaminan kesehatan
3. Paket manfaat medis yang dijamin adalah seluruh Paket manfaat medis dan non medis sama
pengobatan penyakit dengan perbedaan kelas
perawatan di RS
4. Rencana aksi Pengembangan fasilitas kesehatan, Jumlah dan sebaran fasilitas pelayanan kesehatan
nakes, sistem rujukan dan infrastuktur tersusun sudah memadai
dan mulai dilaksanakan
7. Paling sedikit 65% tenaga dan fasilitas kesehatan Paling sedikit 80% tenaga dan fasilitas kesehatan
menyatakan puas menyatakan puas
8. BPJS dikelola terbuka, efisien dan akuntabel BPJS dikelola terbuka, efisien dan akuntabel
Sementara Jumlah
Jumlah Peserta JKN-KIS Kepesertaan Program JKN-
se-Indonesia sudah KIS di Jawa Barat 22.392.162
mencapai 187.982.949 atau sekitar 70 persen dari
jiwa atau mencapai jumlah penduduk se
72,9 persen. Kedeputian Wiayah Jawa Barat
sebanyak 31.841.389 jiwa
Sumber : [Link]
***data per Desember 2017
Peserta JKN – KIS Kota Bandung
• Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung
(Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPJS Kesehatan Cabang Bandung sampai
dengan tanggal 15 Desember 2017) :
# Hasil Pelayanan Peserta KB (s/d Sep 2018) Fasilitas Kesehatan yang Melayani KB :
Pelayanan KB
Klaim BPJS
Baru BPJS BKKBN
MOW 35.992 0 10,709
FKTP 21,434
MOP 1,364 20
IUD / Implan 306,499 103,012 FKRTL 2,443 2,570
Suntik 811,635 450,616 (BPJS, Oct 1st (BKKBN, July
Kondom 53,464 - 2018) 2018)
Pil 354,974 -
Total 1,563,928 553,658
(BKKBN) (BPJS)
Tantangan
Kompleksitas Sulitnya menjangkau
peraturan dan proses populasi yang miskin,
untuk pengklaiman
Kurangnya terpencil, dan
kesadaran tertinggal
dan sosialisasi akan
manfaat JKN
Rendahnya peran
dokter dalam melayani
Sistem rujukan KB
Pentingnya untuk tidak sepenuhnya
meningkatkan dipahami oleh penyedia
kualitas layanan layanan medis
Tindak Lanjut
Penguatan Menguatkan
koordinasi lintas standar, layanan,
Meningkatkan dan sistem informasi
kesadaran dari sektor:
manfaat JKN dan sektor swasta, pusat
prosedur kesehatan,
administratifnya bidan/dokter, dan BPJS;
Mendorong Melibatkan
masyarakat untuk Penyuluh
berpartisipasi dalam Melibatkan Keluarga
JKN melalui Berencana (PKB)
sektor swasta
stakeholder untuk mensosialisasikan
untuk memperluas
mengenai JKN termasuk
cakupan skema pembiayaan KB.
KEBIJAKAN PROGRAM KBKR
PERATURAN KEPALA BKKBN NOMOR 199 TAHUN 2016
TENTANG RENSTRA BKKBN TAHUN 2015 - 2019
KEBIJAKAN
Meningkatkan akses pelayanan KB dan KR yang merata
dan berkualitas
STRATEGI
1. Penguatan dan pemaduan kebijakan dalam sistem SJN Kesehatan (kemudahan
akses terhadap fasilitas pelayanan KB di setiap tingkatan wilayah);
2. Penggerakan pelayanan MKJP serta KB Pascapersalinan dan Pascakeguguran;
3. Peningkatan jaminan ketersediaan alokon & sarana pelayanan KB;
4. Peningkatan pelayanan secara statis dan dan bergerak di DTPK;
5. Peningkatan kapasitas tenaga medis dan penguatan kapasitas tenaga
lapangan untuk mendukung penggerakan dan penyuluhan KB;
6. Promosi dan konseling kesehatan dan hak-hak reproduksi;
7. Penguatan kemandirian ber-KB.
KEBIJAKAN TERKAIT FASKES
Berdasarkan Permenkes 71/2013 tentang pelayanan Kesehatan dalam JKN
Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama
• Dalam Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat,
Puskesmas memiliki jaringan pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas Pembantu (Pustu), Bidan di desa, dan
Puskemas Keliling (Pusling)
• Bidan Praktik Mandiri dapat menjadi jejaring dari puskesmas atau FKTP lainnya yang telah bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan.
