Resume Materi BerAKHLAK
Pendahuluan
Nilai dasar ASN yang dikenal dengan sebutan BerAKHLAK merupakan panduan perilaku yang harus
dimiliki oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Kata “BerAKHLAK” tidak hanya
sekadar akronim dari tujuh nilai inti, melainkan juga mencerminkan semangat moral dan etika
seorang aparatur negara.
Core values ini lahir dari upaya pemerintah melalui Kementerian PANRB untuk menyatukan seluruh
ASN di berbagai instansi agar memiliki budaya kerja yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat, menjaga integritas, profesionalisme, dan mampu beradaptasi dengan perubahan
zaman.
Penerapan BerAKHLAK menjadi sangat penting karena ASN adalah wajah negara. Bagaimana
masyarakat menilai pemerintah sangat dipengaruhi oleh bagaimana ASN bekerja, bersikap, dan
melayani. Dengan demikian, BerAKHLAK bukan hanya tuntutan formal, tetapi juga kebutuhan nyata
untuk menghadirkan birokrasi yang bersih, melayani, dan terpercaya.
Resume ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang masing-masing nilai
BerAKHLAK, contoh nyata implementasinya, dan refleksi pribadi yang dapat dijadikan pedoman
praktik sehari-hari.
1. Berorientasi Pelayanan
Makna: Mengutamakan kepentingan masyarakat, cepat, tepat, ramah, dan adil.
Contoh Implementasi:
Melayani masyarakat dalam pengurusan dokumen dengan sabar dan ramah.
Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami masyarakat.
Membantu masyarakat yang membutuhkan layanan khusus tanpa diskriminasi.
Refleksi: Pelayanan yang tulus dan profesional meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ASN
dan pemerintah.
2. Akuntabel
Makna: Setiap tindakan, keputusan, dan penggunaan sumber daya negara dapat
dipertanggungjawabkan.
Contoh Implementasi:
Membuat laporan keuangan dan kegiatan secara transparan.
Memastikan setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menjadi jujur dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Refleksi: Akuntabilitas membangun fondasi kepercayaan dan integritas ASN di mata publik.
3. Kompeten
Makna: Terus belajar, menguasai bidang, dan mampu memberikan solusi yang efektif.
Contoh Implementasi:
Mengikuti pelatihan dan sertifikasi sesuai bidang kerja.
Meningkatkan kemampuan teknologi digital untuk pelayanan publik.
Menguasai prosedur kerja dan regulasi terkait secara mendalam.
Refleksi: Kompetensi menjadikan ASN profesional, efisien, dan mampu menjawab tantangan
perubahan zaman.
4. Harmonis
Makna: Menjaga hubungan baik, menghargai perbedaan, dan mencegah konflik.
Contoh Implementasi:
Berkomunikasi dengan rekan kerja tanpa mengedepankan ego pribadi.
Menghargai pendapat berbeda dalam rapat atau diskusi.
Menjalin kerjasama dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Refleksi: Lingkungan kerja yang harmonis mendukung produktivitas dan suasana kondusif.
5. Loyal
Makna: Kesetiaan kepada bangsa, negara, konstitusi, dan pemerintah yang sah.
Contoh Implementasi:
Menjalankan program pemerintah tanpa menyalahgunakan jabatan.
Menjaga nama baik instansi dalam setiap kesempatan.
Mempertahankan integritas pribadi meskipun menghadapi tekanan eksternal.
Refleksi: Loyalitas ASN menjaga stabilitas birokrasi dan kepercayaan masyarakat.
6. Adaptif
Makna: Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan terbuka terhadap inovasi.
Contoh Implementasi:
Mengadopsi sistem digital dalam pelayanan publik.
Mengikuti perubahan regulasi dan kebijakan baru dengan cepat.
Mengembangkan metode kerja baru yang lebih efisien.
Refleksi: Adaptif memastikan ASN tetap relevan dan siap menghadapi tantangan baru.
7. Kolaboratif
Makna: Bekerja sama dengan semangat gotong royong untuk hasil terbaik.
Contoh Implementasi:
Berkoordinasi lintas unit kerja untuk menyelesaikan proyek bersama.
Mengikuti rapat koordinasi dan musyawarah dengan aktif.
Berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan kerja.
Refleksi: Kolaborasi memaksimalkan potensi dan menciptakan sinergi yang positif.
Implementasi dalam Kehidupan ASN
Nilai BerAKHLAK harus diterapkan dalam tindakan nyata sehari-hari, antara lain:
- Menyapa masyarakat dengan ramah dan membantu mereka dengan tulus.
- Menggunakan waktu kerja secara efektif dan bertanggung jawab.
- Menghindari praktik pungli atau korupsi kecil yang merusak citra ASN.
- Menyelesaikan masalah melalui diskusi dan kerja sama, bukan konflik.
- Mengikuti inovasi dan teknologi baru untuk meningkatkan layanan.
Refleksi Pribadi
Sebagai ASN, menerapkan nilai BerAKHLAK adalah proses yang berkelanjutan. Kita sering
dihadapkan pada tantangan seperti masyarakat yang menuntut cepat, tekanan dari atasan, atau
keterbatasan fasilitas. Nilai-nilai BerAKHLAK memberi panduan moral dan profesional untuk tetap
menjalankan tugas dengan baik.
Saya belajar bahwa menjadi ASN berarti mengutamakan kepentingan publik (Berorientasi
Pelayanan), bertanggung jawab (Akuntabel), terus belajar (Kompeten), menjaga kerukunan
(Harmonis), setia pada prinsip dan negara (Loyal), mampu menyesuaikan diri (Adaptif), dan bekerja
sama (Kolaboratif).
Penutup
BerAKHLAK adalah pedoman moral dan budaya kerja ASN Indonesia. Implementasi yang konsisten
akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, membangun kepercayaan masyarakat, dan membentuk
ASN yang profesional, berintegritas, dan adaptif.
Setiap ASN harus menanamkan nilai BerAKHLAK dalam diri, bukan hanya di tempat kerja tetapi
juga dalam kehidupan sehari-hari, karena ASN adalah pelayan negara dan masyarakat, bukan sekadar
pekerja birokrasi.