0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan23 halaman

Bab II Wiwin

Dokumen ini membahas tentang pembelajaran dan hasil belajar, menjelaskan interaksi antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar dalam mencapai tujuan pendidikan. Hasil belajar diukur melalui perubahan perilaku individu dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dan motivasi siswa. Penilaian hasil belajar dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengevaluasi kemajuan dan efektivitas pembelajaran.

Diunggah oleh

Wiwin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan23 halaman

Bab II Wiwin

Dokumen ini membahas tentang pembelajaran dan hasil belajar, menjelaskan interaksi antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar dalam mencapai tujuan pendidikan. Hasil belajar diukur melalui perubahan perilaku individu dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dan motivasi siswa. Penilaian hasil belajar dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengevaluasi kemajuan dan efektivitas pembelajaran.

Diunggah oleh

Wiwin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

a. Kajian Pustaka

1. Pembelajaran

Pembelajaran merupakan wujud dari adanya proses pendidikan. Berdasarkan

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,pembelajaran

didefisinikan sebagai interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada

suatu lingkungan belajar.dari definisi tersebut, maka dalam suatu pembelajaran terdapat

beberapa pihak yaitu peserta didik, pendidik atau guru, dan sumber belajar. Pembelajaran

dilaksanakan sebagai bentuk upaya pendidik guna membantu memudahkan peserta didik

agar tercipta suatu kegiatan belajar yang baik. Proses pembelajaran dikelas ditandai

dengan adanya suatu pengelolaan kelas yang meliputi penggunaan model pembelajaran,

sumber belajar, dan media pembelajaran. Upaya pengelolaan tersebut untuk mencapai

tujuan pembelajaran, yakni mewujudkan kegiatan belajar peserta didik yang efektif dan

efisien.. dalam penelitian ini akan diuraukan mengenai hasil belajar pada materi system

orgnisasi kehidupan.

a. Hasil Belajar

Snelbeker (1974) mengemukakan bahwa perubahan atau kemampuan baru yang

diperoleh siswa setelah melakukan perbuatan belajar adalah merupakan hasil belajar,
karena belajar pada dasarnya adalah bagian dari prilaku seseorang berubah sebagai akibat

dari pengalaman (Rusmono,2012: 8)

Menurut Sukmadinata (2004: 5) hasil belajar atau achievement merupakan realisasi

atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki

seseorang. Penguasaan hasil belajar oleh sesorang dilihat dari perilakunya, baik

perilakudalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun

keterampilan motorik.

Rusmono (2012: 10) berpendapat bahwa hasil belajar adalah perubahan prilaku

individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Perubahan prilaku

tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajarannya melalui

interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar.

Hasil belajar merupakan peristiwa yang bersifat internal dalam arti sesuatu yang

terjadi di diri seseorang. Peristiwa tersebut dimulai dari adanya perubahan kognitif yang

kemudian berpengaruh pada perilaku. Dengan demikian perilaku seseorang didasarkan

pada tingkat pengetahuan terhadap sesuatu yang dipelajari yang kemudian dapat

diketahui melalui tes, dan pada akhirnya muncul hasil belajar dalam bentuk nilai riel atau

non riel.

Pengetahuan

Belajar Tes Hasil Belajar

Prilaku Nilai
Gambar 1 : Bagan Proses Hasil Belajar

Dari bagan di atas mencerminkan hasil belajar diakibatkan oleh adanya kegiatan

evaluasi belajar atau tes dan evaluasi belajar dilakukan karena adanya kegiatan belajar.

Baik buruknya hasil belajar sangat bergantung dari pengetahuan dan perubahan perilaku

individu yang besangkutan terhadap yang dipelajari.

Proses pendidikan mempunyai tujuan yang ingin dicapai, yang dapat dikategorikan

menjadi tiga bidang, yakni bidang kognitif (penguasaan intelektual), bidang afektif

(berhubungan dengan sikap dan nilai) serta bidang psikomotorik

(kemampuan/keterampilan untuk bertindak/prilaku).

Anderson, dkk menyebut ranah kognitif dari taksonomi Bloom merevisi menjadi dua

dimensi, yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan. Dimensi proses kognitif

terdiri atas enam tingkatan : (1) ingatan, (2) pemahaman, (3) penerapan, (4) analisis, (5)

evaluasi, dan (6) menciptakan. Sedangkan dimensi pengetahuan terdiri atas empat

tingkatan : (1) pengetahuan faktual, (2) pengetahuan konseptual, (3) pengetahuan

proseduran, dan (4) pengetahuan meta-kognitif (Rusmono, 2012: 8).

