0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan22 halaman

Makalah Kewarganegaraan Kelompok 7

Makalah ini membahas hakikat, instrumentasi, dan praktik demokrasi di Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Penulis menguraikan pentingnya demokrasi sebagai sistem politik yang mencerminkan kedaulatan rakyat dan menjelaskan ciri khas demokrasi Indonesia. Tujuan makalah ini adalah untuk memahami pengertian, pilar-pilar, serta urgensi demokrasi Pancasila dalam konteks kehidupan bernegara.

Diunggah oleh

Stefany Sitompul
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan22 halaman

Makalah Kewarganegaraan Kelompok 7

Makalah ini membahas hakikat, instrumentasi, dan praktik demokrasi di Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Penulis menguraikan pentingnya demokrasi sebagai sistem politik yang mencerminkan kedaulatan rakyat dan menjelaskan ciri khas demokrasi Indonesia. Tujuan makalah ini adalah untuk memahami pengertian, pilar-pilar, serta urgensi demokrasi Pancasila dalam konteks kehidupan bernegara.

Diunggah oleh

Stefany Sitompul
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

HAKIKAT,INSTRUMENTASI,DAN PRAKSI DEMOKRASI INDONESIA

BERLANDASKAN PANCASILA DAN UUD 1945

Dosen Pengampu

Muhammad Hamdan, [Link]., M, Pd.

Disusun Oleh Kelompok 7:

Randy Lyman (2203112492)

Dea Stefani (2203112493)

JURUSAN FISIKA KELAS C


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS RIAU
TA 2022/2023
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas segala rahmat
dan nikmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun sampai selesai. Kami ucapkan terima
kasih kepada dosen pembimbing yakni bapak Muhammad Hamdan yang telah mengajari
kami. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materi atas makalah ini.

Tim penyusun sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman tentang urgensi integrasi nasional sebagai salah satu parmeter persatuan dan
kesatuan bangsa. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa berguna dan
bermanfaat bagi pembaca dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu kami sangat
memohon maaf sebesar-besarnya untuk kesalahan makalah ini dan mengharapkan kritik serta
saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Pekanbaru,25 Maret 2023

Penyusun

I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................I
DAFTAR ISI....................................................................................................................................................II
BAB 1...............................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN............................................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................................................1
1. 2 Rumusan Masalah.........................................................................................................................1
1.3 Tujuan............................................................................................................................................2
BAB 11.............................................................................................................................................................3
PEMBAHASAN...............................................................................................................................................3
2.1 Konsep dan Urgensi Yang Bersumber Dari Pancasila.....................................................................3
2.2 Mengapa Diperlukan Demokrasi Yang Bersumber Dari Pancasila.................................................9
2.3 Mengali Sumber Histori,Sosiologi,dan Politik Demokrasi Yang Bersumber dari Pancasila...........11
2.4 Dinamika dan Tantangan Demokrasi Yang Bersumber Dari Pancasila.........................................15
BAB 111.........................................................................................................................................................17
PENUTUP......................................................................................................................................................17
3.1 Kesimpulan..................................................................................................................................17
3.2 Saran............................................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................................18

II
BAB1
Pendahuluan
1.1Latarbelakang

Setiap warga negara mendambakan pemerintahan demokratis yang menjamin


tegaknya di rakyat. Hasrat ini dasar sipemahaman bahwa pemerintahan demokratis memberi
peluang bagi tumbuhnya prinsip menghargai keberadaan individu untuk berpartisipasi
dalam kehidupan bernegara secara maksimal. Karena itu, demokrasi perlu ditumbuhkan,
pemeliharaan, dan dihormati oleh setiap warga negara. Setiap negara mempunyai ciri khas
dalam pelaksanaan dirakyat atau demokrasinya .Hal ini ditentukan oleh sejarah negara yang
orang, budaya, pandangan hidup, serta tujuan yang ingin dicapainya .Dengan demikian pada
setiap negara terdapat corak khas demokrasi yang penampilan pada pola sikap, keyakinan
dan perasaan tertentu yang landasan, mengarahkan, dan memberi arti pada perilaku laku dan
prosesber demokrasi dalam suatusi stem politik. Sebagai calon sarjana dan profesional
diharapkan; teguh sungguh mengenai hakikat, instrumen, dan praksis demokrasi Indonesia
yang sumber dari Pancasila dan UUD NRI 1945; mampu menganalisis hakikat,
instrumen ,dan praksis demokrasi Indonesia yang sumber dari Pancasila dan UUD NRI
1945 sebagai wahana penyelenggara negara yang kesejahteraan dan berkeadilan dan mampu
mengkreasi peta konseptual dan/ atau operasional tentang problematika interaksi antar
hakikat, instrumentasi, dan praksis demokrasi Indonesia yang bersumberdari Pancasila dan
UUD NRI 1945 sebagai wahana kolektif penyelenggaraan negara yang sejahtera dan
berkeadilan.

1.2 Rumusan masalah

1. Apa pengertian demokrasi dan apa saja pilar-pilar demokrasi ?


2. Apa yang menjadi ciri khas demokrasi di Indonesia ?
3. Apa saja sumber-sumber historis demokrasi Indonesia ?
4. Bagaimana urgensi dan esensi demokrasi pancasila ?
5. Apa saja peran anggota-anggota legislatif di Indonesia?

