Metode CSAMT merupakan metode hasil pengembangan metode
MT(Magnetotelluric)
Sumber CSAMT biasanya berupa dipol listrik HED (horizontal electrical
dipole) atau VMD (vertical magnetic dipole) dengan panjang 1-2 km
sebagai sumber buatan. Kedua sumber tersebut terletak di permukaan
bumi.
Metode CSAMT merupakan teknik sounding elektromagnetik yang
beresolusi tinggi dengan menggunakan sinyal buatan
Metode MT/AMT merupakan suatu teknik eksplorasi yang
terkenal digunakan untuk mengukur fluktuasi pada medan listrik dan
medan magnet alami pada jangkauan frekuensi yang luas
Perbedaan metode CSAMT dengan MT/AMT terletak pada sumber sinyal
yang digunakan
Responnya diterima
Sinyal di injeksikan Sinyal dipancarkan receiver dalam
ke dalam bumi ke seluruh arah oleh bentuk medan listrik
dipol listrik dan medan
magnetik
CSAMT terdiri dari pasangan elektroda dipole yang tetap, dimana jarak
keduanya antara 1 2 km, bahkan dapat mencapat 2 4 km jika
diinginkan.
Yang diukur dalam metode CSAMT ini adalah komponen kuat medan
magnet dan kuat medan listrik yang saling tegak lurus.
Set-up survei CSAMT tensor
Peralatan Pengukuran Data CSAMT atau
Skema Pemasangan Alat Ukur CSAMT
Definisi CSAMT tensor,
vektor dan skalar (Zonge
&Hughes, 1990)
Dasar teori dari metode CSAMT adalah persamaan
Maxwell yang merupakan persamaan umum yang
dapat mendeskripsikan sifat gelombang
elektromagnetik (Zonge and Hughes, 1991).
Pada CSAMT ini menggunakan prinsip Hukum
Maxwell dimana medan magnet (H) diubah
menjadi listrik (E)
Terdapat dua buah komponen medan listrik (E)
yang dibutuhkan, yaitu Ex dan Ey
Sedangkan terdapat tiga komponen untuk medan
magnet (H) yang dibutuhkan, yaitu Hx, Hy, dan Hz.
Asumsi dasar yang digunakan adalah bumi dianggap lapisan
horizontal dan homogen isotropis
Efektif untuk memetakan kontras nilai tahanan jenis
(resistivitas) batuan bawah permukaan hingga kedalaman 1-2
km (Zonge and Hughes 1991)
CSAMT memiliki resolusi lateral yang sangat baik, sehingga
memungkinkan identifikasi fitur-fitur geologi yang berukuran
relatif kecil dan dalam
Penurunan persamaan untuk metode MT maupun CSAMT
dikembangkan mengikuti pendekatan Cagniard
Pada metode CSAMT ini terdapat beberapa efek efek yang
nantinya akan mengakibatkan penyimpangan dan berakibat
pada data yang diperoleh. Berikut dijelaskan beberapa efek pada
metode CSAMT :
o Efek Statik
Penyimpangan data CSAMT karena adanya heterogenitas
lokal dekat permukaan.
~ Melakukan perhitungan secara teoritis
~ Menggunakan teknik processing seperti pemfilteran
spasial
~ Menggunakan pengukuran yang bebas dari pengaruh efek
statis
o Efek Topografi
~ Melakukan perhitungan untuk menghilangkan
dari data
o Efek Sumber
~ Berkaitan dengan jarak antara transmitter
receiver pada saat pengukuran dilakukan
o Efek nonplane wave
o Efek Source Overprint
Merupakan pembacaan data yang bergeser. Jika
terjadi ini kita harus melakukan normalisasi agar
meminimalisir terjadinya overprint
o Efek Bayangan ( shadow )
Merupakan efek yang timbul dari filtur geologi lokal
antara sumber dan sounding
Operator error
Instrumentation noise
Cultural noise
Disebabkan oleh lingkungan sekitar. Contoh : adanya
logam besar dan stasiun radio yang membawa sinyal tersebut
sehingga berpengaruh terhadap kualitas data medan magnet
dan medan listrik yang terukur. Cara menghindari gangguan ini
adalah mendesain pengukuran yang baik.
Atmospheric / telluric noise
Di sebabkan oleh aktivitas atmosfer dan arus telluric di dalam
bumi. Kasus noise yang bersumber dari atmosfer dapat berupa
petir yang memiliki frekuensi. Untuk menghindarinya
digunakan low pass filter.
Wind noise
Kesalahan yang diakibatkan karena adanya
pergerakan angin, angin ini akan menggerakkan
antena medan magnet sehingga sinyal pengukuran
yang dihasilkan akan kurang baik. Untuk
menghindarinya antena medan magnet harus
dikubur dalam tanah agar terhindar dari getaran
atau goncangan angin tersebut.
Metode ini memindai rentang frekuensi sehingga
bagian model resistivitas kedalaman tanah dapat
dihasilkan dengan melakukan pengolahan post-data
Aplikasi:
Eksplorasi tambang
Eksplorasi migas
Eksplorasi geothermal
Investigasi tanah
Proyek geoteknik
Pemetaan struktur geologi dan litologi
Non-intrusif
Resolusi tinggi secara lateral dan vertikal
Tampilan data yang menerus sepanjang lintasan
Memiliki sinyal yang lebih kuat
Mempunyai sinyal yang koheren sehingga
meningkatkan keefektifan pemrosesan sinyal untuk
menghilangkan noise
Surveinya lebih cepat dan murah
Diperlukan transmitter
Kemungkinan jarak yang dekat antara transmitter
dan receiver menimbulkan efek near field
Pengukuran yang tidak menggunakan konfigurasi
tensor secara penuh menghasilkan informasi yang
lebih sedikit
Umumnya berkaitan pada pembatasan kekuatan
transmitter sehingga kedalam investigasi lebih
dangkal