KLASIFIKASI FASKES DAN
SISTEM PEMBIAYAAN MELALUI BPJS KESEHATAN
Strategic Purchasing
KEBIJAKAN (KEWAJIBAN)
Kewajiban BKKBN dalam pemenuhan kebutuhan
alat dan obat kontrasepsi bagi Peserta Jaminan
Kesehatan di Fasilitas Kesehatan (Perpres 82 2018)
44
KODE INA-CBG DALAM PELAYANAN KB
NO TINDAKAN ICD 10 & ICD 9 CM KODE INA-CBG KODE INA-CBG
Z30.2
1 a. MOW dgn Laparoscopy W-1-12-I W-2-12-0
66,39
Z30.2
b. MOW dgn mini Laparotomy W-1-12-I W-2-12-0
66,39
Z30.2
2 MOP x-0-13-x v-3-10-0
63,73
Z30.1
3 a. Pasang IUD Z-4-12-I W-3-11-0
69,7
Z30.5
b. Cabut IUD Z-4-12-I W-3-12-0
97,71
Z30.5
c. Cabut & Pasang IUD Z-4-12-I W-3-11-0
97,71
a. Pasang Susuk KB Z30.2 Z-4-12-I Q-5-44-0
4
b. Cabut Susuk KB Z30.5 Z-4-12-I W-3-12-0
c. Cabut&Pasang Susuk KB Z30.5 Z-4-12-I W-3-12-0
KODE INA-CBG DALAM PELAYANAN KB
NO TINDAKAN ICD 10 & ICD 9 CM KODE INA-CBG KODE INA-CBG
5 Komplikasi Berat T83.9 N-4-14-I Q-5-44-0
6 a. IUD Post Partum Z30.1 Z-4-12-I Q-5-44-0
O82.9
Z30.2
b. MOW Post Sectio o-6-10-1
74.4
O-7-10-0
66,39
7 Konseling KB Z30.0 Z-4-12-I Q-5-44-0
8 KB Suntik 3 bulanan Z30.4 Z-4-12-I Q-5-44-0
9 Survailance IUD Z30.5 Z-4-12-I Q-5-44-0
10 Survailance Obat KB Z30.4 Z-4-12-I Q-5-44-0
11 Management Z30.9 Z-4-12-I Q-5-44-0
PELAYANAN KB
DAN
PENCATATAN PELAPORAN
Berdasarkan PP No.61 Tahun 2014
Tentang “Kesehatan Reproduksi”
(Pasal 22)
• Ayat 1 :
Setiap orang berhak memilih metode kontrasepsi untuk dirinya tanpa paksaan
• Ayat 2 :
Metode Kontrasepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai pilihan pasangan
suami istri dengan mempertimbangkan usia, paritas, jumlah anak, kondisi kesehatan
dan norma agama
• Ayat 3 :
Metode Kontrasepsi sebagaimana dimaksud pada ayat(1) yang berupa
pelayanan kontrasepsi dengan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), Implant,
dan Metode Operasi Wanita (MOW) / Metode Operasi Pria (MOP) harus
dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
PENGGERAKAN AKSEPTOR
PELAYANAN KB-KR
AKSEPTOR
1. Dilaksanakan di FASKES
Tahun 2019
Penyediaan
IUD KIT melalui DAK
Kabupaten/Kota
GYNECOLOGY BED
IMPLANT KIT
Pemetaan kebutuhan
PENGADAAN TEMPAT sarana pelayanan KB
PENYIMPANAN KIT/ di faskes oleh
ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI Kab/Kota
Kebijakan penyediaan alat dan obat kontrasepsi
Berdasarkan perhitungan Perkiraan Permintaan Masyarakat
(PPM) dengan arah kebijakan:
1. Kondom
2. Pil KB I Kombinasi (Levonorgestrel 0,150 mg dan Ethinyl Estradiol 0,030 mg
3. Suntik KB I Tiga bulanan (Medroksiprogesteron asetat 150 mg/3ml)
