0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan24 halaman

Bab 4

yes

Diunggah oleh

Paril
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan24 halaman

Bab 4

yes

Diunggah oleh

Paril
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

S emua perangkat digital yang beradar saat ini didesain untuk dapat terhubung dengan perangkat

lain dalam sebuah sistem, misalnya IoT ( internet of Things). Penerapannya dapat dilihat pada
perangkat berperan menangkap informasi cuaca dan tekanan angin, kemudian sinnyalnya dikirimkan
menggunakan satelit ke kapal laut atau pesawat terbang. Data tersebut akan digunakan sebagai
pedoman navigasi dan prosedur keselamatan. Sebagai pengguna teknologi informasi, pemahaman
tentang jaringan atau internet yang wajib ketika beraktivitas dalam kantor, rumah, dan lingkungan
terbuka. Apa saja yang harus dipelajari terkait jaringan? Pada bab ini, Anda akan mempelajari konsep
jaringan, luas cakupan jaringan hingga cara mengatur konektivitas perangkat dalam jaringan.

A. Teknologi Jaringan Komputer

Komputer adalah perangkat digital yang dilengkapi dengan komponen masukan,


pemrosesan, dan keluaran. Beberapa perangkat digital yang dapat dikatakan sebaga komputer,
antara lain PC, laptop, tablet, dan smartphone Perangkat-perangkat tersebut memiliki kemampuan
melakukan pemrosesan data sendiri (independen), sepert menyimpan dokumen, memutar video,
dan melakukat penghitungan sesuai dengan perintah user. Konsep kerja perangkat ini disebut
dengan stand alone. Namun, ada kalanya perangkat-perangkat tersebut membutuhkan perangkat
lain Untuk dapat terhubung dengan perangkat lainnya, setiap perangkat komputer harus terhubung
dalam sebuah jaringan komputer.

1. Prinsip Kerja dan manfaat Komputer

Jaringan komputer atau computer network merupakan sekumpulan perangkat independen


yang saling berhubungan dalam sebuah protokol yang sama, yang memungkinkan setiap
perangkat dapat saling berkomunikasi dan berbagi pakai data antara satu sama lain. Contoh
komunikasi antarperangkat ini adalah [Link], berkirim surel (e-mail), berbagi data, dan
sebagainya. Secara prir isip, jaringan dapat dikatakan sebagai proses pengiriman data dari
pengirim (sender) ke penerima (receiver) melalui media komunikasi tertentu.

Komunikasi data adalah proses pertukaran data antara pengirim dengan penerima atau
sebaliknya. Terdapat dua jenis data yang ditransmisikan dalam jaringan, yaitu berupa sinyal
digital dan sinyal analog.

a. Sinyal digital

Sinyal digital adalah gelombang data yang ditransmisikan dalam bentuk pulsa tegangan
yang mereferensikan tinggi rendahnya sinyal. Terdapat dua jenis pulsa tegangan, yaitu O
untuk tegangan rendah dan 1 untuk tegangan tinggi. Dalam berkomunikasi, setiap perangkat
elektronik selalu menggunakan sinyal digital sebagai output tegangan listrik yang dihasilkan
sehingga tidak diperlukan peranti tambahan seperti modem untuk memodulasinya. Namun,
jenis sinyal ini rentan terhadap gangguan (data loss) apabila ditransmisikan pada area yang
luas (jauh).

b. Sinyal analog

Sinyal analog merupakan data yang ditransmisikan dalam bentuk gelombang


sinusoidal secara kontinu, yang dipengaruhi oleh faktor amplitudo dan frekuensi. Amplitudo
merupakan tinggi rendahnya sebuah gelombang dalam aliran sinyal analog. Adapun
frekuensi adalah banyaknya getaran atau gelombang per detik dalam sinyal analog.

Sinyal ini mampu bekerja pada guided transmission media, seperti besi dan
tembaga. Selain itu, juga unguided transmission media, seperti udara dan sinar. Kelebihan
sinyal analog adalah kemampuan menjangkau area luas dan jarak jauh sehingga cocok
digunakan pada sistem broadcast pada siaran radio, siaran TV, dan transmisi wi-fi. Namun,
sinyal analog memiliki beberapa kekurangan, yaitu mudah terpengaruh oleh noise, seperti
gelombang elektromagnet, cuaca, aliran listrik, dan ketinggian gedung.

Teknologi jaringan komputer memiliki beberapa manfaat dalam memudahkan


pekerjaan manusia, antara lain sebagai berikut.

1) Berbagi pakai informasi dan sumber daya


Jaringan komputer memungkinkan pengguna saling berbagi data dan
sumber daya yang ada, seperti printer, hard disk, dan peranti lainnya.
2) Komunikasi
Memungkinkan pertukaran data dan informasi antarpengguna, seperti
melalui chat dan e-mail.
3) Integrasi data
Data terintegrasi sehingga dapat diakses dari lokasi yang berbeda-beda.
4) Distributed processing
Membagi dan mendistribusikan pekerjaan pada komputer lain sehingga apabila
terjadi masalah pada salah satu komputer, pekerjaan masih bisa diakses melalui
komputer lainnya.
5) Keteraturan aliran informasi
Data dan informasi dapat diatur dan diolah sesuai kebutuhan.
6) Keamanan data
Meningkatkan dan memperbaiki sistem keamanan data dengan cara membatasi
user yang dapat mengakses data.
7) Koneksitas berbagai jenis dan merek komputer
Perangkat dengan merek, jenis, dan standar protokol yang berbeda tetap dapat
saling terkoneksi dan berkomunikasi.

2. Transmisi Data

Proses transmisi data dalam jaringan atau disebut juga komunikasi data dapat dibedakan
menjadi tiga jenis, yaitu simplex, half duplex, dan full duplex.

a. Simplex atau sistem komunikasi satu arah

Simplex adalah sistem komunikasi yang hanya memungkinkan perangkat terlibat


berfungsi sebagai peralatan penerima data (receiver device) atau sebaliknya. Contoh
perangkat yang menerapkan sistem ini adalah radio dan televisi.

b. Half duplex atau sistem komunikasi setengah dua arah

Half duplex merupakan sistem komunikasi dua arah yang memungkinkan perangkat
jaringan untuk mengirim dan menerima data ke perangkat lainnya. Karakteristik dari sistem
Ini adalah ketika sebuah perangkat komunikasi mengirimkan data ke perangkat lain,
perangkat tersebut tidak dapat menerima transmisi data dari perangkat lain sampai selesai
proses pengiriman data, begitupun sebaliknya. Contoh perangkat yang menerapkan sistem
ini adalah radiogram dan walkie-talkie.

c. Full duplex atau sistem komunikasi dua arah sekaligus


Full duplex merupakan sistem komunikasi dua arah yang mampu mengirim dan
menerima data secara bersamaan, Contoh perangkat yang menerapkan sistem ini adalah
telepon, handphone, dan internet.

