0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan6 halaman

Tugas Tutorial 3

Dokumen ini berisi tugas tutorial mengenai pembelajaran keterampilan berbicara dan menulis di kelas SD, dengan fokus pada pengembangan berbagai aspek siswa melalui kegiatan tematik. Terdapat contoh kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan berbicara dan menulis, serta penjelasan tentang nilai pendidikan, kebermaknaan, dan kemanfaatan dari materi yang diajarkan. Rancangan kegiatan pembelajaran menulis cerita bebas juga disertakan untuk meningkatkan minat siswa dalam menulis.

Diunggah oleh

Najwazidane
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan6 halaman

Tugas Tutorial 3

Dokumen ini berisi tugas tutorial mengenai pembelajaran keterampilan berbicara dan menulis di kelas SD, dengan fokus pada pengembangan berbagai aspek siswa melalui kegiatan tematik. Terdapat contoh kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan berbicara dan menulis, serta penjelasan tentang nilai pendidikan, kebermaknaan, dan kemanfaatan dari materi yang diajarkan. Rancangan kegiatan pembelajaran menulis cerita bebas juga disertakan untuk meningkatkan minat siswa dalam menulis.

Diunggah oleh

Najwazidane
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TUTORIAL 3

Nama : Elly Asgiarti


NIM : 858461264
Prodi : S1 PGSD
Mata Kuliah : Keterampilan Berbahasa Indonesia SD/PDGK4101

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat! Gunakan referensi yang mendukung jawaban
Anda!
1. Pembelajaran keterampilan berbicara di kelas rendah SD dilaksanakan secara tematik. Dalam
kegiatan pembelajaran seorang guru mengajak siswa berjalan-jalan ke taman di sekitar
halaman sekolah untuk melihat berbagai macam bunga di taman. Setelah masuk kembali ke
kelas, guru meminta siswa untuk bercerita di depan kelas.
Identifikasilah aspek perkembangan apa saja yang dapat dikembangkan dalam kegiatan
tersebut! (Skor 15)

Jawab
Aspek Perkembangan yang Dikembangkan dalam Kegiatan Pembelajaran Berbicara di Kelas
Rendah SD Secara Tematik
Kegiatan pembelajaran yang melibatkan jalan-jalan ke taman dan bercerita di depan kelas
seperti yang Anda jelaskan dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan siswa,
khususnya di kelas rendah SD. Berikut adalah identifikasi aspek-aspek perkembangan yang
dapat dikembangkan:
1. Aspek Bahasa dan Komunikasi
Keterampilan berbicara: Siswa dilatih untuk mengungkapkan pengalaman dan pengamatan
secara lisan.
 Kosakata: Melalui pengamatan bunga, siswa menambah kosakata baru terkait nama bunga,
warna, bentuk, dan ciri-ciri lainnya.
 Kemampuan bercerita: Siswa belajar menyusun cerita secara runtut dan logis berdasarkan
pengalaman nyata.
 Kemampuan mendengarkan: Saat teman-teman bercerita, siswa juga belajar mendengarkan
dengan baik.
2. Aspek Kognitif
 Pengamatan dan pemahaman: Siswa belajar mengamati lingkungan sekitar secara detail dan
memahami berbagai jenis bunga.
 Pengelompokan dan klasifikasi: Siswa dapat belajar mengelompokkan bunga berdasarkan
warna, bentuk, atau jenisnya.
 Pengembangan daya ingat: Mengingat nama dan ciri-ciri bunga yang dilihat.
 Berpikir kritis dan kreatif: Mendorong siswa untuk mengembangkan cerita yang menarik dan
kreatif berdasarkan pengalaman mereka.
3. Aspek Sosial dan Emosional
 Keberanian dan percaya diri: Berbicara di depan kelas membantu siswa mengatasi rasa malu
dan meningkatkan rasa percaya diri.
 Kerjasama dan interaksi sosial: Saat berjalan bersama dan berbagi cerita, siswa belajar
berinteraksi dengan teman dan guru.
 Empati dan penghargaan: Menghargai cerita teman dan belajar mendengarkan dengan penuh
perhatian.
4. Aspek Motorik
 Motorik kasar: Aktivitas berjalan-jalan di taman melibatkan gerakan fisik yang melatih
motorik kasar.
 Motorik halus: Jika siswa diminta untuk menggambar bunga setelah bercerita, ini melatih
motorik halus mereka.
5. Aspek Estetika dan Kreativitas
 Penghargaan terhadap keindahan alam: Melihat berbagai macam bunga menumbuhkan rasa
cinta dan apresiasi terhadap alam.
 Ekspresi kreatif: Melalui bercerita, siswa dapat mengekspresikan imajinasi dan kreativitas
mereka.

