0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan7 halaman

Ips SD

Dokumen ini membahas karakteristik pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas tinggi SD, menekankan pada pengembangan kompetensi sebagai warga negara yang baik melalui pendekatan terpadu dan interdisipliner. Materi IPS diambil dari berbagai aspek kehidupan sosial manusia dan disajikan dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis siswa. Tujuan pendidikan IPS adalah untuk membentuk individu yang bertanggung jawab dan mampu berpartisipasi dalam masyarakat, serta mengembangkan kemampuan intelektual dan moral siswa.

Diunggah oleh

Toto Sunarto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan7 halaman

Ips SD

Dokumen ini membahas karakteristik pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas tinggi SD, menekankan pada pengembangan kompetensi sebagai warga negara yang baik melalui pendekatan terpadu dan interdisipliner. Materi IPS diambil dari berbagai aspek kehidupan sosial manusia dan disajikan dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis siswa. Tujuan pendidikan IPS adalah untuk membentuk individu yang bertanggung jawab dan mampu berpartisipasi dalam masyarakat, serta mengembangkan kemampuan intelektual dan moral siswa.

Diunggah oleh

Toto Sunarto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : TOTO SUNARTO

PRODI : PGSD 5

TUGAS IPS KELAS TINGGI

-Bagaimana Karakteristik Pembelajaran IPS SD di Kelas Tinggi?

Pendidikan IPS terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan IPS. Pendidikan
mengandung pengertian suatu perbuatan yang disengaja untuk menjadikan manusia
memiliki kualitas yang lebih baik. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti
menjadi mengerti dan sebagainya. Selanjutnya untuk memahami pengertian
pendidikan, dirumuskan dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional berikut ini : Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pengertian
IPS merujuk pada kajian yang memusatkan perhatiannya pada aktivitas kehidupan
manusia. Berbagai dimensi manusia dalam kehidupan sosialnya merupakan fokus
kajian dari IPS.

Mengenai karakteristik pendidikan IPS sebagai suatu synthetic disciplines

dijelaskan oleh Somantri (2001; 198) sebagai berikut :

Disebut synthetic disciplines karena pendidikan IPS bukan hanya harus


mampu mensintesiskan konsep-konsep yang relevan antara ilmu-ilmu pendidikan
dan ilmu-ilmu sosial, melainkan juga tujuan pendidikan dan pembangunan serta
masalah-masalah sosial dalam hidup bermasyarakat pun yang sering disebut dengan
ipoleksosbudhankam akan menjadi pertimbangan bahan pendidikan IPS.

Pendidikan IPS yang dikembangkan di tingkat perguruan tinggi akan berbeda


dengan pendidikan IPS yang dikembangkan di tingkat [Link]
pendidikan IPS harus diorganisir dan disiapkan sedemikian rupa dan didasarkan pada
tujuan yang hendak dicapai. Materi pendidikan IPS yang akan dipelajari siswa harus
didasrkan pada tujuan yang akan dicapai. Dalam hal ini, Somantri (2001; 44)
merumuskan batasan dan tujuan pendidikan IPS untuk tingkat sekolah sebagai “suatu
penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, psikologi, ideologi negara dan agama yang
diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan”.