1
1.3 Tujuan Dengan dibuatnya makalah ini kami berharap:

1. Dapat memahami pengertian dan pilar-pilar demokrasi


2. Mengetahui dan memahi yang menjadi ciri kahs demokrasi Indonesia
3. Memahami pentingnya demokrasi sebagai sistem politik kenegraan
modern
4. Memahami sumber-sumber historis demokrasi pancasila
5. Memahami dan mengetahui urgensi dan esensi demokrasi pancasila
6. Mengetahui dan mampu memahami peran anggota-anggota legislative
diIndonesia

2
BAB 11

PEMBAHASAN

2.1 Konsep dan Urgensi Demokrasi Yang Bersumber Dari Pancasila


Pengertian Demokrasi dan Pilar-Pilar DemokrasiPrinsip demokrasi secara umum
sangat terkait dengan implementasi (penerapan)demokrasi oleh negara tersebut kepada
rakyatnya. Hal inilah yang kemudian membuatprinsip demokrasi antara satu negara dengan
negara lainnya bisa berbeda. Akan tetapiada beberapa prinsip demokrasi yang sama,
diantaranya:

[Link] pengakuan dan perlindungan terkait hak asasi manusia serta adanya
jaminanhukum dari penguasa (pemerintah).

[Link] sikap proaktif dari masyarakat terhadap penyelenggaraan negara


(politik)sesuai aturan konstitusi yang berlaku.

[Link] suatu pemerintahan yang terbuka.

Ketiga prinsip di atas merupakan prinsip demokrasi yang pada umumnya ada dalam
suatunegara yang demokratis. Selebihnya prinsip-prinsip demokrasi seperti
adanyakebebasan pers, adanya pembagian kekuasaan negara, adanya supermasi sipil
terhadapmiliter, adanya prinsip kesukarelaan dalam kegiatan masyarakat serta
adanyapenegakan suatu keadilan sosial dapat berlaku berbeda-beda antara satu negara
dengannegara lainnyaDemokrasi pancasila merupakan suatu paham demokrasi yang
bersumber dari pandanganhidup atau falsafah hidup bangsa Indonesia yang digali
berdasarkan kepribadian rakyatIndonesia [Link] falsafah hidup bangsa Indonesia,
kemudian akan timbul dasarfalsafah negara yang disebut dengan Pancasila dimana terdapat,
tercermin, terkandungdalam Pembukaan UUD 1945.

[Link]-prinsip Demokrasi Pancasila

Prinsip demokrasi pancasila ini telah ditulis oleh Bpk. Ahmad Sanusi dalam buku
yangberjudul Memberdayakan Masyarakat dalam Pelaksanaan 10 Pilar Demokrasi
(2006:193-205) dimana memuat 10 prinsip demokrasi yang menurut Pancasila dan UUD
1945, yaitu :

3
1. Demokrasi yang Berketuhanan Yang Maha EsaDemokrasi yang berketuhanan
yang maha esa berarti sistem penyelenggaraan negaraharus taat, konsisten dan sesuai
dengan nilai juga kaidah dasar ketuhanan yang [Link] begitu maka diharapkan
masyarakat mempunyai pola pikir dan tindakan yang jauh dari tercela. Sehingga dapat
meminimalisir adanya konflik horizontal maupunpenyebab pelanggaran HAM vertikal.

2. Demokrasi dengan kecerdasanYang kedua ini berarti aturan dan penyelenggaraan


demokrasinya menurut UUD [Link] lewat naluri, kekuatan otot atau kekuatan
[Link] lebih menurut kecerdasan rohani, aqliyah, rasional dan kecerdasan
emosional. Maka dengan pola pikir tersebut masyarakat bisa melakukan tindakan
yangrasional.

3. Demokrasi yang berkedaulatan rakyatDemokrasi pancasila kekuasaan tertinggi


ada pada tangan rakyat, jadi prinsipnyarakyatlah yang memiliki [Link] kedaulatan
rakyat ini dibatasi dan dipercayakan kepada wakil rakyat, yaitu MPR(DPR/DPD) dan
DPRD. Suara rakyat dapat ditampung pada satu wadah, untuk kemudiandisampaikan secara
jelas dan tepat melalui wakil rakyat.

[Link] dengan rule of lawHal ini mempunyai empat makna penting :

 Pertama, kekuasaan negara Republik Indonesia itu harus mengandung,


melindungi,serta mengembangkan kebenaran hukum (legal truth) bukan
demokrasi ugal-ugalan,demokrasi dagelan, atau demokrasi manipulatif.
 Kedua, kekuasaan negara itu memberikan keadilan hukum (legal justice)
bukan demokrasi yang terbatas pada keadilan formal dan pura-pura.
 Ketiga, kekuasaan negara itu menjamin kepastian hukum (legal security )
bukan demokrasi yang membiarkan kesemrawutan atau anarki.
 Keempat, kekuasaan negara itu mengembangkan manfaat atau kepentingan
hukum(legal interest ), seperti kedamaian dan pembangunan, bukan
demokrasi yang justrumempopulerkan fitnah dan hujatan atau menciptakan
perpecahan, permusuhan, dan kerusakan.