3.

Metode Transmisi Data

Selain metode komunikasi data, dalam jaringan juga dikenal metode transmisi data yang
akan memengaruhi kecepatan dan lebar jalur data. Metode ini dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu sebagai berikut.

a. Transmisi paralel

ada transmisi paralel, bit-bit data dalam sinyal digital akan ditransmisikan secara
bersamaan melalui media yang terbagi dalam 8 bit saluran. Sebagai contoh, komputer A
mengirim gambar berukuran 10 KB, data akan ditransmisikan secara serentak setiap saat,
dalam 8 bit jalur untuk setiap bit datanya. Transmisi ini relatif cepat pada media dengan
jarak yang dekat. seperti transfer data dari hard disk ke mainboard, DVD drive, dan sinyal
data komputer ke printer atau sebaliknya. Akan tetapi jika ada salah satu saluran yang
terputus, data bisa rusak atau tidak dapat terbaca.

b. Transmisi serial

Pada transmisi serial, bit-bit data dikirimkan secara berurutan dan beruntun dari
perangkat pengirim (sender) ke perangkat penerima (receiver). Meskipun lebih lambat
daripada transmisi paralel, transmisi serial sangat efektif untuk transmisi dengan jarak
jangkauan yang lebih jauh. Contohnya, dalam jaringan komputer, sistem telepon, VSAT, dan
lainnya.
4. Teknik pengiriman Data

Untuk mengirimkan data, terdapat dua teknik pengiriman yang dapat dilakukan, yaitu
baseband dan broadband. Teknik ini dibedakan berdasarkan perlunya konversi data terlebih
dahulu atau dapat langsung dikirimkan dari pengirim ke penerima.

a. Teknik pengiriman baseband

Pada teknik pengiriman baseband, data digital dikirimkan secara langsung dari sender ke
receiver tanpa melakukan perubahan apa pun. Oleh karena itu, diperlukan tambahan
perangkat TDM (Time Division Multiplexing) atau sistem pengatur waktu transmisi data.

Keuntungan metode baseband adalah lebih sederhana topologinya, murah dalam


penerapan dan konfigurasinya karena tidak memerlukan modem, serta lebih mudah dalam
instalasi dan perawatannya. Kekurangan metode ini adalah jangkauan transmisi data
menjadi terbatas (butuh perangkat tambahan untuk area yang luas), instalasi sambungan
grounding cukup sulit, dan kapasitas transmisi data terbatas
b. Teknik pengiriman broadband

Pada teknik pengiriman broadband, data digital dikonversi terlebih dahulu menjadi data
analog. Setelah diterima receiver, data tersebut kembali dikonversi menjadi data digital.
Oleh karena itu, dalam teknik pengiriman broadband, diperlukan perangkat tambahan
berupa modem (modulator demodulator), yang berfungsi mengonversi data digital menjadi
data analog dan sebaliknya.

Teknik ini memiliki kelebihan, yaitu daya jangkauan yang lebih luas, kapasitas besar,
dan instalasi jaringan lebih murah (untuk koneksi wireless). Kekurangan teknik ini adalah
membutuhkan peranti tambahan berupa modem, delay transmisi relatif lama, mekanisme
instalasi dan perbaikan infrastruktur jaringan relatif sulit, serta membutuhkan biaya yang
mahal dalam instalasinya (untuk koneksi dengan kabel).

Kecepatan transfer data dalam jaringan dipengaruhi beberapa aspek, seperti jenis modem,
jenis media, kualitas sambungan transmisi, dan jarak media yang ditempuh serta banyaknya
jumlah sambungan (media kabel).

Satuan yang digunakan pada masing-masing jenis transmisi adalah sebagai berikut.

 Baud (Bd) : kecepatan modulasi.


 Bit per detik (bps) :kecepatan sinyal.
 Karakter per detik (cps) :kecepatan transmisi.
5. Model Layanan jaringan

Terbentuknya jaringan komputer dapat membantu pengguna dalam melakukan


pekerjaannya. Dalam jaringan, komputer dapat berperan sebagai pusat layanan ataupun sebagai
penerima layanan. Perbedaan peran komputer tersebut bergantung pada kebutuhan manusia
sebagai penggunanya. Untuk melayani kebutuhan pengguna, terdapat dua model layanan
jaringan komputer, yaitu model peer-to-peer dan klien-server. Penjelasannya dapat dilihat
dengan memindai QR code di samping.

6. Jenis Jaringan berdasarkan Area

Teknologi dan infrastruktur yang diterapkan dalam jaringan komputer juga dipengaruhi oleh
jangkauan area. Semakin luas area yang dapat dijangkau, semakin banyak pula perangkat yang
dapat terhubung. Berdasarkan jangkauan areanya. jaringan dapat dibedakan menjadi empat,
yaitu PAN (Personal Area Network), LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area
Network), dan WAN (Wide Area Network). Penjelasannya dapat dilihat dengan memindai QR
code di samping.

Jarak antar - Jenis


komponen
Lokasi/ Media Transmisi Jaringan
area
1 – 10 m Ruangan Kabel UTP/wirelesslan LAN LAN
100 m – 1 km Gedung Kabel UTP/kabel telepon LAN
perkantoran
10 – 10 km Kota Kabel fiber optic/kabel telepon/gelombang MAN
radio
10 – 100 km Kabupaten, Kabel fiber optic/gelombang radio MAN
Provinsi
>= 100 km Negara Kabel fiber optic/satelit WAN
>= 1.000 km Benua Satelit WAN
>= 10.000 km Planet satelit internet

Berdasarkan jangkauan areanya, media transmisi yang digunakan dalam jaringan dapat
dilihat pada tabel berikut.