Tujuan pendidikan IPS dikembangkan atas dasar pemikiran bahwapendidikan


IPS merupakan suatu disiplin ilmu. Oleh karena itu pendidikan IPS harus mengacu
pada tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian tujuan pendidikan IPS adalah
mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menguasai disiplin ilmu-ilmu
sosial untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebihtinggi.
Menurut Hasan (1996; 107), tujuan pendidikan IPS dapat dikelompokkan
kedalam tiga kategori, yaitu pengembangan kemampuan intelektual siswa,
pengembangan kemampuan dan rasa tanggung jawab sebagai anggota masyarakat
dan bangsa serta pengembangan diri siswa sebagai pribadi. Tujuan pertama
berorientasi pada pengembangan kemampuan intelektual yang berhubungan dengan
diri siswa dan kepentingan ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu [Link]
kedua berorientasi pada pengembangan diri siswa dan kepentingan masyarakat.
Sedangkan tujuan ketiga lebih berorientasi pada pengembangan pribadi siswa baik
untuk kepentingan dirinya, masyarakat maupun ilmu. Berdasarkan pendapat di atas,
ada tiga aspek yang harus dituju dalam pengembangan pendidikan IPS, yaitu aspek
intelektual, kehidupan sosial, dan kehidupan individual. Pengembangan kemampuan
intelektual lebih didasarkan pada pengembangan disiplin ilmu itu sendiri serta
pengembangan akademik dan thinking skills. Tujuan intelektual berupaya untuk
mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami disiplin ilmu sosial,
kemampuan berpikir, kemampuan prosesual dalam mencari informasi dan
mengkomunikasikan hasil temuan. Pengembangan intelektual ini akan selalu
berhubungan dengan aspek pengembangan individual. Pengembangan kehidupan
sosial berkaitan dengan pengembangan kemampuan dan tanggung jawab siswa
sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu tujuan ini mengembangkan kemampuan
seperti berkomunikasi, rasa tanggung jawab sebagai warga negara dan warga dunia,
kemampuan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan bangsa.
Termasuk dalam tujuan ini adalah pengembangan pemahaman dan sikap positif
siswa terhadap nilai, norma dan moral yang berlaku dalam masyarakat.

Karakteristik dari pendidikan IPS adalah pada upayanya untuk


mengembangkan kompetensi sebagai warga negara yang baik. Warga negara yang
baik berarti yang dapat menjaga keharmonisan hubungan di antara masyarakat
sehingga terjalin persatuan dan keutuhan bangsa. Hal ini dapat dibangun apabila
dalam diri setiap orang terbentuk perasaan yang menghargai terhadap segala
perbedaan, baik itu perbedaan pendapat, etnik, agama, kelompok, budaya dan
sebagainya. Bersikap terbuka dan senantiasa memberikan kesempatan yang sama
bagi setiap orang atau kelompok untuk dapat mengembangkan dirinya.

Oleh karena itu pendidikan IPS memiliki tanggung jawab untuk dapat melatih
siswa dalam membangun sikap yang demikian. Selain bertujuan untuk membentuk
warga negara yang baik, pendidikan IPS juga mempunyai tujuan yang lebih spesifik.

Tujuan ini dirumuskan oleh Pennsylvania Council for the Social Studies
(Clark, 1073; 8), yaitu :

Fokus utama dari program IPS adalah membentuk individu-individu


yangmemahami kehidupan sosialnya – dunia manusia, aktivitas dan interaksinya
yang ditujukan untuk menghasilkan anggota masyarakat yang bebas, yang
mempunyai rasa tanggung jawab untuk melestarikan, melanjutkan dan memperluas
nilai-nilai dan ide-ide masyarakat bagi generasi masa depan. Untuk melengkapi
tujuan tersebut, program IPS harus memfokuskan pada pemberian pengalaman yang
akan membantu setiap individu siswa.
Tujuan utama setiap pembelajaran Ilmu Sosial adalah membentuk warrga
negara yang baik (Good Citizenship), demikian pula IPS memiliki tujuan yang sama,
namun dalam proses penyajiannya IPS memiliki karakteristik tersendiri, dalam arti
tidak sama dengan karakteristik Ilmu-ilmu Sosial. Walaupun demikian, keberadaan
Ilmu-ilmu Sosial tidak dapat dipisahkan dari IPS karena konsep-konsep Ilmu Sosial
merupakan sumber utama bagi pengembangan materi pembelajaran IPS.

