0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
509 tayangan4 halaman

Tugas 2 - Perilaku Organisasi Fsap4208

Makalah ini membahas hubungan antara kekuasaan pemimpin, terutama Presiden atau kepala daerah, dengan kepemimpinan transformasional dan strategi komunikasi dalam konteks Good Public Governance. Fokus analisis mencakup peran kekuasaan dalam membentuk kepemimpinan yang efektif dan akuntabel, serta pentingnya komunikasi strategis untuk membangun kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip tata kelola publik yang baik dapat diwujudkan melalui penggunaan kekuasaan yang bijaksana dan partisipatif.

Diunggah oleh

Elin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
509 tayangan4 halaman

Tugas 2 - Perilaku Organisasi Fsap4208

Makalah ini membahas hubungan antara kekuasaan pemimpin, terutama Presiden atau kepala daerah, dengan kepemimpinan transformasional dan strategi komunikasi dalam konteks Good Public Governance. Fokus analisis mencakup peran kekuasaan dalam membentuk kepemimpinan yang efektif dan akuntabel, serta pentingnya komunikasi strategis untuk membangun kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip tata kelola publik yang baik dapat diwujudkan melalui penggunaan kekuasaan yang bijaksana dan partisipatif.

Diunggah oleh

Elin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 2 – PERILAKU ORGANISASI FSAP4208

Tulislah sebuah makalah ilmiah yang membahas keterkaitan antara pola kekuasaan yang dimiliki oleh
seorang pemimpin—terutama Presiden atau kepala daerah—dengan perilaku kepemimpinan
transformasional serta penggunaan kewenangan dan strategi komunikasi dalam kerangka Good
Public Governance.

Makalah ini diharapkan mampu mengkaji secara mendalam bagaimana kekuasaan dan kewenangan
negara digunakan oleh seorang pemimpin dalam membentuk kepemimpinan yang efektif, akuntabel,
dan berorientasi pada pelayanan publik. Analisis Anda juga perlu mengaitkan peran komunikasi
dalam memperkuat tata kelola publik yang partisipatif dan transparan.

🎯 Fokus Pembahasan:

Jelaskan konsep dasar mengenai kepemimpinan, kekuasaan, kewenangan, dan komunikasi dalam
organisasi publik berdasarkan BMP Modul 4 dan 5.

Analisis keterkaitan antara kepemimpinan transformasional dengan penggunaan kekuasaan dan


kewenangan dalam konteks pemerintahan (Presiden/kepala daerah).

Bahas dampak kekuasaan negara terhadap perilaku kepemimpinan, terutama dalam mendukung
prinsip-prinsip Good Public Governance seperti akuntabilitas, transparansi, efektivitas, dan partisipasi
publik.

Uraikan peran komunikasi strategis yang digunakan pemimpin dalam membangun kepercayaan
publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik.

Petunjuk Pengerjaan:

Panjang tulisan antara 6–10 halaman.

Gunakan font Times New Roman, ukuran 12, dengan spasi 1,5.

Sertakan kutipan dari BMP serta sumber pendukung lain yang relevan.

Tugas dikerjakan secara individu dan dikumpulkan melalui e-learning.

Tugas dalam bentuk pdf.

READY FULL JAWABAN. HARGA START FROM 15K. WA 0852-8266-5627

READY FULL JAWABAN. HARGA START FROM 15K. WA 0852-8266-5627

LENGKAP REFERENSI MODUL, BUKU, JURNAL ILMIAH IG JOKIINAJA_21

TRUSTED 100% SINCE 2019


MAKALAH ILMIAH
Kepemimpinan Transformasional, Kekuasaan, dan Komunikasi dalam
Kerangka Good Public Governance

Disusun Oleh

Nama
NIM

JURUSAN…

UNIVERSITAS TERBUKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kepemimpinan dalam sektor publik merupakan salah satu elemen kunci dalam menentukan
keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Seorang pemimpin publik tidak hanya berperan sebagai pengambil keputusan, tetapi juga
sebagai pengarah, motivator, serta simbol moral bagi seluruh jajaran birokrasi dan
masyarakat yang dipimpinnya. Terutama pada tingkat Presiden atau kepala daerah,
kepemimpinan memiliki dimensi strategis karena berkaitan langsung dengan proses
perumusan kebijakan publik, pengelolaan sumber daya negara, serta penciptaan sistem
pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Dalam hal ini, kualitas
kepemimpinan menentukan sejauh mana prinsip-prinsip Good Public Governance — seperti
akuntabilitas, transparansi, efektivitas, efisiensi, dan partisipasi publik — dapat terwujud
dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari.
Pola kekuasaan dan penggunaan kewenangan yang dimiliki oleh seorang pemimpin negara
berperan penting dalam menentukan efektivitas birokrasi dan arah kebijakan publik.
Kekuasaan yang dijalankan secara bijaksana akan menghasilkan sistem pemerintahan yang
responsif, adaptif, dan berintegritas tinggi. Sebaliknya, penyalahgunaan kekuasaan justru
dapat menimbulkan stagnasi birokrasi, menurunkan kepercayaan publik, serta merusak
legitimasi pemerintahan. Oleh karena itu, seorang pemimpin publik dituntut untuk memahami
bahwa kekuasaan bukan semata-mata alat dominasi politik, melainkan instrumen untuk
mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan umum
dan berlandaskan nilai keadilan.
Dalam konteks administrasi publik modern, kekuasaan tidak lagi dimaknai sebagai
mekanisme pemaksaan kehendak (coercive power), melainkan sebagai sarana transformasi
sosial, inovasi kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat. Paradigma ini menuntut seorang
pemimpin untuk memiliki kemampuan adaptif dalam menghadapi perubahan sosial,
ekonomi, dan politik yang READY FULL JAWABAN. HARGA START FROM 15K. WA
0852-8266-5627
READY FULL JAWABAN. HARGA START FROM 15K. WA 0852-8266-5627
LENGKAP REFERENSI MODUL, BUKU, JURNAL ILMIAH IG JOKIINAJA_21
TRUSTED 100% SINCE 2019
DAFTAR PUSTAKA
 BMP Modul 4 & 5, Kepemimpinan dan Komunikasi dalam Administrasi Publik,
Universitas Terbuka, 2023.
 Bass, B. M. (1990). From Transactional to Transformational Leadership: Learning to
Share the Vision. Organizational Dynamics.
 Weber, M. (1947). The Theory of Social and Economic Organization. New York: Free
Press.
 Dwiyanto, A. (2015). Reformasi Birokrasi dan Good Governance. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
 Sedarmayanti. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi, dan
Good Governance. Bandung: Refika Aditama.
 Denhardt, R. B. & Denhardt, J. V. (2015). The New Public Service: Serving, Not
Steering. Routledge.

Anda mungkin juga menyukai