4
5. Demokrasi dengan pemisahan kekuasaan negara

Demokrasi pancasila menurut UUD 1945 ini mengalami pembagian dan


pemisahankekuasaan (division and seperation of power ) dengan sistem pengawasan
danperimbangan (check and balance).Hal ini dilakukan untuk menghindari
penyelewengan kekuasaan yang bisamengakibatkan kerugian pada pemerintahan dan
juga rakyat.

6. Demokrasi dengan hak asasi manusia

Prinsip yang ke enam ini berarti demokrasi beradsarkan UUD 1945 dimana
mengakui HAM dengan tujuan bukan hanya menghormati hak [Link] juga
meningkatkan martabat dan derajat manusia seutuhnya. HAM bersifat universal dan
dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat di dunia.

7. Demokrasi dengan pengadilan yang merdeka

Demokrasi pancasila berarti menghendaki diberlakukannya sistem pengadilan


yangindependen atau merdeka dengan memberi kesempatan seluasnya kepada pihak
yangberkepentingan untuk mencari dan menemukan hukum yang paling [Link]
pihak juga mempunyai hak yang sama untuk mengajukan pertimbangan, dalil,fakta,
saksi, alat bukti dan [Link] di Indonesia bersifat bebas artinya tidak
memihak manapun atau bersifatnetral memberikan sanksi hukuman tanpa melihat
status sosial, ekonomi, danpopularitas individu yang menjalani proses hukum

8. Demokrasi dengan otonomi daerah

Prinsip yang ke delapan ini berarti demokrasi Pancasila dijalankan dengan


prinsipotonomi dimana pemerintahan membentuk daerah-daerah otonom pada
propinsi dankabupaten/[Link] adalah supaya bisa mengatur dan
menyelenggarakan urusan-urusanpemerintah sebagai urusan rumah tangganya
sendiri yang diserahkan oleh [Link] tersebut juga berfungsi untuk
menggali potensi dan memanfaatkannya sebagaiinstrumen untuk mengembangkan
daerahnya.

5
9. Demokrasi dengan kemakmuran

Prinsipnya ialah supaya membangun negara yang makmur oleh dan untuk
rakyatIndonesia yang mencakup semua aspek entah hak dan kewajiban, kedaulatan
rakyat,pembagian kekuasaan, otomi daerah ataupun keadilan [Link] ini
berdampak pada menekannya tingkat konflik agama maupun antar ras menjadilebih
kecil

10. Demokrasi yang berkeadilan sosial

Prinsip ke sepuluh berarti demokrasi ini menggariskan keadilan sosial di


antarberbagai kelompok, golong dan [Link], semua masyarakat
mendapat perlakuan yang sama, tanpa melihat tingkatsosial maupun golongan
ekonomi tertentu.

2.2 Ciri Khas Demokrasi Indonesia

Sebagai negara demokrasi, demokrasi Indonesia memiliki kekhasan. Apa kekhasan


demokrasiIndonesia itu? Menurut Budiardjo dalam buku DasarDasar Ilmu Politik (2008),
demokrasi yang dianut di Indonesia adalah demokrasi yang berdasarkan Pancasila yang
masih terusberkembang dan sifat dan ciri-cirinya terdapat pelbagai tafsiran dan pandangan.
Meskipundemikian tidak dapat disangkal bahwa nilai-nilai pokok dari demokrasi
konstitusional telahcukup tersirat dalam UUD NRI 1945. Apa itu demokrasi Pancasila dan
apa itu demokrasikonstitusional? Untuk mendalami hal ini, cobalah Anda cari berbagai
pendapat tentangDemokrasi Pancasila dan Demokrasi Konstitusional. Apakah sebelum
muncul istilah demokrasiPancasila, bangsa Indonesia sudah memiliki tradisi demokrasi?
Ada baiknya kita ikuti pendapat Drs. Mohammad Hatta yang dikenal sebagai Bapak
Demokrasi Indonesia tentanghal tersebut. Menurut Moh. Hatta, kita sudah mengenal tradisi
demokrasi jauh sebelumIndonesia merdeka, yakni demokrasi desa. Demokrasi desa atau
desa-demokrasi merupakandemokrasi asli Indonesia, yang bercirikan tiga hal yakni 1) cita-
cita rapat, 2) cita-cita massaprotes, dan 3) cita-cita tolong menolong. Ketiga unsur
demokrasi desa tersebut merupakandasar pengembangan ke arah demokrasi Indonesia yang
modern. Demokrasi Indonesia yang modern adalah “daulat rakyat” tidak hanya berdaulat
dalam bidang politik, tetapi juga dalambidang ekonomi dan social.

6
Berikut adalah pandangan demokrasi menurut moh. Hatta

1. Demokrasi Barat dalam Pandangan Mohammad HattaMenurut pandangan Mohammad


Hatta demokrasi Barat bukanlah demokrasi politik, yaitudemokrasi dalam kehidupan politik,
melainkan liberalisme secara umum. Maka MohammadHatta mengidentikan demokrasi
Barat dengan sesuatu yang menimbulkan kekuasaankapitalisme yang tidak membawa
kemerdekaan rakyat, yang dimaksudkan sebenarnya adalahpaham liberalisme. Karena
liberalisme mengandung paham kebebasan individual. Kritikmengenai liberalisme mulai
datang dari penganut ideologi lainnya seperti Marx dan parapendukungnya atau dari kaum
intelektual liberal yang senantiasa berfikir tentang perbaikanmasyarakat (Suleman, 2010:
141-142).