Ruang lingkup IPS tidak lain adalah kehidupan sosial manusia di masyarakat.
Masyarakat inilah yang menjadi sumber utama IPS. Aspek kehidupan sosial apapun
yang kita pelajari, apakah itu hubungan sosial, Ekonomi, Budaya, Kejiwaan, Sejarah,
Geografi, atau Politik bersumber dari masyarakat. Oleh karena itu, tugas seorang
pembelajar adalah membelajarkan peserta didik dalam rangka meningkatkan
kompetensi yang telah para peserta didik miliki. Hal ini mengandung arti bahwa
peserta didik telah memiliki pengetahuan masing-masing sesuai dengan pengalaman
dan penghayatannya selama mereka tinggal di masyarakat. Dalam upaya
memanusiakan manusia (peserta didik) proses pembelajaran pendidikan IPS
dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan dan
tingkat usia peserta didik masing-masing.

Ada 3 aspek yang dikaji dalam proses pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS), yaitu:

1. Memberikan berbagai pengertian yang mendasar (Kognitif)

2. Melatih berbagai keterampilan (Psikomotor)

3. Mengembangkan sikap moral yang dibutuhkan (Apektif)

Karakteristik IPS diantaranya :

1. Integrated (terpadu)

2. Interdisipliner (dapat dikaji dari satu bidang ilmu pengetahuan)

3. Multidisipliner (dapat dikaji dari berbagai bidang keilmuan/rumpun


pelajaran)

4. Psiko pedagogis (kajian IPS harus mempertimbangkan kemampuan


berfikir siswa dengan memperhatikan Psikologi perkembangan mereka.

5. Cross disipliner (menyilangkan satu mata pelajaran dengan mata


pelajaran lain yang relevan)

6. Social learning (dalam IPS harus ada aspek ilmu yang bisa dipelajari)

7. Social education (dalam IPS harus ada ilmu yang bisa diambil)

8. Synthetic discipline

9. Scientific boundary line

10. Kajian Sistematika.


Untuk membahas karakteristik IPS, dapat dilihat dari berbagai pandangan.
Berikut ini dikemukakan karakteristik IPS dilihat dari materi dan strategi
penyampaiannya.

1. Materi IPS

Ada 5 macam sumber materi IPS antara lain:

a. Segala sesuatu atau apa saja yang ada dan terjadi di sekitar anak sejak
dari keluarga, sekolah, desa, kecamatan sampai lingkungan yang luas negara dan
dunia dengan berbagai permasalahannya.

b. Kegiatan manusia misalnya: mata pencaharian, pendidikan, keagamaan,


produksi, komunikasi, transportasi.

c. Lingkungan geografi dan budaya meliputi segala aspek geografi dan


antropologi yang terdapat sejak dari lingkungan anak yang terdekat sampai yang
terjauh.

d. Kehidupan masa lampau, perkembangan kehidupan manusia, sejarah


yang dimulai dari sejarah lingkungan terdekat sampai yang terjauh, tentang tokoh-
tokoh dan kejadian-kejadian yang besar.

e. Anak sebagai sumber materi meliputi berbagai segi, dari makanan,


pakaian, permainan, keluarga.

2. Strategi Penyampaian Pengajaran IPS

Strategi penyampaian pengajaran IPS, sebagaian besar adalah didasarkan


pada suatu tradisi, yaitu materi disusun dalam urutan: anak (diri sendiri), keluarga,
masyarakat/tetangga, kota, region, negara, dan dunia. Tipe kurikulum seperti ini
disebut “The Wedining Horizon or Expanding Enviroment Curriculum” (Mukminan,
1996:5).

Sebutan Masa Sekolah Dasar, merupakan periode keserasian bersekolah,


artinya

anak sudah matang untuk besekolah. Adapun kriteria keserasian bersekolah


adalah sebagai berikut.

1. Anak harus dapat bekerjasama dalam kelompok dengan teman-teman


sebaya, tidak boleh tergantung pada ibu, ayah atau anggota keluarga lain yang
dikenalnya.