Pencapaian belajar atau hasil belajar diperoleh setelah dilaksanakannya suatu program

pengajaran. Penilaian atau evaluasi pencapaian hasil belajar merupakan langkah untuk

mengetahui seberapa jauh tujuan kegiatan belajar mengajar (KBM) suatu bidang studi

atau mata pelajaran telah dapat dicapai.

Penilaian dilakukan oleh seorang guru untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar

peserta didik, mendiagnosa kesulitan dalam belajar, memberikan umpan balik untuk
memperbaiki proses pembelajaran dan menentukan kenaikan kelas setiap peserta didik

(Mulyasa, 2010: 259-260).

Mulyasa (2010 : 255-257) mengemukakan bahwa penilaian hasil belajar dapat

dilakukan dengan menggunakan test, baik itu pretest (tes awal) maupun postest (tes

akhir). Kedua komponen tersebut memiliki fungsi masing-masing yaitu :

1. Fungsi pretest adalah :

a. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar, karena dengan pre test

maka pikiran mereka akan terfokus pada soal-soal yang harus mereka kerjakan.

b. Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses

pembelajaran yang dilakukan dengan

membandingkan hasil pre test dan hasil post test.

c. Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai

kompetensi dasar yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran.

d. Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai, kompetensi

dasar mana yang telah dikuasai peserta didik, serta kompetensi dasar mana yang

perlu mendapat penekanan atau perhatian khusus.

2. Fungsi postest adalah :

a. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang

telah di tentukan baik secara individu maupun kelompok.

b. Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat

dikuasai oleh peserta didik.


c. Untuk mengetahui peserta didik – peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

d. Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran

yang telah dilaksanakan, baik terhadap perencanaan maupun evaluasi.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat penulis simpulkan bahwa hasil belajar adalah

penilaian keseluruhan proses belajar dengan tes yang untuk mendapatkan nilai berupa

angka. Hasil belajar ini di pengaruhi dapat dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan

kualitas pengajaran, siswa harus memotivasi diri dan berusaha semaksimal mungkin

dalam mengikuti proses pembelajaran supaya bisa berprestasi. Guru harus terus menggali

kreatifitasnya dalam mengelola kelas dan menguasai kompetensi dasar sebagai pengajar

yang profesional baik bidang kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Hasil belajar mencakup tiga ranah yaitu:

1) Ranah Kognitif

Adalah ranah yang mencakup kegitan mental (otak).Segala upaya yang

menyangkup aktivitas otak adalah termasuk ranah kognitif . Menurut Bloom, ranah

kognitif itu terdapat enam jenjang proses berfikir yaitu: knowledge (pengetahuan

hafalan/ingatan), compherehension (pemahaman), application (penerapan), analysis

(analisis), synthesis (sintesis), evaluation (penilaian).

2) Ranah afektif

Taksonomi untuk daerah afektif dikeluarkan mula-mula oleh David R.Krathwohl dan

kawan-kawan dalam buku yang diberi judul taxsonomy of educational objective: affective

doman. Ranah afektif adalah ranah yang berkenan dengan sikap seseorang dapat
diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki pengusaan kognitif tingkat

tinggi. Tipe hasil belajar afektif akan Nampak pada murid dalam berbagai tingkah laku

seperti : perhtiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghrgai guru dan

teman sekels, kebiasaan belajar dn hubungan social.

3) Ranah psikomotorik

Hasil belajar psikomotor dikenukakan oleh simson. Hasil beljar ini tampak dalam

bentuk ketrampilan (skill), dan kemampuan bertindak individu. Ada enam tingkatan

ketrampilan, yakni : ketrmpilan pada gerak-gerak sadar, kemampuan perceptual, termsuk

di dalamnya membedakan visul, membedakan auditif , motorik dan lain-lain.,

kemampuan di bidang fisik mislnya kekuatan , kehrmonisn, dan ketetapa, gerakan-

gerakan skill, mulai keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang komplek,

kemampuan yang berkenan dengan komunikasi, nondecucive seperti gerakan ekspresif

dan interpretatif.

