0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan21 halaman

CBD Stase 10 KB Kia

Laporan ini membahas asuhan kebidanan stase keluarga berencana pada Ny. F, seorang wanita berusia 30 tahun yang menggunakan suntik KB 3 bulan di Puskesmas Lingkar Timur, Kota Bengkulu. Tujuan laporan ini adalah untuk melatih penalaran klinis dan memecahkan masalah yang ditemukan selama praktik klinik kebidanan. Selain itu, laporan ini juga menjelaskan tentang efektivitas, cara kerja, indikasi, kontraindikasi, keuntungan, kerugian, dan efek samping dari penggunaan KB suntik 3 bulan.

Diunggah oleh

radenmahfudz243
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan21 halaman

CBD Stase 10 KB Kia

Laporan ini membahas asuhan kebidanan stase keluarga berencana pada Ny. F, seorang wanita berusia 30 tahun yang menggunakan suntik KB 3 bulan di Puskesmas Lingkar Timur, Kota Bengkulu. Tujuan laporan ini adalah untuk melatih penalaran klinis dan memecahkan masalah yang ditemukan selama praktik klinik kebidanan. Selain itu, laporan ini juga menjelaskan tentang efektivitas, cara kerja, indikasi, kontraindikasi, keuntungan, kerugian, dan efek samping dari penggunaan KB suntik 3 bulan.

Diunggah oleh

radenmahfudz243
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIK PROFESI

CASE BASED DISCUSSION

ASUHAN KEBIDANAN STASE KELUARGA BERENCANA


PADA NY. F UMUR 30 TAHUN DENGAN SUNTIK KB 3
BULAN DI PUSKESMAS LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

Disusun Oleh :

SASKIA ALEISYA SAFRINI


NPM: 2426060022

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


PROGRAM PROFESI STIKES TRI MANDIRI
SAKTI BENGKULU
2025

i
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN CASE BASED
DISCUSSION

ASUHAN KEBIDANAN STASE KELUARGA BERENCANA


PADA NY. F UMUR 30 TAHUN DENGAN SUNTIK KB 3
BULAN DI PUSKESMAS LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

Mengetahui

Preceptor Akdemik Preceptor Lahan Mahasiswa

Elza Wulandari, SST., M.Kes Lagsmi Gari, SST. SKM Saskia Aleisya Safrini
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanallahu WaTta'ala


yang telah memberikan berkah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan laporan CBD berjudul " Asuhan Kebidanan Stase Keluarga
Berencana Pada Ny. F Umur 30 Tahun Dengan Suntik KB 3 Bulan Di Puskesmas
Lingkar Timur Kota Bengkulu".
Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam penyusunan laporan hasil
CBD ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, partisipasi dan dukungan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Elza Wulandari, SST., M.Kes selaku pembimbing reading journal yang telah
membimbing dan memberikan saran dalam pembuatan CBD
2. Lagsmi Gari, SST. SKM selaku perseptor lahan yang telah memberikan saran
dan kritik dalam perbaikan laporan praktik ini
3. Sumber literature dan jurnal ilmiah yang relevan sebagai referensi
Penulis menyadari dalam penyusunan laporan CBD ini masih belum
sempurna, sehingga saran dan masukan untuk perbaikan ini sangat penulis
harapkan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Bengkulu, Mei 2025

Penulis

iii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.................................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN......................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
1. Latar Belakang.......................................................................................................1
2. Tujuan.....................................................................................................................2
BAB II. TINJAUAN TEORI...................................................................................4
BAB III. DOKUMENTASI SOAP..........................................................................11
BAB IV PEMBAHASAN.........................................................................................16
BAB V SIMPULAN..................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut BKKBN tahun 2018, Salah satu upaya pemerintah Dalam

menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia adalah dengan program

Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. Program KB yang

ditujukan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan mengajak

seluruh masyarakat pasangan usia subur untuk menjadi akseptor KB. Semakin

banyak penduduk yang turut berpartisipasi dalam program KB dan Kesehatan

Reproduksi, maka angka kenaikan laju pertumbuhan penduduk yang berlebihan

akan bisa di tekan (Pasaribu 2022)