Dari sudut inilah Mohammad Hatta beranjak dan menolak demokrasi yang bersifat
individualisme, karena dalam perkembangan masyarakat di kemudian hari, kaum
pemodallah yang cepat bisa memanfaatkan bentuk demokrasi yang seperti ini. Kaum
pemodal, kapitalisbisa tumbuh bila tidak ada kekuatan pengimbang terhadap dirinya.
Dengan demikian, tumbuhdominan kaum kapitalis dalam demokrasi kapitalis inilah terbuka
lebar jalan I’exploitation deI’hommepar I’homme, yakni ekploitasi manusia atas manusia.
Penjelasan dari istilah tersebut adalah penindasan yang dilakukan oleh kaum pemilik modal
seperti manusia petani kecildieksploitasi manusia pemilik tanah dan yang lemah
dieksploitasi yang kuat. Sedangkankelemahan yang kedua adalah demokrasi Barat selalu
memiliki sisi politik dan ekonomi, yaitudemokrasi politik dan sistem ekonomi kapitalisme.
Secara spesifik yang ingin dukemukakanoleh Mohammad Hatta mengenai sistem ekonomi
kapitalis yang lahir terlebih dahulu dansistem demokrasi diciptakan dan diterapkan untuk
menjamin keberlangsungan dari sistemkapitalisme bukanlah sebaliknya.

2. Demokrasi Politik dan demokrasi Ekonomi

Demokrasi yang diperkenalkan oleh pemikiran Mohammad Hatta merupakan


demokrasi yangberdasarkan pada kelemahan-kelemahan yang terkandung dalam demokrasi
Barat dengansifat masyarakat desa di Indonesia yang asli.

Demokrasi Mohammad Hatta merupakankedaulatan rakyat yang lebih sempurna


sebagai dasar pemerintahan Republik Indonesia yangtidak sama dengan individualisme,
karena individualisme dianggap sebagai suatu penyakit yangharus dihindari.

7
Demokrasi politik yang ingin dijelaskan oleh Mohammad Hatta adalah demokrasi
yangmencerminkan sifat keperibadian kehidupan asli dari masyarakat Indonesia yang sejak
dulusudah ada, sifat-sifat tersebut seperti rapat, musyawarah untuk mencapai mufakat,
dansikap kritis terhadap peguasa. Sedangkan pengertian untuk demokrasi ekonomi
olehMohammad Hatta dijelaskan bahwa demokrasi yang berdasarkan asaz tolong-menolong
sertakebersamaan dan kekeluargaan yang tertuang dalam konsep koperasi iterjemahkan
denganmenjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Sebagai penjelasan akhir dari pandangan Mohammad Hatta mengenai demokrasi


politik dan demokrasi ekonomi yaitu melalui kehidupan masyarakat asli Indonesia yang
memiliki ciri kehidupan secara Kolektivisme atau kebersamaan diajadikan sebagai sendi
dalammengembangkan tatanan demokrasi untuk Indonesia merdeka. Penjelasan secara
konkretadalah pertama, unsur rapat/musyawarah dan mufakat melandasi pengembangan
demokrasidalam kehidupan politik. Sedangkan yang kedua, tradisi tolong-menolong dengan
melalui pengembangan koperasi merupakan dasar dari pengembangan demokrasi dalam
kehidupan [Link] semua itulah yang menjadi kontruksi pemikiran Mohammad Hatta
tentang demokrasi Indonesia.

3. Koperasi Sebagai Demokrasi Ekonomi Rakyat Indonesia

Gagasan koperasi sebenarnya telah dikenal di Indonesia sejak akhir abad ke-19,
ditandai dengan adanya sebuah oganisasi swadaya (self-help organization) sebagai cara
untuk menanggulangi kemiskinan yang terjadi di kalangan pegawai dan petani oleh Patih
Purwokerto,Tirto Adisuryo, yang kemudian dibantu oleh pejabat Belanda dan menjadi
bagian dari programpemerintah kolonial (Bagun, 2002: 294). Akan tetapi dalam
perkembangannya koperasibukanlah hasil pembinaan dari pemerintah kolonial melainkan
usaha yang dibangun sendiri olehgerakan kebangsaan yang dipimpin oleh para kaum
cendekiawan.

Sepak terjang Mohammad Hatta sebagai salah satu pelopor ekonomi yang
berdasarkan asaskerakyatan di negeri ini mendapatkan penghargaan yang tinggi, beliau
dikenal sebagai bapakekonomi [Link] dari koperasi menurut Mohammad Hatta
yaitu menyelenggarakan keperluan hidupbersama dengan sebaik-baiknya dan memperbaiki
nasib orang-orang yang lemah ekonomi nya dengan jalan kerjasama.

8
Selain menguraikan mengenai tujuan koperasi, Mohammad Hatta
jugamenganalogikan bahwa antara satu individu dengan individu yang lain seperti sebuah
sapu lidi, yang mana jika lidi tersebut berjalan sendiri-sendiri menjadi lemah dan mudah
[Link] apabila lidi tersebut diikat menjadi sebuah sapu, maka ia akan menjadi
satu kesatuan yang kuat dan tidak akan mudah untuk dipatahkan.