Setiap perangkat yang terlibat dalam jaringan komputer mengikuti standar yang mengatur
implementasi teknologi yang digunakan. Dengan mengikuti standar ini, perangkat yang dengan
jenis, merek, vendor, dan teknologi yang berbeda dapat saling berkomunkasi. Salah satu standar
yang menjadi acuan dalam pengembangan teknologi jaringan adalah IEEE 802.

7.

Klasifikasi Jaringan Berdasarkan Kecepatan

Jika dilihat dari kecepatannya, jaringan komputer dapat dibagi menjadi empat, yaitu sebagai
berikut.
a. Low Speed Network

Kecepatan transfer data antarperangkat kurang dari 1 Mbps dan biasa diterapkan di
rumah atau sarana percobaan di laboratorium.

b. Medium Speed Network


Kecepatan transfer data antarperangkat antara 1 - 20 Mbps dan biasa diterapkan di
lingkungan skala kecil sampai menengah.

c. High Speed Network

Kecepatan transfer data antarperangkat mulai dari 20 Mbps bahkan 100 Mbps. Saat ini,
umumnya komponen pendukung jaringan yang tersedia di pasaran telah mendukung
kecepatan ini.

d. Super High Speed Network

Kecepatan transfer data antarperangkat bisa mencapai 1 Gbps atau lebih. Contohnya,
perangkat dengan teknologi Giga Ethernet.

B. Komponen Jaringan

Agar dapat berfungsi dengan baik, jaringan komputer memerlukan beberapa komponen
yang memiliki fungsi tertentu untuk mendukung komunikasi jaringan. Beberapa komponen yang
digunakan dalam jaringan komputer, antara lain sebagai berikut.

1. Server

Server merupakan komputer berspesifikasi tinggi yang memiliki peran utama memberikan
layanan pada klien dalam jaringan. Beberapa layanan yang disediakan server, antara lain sebagai
berikut.

a. Berbagi data dengan perangkat klien.


b. Melayani permintaan layanan dari komputer klien.
c. Mengatur pengguna yang memiliki hak akses terhadap server dan jaringan secara umum.
d. Menjaga keamanan data yang tersimpan dan mencegah dari serangan yang berkaitan
dengan pencurian data atau penggunaan secara ilegal.

Contoh penerapan server, antara lain server basis data, server web, server FTP, dan server
aplikasi.

2. NIC (Network Interface Card)

NIC yang biasa disebut kartu jaringan atau kartu LAN berfungsi sebagai penghubung satu
komputer dengan komputer lainnya dalam jaringan, yang tersambung media transmisi tertentu,
seperti kabel ataupun nirkabel. Kartu LAN biasanya menggunakan slot PCI, ISA, Mini PCI, dan PCI
Express serta dapat ditancapkan pada slot bus mainboard.

3. Kartu Wi-fi

Kartu wi-fi adalah versi dari NIC yang menghubungkan komputer- komputer yang
tersambung dengan media transmisi nirkabel, seperti melalui jaringan wi-fi. Terdapat dua tipe
kartu wi-fi, yaitu sebagai berikut.
a. Kartu wi-fi internal, merupakan kartu jaringan dengan tipe slot PCI atau PCI Express yang
dapat ditancapkan pada slot bus mainboard.
b. Kartu wi-fi eksternal, merupakan kartu jaringan yang dapat dipasangkan di luar perangkat
komputer dengan menggunakan port USB.
(a) (b)

4. Hub

Hub atau sering disebut juga konsentrator adalah perangkat yang berfungsi sebagai pusat
sambungan yang menghubungkan beberapa perangkat dalam jaringan yang sama. Setiap
perangkat yang terhubung dapat saling bertukar informasi satu sama lain. Hub bersifat
distributor pasif, yang akan membagikan setiap data yang diterimanya ke semua perangkat yang
terkoneksi, tanpa melakukan penyaringan atau pengalihan.

5. Switch

Switch memiliki fungsi yang hampir sama dengan hub. Perbedaannya adalah switch
merupakan hub yang bersifat distributor aktif. Selain mendistribusikan data, switch juga
menyimpan MAC address setiap perangkat yang terhubung sehingga setiap data yang ditransfer
akan diteruskan ke port yang menjadi tujuannya. Dengan demikian, proses komunikasi menjadi
lebih cepat.

6. Router

Router adalah perangkat jaringan yang bertugas mengirimkan paket data melalui jaringan
internet dari sumber data ke tujuannya. Proses pengiriman paket data tersebut disebut dengan
routing. Dalam proses routing, router akan memilih jalur terbaik untuk mengirimkan paket data
dari IP address asal ke IP address yang dituju. Agar router mengetahui jalur terbaik untuk
meneruskan paket data, router membutuhkan tabel routing yang berisi informasi alamat dan
jarak menuju jaringan yang dituju.

7. Access Point

Access point merupakan perangkat yang berfungsi menerima dan mendistribusikan data.
Perangkat ini berperan sebagai titik pusat penerima dan pemancar sinyal dari dan menuju
perangkat klien. Berbeda dengan router yang berfungsi mengirimkan paket data, access point
hanya berperan untuk mengoneksikan perangkat yang ingin terhubung dalam jaringan. Oleh
karena itu, perangkat access point dan router saling berhubungan dalam menjalankan fungsinya.
Pada model terbaru, sering kali fungsi access point dan router digabungkan dalam perangkat
yang sama.

8. Modem

Modem adalah perangkat yang berfungsi melakukan modulasi dan demodulasi. Modulasi
adalah proses pengubahan sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa. Sementara demodulasi
adalah proses penyaringan sinyal informasi dari sinyal pembawa
Data dari komputer dalam bentuk sinyal digital dikirimkan ke modem untuk diubah menjadi
sinyal analog. Ketika modem menerima data dari luar dalam bentuk sinyal analog, data tersebut
diubah kembali ke sinyal digital untuk diproses di komputer.

9. Media Transmisi

menghantarkan sinyal, baik sinyal digital maupun analog, diperlukan media yang menjadi
penghubung antarperangkat. Jenis dan tipe sambungan media transmisi akan memengaruhi
kecepatan dan keberhasilan transmisi. Secara garis besar, media transmisi dibedakan menjadi
dua, yaitu sebagai berikut.