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi untuk

mengurangi kematian ibu khususnya ibu dengan kondisi 4T yaitu, Terlalu muda

melahirkan (di bawah usia 20 tahun), Terlalu sering melahirkan, Terlalu dekat

jarak melahirkan, dan Terlalu tua melahirkan (di atas usia 35 tahun). Selain itu,

program KB juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat

timbul rasa aman, tentram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam

mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Pelayanan KB meliputi

penyediaan informasi, pendidikan, dan cara-cara bagi keluarga untuk dapat

merencanakan kapan akan mempunyai anak, berapa jumlah anak, berapa tahun

jarak usia antara anak, serta kapan akan berhenti mempunyai anak (Dinas

Kesehatan Kota Palangka Raya 2021)


KB suntik 3 bulan merupakan salah satu metode kontrasepsi suntik

yang lebih efektif dan aman. Cara kerja alat kontrasepsi ini adalah dengan

mencegah bertemunya sel telur dan sperma dengan menghentikan keluarnya sel

telur dari indung telur dengan tujuan untuk menghalangi terjadinya ovulasi. Hal

ini dapat menyebabkan mengentalnya lendir vagina sehingga dapat menghambat

masuknya sperma ke dalam rahim.

Efek samping dari KB suntik 3 bulan ini antara lain gangguan

menstruasi (amenorhea, menoragia, spotting atau perubahan siklus menstruasi),

gangguan berat badan, gangguan kesuburan, dan dalam jangka panjang dapat

menurunkan kepadatan tulang, vagina kering, depresi, keputihan, jerawat, dan

perubahan hasrat seksual (Hanifah, L., Atmojo, J. T., & Yulfitri 2023).

B. Tujuan
Adapun tujuan penyusunan laporan case base discussion ini adalah
untuk melatih penalaran klinis dan menekankan pemecahan masalah yang
terdapat pada kasus yang ditemukan saat melaksanakan praktik klinik
kebidanan yang berjudul "Asuhan Kebidanan Stase Keluarga Berencana Pada
Ny. F Umur 30 Tahun Dengan Suntik Kb 3 Bulan Di Puskesmas Lingkar
Timur Kota Bengkulu” dengan penyusunan laporan secara terstruktur dan
sistematis.
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Keluarga Berencana (KB)