4. Kebangsaan dan Kerakyatan

Pada tahun 1932, Mohammad Hatta dalam brosur Ke Arah Indonesia Merdeka
menjelaskan tentang cita-cita dalam perjuangan dan merebut kemerdekaan dan perjuangan
dalam mengisi kemerdekaan. Cita-cita Mohammad Hatta dalam membangun negara
Indonesia yang merdeka, ersatu dan demokratis yaitu tentang demokrasi politik. Brosur Ke
Arah Indonesia Merdeka(1932) yang ditulis oleh Mohammad Hatta dijadikan sebagai
pedoman dasar PendidikanNasional Indonesia (PNI-Baru) yaitu dua konsep penting yaitu
kebangsaan dan kerakyatan(Suleman, 2010:193).

Menurut Mohammad Hatta dalam memandang masalah kebangsaan terdapat


bermacam-macam rupa dan golongan yang memajukannya. Pada masa pergerakan,
setidaknya Bung Hattamelihat ada tiga macam rasa kebangsaan, yaitu kebangsaan cap
ningrat, kebangsaan capintelek dan kebangsaan cap rakyat. Berdasarkan tiga macam dari
rasa kebangsaan yangdijelaskan oleh Mohammad Hatta, masing-masing memiliki
penjelasan dan pengertian yangberbeda-beda sampai pada tingkatan penyalahgunaan
semangat kebangsaan terutamasemangat kebangsaan yang dimiliki oleh kaum feudal dan
[Link] untuk konsep kerakyatan itu sendiri, Mohammad Hatta menjabarkan
bahwakerakyataan yang berbeda dengan pengertian kerakyatan yang dipakai secara umum
yangbiasanya berarti kerakyatan yang dipakai oleh demokrasi Barat. Mohammad
Hattamenginginkan Indonesia menjadi negara yang merdeka berdasarkan asas kerakyatan
dalamarti kebersamaan atau kolektivisme dalam semua aspek kehidupan.

2.3 Mengapa Diperlukan Demokrasi Yang Bersumber Dari Pancasila

Demokrasi Pancasila menjamin adanya fasilitasi dari pihak pemerintah agar


keunikan dan kemajemukan budaya Indonesia dapat tetap dipertahankan dan
ditumbuhkembangkan sehingga kekayaan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat

9
terpelihara dengan baik. Bersumber pada ideologinya, demokrasi yang berkembang di
Indonesiaadalah demokrasi Pancasila.

Nilai-nilai dari setiap sila pada Pancasila sesuaidengan ajaran demokrasi, bukan
ajaran otoritarian atau totalitarian. Jadi,Pancasila sangat cocok untuk menjadi dasar dan
mendukung demokrasi diIndonesia. Nilai-nilai luhur yang tertuang dalam pembukaan UUD
1945 sesuai dengan pilar-pilar demokrasi modern. Nilai-nilai yang demokrasi yang terjabar
dari nilai-nilai Pancasila yaitu :

[Link] Rakyat

Berdasarkan UUD 1945 alenia IV yaitu “...yang terbentuk dalam suatu susunan
Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat ...”.Kedaulatan rakyat adalah esensi
dari demokrasi.

[Link]

Berdasarkan UUD 1945 alenia IV yang berbunyi “...yang terbentuk dalam suatu
susunan NegaraRepublik Indoensia...”. Republik berarti res publica yang artinya negara
untuk kepentingan umum.

3. Negara

Berdasar atas Hukum Berdasarkan UUD 1945 alenia IV yang berbunyi “...Negara
Indonesiayang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahIndonesia
dannn untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskankehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial...”. Negara hukum Indonesia menganut hukuman arti-arti luas atau materiil.

[Link] yang Konstitusional

Berdasarkan UUD 1945 alenia 1V yang berbunyi “...maka disusunlah Kemerdekaan-


Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara
Indonesia...”. UUD negara Indonesia1945 adalah konstitusi negara.

[Link] Perwakilan

Berdasarkan UUD 1945 alenia 1V yang berbunyi “...Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan...”.

10
[Link] Musyawarah

Berdasarkan UUD 1945 alenia 1V yang berbunyi “...Kerakyatan yangdipimpin oleh


hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan...”.

[Link] Ketuhanan

Demokrasi di Indonesia harus dapat dipertanggungjawabkan ke bawahyaitu rakyat


dan keatas yaitu Tuhan.

2.4 Sumber Historis,Sosiologi,Politik Demokrasi Yang Bersumber dari


Pancasila

2.4.1 Sumber Histori


 Sumber Nilai yang Berasal dari Demokrasi Desa

Demokrasi yang diformulasikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untukrakyat
merupakan fenomena baru bagi Indonesia ketika merdeka. Kerajaan-kerajaan pra Indonesia
adalah kerajaan-kerajaan feodal yang dikuasai oleh raja-raja autokrat. Akantetapi, nilai-nilai
demokrasi dalam taraf tertentu sudah berkembang dalam budayaNusantara, dan dipraktikkan
setidaknya dalam unit politik terkecil, seperti desa di Jawa,nagari di Sumatra Barat, dan banjar di
Bali (Latif, 2011). Mengenai adanya anasir demokrasidalam tradisi desa kita akan meminjam dua
macam analisis berikut. Pertama, pahamkedaulatan rakyat sebenarnya sudah tumbuh sejak lama di
Nusantara. Di alam Minangkabau,misalnya pada abad XIV sampai XV kekuasaan raja dibatasi
oleh ketundukannpada keadilandan kepatutan.

