Bab II Wiwin
Bab II Wiwin
a. Kajian Pustaka
1. Pembelajaran
didefisinikan sebagai interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar.dari definisi tersebut, maka dalam suatu pembelajaran terdapat
beberapa pihak yaitu peserta didik, pendidik atau guru, dan sumber belajar. Pembelajaran
dilaksanakan sebagai bentuk upaya pendidik guna membantu memudahkan peserta didik
agar tercipta suatu kegiatan belajar yang baik. Proses pembelajaran dikelas ditandai
dengan adanya suatu pengelolaan kelas yang meliputi penggunaan model pembelajaran,
sumber belajar, dan media pembelajaran. Upaya pengelolaan tersebut untuk mencapai
tujuan pembelajaran, yakni mewujudkan kegiatan belajar peserta didik yang efektif dan
efisien.. dalam penelitian ini akan diuraukan mengenai hasil belajar pada materi system
orgnisasi kehidupan.
a. Hasil Belajar
diperoleh siswa setelah melakukan perbuatan belajar adalah merupakan hasil belajar,
karena belajar pada dasarnya adalah bagian dari prilaku seseorang berubah sebagai akibat
seseorang. Penguasaan hasil belajar oleh sesorang dilihat dari perilakunya, baik
keterampilan motorik.
Rusmono (2012: 10) berpendapat bahwa hasil belajar adalah perubahan prilaku
individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan prilaku
Hasil belajar merupakan peristiwa yang bersifat internal dalam arti sesuatu yang
terjadi di diri seseorang. Peristiwa tersebut dimulai dari adanya perubahan kognitif yang
pada tingkat pengetahuan terhadap sesuatu yang dipelajari yang kemudian dapat
diketahui melalui tes, dan pada akhirnya muncul hasil belajar dalam bentuk nilai riel atau
non riel.
Pengetahuan
Prilaku Nilai
Gambar 1 : Bagan Proses Hasil Belajar
Dari bagan di atas mencerminkan hasil belajar diakibatkan oleh adanya kegiatan
evaluasi belajar atau tes dan evaluasi belajar dilakukan karena adanya kegiatan belajar.
Baik buruknya hasil belajar sangat bergantung dari pengetahuan dan perubahan perilaku
Proses pendidikan mempunyai tujuan yang ingin dicapai, yang dapat dikategorikan
menjadi tiga bidang, yakni bidang kognitif (penguasaan intelektual), bidang afektif
Anderson, dkk menyebut ranah kognitif dari taksonomi Bloom merevisi menjadi dua
dimensi, yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan. Dimensi proses kognitif
terdiri atas enam tingkatan : (1) ingatan, (2) pemahaman, (3) penerapan, (4) analisis, (5)
evaluasi, dan (6) menciptakan. Sedangkan dimensi pengetahuan terdiri atas empat
Pencapaian belajar atau hasil belajar diperoleh setelah dilaksanakannya suatu program
pengajaran. Penilaian atau evaluasi pencapaian hasil belajar merupakan langkah untuk
mengetahui seberapa jauh tujuan kegiatan belajar mengajar (KBM) suatu bidang studi
Penilaian dilakukan oleh seorang guru untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar
peserta didik, mendiagnosa kesulitan dalam belajar, memberikan umpan balik untuk
memperbaiki proses pembelajaran dan menentukan kenaikan kelas setiap peserta didik
dilakukan dengan menggunakan test, baik itu pretest (tes awal) maupun postest (tes
a. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar, karena dengan pre test
maka pikiran mereka akan terfokus pada soal-soal yang harus mereka kerjakan.
c. Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai
dasar mana yang telah dikuasai peserta didik, serta kompetensi dasar mana yang
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat penulis simpulkan bahwa hasil belajar adalah
penilaian keseluruhan proses belajar dengan tes yang untuk mendapatkan nilai berupa
angka. Hasil belajar ini di pengaruhi dapat dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan
kualitas pengajaran, siswa harus memotivasi diri dan berusaha semaksimal mungkin
dalam mengikuti proses pembelajaran supaya bisa berprestasi. Guru harus terus menggali
kreatifitasnya dalam mengelola kelas dan menguasai kompetensi dasar sebagai pengajar
1) Ranah Kognitif
menyangkup aktivitas otak adalah termasuk ranah kognitif . Menurut Bloom, ranah
kognitif itu terdapat enam jenjang proses berfikir yaitu: knowledge (pengetahuan
2) Ranah afektif
Taksonomi untuk daerah afektif dikeluarkan mula-mula oleh David R.Krathwohl dan
kawan-kawan dalam buku yang diberi judul taxsonomy of educational objective: affective
doman. Ranah afektif adalah ranah yang berkenan dengan sikap seseorang dapat
diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki pengusaan kognitif tingkat
tinggi. Tipe hasil belajar afektif akan Nampak pada murid dalam berbagai tingkah laku
seperti : perhtiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghrgai guru dan
3) Ranah psikomotorik
Hasil belajar psikomotor dikenukakan oleh simson. Hasil beljar ini tampak dalam
bentuk ketrampilan (skill), dan kemampuan bertindak individu. Ada enam tingkatan
gerakan skill, mulai keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang komplek,
dan interpretatif.
Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah psikologid
yang berubah sebagai akibat penglaman dan proses belajar siswa. Untuk mengetahui
berhasil atau tidaknya seseorng dalam menguasai ilmu pengetahuan pada suat mata
pelajaran dapat diliht dari hasil prestasinya. Peserta didik akan dikatakan berhasil apabila
Pada tingkat yang sangat umum sekali, hasil belajar dapat diklasifikasikan menjadi
tiga yaitu :
a. Keefektifan (effectiveness)
b. Efesiensi (efficiency)
aspek penting yng dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifan belajar yaitu : 1)
kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari atau sering disebut dengan “tingkat
kesalahan”. 2) kecepatan unjuk kerja, 3) tingkat ahli belajar, dan 4) tingkat retensi dari
Efesien pembelajaran biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah
waktu yang dipakai si belajar dan jumlah biaya pembelajaran yang digunakan. Daya tarik
pembeljaran biasaya diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk tetap belajar.
Daya tarik prmbrlajaran erat sekali dengan daya tarik bidang studi, dimana kualitas
Kunci pokok utama memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa adalah
mengetahui garis beras indikator dikaitkan dengan jenis pretasinya yang hendak
diungkapkan atau diukur. Indikator hasil belajar menurut Benjamin S. Bloom dengan
Tabel 2
1 Ranah Kognitif
sndiri
2 Ranah afekif
a.Penerimaan (Recerving) 1.1 Menunjukan sikap menerima
3.3 Mengagumi
4.2 Mengingkari
perilaku sehari-hari
3 Ranah Psikomotor
gerakan jasmani
Dengan melihat tabel diatas kita dapat menyimpulkan bahwa dalam hasil belajar harus
dapat mengembangkan tiga ranah yaitu : ranah kognitif, afektif , dan psikomotor.
Sebagai indikator hasil belajar, perubhan ada tiga ranah tersebut di rumuskan dalam
tujuan pengajaran. Dengan demikian hasil belajar dibuktikan dengan nili baik dalam bentuk
pengetahuan, sikap maupun keterampilan yang menjadi ketentuan suatu proses pembelajaran
dianggap berhasil apabila daya serap tinggi baik secara perorngan maupun kelompok dalam
pembelajaran telah mencapai tujuan. Jadi ada dua Indikator keberhasilan yitu :
b. Perilaku yng digriskan dalam tujuan pengajaran atau indictor telah tercapai secara
Suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah daya serap tinggi baik secara
perorangan maupun kelompok dan perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah
dicapai.
Bukti bhwa seorang telah belajar ialah terjadinya prubahan tingkah laku pada orang
tersebut ,misalnya dari tidak tahu menjadi tahu , dari tidak mengerti menjadi mengerti. Tingkah
laku memiliki unsur subjektif dan unsur motoris . Unsur subjektif adalah unsur rohniah
sedangkan unsur motoris adalah unsur jsmaniah. Bahwa seseorang sedang berfikir dapat dilihat
dari raut mukanya, sikap dalam rohaniah tidak bisa kita lihat.
