Tugas 1
FSIH4307 Hukum Pidana Internasional
Oleh:
Nama:
NIM:
Fakultas Ilmu Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi Ilmu Hukum
Universitas Terbuka
2025
Sebuah penyelidikan oleh FBI dan NCA (UK) menunjukkan lonjakan drastis
kasus sextortion online terhadap anak-anak-kasus pemerasan seksual melalui
internet. Laporan menyebut terjadi lebih dari 9.600 kasus dalam enam bulan di
Inggris serta peningkatan global sebesar 192% di NCMEC pada tahun 2024.
(Sumber: The Guardian) Korban skema sextortion, di mana mereka dipaksa
mengirimkan foto-foto intim dan diperas untuk mendapatkan uang. Berasal dari
segala usia.
Pada situs gaming dan aplikasi video chat, para predator, pelaku seringkali
merupakan orang dewasa yang berlokasi di Afrika Barat dan berpura-pura
menjadi anak perempuan. Mengelabui para korban agar mengirimi mereka
video atau foto intim sebelum mengancam akan menyebarluaskan foto dan
video tersebut kecuali korban mengirimkan uang atau kartu hadiah (Sumber:
VOA Indonesia)
Pada kasus lainnya, aparat kepolisian POLDA Kepulauan Riau juga pernah
menangkap para WNA yang melakukan sextortion terhadap pejabat dan
pengusaha di China melalui aplikasi Michat. Data dari Southeast Asia Freedom
of Expression Network menunjukkan tingginya angka sextortion ini. (Sumber:
Hukum online)
Pertanyaan:
1. Menurut saudara apakah kejahatan tersebut masuk kategori kejahatan
internasional? Apakah kasus tersebut masuk ruang lingkup hukum pidana
internasional? Jelaskan!
2. Pada kasus yang terjadi di Kepulauan Riau tersebut, berdasarkan asas par
in parem non habet imperium, Apakah China berwenang menghukum dan
mengadili pelaku sextortion tersebut, sedangkan pelaku berada di
Indonesia? Lengkapi jawaban saudara dengan asas-asas yang berlaku!
Jawaban:
READY FULL JAWABAN +62 882-7144-6165
READY FULL JAWABAN +62 882-7144-6165
READY FULL JAWABAN +62 882-7144-6165
READY FULL JAWABAN +62 882-7144-6165