2. Kriteria atau Indiktor Hasil Belajar

Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah psikologid

yang berubah sebagai akibat penglaman dan proses belajar siswa. Untuk mengetahui

berhasil atau tidaknya seseorng dalam menguasai ilmu pengetahuan pada suat mata

pelajaran dapat diliht dari hasil prestasinya. Peserta didik akan dikatakan berhasil apabila

prestaiya baik dan sebaliknya, ia tidak brhasil jika prestsinya rendh.

Pada tingkat yang sangat umum sekali, hasil belajar dapat diklasifikasikan menjadi

tiga yaitu :
a. Keefektifan (effectiveness)

b. Efesiensi (efficiency)

c. Daya tarik (appeal)

Keefektifan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian pelajar. Ada 4

aspek penting yng dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifan belajar yaitu : 1)

kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari atau sering disebut dengan “tingkat

kesalahan”. 2) kecepatan unjuk kerja, 3) tingkat ahli belajar, dan 4) tingkat retensi dari

apa yang dipelajari.

Efesien pembelajaran biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah

waktu yang dipakai si belajar dan jumlah biaya pembelajaran yang digunakan. Daya tarik

pembeljaran biasaya diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk tetap belajar.

Daya tarik prmbrlajaran erat sekali dengan daya tarik bidang studi, dimana kualitas

pembelajaran biasanya akan mempengaruhi kedunya.

Kunci pokok utama memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa adalah

mengetahui garis beras indikator dikaitkan dengan jenis pretasinya yang hendak

diungkapkan atau diukur. Indikator hasil belajar menurut Benjamin S. Bloom dengan

taxsonomy of education objectives membgi tujuan pendidikan menjadi ranah , yaitu

kognitif , afektif, psikomotorik.

Tabel 2

Jenis dan Idikator hasil belajar


NO Ranah Indikator

1 Ranah Kognitif

a. .Ingatan, Pengetahuan (knowledge) 1.1 Dapat menyebutkan

b. Pemahaman (Comprehensin) 1.2 Dapat menunjukkan kembali

2.1 Dapat menjelaskan

2.2 Dapat mendefinisikan dengan bahasa

sndiri

c.Penerapan (Application) 3.1 Dapat memberikan contoh

3.2 Dapat menggunakan secara tepat

d.Analisis (Analysis) 4.1 Dapat mengurikan

4.2 Dapat mengklasifiksikan / memilah

e..Menciptakan , membangun (Synthesis) 5.1 Dapat menghubungkan materi-materi ,

sehigga menjadi kestuan yang baru

5.2 Dapat menyimpulkan

5.3 Dapat menggeneralisasikan

(membuat prinsip umum)

f. Evaluasi (Evaluation) 6.1 Dapat menilai

6.2 Dapat menjelaskan dan menafsirkan

6.3 Dapat menyimpulkan

2 Ranah afekif
a.Penerimaan (Recerving) 1.1 Menunjukan sikap menerima

1.2 Menunjukkan sikap menolak

b.Sambutan 2.1 Kesediaan berpartisipasi terlihat

2.2 Kesedian memanfaatkan

3.1 Menganggap penting dan bermanfaat

c.Sikap menghargai (Apresiasi) 3.2 Menganggap indah dan harmonis

3.3 Mengagumi

d.Pendalaman (internalisasi) 4.1 Mengakui dan meyakini

4.2 Mengingkari

e. Penghayatan (karakterisasi) 5.1 Melembagakan atau membedakan

5.2 Menjelmakan dalam pribadi dan

perilaku sehari-hari

3 Ranah Psikomotor

a.Keterampilan bergerak dan bertindak 11 Kecakapan mengkoordinasikan gerak

mata, telinga, kaki dan anggota tubh yang

b.Keckapan ekspresi rbal-non verbal lainnya

2.1Kefasihan melafalkan / mengucapkan

2.2 Kecakapan dalam membuat mimik dan

gerakan jasmani
Dengan melihat tabel diatas kita dapat menyimpulkan bahwa dalam hasil belajar harus

dapat mengembangkan tiga ranah yaitu : ranah kognitif, afektif , dan psikomotor.