WHO (World Health Organization) mendefinisikan bahwa keluarga
berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri
untuk mendapatkan objektif-objektif tertentu, menghindari kelahiran yang
tidak diinginkan dan menentukan jumlah anak, mendapatkan kelahiran yang
memang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, dan mengontrol
waktu saat kelahiran dengan umur suami dan istri (Astiti 2021)
Keluarga Berencana yang selanjutnya disingkat KB adalah upaya
mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur
kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak
reproduksi untuk mewujudkan Keluarga yang berkualitas (BKKBN 2020).
B. Suntik KB 3 Bulan
1. Pengertian
KB suntik 3 bulan DMPA (Depo Medroxy Progesteron Asetat) atau
Depo Provera, diberikan sekali setiap 3 bulan dengan dosis 150 mg.
Diinjeksikan secara intramuscular di daerah bokong dan dianjurkan untuk
diberikan tidak lebih dari 12 minggu dan 5 hari setelah suntikan terakhir
(Astiti 2021). Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kontrasepsi hormonal jenis
suntikan yang berisi Depo Medroksi Progesterone Asetat (DMPA) dengan
dosis 150 mg/ml secara intramuscular (IM) setiap 12 minggu (Amalia
Yunia Rahmawati 2020).
Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah jenis suntikan KB yang
mengandung hormon Depo Medroxy Progesterone Acetat (hormon
progestin) dengan volume 10 mg. Alat Kontrasepsi ini diberikan setiap 3
bulan atau 12 minggu. Suntikan pertama diberikan 7 hari pertama saat
periode menstruasi atau 6 minggu setelah persalinan. Jenis suntikan KB ini
ada yang dikemas cairan 1 ml atau 3 ml (Harahap 2019).
2. Efektivitas
KB suntik 3 bulan DMPA memiliki efektivitas yang tinggi dengan
0,3 kehamilan per 100 perempuan pertahun asal penyuntikan dilakukan
secara benar sesuai jadwal yang telah ditentukan. Efektivitas kontrasepsi
suntik adalah antara 99% dan 100% dalam mencegah kehamilan.
Kontrasepsi suntik adalah bentuk kontrasepsi yang sangat efektif karena
angka kegagalan penggunaannya lebih kecil (Astiti 2021).
Efektivitas KB suntik dalam teori 97,75% dalam prektek 95-97%.
KB suntik dapat dipakai dalam waktu yang lama dan tidak mempengaruhi
produksi air susu ibu, baik untuk wanita calon akseptor yang tinggal
didaerah terpencil (Ika Maryasushanty, E. M. Y., Mulazimah, M., &
Nurahmawati 2022).
Kontrasepsi suntik memiliki efektivitas yang tinggi bila
penyuntikannya di lakukan secara teratur dan sesuai jadwal yang telah di
tentukan. Ketepatan waktu untuk suntik kembali merupakan kepatuhan
akseptor karena bila tidak tepat dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi
tersebut. Kegagalan dari metode kontrasepsi suntik di sebabkan karena
keterlambatan akseptor melakukan penyuntikan ulang (Rahdiyaningrom et
al. 2021).
3. Cara Kerja
Cara kerja dari metode KB Suntik Progestin (Wuri 2023), yaitu:
a. Mencegah terjadinya ovulasi (pelepasan telur dari ovarium). Hal ini
dilakukan dengan cara menekan siklus puncak dari Luteinizing Hormone
(LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH)
b. Mengentalkan lendir serviks, sehingga menghambat perjalanan sperma
c. Menjadikan dinding endometrium tipis dan atrofi akibat progesterone
yang tinggi dan estrogen yang kurang, sehingga tidak menguntungkan
untuk implantasi sel telur yang telah dibuahi
d. Menghambat transportasi gamat oleh tuba
4. Cara Pemberian
Menurut (Harahap 2021), Waktu Pemberian KB suntik yaitu:
a. Setelah melahirkan: 6 minggu pasca persalinan
b. Setelah keguguran: Setelah dilakukan kuretase atau 30 hari setelah
keguguran (asal ibu belum hamil lagi)
c. Dalam masa haid: hari pertama dan hari ke 5 masa haid.
5. Indikasi Dan Kontraindikasi
Indikasi pada pengguna KB suntik 3 bulan menurut (Susilowati
2023) yaitu :
a. Wanita usia reproduktif
b. Wanita yang telah memiliki anak
c. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan memiliki efektifitas tinggi
d. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai
e. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
f. Setelah abortus dan keguguran
g. Memiliki banyak anak tetapi belum menghendaki tubektomi
h. Masalah gangguan pembekuan darah
i. Menggunakan obat epilepsy dan tuberculosis.
Kontra Indikasi pada pengguna KB suntik 3 bulan menurut
(Susilowati 2023) yaitu :
a. Hamil atau dicurigai hamil
b. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
c. Wanita yang tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
d. Penderita kanker payudara atau ada riwayat kanker payudara
e. Penderita diabetes mellitus disertai komplikasi.
6. Keuntungan dan Kerugian
(Susilowati 2023) menyampaikan beberapa keuntungan penggunaan
KB suntik 3 bulan, diantaranya:
a. Sangat efektif
b. Pencegahan kehamilan jangka panjang
c. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
d. Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap
penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah
e. Tidak mempengaruhi ASI
f. Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai
perimenopause
g. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
h. Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
i. Mencegah beberapa penyakit radang panggul
Menurut (Susilowati 2023) KB Suntik 3 bulan memiliki beberapa
kerugian, diantaranya:
a. Sering ditemukan ganguan haid
b. Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian
pemakaian c. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
d. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular
seksual, hepatitis B dan virus HIV
e. Pada penggunaan jangka panjang dapat terjadi perubahan lipid serum
7. Efek Samping
Lama pemakaian kontrasepsi adalah jangka waktu dalam
menggunakan alat atau cara pencegahan kehamilan, pada penggunaan
jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, penurunan
libido, gangguan emosi, sakit kepala, nervositas dan jerawat. Selain itu,
lama pemakaian KB suntik 3 bulan juga dapat mengakibatkan adanya
gangguan menstruasi pada penggunaan > 1 tahun, pada awal penggunaan
akan mengalami perdarahan bercak tidak teratur, perdarahan banyak,
perdarahan diluar siklus haid dan pada pemakaian > 1 tahun terjadi
amenorea (Sinaga 2021).
Berikut adalah efek samping dari penggunaan KB suntik 3 Bulan :
a. Gangguan Haid
1) Amenorea
Amenorea adalah keadaan tidak adanya haid untuk
sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Amenorea dibedakan menjadi dua
yaitu amenorea primer merupakan masa remaja kurang dari 16 tahun
belum pernah mengalami menstruasi atau belum menampakkan
tanda-tanda fisik seksual sekunder, sedangkan amenorea sekunder
bila wanita sudah mengalami menstruasi namun kemudian tidak
mengalami menstruasi dalam waktu 3-6 bulan (Susilowati 2023).
Keluhan gangguan menstruasi timbul karena adanya
ketidakseimbangan hormon pada pengguna kontrasepsi suntik 3
bulan. Hal ini mengakibatkan perubahan histologi pada
endometrium. Progesteron dalam komponen KB suntik 3 bulan
yakni DMPA menekan produksi Luteinizing Hormon (LH) sehingga
endometrium menjadi lebih tipis dan atropis dengan berkurangnya
aktifitas kelenjar pituitari anterior (Amalia Yunia Rahmawati 2020).
2) Spotting
Spotting merupakan perdarahan berupa tetesan atau bercak-
bercak. Keluarnya bercak darah selama penggunaan kontrasepsi
hormonal merupakan efek samping yang sering terjadi jika ringan
atau tidak terlalu mengganggu tidak perlu diberi obat. Spotting
adalah keluarnya darah dari vagina diluar siklus haid yang sedikit
berupa bercak (Merlin 2020).
Spotting diduga disebabkan karena adanya peningkatan kadar
progesteron didalam plasma. Progesteron ini kemudian berikatan
dengan reseptor progesteron dan menimbulkan peningkatan
vaskularisasi di endometrium dan vena tersebut akhirnya rapuh
sehingga terjadi perdarahan lokal (Amalia Yunia Rahmawati 2020).
3) Metrorarghia
Metrorarghia merupakan salah satu jenis perdarahan
disfungsional yang terjadi di luar siklus menstruasi. Organisasi
Kesehatan Dunia WHO menyebutkan bahwa metrorarghia di
