0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
682 tayangan15 halaman

Desinfeksi Tugas165

Dokumen tersebut membahas proses desinfeksi air menggunakan klorinasi dan sinar UV. Klor bekerja sebagai hipoklorit atau klor bebas untuk membunuh mikroorganisme. Sinar UV menggunakan lampu merkuri tekanan rendah di dalam tabung quartz untuk membunuh mikroorganisme melalui radiasi panjang gelombang tertentu.

Diunggah oleh

pritania dwitasari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
682 tayangan15 halaman

Desinfeksi Tugas165

Dokumen tersebut membahas proses desinfeksi air menggunakan klorinasi dan sinar UV. Klor bekerja sebagai hipoklorit atau klor bebas untuk membunuh mikroorganisme. Sinar UV menggunakan lampu merkuri tekanan rendah di dalam tabung quartz untuk membunuh mikroorganisme melalui radiasi panjang gelombang tertentu.

Diunggah oleh

pritania dwitasari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGOLAHAN UNIT

DESINFEKSI
MENGGUNAKAN
KLORINASI DAN SINAR UV
Kelompok 15
PROSES DESINFEKSI
Pada proses desinfeksi, klor bekerja dalam bentuk hypoklorit atau klor bebas.
Residual klor bebas bukan klor bebas molekular yang bertindak sebagai gas terlarut kecuali
pada pH ≤ 5. Kombinasi klor denagn air pada pH 5 dan 6 membentuk hipoklor dan asam
hipoklorit. Reaksi yang terjadi :
Cl2 + H2O  HOCl + HCl
HOCl H+ + OCl-
Pada pH 8,5 HOCl terionisasi 90% menjadi ion hipoklorit. HOCl merupakan
desinfektan efektif. Air dengan pH 6 – 7,5 maka 40 – 95% klor tersedia bebas dalam bentuk
HOCl. Kaporit dalam air bereaksi sebagai berikut :
Ca(OCl)2 + H2O  Ca2+ + H2O + 2OCl-
H+ + OCl-  HOCl
PROSES DESINFEKSI
Amonia dalam air akan bereaksi dengan klor atau asam hipoklorit membentuk :
1. Pada pH 7,7 : monochloramine (NH2Cl)
NH3 + HOCl  NH2Cl + H2O
2. Pada 4 ≤ pH ≤ 6 : dichloramine (NHCl2)
NH2Cl + HOCl2  NHCl2 + H2O
3. Pada pH ≥ 7 ; trichloramine
NHCl2 + HOCl  NCl2 + H2O
PROSES KLORINASI
Klor merupakan bahan yang paling umum digunakan sebagai disinfektan karena
efektif pada konsentrasi rendah, murah dan membentuk sisa klor jika diterapkan pada dosis
yang mencukupi.
Dosis klor adalah jumlah klor yang ditambahkan pada air untuk menghasilkan
residu spesifik pada akhir waktu kontak. Hasil sisa (residu) adalah dosis dikurangi
kebutuhan klor yang digunakan oleh komponen dan materi organik yang ada dalam air.
Dosis klor yang dibutuhkan pada proses pengolahan ditentukan dengan uji laboratorium
atau pilot plant. Dosis klor dapat bervariasi tergantung pada kualitas air, temperatur dan
kondisi iklim yang lain. Umumnya, dosisnya berada pada rentang 0,2 sampai 4 mg/L. Tabel
9.1 menunjukkan dosis klor yang dianjurkan.
PROSES KLORINASI
Berikut ini beberapa jenis densifektan yang digunakan yaitu :
• Gas klor (Cl2), kandungan klor aktif minimal 99%;
• Kaporit atau kalsium hipoklorit (CaOCl2) x H2O kandungan klor aktif (60-70) %;
• Sodium hipoklorit (NaOCl), kandungan klor aktif 15%; ( Sumber : SNI 6774 – 2008 )
Untuk dosis klor ditentukan berdasarkan bpc yaitu jumlah klor yang dikonsumsi air
besarnya tergantung dari kualitas air bersih yang di produksi serta ditentukan dari sisa klor
di instalasi
TABEL 1.1
Dosis klor, Waktu kontak,
Tujuan Pengolahan Rentang pH
mg/L menit
Residu klor kombinasi 1–5 a 7 -8
a : Jika dibutuhkan CT
Residu klor bebas 0.5 – 4 a 7 -8 b : Dinyatakan dalam mg / L
Reaksi breakpoint 6 – 8 x NH3b 30 6.5 – 8.5 sebagai NH3