Sebagai indikator hasil belajar, perubhan ada tiga ranah tersebut di rumuskan dalam

tujuan pengajaran. Dengan demikian hasil belajar dibuktikan dengan nili baik dalam bentuk

pengetahuan, sikap maupun keterampilan yang menjadi ketentuan suatu proses pembelajaran

dianggap berhasil apabila daya serap tinggi baik secara perorngan maupun kelompok dalam

pembelajaran telah mencapai tujuan. Jadi ada dua Indikator keberhasilan yitu :

a. Daya serap tinggi baik perorangan maupun secara kelompok

b. Perilaku yng digriskan dalam tujuan pengajaran atau indictor telah tercapai secara

prorngan atau kelompok

Suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah daya serap tinggi baik secara

perorangan maupun kelompok dan perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah

dicapai.

3. Tingkat keberhasilan belajar

Bukti bhwa seorang telah belajar ialah terjadinya prubahan tingkah laku pada orang

tersebut ,misalnya dari tidak tahu menjadi tahu , dari tidak mengerti menjadi mengerti. Tingkah

laku memiliki unsur subjektif dan unsur motoris . Unsur subjektif adalah unsur rohniah

sedangkan unsur motoris adalah unsur jsmaniah. Bahwa seseorang sedang berfikir dapat dilihat

dari raut mukanya, sikap dalam rohaniah tidak bisa kita lihat.

Tingkh laku manusia terdiri dari sejumlah sejumlah aspek. Hasil belajar akan tampak

pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut . Adapun aspek-aspek tersebut adalah :
a. Pengetahuan

b. Pengertian

c. Kebisaan

d. Ketrampilan

e. Apresisi

f. Emosional

g. Hubungan social

h. Jasmani

i. Etis atau budi pekerti

j. Sikap

Hasil belajar yang dicapai dalam proses pembelajaran merupakan ukuran hasil upaya

yang dilakukan oleh pendidikdan peserta didik dengn segala factor ysng terkait. Tingkatan

keberhasilan belajar dapat dikategorikan sebagai berikut :

a) Istimewa / maksimal bila semua bahan pelajaran dikuasi 100%

b) Baik sekali / optimal bila sebgan besar materi dikuasai diantaranya 76-99%

c) Baik / minimal, bila bahan dikuasai 60-75%

d) Kurang, bila bahan yang dikuasai kurang dari 60%

Ketentuan tingkat keberhasilan antara lembaga pendidikan satu dengan lembaga pendidikan

lainnya berbeda, bahkan sekarang satuan pendidikan diberikan kewenanngan untuk dapat

menentukan kriteria ketuntsan minimum (KKM) sendiri-sendiri.

4. Faktor keberhsilan yang dapat Mempengaruhi Hasil Belajar


Keberhasilan belajar tidak saja ditentukan oleh peningkatan kemampuan para

pendidiknya saja akan tetapi ditentukan oleh factor-faktor yang lain yang saling mempengaruhi

stu dengan yang lain, sebagaimana , Oemar Hamalik mengemukakan beberapa factor kesulitan

belajar siswa antara lain :

a. Faktor-faktor yang berfungsi dari diri sendiri

b. Faktor-faktor yang bersumber dari lingkungn

c. Faktor-faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat

Dengan demikian dapat diketahui bahwa factor-faktor yang merupakan kesulitan belajar

yang dialami peserta didik perlu adanya bantuan dan bimbingan guna meningkatkan prestasi

belajar siswa dan terhindar dari kesulitan belajar yang dialami sisw dan ahirnya dapat dicapai

prestasi belajar yang optimal.

2. Model Pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain)

a. Pengertian Model Pembelajaran POE

POE adalah singkatan dari kata Predict – Observe - Explain. POE ini pula sering disebut

model pembelajaran untuk menggali pemahaman peserta didik dengan cara meminta mereka

untuk melaksanakan 3 tugas utama, yaitu : prediksi, observasi dan memberikan penjelasan

(Indrawati, 2009 : 45).

POE (Predict-Observe-Explain) pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan oleh

White dan Gustone (Joyce, 2006) sebagai pembelajaran yang efisien untuk menimbulkan ide
atau gagasan dan melakukan diskusi dari ide mereka. Dengan harapan para siswa mampu

menguasai ketiga jenis keterampilan tersebut.

POE ini menginduk pada paham pembelajaran konstruktivisme, yang menganggap bahwa

siswa dengan pengetahuan awal yang mereka miliki akan dapat mengembangkan pemahaman

atau pengetahuannya itu. Model POE ini dapat digunakan untuk menggali pengetahuan awal

siswa 14 kemudian merekonstruksi ke pemahaman baru yang mereka dapat dari hasil

observasi.