2. Anak memiliki kemampuan sineik-analitik, artinya dapat mengenal bagian-


bagian dari keseluruhannya, dan dapat menyatukan kembali bagian-bagian tersebut.

3. Secara jasmaniah anak sudah mencapai bentuk anak sekolah.

Menurut Preston (dalam Oemar Hamalik. 1992 : 42-44), anak mempunyai


ciri-ciri sebagai berikut :
1. Anak merespon (menaruh perhatian) terhadap bermacam-macam aspek
dari dunia [Link] secara spontan menaruh perhatian terhadap kejadian-
kejadian-peristiwa, benda-benda yang ada disekitarnya. Mereka memiliki minat yang
laus dan tersebar di sekitar lingkungnnya.

2. Anak adalah seorang penyelidik, anak memiliki dorongan untuk


menyelidiki dan menemukan sendiri hal-hal yang ingin mereka ketahui.

3. Anak ingin berbuat, ciri khas anak adalah selalu ingin berbuat sesuatu,
mereka ingin aktif, belajar, dan berbuat

4. Anak mempunyai minat yang kuat terhadap hal-hal yang kecil atau
terperinci yang seringkali kurang penting/bermakna

5. Anak kaya akan imaginasi, dorongan ini dapat dikembangkan dalam


pengalaman-pengalaman seni yang dilaksanakan dalam pembelajaran IPS sehingga
dapat memahami orang-orang di sekitarnya. Misalnya pula dapat dikembangkan
dengan merumuskan hipotesis dan memecahkan masalah.

Berkaitan dengan atmosfir di sekolah, ada sejumlah karakteristik yang dapat


diidentifikasi pada siswa SD berdasarkan kelas-kelas yang terdapat di SD.

1. Karakteristik pada Masa Kelas Rendah SD (Kelas 1,2, dan 3)

a. Ada hubungan kuat antara keadaan jasmani dan prestasi sekolah

b. Suka memuji diri sendiri

c. Apabila tidak dapat menyelesaikan sesuatu, hal itu dianggapnya tidak


penting

d. Suka membandingkan dirinya dengan anak lain dalam hal yang


menguntungkan dirinya

e. Suka meremehkan orang lain

2. Karakteristik pada Masa Kelas Tinggi SD (Kelas 4,5, dan 6).

a. Perhatianya tertuju pada kehidupan praktis sehari-hari

b. Ingin tahu, ingin belajar, dan realistis

c. Timbul minat pada pelajaran-pelajaran khusus

d. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi


belajarnya di sekolah.