Ada istilah yang cukup tekenal pada masa itu bahwa “Rakyat ber-raja padaPenghulu, Penghulu
ber-raja pada Mufakat, dan Mufakat ber-raja pada alur dan patut".Dengan demikian, raja sejati di
dalam kultur Minangkabau ada pada alur (logika) dan patut(keadilan). Alur dan patutlah yang
menjadi pemutus terakhir sehingga keputusan seorang rajaakan ditolak apabila bertentangan
dengan akal sehat dan prinsip-prinsip keadilan (Malaka,2005). Kedua, tradisi demokrasi asli
Nusantara tetap bertahan sekalipun di bawah kekuasaanfeodalisme raja-raja Nusantara karena di
banyak tempat di Nusantara, tanah sebagai faktorproduksi yang penting tidaklah dikuasai oleh
raja, melainkan dimiliki bersama oleh masyarakatdesa. Karena pemilikan bersama tanah desa ini,
hasrat setiap orang untuk memanfaatkannyaharus melalui persetujuan kaumnya.

11
Hal inilah yang mendorong tradisi gotong royong dalam memanfaatkan tanah bersama, yang
selanjutnya merembet pada bidang-bidang lainnya,termasuk pada hal-hal kepentingan pribadi
seperti misalnya membangun rumah, kenduri, dansebagainya. Adat hidup seperti itu membawa
kebiasaan bermusyawarah menyangkutkepentingan umum yang diputuskan secara mufakat (kata
sepakat). Seperti disebut dalam

pepatah Minangkabau: “Bulek aei dek pambuluah, bulek kato dek mufakat” (Bulat air karena

pembuluh/bambu, bulat kata karena mufakat). Tradisi musyawarah mufakat ini


kemudianmelahirkan institusi rapat pada tempat tertentu, di bawah pimpinan kepala desa. Setiap
orangdewasa yang menjadi warga asli desa tersebut berhak hadir dalam rapat itu. Karena
alasanpemilikan faktor produksi bersama dan tradisi musyawarah, tradisi desa boleh saja
ditindasoleh kekuasaan feodal, namun sama sekali tidak dapat dilenyapkan, bahkan tumbuh
subursebagai adat istiadat. Hal ini menanamkan keyakinan pada kaum pergerakan bahwa
demokrasi

asli Nusantara itu kuat bertahan, “liat hidupnya”, seperti terkandung dalam pepatah

Minangkabau “indak lakang dek paneh, indak lapuak dek ujan”, tidak lekang karena panas,

tidak lapuk karena hujan (Hatta, 1992). Ada dua anasir lagi dari tradisi demokrasi desa yangasli
nusantara, yaitu hak untuk mengadakan protes bersama terhadap peraturan-peraturanraja yang
dirasakan tidak adil, dan hak rakyat untuk menyingkir dari daerah kekuasaan raja,apabila ia
merasa tidak senang lagi hidup di sana.

Dalam melakukan protes, biasanya rakyatsecara bergerombol berkumpul di alunalun dan duduk di
situ beberapa lama tanpa berbuatapa-apa, yang mengekspresikan suatu bentuk demonstrasi damai.
Tidak sering rakyat yangsabar melakukan itu. Namun, apabila hal itu dilakukan, pertanda
menggambarkan situasikegentingan yang memaksa penguasa untuk mempertimbangkan ulang
peraturan yangdikeluarkannya. Adapun hak menyingkir, dapat dianggap sebagai hak seseorang
untukmenentukan nasib sendiri. Kesemua itu menjadi bahan dasar yang dipertimbangkan oleh
parapendiri bangsa untuk mencoba membuat konsepsi demokrasi Indonesia yang
modern,berdasarkan demokrasi desa yang asli itu (Latif, 2011).

12
 Sumber Nilai yang Berasal dari Islam

Nilai demokratis yang berasal dari Islam bersumber dari akar teologisnya. Inti darikeyakinan
Islam adalah pengakuan pada Ketuhanan Yang Maha Esa (Tauhid, Monoteisme).Dalam
keyakinan ini, hanya Tuhanlah satu-satunya wujud yang pasti. Semua selain Tuhan,bersifat nisbi
belaka. Konsekuensinya, semua bentuk pengaturan hidup sosial manusia yang melahirkan
kekuasaan mutlak, dinilai bertentangan dengan jiwa Tauhid (Latif, 2011).Pengaturan hidup
dengan menciptakan kekuasaan mutlak pada sesama manusia merupakan hal yang tidak adil dan
tidak beradab.