Pembelajaran tipe POE (Predict-Observe-Explain) merupakan salah satu model

pembelajaran yang berbeda masih jarang digunakan dan lebih cocok dilaksanakan

penyampaiannya dengan metode demonstrasi yang melatih siswa untuk mengobservasi atau

mengamati suatu fenomena. Pembelajaran POE menggali pemahaman siswa melalui 3 tugas

utama, yaitu memprediksi (predict) suatu fenomena, mengobservasi (observe) untuk

mendapatkan kebenaran, dan menjelaskan (explain) prediksi dengan hasil observasi yang

didapat sebagai penguatan konsep.

a. Menurut Wah Liew (2004) bahwa pembelajaran dengan model POE dapat digunakan

oleh guru untuk memberikan pengertian yang mendalam pada aktivitas desain belajar

strategi bahwa start belajar berawal dari sudut pandang siswa bukan guru atau ahli sains.

b. Menurut White dan Gunstone (dalam Keeratichamroen,2007) model

pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) merupakan suatu model yang efisien

untuk menciptakan diskusi para siswa mengenai konsep ilmu pengetahuan.

Dari beberapa uraian mengenai pengertian POE dapat disimpulkan bahwa model

pembelajaran POE proses belajar yang berpusat pada pebelajar dan berorientasi pada
aktivitas, di mana pengalaman dan pengetahuan awal sebagai starting point untuk belajar.

Selanjutnya pembelajaran dilakukan dengan 3 tahapan yang meliputi:

1) Predict; 2) Observe; dan 3) Explain

b. Karakteristik Model Pembelajaran POE

POE (Predict-Observe-Explain) hampir sama dengan struktur model berfikir induktif

yang memiliki elemen-elemen dasar yakni:

1. Membentuk konsep yang terdiri dari: a. Mengkalkulasikan dan membuat daftar,

b. Mengelompokkan, c.Membuat tabel dan kategori.

2. Interpretasi data, yang terdiri dari: a. Mengidentifikaasi hubungan yang penting;

b. Mengeksplorasi menghubungkan pola-pola dari suatu hubungan-hubungan;

c. membuat dugaan dan kesimpulan.

3. Penerapan prinsip, terdiri dari: a. Memprediksi konsekuensi, menjelaskan fenomena

asing; b. Menjelaskan atau mendukung prediksi; c. Menguji kebenaran (verifikasi)

prediksi.

Menurut Warsono dan Hariyanto, menjelaskan beberapa manfaat yang diperoleh

dari penggunaan model pembelajaran POE adalah sebagai berikut:

1. dapat digunakan untuk menggali gagasan awal yang dimiliki oleh siswa dapat dilihat

dari hasil prediksi yang dibuat siswa;

2. memberikan informasi kepada guru tentang pemikiran siswa melalui yang dibuat siswa;
3. membangkitkan diskusi baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan

guru;

4. memberikan motivasi kepada siswa untuk menyelidiki konsep yang belum dipahami

untuk membuktikan hasil prediksinya;

5. membangkitkan rasa ingin tahu siswa untuk menyelidiki.

Penilaian yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran ini terjadi selama

proses pembelajaran berlangsung serta tugas yang dikerjakan oleh siswa. Melalui penilaian

aktivitas siswa pada pelaksanaan model pembelajaran POE, dapat diketahui efisiensi,

keefektifan, dan produktivitas proses pembelajaran dalam mencapai tujuan yang telah

ditetapkan. Keberhasilan pengajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh

siswa, tetapi juga dari segi prosesnya. Oleh karena itu, penilaian proses dan juga hasil

belajar pada pembelajaran dengan model POE dapat mendukung keberhasilan p

mbelajaran melalui penilaian hasil belajar siswa dengan tidak mengabaikan proses yang

terjadi di dalamnya selama pembelajaran berlangsung.

Penilaian pada penggunaan model POE meliputi penilaian proses yang dilakukan pada

proses pembelajaran dan juga penilaian hasil yang dilakukan pada akhir pembelajaran. Penilaian

proses melalui pengamatan aktivitas siswa dan hasil melalui tes formatif akan menciptakan

pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil tetapi juga proses yang melibatkan siswa

secara aktif dalam pembelajaran.