 Guided media merupakan media yang dapat menghantarkan data melalui konduktor
fisik, seperti tembaga dan serat kaca. Contohnya, kabel coaxial, UTP, STP, dan fiber
optic.
 Unguided media adalah jenis media tidak terpandu yang tidak memiliki bentuk
secara fisik sehingga dalam pemancarannya membutuhkan gelombang
elektromagnetik untuk mentransfer data. Contohnya, gelombang radio, inframerah,
bluetooth, microwave, dan satelit.
a. Media transmisi kabel

Ketika memilih kabel sebagai media transmisi dalam membangun jaringan, ada tiga
aspek yang harus dipertimbangkan, yaitu banyaknya perangkat yang terhubung, jangkauan
dan area jaringan, serta kecepatan dan lebar bandwidth yang akan digunakan.

Ada beberapa macam kabel yang dapat digunakan sebagai media transmisi
jaringan, yaitu sebagai berikut.

1) Kabel twisted pair

Kabel twisted pair dibedakan menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut.

a) Kabel STP (Shielded Twisted Pair)

Kabel STP terdiri atas empat pasang kabel berpilin yang


dilindungi pembungkus yang bertujuan mengurangi gangguan.
Kecepatan transmisi data kabel STP hingga 100 Mbps dengan
panjang maksimal kabel per segmen adalah 100 m.

b) Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel UTP terdiri atas empat pasang pilinan kabel, tanpa


dilengkapi pembungkus berlapis. Jarak maksimal kabel per segmen
adalah 100 m dan mampu bekerja dengan kecepatan sampai 100
Mbps.

2) Kabel coaxial
Kabel coaxial terdiri atas tembaga sebagai inti, yang diselubungi plastik (insulasi),
kemudian dilapisi oleh serat tembaga berpola seperti jala ikan dan lapisan terluar
berupa insulator jaket. Kabel ini mampu bekerja dengan kecepatan hingga 100 Mbps
dengan panjang maksimal 500 m untuk tiap node.
3) Kabel fiber optic
Kabel fiber optic atau serat optik merupakan media transmisi data yang bersifat
modulasi. Kabel ini mempunyai keunggulan dalam hal transfer data yang lebih cepat,
melampaui 100 Mbps dengan panjang maksimum lebih dari 2.000 m. Kabel ini
mampu beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi, yang
menjadikan kabel ini pilihan terbaik untuk membangun jaringan pada area yang
sangat jauh dengan beban yang tinggi.
Penjelasan lebih lanjut mengenai kabel twisted pair, kabel coaxial, dan kabel fiber
optic dapat dilihat dengan memindai QR code di samping.
b. Media transmisi nirkabel atau wireless

Media transmisi nirkabel dikategorikan sebagai unguided media karena tidak dapat
diukur secara visual ataupun dinyatakan dalam satuan metrik sehingga tidak memerlukan
konduktor fisik seperti kabel. Media transmisi yang digunakan adalah radiasi
elektromagnetik (listrik dan medan magnet yang terinterferensi) yang dipancarkan melalui
udara terbuka. Contoh gelombang elektromagnetik adalah mikrogelombang (microwave),
sistem satelit, sinar inframerah, dan laser sistem. Teknologi nirkabel cocok digunakan untuk
pengguna yang lokasinya jauh, sulit dijangkau, atau memiliki mobilitas tinggi.

Dalam membangun jaringan nirkabel, ada beberapa faktor yang perlu dipahami, antara
lain sebagai berikut.

1) Dalam instalasi dan konfigurasi, perangkat nirkabel membutuhkan antena untuk


memperkuat pancaran sinyal dan sistem penerimaan (transmitter dan receiver).
2) Terdapat dua model koneksi gelombang radio, yaitu:
 Point-to-point (unidirectional), merupakan koneksi dari satu perangkat ke satu
perangkat lainnya (pointing).
 Broodcast (amnidirectional), merupakan metode koneksi dari satu perangkat
pemancar yang diarahkan ke segala arah (360°), contohnya hotspot.

3) Berdasarkan jenis frekuensi gelombang,jaringan nirkabel dibedakan menjadi tiga


jenis, yaitu:
 Gelombang mikro atau microwave dengan frekuensi antara 2 sampai 40 Ghz.
 Gelombang radio dengan rentang frekuensi 30 Mhz sampai 1 Ghz
 Gelombang inframerah.
4) Media transmisi tidak terpandu (unguided) terbagi atas empat bagian, yaitu:
 Gelombang mikro atmosfer Bumi.
 Gelombang mikro pada satelit.
 Radio broadcast.
 Inframerah.
C. Protokol Jaringan

Protokol jaringan adalah sekumpulan aturan baku yang ditetapkan oleh badan standardisasi
dunia tentang jaringan dan teknologi informasi, yang mengatur mekanisme komunikasi data
antarmesin komputer. Saat ini, ada dua model protokol jaringan yang dapat digunakan, yaitu
sebagai berikut.

1. Model DoD

Model layer DoD dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau
Department of Defence (DoD) sebagai upaya meningkatkan strategi pertahanan. DoD membuat
riset untuk menghubungkan pos-pos militer yang berbeda lokasi melalui jaringan. Untuk itu,
dibentuklah sebuah badan riset yang awalnya dikenal sebagai Advanced Research Project
Argency (ARPA), yang kemudian berkembang menjadi Defence Advanced Research Projects
Agency (DARPA). ARPA berhasil merilis ARPAnet, yang merupakan jaringan pertama yang
menerapkan protokol TCP/IP. Dengan protokol tersebut, sistem jaringan mampu mengoneksikan
berbagai platform komputer di antara badan resmi pemerintah dan beberapa universitas di
Amerika.

Layer DoD Layer OSl Contoh Protokol


Procces/Application Application Talnet, FTP,Kerberos, SMTP, DNS, TFTP, SNMP, NFS,
Presentation dan Xwindows
Session
Host-to-Host Transpor UDP dan TCP
Internet Network ARP, IP, ICMP, BOOTP, dan RARP
Network Access Data Link Physical Token Ring, Ethernet, dan FDDI
Sebagai pedoman standar membuat sesi komunikasi data jaringan, TCP/IP disepakati dan
digunakan secara luas oleh semua vendor dan sistem jaringan sebagai dasar hubungan internet
yang dipakai saat ini. Dalam tabel berikut, dijelaskan perbedaan dan persamaan layer protokol
yang dikembangkan dalam model DoD dan model OSI.

