ARTIKEL ILMIAH
PERENCANAAN KOTA
Judul :
PENATAAN KABEL LISTRIK DI KOTA PALEMBANG
Dosen Pengampu :
Putri Mutiara Rakista, S.Sos., M.AP.
Disusun Oleh :
Dirdha Elly Kusuma
048469148
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS HUKUM ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
TAHUN 2022
KATA PENGANTAR
Segala Puja dan Puji kehadirat Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang dan atas
segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis di beri kesehatan dan
kesempatan. Shalawat dan salam penulis sampaikan kepada baginda Rasulullah Saw dan para
keluarganya, dan para guru guru yang telah menunjukkan jalan dan ilmu-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan artikel ilmiah tentang “Penataan Kabel Listrik di Indonesia”
Artikel ini telah penulis susun dengan maksimal sehingga dapat memperlancar pembuatan
artikel ilmiah ini. Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah berkontribusi dalam pemmbuatan artikel ilmiah ini.
Akhir kata penulis berharap semoga ini dapat membrikan manfaat maupun inspirasi terhadap
pembaca.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keteraturan dan estetika visual kota merupakan aspek penting dalam menciptakan
lingkungan hidup yang nyaman dan berkelanjutan. Salah satu permasalahan yang
seringkali mengganggu estetika kota adalah keberadaan jaringan kabel listrik yang
semrawut. Kabel-kabel yang menjuntai di udara, tiang-tiang yang berjejer tidak
teratur, dan kotak-kotak instalasi yang kurang terawat dapat merusak pemandangan
kota dan bahkan membahayakan keselamatan publik.
Penataan kabel listrik yang baik bukan hanya sekadar masalah estetika, tetapi juga
berkaitan erat dengan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan sistem kelistrikan kota.
Kabel yang terkelola dengan baik akan mengurangi risiko gangguan, mempermudah
pemeliharaan, dan memperpanjang umur pakai infrastruktur. Selain itu, penataan
kabel yang terencana juga dapat mendukung pengembangan infrastruktur kota
lainnya, seperti jaringan telekomunikasi dan transportasi.
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif mengenai penataan
kabel listrik di perkotaan, mulai dari rencana strategis, skema pendanaan, hingga
prediksi tantangan dan hambatan yang mungkin dihadapi. Diharapkan, artikel ini
dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya peningkatan kualitas lingkungan
hidup dan keberlanjutan sistem kelistrikan di kota-kota di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam artikel ini adalah:
1. Bagaimana merumuskan rencana strategis yang efektif untuk penataan kabel
listrik di perkotaan?
2. Bagaimana skema pendanaan yang berkelanjutan dapat diterapkan untuk
mendukung program penataan kabel listrik?
3. Apa saja tantangan dan hambatan yang mungkin dihadapi dalam implementasi
program penataan kabel listrik, dan bagaimana cara mengatasinya?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Menyusun rencana strategis yang komprehensif untuk penataan kabel listrik di
perkotaan.
2. Mengidentifikasi dan menganalisis skema pendanaan yang berkelanjutan untuk
program penataan kabel listrik.
3. Memprediksi dan menganalisis tantangan dan hambatan yang mungkin dihadapi
dalam implementasi program penataan kabel listrik, serta merumuskan strategi
untuk mengatasinya.
BAB II
TINJAUAN LITERATUR
2.1 Konsep Kota Ideal: Kallipolis dari Plato
Konsep Kallipolis dari Plato menggambarkan sebuah kota ideal yang diatur secara
harmonis dan adil. Dalam konteks penataan kabel listrik, konsep ini relevan karena
menekankan pentingnya keteraturan, keindahan, dan fungsi dalam perencanaan kota.
Kallipolis menekankan bahwa setiap elemen kota harus berkontribusi pada
kesejahteraan seluruh masyarakat, termasuk infrastruktur kelistrikan.
2.2 Teori Perencanaan Kota Berkelanjutan
Teori perencanaan kota berkelanjutan menekankan pentingnya mempertimbangkan
aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pembangunan kota. Penataan kabel
listrik yang baik merupakan bagian integral dari perencanaan kota berkelanjutan
karena dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi risiko kecelakaan, dan
meningkatkan kualitas visual lingkungan.