Keterampilan proses memprediksi, mengamati, dan menjelaskan terdapatdalam lingkup

pembelajaran POE. Terdapat beberapa indikator dari ketiga keterampilan proses tersebut, di

antaranya:
1. Memprediksi: a. Mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum

diamati, b. Mengumpulkan/menggunakan fakta yang relevan c. Menghubungkannya

dengan pola-pola.

2. Mengamati: a. Menggunakan sebanyak mungkin indera, b. Menggunakan pola-pola

hasil pengamatan.

3. Menjelaskan: a. Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari

satu kejadian, b. Menyadari bahwa satu penjelasan perlu diuji kebenarannya dengan

memperoleh bukti lebih banyak dalam pemecahan masalah.

c. Tahapan Model Pembelajaran POE

Langkah Aktivitas Aktivitas Siswa

Pembelajaran Guru

Tahap 1 Memberikan Memberikan prediksi berdasarkan permasalahan

Meramalkan apersepsi yang diambil dari pengalaman siswa, atau buku

(Predict) terkait yang memandu suatu peristiwa atau

materi yang fennnomena yang kan dibahas

akan di

bahas.

Bisa melalui

demonstrasi

Tahap 2 Sebagai Mengobservasi dengan melakukan eksperimen atau

Mengamati fasililator dan percobaan untuk membuktikan prediksi

(Observe) mediator yang telah dibuat, kemudian mencatat hasil

pengamatan
Tahap 3 Memfasilitasi Mendiskusikan fenomena yang telah diamati secara

Menjelaskan jalannya konseptual-matematis, membandingkan hasil

(Explain) diskusi observasi dengan prediksi sebelumnya bersama

kelompok masing-masing.

Mempresentasikan hasil observasi di kelas, serta

kelompok lain memberikan tanggapan, sehingga

diperoleh kesimpulan dari permasalahan yang

sedang dibahas.

d. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran POE

Setiap model pembelajaran yang dilaksanakan pada proses pembelajaran tentu memiliki

kelebihan dan kekurangannya masingmasing. Begitu pula dengan model pembelajaran POE.

Menurut Yupani, Garminah, dan Mahadewi kelebihan dan kekurangan model POE adalah

sebagai berikut.

Kelebihan Model Pembelajaran POE:

1. Merangsang peserta didik untuk lebih kreatif khususnya dalam mengajukan prediksi,

dari prediksi yang dibuat siswa guru menjadi tahu konsep awal yang dimilki siswa.

2. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa untuk melakukan penyelidikan, membuktikan

hasil prediksinya.

3. Dapat mengurangi verbalisme dengan melakukan eksperimen .

4. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik, sebab peserta didik tidak hanya

mendengarkan tetapi juga mengamati peristiwa yang terjadi.


5. Dengan cara mengamati secara langsung peserta didik akan memiliki kesempatan untuk

membandingkan antara teori (dugaan) dengan kenyataan. dengan demikian peserta didik

akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

Sedangkan kekurangan model pembelajaran POE:

1. Memerlukan persiapan yang lebih matang terutama berkaitan dengan persoalan yang

disajikan serta eksperimen dan demonstrasi yang akan dilakukan serta waktu yang

diperlukan karena biasanya waktu yang dibutuhkan lebih banyak.

2. Ketika melakukan eksperimen dibutuhkan alat-alat dan bahan-bahan yang memadai bagi

siswa.

3. Dituntut kemampuan dan keterampilan yang lebih bagi guru untuk melakukan kegiatan

eksperimen dan demonstrasi, serta dituntut untuk lebih profesional.

4. Memerlukan kemauan dan motivasi yang baik dari guru yang bersangkutan

sehingga berhasil

e. Materi Sistem Organisasi Kehidupan

Dalam ilmu biologi dikenal istilah organisasi kehidupan. Organisasi kehidupan adalah

tingkatan kelompok makhluk hidup dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks.

Tingkatan tersebut mulai dari mulai dari molekul, organel, sel, jaringan, organ, sistem organ,

organisme, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer. Agar lebih memahaminya, simak

penjelasan berikut.

1.Molekul
Molekul adalah partikel penyusun organisme yang terdiri dari dua atom atau lebih. Molekul ini

memiliki bentuk, struktur, dan sifat kimia ataupun fisika yang akan membentuk suatu zat.

2.Sel

Sel adalah struktur fungsional yang paling kecil dalam suatu organisme. Sel dapat melakukan

aktivitas dan reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan yang berlangsung di dalam sel itu

sendiri.