Kesimpulan
Kegiatan berjalan-jalan ke taman dan bercerita di depan kelas bukan hanya melatih
keterampilan berbicara, tetapi juga mengembangkan aspek bahasa, kognitif, sosial-emosional,
motorik, serta estetika dan kreativitas siswa. Pendekatan tematik seperti ini sangat efektif
untuk pembelajaran di kelas rendah SD karena mengintegrasikan berbagai aspek
perkembangan secara menyenangkan dan bermakna.

2. Pembelajaran keterampilan berbicara di kelas tinggi dapat diintegrasikan dengan


pembelajaran menulis. Buatlah sebuah contoh kegiatan pembelajaran yang memadukan
keterampilan berbicara dengan menulis di kelas 4 SD! (skor 15)

Jawab..

Berikut contoh kegiatan pembelajaran yang memadukan keterampilan berbicara dengan


menulis untuk kelas 4 SD dengan tema "Pengalaman Liburan":
Tujuan Pembelajaran:
 Siswa dapat menceritakan pengalaman liburan mereka secara lisan dengan struktur cerita
yang jelas.
 Siswa dapat menulis pengalaman liburan mereka dalam bentuk paragraf naratif dengan
menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar.
Langkah-langkah Kegiatan:
1. Pendahuluan (5 menit):
Guru membuka pelajaran dengan bertanya kepada siswa tentang pengalaman liburan mereka
yang paling berkesan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan dan
menulis pengalaman liburan.
2. Kegiatan Inti:
 Siswa diminta untuk menulis pengalaman liburan mereka secara individu. Guru
memberikan panduan penulisan paragraf naratif yang meliputi pembukaan yang
menarik, pengembangan cerita dengan detail yang cukup, dan penutup yang
memberikan kesimpulan atau perasaan akhir.
 Setelah menulis, beberapa siswa dipilih untuk membacakan cerita mereka di depan
kelas.
 Siswa lain memberikan umpan balik positif dan guru memberikan saran konstruktif.
 Guru menekankan pentingnya keterampilan berbicara dan menulis dalam
menyampaikan pengalaman dan ide-ide mereka.
3. Penutup (5 menit):
Guru menyimpulkan pelajaran dan memberikan penghargaan atas partisipasi siswa.
Penilaian:
 Berbicara: Kejelasan penyampaian, penggunaan struktur cerita, ekspresi dan intonasi, serta
kemampuan menjawab pertanyaan.
 Menulis: Struktur paragraf, tata bahasa dan ejaan, penggunaan kosakata yang tepat, dan
kelengkapan cerita.

Refleksi:
Guru dapat meminta siswa menulis refleksi singkat tentang apa yang mereka pelajari dari
kegiatan ini dan bagaimana mereka dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan menulis
mereka.
Kegiatan ini mengintegrasikan keterampilan berbicara dan menulis dengan cara yang
interaktif dan bermakna, sekaligus membangun rasa percaya diri siswa dalam
mengungkapkan ide secara lisan maupun tertulis.

Sumber :
[Link]
[Link]
[Link]

3. Dalam suatu pembelajaran berbicara di kelas 5 SD ditentukan indikator hasil belajar “siswa
mampu menceritakan watak tokoh dari cerita yang diperankan”. Berikan contoh materi
pembelajaran untuk mencapai indikator tersebut dengan menyertakan penjelasan aspek (a)
nilai pendidikan, (b) kebermaknaan, dan (c) kemanfaatan! (skor 15)

Jawab...