 Sumber Nilai yang Berasal dari Barat Masyarakat Barat (Eropa)

Mempunya iakar demokrasi yang panjang. Pusat pertumbuhan demokrasi terpenting di Yunani
adalah kota Athena, yang sering dirujuk sebagai contoh pelaksanaan demokrasi partisipatif dalam
negara-kota sekitar abad ke-5 SM. Selanjutnya muncul pula praktik pemerintahan sejenis di
Romawi,tepatnya di kota Roma (Italia), yakni sistem pemerintahan republik. Model
pemerintahandemokratis model Athena dan Roma ini kemudian menyebar ke kotakota lain
sekitarnya,seperti Florence dan Venice. Model demokrasi ini mengalami kemunduran sejak
kejatuhanImperium Romawi sekitar abad ke-5 M, bangkit sebentar di beberapa kota di Italia
sekitarabad ke-11 M kemudian lenyap pada akhir “zaman pertengahan” Eropa. Setidaknya sejak
petengahan 1300 M, karena kemunduran ekonomi, korupsi dan peperangan,
pemerintahandemokratis di Eropa digantikan oleh sistem pemerintahan otoriter (Dahl, 1992).

2.4.2 Sumber Sosiologis


Sosiologi dipahami sebagai ilmu tentang kehidupan antarmanusia. Di dalamnyamengkaji,
antara lain, susunan dan pola kehidupan sosial dari Berbagai golongan dankelompok
masyarakat, juga mengkaji masalah masalah sosial, perubahan dan pembaharuan dalam
masyarakat Sumber sosiologis pancasila sebagai dasar negara telah berakar dalam
kehidupanmasyarakat meliputi hal-hal sebagai berikut: Pertama, nilai-nilai [Link]
ditemukandalam kehidupan beragama masyarakat indonesia dalam berbagai bentuk
kepercayaan dan keyakinan berbeda-beda.

13
Bukti bukti sosiologi bahwa pancasila sebagai dasar negara adalah seluruh
kehidupanmasyarakat Indonesia diatur oleh Pancasila sesuai dengan peraturan perundang-
undangan baik dalamruang lingkup keluarga,masyarakat ataupun khalayak umum yang
menjadikannya masyarakat yangbermoral dalam bentuk pikiran ataupun mengenai tingkah
laku.
Gejala sosiologis fundamental yang menjadi sumber terjadinya berbagai gejolak
dalsayamasyarakat kita:
Pertama, suatu kenyataan yang memprihatinkan bahwa setelah struktur tumbangnyakekuatan
“otokrasi” yang dimainkan Rezim Orde Baru ternyata bukan demokrasi yang kitamenemukan
melainkan oligarki di mana kekuasaan dikumpulkan pada sekelompok kecil elit,
sementarasebagian besar rakyat (demo) tetap jauh dari sumber-sumber kekuatan (wewenang,
uang,hukum, informasi, pendidikan, dan sebagainya).
Kedua, sumber terjadinya berbagai gejolak dalam masyarakat kita saat ini adalah
akiBpadamunculnya kebencian sosial budaya terselubung (social-cultural animosity). Gejala
iNSayamuncul dan semakin menjadi-jadi pasca runtuhnya rezim Orde Baru. Sosial
budayapermusuhan adalah suatu kebencian sosial budaya yang bersumber dari perbedaan ciri
budayadan perbedaan nasib yang diberikan oleh sejarah masa lalu, sehingga terkandung
unsurkeinginan balas [Link] lain dari konflik yang terjadi di Indonesia bukan hanya
bersifat terbuka(manifest conflict) tetapi yang lebih berbahaya lagi adalah konflik yang
tersembunyi (lateNTkonflik) antara berbagai golongan.

2.4.3 Sumber Politik


Masyarakat Barat memiliki dasar demokrasi yang panjang. Pertumbuhan demokrasiYang
terpenting diYunani adalah kotaAthena, yang sering disebut-sebut sebagai
contohimplementasi demokrasi partisipatif di negara-kota sekitar abad ke-5 SM.
KemudiaNmunculpraktek bentuk pemerintahan di Roma, tepatnya pada tahun 1999. Kota
Roma (Italia) yaitu pemerintahan republik. Model pemerintahan demokrasiAthena dan
Roma kemudianmenyebar ke kota-kota terdekat lainnya,Ide-ide humanisme dan demokrasi
mulai bangkit kembali di Eropa pada masaRenaisans (sekitar 1300-1700 M). Kolonialisme
Eropa, khususnya kehadiran Belanda diIndonesia membawa dua sisi mata uang peradaban
Barat: sisi penindas. akuPerialisme-kapitalisme dan sisi demokrasi-humanis.

14
Penindasan politik dan eksploitasi ekonomiimperialisme dan kapitalisme, sering kali
bekerja sama dengan kekuatan feodal tanah dan rakyat, memupuk sikap menindas,
kolonial dan anti feodal di antara para perintiskemerdekaan [Link]
contoh,Budiharjo(2008) Menyatakan bahwa dilihat dari sejarah perkembangan demokrasi
Indonesia hingga tahun , era Orde Baru dapat dibagi menjadi periode empat, yaitu:

A. Masa Republik Indonesia I (1945-1959) yang dinamakan masa demokrasikonstitusional


yang menonjolkan peranan parlemen dan partai-partai, karena itu dinamakaNDemokrasi
Parlementer.

B. Masa Republik Indonesia II (1959-1965) yaitu masa DemokrasiTerpimpin yangbanyak


penyimpangan dari demokrasi konstitusional yang secara formal merupakan
landasandanpenunjukan beberapa aspek demokrasi rakyat.

C. Masa Republik Indonesia III (1965-1998) yaitu masa demokrasi Pancasila.


Demokrasiini merupakan demokrasi konstitusional yg menonjolkan sistem presidential.