Ada tiga bagian sel yang berperan penting, yaitu mitokondria, ribosom, dan nukleus.

Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi seluler, ribosom berfungsi sebagai tempat

sintesis protein, dan nukleus berfungsi mengatur seluruh kegiatan sel.

3.Jaringan

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup.

Contoh jaringan adalah jaringan ikat, jaringan pengangkut, jaringan otot, jaringan meristem,

jaringan saraf, dan jaringan epidermis.

4.Organ

Organ adalah sekumpulan jaringan yang memegang fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup.

Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam organ, seperti jantung, ginjal, lambung, dan usus.

5..Sistem Organ

Dalam tubuh makhluk hidup, organ tertentu akan bersatu membentuk sistem organ. Sistem organ

ini memegang peran yang lebih besar dalam kehidupan suatu organisme atau makhluk hidup.

Contoh sistem organ adalah sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem peredaran darah.

6.Individu
Sistem organ kemudian akan bekerja sama dan menyusun tubuh organisme. Organisme adalah

individu ataupun spesies yang dapat diidentifikasi.

Ada dua jenis individu, yaitu individu uniseluler dan multiseluler. Contoh organisme uniseluler

adalah bakteri, sedangkan contoh organisme multiseluler adalah manusia, sapi, harimau, padi,

bunga lili, dan pohon cemara.

7.Populasi

Populasi adalah sekumpulan individu dari satu spesies yang hidup dan berinteraksi di wilayah

tertentu. Contohnya populasi manusia, kawanan rusa di padang rumput, dan sekumpulan semut

di batang pohon.

8.Komunitas

Komunitas adalah sekumpulan populasi makhluk hidup dari berbagai spesies yang hidup dan

berinteraksi di suatu wilayah tertentu. Contohnya kumpulan ikan di laut dan kumpulan hewan

buas di Afrika.

9.Ekosistem

Ekosistem adalah sekumpulan faktor biotik (unsur hidup) dan abiotik (unsur tidak hidup) yang

hidup saling berdampingan. Contoh dari ekosistem adalah kawasan hutan tropis yang terdiri dari

berbagai macam hewan dan tumbuhan.

10.Bioma

Bioma adalah daratan luas dengan jenis tumbuhan dan hewan tertentu. Contohnya bioma gurun,

bioma taiga, bioma tundra, dan bioma padang rumput.

11.Biosfer
Biosfer adalah keseluruhan bioma dan organisme di bumi beserta tempat hidupnya yang meliputi

atmosfer, hidrosfer, dan litisfer.

B. Kerangka Berfikir

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan proses mempelajari atau menyelidiki segala

sesuatu yang terdapat dialam sehingga mendapatkan suatu kesimpulan. Dalam pembelajaran

IPA dengan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa dapat membuat siswa mengetahui

keadaan yang sebenarnya dan membuat pembelajaran lebih bermakna. Pembelajaran IPA

merupakan pembelajaran yang mengembangkan ide-ide dan ketrampilan berpikir siswa.

Melalui pembelajaran merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan dan

ketrampilan. Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang didapat oleh

siswa. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku dan perubahan nilai kognitif siswa

setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.

Penggunaan model pembelajaran sangat diperlukan untuk merancang dan melaksanakan

suatu pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran dan membuat pembelajaran lebih

menarik. Apabila siswa sudah tertarik mengikuti pembelajaran dapat membuat siswa lebih

mudah memahami materi yang sedang dipelajari. Model pembelajaran POE merupakan salah

satu model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk memperbaiki dan membuat hasil

belajar siswa lebih baik. Dalam penelitiaan ini model pembelajaran POE merupakan model

pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir siswa dan membuat siswa aktif. Selain

itu siswa dapat mengamati dan melakukan pembuktian melalui percobaan. Berikut bagan

kerangka berpikir dalam penggunaan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE):


Dampak

instruksional

Dampak pengiring

Gambar 3 K erangka berpikir model POE

C. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan uraian kerangka berpikir, peneliti mengemukakan hipotesis sebagai berikut:


Ho: Tidak terdapat pengaruh model pembelajaran Predict-Observe-

Explain (POE) terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA.

Ha: Terdapat pengaruh model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) terhadap hasil

belajar siswa dalam pembelajaran IPA

Anda mungkin juga menyukai