2.3 Studi Kasus Penataan Kabel Listrik di Kota Lain
Penataan kabel listrik di Korea Selatan terkenal rapi dan terstruktur karena
berbagai faktor, termasuk standar konstruksi yang ketat, penggunaan kabel bawah
tanah yang luas, dan fokus pada estetika. Korea Selatan memiliki standar konstruksi
yang ketat dan terstruktur untuk pemasangan kabel listrik, baik di dalam maupun di
luar bangunan. Standar ini memastikan bahwa kabel diatur secara rapi, aman, dan
estetis.
Banyak jaringan listrik di Korea Selatan menggunakan kabel bawah tanah. Hal ini
mengurangi kekacauan yang disebabkan oleh kabel di atas permukaan, sehingga
menciptakan tampilan yang lebih bersih dan rapi. Korea Selatan memiliki budaya
yang sangat mementingkan estetika, termasuk dalam penataan infrastruktur publik
seperti jaringan listrik. Ini mendorong penggunaan bahan-bahan yang rapi dan desain
yang terencana dengan baik. Dengan menerapkan berbagai faktor tersebut, Korea
Selatan berhasil menciptakan jaringan listrik yang teratur dan rapi, sehingga
memberikan tampilan yang estetis dan efisien.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara dengan para ahli
(perencana kota, ahli kelistrikan, perwakilan pemerintah daerah), dan observasi
lapangan.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
1. Studi Literatur: Mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan laporan
penelitian terkait penataan kabel listrik, perencanaan kota, dan pendanaan
infrastruktur.
2. Wawancara: Melakukan wawancara mendalam dengan para ahli untuk mendapatkan
informasi dan perspektif yang komprehensif mengenai permasalahan dan solusi
penataan kabel listrik.
3. Observasi Lapangan: Melakukan observasi langsung di lapangan untuk
mengidentifikasi permasalahan dan potensi solusi penataan kabel listrik di kota yang
diteliti.
3.3 Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teknik analisis
konten dan analisis komparatif. Analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi tema-
tema penting dalam data wawancara dan studi literatur. Analisis komparatif digunakan
untuk membandingkan praktik penataan kabel listrik di berbagai kota dan
mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diterapkan di Indonesia.
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Permasalahan Penataan Kabel Listrik di Kota Palembang
Kabel optik yang semrawut menjadi masalah klasik di banyak kota besar,
termasuk Palembang. Selain mengganggu estetika kota, kabel yang semrawut juga
berpotensi menimbulkan bahaya, seperti risiko korsleting dan gangguan layanan
listrik maupun internet. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kota Palembang
sedang berupaya menertibkan dan merapikan kabel optik yang semrawut, termasuk
dengan rencana menanam kabel di bawah tanah.
Pemandangan kabel jaringan internet yang menjuntai tak beraturan di berbagai
sudut Kota Palembang menuai sorotan tajam. Kondisi semrawut ini ternyata bukan
masalah baru. Sub Koordinator Infrastruktur Kominfo Palembang, Agung
Kurniawan, mengungkapkan bahwa persoalan kabel internet yang tidak tertata ini
telah berlangsung sejak tahun 2022. Sayangnya, upaya penanganan yang dilakukan
selama ini dinilai belum membuahkan hasil yang signifikan.
Kabel yang semrawut di Palembang, khususnya kabel internet, disebabkan
oleh pertumbuhan pesat jaringan internet di kota tersebut. Kabel-kabel tersebut
seringkali menumpuk di satu tiang, membuat pemandangan menjadi kurang rapi dan
bahkan membahayakan. Selain itu, pemuaian dan penyusutan kabel listrik juga dapat
menyebabkan kabel menjuntai.
4.2 Rencana Strategis Penataan Kabel Listrik
1. Visi: Mewujudkan kota [Nama Kota] sebagai kota yang indah, aman, dan
berkelanjutan dengan sistem kelistrikan yang tertata rapi dan efisien.