2. Model Osl

Model OSI (Open Standard Interconnection) yang dikeluarkan oleh ISO atau International
Standard Organization membagi proses

komunikasi dalam tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah
sebagai berikut.

a. Jenis layer harus disesuaikan dengan tingkat abstraksi dan fungsi yang berbeda-beda dalam
servisnya.
b. Layer yang dibentuk harus bermanfaat sesuai kebutuhan serta saling berhubungan dan
saling mendukung satu sama lainnya.
c. Kegunaan setiap layer ditentukan melalui mekanisme yang logis dan rumit dengan ketelitian
tinggi sesuai standar protokol internasional.
d. Batasan dan area operasi layer bertujuan meminimalisasi aliran informasi yang melewati
interface.
e. Jumlah layer harus cukup banyak disesuaikan spesifikasi, proses kerja, dan kegunaannya
sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu digabung dalam satu layer.

Model OSI memiliki tujuh layer atau lapisan yang dibagi menjadi application, presentation,
session, transport, network, data link, dan physical layer. Penjelasan singkat mengenai ketujuh
layer tersebut dapat Anda lihat dengan memindai QR code di samping.

Berdasarkan fungsinya, ketujuh layer dalam model OSI dapat dikategorikan menjadi dua
lapisan, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah.

a. Lapisan atas dari model OSI terkait dengan persoalan aplikasi. Pada umumnya, lapisan ini
hanya diimplementasikan pada aplikasi yang digunakan oleh pengguna komputer. Lapisan
paling atas, yaitu lapisan aplikasi adalah lapisan penutup sebelum terhubung ke pengguna.
Pengguna akan berinteraksi langsung dengan sistem melalui lapisan ini.
b. Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transpor data. Lapisan fisik dan
lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan
bawah yang lain umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah,
yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel)
dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan.

Standardisasi teknologi jaringan tidak hanya dilakukan oleh OSI saja, tetapi juga
diselenggarakan oleh badan dunia lainnya, seperti ITU (International Telecommunication Union)
tentang telekomunikasi, CCITT (Comite Consultatif International Telephonique et Telegraphique)
tentang proses komunikasi menggunakan telepon dan telegraf, ANSI (American National
Standards Institute) tentang pengodean, NCITS (National Committee for Information Technology
Standards), IEEE (Institute Electrical and Electronics Engineers) tentang standardisasi peralatan
telekomunikasi, EIA (Electronic Industries Association) tentang standardisasi hubungan port
serial RS-232-C.

Penjelasan lebih lanjut mengenai cara kerja masing-masing lapisan dalam OSI dapat dilihat
dengan memindai QR code di samping.

D. IP Address

IP Address (Internet Protocol Address) merupakan metode pengalamatan yang diterapkan


sebagai identitas pengenal mesin dalam jaringan, yang terdiri atas barisan angka berbasis
desimal atau heksadesimal dengan standar aturan tertentu, misalnya [Link]. Semua
perangkat yang terhubung dalam jaringan wajib memiliki IP address agar dapat terkoneksi
dengan sistem jaringan dan perangkat lainnya. Saat ini, terdapat dua versi IP Address yang dapat
digunakan, yaitu IP address versi 4 dan IP address versi 6.

1. IP Address Versi 4
IP address dalam penggunaannya terdiri atas dua bagian, yaitu network ID dan host ID.
Network ID memperlihatkan alamat network atau jaringan, sedangkan host ID
mengidentifikasikan alamat host dalam satu network. Syarat terbentuknya sebuah jaringan lokal
adalah jaringan harus dalam satu kelas IP yang sama, memiliki network IP dan broadcast IP yang
sama, dan mempunyai IP host yang berbeda. Untuk menghubungkan dua jaringan dengan
network ID yang berbeda, dibutuhkan router sebagai jembatan penghubungnya.
Dalam menentukan network ID dan host ID yang akan digunakan dalam jaringan, terdapat
beberapa aturan sebagai berikut.
a. Network ID [Link] tidak dapat digunakan untuk pengalamatan IP address. Hal ini
karena IP address ini secara default digunakan untuk keperluan loopback.
b. Host ID tidak boleh diset pada bit 1 semua (contoh kelas C [Link]) karena akan
diartikan sebagai alamat broadcast pada subnet mask [Link]. Broadcast ID
merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Sebagai contoh.
pengalamatan Jalan Pahlawan yang memiliki beberapa sub seperti Jalan Pahlawan
Revolusi, Jalan Pahlawan Revolusi I. dan seterusnya. Pengiriman paket menuju alamat ini
akan menyebabkan paket diketahui oleh seluruh anggota network tersebut.
c. Sebuah network ID dan host ID tidak boleh dikonfigurasikan pada bit O semua (seluruh
bit diset O seperti [Link]). Hal ini karena IP address dengan host ID O diartikan sebagai
alamat network. Sebagai contoh, [Link] akan dianggap sebagai alamat network. Host
ID dalam suatu Ala host network harus unik. Artinya, dalam satu network, tidak boleh
ada dua host dengan host ID yang sama untuk mencegah terjadinya tabrakan data atau
perebutan IP yang berakibat sambungan ke jaringan terputus.

Berikut adalah pembagian range kelas IP address berdasarkan aturan standar


internasional.
Kelas A

Format : [Link]

Bit pertama :0

Panjang Net ID : 8 bit

Panjang Host ID : 24 bit

Byte pertama : 0 - 127

Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

Range IP : [Link] sampai [Link]

Jumlah IP : 16.777.214 IP address di setiap kelas A

Deskripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

Kelas B

Format : [Link]

Bit pertama : 10

Panjang Net ID : 16 bit

Panjang Host ID : 16 bit

Byte pertama : 128 – 191

Jumlah : 19.384 Kelas B

Range IP : [Link] sampai [Link]

Jumlah IP : 65.532 IP address di setiap kelas B

Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan dengan jumlah besar dan sedang

Kelas C

Format : [Link]

Bit pertama : 110

Panjang Net ID : 24 bit

Panjang Host ID : 8 bit

Byte pertama : 192 - 223

Jumlah : 2.097 Kelas C

Range IP : [Link] sampai [Link]

Jumlah IP : 254 IP address di setiap kelas C


Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil

Kelas D

Format : [Link]

Bit pertama : 1110

Bit multicast : 28 bit

Bit inisial : 224 - 239

Deskripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting (RFC 1112)

Kelas E

Format : [Link]

Bit pertama : 1111

Bit cadangan : 28 bit

Bit inisial : 240 - 255

Deskripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan eksperimen

Metode classess addressing atau dalam bahasa tekniknya adalah menyediakan


rentang IP address dalam notasi Classess Inter-Domain Routing (CIDR), bertujuan untuk
mengatur sistem pengalamatan IP address yang yang merujuk pada jaringan secara lebih
spesifik atau disebut juga dengan Network Prefix. Dalam penulisan prefix atau CIDR
suatu kelas IP address, digunakan tanda garis miring (/) diikuti angka yang menunjukkan
panjang network prefix tersebut dalam bit.