4. Implan/Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)/Susuk KB II Plus
Inserter(Levonogestrel 75 mg)
5. IUD/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) yaitu copper CuT 380A
6. Alat dan obat kontrasepsi baru sesuai kebijakan pemerintah
DISTRIBUSI ALOKON
KE FASILITAS KESEHATAN PELAYANAN KB
Mekanisme Distribusi ALOKON (PERKA BKKBN NO.286/PER/B3/2012)
BKKBN
F/V/KB PUSAT
INFORMATION :
Gudang = Dropping
= Tembusan
= koordinasi
BKKBN
F/V/KB PROVINSI
Gudang
DINKES
KAB/KOTA
BKKBN
F/V/KB KAB/KOTA
Gudang
LSM/
RS SWASTA
PUSKESMAS PPLKB/UPTD
F/II/KB
INDUK
PUSTU
KLINIK SWASTA
PUSKESDES/POLINDES
Peserta KB
PEMENUHAN ALOKON BERDASARKAN KLASIFIKASI FASKES KB
Fasilitas Pemenuhan
Registrasi Faskes KB Pengelompokan jenis
Kesehatan oleh SKPD-KB Alokon
(yang bekerjsama dgn faskes KB
BPJS Kes)
Faskes KB =Faskes KB
Aplikasi statistik rutin 3.
Sempurna Lengkap
FKRTL: berbasis web
1. Rumah Sakit
2. Klinik Utama Faskes KB =Faskes KB
4.
Paripurna Lengkap
KLASIFIKASI FASKES KB
(Berdasarkan Ruang Lingkup Pelayanan KB)
PERKA BKKBN NO. 185/ PER/E1/2014
Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Keluarga Berencana dalam Jaminan
Kesehatan Nasional :
Setiap FKTP dan FKRTL yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan telah
teregistrasi dengan K/0/KB (registrasi ke SKPD KB Kab./Kota)
Berhak
DUKUNGAN MOW MOP - Rekapitulasi SPJ By. Penggerakan yang ditandatangani Kepala Dinas OPD-KB
Kabupaten/Kota
TRANSPORT PETUGAS 150.000 150.000 - Kuintansi Pembayaran Uang (Asli) yang ditandatangani lengkap (Kasie Kab/Kota,
Koord. Petugas KB,
TRANSPORT AKSEPTOR 150.000 150.000 Kasubbid. Jampelswa, BPP Bidang KBKR, PPK dan
Bendahara)
- Kuitansi/Daftar Penerimaan By. Transport
DUKUNGAN KIE 150.000 ----- Petugas KB
- Kuitansi/Daftar Penerimaan By. Transport
Akseptor
KONSUMSI PETUGAS 50.000 50.000 - Kuitansi/Daftar Penerimaan By.
Dukungan KIE
KONSUMSI AKSEPTOR 50.000 50.000 - Kuitansi/Daftar Pembelian Konsumsi Petugas KB dilampiri Daftar Hadir
- Kuitansi/Daftar Pembelian Konsumsi Akseptor KB dilampiri Daftar
Hadir
BANTUAN JAMINAN -----
HIDUP (JADUP) AKSEPTOR
Lampiran :
KB MOP
- Fotocopy
K/I/KB
- Fotocopy
K/IV/KB
- Daftar Nama Akseptor KB yang
dilayani
- 'Fotocopy Informed Consent (Nama Akseptor sesuai Tanda
Identitas)
Untuk Pelayanan MOP dilampiri - Fotocopy Tanda Identitas Akesptor KB (KTP/SIM/KK/Surat Keterangan
Domisili)
*** Kuitansi/Daftar Penerimaan By. Jadup - Fotocopy F/II/KB dari Faskes KB/UPT
Kecamatan
Calon Peserta KB