2. Misi:
a. Menata ulang jaringan kabel listrik secara bertahap dan terencana.
b. Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penataan kabel
listrik.
c. Membangun kerjasama dengan berbagai pihak terkait (pemerintah, PLN,
swasta, masyarakat) dalam program penataan kabel listrik.
3. Strategi
a. Pendekatan Teknis: Menggunakan teknologi terkini dalam penataan kabel
listrik (misalnya, kabel bawah tanah, kabel udara dengan desain yang lebih
estetis).
b. Pendekatan Regulasi: Menyusun peraturan daerah yang mengatur penataan
kabel listrik dan memberikan insentif bagi pihak-pihak yang berpartisipasi
dalam program penataan kabel listrik.
c. Pendekatan Partisipatif: Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan
dan implementasi program penataan kabel listrik.
4.3 Skema Pendanaan yang Berkelanjutan
1. Anggaran Pemerintah Daerah: Mengalokasikan anggaran yang memadai untuk
program penataan kabel listrik.
2. Kemitraan Pemerintah dan Swasta (KPS): Menggandeng pihak swasta untuk
berinvestasi dalam program penataan kabel listrik.
3. Dana CSR: Menggalang dana dari perusahaan-perusahaan melalui program
Corporate Social Responsibility (CSR).
4. Pinjaman Lunak: Mengajukan pinjaman lunak dari lembaga keuangan
internasional atau pemerintah pusat.
4.4 Tantangan dan Hambatan
1. Keterbatasan Anggaran: Anggaran yang terbatas dapat menghambat
implementasi program penataan kabel listrik.
2. Koordinasi Antar Instansi: Kurangnya koordinasi antar instansi terkait
(pemerintah daerah, PLN, perusahaan telekomunikasi) dapat menyebabkan
keterlambatan dan tumpang tindih dalam pelaksanaan program.
3. Resistensi Masyarakat: Sebagian masyarakat mungkin menolak program
penataan kabel listrik karena alasan biaya, gangguan, atau kurangnya
informasi.
4. Perizinan: Proses perizinan yang rumit dan memakan waktu dapat
menghambat pelaksanaan program.
4.5 Solusi dan Strategi Mengatasi Tantangan
1. Prioritaskan Area Strategis: Fokuskan penataan kabel listrik pada area-area
strategis seperti pusat kota, kawasan wisata, dan area publik lainnya.
2. Sosialisasi dan Edukasi: Lakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat
mengenai manfaat penataan kabel listrik dan pentingnya partisipasi mereka
dalam program ini.
3. Sederhanakan Proses Perizinan: Pemerintah daerah perlu menyederhanakan
proses perizinan untuk mempercepat pelaksanaan program.
4. Bangun Kemitraan yang Kuat: Bangun kemitraan yang kuat antara pemerintah
daerah, PLN, perusahaan telekomunikasi, dan pihak swasta lainnya.
BAB V
KESIMPULAN
Penataan kabel listrik merupakan aspek penting dalam menciptakan kota yang indah, aman,
dan berkelanjutan. Rencana strategis yang komprehensif, skema pendanaan yang
berkelanjutan, dan strategi untuk mengatasi tantangan dan hambatan merupakan kunci
keberhasilan program penataan kabel listrik. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah,
swasta, dan masyarakat, kota [Nama Kota] dapat mewujudkan visi sebagai kota yang nyaman
dan berdaya saing.
DAFTAR REFERENSI
Budiman, Masgunarto. (1992). Penjelasan Tentang Standar Kabel Listrik. Tegangan
Rendah Kabel Instalasi Tetap dan Kabel Fleksibel .Jakarta: PT. PLN.
https://m.kumparan.com/deri-al/kabel-semrawut-ancaman-tersembunyi-yang-
mengganggu-keindahan-dan-membahayakan-22xxuBy2VZM
https://m.kumparan.com/deri-al/kabel-semrawut-ancaman-tersembunyi-yang-
mengganggu-keindahan-dan-membahayakan-22xxuBy2VZM