D. Masa Republik Indonesia IV(1998-sekarang) yaitu masa reformasi yangmenginginkan


tegaknya demokrasi di Indonesia sebagai koreksi terhadap praktik-praktikpolitik yang
terjadi pada masa Republik Indonesia

2.5 Dinamika dan Tantangan Demokrasi yang Bersumber dari Pancasila


Sepanjang sejarah Indonesia pernah mengalami dinamika ketatanegaraan seiringdengan
berubahnya konstitusi yang dimulai sejak berlakunya UUD 1945 (I), KonstitusiRIS 1949,
UUDS 1950, kembali ke UUD 1945 (II) dan akhirnya kita telah
berhasilmengamandemen UUD 1945 sebanyak empat kali. Ihwal postur demokrasi kita
dewasaini dapat kita amati dari fungsi dan peran lembaga permusyawaratan dan
perwakilanrakyat menurut UUD NRI Tahun 1945, yakni Majelis Permusyawaratan
Rakyat (MPR),Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

15
1) Majelis Permusyawaratan Rakyat Amandemen UUD 1945
dilakukan pula terhadap ketentuan tentanglembaga permusyawaratan rakyat,
yakni MPR. Sebelum dilakukan perubahan,MPR merupakan lembaga tertinggi
Negara. Perubahan dari sistem vertikalhierarkis dengan prinsip supremasi MPR
menjadi sistem yang horizontalfundamental dengan prinsip checks and
balances (saling mengawasi danmengimbangi) antarlembaga negara.

2) Dewan Perwakilan RakyatPerubahan UUD 1945


membawa pengaruh yang cukup besar terhadapkekuasaan DPR dalam membentuk
undang-undang. Di samping DPR, anggotaDPR juga mempunyai hak tertentu.

3) Dewan Perwakilan Daerah Ketentuan


mengenai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan halbaru dalam UUD 1945.
Ketentuan ini diatur dalam bab tersendiri dan terdiri atasdua pasal, yaitu Pasal 22 C
dengan 4 ayat dan Pasal 22 D dengan 4 [Link] perwakilan di Indonesia merupakan
sistem yang khas karena disamping terdapat DPR sebagai lembaga perwakilan
berdasarkan aspirasi rakyat,juga ada DPD sebagai lembaga penampung aspirasi
daerah. Demikianlahdinamika yang terjadi dengan lembaga permusyawaratan
dan perwakilan dinegara indonesia yang secara langsung mempengaruhi
kehidupan [Link] ini tentu saja kita harapkan akan mendatangkan
kemaslahatan kepadasemakin sehat dan dinamisnya. Demokrasi Pancasila yang
tengah konsolidasi menuju demokrasi yang matang (maturation democracy).

Hal ini merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi segenap komponen
[Link] Pemilu di IndonesiaSejak tahun 1955 sampai tahun 1997 Indonesia
menggunakan sistemproporsional. Pemilihan Umum 2004 menggunakan gabungan,
antara sistem distrik danproporsional, namun dominasi proporsional lebih
mewarnai pelaksanaan pemilihanumum 2004. Dalam pemilihan umum tahun
2009, sistem gabungan distrik danproporsional mengalami perubahan yang
lebih dekat kepada penentuan suara sistem [Link] pemilihan umum
tahun 2004 dengan UUD 1945 Amandemen, Setiap provinsi ditetapkan 4
orang wakil sebagai anggota DPD mewakili daerahnya.

16
BAB 111

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan makalah mengenai Hakikat, Instrumentasi dan Praksis
Demokrasi Indonesia Berlandaskan Pancasila dan UUD NKRI 1945 dapat disimpulkan
sebagai berikut :

a. Hakikat demokrasi Indonesia berlandaskan pancasila dan UUD NKRI 1945


adalah peran utama rakyat dalam pross sosial politik, hal ini sesuai dengan tiga pilar
penegak demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, pemerintahan oleh rakyat dan
pemerintahan untuk rakyat.

b. Instrumentasi demokrasi Indonesia berlandaskan pancasila dan UUD NKRI


1945 adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),
dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

c. Praktik demokrasi Pancasila berjalan sesuai dengan dinamika perkembangan


kehidupan kenegaraan Indonesia. Prinsip-prinsip demokrasi Pancasila secara ideal telah
terumuskan, sedang dalam tataran empiris mengalami pasang surut.

3.2 Saran
Sebaiknya Mahasiswa harus lebih memahami lagi mengenai Hakikat,
Instrumentasi dan Praksis Demokrasi Indonesia Berlandaskan Pancasila dan UUD NKRI
1945 dikarenakan pengetahuan ini dapat mmebuat kita semakin bersemangat dalam
menjalani kehidupan karena setiap individu mempunyai kebebasan untuk menyuarakan
pendapat di muka umum.

17
DAFTAR PUSTAKA

Mahfud MD, M. 2000. Demokrasi dan Konstitudi Indonesia: Studi Tentang Interaksi Politik dan
Kehidupan Ketatanegaraan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sanusi, A. 2006. Model Pendidikan Kewarganegaraan Menghadapi Perubahan dan GejolakSosial.


Bandung: CIC

18
19

Anda mungkin juga menyukai