Berikut contoh materi pembelajaran untuk mencapai indikator “siswa mampu menceritakan
watak tokoh dari cerita yang diperankan” beserta penjelasan aspek nilai pendidikan,
kebermaknaan, dan kemanfaatannya:
Contoh Materi Pembelajaran
Tema: Mengenal Watak Tokoh dalam Cerita Pendek
Kegiatan:
Guru membacakan atau menampilkan cerita pendek yang memuat tokoh dengan watak jelas,
misalnya cerita tentang seorang anak yang rajin dan jujur.
Siswa diminta memperagakan cerita tersebut secara berkelompok dengan memerankan
tokoh-tokoh yang ada.
Setelah berperan, masing-masing siswa diminta menceritakan watak tokoh yang
diperankannya dengan menjelaskan ciri-ciri watak tersebut berdasarkan dialog, tindakan,
dan sikap tokoh dalam cerita.
Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi watak tokoh secara langsung (tersurat) dan
tidak langsung (tersirat) dari cerita.
Siswa juga diberi latihan menentukan watak tokoh dari kalimat atau situasi dalam cerita
lain.
Penjelasan Aspek
(a) Nilai Pendidikan
Materi ini mengajarkan nilai-nilai karakter positif seperti kejujuran, kerajinan, keberanian,
dan sikap saling menghargai melalui pengenalan watak tokoh. Dengan memahami watak
tokoh, siswa belajar meneladani sikap baik dan menghindari sifat buruk, sehingga
pembelajaran berkontribusi pada pembentukan budi pekerti dan moral siswa.
(b) Kebermaknaan
Kegiatan berperan dan menceritakan watak tokoh membuat pembelajaran menjadi lebih
hidup dan kontekstual. Siswa tidak hanya membaca teks, tetapi mengalami langsung
karakter tokoh sehingga pemahaman mereka terhadap cerita dan watak tokoh lebih
mendalam dan bermakna. Hal ini juga meningkatkan kemampuan berbicara dan berpikir
kritis siswa dalam menginterpretasi cerita.
(c) Kemanfaatan
Kemampuan mengenali dan menceritakan watak tokoh berguna untuk meningkatkan
keterampilan literasi siswa, khususnya dalam memahami isi cerita, menyimpulkan pesan
moral, dan mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum. Keterampilan ini juga
mendukung kemampuan komunikasi dan empati yang penting dalam kehidupan sehari-hari
dan pembelajaran lintas mata pelajaran.
Dengan materi dan pendekatan tersebut, siswa kelas 5 SD dapat mencapai indikator hasil
belajar secara efektif dan menyeluruh.

4. Ibu Ani, guru SD kelas 2 akan mengajarkan menulis permulaan. Indikator yang ditetapkan
adalah “siswa mampu menulis cerita sederhana dengan kata yang tepat”. Buatlah ilustrasi
penerapan metode pembelajaran menulis untuk mencapai kompetensi tersebut dalam urutan
langkah pembelajaran! (skor 20)

Jawab....

Berikut ilustrasi penerapan metode pembelajaran menulis permulaan untuk mencapai


indikator "siswa mampu menulis cerita sederhana dengan kata yang tepat" dalam urutan
langkah pembelajaran:
Langkah-langkah Pembelajaran Menulis Cerita Sederhana
1. Pendahuluan (Motivasi dan Pengantar)
 Guru membuka pelajaran dengan memotivasi siswa tentang pentingnya menulis dan
keasyikan bercerita.
 Guru memperkenalkan tujuan pembelajaran: menulis cerita sederhana dengan kata yang tepat.
 Guru menampilkan gambar atau cerita pendek sebagai stimulus untuk memancing minat dan
ide siswa.
2. Pengembangan Ide (Brainstorming dan Diskusi Kelompok)
 Guru mengajak siswa berdiskusi tentang pengalaman sehari-hari atau topik yang menarik
untuk dijadikan cerita.
 Siswa melakukan curah pendapat (brainstorming) secara kelompok untuk mengumpulkan ide
cerita dan kata-kata yang tepat.
3. Pengenalan Struktur Cerita dan Pemilihan Kata
 Guru menjelaskan struktur cerita sederhana: pembukaan, isi, dan penutup.
 Guru mengajarkan pemilihan kata yang tepat dan sederhana sesuai tingkat kelas 2 SD,
misalnya dengan menggunakan kartu kata atau gambar sebagai bantuan.
4. Demonstrasi Menulis Cerita
 Guru menulis contoh cerita sederhana di papan tulis dengan menggunakan kata-kata yang
tepat dan struktur yang jelas.
 Guru menjelaskan proses menulis secara bertahap, mulai dari menyusun kalimat hingga
menjadi paragraf pendek.
5. Latihan Terbimbing
 Siswa menulis cerita sederhana secara berkelompok atau berpasangan dengan bimbingan
guru.
 Guru membantu siswa memilih kata yang sesuai dan memperbaiki kalimat agar cerita
menjadi jelas dan mudah dipahami.
6. Latihan Mandiri
 Siswa menulis cerita sederhana secara individu berdasarkan ide yang telah dikembangkan.
 Guru memberikan kesempatan untuk menulis dengan menggunakan kosa kata yang telah
dipelajari dan memastikan penggunaan kata yang tepat.
7. Penilaian dan Umpan Balik
 Guru membaca hasil tulisan siswa dan memberikan umpan balik fokus pada penggunaan kata
yang tepat dan kelengkapan cerita sederhana.
 Guru mengajak siswa untuk saling bertukar cerita dan memberikan komentar positif serta
saran perbaikan.
8. Refleksi dan Penguatan
 Guru mengajak siswa merefleksikan pengalaman menulis dan pentingnya memilih kata yang
tepat dalam bercerita.
 Guru memberikan tugas menulis cerita sederhana sebagai latihan lanjutan di rumah atau kelas
berikutnya.
Metode yang dapat diterapkan dalam proses ini adalah kombinasi pendekatan komunikatif
(fokus pada fungsi bahasa untuk berkomunikasi melalui cerita), pendekatan integratif
(menggabungkan keterampilan berbicara, membaca, dan menulis), serta teknik seperti
menyusun kalimat, menyalin, dan mengarang sederhana dengan bantuan gambar.
Dengan urutan langkah ini, diharapkan siswa kelas 2 SD dapat menguasai keterampilan
menulis cerita sederhana dengan penggunaan kata yang tepat sesuai indikator yang
ditetapkan.