Menurut Jean Piagiet, usia siswa SD (7-12 tahun) ada pada stadium
operasional konkrit. Oleh karena itu guru harus mampu merancang pembelajaran
yang dapat membangkitkan siswa, misalnya penggalan waktu belajar tidak terlalu
panjang, peristiwa belajar harus bervariasi, dan yang tidak kalah pentingnya sajian
harus dibuat menarik bagi siswa.
Karakteristik Pembelajaran IPS di SD kelas tinggi fokus kajian IPS
adalah kehidupan manusia dengan sejumlah aktifitas sosialnya (Nana
supriatna:2006). Materi pendidikan IPS berasal dari displin ilmu- iilmu sosial
kemudian diintegrasikan dan disederhanakan untuk kepentingan pendidikan.
Sedangkan untuk materi IPS di tingkat Sekolah Dasar menggunakan pendakatan
secara terpadu. Hal ini disesuaikan pada tingkat berifikir siswa yang masih konkrit.
sejalan denganhal tersebut maka IPS bisa digunakan sebagai wadah untuk
menampung potensi siswa yang berbakat di bidang IPS. Secara umum, IPS memiliki
karakteristik yaitu sebagai upaya untuk mengembangkan kompetensi sebagai warga
Negara yang baik. Untuk karakteristik dari IPS itu sendiri bisa dijelaskan melalui
berbagai sudut pandang. Bisa melalui materi pembelajaran IPS itu sendiri, strategi
penyampaian, tahap perkembangan anak di SD kelas tinggi, serta karateristik umum
IPS menurut beberapa ahli. 1. Materi IPS Ada 5 macam sumber materi IPS
diantaranya : a. Segala sesuatu atau apa saja yang ada dan terjadi di sekitar anak
sejak dari keluarga, sekolah atau lingkungan bermainnya. IPS seperti yang sudah
diungkapkan pada hakikatnya di atas merupakan ilmu kemanusiaan yang terdiri dari
berbagai macan bidang dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia.
Begitupun juga yang terjadi dengan siswa Sekolah Dasar. Mereka mengawali
kehidupannya dari rumah yang diawali dengan adanya interaksi dengan kedua orang
tuanya, saudaranya atau anggota keluarga yang lain. Kemudian di lingkungan
bermain, anak usia Sekolah Dasar sangat senang dengan hal-hal yang berbau fantasi,
mereka pandai dalam berimajinasi dan salah satu imajinasi mereka kadang disalurkan
di lingkungan bermain mereka. Seperti bermain tanah, mereka akan bermain tanah
dengan menggunakan tangannya. Menggenggam apasaja yang mereka lihat,
kemudian timbul pertanyaan dalam benaknya, mengapa tanah yang ini kasar,
mengapa tanah yang ini halus, mengapa batuan kerikil itu kecil, mengapa batuan itu
tidak hanya bulat tetapi adajuga yang pipih

Semua pertanyaan itu timbul dalam benak anak dan secara tidak langsung IPS
sudah menjawabnya dalam mata pelajaran geografi yang mempelajari tentang bentuk
permukaan bumi. Begitu pun juga dengan bidang IPS yang lain, semuanya berasal
dari manusia dan lingkungan hidupnya sendiri. b. Kagiatan manusia : mata
pencaharian, pendidikan, keagamaan, produksi, komunikasi, transportasi. Dalam hal
ini, kegiatan manusia juga bisa menjadi materi dalam IPS. Contohnya seorang anak
jajan ke warung dengan membawa uang seribu rupiah, kemudian bertransaksi dengan
sang penjual sehingga mendapat kembalian uang lima ratus rupiah. Dari kegiatan
yang dilakukan anak tersebut bisa dijadikan materi dalam IPS yang mempelajari
tentang pemenuhan kebutuhan manusia yaitu ekonomi. Karena berdasarkan pada
kegiatan manusia itulah maka cakupan IPS sangatlah luas. c. Lingkungan geografi
dan budaya meliputi segala aspek geografi dan antropologi yang terdapat di
masyarakat. Suatu masyarakat diibaratkan sebagai suatu wadah sedangkan isi dari
wadah tersebut adalah kebudayaan dari masyarakat. Maka dari itu, kebudayaan yang
tidak akan terlepas dari manusia merupakan suatu materi yang dibahas dalam bidang
IPS yaitu antropologi. d. Kehidupan masa lampau, perkembangan manusia, sejarah
yang dimulai dari sejarah lingkungan terdekat serta sejarah para tokoh dan kejadian
besar. Materi ini dijelaskan dalam materi IPS yakni sejarah Melihat karakteristik
materi IPS yang sudah disebutkan diatas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa materi
IPS bersifat dinamis. Karena didasarkan pada kehidupan manusia yang senantiasa
berkembang, maka ilmu yang mempelajarinya pun akan senantiasa turut berkembang
mengikuti perubahan manusia itu sendiri. 2. Strategi penyampaian pembelajaran IPS

Sumber rujukan:

-Somantri.2001. Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung : Rosda Karya.

-Zakiatul,Risa.2015Karakteristik pembelajran IPS di Sd kelas


[Link].

-Taufikurahman,[Link] Analitik IPS.

-Modul IPS MA MIFTAHUL ULUM

-Rethnani,[Link] dan Struktur IPS.

Anda mungkin juga menyukai