definisikan sebagai menstruasi pada interval siklus teratur tetapi
dengan aliran berlebihan dan durasi merupakan salah satu keluhan
ginekologis yang paling umum di ginekologi kontemporer (Hardi et
al. 2022)
4) Menorarghia
Menorarghia adalah perdarahan menstruasi dengan jumlah
darah lebih banyak dan durasi lebih lama dari normal dengan siklus
yang normal. Secara klinis menorarghia didefinisikan dengan total
jumlah darah menstruasi lebih dari 80 ml dan durasi haid lebih lama
dari 7 hari. Sulit menentukan jumlah darah haid secara tepat.
(V.A.R.Barao et al. 2022).
5) Penyebab Gangguan Haid
Secara umum semua gangguan haid disebabkan karena
adanya ketidakseimbangan hormon sehingga endometrium
mengalami perubahan. Keadaan amenorea pada pengguna KB suntik
3 bulan disebabkan oleh atrofi endometrium. (Susilowati 2023).
b. Perubahan Berat Badan
Penambahan berat badan disebabkan karena Hormon pada KB suntik
3 bulan dapat menstimulasi sekresi insulin dan menstimulasi nafsu makan
di hipotalamus sehingga terjadi peningkatan intake makanan pada
pengguna DMPA injeksi (Amalia Yunia Rahmawati 2020).
Kenaikan berat badan ini disebabkan karena hormon progesterone
yang mengakibatkan lambatnya pergerakan dari sistem pencernaan
sehingga meningkatkan penyerapan dan mengakibatkan kenaikan berat
badan. Progesterone juga mempermudah perubahan karbohidrat menjadi
lemak dan peningkatan nafsu makan akibat rangsangan terhadap pusat
pengendalian nafsu makan di hipotalamus (Wuri 2023).
c. Keputihan
Fluor albus atau keputihan semakin sering timbul dengan kadar
estrogen yang lebih tinggi, hal ini disebabkan Lactobacillus memecah
glikogen menjadi asam laktat, sehingga menyebabkan lingkungan yang
asam dimana candida albicans tumbuh dengan subur. Alat genitalia
terdapat mekanisme pertahanan tubuh yang berupa bakteri yang menjadi
pH vagina. Normalnya angka keasaman pada vagina berkisar antara 3,8-
4,2, sebagian besar 95% adalah jenis bakteri Lactobacillus dan selebihnya
adalah bakteri pathogen.
Keputihan terjadi karena peradangan atau infeksi yang disebabkan
oleh beberapa faktor, seperti posisi kantong rahim yang berubah-ubah atau
bakteri yang dapat menimbulkan pengendapan cairan darah putih pada
vagina, sehingga menimbulkan aroma yang 28 tidak sedap, karena adanya
pembusukkan oleh bakteri dan mengandung penyakit. Keputihan juga
disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi mikroorganisme yaitu bakteri,
jamur, virus atau parasit, juga dapat disebabkan karena gangguan
keseimbangan hormon, stress, kelelahan kronis, peradangan alat kelamin,
benda asing dalam vagina, dan adanya penyakit dalam organ reproduksi
seperti kanker rahim, yang sering menimbulkan keputihan antara lain,
bakteri, jamur, virus, atau juga parasit (Widiawati 2018).
d. Sakit Kepala
Akseptor KB suntik 3 bulan sebagian besar akan mengalami efek
samping yaitu pusing/sakit kepala. Penanganan pusing/sakit kepala dapat
diberikan dengan pengobatan simtomatis (penghilang gejala) misal untuk
pusing/sakit kepala diberikan obat analgesik (Amalia Yunia Rahmawati
2020).
Sakit kepala ini bersifat sementara dan akan hilang setelah suntik
pertama dan kedua. Insiden sakit kepala dapat terjadi pada kurang dari 1-
17% akseptor. Pusing dan sakit kepala disebabkan karena rekasi tubuh
terhadap progesteron sehingga hormon estrogen fluktuatif (mengalami
penekanan) dan progesteron dapat mengikat air sehingga sel-sel didalam
tubuh mengalami perubahan sehingga terjadi penekanan pada syaraf otak.
8. Hal-hal yang Perlu diingat
a. Setiap terlambat haid harus dipikirkan adanya kemungkinan kehamilan
b. Nyeri abdomen bawah yang berat kemungkinan gejala kehamilan
ektopik tergangu
c. Timbulnya abses atau perdarahan tempat injeksi
d. Sakit kepala migrain, sakit kepala berulang yang berat atau penglihatan
kabur
e. Perdarahan berat yang ke 2 kali lebih panjang dari masa haid atau 2 kali
lebih banyak dalam satu periode masa haid (Romadona 2020).
BAB III
DOKUMENTASI SOAP