Subnet Mask Nilai CIDR SubnetMask Nilai CIDR


[Link] /9 [Link] /20
[Link] /10 [Link] /21
[Link] /11 [Link] /22
[Link] /12 [Link] /23
[Link] /13 [Link] /24
[Link] /14 [Link] /25
[Link] /15 [Link] /26
[Link] /16 [Link] /27
[Link] /17 [Link] /28
[Link] /18 [Link] /29
[Link] /19 [Link] /30
Sebagai contoh, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP
[Link]/16, berarti prefix-nya adalah 16 dan subnet mask untuk IP address tersebut
adalah [Link]. Dengan penggumask subnet, jumlah IP address yang perlu
disediakan untuk host atau terminal semakin berkurang.

Menurut penggunaannya, terdapat dua tipe IP address, yaitu sebagai berikut.


a. IP publik
IP publik adalah IP yang digunakan dalam jaringan internet di seluruh dunia.
b. IP privat
IP privat adalah IP address yang tidak digunakan dalam penomoran alamat
komputer karena dicadangkan untuk penggunaan jaringan lokal yang mencakup
tiga segmen terakhir dari IP address untuk internet.

Daftar IP address yang dicadangkan untuk digunakan sebagai IP privat dapat dilihat pada tabel
berikut.

Perlu Blok Alamat Rentang Alamat Jumlah Host


diketahui [Link]/8 [Link] sampai dengan 16.777.214
bahwa semua [Link]
range [Link]/8 [Link].1 sampai dengan 16.777.214
pengalamatan [Link]
IP address kelas [Link]/8 [Link] sampai dengan 16.777.214
D dan E juga [Link]
dapat [Link]/12 [Link] sampai dengan 1.048.574(private
[Link] internet)
digunakan
[Link]/24 [Link] sampai dengan 254
untuk IP
[Link]
address
[Link]/16 [Link] sampai 65.534(private
jaringan lokal. dengan [Link] internet)
IP tersebut [Link]/16 [Link] sampai dengan 65.534
tidak digunakan [Link]
sebagai IP
publik di internet. Selain itu, perlu juga diketahui bahwa alamat IP antara [Link] hingga
[Link] disediakan untuk Automatic Private IP Addressing. IP address ini tidak boleh
digunakan di internet.

Pada umumnya, komputer dengan koneksi LAN menggunakan alamat IP


statis [Link], [Link], dan seterusnya dengan subnet mask
[Link]. Jika terdapat sebuah server DHCP yang menyediakan
pengalamatan IP secara otomatis pada jaringan, konfigurasinya harus diatur agar
konfigurasi IP statis yang

telah diterapkan pada komputer klien tidak terganggu. Berikut adalah


contoh penghitungan alamat IP address

IP address adalah metode pengalamatan komputer sebagai identitas dalam jaringan. IPv4
merupakan teknik pengalamatan berbasis 32 bit yang terbagi menjadi lima kelas. Tentukan
kelompok kelas IP address dalam jaringan berdasarkan alamatnya. Pasangkan kelas IP dan IP
address yang sesuai dengan cara memberi garis penghubung.

Kelas IP IP Address
A [Link]
B [Link]
C [Link]
D [Link]
2. IP Address Versi 6

Seiring berkembangnya penggunaan internet, alokasi alamat yang tersedia pada IP address
versi 4 dengan panjang total 32 bit dan dapat mengalokasikan alamat kurang lebih 4 miliar
semakin berkurang. Oleh sebab itu, sekitar tahun 1999 mulai dirancang pengalamatan
menggunakan IP versi 6. Perbedaan utama antara IPv6 dan IPv4 terletak pada panjang total bit
yang digunakan, yaitu sebanyak 128 bit. Adapun banyaknya alamat komputer yang dapat
dialokasikan sebanyak 2128 atau sama dengan 340.282.3
[Link].[Link].768.211.456 buah. Penjelasan lebih lanjut mengenai IP address
versi 6 dapat dilihat dengan memindai QR code di samping.

E. Topologi Jaringan

Topologi merupakan pola hubungan antarterminal atau antarkomputer dalam jaringan. Pola
ini berhubungan erat dengan metode akses dan media pengirim yang digunakan. Namun, ketika
akan membangun sebuah jaringan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain
ukuran organisasi, tingkat keamanan data ketersediaan sistem pendukung, beban traffic
jaringan, ketersediaan biaya, dan banyaknya pengguna

Ditinjau dari segi keberadaannya, topologi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu
sebagai berikut.

1. Physical Topology, merupakan bentuk topologi secara fisik yang menekankan teknik koneksi
media transmisi antar-node atau workstation
2. Logical Topology, merupakan topologi secara logika yang menggambarkan model aliran data
antar-user dalam jaringan.

Pemilihan jenis topologi jaringan memerlukan beberapa pertimbangan karena akan sangat
berpengaruh terhadap kualitas layanan dalam jaringan. Beberapa hal yang perlu dijadikan
pertimbangan dalam memilih jenis topologi jaringan, yaitu sebagai berikut.

 Biaya besar biaya yang dikeluarkan harus seefisien mungkin sesuai dengan kebutuhan
organisasi.
 Kecepatan sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
 Lingkungan faktor-faktor lingkungan (listrik, angin, cuaca) yang berpengaruh terhadap
perangkat keras yang dibutuhkan.
 Ukuran seberapa besar ukuran jaringan, semakin besar jaringan akan memerlukan
perangkat tambahan, seperti file server atau sejumlah server khusus.
 Konektivitas kemudahan akses jaringan dari berbagai lokasi.

Adapun jenis topologi yang dapat dipilih untuk membangun jaringan komputer, antara lain
sebagai berikut.