(optimum 7.5) Sumber : Qasim et al ( 2000 )


Pembentukan monokloramin
(dikloramin akan terbentuk bila 3 – 4 x NH3b 20 7 -8
pH di bawah 7)
Pembentukan residu klor 6 – 8 x NH3b 20 5. – 8.5
bebas
PERHITUNGAN
• Q air = 150 L/s = 0.15 m³/s
• Jumlah pipa ke reservoar = 2 buah
• Q tiap pipa = 150 L/s / 2 buah = 750 L/s = 0,075 m³/s = 6480 m³/hari
• Sisa klor = 1 mg/L (Tabel 1.1)
• Gas klor (Cl2) diinjeksikan ke dalam pipa menggunakan tabung klorinator
• Kapasitas tabung klorinator = 615 kg
• Dosis BPC berdasarkan analisa laboatorium
• Gas klor di injeksikan 30 menit
• NH3 dalam air diasumsikan 0,25 mg/l
• Dosis BPC = 8 x 0,25 mg/l = 2 mg/l (Tabel 1.1)
• (Sumber : Qasim, et al)
PERHITUNGAN
• Panjang pipa = 4 m
• Pipa injeksi berdiameter 3 cm (Shculz, Okun , 1982)
• v asumsi = 2 m/s
• Perhitungan :
• Dosis klor yang dibutuhkan = Dosis klor optimum + sisa klor = 2 mg/L + 1 mg/L = 3 mg/L
• Kebutuhan klor dalam 1 hari = 3 mg / L x 6480 m³/hari x 10-6 kg/mg x 1000 L/m3 = 19.44 kg/hari
• Diasumsikan penampungan klor cukup selama 30 hari = 19.44 kg/hari x 30 hari = 583,2 kg
• Kebutuhan tabung Klor = 583,2 kg/kapasitas tabung klor = 583,2 kg/615 kg = 0,727 ≈ 1 buah
PERHITUNGAN
• Volume gas klor yang dibutuhkan untuk klorinasi 4xA 4 x 0,0375
• Diameter pipa = = = 0,218 m ≈
• P.V=n.R.T π π
250 mm
• T = 27 ° C = 300 K 0.075
• V cek = Q/A =1 = 1,52 m/s (memenuhi)
• R = 0,0821 atm/mol.K 𝑥 3.14 𝑥 (0.25)2
4

• P = 520 KPa = 5,132 atm (Shculz, Okun, 1982)


• N = massa gas klor/Mr Cl2= 5843,2 kg/71,1 = 82 mol
P.V =n.R.T
5,132 . V = 82. 0,0821 . 300
V = 4 m3
• A tiap pipa ke reservoir = Q/v = 0,075 m³/s / 2 m/s =
0,0375 m²
PERHITUNGAN
• Headloss :
Mayor Loses :
Q 1,85 75 1,85
• hf = 2,63 xL= 2,63 x 4= 0,03 m
0,00155 x C x D 0,00155 x 110 x 25
Head Kecepatan :
v2 1,522
• hv = 2g = 2 . 9,81 = 012 m
Minor loses diabaikan karena pipa tidak memiliki aksesoris dan tidak berbelok sehingga,
• headloss total = 0,03 m + 0,12 m = 0,15 m
PERHITUNGAN BANGUNAN
• Headloss :
Mayor Loses :
Q 1,85 75 1,85
• hf = 2,63 xL= 2,63 x 4= 0,03 m
0,00155 x C x D 0,00155 x 110 x 25
Head Kecepatan :
v2 1,522
• hv = 2g = 2 . 9,81 = 012 m
Minor loses diabaikan karena pipa tidak memiliki aksesoris dan tidak berbelok sehingga,
• headloss total = 0,03 m + 0,12 m = 0,15 m
PROSES SINAR UV
Sistem UV menggunakan lampu merkuri tekanan rendah yang tertutup dalam tabung
quartz. Tabung dicelupkan dalam air yang menalir dalam tangku sehingga tersinari oleh radiasi UV
dengan panjang gelombang sebesar 2.537 A yang bersifat germmicidal.
TERIMA KASIH
ADA PERTANYAAN ?

Anda mungkin juga menyukai