ASUHAN KEBIDANAN STASE KELUARGA BERENCANA PADA NY. F UMUR 30 TAHUN


DENGAN SUNTIK KB 3 BULAN DI PUSKESMAS LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

Responden
Tanggal Deksripsi Kegiatan Pembimbing TTD
CI
Pengkajian Data Subjektif TTD Mahasiswa
1. Identitas
Tanggal : 29 April 2025
Nama Ny.F Tn.A
Waktu : 09.00 WIB Umur 30 Tahun 31 tahun
Saskia Aleisya Safrini
Tempat : Puskesmas Agama Islam Islam
TTD Perceptor Lahan
Lingkar Timur
Suku bangsa Indonesia indonesia
Pengkaji : Saskia aleisya
Pendidikan SMA SMA
safrini
Pekerjaan IRT Karyawan Lagsmi Gari, SST., SKM

Alamat Jl. Salak 2 TTD Pembimbing Akademik

2. Alasan datang

Ibu mengatakan ingin suntik kb 3 bulan


Elza Wulandari, SST., M.Kes
9
Obyektif
a. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan umum : Baik
2 Kesadaran : Composmentis
3 TTV: TD : 120/80 mmHg
4 N : 82 x /menit
5 S : 36.5 ℃
6 BB : 61 Kg
7 TB : 158 cm
b. Pemeriksaan Fisik
1. Rambut : Hitam, bersih, tidak rontok
2. Mata : An anemis an ikterik
3. Mulut : Tidak Pucat
4. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar
tyroid, limfe dan vena jugularis
5. Abdomen : tidak ada bekas luka operasi
Analisis
Ny. F Umur 30 Tahun P2 A0 dengan akseptor KB
suntik 3 bulan
Penataksanaan
1. Memberitahu hasil pemeriksaan
2 Melakukan informed consent sebagai bukti bahwa
ibu setuju dengan tindakan yang dilakukan
3 Memberikan suntikan KB 3 bulan dibagian 1/3
sias ibu secara IM
4 Memberitahu ibu efek samping penggunaan KB
10
suntik 3 bulan seperti gangguan haid,
peningkatan berat badan serta pusing
5 Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang KB
suntik berikutnya pada tanggal 22 Juli 2025
6 Melakukan dokumentasi
BAB IV
PEMBAHASAN
Hasil dari data subjektif didapatkan bahwa Ny.F Umur 30 tahun datang ke
Puskesmas Lingkar Timur dengan keluhan ingin melakukan suntik KB 3 bulan.
Hasil asuhan kebidanan didapatkan bahwa hasil pemeriksaan data obyektif
didapatkan bahwa Kesadaran Umum Baik, dan pemeriksaan fisik baik,
berdasarkan keluhan yang dialami Ny. F maka Assessment yang diberikan yaitu
Asuhan kebidanan Keluarga Berencana dengan akseptop KB suntik 3 bulan
Asuhan yang diberikan kepada Ny. F yaitu Melakukan informed consent
sebagai bukti bahwa ibu setuju dengan tindakan yang dilakukan, Memberikan
suntikan KB 3 bulan dibagian 1/3 sias ibu secara IM, Memberitahu ibu efek
samping penggunaan KB suntik 3 bulan seperti gangguan haid, peningkatan
berat badan serta pusing, Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang KB suntik
berikutnya pada tanggal 22 Juli 2025
Penggunaan KB suntik 3 bulan yang mengandung hormon progestin
dapat menyebabkan perubahan hormonal yang mempengaruhi
metabolisme dan nafsu makan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan
peningkatan berat badan. Hormon progestin dalam KB suntik berfungsi
untuk mencegah ovulasi dan mempertebal lendir serviks, namun juga dapat
mempengaruhi pusat nafsu makan di otak dan meningkatkan retensi cairan.
Akibatnya, wanita yang menggunakan KB ini mungkin mengalami
peningkatan nafsu makan dan metabolisme yang lebih lambat, yang
berkontribusi pada kenaikan berat badan. (Westhoff, C., & Heartwell, S.
(2021).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Berenson, A. B., Rahman, M., &
Schwartz, R. (2019), Yaitu Studi ini mengevaluasi efek penggunaan KB
suntik dan pil KB terhadap kenaikan berat badan pada wanita dengan
berbagai indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini menemukan bahwa
pengguna KB suntik lebih cenderung mengalami kenaikan berat badan
dibandingkan pengguna pil KB, terutama di kalangan wanita dengan IMT
yang lebih tinggi
BAB V
KESIMPULAN

Setelah dilakukan pengkajian, pemeriksaan dan penyusunan laporan case


based discussion didapatkan kesimpulan asuhan kebidanan Pada Ny. F Umur
30 Tahun dengan akseptor KB suntik 3 bulan.
14
DAFTAR PUSTAKA

Astiti NPA. 2021. Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Efek Samping

Pemakaian Suntik Depo Medroxy Progesteron Asetat. 01:1–23. Aulia I. 2022.

Karakteristik Ibu yang Memilih Alat Kontrasepsi KB Suntik 3 Bulan Di

Puskesmas Gambir Baru Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan.

Fitri S. 2020. Efek Samping Akseptor KB Suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat

(DMPA) Di BPM Fitri Hayati. J. Kebidanan. 6(3):298–304.

Hariati A, Ekawati N, Nugrawati N. 2020. Gambaran Efek Samping Pemberian

Kontrasepsi Suntikan Hormonal. Hartanto, H. (2004). Keluarga berencana dan

kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 37.

Juniastuti V, Ratnawati AE, Margiyati M. 2023. Lama Pemakaian Kontrasepsi Suntik

Dmpa (Depo Medroksiprogesteron) Dengan Gangguan Menstruasi Pada Aseptor

Kb Suntik 3 Bulan. J. Ilmu Kebidanan. 9(2):97– 101.doi:10.48092/jik.v9i2.207.

Rahdiyaningrom R, Prasetyowati E, Adelia DD. 2021. Hubungan Antara Tingkat

Pengetahuan Tentang Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kepatuhan Jadwal

Penyuntikan Ulang Suntik 3 Bulan DI BPS Ani Latifah Tirtoyudo Kabupaten

Malang. J. Ilm. Obstet. Gynekol. dan Ilmu Kesehat.:9–20.

Susilowati E. 2023. KB Suntik 3 (Tiga) Bulan Dengan Efek Samping Gangguan Haid

Dan Penanganannya. Maj. Ilm. Sultan Agung. 3(1):1–11.

Widiawati S. 2018. Hubungan lama penggunaan jenis kontrasepsi hormonal suntik pil

dan implant di wilayah kerja puskesmas kartasura sukoharjo. Contraseptive.:29.

Anda mungkin juga menyukai