1. Topologi Bus

Pada topologi bus, terminal atau komputer disusun secara serial dalam sebuah media
transmisi utama. Dengan demikian, informasi yang dikirim akan melewati semua terminal pada
jalur tersebut Jika alamat yang tercantum dalam data sesuai dengan alamat pada terminal, data
atau informasi akan diterima lalu diproses. Jika tidak sesuai, data akan diabaikan oleh terminal.
Topologi bus atau biasa disebut juga daisy chain tergolong paling sederhana. Setiap terminal
dilengkapi NIC yang terhubung dengan kabel tunggal coaxial. Topologi ini cocok untuk jaringan
skala kecil karena jumlah terminal dapat ditambah atau dikurangi secara fleksibel. Kabel yang
digunakan adalah RG-58, RG-11 (broadband), RG-62, dan RG-8 (baseband). Karakteristik topologi
bus, antara lain sebagai berikut.

a. Sederhana dan mudah dalam instalasi.


b. Transfer data lebih cepat karena menggunakan satu jalur umum yang terhubung dengan
node-node.
c. Potensi terjadi tabrakan data atau collision lebih besar karena sinyal mengalir dalam dua
arah.
d. Jika salah satu segmen kabel putus, seluruh jaringan akan terhenti.
e. Penambahan segmen tidak mengubah model jalur.
f. Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat
node-node sepanjang kabel.
2. Topologi Ring

Secara fisik, topologi ring mirip dengan topologi bus, tetapi kedua terminal di bagian ujung
saling terhubung sehingga membentuk lingkaran. Pada topologi ring, setiap terminal akan
memeriksa informasi yang melewatinya. Jika data tersebut ditujukan untuknya, data akan
diterima dan diproses. Namun jika tidak, data tersebut akan diteruskan.

3. Topologi Star

Pada topologi star, terdapat terminal pusat atau hub sebagai pengatur dan pengendali
semua komunikasi data yang terjadi dalam jaringan. Setiap transmisi data akan dilewatkan dan
didistribusikan oleh konsentrator. Topologi ini mudah dalam instalasi dan dilakukan
pengembangan. Selain itu, topologi ini juga cukup mudah dalam perawatan dan perbaikan jika
terjadi kerusakan.

4. Topologi Lainnya

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna, telah banyak dilakukan
modifikasi pada topologi yang sudah ada. Terkadang, modifikasi dilakukan dengan
mengombinasikan beberapa topologi jaringan untuk menghasilkan kualitas layanan jaringan
yang maksimal. Berikut merupakan beberapa topologi yang dihasilkan dari kombinasi topologi
bus, ring, dan star.

a. Topologi mesh

Pada topologi mesh, setiap komputer dalam jaringan memiliki media penghubung ke
komputer lain secara langsung. Hal tersebut membuat kecepatan transfer data lebih
baik. Namun, kebutuhan media transmisi kabel yang dibutuhkan juga lebih banyak
karena setiap klien terhubung secara langsung.

b. Topologi tree

Topologi tree merupakan kombinasi topologi star dan topologi bus. Pada umumnya,
hub diletakkan di paling depan dan diikuti beberapa terminal yang dihubungkan secara
serial menyerupai topologi bus.

c. Topologi hybrid

Topologi hybrid merupakan rangkaian beberapa jenis topologi star, ring, dan bus.
Biasanya, diterapkan dalam perusahaan yang telah menerapkan beberapa jenis topologi
jaringan. Kombinasi rangkaian dilakukan agar topologi yang ada dapat saling terintegrasi
satu sama lain.

F. Menggunakan Layanan Jaringan


1. Mengenfigurasi IP Address Komputer

Dalam praktikum ini, akan dijelaskan langkah-langkah mengonfigurasi IP address pada kartu
jaringan (NIC) komputer yang terhubung dengan switch jaringan lokal.

a. Pastikan kartu jaringan telah terpasang dan driver telah terinstal dengan baik.
b. Sistem operasi yang digunakan adalah Windows 8 (disarankan Windows 10). Pastikan
komputer telah tersambung dengan switch atau hub jaringan laboratorium yang telah
memiliki akses internet dengan IP address yang telah ditentukan.
c. Klik Start Control Panel Network and Internet - Network and Sharing Center Change
adapter settings.

d. Klik kanan ikon Ethernet - pilih Properties. Jika ikon tersebut menampilkan tanda silang
merah seperti gambar, berarti interface kartu jaringan belum terhubung dengan jaringan.
Periksa kembali sambungan kabel ke network interface card.
e. Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties atau bel klik untuk menampilkan
menu konfigurasi IP address versi 4

f. Selanjutnya, lakukan pengaturan IP address sesuai


dengan ketentuan IP dalam laboratorium komputer sekolah. Dalam contoh ini,
menggunakan ketentuan sebagai berikut

g. Setelah itu, klik OK dan tutup kotak dialog Local


Area Connection Properties.
h. Buka command prompt Windows. Periksa bahwa konfigurasi IP address versi 4 sudah benar
dengan mi. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji konektivitas jaringan dengan
memasukkan perintah berikut.
i. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji konektivitas jaringan dengan memasukkan
perintah berikut.

1) ping [Link]

Jika ditampilkan pesan "Reply from [Link]....", hal tersebut menunjukkan bahwa loopback
adapter dalam kondisi baik.

2) ping [Link]

Jika ditampilkan pesan "Reply from [Link]..., hal tersebut menunjukkan bahwa kartu
jaringan lokal dengan IP address [Link] dalam kondisi [Link] perintah ipconfig

3) ping [Link]

Jika ditampilkan pesan "Reply from [Link] ....., hal tersebut menunjukkan bahwa komputer telah
terhubung dengan internet.

4) ping [Link]

Jika pengujian koneksi dengan host [Link] yang merupakan DNS server Google telah berhasil
dilakukan, seharusnya akan ditampilkan informasi bahwa komputer dapat terkoneksi dengan
server.

2. Mengoneksikan Laptop dengan Hotspot

Hotspot merupakan area atau wilayah tertentu yang terdapat sinyal pemancar gelombang
radio yang memungkinkan pengguna dengan perangkat yang mampu menangkap wi-fi, seperti
komputer, laptop, PDA, notebook, dan smartphone dapat terhubung dengan internet.

a. Memiliki SSID yang di-broadcast dan dapat dijangkau oleh perangkat klien

b. Biasanya menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 2,4 GHz.

c. Biasanya wi-fi hotspot memiliki autentikasi seperti harus memasukkan password tertentu
ketika terkoneksi dengan SSID wi-fi.

d. Terkadang ada beberapa layanan hotspot yang mewajibkan pengguna untuk login melalui
web browser untuk mengakses internet.