Sumber : [Link]
[Link]

5. Untuk melatih siswa agar gemar menulis, salah satu bentuk pembelajaran menulis yang dapat
diterapkan adalah menulis cerita bebas. Buatlah rancangan kegiatan pembelajaran menulis di
kelas 5 SD, meliputi kegiatan awal, inti, dan akhir! (skor 35)

Rancangan Kegiatan Pembelajaran Menulis Cerita Bebas


Kelas: 5 SD
Tema: Menulis Cerita Bebas
Waktu: 2 x 40 menit

1. Kegiatan Awal (15 menit)


 Apersepsi: Guru membuka pelajaran dengan mengajak siswa berdiskusi singkat tentang cerita
favorit mereka (misalnya cerita dongeng, pengalaman pribadi, atau cerita fiksi).
 Motivasi: Guru menjelaskan manfaat menulis cerita bebas, seperti melatih imajinasi,
mengungkapkan perasaan, dan meningkatkan kemampuan berbahasa.
 Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu siswa dapat menulis
cerita bebas dengan alur sederhana dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
 Pemanasan: Guru mengajak siswa melakukan permainan kata atau brainstorming ide cerita
secara singkat (misalnya, menuliskan kata-kata menarik yang bisa dijadikan ide cerita).

2. Kegiatan Inti (50 menit)


 Penjelasan: Guru menjelaskan langkah-langkah menulis cerita bebas, yaitu:
1. Menentukan tema atau ide cerita
2. Membuat kerangka cerita (awal, tengah, akhir)
3. Menulis cerita dengan memperhatikan penggunaan kalimat yang jelas dan menarik
 Model Menulis: Guru memberikan contoh cerita pendek yang sederhana dan menarik.
 Praktik Menulis: Siswa menulis cerita bebas sesuai dengan ide yang sudah mereka pilih. Guru
membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan.
 Diskusi dan Tanya Jawab: Guru mengajak siswa berbagi ide dan kesulitan yang mereka
hadapi saat menulis.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)


 Presentasi: Beberapa siswa secara sukarela membacakan cerita hasil tulisannya di depan
kelas.
 Refleksi: Guru dan siswa bersama-sama memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan
secara santai dan membangun.
 Penutup: Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan memberikan tugas menulis cerita
bebas di rumah sebagai latihan tambahan.
 Doa dan Salam: Mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.

Tips Tambahan
 Berikan pujian dan dorongan agar siswa merasa percaya diri menulis.
 Gunakan media gambar atau benda sebagai stimulus ide cerita.
 Sesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan siswa kelas 5 SD.

Dengan rancangan kegiatan ini, diharapkan siswa semakin gemar menulis dan mampu
mengembangkan kreativitas serta kemampuan berbahasa mereka secara menyenangkan.
Semoga bermanfaat!

Anda mungkin juga menyukai