Tingkh laku manusia terdiri dari sejumlah sejumlah aspek. Hasil belajar akan tampak
pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut . Adapun aspek-aspek tersebut adalah :
a. Pengetahuan
b. Pengertian
c. Kebisaan
d. Ketrampilan
e. Apresisi
f. Emosional
g. Hubungan social
h. Jasmani
j. Sikap
Hasil belajar yang dicapai dalam proses pembelajaran merupakan ukuran hasil upaya
yang dilakukan oleh pendidikdan peserta didik dengn segala factor ysng terkait. Tingkatan
b) Baik sekali / optimal bila sebgan besar materi dikuasai diantaranya 76-99%
Ketentuan tingkat keberhasilan antara lembaga pendidikan satu dengan lembaga pendidikan
lainnya berbeda, bahkan sekarang satuan pendidikan diberikan kewenanngan untuk dapat
pendidiknya saja akan tetapi ditentukan oleh factor-faktor yang lain yang saling mempengaruhi
stu dengan yang lain, sebagaimana , Oemar Hamalik mengemukakan beberapa factor kesulitan
Dengan demikian dapat diketahui bahwa factor-faktor yang merupakan kesulitan belajar
yang dialami peserta didik perlu adanya bantuan dan bimbingan guna meningkatkan prestasi
belajar siswa dan terhindar dari kesulitan belajar yang dialami sisw dan ahirnya dapat dicapai
POE adalah singkatan dari kata Predict – Observe - Explain. POE ini pula sering disebut
model pembelajaran untuk menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka
untuk melaksanakan 3 tugas utama, yaitu : prediksi, observasi dan memberikan penjelasan
White dan Gustone (Joyce, 2006) sebagai pembelajaran yang efisien untuk menimbulkan ide
atau gagasan dan melakukan diskusi dari ide mereka. Dengan harapan para siswa mampu
POE ini menginduk pada paham pembelajaran konstruktivisme, yang menganggap bahwa
siswa dengan pengetahuan awal yang mereka miliki akan dapat mengembangkan pemahaman
atau pengetahuannya itu. Model POE ini dapat digunakan untuk menggali pengetahuan awal
siswa 14 kemudian merekonstruksi ke pemahaman baru yang mereka dapat dari hasil
observasi.
pembelajaran yang berbeda masih jarang digunakan dan lebih cocok dilaksanakan
penyampaiannya dengan metode demonstrasi yang melatih siswa untuk mengobservasi atau
mengamati suatu fenomena. Pembelajaran POE menggali pemahaman siswa melalui 3 tugas
mendapatkan kebenaran, dan menjelaskan (explain) prediksi dengan hasil observasi yang
a. Menurut Wah Liew (2004) bahwa pembelajaran dengan model POE dapat digunakan
oleh guru untuk memberikan pengertian yang mendalam pada aktivitas desain belajar
strategi bahwa start belajar berawal dari sudut pandang siswa bukan guru atau ahli sains.
Dari beberapa uraian mengenai pengertian POE dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran POE proses belajar yang berpusat pada pebelajar dan berorientasi pada
aktivitas, di mana pengalaman dan pengetahuan awal sebagai starting point untuk belajar.
prediksi.
1. dapat digunakan untuk menggali gagasan awal yang dimiliki oleh siswa dapat dilihat
2. memberikan informasi kepada guru tentang pemikiran siswa melalui yang dibuat siswa;
3. membangkitkan diskusi baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan
guru;
4. memberikan motivasi kepada siswa untuk menyelidiki konsep yang belum dipahami
Penilaian yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran ini terjadi selama
proses pembelajaran berlangsung serta tugas yang dikerjakan oleh siswa. Melalui penilaian
aktivitas siswa pada pelaksanaan model pembelajaran POE, dapat diketahui efisiensi,
keefektifan, dan produktivitas proses pembelajaran dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Keberhasilan pengajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh
siswa, tetapi juga dari segi prosesnya. Oleh karena itu, penilaian proses dan juga hasil
mbelajaran melalui penilaian hasil belajar siswa dengan tidak mengabaikan proses yang
Penilaian pada penggunaan model POE meliputi penilaian proses yang dilakukan pada
proses pembelajaran dan juga penilaian hasil yang dilakukan pada akhir pembelajaran. Penilaian
proses melalui pengamatan aktivitas siswa dan hasil melalui tes formatif akan menciptakan
pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil tetapi juga proses yang melibatkan siswa
pembelajaran POE. Terdapat beberapa indikator dari ketiga keterampilan proses tersebut, di
antaranya:
1. Memprediksi: a. Mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum
dengan pola-pola.
hasil pengamatan.
3. Menjelaskan: a. Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari
satu kejadian, b. Menyadari bahwa satu penjelasan perlu diuji kebenarannya dengan
Pembelajaran Guru
akan di
bahas.
Bisa melalui
demonstrasi
pengamatan
Tahap 3 Memfasilitasi Mendiskusikan fenomena yang telah diamati secara
kelompok masing-masing.
sedang dibahas.
Setiap model pembelajaran yang dilaksanakan pada proses pembelajaran tentu memiliki
kelebihan dan kekurangannya masingmasing. Begitu pula dengan model pembelajaran POE.
Menurut Yupani, Garminah, dan Mahadewi kelebihan dan kekurangan model POE adalah
sebagai berikut.
1. Merangsang peserta didik untuk lebih kreatif khususnya dalam mengajukan prediksi,
dari prediksi yang dibuat siswa guru menjadi tahu konsep awal yang dimilki siswa.
hasil prediksinya.
4. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik, sebab peserta didik tidak hanya
membandingkan antara teori (dugaan) dengan kenyataan. dengan demikian peserta didik
1. Memerlukan persiapan yang lebih matang terutama berkaitan dengan persoalan yang
disajikan serta eksperimen dan demonstrasi yang akan dilakukan serta waktu yang
2. Ketika melakukan eksperimen dibutuhkan alat-alat dan bahan-bahan yang memadai bagi
siswa.
3. Dituntut kemampuan dan keterampilan yang lebih bagi guru untuk melakukan kegiatan
4. Memerlukan kemauan dan motivasi yang baik dari guru yang bersangkutan
sehingga berhasil
Dalam ilmu biologi dikenal istilah organisasi kehidupan. Organisasi kehidupan adalah
tingkatan kelompok makhluk hidup dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks.
Tingkatan tersebut mulai dari mulai dari molekul, organel, sel, jaringan, organ, sistem organ,
organisme, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer. Agar lebih memahaminya, simak
penjelasan berikut.
1.Molekul
Molekul adalah partikel penyusun organisme yang terdiri dari dua atom atau lebih. Molekul ini
memiliki bentuk, struktur, dan sifat kimia ataupun fisika yang akan membentuk suatu zat.
2.Sel
Sel adalah struktur fungsional yang paling kecil dalam suatu organisme. Sel dapat melakukan
aktivitas dan reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan yang berlangsung di dalam sel itu
sendiri.
Ada tiga bagian sel yang berperan penting, yaitu mitokondria, ribosom, dan nukleus.
Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi seluler, ribosom berfungsi sebagai tempat
3.Jaringan
Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup.
Contoh jaringan adalah jaringan ikat, jaringan pengangkut, jaringan otot, jaringan meristem,
4.Organ
Organ adalah sekumpulan jaringan yang memegang fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup.
Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam organ, seperti jantung, ginjal, lambung, dan usus.
5..Sistem Organ
Dalam tubuh makhluk hidup, organ tertentu akan bersatu membentuk sistem organ. Sistem organ
ini memegang peran yang lebih besar dalam kehidupan suatu organisme atau makhluk hidup.
Contoh sistem organ adalah sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem peredaran darah.
6.Individu
Sistem organ kemudian akan bekerja sama dan menyusun tubuh organisme. Organisme adalah
Ada dua jenis individu, yaitu individu uniseluler dan multiseluler. Contoh organisme uniseluler
adalah bakteri, sedangkan contoh organisme multiseluler adalah manusia, sapi, harimau, padi,
7.Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu dari satu spesies yang hidup dan berinteraksi di wilayah
tertentu. Contohnya populasi manusia, kawanan rusa di padang rumput, dan sekumpulan semut
di batang pohon.
8.Komunitas
Komunitas adalah sekumpulan populasi makhluk hidup dari berbagai spesies yang hidup dan
berinteraksi di suatu wilayah tertentu. Contohnya kumpulan ikan di laut dan kumpulan hewan
buas di Afrika.
9.Ekosistem
Ekosistem adalah sekumpulan faktor biotik (unsur hidup) dan abiotik (unsur tidak hidup) yang
hidup saling berdampingan. Contoh dari ekosistem adalah kawasan hutan tropis yang terdiri dari
10.Bioma
Bioma adalah daratan luas dengan jenis tumbuhan dan hewan tertentu. Contohnya bioma gurun,
11.Biosfer
Biosfer adalah keseluruhan bioma dan organisme di bumi beserta tempat hidupnya yang meliputi
B. Kerangka Berfikir
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan proses mempelajari atau menyelidiki segala
sesuatu yang terdapat dialam sehingga mendapatkan suatu kesimpulan. Dalam pembelajaran
IPA dengan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa dapat membuat siswa mengetahui
keadaan yang sebenarnya dan membuat pembelajaran lebih bermakna. Pembelajaran IPA
Melalui pembelajaran merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan dan
ketrampilan. Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang didapat oleh
siswa. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku dan perubahan nilai kognitif siswa
suatu pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran dan membuat pembelajaran lebih
menarik. Apabila siswa sudah tertarik mengikuti pembelajaran dapat membuat siswa lebih
mudah memahami materi yang sedang dipelajari. Model pembelajaran POE merupakan salah
satu model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk memperbaiki dan membuat hasil
belajar siswa lebih baik. Dalam penelitiaan ini model pembelajaran POE merupakan model
pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir siswa dan membuat siswa aktif. Selain
itu siswa dapat mengamati dan melakukan pembuktian melalui percobaan. Berikut bagan
instruksional
Dampak pengiring
C. Hipotesis Penelitian