Meskipun memudahkan pengguna terhubung internet, hotspot memiliki kekurangan, yaitu


rentan terjadinya penyadapan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko
tersebut, antara lain menggunakan protokol HTTPS, menjalankan VPN, melakukan update software,
menonaktifkan fasilitas sharing. serta mengaktifkan firewall dan antivirus.

3. Mengakses Internet dengan Web Browser

Web browser merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk mengakses konten informasi,
seperti gambar, teks, audio, dan video dari berbagai situs yang ada di internet. Contoh browser
adalah Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dan Microsoft Edge. Sebelum dapat mengakses
informasi di internet, Anda harus menginstal web browser pada komputer terlebih dahulu. Anda
dapat melihat penjelasannya dengan memindai QR code di samping.

4. Mengaktifkan Proxy pada Web Browser


Proxy bekerja di antara komputer pengguna dengan server website tujuan. Setiap request
komputer akan dirutekan terlebih dahulu menuju proxy server, kemudian akan diarahkan
kembali menuju server website tujuan. Dengan proxy server tersebut, akses data menjadi lebih
cepat, terproteksi dari gangguan jaringan. beban bandwidth berkurang, pengelolaan jaringan
lebih mudah. dan identitas alamat komputer sumber lebih terlindungi dari server tujuan.
Terdapat dua tipe web proxy, yaitu sebagai berikut.

a. Transparent, merupakan jenis proxy server yang dilengkapi konfigurasi firewall


pengaturan port proxy sehingga klien tidak perlu melakukan konfigurasi proxy pada web
browser-nya.
b Non-transparent, merupakan jenis proxy yang hanya
mengharuskan pengguna mengatur konfigurasi port proxy secara manual, yang diarahkan ke
server proxy tersebut

Penjelasan mengenai cara melakukan pengaturan port proxy pada web browser dapat
dilihat dengan memindai QR code di samping

5. Mengonfigurasi VPN Client

Virtual Private Network atau VPN merupakan teknologi yang memberikan akses ke website
secara aman dengan cara membungkus paket komunikasi data dari pengirim ke tujuan.
Teknologi ini akan membuat jalur rahasia dalam kanal jaringan sehingga paket data lebih aman,
terenkripsi, dan tidak dapat dilacak. Untuk menggunakan VPN, Anda harus melakukan
konfigurasi VPN client pada komputer. Penjelasannya dapat dilihat dengan memindai QR code di
samping.

6. Chatting dalam Jaringan Lokal

Chatting secara etimologi memiliki pengertian berbicara. bercakap-cakap, dan mengobrol.


Dalam komunikasi digital. chatting merupakan komunikasi yang memungkinkan pengguna
mengirimkan data, baik teks, gambar, audio maupun video dengan menggunakan perangkat
digital, seperti komputer, gadget dan lainnya. Chatting dapat dilakukan menggunakan aplikasi
atau website. Anda juga dapat melakukan chatting dalam jaringan lokal menggunakan aplikasi
LAN Messenger. Penjelasannya dapat dilihat dengan memindai QR code di Samping.

7. Sharing Data

Share merupakan mekanisme membagi resource pada perangkat lain dalam jaringan, baik
berupa data, program, proses, maupun sistem pencetakan dalam perangkat komputer agar
dapat digunakan secara bersama-sama dengan terminal lainnya dalam jaringan. Selanjutnya,
akan dijelaskan langkah-langkah melakukan konfigurasi sharing data dengan Windows 10.

a. Bentuk kelompok minimal lima anggota dan pastikan komputer dalam kelompok telah
tersambung dengan LAN. Lakukan konfigurasi IP address dengan network [Link]/24
kemudian periksa konektivitas jaringan tersebut.

b. Dalam contoh praktik, komputer dengan IP address [Link] akan dikonfigurasi


sebagai komputer sharing dengan folder D:\Software
c. Selanjutnya, klik kanan folder Software - pilih Properties - klik tab Sharing klik tombol
Share.

d. Agar folder tersebut dapat diakses oleh semua anggota, tambahkan opsi Everyone - klik
Add klik Share - klik Done.

e. Untuk membuka folder yang telah di-share sebelumnya pada komputer lain, tekan
kombinasi tombol keyboard Windows + R sehingga muncul jendela Run. Setelah itu,
ketikkan perintah \\[Link].

f. Berikut adalah hasil tampilan sharing dokumen dalam jaringan.


8. Upload dan Download File server FTP

File Transfer Protocol (FTP) merupakan protokol transfer data yang memungkinkan
pengguna dapat meng-upload atau men-download file dari server tanpa memperhatikan
platform mesin dan sistem operasi yang digunakan. Layanan ini sering dimanfaatkan dalam
jaringan internet, misalnya untuk pengaturan konten website dan blog. Penjelasan mengenai
layanan upload konten menggunakan server FTP dapat dilihat dengan memindai QR code di
samping.

9. ICS/Tethering

ICS atau Internet Connection Sharing merupakan fitur berbagi koneksi jaringan internet
dalam komputer Windows melalui interface kartu LAN dan kartu wi-fi. Sementara konsep
tethering adalah proses berbagi koneksi internet menggunakan perangkat mobile (smartphone)
pada perangkat lain dengan menggunakan wi-fi atau kabel data. Anda dapat mempelajari
penggunaan layanan tethering untuk membagi koneksi internet ke laptop dengan memindai QR
code di samping.

10. Melakukan Remote dari Smarthphone Android ke PC

ntuk mengakses dan mengoperasikan perangkat komputer, bisa dilakukan dari jarak jauh
selama terhubung jaringan lokal atau internet. Hal tersebut dapat dilakukan dengan fitur RDP
atau Remote Dekstop Protocol yang berfungsi menjembatani pemberian akses ke perangkat
komputer dari jarak jauh untuk bertukar data ataupun mengoperasikannya secara langsung.
Contoh aplikasi yang memungkinkan pengguna mengoperasikan komputer dari jarak jauh, yaitu
Team Viewer, AnyDesk, dan Chrome Desktop. Namun dalam buku ini, Anda akan dijelaskan
teknik remote smartphone Android ke PC atau sebaliknya menggunakan aplikasi AnyDesk.
Penjelasannya dapat dilihat dengan memindai QR code di samping.

Anda mungkin juga menyukai